0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan12 halaman

Teori Humanistik dalam Pendidikan Islam

Artikel ini membahas teori pembelajaran humanistik dan penerapannya dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Teori ini menekankan pada memanusiakan siswa dengan memperhatikan kebutuhan belajar mereka. Teori ini dapat diterapkan dalam pembelajaran agama Islam dengan memberikan alasan rasional ajaran Islam, memberikan kesempatan berpikir kritis bagi siswa, dan menghubungkan materi dengan dunia nyata siswa. Strategi pembelajarann

Diunggah oleh

azkaputra fotocopy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan12 halaman

Teori Humanistik dalam Pendidikan Islam

Artikel ini membahas teori pembelajaran humanistik dan penerapannya dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Teori ini menekankan pada memanusiakan siswa dengan memperhatikan kebutuhan belajar mereka. Teori ini dapat diterapkan dalam pembelajaran agama Islam dengan memberikan alasan rasional ajaran Islam, memberikan kesempatan berpikir kritis bagi siswa, dan menghubungkan materi dengan dunia nyata siswa. Strategi pembelajarann

Diunggah oleh

azkaputra fotocopy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ISLAMUNA

Jurnal Studi Islam


Volume 5 Nomor 1 Juni 2018
Teori Belajar Humanistik Dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Agama Islam:
Telaah Materi Dan Metode Pembelajaran

Mohammad Muchlis Solichin Institut


Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Email:
muchlisnadif@[Link]

Abstract
Humanistic learning theory is a learning model that emphasizes the humanizing
students, with attention to meeting the needs of students in learning. This paper seeks
to want to examine the humanistic learning theory and its application in the teaching
of Islamic Education. This study is a literature research by using content analysis in
the data analysis. From the reference, the search can be affirmed that the Islamic
Education humanism learning theory can be used in learning the Islamic Education
material, that is Islamic faith, Quran Hadith, Fiqh, Tasawwuf Morals and History of
Islam. The application humanitic learning theory in Islamic education can be done by
giving the reasons (evidence) the rational against the teachings of Islam, giving
students the opportunity to think critically and creatively, connect with the real world
of students. Learning strategies of Islamic education as the application of humanistic
theories can be done with active, creative, fun, cooperative, contextual, and inquiry-
discovery learning strategies.

Keyword: Theory, learning, humanistic, Islamic education

Abstrak
Teori belajar Humanistik merupakan model pembelajaran yang menekankan kepada
memanusiakan siswa, dengan memperhatikan pemenuhan kebutuhan siswa dalam
belajar. Tulisan ini berupaya menelaah paradigm pembelajaran humanistik dan
penerapannya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), yang meliputi
materi/sub materi akidah, al-Qur’an Hadith, Fiqh, Akhlak Tasawwuf dan Sejarah
Kebudayaan Islam. Dalam Pendidikan Agama Islam teori belajar humanisme bisa
digunakan sebagai cara untuk menyampaikan materi PAI. Penarapan teori belajar
humanistik dalam materi PAI dapat dilakukan dengan memberikan alasan-alasan
(bukti-bukti) rasional terhadap ajaran Islam, memberikan kesempatan siswa untuk
berpikir kritis, kreatif terhadap materi PAI yang disampaikan, menghubungkan
materi PAI dengan dunia nyata siswa. Strategi pembelajaran PAI sebagai aplikasi
teori humanistik dapat dilakukan dengan strategi pembelajaran aktif, kreatif,
menyenangkan, koperatif, kontekstual, dan inquiry- discovery.

