Teori Humanistik dalam Pendidikan Islam
Teori Humanistik dalam Pendidikan Islam
Abstract
Humanistic learning theory is a learning model that emphasizes the humanizing
students, with attention to meeting the needs of students in learning. This paper seeks
to want to examine the humanistic learning theory and its application in the teaching
of Islamic Education. This study is a literature research by using content analysis in
the data analysis. From the reference, the search can be affirmed that the Islamic
Education humanism learning theory can be used in learning the Islamic Education
material, that is Islamic faith, Quran Hadith, Fiqh, Tasawwuf Morals and History of
Islam. The application humanitic learning theory in Islamic education can be done by
giving the reasons (evidence) the rational against the teachings of Islam, giving
students the opportunity to think critically and creatively, connect with the real world
of students. Learning strategies of Islamic education as the application of humanistic
theories can be done with active, creative, fun, cooperative, contextual, and inquiry-
discovery learning strategies.
Abstrak
Teori belajar Humanistik merupakan model pembelajaran yang menekankan kepada
memanusiakan siswa, dengan memperhatikan pemenuhan kebutuhan siswa dalam
belajar. Tulisan ini berupaya menelaah paradigm pembelajaran humanistik dan
penerapannya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), yang meliputi
materi/sub materi akidah, al-Qur’an Hadith, Fiqh, Akhlak Tasawwuf dan Sejarah
Kebudayaan Islam. Dalam Pendidikan Agama Islam teori belajar humanisme bisa
digunakan sebagai cara untuk menyampaikan materi PAI. Penarapan teori belajar
humanistik dalam materi PAI dapat dilakukan dengan memberikan alasan-alasan
(bukti-bukti) rasional terhadap ajaran Islam, memberikan kesempatan siswa untuk
berpikir kritis, kreatif terhadap materi PAI yang disampaikan, menghubungkan
materi PAI dengan dunia nyata siswa. Strategi pembelajaran PAI sebagai aplikasi
teori humanistik dapat dilakukan dengan strategi pembelajaran aktif, kreatif,
menyenangkan, koperatif, kontekstual, dan inquiry- discovery.
1
Teori Belajar Humanistik Dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Agama Islam
2
Mohammad Muchlis Solichin
3
Teori Belajar Humanistik Dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Agama Islam
Islam untuk mencapai derajat yang tinggi sederhana. Teori ini berfokus pada
se-hingga mampu melaksanakan fungsi pentingnya pengalaman disadari yang
11
kekhalîfahannya dan berhasil bersifat subyektif dan self-direction.
mewujudkan kebahagian dunia dan Teori belajar humanisme tidak terlepas
8
akhirat. dari psikologi humanisme yang
9
Menurut Makmun, proses berkembang sekitar tahun 1950-
pembelajaran merupakan suatu rangkaian [Link] ini muncul sebagai teori
interaksi antara siswa dengan guru dalam yang menentang teori psikoanalisa dan
rangkaian mencapai tujuannya. Proses behavioristik. Teori humanisme
pembelajaran menurut difinisi di atas, memandang keduanya bersifat
menekankan adanya interaksi antara guru “dehumanizing” (melecehkan nilai-nilai
sebagai pebelajar dengan siswa sebagai manusia) karena memandang manusia
pebelajar. Dengan kata lain bahwa sebagai bidak atau pion yang tak berdaya
pembelajaran dapat dimakna sebagai dikontrol oleh lingkungan dan masa lalu,
hubungan interaktif antara guru dan siswa dan sedikit sekali kemampuan untuk
untuk mencapai tujuan pembelajaran mengarahkan dirinya sendiri. Teori
(learning objective). Freud dikritik karena memandang
tingkah laku manusia ditentukan oleh
Paradigma Pembelajaran Humanistik dorongan yang bersifat primitif dan
Pembelajaran adalah proses animalistik (hewani). Sementara
interaksi peserta didik dengan pendidik behavioristik dikritik karena teori ini
dan sumber belajar pada suatu terlalu asyik dengan penelitiannya
lingkungan belajar. Pembelajaran terhadap binatang dan menganalisis
12
merupakan bantuan yang diberikan kepribadian secara pragmentaris.
pendidik agar dapat terjadi proses Meskipun demikian bukan berarti
perolehan ilmu dan pengatahuan, ketiganya elemen yang bersaing, setiap
penguasaan kemahiran dan tabiat, serta cabang psikologi telah memberikan
kontribusi terhadap pemahaman tentang
pembentukan sikap dan kepercayaan
pikiran dan perilaku [Link] saja
pada peserta didik. Dengan kata lain, psikologi humanisme menekankan studi
pembelajaran adalah proses untuk tentang manusia secara utuh.
