MATRIKS
LAPORAN PRAKTIKUM KALKULUS DASAR
Oleh:
Desy Fitria Wulandari
211810201041
LABORATORIUM MATEMATIKA DASAR
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2021
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teori matriks merupakan salah satu cabang ilmu Aljabar Linear
yang penting dalam ilmu Matematika. Matriks adalah susunan bilangan-
bilangan (real atau kompleks) yang berbentuk persegi panjang kebawah
dan disusun berdasarkan aturan baris dan kolom. Bilangan tersebut
dinamakan entri dalam matriks. Entri dari matriks A yang berada pada
baris ke-i dan kolom ke-j dinotasikan dengan αij. Jenis-jenis matriks
diantaranya matriks persegi, matriks nol, matriks identitas, matriks
segitiga, matriks diagonal, matriks baris, matriks kolom dan lain
sebagainya. Matriks-matriks tersebut ada yang dapat dicari inversya dan
ada juga yang tidak dapat dicari inversnya (Ilhamsyah dkk, 2017).
Matriks adalah suatu materi dalam matematika yang digunakan
sebagai alat khususnya dalam bidang Teknik. Matriks dalam bidang teknik
diperlukan dalam mencari solusi dari suatu permasalahan yang relevan
dibidang tersebut. Vektor selalu dikaitkan dengan matriks karena elemen-
elemen dalam matriks sering berupa deret yang jumlahnya tidak sedikit.
Ternyata tiap-tiap deret merepresentasikan suatu variabel tertentu.
Variabel-variabel tertentu itulah yang sebenarnya merupakan suatu vektor,
karena biasanya dalam aplikasinya variabel tersebut mempunyai besar dan
arah (Dwi, 2017).
Percobaan atau praktikum kali ini membahas tentang penggunaan
syntax dan cara menyelesaikan matriks dalam MATLAB. Matriks
merupakan salah satu keunggulan pada MATLAB. Dalam matriks terdapat
sekumpulan bilangan yang disusun secara baris atau kolom atau kedua-
duanya serta diletakan di dalam tanda kurung. Berbagai bilangan yang
membentuk suatu matriks disebut sebagai elemen-elemen matriks. Matriks
digunakan untuk menyederhanakan penyampaian data, sehingga lebih
mudah untuk diolah.
2
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada praktikum kali ini, adalah :
1. Bagaimana cara membuat matriks dengan menggunakan MATLAB?
2. Bagaimana cara mengoperasikan matriks MATLAB?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusuan masalah yang sudah dituliskan, dapat diketahui
tujuan praktikum kali ini adalah :
1. Membuat matriks dengan menggunakan MATLAB
2. Dapat mengoperasikan MATLAB
1.4 Manfaat
Manfaat yang bisa diperoleh dari praktikum kali ini adalah :
1. Praktikan dapat membuat matriks dengan menggunakan MATLAB
2. Praktikan dapat mengoperasikan MATLAB
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
MATLAB merupakan singkatan dari Matrix Laboratory (Laboratorium
Matriks) dan merupakan bahasa pemrograman yang dibuat dengan tujuan sebagai
alat bantu perhitungan atau untuk men-simulasi suatu sistem yang ingin di
simulasikan, dalam MATLAB dibutuhkan pengetahuan tentang matriks yang
dapat dipelajari dalam ilmu matematika. Untuk memulai/mengakhiri penggunaan
MATLAB dapat dilakukan hal yang sama ketika kita menjalankan suatu aplikasi
dalam windows (Noviansyah, 2019).
Matematika adalah suatu cara untuk menemukan jawaban terhadap dilema
yg dihadapi manusia; suatu cara memakai info, memakai pengetahuan tentang
betuk dan ukuran, memakai pengetahuan tentang menghitung, serta yang paling
krusial adalah memikirkan dalam diri manusia itu sendiri dalam melihat serta
memakai korelasi-hubungan. Matematika merupakan salah satu dari serangkaian
mata pelajaran yang mempunyai peranan penting dalam pendidikan. Matematika
merupakan salah satu bidang studi yang mendukung perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi (Sundayana, 2016).
Dalam matematika dan fisika kita sering mendengar istilah matriks, vektor
dan scalar. Dengan adanya MATLAB untuk merepresentasikan besaran-besaran
tersebut dapat dilakukan dengan mudah. Matriks adalah data yang disusun dari
baris dan kolom. Vektor adalah suatu besaran yang memiliki besar dan arah, maka
untuk menyatakan vektor kita dapat menggunakan matriks, karena matriks
memiliki baris dan kolom yang bisa menjadi arah dari suatu besaran vektor. Jika
ingin merepresentasikan suatu besaran skalar, cukup membuat sebuah matriks
yang isinya hanya terdiri dari satu baris dan satu kolom (Noviansyah, 2019).
