Pengetahuan Diet Pasien Diabetes 2022
Pengetahuan Diet Pasien Diabetes 2022
PENDAHULUAN
Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh
tidak dapat memproduksi cukup insulin atau menggunakan insulin secara efektif.
Saat ini 382 juta penduduk dunia menderita diabetes mellitus dan pada tahun
2035 diperkirakan 592 juta penduduk dunia akan menderita diabetes mellitus.
Peningkatan prevalensi diabetes mellitus ini terjadi di seluruh dunia baik negara
jumlah penderita diabetes mellitus sebanyak 72 juta jiwa. Pada tahun 2035,
7 dunia.1 Saat ini prevalensi diabetes mellitus di Indonesia yang telah didiagnosis
dokter adalah 1,4%, jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat. WHO
mellitus pada tahun 2020. Faktor utama penyebab peningkatan jumlah penderita
diabetes mellitus adalah perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup ini
lifestyle.
1
Peningkatan prevalensi diabetes mellitus juga terjadi di provinsi Sumatera
Utara. Prevalensi penderita diabetes mellitus di Sumatera Utara pada tahun 2012
mellitus.
kadar gula darah dalam tubuh. Penyakit diabetes juga menjadi penyebab utama
kebutaan, amputasi, stroke, serangan jantung dan ginjal. Bahkan diabetes melitus
memperbaiki kebiasaan gizi dan olah raga untuk mengontrol kondisi metabolik
menjadi lebih baik Selain itu terdapat beberapa tujuan khusus diantaranya ialah
untuk menjaga berat badan ideal atau normal dan memenuhi gizi yang cukup
untuk menjaga kesehatan tetap optimal dan aktivitas normal. Tujuan diet diabetes
Mempertahankan kadar gula darah tetap normal serta menekan atau menunda
Dengan banyaknya kasus diabetes melitus dengan kontrol yang kurang baik,
penderita terhidar dari prognosis yang buruk dari diabetes melitus. Oleh karena
itu, saya tertarik untuk mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Diet Pasien
2
Diabetes Melitus serta Komplikasinya di Puskesmas Berseri Pangkalan Kerinci
Tahun 2022.
1. Untuk Masyarakat
Dapat dipakai sebagai alat ukur untuk mengetahui sejauh mana tingkat
Dapat dipakai sebagai sumber informasi dan rujukan untuk melakukan penelitian
3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.1. Definisi
mengendalikan jumlah gula, atau glukosa dalam aliran darah. Ini menyebabkan
Faktor utama pada diabetes ialah insulin, suatu hormon yang dihasilkan
oleh kelompok sel beta di pankreas. Insulin memberi sinyal kepada sel tubuh agar
menyerap glukosa. Insulin bekerja dengan hormon pankreas lain yang disebut
menghasilkan terlalu sedikit insulin atau jika sel tubuh tidak menanggapi insulin
2.1.2. Epidemiologi
sebanyak 285 juta orang di seluruh dunia menghidap diabetes. Angka ini
merupakan salah satu negara dengan kasus diabetes yang paling tinggi yaitu
4
Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menempati
urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Melitus (DM). Sementara
pelayanan kesehatan yang makin baik dan merata, diperkirakan tingkat kejadian
penyakit diabetes mellitus (DM) akan makin meningkat. Penyakit ini dapat
menyerang segala lapisan umur dan sosio ekonomi. Dari berbagai penelitian
penduduk usia lebih besar dari 15 tahun. Pada suatu penelitian di Manado
Melihat pola pertambahan penduduk saat ini diperkirakan pada tahun 2020 nanti
akan ada sejumlah 178 juta penduduk berusia di atas 20 tahun dan dengan
pasien Diabetes Mellitus, suatu jumlah yang besar untuk dapat ditanggani sendiri
Defisiensi insulin absolut pada DM tipe 1 disebabkan oleh kerusakan sel beta
pankreas yang dipicu oleh suatu reaksi autoimun. Reaksi autoimun ini mungkin
5
dipicu oleh faktor eskternal pada individu yang rentan secara genetik. Kerusakan
ini berlangsung selama beberapa bulan sampai beberapa tahun hingga terjadi
penurunan massa sel beta pankreas. Penurunan jumlah sel beta pankreas ini
ini pada akhirnya mengakibatkan konsentrasi insulin dalam darah tidak dapat
tipe 1 adalah intoleransi glukosa yang paling sering didiagnosa pada individu
menyebabkan peningkatan glukosa darah baik saat puasa maupun setelah makan.
biasanya sangat tinggi. Pada tahap lebih lanjut, produksi insulin oleh sel beta
ini terjadi di usia dewasa dan semakin meningkat seiring bertambahnya umur.
