0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan13 halaman

Prinsip dan Komponen GC-MS

GCMS adalah alat yang menggabungkan kromatografi gas dan spektroskopi massa untuk memisahkan dan mengidentifikasi komponen organik dalam sampel. GCMS mampu memisahkan komponen berdasarkan waktu retensi di kolom kromatografi gas dan menentukan struktur molekulnya melalui spektrum massa hasil ionisasi molekul tersebut.

Diunggah oleh

Diana Ramadhani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan13 halaman

Prinsip dan Komponen GC-MS

GCMS adalah alat yang menggabungkan kromatografi gas dan spektroskopi massa untuk memisahkan dan mengidentifikasi komponen organik dalam sampel. GCMS mampu memisahkan komponen berdasarkan waktu retensi di kolom kromatografi gas dan menentukan struktur molekulnya melalui spektrum massa hasil ionisasi molekul tersebut.

Diunggah oleh

Diana Ramadhani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

28/12/2021

Gas Kuantitatif
Cromatography
Mass
Spectrometry Kromatografi Pemisah
(GCMS) Gas komponen
dalam
sampel
GCMS merupakan
metode pemisahan
senyawa organik yg
Spektroskopi
menggunakan Massa
2 metode analisis
senyawa
Struktur
molekul
2
1

1
28/12/2021

Instrumen GCMS
Kromatografi gas ->
berdasarkan perbedaan sifat
kimia sehingga terjadi
GC-MS perbedaan waktu retensi ->
adalah terdiri terpisah menjadi molekul
dari dua blok molekul
bangunan
utama

Spektroskopi massa ->


memungkinkan untuk
menangkap, ionisasi,
mempercepat, membelokkan,
dan mendeteksi molekul Spektrometri Massa Kromatogarfi Gas
terionisasi secara terpisah.
3 4

2
28/12/2021

GC-MS adalah alat yang terdiri dari GC dan MS


Instrumen GCMS yang dikombinasikan menjadi satu, digunakan untuk
identifikasi komponen yang mudah menguap maupun yang
tidak mudah menguap. GC-MS memiliki tingkat
selektivitas dan sensitifitas yang tinggi.
Biasanya GC-MS digunakan untuk mengidentifikasi
(analisa Kualitatif) dan analisa kuantitatif senyawa
organik yang mudah menguap, pemisahan terjadi di kolom
kemudian masing-masing senyawa ditentukam massa
molekulnya.
Sebagai Fase mobile (fase gerak) pada GC-MS
digunakan Gas. Alat ini tidak dapat menggunakan detektor
ionisasi nyala, karena detektor dapat merusak senyawa
yang melaluinya. Sehingga digunakan detektor yang tidak
akan merusak senyawa.

5 6

3
28/12/2021

Beberapa unsur penting dalam GC-MS


Ketika detektor menunjukkan puncak, beberapa
diantaranya melalui detektor dan pada waktu itu dapat 1. Gas Pembawa
dibelokkan pada spektrometer massa. Hal ini akan Tergantung dari detektor yang dipakai. Gas pembawa
memberikan pola fragmentasi yang dapat dibandingkan harus memiliki persyaratan antara lain: inert, murni
dengan data dasar senyawa yang telah diketahui dan mudah diperoleh. Pemisahan senyawa dalam kolom
sebelumnya pada komputer. bergantung pada pengaliraN gas melalui kolom dengan
laju terkendali. Gas yang sering digunakan: Helium,
Argon, Nitrogen, Hidrogen.
Itu berarti bahwa identitas senyawa-senyawa dalam
jumlah besar dapat dihasilkan tanpa harus mengetahui
waktu retensinya. 2. Kolom, kolom terbagi dari 2 jenis:
a. kolom kemas, terbuat dari logam, kaca atau plastik.
b. kolom kapiler, terbuat dari baja tahan karat atau
Gas Chromatography-Mass Spectroscopy silika.
merupakan pengabungan dari kromatografi gas
Cair dan spektometri massa. 3. Fase Diam, fase diam dalam kolom dapat berupa fase
diam cair dan fase diam padat. Untuk kolom kapiler
lebih banyak fase cair.