13
membantu peserta didik agar dapat Bagi penganut teori humanistik,
10
belajar dengan baik. proses belajar harus berhulu dan
Teori humanistik muncul pada bermuara pada manusia itu sendiri. Teori
pertengahan abad 20 sebagai reaksi ini sangat menekankan pentingnya “isi”
terhadap teori psikodinamik dan dari proses belajar. Dalam kenyataannya
behavioristik. Para teoritikus humanistik teori ini lebih banyak berbicara tentang
meyakini bahwa tingkah laku manusia
tidak dapat dijelaskan sebagai hasil dari 11
Desmita, Psikologi Perkembangan Peserta
konflik-konflik yang tidak disadari Didik Panduan bagi Orang Tua dan Guru dalam
maupun sebagai hasil (conditioning) yang Memahami Psikologi Anak Usia SD, SMP, dan
SMA (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012),
8
Abuddin Nata, Sejarah Pendidikan Islam Pada 45.
12
Periode Klasik dan Pertengahan (Jakarta: PT Syamsu Yusuf LN, & Juntika Nurihsan,
RajaGrafindo Persada, 2004), 10. Teori
9
Abin Syamsuddin Makmun, Psikologi Kepribadian (Bandung: Remaja Rosdakarya,
Kependidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), 141.
13
2004), 156. Sudarwan Danim & Khairil, Psikologi
10
Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Pendidikan (Dalam Persepektif Baru) (Bandung:
Sekolah (Jakarta: PT. RINEKA CIPTA, 2009), Alfabeta, 2010), 24.
33.
4
Mohammad Muchlis Solichin
pendidikan dan proses belajar dalam kata lain, teori ini lebih tertarik pada
bentuiknya yang paling ideal. Dengan ide belajar dalam bentuknya yang
kata lain teoti ini lebih tertarik pad aide paling ideal dari pada belajar seperti
belajar dalam bentukny yang paling ideal apa adanya, seperti apa yang bisa kita
daripada belajar apa adanya, seperti apa amati dalam dunia keseharian. Teori
yang biasa kita amati dalam keseharian. apapun dapat dimanfaatkan asal tujuan
Teori apapun dapat dimanfaatkan asal untuk “memanusiakan manusia”
16
tujuannya untuk “memanusiakan (mencapai aktualisasi diri) .
manusia” mencapai aktualisasi diri dan Teori belajar dan pembelajaran
14
sebagainya dapat tercapai. humanistik merupakan sebuah proses
Dalam hal ini, James Bugental belajar yang berhulu dan bermuara pada
(1964) mengemukakan tentang 5 (lima) manusia, segala sesuatunya disandarkan
dalil utama dari psikologi humanistik pada nilai kemanusiaan. Istilah yang
yaitu : sering digunakan adalah memanusiakan
17
1. Keberadaan manusia tidak dapat manusa .
direduksi kedalam komponen- Karakteristik teori belajar
komponen. humanisme erat kaitannya dengan
2. Manusia memiliki keunikan tersendiri eksistensialisme, dimana cirinya adalah
18
dalam berhubungan dengan manusia sebagai berikut: 1) keberadaan manusia
lainya. terdapat dua macam diantaranya ada
3. Manusia memilik kesadaran akan dalam diri dan berada untuk diri. 2.
dirinya dalam mengadakan hubungan Kebebasan, dalam hal ini kebebasan
dengan orang lain. memilih yang akan dipelajari, kebebasan
4. Manusia memiliki pilihan-pilihan dan mengembangkan potensi, dan kebebasan
dapat bertanggung jawab atas pilihan- menciptakan sesuatu yang baru. 3) tiga,
pilihanya. kesadaran, kesadaran membuat manusia
5. Manusia memiliki kesadaran dan mampu membayangkan kemungkinan
sengaja untuk mencari makna, nilai yang akan terjadi dan apa yang bisa ia
15
dan Kreativitas. lakukan.