Kata Kunci: teori, pembelajaran, humanistik, pendidikan Agama Islam

1
Teori Belajar Humanistik Dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Agama Islam

Pendahuluan kenal dengan istilah perencanaan


Salah satu upaya untuk pembelajaran atau disain instruksional.
meningkatkan mutu pendidikan di Dalam suatu pembelajaran perlu
sekolah ialah dengan cara menciptakan didukung oleh adanya suatu teori-teori
proses pembelajaran yang baik. Berbagai belajar, agar dalam proses pembelajaran
konsep dan wawasan baru tentang proses bisa mencapai sesuatu yang diinginkan.
belajar mengajar di sekolah telah muncul Salah satu teori belajar yang sangat
dan berkembang seiring pesatnya penting untuk dikaji yaitu humanistik
perkembangan ilmu pengetahuan dan yang menekankan perlunya sikap saling
teknologi, dengan tujuan untuk menghargai dan tanpa prasangka (antara
memenuhi tuntutan zaman yang klien dan terapist) dalam membantu
menuntut agar tercipta anak didik yang individu mengatasi masalah-masalah
mampu membawa zaman ini lebih baik kehidupannya.
lagi, lebih maju dan berkembang. Dari paparan di atas
Menciptakan anak didik yang menunjukkan betapa pentingnya
lebih maju dan berkembanag merupakan mendeskripsikan dan mengkaji teori
tugas seorang guru. Guru merupakan belajar humanistik dan implikasinya
personel yang menduduki posisi penting dalam sebuah proses pembelajaran
dan strategis dalam rangka melaksanakan terutama dalam pembelajaran PAI. Maka
proses belajar dan pembelajaran demi dari itu tulisan ini akan mengkaji tentang
pengembangan potensi siswa dan dituntut pengertian humanistic serta penerapannya
untuk mengikuti perkembangan konsep- dalam proses pembelajaran.
konsep baru dalam dunia pendidikan.
Pembelajaran tidak Pendidikan Agama Islam
mengabaikan karakteristik pebelajar dan Secara etimologi, terdapat
prinsip-prinsip belajar. Oleh karenanya beberapa ahli yang memberikan
guru dituntut untuk merumuskan tujuan, pengertian pendidikan Islam, yaitu:
mengelola, menganalisis, dan pertama, ta’lîm yang didefinisikan oleh
mengoptimalkan hal-hal yang berkaitan Muhammad Rasyid Ridla, sebagai ”
dengan perhatian dan motivasi siswa, suatu proses transmisi berbagai ilmu
keaktifan siswa, optimalisasi keterlibatan pengetahuan pada jiwa individu tanpa
2
siswa, dan pengelolaan proses belajar adanya batasan dan ketentuan tertentu.”
sesuai dengan perbedaan individual Muhammad Rasyid Ridla, 1373H: 262)
siswa, berbagai pesan yang terkandung Dalam al-Qur’an, terdapat beberapa ayat
dalam bahan ajar, peningkatan yang menerangkan kata ta’lîm dari akar
kemampuan pebelajar, dan proses kata ‘allama, seperti surat al-Baqarah
1
pemerolehan pengalaman. . ayat 31; “Dan Dia mengajarkan kepada
Dalam proses pembelajaran Adam nama-nama (benda-benda)
terjadi interaksi antara guru dan siswa. seluruhnya, kemudian
Pemahaman terhadap siswa adalah mengemukakannya kepada para malaikat
penting bagi guru agar dapat menciptakan lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku
nama-nama benda itu jika kamu memang
situasi pembelajaran yang tepat. Oleh 3
orang-orang yang benar”.
karenanya diperlukan suatu persiapan
Dalam perspektif Abd al-Fattâh
yang matang sebelum pelaksanaan proses
pembelajaran. Persiapan tersebut kita
2
1
Muhammad Rasyid Ridla, Tafsîr al Manâr
Dimyati & Mudjiono, Belajar dan (Kairo; Dar al Manar, 1373H), Juz I, 262
3
Pembelajaran (Jakarta: Renika Cipta, 2013), 159. al-Qur’an, 2: 31

~ Islamuna Volume 5 Nomor 1 Juni 2018 ~

2
Mohammad Muchlis Solichin

Jalâl, ta’lîm pada ayat di atas menurutnya mencakup seluruh aktivitas


menekankan tingginya kedudukan ilmu pendidikan, karena dalam kata itu
(pengetahuan) dalam Islam. Ia tercakup seluruh upaya mempersiapkan
menegaskan bahwa ta’lîm adalah lebih anak didik mencapai kesempurnaan,
luas dari pada tarbiyah, karena ketika mencapai kebahagian hidup,
Rasulullah mengajarkan bacaan al Qur’an
menyempurnakan akhlak, toleransi
kepada kaum muslimin, beliau tidak
sebatas pada upaya agar mereka dapat terhadap perbedaan, mempertinggi
membaca, tapi lebih dari itu, yaitu keterampilan.
membaca disertai penghayatan dan Sementara itu, ta’lîm adalah
perenungan yang berisi pemahaman, bagian dari pada tarbiyah yang hanya
tangung jawab, dan amanah, penyucian mencakup ranah kognitif (pengetahuan
jiwa (tazkiyât al-nafs), yang dan pemahaman). Dalam pandangannya,
memungkinkan mereka menerima al- tarbiyyah mencakup seluruh domain
hikmah.
4 dalam pendidikan yaitu kognitif, afektif
6
Kata kedua yang digunakan dan psikomotorik.
dalam pendidikan Islam adalah tarbiyah. Kata ketiga yang digunakan
Kata ini merujuk kata:1) rabbâ, yurabî, dalam istilah pendidikan Islam adalah
tarbiyyah yang berarti berkembang ta’dîb. Kata ini di populerkan oleh Syed
berdasarkan ayat al-Qur’an surat al-Rûm Muhammad Naquib al ‘Attâs, yang
ayat 39. Dari akar kata ini, pendidikan menyatakan bahwa kata ta’dîb lebih tepat
Islam dapat diartikan sebagai upaya digunakan terhadap pendidikan. Ia
menumbuhkembangkan potensi yang ada menyatakan bahwa tarbiyyah lebih
pada anak didik, 2) rabbâ yurbî mengarah kepada seluruh makhluk ---
tarbiyyah, yang berarti tumbuh (nasha-a) manusia dan hewan—sedangkan ta’lîm
dan menjadi besar atau dewasa. Dari kata lebih luas cakupannya dari pada
ini, pendidikan dapat diartikan sebagai tarbiyyah. Ta’lîm disebutkannya sebagai
suatu upaya untuk menumbuhkan dan suatu pengajaran yang tanpa dibarengi
mendewasakan anak didik, dan 3) rabbâ dengan pengenalan yang lebih mendasar.
yarubbû tarbiyyah yang berarti Ia menegaskan bahwa konsep tarbiyyah
memperbaiki, merawat, memelihara, dan ta’lîm lebih dipengaruhi oleh Barat.
memperindah, memberi makan, Sedangkan ta’dîb mencerminkan tujuan
mengasuh, tuan, memiliki, mengatur dan esensial pendidikan Islam, yaitu
menjaga kelestariannya. Dari kata ini penanaman akhlak sebagai misi utama
pendidikan Islam dapat diartikan sebagai diutuskannya Rasulullah ke muka bumi.
suatu kegiatan dalam merawat, Ia menegaskan bahwa orang yang
memelihara, mengasuh mengatur anak berpendidikan adalah orang yang
7
didik anak didik untuk mencapai berperadaban.
kedewasaannya.
5 Sedangkan secara terminologi,.
Kata tarbiyyah dipopulerkan Abudin Nata, menegaskan bahwa
oleh ‘Atîyah al-‘Abrâshî yang pendidikan Islam adalah proses
pembentukan individu berdasarkan ajaran
4
Abdul Fattah Jalal, Azas-Azas Pendidikan Islam, 6
Muhammad Âthyah al-Abrâshî, Rûh al-
ter. Henry Noer Ali (Bandung:Diponegoro, 1988), Tarbiyah wa al- ta’lîm ( Saudi Arabiya: Dar
27 al Ahya’, tt),14.
5
Samsul Nizar, Dasar-Dasar Pemikiran 7
Muhammad Naquib al-Attâs, (Konsep
Pendidikan Islam (Jakarta: Media Pratama, 2001), Pendidikan dalam Islam, Bandung: Mizan, 1988),
87 256.