6
Yang termasuk kedalam kelompok ini adalah defek genetik pada sel beta
endokrinopati dan kerusakan sel beta pankreas yang diinduksi obat-obatan atau
zat kimia.
Salah satu DM tipe lain yang paling sering dibicarakan adalah maturity-onset
1; MODY 3), Glukokinase (MODY 2), HNF-4 (MODY 1), Insulin Promoter
Factor (IPF-1; MODY 4), HNF-1 (MODY 5), dan NeuroD1 (MODY 6).
Individu dengan defek genetik ini memiliki riwayat keluarga penderita DM yang
kuat dengan berat badan yang normal dan terdiagnosa sebelum berusia 25 tahun.
tidak terjadinya peningkatan berat badan pada penderita MODY dan defek
4. Diabetes Gestasional.
terdeteksi saat seseorang sedang dalam keadaan hamil saja, kemudian akan
a. Poliuria
7
Kekurangan insulin untuk mengangkut glukosa melalui membrane dalam sel
b. Polidipsia
penurunan volume intrasel sehingga efeknya adalah dehidrasi sel. Akibat dari
dehidrasi sel mulut menjadi kering dan sensor haus teraktivasi menyebabkan
c. Polifagia
Karena glukosa tidak dapat masuk ke sel akibat dari menurunnya kadar insulin
maka produksi energi menurun, penurunan energi akan menstimulasi rasa lapar.
Maka reaksi yang terjadi adalah seseorang akan lebih banyak makan. d.
Karena glukosa tidak dapat di transport kedalam sel maka sel kekurangan cairan
dan tidak mampu mengadakan metabolisme, akibat dari itu maka sel akan
secara otomatis.
8
2.1.5. Diagnosis
Tabel 2.1 Kriteria Diagnosis DM dan Gangguan Toleransi Glukosa (The Merck
Manual, 2013)
glukosa darah. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan setelah puasa 8-12
jam (KGDP) atau 2 jam setelah konsumsi cairan glukosa yang terkonsentrasi
(TTGO).10
2.1.6. Penatalaksanaan
1. Edukasi
9
Pemantauan kadar glukosa darah dapat dilakukan secara mandiri, setelah
dari anggota tim (dokter, ahli gizi, petugas kesehatan yang lain serta pasien dan
dengan anjuran makan untuk masyarakat umum yaitu makanan yang seimbang
dan sesuai dengan kebutuhan kalori dan zat gizi masing-masing individu. Pada
jadwal makan, jenis, dan jumlah makanan, terutama pada mereka yang
3. Latihan jasmani
Kegiatan jasmani sehari-hari dan latihan jasmani secara teratur (3-4 kali
seminggu selama kurang lebih 30 menit), merupakan salah satu pilar dalam
untuk menjaga kebugaran juga dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki
jasmani yang dianjurkan berupa latihan jasmani yang bersifat aerobik seperti
jalan kaki, bersepeda santai, jogging, dan berenang. Latihan jasmani sebaiknya
disesuaikan dengan umur dan status kesegaran jasmani. Untuk mereka yang
10
relatif sehat, intensitas latihan jasmani bisa ditingkatkan, sementara yang sudah
4. Intervensi farmakologis
jasmani (gaya hidup sehat). Terapi farmakologis terdiri dari obat oral dan
golongan, yaitu :
5. DPP-IV inhibitor
2.1.7. Komplikasi
11
luka. Hal ini menyebabkan luka kecil pada penderita DM dapat meluas dan
2.1.8. Prognosis
Mellitus dalam dua arah yang berlawanan. Gizi lebih yang merupakan petunjuk
manifestasi DM, terutama pada mereka yang memang dilahrikan dengan bakat
12
memperbesar perkiraan bahwa tropical diabetes akan dijumpai lebih banyak
urutan ke empat terbesar di dunia sedang berkembang menuju taraf yang lebih
maju. Tak dapat dipungkiri bahwa pada suatu saat DM akan menjadi penyebab
kematian yang penting seperti halnya dengan negara maju yang lain, apabila
Kemajuan suatu daerah antara lain ditandai oleh peningkatan daya beli
sebagai dampak positif kemajuan, diikuti oleh penurunan kegiatan fisik individu
maju yang demikianlah angka prevalensi DM cukup menonjol. Dalam hal ini
kebutuhan zat gizi tubuh, kemampuan jaringan mencerna zat gizi yang tersedia
13
Kelebihan jumlah yang dimakan akan disimpan dalam bentuk lemak
tubuh. Makin tinggi jumlah kelebihan tenaga, makin besarlah jumlah cadangan
lemak, yang mana akan memperbesar ukuran tubuh seseorang. Jumlah energi
Sebaliknya bila terjadi defisit dalam intake tenaga, maka untuk memenuhi
kebutuhan basal serta kegiatan fisik akan dipergunakan cadangan yang tersedia
(lemak tubuh).