Contoh: Vector → [1 2 3 4]
Skalar → [10]
3
4
Gambar 2.1 Bagian-bagian matriks
Pada gambar di atas terdapat keterangan :
a11 dibaca sebagai baris ke-1 dan kolom ke-1
a12 dibaca sebagai baris ke-1 dan kolom ke-2;
amn yang artinya baris ke-m dan kolom ke-n.
Gambar 2.2 Jenis-jenis matriks
BAB 3. METODOLOGI
1.1 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah:
1.1.1 Alat
1. Laptop/Komputer
1.1.2 Bahan
1. Software MATLAB
3.2 Prosedur
3.2.1 Langkah-langkah yang dilakukan pada praktikum himpunan
kali ini adalah :
1. Laptop/computer dinyalakan terlebih dahulu.
2. Software MATLAB diunduh
3. Software MATLAB dibuka dan tunggu hingga muncul tampilan
awalnya.
4. Diketikkan syntax pada command window
5. Diketikkan program yang akan dikerjakan
6. Simpan program yang telah dibuat dengan nama yang sesuai.
5
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini, membahas tentang operasi matriks pada
MATLAB. Matriks adalah data yang disusun dari baris dan kolom. Vektor adalah
suatu besaran yang memiliki besar dan arah, maka untuk menyatakan vektor kita
dapat menggunakan matriks, karena matriks memiliki baris dan kolom yang bisa
menjadi arah dari suatu besaran vektor. Jika ingin merepresentasikan suatu
besaran skalar, cukup membuat sebuah matriks yang isinya hanya terdiri dari satu
baris dan satu kolom. Dengan adanya MATLAB untuk merepresentasikan
besaran-besaran tersebut dapat dilakukan dengan mudah.
Di dalam MATLAB, matriks didefinisikan dengan jumlah baris dan
kolomnya. Di MATLAB juga dapat menuliskan matriks dengan dimensi 3, 4, atau
lebih. Semua data bisa dinyatakan sebagai matriks. Skalar bisa dianggap sebagai
matrikss satu baris – satu kolom (matrikss 1×1), dan vektor bisa dianggap sebagai
matriks 1-dimensi: satu baris – n kolom, atau n baris – 1 kolom (matrikss 1×n atau
n×1). Semua perhitungan di MATLAB dilakukan dengan matrikss, sehingga
disebut Matriks LABoratory. Matriks didefinisikan dengan kurung siku ( [ ] ) dan
biasanya dituliskan baris-per-baris. Tanda koma (,) digunakan untuk memisahkan
kolom, dan titik-koma (;) untuk memisahkan baris. Kita juga bisa menggunakan
spasi untuk memisahkan kolom dan menekan Enter ke baris baru untuk
memisahkan baris.
1. Membuat Skalar, Vektor Dan Matriks
Perhatikan cara mendefinisikan skalar dengan ataupun tanpa kurung siku.
E.
6
7
Contoh vektor-baris dan vektor-kolom
F.
G.
H.
Berikutnya kita coba contoh berikut untuk mendefinisikan matrikss 3×3.
Terlihat bahwa matriks1 dan matriks2 isinya sama, karenanya kita bisa
menekan Enter untuk membuat baris baru, ataupun menggunakan titik-
koma. Kita juga bisa mendefinisikan matrikss elemen per elemen.
Kita sekarang akan mencoba menggabungkan variabel yang ada
untuk membentuk matrikss baru.
8
Kita harus ingat bahwa matrikss gabungan harus memiliki jumlah baris
dan kolom yang valid sehingga membentuk persegi panjang. Sekarang
cobalah menghitung matrikss gabungan berikut.
2. Ukuran Matriks
Untuk mengetahui ukuran atau dimensi dari matrikss yang ada, kita bisa
gunakan command size dan length. size umumnya digunakan untuk
matrikss 2-dimensi, sementara length untuk vektor.
Menunjukkan panjang vektor1 ialah 3 elemen, dan ukuran matriks1 ialah
3-baris 3-kolom (3×3). Kita juga bisa menyimpan keluaran command dalam
variabel baru.
9
3. Manipulasi Matriks
Dalam vektor ataupun matrikss, indeks digunakan untuk menunjuk
satu/beberapa elemen dari vektor/matrikss. Indeks dituliskan di dalam tanda
kurung ( ) dengan pola umum sebagai berikut.
Untuk vektor: nama_vektor( indeks )
Untuk matrikss: nama_matrikss( indeks_baris , indeks_kolom )
Dalam suatu vektor, elemen pertama diberi indeks = 1, sementara dalam
matrikss, indeks menunjukkan nomor baris dan nomor kolom dari elemen
yang ingin ditunjuk. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini.