~ Islamuna Volume 5 Nomor 1 Juni 2018 ~

3
Teori Belajar Humanistik Dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Agama Islam

Islam untuk mencapai derajat yang tinggi sederhana. Teori ini berfokus pada
se-hingga mampu melaksanakan fungsi pentingnya pengalaman disadari yang
11
kekhalîfahannya dan berhasil bersifat subyektif dan self-direction.
mewujudkan kebahagian dunia dan Teori belajar humanisme tidak terlepas
8
akhirat. dari psikologi humanisme yang
9
Menurut Makmun, proses berkembang sekitar tahun 1950-
pembelajaran merupakan suatu rangkaian [Link] ini muncul sebagai teori
interaksi antara siswa dengan guru dalam yang menentang teori psikoanalisa dan
rangkaian mencapai tujuannya. Proses behavioristik. Teori humanisme
pembelajaran menurut difinisi di atas, memandang keduanya bersifat
menekankan adanya interaksi antara guru “dehumanizing” (melecehkan nilai-nilai
sebagai pebelajar dengan siswa sebagai manusia) karena memandang manusia
pebelajar. Dengan kata lain bahwa sebagai bidak atau pion yang tak berdaya
pembelajaran dapat dimakna sebagai dikontrol oleh lingkungan dan masa lalu,
hubungan interaktif antara guru dan siswa dan sedikit sekali kemampuan untuk
untuk mencapai tujuan pembelajaran mengarahkan dirinya sendiri. Teori
(learning objective). Freud dikritik karena memandang
tingkah laku manusia ditentukan oleh
Paradigma Pembelajaran Humanistik dorongan yang bersifat primitif dan
Pembelajaran adalah proses animalistik (hewani). Sementara
interaksi peserta didik dengan pendidik behavioristik dikritik karena teori ini
dan sumber belajar pada suatu terlalu asyik dengan penelitiannya
lingkungan belajar. Pembelajaran terhadap binatang dan menganalisis
12
merupakan bantuan yang diberikan kepribadian secara pragmentaris.
pendidik agar dapat terjadi proses Meskipun demikian bukan berarti
perolehan ilmu dan pengatahuan, ketiganya elemen yang bersaing, setiap
penguasaan kemahiran dan tabiat, serta cabang psikologi telah memberikan
kontribusi terhadap pemahaman tentang
pembentukan sikap dan kepercayaan
pikiran dan perilaku [Link] saja
pada peserta didik. Dengan kata lain, psikologi humanisme menekankan studi
pembelajaran adalah proses untuk tentang manusia secara utuh.
13
membantu peserta didik agar dapat Bagi penganut teori humanistik,
10
belajar dengan baik. proses belajar harus berhulu dan
Teori humanistik muncul pada bermuara pada manusia itu sendiri. Teori
pertengahan abad 20 sebagai reaksi ini sangat menekankan pentingnya “isi”
terhadap teori psikodinamik dan dari proses belajar. Dalam kenyataannya
behavioristik. Para teoritikus humanistik teori ini lebih banyak berbicara tentang
meyakini bahwa tingkah laku manusia
tidak dapat dijelaskan sebagai hasil dari 11
Desmita, Psikologi Perkembangan Peserta
konflik-konflik yang tidak disadari Didik Panduan bagi Orang Tua dan Guru dalam
maupun sebagai hasil (conditioning) yang Memahami Psikologi Anak Usia SD, SMP, dan
SMA (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012),
8
Abuddin Nata, Sejarah Pendidikan Islam Pada 45.
12
Periode Klasik dan Pertengahan (Jakarta: PT Syamsu Yusuf LN, & Juntika Nurihsan,
RajaGrafindo Persada, 2004), 10. Teori
9
Abin Syamsuddin Makmun, Psikologi Kepribadian (Bandung: Remaja Rosdakarya,
Kependidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), 141.
13
2004), 156. Sudarwan Danim & Khairil, Psikologi
10
Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Pendidikan (Dalam Persepektif Baru) (Bandung:
Sekolah (Jakarta: PT. RINEKA CIPTA, 2009), Alfabeta, 2010), 24.
33.