dan pengurasan cadangan dengan rentang variasi yang luas dan terjadi berulang
kali suatu saat akan tidak berlangsung dengan sempurna, sehingga timbul gejala
Pada orang dewasa proses pertumbuhan sudah berhenti. Oleh karena itu
penggantian sel-sel tubuh yang haus atau rusak akibat usia atau penyakit
(regenerasi). Demikian pula halnya dengan vitamin dan mineral yang jumlah
kaitannya dengan jumlah sel otot yang aktif untuk keperluan yang dimaksud,
yang pada pria jumlahnya lebih tinggi dibandingkan dengan pada wanita. Oleh
karena itu perhitungan jumlah kebutuhan enersi seseorang akan lebih tepat
14
apabila ukuran tubuh yang digunakan adalah berat badan bebas lemak (lean body
mendapatkan korelasi yang kuat antara intake energi, hidrat arang dan lemak.
Menurut peneliti penemuan ini perlu ditinjau kembali dengan penelitian lanjutan.
Interaksi antara gizi, aktivitas fisik dan ukuran tubuh bersifat kompleks, dan akan
15
BAB III
• Definisi Operasional :
No Variabel Definisi Alat ukur Hasil Ukur Skala
Operasional
16
1 Pengetahuan Segala sesuatu Kuesioner, - Pengetahuan Ordinal
yang diketahui diajukan baik apabila
jawaban
tentang diet sebanyak 15
responden benar
diabetes oleh pertanyaan lebih dari 75%
pasien diabetes. dengan 3 dari nilai tertinggi.
pilihan - Pengetahuan
sedang apabila
jawaban: -
jawaban
Jawaban yang responden benar
benar diberi antara 40%
sampai 75% dari
skor 2.
nilai tertinggi
- Jawaban - Pengetahuan
yang tidak pasti kurang apabila
diberi skor 1. jawaban
responden benar
kurang dari 40%
- Jawaban
dari nilai tertinggi
yang salah
diberi skor 0.
Dengan demikian,
penilaian terhadap
pengetahuan
responden
berdasarkan
sistem skoring,
yaitu:
17
laki-laki dan di Wilayah Kerja
perempuan
Puskesmas
dengan riwayat Berseri Pangkalan
Kerinci
DM di Wilayah
kerja
Puskesmas
Berseri
Pangkalan
Kerinci
BAB IV
18
METODE PENELITIAN
survei deskriptif dengan desain cross sectional. Di mana, penelitian ini akan
komplikasinya.
Penelitian ini akan dilaksanakan mulai bulan Juli sampai April 2022.
Pangkalan Kerinci.
wilayah kerja Puskesmas Kota Janji yang didapat melalui proses pengambilan
sampel sama dengan populasi. Sampel yang diambil dari penelitian ini adalah
19
semua pasien diabetes mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Berseri Pangkalan
1. Metode Dokumentasi
Data-data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan atau laporan,
jurnal, buku, koran atau berbagai artikel tentang topik penelitian dicari dan
sekunder.
