Leaflet
(Selebaran)
• Latar Belakang
Komunikasi merupakan sarana yang penting dalam jalannya suatu kehidupan.
Di era globalisasi sekarang ini banyak sekali media komunikasi yang telah beredar, tak
terkecuali Leaflet. Leaflet merupakan selembar kertas yang berisi tulisan cetak tentang
sesuatu masalah khusus untuk suatu sasaran dan tujuan tertentu dengan kalimat-kalimat
yang singkat, padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. Leaflet
digunakan untuk bermacam hal misalnya mengenalkan produk, sebagai katalog mini
atau booklet mini, profil perusahaan, dan lain sebagainya. Leaflet digunakan untuk
memberikan keterangan singkat tentang suatu masalah, misalnya deskripsi pengolahan
air di tingkat rumah tangga, deskripsi tentang diare dan penecegahannya, dan
[Link] dapat diberikan atau disebarkan pada saat pertemuan-pertemuan
dilakukan seperti pertemuan FGD, pertemuan Posyandu, kunjungan rumah, dan lain-
lain. Leaflet dapat dibuat sendiri dengan perbanyakan sederhana seperti di photocopy.
• Definisi Leaflet
Merupakan sarana publikasi singkat yang berbentuk selebaran kertas dan
berukuran kecil. Biasanya selebaran kertas ini berisikan informasi suatu hal yang perlu
disebarkan kepada khalayak ramai. Pada umumnya leaflet terdiri dari 200 sampai 400
karakter atau huruf yang ditata dan disertai gambar untuk mendukung isi leaflet
tersebut.
• Fungsi Leaflet
Selain sebagai media promosi cetak, ada beberapa fungsi leaflet yang lain
yaitu:
1. Sebagai Alat Promosi
Sebagai alat promosi adalah fungsi utama dari leaflet, yakni untuk mempromosikan
suatu produk, jasa, bisnis, dan suatu kegiatan kegiatan atau acara yang akan
diselenggarakan kepada target konumen.
Dengan menyebarkan leaflet tersebut, maka target konsumen akan lebih tau mengenai
usaha atau kegiatan yang akan dilakukan tersebut. Ini merupakan cara yang efektif
untuk melakukan promosi karena selebaran kertas mudah untuk dibawa kemana-
mana.
2. Sebagai Sarana Informatif
Leaflet juga berfungsi sebagai sarana informatif atau penyebar informasi tentang
suatu jasa, bisnis, acara, maupun yang lain sehingga informasi dapat diketahui oleh
banyak orang.
Bisa juga digunakan sebagai penunjuk arah atau denah. Semua berisi tentang
memberikan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan apa yang kita butuhkan.
Berikut beberapa informasi umum yang biasa tercantum di dalam leaflet, antara lain:
• Merk atau nama usaha, bisa juga nama kegiatan
• Jasa atau produk yang ditawarkan disertai dengan penjelasan
singkatnya.
• Keunggulan dari jasa atau produk yang ditawarkan
• Cara pemesanan jasa atau produk tersebut
• Nomor kontak yang bisa dihubungi dari pihak yang bersangkutan
dalam leaflet tersebut
3. Sebagai Sarana Identifikasi
Pada fungsi yang ketiga ini, leaflet berfungsi untuk memperkenalkan perusahaan dari
logo yang terdapat dalam leaflet tersebut. Jadi khalayak ramai dapa dengan mudah
mengenali perusahaan yang menyebarkan leaflet [Link] leaflet yang ini
biasanya digunakan oleh rumah sakit atau kantor kepolisisan yang berisi
informasi penting seperti nomor telepon dan alamat instansi pemerintahan.
Bisa juga dengan membuat desain yang menandakan ciri khas atau identitas dari suatu
perusahaan dengan cara memberi warna atau elemen grafis yang senada dengan alat
promosi lain yang dimiliki.
4. Sebagai Profil Singkat Perusahaan
Profil perusahaan tidak hanya dimuat dalam company profil saja, namun leaflet juga
dapat digunakan untuk ini. Meskipun leaflet tidak bisa seperti company profil yang
lebih jelas, rinci, lebih besar, serta ukurannya tebal.