~ Islamuna Volume 5 Nomor 1 Juni 2018 ~

4
Mohammad Muchlis Solichin

pendidikan dan proses belajar dalam kata lain, teori ini lebih tertarik pada
bentuiknya yang paling ideal. Dengan ide belajar dalam bentuknya yang
kata lain teoti ini lebih tertarik pad aide paling ideal dari pada belajar seperti
belajar dalam bentukny yang paling ideal apa adanya, seperti apa yang bisa kita
daripada belajar apa adanya, seperti apa amati dalam dunia keseharian. Teori
yang biasa kita amati dalam keseharian. apapun dapat dimanfaatkan asal tujuan
Teori apapun dapat dimanfaatkan asal untuk “memanusiakan manusia”
16
tujuannya untuk “memanusiakan (mencapai aktualisasi diri) .
manusia” mencapai aktualisasi diri dan Teori belajar dan pembelajaran
14
sebagainya dapat tercapai. humanistik merupakan sebuah proses
Dalam hal ini, James Bugental belajar yang berhulu dan bermuara pada
(1964) mengemukakan tentang 5 (lima) manusia, segala sesuatunya disandarkan
dalil utama dari psikologi humanistik pada nilai kemanusiaan. Istilah yang
yaitu : sering digunakan adalah memanusiakan
17
1. Keberadaan manusia tidak dapat manusa .
direduksi kedalam komponen- Karakteristik teori belajar
komponen. humanisme erat kaitannya dengan
2. Manusia memiliki keunikan tersendiri eksistensialisme, dimana cirinya adalah
18
dalam berhubungan dengan manusia sebagai berikut: 1) keberadaan manusia
lainya. terdapat dua macam diantaranya ada
3. Manusia memilik kesadaran akan dalam diri dan berada untuk diri. 2.
dirinya dalam mengadakan hubungan Kebebasan, dalam hal ini kebebasan
dengan orang lain. memilih yang akan dipelajari, kebebasan
4. Manusia memiliki pilihan-pilihan dan mengembangkan potensi, dan kebebasan
dapat bertanggung jawab atas pilihan- menciptakan sesuatu yang baru. 3) tiga,
pilihanya. kesadaran, kesadaran membuat manusia
5. Manusia memiliki kesadaran dan mampu membayangkan kemungkinan
sengaja untuk mencari makna, nilai yang akan terjadi dan apa yang bisa ia
15
dan Kreativitas. lakukan.
6. Teori humanistik merupaka sesuatu Adapun tokoh-tokoh teori
yang bersifat penting dalam humanistik ini penulis uraikan beserta
pembahasan pembelajaran. Dalam pokok-pokok pemikirannya berikut ini :
teori belajar humanistik proses belajar
1. Arthur Combs (1912-1999),
harus berhulu dan bermuara pada
Combs memberikan lukisan
manusia itu sendiri. Meskipun teori ini
sangat menekankan pentingya isi dari persepsi diri dan dunia seseorang
proses belajar, dalam kenyataan teori seperti dua lingkaran (besar dan kecil)
ini lebih banyak berbicara tentang yang bertitik pusat pada satu.
pendidikan dan proses belajar dalam Lingkaran kecil (1) adalah gambaran
bentuknya yang paling ideal. Dengan dari persepsi diri dan lingkungan besar
(2) adalah persepsi dunia. Makin jauh
peristiwa-peristiwa itu dari persepsi
14
Hamzah B. Uno, Orientasi Baru dalam
Psikologi Pendidikan (Jakarta : PT. Bumi Aksara.
16
2006), 13. Darmiyati Zuchdi, Humanisasi Pendidikan
15
Husniyatul Salamah Zainiyati, Model dan (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009), 68
17
strategi Pembelajaran aktif : Teori dan Praktek Asri Budi Ningsih, Belajar dan Pembelajaran
dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), 67.
18
(Surabaya: Putra Media Nusantara, 2010), 45. Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan (Jakarta:
Kencana, 2011), 108.