2. Metode Angket
Data penelitian ini dikumpul dengan metode angket. Pada penelitian ini,
definitif, terbatas dan konkret serta pilihan jawabannya juga telah diberi agar
20
BAB V
mengunjungi Puskesmas Berseri. Jumlah sampel ini adalah sama dengan jumlah
sampel yang diperlukan yaitu sebanyak 15 orang. Jumlah responden yang terpilih
umur 31-40 dan umur 41-50 tahun mempunyai persentase responden yang paling
kecil yaitu hanya 1,33 % dengan jumlah responden sebanyak 2 orang saja seperti
21
Total 15 100
responden yang paling kecil yaitu hanya 6,67 % dengan jumlah responden
51-60 8 53,3
61-70 3 20,1 Total 15 100
Melitus dibagi menjadi 3 kategori utama yaitu Baik, Sedang dan Kurang
dengan jumlah skor yang diharapkan seperti tertera pada tabel 3.2.
75% dari nilai tertinggi, kategori sedang jika jumlah skor diantara 40-
75% dari nilai tertinggi dan dikatakan kurang jika skor responden kurang
22
dari 40% dari nilai tertinggi. Nilai skor tertinggi dalam penelitian ini
Baik 15-20 3 20
Sedang 8-14 11 73,33
23
Sebanyak 12 responden atau dengan persentase 80% setuju bahwa
penyakit Diabetes Mellitus sudah pasti bisa sembuh, sedangkan satu orang
dengan presentase 6,67 tidak setuju, dan sebanyak dua orang dengan
yang tidak dicampur gula akan tetap menaikkan kadar gula darah.
sembilan orang tidak sependapat dengan kelompok ini dan sisanya yang
ringan. Kemudian hanya dua orang atau 13,3% yang tidak menyetujuinya.
24
Sebanyak 60 % atau sembilan orang yang berpendapat bahwa
33,33 % tidak setuju dengan pernyataan ini dan 6,67 % atau satu orang
dengan pernyataan pola makan yang salah bisa meningkatkan kadar gula.
Dan 13,3 % atau dua orang tidak setuju dengan pernyataan ini.
Sebanyak tujuh orang atau 46,7 % setuju dengan jumlah makanan yang
Data mengenai distribusi frekuensi jawaban responden dapat dilihat pada tabel
5.4.
25
Tabel 5.4. Distribusi Frekuensi Jawaban Responden
JAWABAN
NO PERTANYAAN BENAR TIDAK PASTI SALAH
F % F % F %
1. Memakan terlalu banyak 15 100 0 0 0 0
gula(glukosa) merupakan
faktor utama DM
2. DM bisa 12 80 0 0 3 20
menyebabkan
ketajaman penglihatan
Berkurang
26
7. Tindakan terbaik untuk 9 60 1 6.67 5 33.33
memeriksa kadar gula
5.2. Pembahasan
diabetes juga dilakukan di negara yang lain seperti di Nepal Barat, Kenya,
Turkey dan Amerika Serikat. Dari hasil penelitian Julie D. West (2002) di
27
(1orang) berpengetahuan kurang. Namun, didapati bahwa kuesioner yang
Turkey, usia rata- rata pasien diabetes adalah berada di rentangan usia 51-
60 tahun. Ini menyokong hasil penelitian saya karena usia rata-rata pasien
‘’’’rentang usia 51-60 tahun. Hal ini karena kelompok umur <60
kelompok umur >60 tahun. Komunikasi dengan kelompok umur ini juga
mereka tidak tahu membaca dan menulis dan merupakan faktor eksklusif
Perbedaan jumlah sampel berperan besar dalam hasil yang diperoleh oleh
saya karena jumlah sampel yang digunakan oleh Maina adalah sebanyak
28
478 orang manakala jumlah sampel saya peroleh hanyalah sebanyak 15
orang.