6. Teori humanistik merupaka sesuatu Adapun tokoh-tokoh teori
yang bersifat penting dalam humanistik ini penulis uraikan beserta
pembahasan pembelajaran. Dalam pokok-pokok pemikirannya berikut ini :
teori belajar humanistik proses belajar
1. Arthur Combs (1912-1999),
harus berhulu dan bermuara pada
Combs memberikan lukisan
manusia itu sendiri. Meskipun teori ini
sangat menekankan pentingya isi dari persepsi diri dan dunia seseorang
proses belajar, dalam kenyataan teori seperti dua lingkaran (besar dan kecil)
ini lebih banyak berbicara tentang yang bertitik pusat pada satu.
pendidikan dan proses belajar dalam Lingkaran kecil (1) adalah gambaran
bentuknya yang paling ideal. Dengan dari persepsi diri dan lingkungan besar
(2) adalah persepsi dunia. Makin jauh
peristiwa-peristiwa itu dari persepsi
14
Hamzah B. Uno, Orientasi Baru dalam
Psikologi Pendidikan (Jakarta : PT. Bumi Aksara.
16
2006), 13. Darmiyati Zuchdi, Humanisasi Pendidikan
15
Husniyatul Salamah Zainiyati, Model dan (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009), 68
17
strategi Pembelajaran aktif : Teori dan Praktek Asri Budi Ningsih, Belajar dan Pembelajaran
dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), 67.
18
(Surabaya: Putra Media Nusantara, 2010), 45. Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan (Jakarta:
Kencana, 2011), 108.
5
Teori Belajar Humanistik Dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Agama Islam
6
Mohammad Muchlis Solichin
7
Teori Belajar Humanistik Dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Agama Islam
25
masing-masing siswa. di dunia dan
akhirat
Penerapan Pembelajaran Humanistik bagi orang-orang
Dalam Pendidikan Islam yang beriaman dan
Berdasarkan prinsip-prinsip beramal baik.
Menampilkan dan
pembelajaran berpradigma humatistik di
mengdahulukan
atas, maka dapat dirumuskan model ayat-
yang menjelaskan
pembelajaran Pendidikan Agama Islam
ketinggian derajat
sesuai dengan materi/sub materi PAI di
manusia khususnya
sekolah dan madarasah
orang beriman
Berikut ini bagan pembelajaran
Menampilka dan
Pendidikan Agama Islam dengan
mendahulukan ayat
menggunakan paradigm pembelajaran
dan hadith yang
Humanistik, sebagai berikut:
mengajarkan asal
kejadian manusia,
Matari /Sub Materi
kewajiban dan
Materi Pembahasan
tanggung jawab
Pembelajaran
manusia
Akidah Menjelaskan aspek
Fiqh Menampilkan
keimananan aturan dalam
sesuai dengan alam
dalam hukum Islam
pikiran siswa
yang kontekstual dan
Menampilkan bukti- tidak kaku (rigid)
Menampilkan hukum
bukti rasional
Islam yang
keberadaan Alah, menjamin
keesaan Allah, dan keadilan sosial hukum
Menampilkan
sifat-sifat-Nya yang
Islam
lain.
yang
menghormati
Menjelaskan
keberagamaan/
kehadiran Tuhan
perbedaan pendapat
dengan sifat-sifat-Nya
Akhlak/ Menampilan ajaran-
yang Maha Pengasih,
Tasawwuf ajaran Akhlak
Maha Penyayang,
yang
mulia seperti
Maha Pemurah, Maha
kedermawan,
Pemaaf
solidaritas sosial,
Al-Qur’an Menampilkan dan
Menghormati orang
dan Hadith mengutamakan ayat-
tua, guru, dan orang
ayat yang memberikan
yang lebih tua.
kabar gembira
Menjelaskan
(bashiran). Ayat-ayat
pentingnya dan
yang menjanjikan
manfaat akhlak
surge dan kehidupan
yang
mulia dalam
yang baik dan bahagia
kehidupan bersama.
25 Menjelaskan ajaran
R. Agung Suryo Prakoso & Latifatul Choir,
Teori Humanisme (Universitas Negeri Malang, akhlak yang
Fakultas Ilmu Pendidikan Program Studi mementingkan
Psikologi: Oktober 2009), 13. toleransi (tasamuh),
8
Mohammad Muchlis Solichin
9
Teori Belajar Humanistik Dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Agama Islam
1
Mohammad Muchlis Solichin
1
Teori Belajar Humanistik Dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Agama Islam