~ Islamuna Volume 5 Nomor 1 Juni 2018 ~

5
Teori Belajar Humanistik Dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Agama Islam

diri makin berkurang pengaruhnya yang sudah ia miliki dan sebagainya,


terhadap perilakunya. Jadi, hal-hal tetapi di sisi lain seseorang juga
yang mempunyai sedikit hubungan memiliki dorongan untuk lebih maju
19
dengan diri, makin mudah. Wasti ke arah keutuhan, keunikan diri, ke
Sumanto, 1998: 137) arah berfungsinya semua kemampuan,
Comb mencurahkan banyak
ke arah kepercayaan diri menghadapi
perhatian pada dunia pendidikan.
Meanig (makna atau arti) adalah dunia luar dan pada saat itu juga ia
konsep dasar yang sering digunakan. dapat menerima diri sendiri(self).
Belajar terjadi bila mempunyai arti Maslow percaya bahwa
bagi individu. Guru tidak bisa manusia tergerak untuk memahami
memaksakan materi yang tidak di dan menerima dirinya sebisa mungkin.
sukai atau tidak relevan dengan Teorinya yang sangat terkenal sampai
kehidupan mereka. Anak tidak bisa dengan hari ini adalah teori tentang
matematika atau sejarah bukan karena Hierarchy of Needs (Hirarki
bodoh tetapi karena mereka enggan Kebutuhan). Menurut Maslow,
dan terpaksa dan merasa sebenarnya manusia termotivasi untuk memenuhi
tidak ada alasan penting mereka harus kebutuhan-kebutuhan hidupnya.
mempelajarinya. Perilaku buruk itu Kebutuhan-kebutuhan tersebut
sebernarnya tak lain hanyalah dari memiliki tingkatan atau hirarki, mulai
ketidak mampuan seseorang untuk dari yang paling rendah (bersifat
melakukan sesuatu yang tidak akan dasar/fisiologis) sampai yang paling
20
memberikan kepuasan baginya.
tinggi (aktualisasi diri).
Oleh karena itu, guru harus
Tingkatan kebutuhan
memahami perilaku siswa dengan
mencoba memahami dunia persepsi seseorang menurut Maslow adalah
siswa tersebut sehingga apabila ingin sebagai berikut: 1) kebutuhan
merubah perilakunya, guru harus fisiologis, 2) Kebutuhan akan rasa
berusaha merubah keyakinan atau aman dan keselamatan. Setiap
pandangan siswa yang ada. Perilaku individu mempunyai kebutuhan akan
internal membedakan seseorang dari rasa aman dan keselamatan. 3)
yang lain. Kebutuhan untuk diterima dan
2. Abraham Maslow dicintai. 4) Kebutuhan akan
Maslow mengemukakan penghargaan. 5) Kebutuhan akan
bahwa individu berperilaku dalam aktualisasi diri. Setiap orang harus
upaya untuk memenuhi kebutuhan berkembang sepenuh kemampuannya.
yang bersifat hirarkis. Pada diri Pemaparan tentang kebutuhan
masing-masing orang mempunyai psikologis untuk menumbuhkan,
berbagai perasaan takut seperti rasa mengembangkan dan menggunakan
takut untuk berusaha atau kemampuan disebut aktulisasi diri,
berkembang, takut untuk mengambil dan merupakan salah satu aspek
kesempatan, takut membahayakan apa penting teorinya tentang motivsi
manusia.
19
Kebutuhan untuk
Wasti Sumanto, Psikologi Pendidikan (Jakarta: mengungkapkan diri atau aktualisasi
Rineka Cipta, 1998), 137
20
Iskandar, Psikologi Pendidikan (Sebuah diri merupakan hierarki kebutuhan
Orientasi Baru) (Cipayung: Gaung Persada Press, dasar manusia yang paling tinggi
2009), 107. dalam Maslow. Kebutuhan ini akan
muncul apabila kebutuhan-kebutuhan

~ Islamuna Volume 5 Nomor 1 Juni 2018 ~

6
Mohammad Muchlis Solichin

yang ada di bawahnya telah sebagainya) dapat tercapai.