utama DM. Sebenarnya, Faktor utama pada diabetes ialah insulin, suatu
memberi sinyal kepada sel tubuh agar menyerap glukosa. Insulin, bekerja
sedikit insulin atau jika sel tubuh tidak menanggapi insulin dengan tepat
terjadilah diabetes.5
perlahan terjadi kerusakan pembuluh darah retina atau lapisan saraf mata
dimana pasien hanya bisa mengontrol kadar gula darah supaya di ambang
29
menyebabkan komplikasi pada berbagai organ tubuh seperti mata, ginjal,
tidak dicampur gula akan menaikkan kadar glukosa darah. Ini merupakan
meminum jus buahan yang tidak dicampur gula dengan alasan ia tidak
akan menaikkan kadar glukosa darah, sebaliknya jus dari buah tersebut
secara alami mengandungi gula sukrosa yang boleh menaikkan kadar gula
darah.
dipanggil hiperglikemi.5
30
Dari jumlah 13 orang responden, sebanyak 86,7% berpendapat DM
seluler, maka glukosa darah tidak akan dapat diambil oleh sel-sel tubuh.
urin,maka urin boleh diperiksa sebagai indikator kadar gula tubuh mereka
31
Sebenarnya, glukosa yang keluar bersama urin (glukosuria) adalah
bersama urin. Namun jumlah gula yang keluar bersama urin adalah jauh
hemoglobin (HbA1c) ,kadar glukosa darah sewaktu atau puasa, atau hasil
oral.10
meningkatkan kadar gula. Pola makan suatu cara untuk mengatur jumlah
Jumlah makan (kalori) yang di anjurkan adalah makan lebih sering dengan
porsi kecil dan yang tidak di anjurkan makan dalam porsi besar.
32
hanya sedikit obatobatan, mampu memberikan efek yang secukupnya
kepada pasien.17
BAB VI
6.1. Kesimpulan
6.2. Saran
33
ditingkatkan kepada pasien yang mengunjungi Puskesmas Janji,
34
DAFTAR PUSTAKA
35
[Link] [Link]. [Accessed 29
September 2019]
Dikutip dari
:
[Link]
nt_1.DC1/ DC_40_S1_final.pdf[Accessed 29 September 2019]
9. Bare & Suzanne, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Volume 2,
(Edisi 8), EGC Jakarta.
36
16. Iwan S, 2010. Askep Klien dengan gangguan Sistem Endokrin: Diabetes
Mellitus. Available from: [Link]
klien-dengan-gangguan- [Link]. [Accessed 29 September 2019]
17. Yaspelkis, Ben B., 2006. Resistance Training Improves Insulin Signaling
and Action in
37
Lampiran
Kuesioner Penelitian
DATA RESPONDEN
Nama :
Umur :
Jenis kelamin :
Perkerjaan :
Tingkat Pendidikan :
B. TIDAK
C. TIDAK PASTI
2. Diabetes Mellitus bisa menyebabkan ketajaman penglihatan
berkurang .
A. YA
B. TIDAK
C. TIDAK PASTI
3. Penyakit Diabetes Mellitus sudah pasti bisa sembuh.
A. YA
38
B. TIDAK
C. TIDAK PASTI
4. Jus buahan yang tidak dicampur gula akan menaikkan kadar gula darah.
A. YA
B. TIDAK
C. TIDAK PASTI
5. Diabetes Mellitus adalah disebabkan kegagalan ginjal untuk
mempertahankan gula tubuh (glukosa) dari urine.
A. YA
B. TIDAK
C. TIDAK PASTI
6. Diabetes Mellitus merupakan faktor utama yang menyebabkan badan
seseorang penderita sangat penat walaupun hanya melakukan kerja yang
ringan.
[Link]
[Link]
C. TIDAK PASTI
7. Tindakan terbaik untuk memeriksa kadar gula penderita Diabetes
Mellitus adalah dengan memeriksa urine.
A. YA
B. TIDAK
C. TIDAK PASTI
8. Pola makan yang salah bisa meningkatkan kadar gula darah.
A. YA
B. TIDAK
C. TIDAK PASTI
9. Berolahraga secara teratur akan meningkatkan kebutuhan insulin atau
obat-obatan insulin sehari-hari.
A. YA
B. TIDAK
39
C. TIDAK PASTI
10. Jumlah makanan yang di berikan kepada penderita Diabetes Mellitus
disesuaikan dengan berat badan..
A. YA
B. TIDAK
C. TIDAK PASTI
40