Profil perusahaan yang dimuat di dalam leaflet dicetak lebih ringkas agar mudah
dibawa kemana-mana oleh target konsumen. Jadi, calon konsumen bisa dengan
mudah menghubungi saat benar-benar perlu. Apalagi jika leaflet tersebut disimpan.
5. Sebagai Alat Promosi yang Ekonomis
Leaflet merupakan media promosi cetak yang bisa dibilang tidak memerlukan biaya
banyak untuk mencetaknya. Sama halnya dengan brosur dan juga flyer. Apalagi jika
dibandingkan dengan pemasangan iklan di media massa atau media digital.
• Ciri-Ciri Leaflet
Untuk bisa membedakan leaflet dengan media promosi lainnya, penulis akan memberikan
ciri-ciri dari leaflet. Berikut adalah ciri-cirinya:
• Berisi informasi dengan bahasa yang singkat, padat dan jelas
• Isi dari informasi pada umumnya adalah:
1. Logo
2. Produk atau sebuah perusahaan
3. Alamat
4. Program yang dicantumkan
• Berupa lembaran yang memiliki ukuran kecil, dan bisa dilipat tapi ada juga yang tidak
dilipat
• Dicetak pada kedua sisi kertas, dan desain bisa menyesuaikan lipatan
• Biasanya terdiri dari 200 sampai 400 kata
• Gambar yang ada sesuai dengan informasi yang diberikan
• Tampilan warna yang cerah, tujuannya untuk menarik perhatian
• Pada umumnya, memiliki ukuran 20 – 30 cm
• Perbedaan Leaflet Dengan Brosur, Pamflet, Dan Banner
Berikut adalah perbedaan yang terdapat pada brosur, leaflet, pamflet dan banner.
1. Brosur : memiliki ukuran yang dimana dimulai dari isatu halaman kertas folio
yang bisa berikuran A4 yang dapat untuk dilipat.
2. Leaflet : memiliki sebuah ukuran kertas yang dimana sangatlah kecil. Secara
sekilas akan terlihat seperti sebuah pamflet akan tetapi memiliki ukuran yang
dimana lebih kecil dari pamflet.
3. Pamflet : memiliki sebuah ukuran yang dimana dimulai dari satu halaman kertas
folio/A4 dan juga tidak memiliki sebauh lipatan tanpa jilid yang biasanya secara
umum akan dilakukan pencetakan secara bolak-balik.
4. Banner : memiliki ukuran besar daripada poster, secara umum dua hingga empat
kali lebih besar dari poster. Biasanya poster terletak pada sebuah tempat yang
memilik dudukan untuk dapat terlihat, biasanya akan berada pada ruang pelayanan
untuk umum.
Kesimpulannya, Brosur bertujuan untuk mempromosikan atau menjual barang dari
perusahaan. Sementara pamflet lebih mengarah sebagai wujud menginformasikan
atau protes terhadap suatu hal, Banner sebagai media promosi yang berisi pesan untuk
mengenalkan atau menawarkan,
Maka Leaflet bertujuan untuk memberikan informasi singkat mengenai perusahaan
atau suatu badan Sebagai profil singkat dari suatu usaha.
• Tujuan Leaflet
Tujuan dari penggunaan leaflet tidak hanya terbatas sebagai alat promosi, tetapi juga
memiliki beberapa tujuan lain yang juga penting, seperti:
• Sebagai media promosi suatu bisnis, jasa, produk maupun kegiatan yang akan
diselenggarakan.
• Untuk menyebarkan informasi dari suatu bisnis atau acara agar informasi tersebut
dapat diketahui oleh banyak orang. Informasi yang terkandung dalam leaflet seperti:
1) Nama/brand usaha atau nama kegiatan; 2) Produk dan layanan yang ditawarkan; 3)
Keunggulan dari produk atau jasa tersebut; 4) Cara pemesanan; dan 5) Kontak yang
dapat dihubungi oleh pembacanya.
• Dengan desain kreatif dan menarik memudahkan pembaca untuk mengingat nama
atau brand yang sedang ditawarkan. Leaflet digunakan sebagai informasi mengenai
identitas perusahaan atau brand yang sedang ditawarkan.