24
terpuaskan dengan baik. Self-
3. Carl Ransom Rogers
actualization menurut istilah Maslow
Rogers dilahirkan di Oak Park,
ialah pemenuhan dirinya sendiri dan
realisasi dari potensi pribadi. Illinois, pada tahun 1902 dan wafat di
Aktualisasi diri didefisikan sebagai LaJolla, California, pada tahun 1987.
“the desire to become everything that Pada tahun 1928 ia memperoleh gelar
one is capable of becoming” Master di bidang psikologi dari
(keinginan untuk menjadi apa pun Columbia University dan kemudian
21
yang ingin dia lakukan). memperoleh gelar Ph.D di dibidang
Dengan kata lain aktualisasi diri psikologi klinis pada tahun 1931.
sebagai hasrat individu untuk menjadi Menurut Rogers, guru diharapkan
orang yang sesuai dengan keinginan dan untuk berperan hanya sebagai
realisasi dari potensi yang dimilikinya. fasilitator yang baik. Adapun strategi
Maslow berpendapat bahwa guru dalam yang mesti dilakukan oleh guru dalam
mengajar, mendidik anak harus dapat menerapkan pembelajaran humanistik,
memberikan pemuasan terhadap sebagaimana dihimpun oleh R. Agung
kebutuhan-kebutuhan (need) anak. Ia SP dan Latifatul Choir dalam
mengatakan bahwa motivasi dan makalahnya tentang teori humanisme,
perhatian belajar anak akan tumbuh jika
antara lain: 1) merumuskan tujuan
yang ia pelajari sesuai dengan
kebutuhannya.
22 belajar yang jelas; 2) mengusahakan
Lebih lanjut Bambang Warsita partisipasi aktif siswa melalui kontrak
mengatakan menurut teori humanism belajar yang bersifat jelas, jujur, dan
proses belajar harus dimulai dan positif; 3) mendorong siswa untuk
ditunjukkan untuk kepentingan mengembangkan kesanggupan siswa
memanusiakan manusia, yaitu mencapai untuk belajar atas inisiatif sendiri; 4)
aktualisasi diri, pemahaman diri, dan mendorong siswa untuk peka berpikir
relisasi diri peserta didik yang belajar kritis, memaknai proses pembelajaran
secara optimal. Proses belajar dikatakan secara mandiri; 5) siswa diberi
berhasil apabila peserta didik telah keleluasaan mengemukakan pendapat,
memahami lingkungannya dan dirinya memilih pilihannya sendiri,
23
sendiri. Dengan kata lain, teori ini lebih melakukan apa yang diinginkan dan
tertarik pada ide belajar dalam bentuknya menanggung resiko dari perilaku yang
yang paling ideal dari pada belajar seperti ditunjukkan; 6) guru menerima
apa adanya, seperti apa yang bisa kita keadaan masing-masing siswa apa
amati dalam dunia keseharian.. Teori adanya; dengan tidak memihak,
apapun dapat dimanfaatkan asal tujuan
memahami karakter pemikiran siswa,
untuk “memanusiakan manusia”
(mencapai aktualisasi diri dan dan tidak menilai siswa secara
normatif belaka melainkan dengan
cara memberikan 2 pandangan dua sisi
dalam hal moral dan etika
21
Sri Esti Wuryani Djiwandono, Psikologi berkomunikasi; 7) menawarkan
Pendidikan (Jakarta: Gradindo, 2004), 346. kesempatan kepada siswa untuk maju
22
Sumanto, Wasti, Psikologi Pendidikan (Jakarta:
Rineka Cipta, 1998), 138. (tampil); dan 8) evaluasi yang
23
Bambang Warsita, Teknologi pembelajaran diberikan secara individual
(Jakarta: Rineka Cipta, 2008),75. berdasarkan perolehan prestasi
24
Dakir, Dasar-dasar Psikologi (Jakarta: Pustaka
Pelajar, 1993).

~ Islamuna Volume 5 Nomor 1 Juni 2018 ~

7
Teori Belajar Humanistik Dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Agama Islam

25
masing-masing siswa. di dunia dan
akhirat
Penerapan Pembelajaran Humanistik bagi orang-orang
Dalam Pendidikan Islam yang beriaman dan
Berdasarkan prinsip-prinsip beramal baik.
Menampilkan dan
pembelajaran berpradigma humatistik di
mengdahulukan
atas, maka dapat dirumuskan model ayat-
yang menjelaskan
pembelajaran Pendidikan Agama Islam
ketinggian derajat
sesuai dengan materi/sub materi PAI di
manusia khususnya
sekolah dan madarasah
orang beriman
Berikut ini bagan pembelajaran
Menampilka dan
Pendidikan Agama Islam dengan
mendahulukan ayat
menggunakan paradigm pembelajaran
dan hadith yang
Humanistik, sebagai berikut:
mengajarkan asal
kejadian manusia,
Matari /Sub Materi
kewajiban dan
Materi Pembahasan
tanggung jawab
Pembelajaran
manusia
Akidah Menjelaskan aspek
Fiqh Menampilkan
keimananan aturan dalam
sesuai dengan alam
dalam hukum Islam
pikiran siswa
yang kontekstual dan
Menampilkan bukti- tidak kaku (rigid)
Menampilkan hukum
bukti rasional
Islam yang
keberadaan Alah, menjamin
keesaan Allah, dan keadilan sosial hukum
Menampilkan
sifat-sifat-Nya yang
Islam
lain.
yang
menghormati
Menjelaskan
keberagamaan/
kehadiran Tuhan
perbedaan pendapat
dengan sifat-sifat-Nya
Akhlak/ Menampilan ajaran-
yang Maha Pengasih,
Tasawwuf ajaran Akhlak
Maha Penyayang,
yang
mulia seperti
Maha Pemurah, Maha
kedermawan,
Pemaaf
solidaritas sosial,
Al-Qur’an Menampilkan dan
Menghormati orang
dan Hadith mengutamakan ayat-
tua, guru, dan orang
ayat yang memberikan
yang lebih tua.
kabar gembira
Menjelaskan
(bashiran). Ayat-ayat
pentingnya dan
yang menjanjikan
manfaat akhlak
surge dan kehidupan
yang
mulia dalam
yang baik dan bahagia
kehidupan bersama.
25 Menjelaskan ajaran
R. Agung Suryo Prakoso & Latifatul Choir,
Teori Humanisme (Universitas Negeri Malang, akhlak yang
Fakultas Ilmu Pendidikan Program Studi mementingkan
Psikologi: Oktober 2009), 13. toleransi (tasamuh),