Kita juga bisa mengambil beberapa baris dan kolom sekaligus dari suatu
matrikss dengan operator titik-dua (:). Dalam hal ini tanda titik-dua berarti
“sampai dengan”. Misalkan untuk mengambil elemen ke-1 sampai ke-3
dari vektor_ini
Mengambil elemen ke-3 sampai ke-5 dari vektor_itu
10
Mengambil elemen baris ke-1 sampai ke-2, kolom ke-2 sampai ke- 3 dari
matriks
Dalam hal lain tanda titik-dua bisa berarti “seluruhnya” Misalkan untuk
mengambil seluruh elemen dari vektor_ini
Mengambil seluruh baris dan kolom dari matriks
11
Mengambil seluruh elemen di baris ke-1 dari matriks
Mengambil seluruh elemen di kolom ke-2 dari matriks
Mengambil seluruh elemen di kolom ke-2 dan ke-3 dari matriks
Dengan menggunakan indeks, kita bisa mengubah nilai elemen matriks yang
telah ada.
12
4. Matriks Khusus
5. Membentuk Ulang Matriks
6. Operasi Matriks
a. Penjumlahan
13
a. Perkalian
b. Sistem persamaan Linier pada Matriks
14
c. Perkalian
d. Sistem persamaan Linier pada Matriks
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Percobaan kali ini membahas tentang cara perhitungan dengan
menggunaan MATLAB untuk menyelesaian operasi matriks. Dalam praktikum ini
juga mempelajari operasi-operasi matematika dan membuat matriks dalam
MATLAB. Skalar bisa dianggap sebagai matrikss satu baris – satu kolom
(matrikss 1×1), dan vektor bisa dianggap sebagai matriks 1-dimensi: satu baris – n
kolom, atau n baris – 1 kolom (matrikss 1×n atau n×1). Semua perhitungan di
MATLAB dilakukan dengan matrikss, sehingga disebut Matriks LABoratory.
Matriks didefinisikan dengan kurung siku ( [ ] ) dan biasanya dituliskan baris-per-
baris. Tanda koma (,) digunakan untuk memisahkan kolom, dan titik-koma (;)
untuk memisahkan baris. Kita juga bisa menggunakan spasi untuk memisahkan
kolom dan menekan Enter ke baris baru untuk memisahkan baris.
5.2 Saran
Dalam praktikum menggunakan sesuatu yang berbau digital memang
harus berhati-hati dalam penggunaannya karena tingkat kesensitifan yang tinggi.
Praktikan diharapkan untuk jeli dan teliti saat memasukkan syntax agar
meminimalisir terjadinya error.
15
TUGAS
1. Definisikan vektor dan matriks berikut ini :
2. Gabungkan matriks A dan B berikut ini :
3. Hitunglah :
a. Ukuran masing-masing matriks/vektor pada soal no.1
15
b. Jumlah masing-masing elemen vektor/matriks soal no 2
15
c. Perkalian per elemen dari A dan B kemudian nyatakan sebagai matriks
D
15
4. Selesaikan Sistem Persamaan Linier berikut
15
ERROR DAN SOLUSI
1. Untuk error kali ini dikarenakan terjadinya kesalahan penulisan. Dimana
pada kolom error ada kesalahan pengetikan syntax yang seharusnya ditulis
“length”.
(a) (b)
(a) error,(b) solusi
2. Pada error ini, terjadi kesalahan karena kurang teliti pada penulisan pada
syntax yaitu kesalahan penulisan syntax “size”.
(a) (b)
(a) error, (b) solusi
15
3. Pada error yang terakhir ini terjadi kesalahan pada penulisan syntax yang
seharusnya matrik menggunakan kurung siku “[ ]”.
(a) (b)
(a) error, (b) solusi
15
DAFTAR PUSTAKA
Amir, M. F. dan Prasojo, B. H. 2016. BUKU AJAR MATEMATIKA DASAR.
Sidoarjo : UMSIDA PRESS
Hasratuddin. 2021 . MEMBANGUN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN
MATEMATIKA. Jurnal Pendidikan Matematika PARADIKMA. 6(2) : 130-
141
Sianipar, R.H. 2016. Pemrograman MATLAB. Yogyakarta: Andi
Sundayana, R. 2016. Statistika Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Dwi, S. A. P. 2017. Matriks, Vektor, dan Penerapannya dibidang Teknik.
Semarang : Penerbit ANDI (Anggota IKAPI)
Noviansyah, M. 2019. PENGENALAN DASAR MATLAB. Jakarta : Universitas
Bina Sarana Informatika Kampus Yogyakarta
Ilhamsyah, dkk. 2017. DETERMINAN DAN INVERS MATRIKS BLOK 2 × 2.
Jurnal Buletin Ilmiah Math. Stat. dan Terapannya 6(3) : 193 – 202
15