• Memberi informasi terkait profil singkat sebuah badan usaha juga merupakan salah
satu tujuan penggunaan leaflet ini. Dengan begitu, pembaca dapat menghubungi
perusahaan kamu ketika mereka membutuhkan produk atau jasa dari perusahaan
tersebut.
• Yang terakhir dari tujuan penggunaan leaflet adalah untuk mengurangi beban biaya
yang digunakan dalam proses promosi.
• Cara Membuat Leafleat
Cara membuat leaflet dapat menggunakan berbagai macam aplikasi yaitu seperti
Microsoft Word, PowerPoint, Canva, dsb. Sebelum itu, hal yang harus diperhatikan
dalam membuat leaflet adalah:
• Menentukan tujuan dan tema leaflet. Tujuan pembuatan leaflet bermacam-
macam tergantung dari temanya. Contohnya bertema kesehatan maka
tujuannya biasanya untuk memberikan instruksi dan mengajak pembaca
untuk melakukan pola hidup sehat, atau tema pendidikan yang bertujuan
untuk menyampaikan ilmu pengetahuan yang bersifat luas.
• Menentukan sasaran yang ingin dicapai seperti, kepada siapa lefleat itu
dibagikan. Contohnya leaflet terkait dengan parenting, maka sasaran yang
dituju yaitu ibu-ibu yang memiliki anak. Biasanya leaflet ini akan
disebarkan setelah acara penyuluhan Posyandu.
• Menentukan isi pokok dan gagasan utama singkat yang ingin disampaikan
di dalam isi leaflet tersebut.
• Mengumpulkan subjek yang akan disampaikan.
• Menyajikan gambaran atau garis besar cara menyajikan informasi tersebut,
termasuk bentuk atau font tulisan, desain gambar, dan tata letaknya.
• Membuat konsep leaflet.
• Melakukan tes atau uji coba sesuai dengan sasaran leaflet. Contoh leaflet
tentang parenting tersebut di uji coba dan diperlihatkan kepada beberapa
sampel ibu-ibu apakah dapat memahami informasi yang disampaikan
dalam leaflet.
• Memperbaiki konsep yang perlu direvisi dan membuat ilustrasi sesuai
dengan isi.
Isi yang ada dalam leaflet harus dapat dipahami dengan baik oleh pembaca. Oleh
sebab itu leaflet harus memperhatikan prinsip penyusunan informasi atau pesan
seperti yang dikemukakan oleh Jalaludin Rakhmat yaitu:
• Attention (menarik), artinya informasi yang disampaikan harus
memberikan atensi (perhatian) bagi pembaca.
• Need (kebutuhan), artinya harus memenuhi kebutuhan pembaca.
• Satisfaction (pemuasan), artinya penyampaian harus jelas dan dapat
dimengerti oleh pembaca.
• Visualization (visualisasi), artinya harus dapat memberikan gambaran yang
sesuai dengan pikiran pembaca. Oleh sebab itu, pada leaflet diperlukan
adanya desain gambar.
• Action (tindakan), artinya dapat mendorong pembaca melakukan sebuah
tindakan setelah membaca leaflet. Contoh leaflet tentang pemanasan global,
yang bertujuan untuk membuat pembaca lebih menjaga lingkungan dan
hemat sumber energi.
• Kesimpulan
Leaflet merupakan lembaran kertas berukuran kecil yang dilipat mengandung
pesan tercetak untuk disebarkan kepada umum sebagai informasi mengenai masalah
khusus untuk suatu sasaran dan tujuan tertentu dengan kalimat- kalimat yang singkat,
padat, mudah dimengerti dan gambar-gambar yang sederhana. Leaflet digunakan untuk
bermacam hal misalnya mengenalkan produk, sebagai katalog mini atau booklet mini,
profil perusahaan, dan lain sebagainya. Leaflet dapat diberikan atau disebarkan pada
saat pertemuan-pertemuan dilakukan seperti pertemuan Posyandu, kunjungan rumah,
dan lain-lain.