~ Islamuna Volume 5 Nomor 1 Juni 2018 ~

8
Mohammad Muchlis Solichin

tawasuth (moderat) Sementara itu dalam


dan tawazun pembelajaran PAI berparadigma
(seimbang) humanistik, guru PAI dapat
.Menampilkan ajaran menggunakan strategi dan metode
tasawwuf yang pembelajaran aktif, kreatif dan
bersanding dengan menyenangkan.
budaya, seni, dan Pembelajaran Aktif dimaksudkan
local wisdom. bahwa dalam proses pembelajaran, guru
PAI harus menciptakan suasana
Menampilan ajaran-
ajaran tasawwuf untuk sedemikian rupa sehingga siswa aktif
bersyukur kepada bertanya, mempertanyakan, dan
Allah dan mengemukakan gagasan. Misalnya dalam
kewajiban materi pembelajaran Fiqh,guru PAI
seorang Muslim memberikan kesempatan dan rangsangan
untuk menjaga/alam agar siswa bertanya, mempertanyakan
semesta sebagai mengapa dan untuk apa disyariatkan
wujud syukur kepada- sholat, puasa, zakat dan Haji.
Sejarah Menampilkan Sejarah
Pembelajaran kreatif adalah
Peradaban umat Islam
yang pembelajaran adalah sistem pembelajaran
Islam mampu hidup
yang menstimulasi siswa untuk
berdampingan dengan
mengembangkan gagasannya dengan
toleransi yang tinggi
memanfaatkan sumber belajar yang ada.
dengan umat lain
Pembelajaran kreatif menekankan pada
(masyarakat madani)
pengembangan kreatifitas, baik
pada masa Nabi
pengembangan kemampuan imajinasi
Muhammad dan masa
maupun pengembangan kemampuan
empat khalifah
berpikir kreatif. Pembelajaran kreatif
pengganti Nabi.
dalam PAI, misalnya guru PAI
Menjelaskan Sejarah
membimbing siswa untuk memahami
Islam dalam
konsep-konsep dalam hukum Islam
penyebaran Islam
dalam konteks perkembangan ilmu dan
dengan damai
teknologi dan perubahan di masyarakat,
keseluruh dunia
membimbing siswa untuk memahami
melalui akultarasi dan
konsep-konsep akhlak dan tasawwuf ,
kontekstualisasi ajaran
seperti zuhud, wara’ dalam konteks
Islam.
kehidupan modern.
Menjelaskan
Sementara itu, Pembelajaran yang
kemajuan ummat
menyenangkan (joyful) Pembelajaran
Islam yang ditandai
yang menyenangkan adalah pembelajaran
dengan penguasaan
yang dapat dinikmati siswa. Siswa
terhadap ilmu
merasa nyaman, aman dan asyik.
pengetahun,
Perasaan yang mengasyikkan
penghormatan
mengandung unsur inner motivation,
yang
tinggi pada tradisi
yaitu dorongan keingintahuan yang
ilmiah dan perbedaan
disertai upaya mencari tahu sesuatu.
pendapat.
Penggunaan strategi tesebut dimaksudkan
agar siswa dapat terlibat aktif,

~ Islamuna Volume 5 Nomor 1 Juni 2018 ~

9
Teori Belajar Humanistik Dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Agama Islam

menggunakan daya kreativitas, dirinya secara positif.


melaksanakan pembelajaran PAI dengan Peran guru dalam pembelajaran
tanpa tertekan apalagi terancam. humanistik adalah sebagai fasilitator,
yang memberi perhatian lebih kepada
Penutup penciptaan suasana awal, situasi
Teori belajar humanistik kelompok, atau pengalaman kelas. Di
merupakan sebuah konsep yang utuh samping itu, fasilitator `melaksanakan
dalam memandang manusia sebagai tujuan yang bermakna, mengatur dan
mahluk yang unik dan memiliki potensi menyediakan sumber-sumber untuk
yang dapat dikembangkan menajadi untuk membantu mencapai tujuan
seorang manusia yang utuh dan mereka, menempatkan dirinya sebagai
sempurna. suatu sumber yang fleksibel, mengambil
Teori pembelajaran humanistik prakarsa untuk ikut serta dalam
merupakan sebuah proses belajar yang kelompok.
berhulu dan bermuara pada manusia, Dalam Pendidikan Agama Islam
segala sesuatunya disandarkan pada nilai berparadigma teori belajar humanistik
kemanusiaan. Pendekatan sistem bisa digunakan sebagai cara untuk
pendidikan humanistik menekankan menyampaikan materi PAI. Penarapan
pengembangan martabat manusia yang paradigm belajar humanisme dalam
bebas membuat pilihan dan materi PAI dapat dilakukan dengan
berkeyakinan. Dalam pembelajaran memberikan alasan-alasan (bukti-bukti)
humanistik peranan guru yang lebih rasional terhadap ajaran Islam,
banyak menjadi pembimbing daripada memberikan kesempatan siswa untuk
pemberi ilmu pengetahuan kepada siswa, berpikir kritis, kreatif terhadap materi
Dalam pembelajaran in siswa dituntut PAI yang disampaikan, menghubungkan
untuk lebih aktif dan semakin materi PAI dengan dunia nyata siswa.
meningkatkan potensi dirinya, adapun Penerapan paradigma Humanistik tidak
guru lebih berperan sebagai pemantau, akan mengurangi nilai-nilai
pembimbing dan mengarahkan. transendental, melainkan akan menambah
Dalam pembelajaran humanistik, pemahaman guru dan peserta didik
belajar dipandang signifikan, jika materi tentang pentingnya pengetahuan, sikap
pembelajaran memiliki relevansi dengan dan pengamalan ajaran Agama Islam.
kebutuhan siswa. Dalam konteks ini
pembelajaran humanistik menekankan
pentingnya pemenuhan kebutuhan siswa
yang bermuara pada aktualisasi diri.
Aktualisasi diri dalam belajar dapat
upaya guu mengoptimalkan kemampuan
siswa untuk berkreasi dan memperkuat
kemampuan dasarnyanya untuk
mengembangakan potensi yang
dimilikinya.
Siswa berperan sebagai pelaku
utama yang memaknai proses
pengalaman belajarnya sendiri. Ketika
siswa memahami potensi diri, diharapkan
siswa dapat mengembangkan potensi

~ Islamuna Volume 5 Nomor 1 Juni 2018 ~

1
Mohammad Muchlis Solichin

Daftar Pustaka Jahja, Yudrik. Psikologi Perkembangan.


Jakarta: Kencana, 2011.
Abrâshî, Muhammad Âthyah al, tt. Rûh
al-Tarbiyah wa al- ta’lîm. Saudi Jalal, Abdul Fattah. Azas-Azas
Arabiya: Dar al Ahya’. Pendidikan Islam, ter. Henry
Noer Ali. Bandung: Diponegoro,
Nata, Abuddin. Sejarah Pendidikan Islam 1988.
Pada Periode Klasik dan
Pertengahan. Jakarta: PT Raja LN, Syamsu Yusuf & Juntika Nurihsan.
Grafindo Persada, 2004. Teori Kepribadian. Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2011.
al-Attâs, Muhammad Naquib. Konsep
Pendidikan dalam Islam. Makmun Abin Syamsuddin. Psikologi
Bandung: Mizan, 1988. Kependidikan. Bandung Remaja
Rosdakarya, 2004.
Dakir. Dasar-dasar Psikologi. Jakarta:
Pustaka Pelajar, 1993. Muhaimin. Wacana Pengembangan
Pendidikan Islam. Yogyakarta:
Danim, Sudarwan & Khairil. Psikologi Pustaka Pelajar, 2003.
Pendidikan (Dalam Persepektif
Baru). Bandung: Alfabeta, 2010. Ningsih, Asri Budi. Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta: Rineka
Desmita, 2012, Psikologi Perkembangan Cipta, 2005.
Peserta Didik Panduan bagi
Orang Tua dan Guru dalam Nizar, Samsul. Dasar-Dasar Pemikiran
Memahami Psikologi Anak Usia Pendidikan Islam. Jakarta:
SD, SMP, dan SMA, Bandung: Media Pratama, 2001.
PT Remaja Rosdakarya, 2012.
Prakoso, R. Agung Suryo & Latifatul
Dimyati & Mudjiono. Belajar dan Choir. Teori Humanisme.
Pembelajaran. Jakarta: Rineka Universitas Negeri Malang.
Cipta, 2013. Fakultas Ilmu Pendidikan
Program Studi Psikologi, 2009.
Djiwandono, Sri Esti Wuryani. Psikologi
Pendidikan. Jakarta: Gradindo, Ridla, Muhammad Rasyid. Tafsîr al
2004. Manâr. Kairo: Dar al Manar,
1373.
Hamalik, Oemar. Dasar-dasar
pengembangan kurikulum. Sagala, Syaiful. Konsep dan Makna
Bandung: PT. Remaja Pembelajaran. Bandung:
Rosdakarya, 2013. Alfabeta, 2004.

Iskandar. Psikologi Pendidikan (Sebuah Sumanto, Wasti. Psikologi Pendidikan.


Orientasi Baru). Cipayung: Gaung Jakarta: Rineka Cipta, 1998.
Persada Press, 2009.

~ Islamuna Volume 5 Nomor 1 Juni 2018 ~

1
Teori Belajar Humanistik Dan Aplikasinya Dalam Pendidikan Agama Islam

Suryosubroto. Proses Belajar Mengajar


di Sekolah. Jakarta: PT RINEKA
CIPTA, 2009.

Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan,


dengan Pendekatan Baru.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2014.

Thobroni, Muhammad & Arif Mustofa.


Belajar dan Pembelajaran.
Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2011.

Uno, Hamzah B. Orientasi Baru dalam


Psikologi Pendidikan. Jakarta :
PT. Bumi Aksara, 2006.

Warsita, Bambang. Teknologi


pembelajaran. Jakarta: Rineka
Cipta, 2008.

Zainiyati, Husniyatul Salamah. Model


dan strategi Pembelajaran aktif:
Teori dan Praktek dalam
Pembelajaran Pendidikan
Agama Islam. Surabaya: Putra
Media Nusantara, 2010.

Zuchdi, Darmiyati. Humanisasi


Pendidikan. Jakarta: PT Bumi
Aksara, 2009

~ Islamuna Volume 5 Nomor 1 Juni 2018 ~

Anda mungkin juga menyukai