7 8

4
28/12/2021

4. Suhu, suhu merupakan faktor utama untuk


menentukan keberhasilan analisis. ❑ Keadaan sampel harus dalam keadaan larutan untuk
diijeksikan ke dalam kromatografi. Pelarut harus
5. Sistem injeksi, sistem injeksi memiliki 2 bersifat volatile dan organik (sebagai contoh
sistem: heksana atau diklorometana). Jumlah sampel
a. langsung (direct inlet) bergantung pada metode ionisasi yang dilakukan,
b. sistem kromatografi gas (indirect inlet) biasanya yang sering digunakan untuk analisis
sensivitas adalah sebesar 1 – 100 pg per komponen.
6. Detektor, terdiri dari 2 sistem: ❑ Pada GC-MS sampel yang digunakan hanya sebatas

a. Sistem ionisasi senyawa volatil saja, pada sampel non volatil untuk
b. Sistem analisa meningkatkan batas deteksi dilakukan derivatisasi

9 10

5
28/12/2021

Esterifikasi
Adalah proses kimiawi untuk mengubah suatu
senyawa menjadi senyawa lain yang mempunyai
sifat sifat yang sesuai untuk dilakukan analisis
menggunakan kromatografi gas atau menjadi Siklisasi Asilasi
lebih mudah menguap.

Tujuan : Derivatisasi
1. Meningkatkan batas deteksi
2. Meningkatkan volatilitas => menutup gugus
polar Kondensasi Sililasi
3. Meningkatkan stabilitas senyawa volatil
4. Menurunkan volatilitas yang bersifat terlalu
volatil Alkilasi

11 12

6
28/12/2021

2. Penganalisis massa digunakan untuk


memisahkan ion-ion berdasarkan pada rasio
m/z. penganalisis massa tersebut
Komponen spektometer massa terdiri dari sumber
dihubungkan oleh suatu ruang yang akan
dipenuhi oleh gas penumbuk. Ion-ion yang
pengion, penganalisis massa, dan detektor. masuk ke dalam ruang tersebut akan
mengalami tumbukan dengan molekul gas
1. Sumber pengion adalah bagian dari spektrometer penumbuk yang pada umumnya berupa gas
massa yang mengionisasi bahan-bahan yang akan inert seperti argon atau helium.
dianalisis. Ruang ionisasi biasanya juga diisi
dengan gas nebulator sehingga analit yang 3. Bagian terakhir dari spektrometer massa
adalah detektor yang merekam nilai m/z suatu
sebelumnya berupa cairan akan diubah menjadi ion ketika ion tersebut melewati atau
molekul gas bermuatan. Molekul gas bermuatan menumbuk permukaan detektor. Sinyal yang
tersebut akan bergerak menuju penganalisis dihasilkan oleh ion akan ditangkap detektor
massa. dan direkam nilai m/z-nya serta digambarkan
1. Electron Impact Ionisation ke dalam sebuah spektrum massa.
2. Chemical Ionisation
13 14

7
28/12/2021

Sumber pengion: Electrospray Ionization (ESI)

 Tiga langkah dalam ESI : produksi tetesan


GC bermuatan, pengurangan ukuran tetesan
bermuatan dan fase gas pembentukan ion.
 Sampel di pompa menuju pipa kapiler yang sangat
sempit dan bertegangan tinggi, terjadi nebulasi,
analit berinteraksi dengan lapisan permukaan
pelarut menghasilkan tetesan bermuatan
Penganalisis masa positif/negatif.
 Tetesan Muatan ini akan mengalami pengurangan
ukuran karena menguapnya pelarut, meningkatnya
kerapatan muatan pada partikel sehingga
meningkatkan tegangan permukaan dan tetesan
akan pecah menjadi tetesan-tetesan lebih kecil
 Sampai butiran cukup kecil, analit akan terlepas
dari butiran dan menuju ke mass analyzer

8
28/12/2021

penganalisis massa triple quadrupole (TQD)

Pada APCI, sampel yang berasal dari kromatografi cair diuapkan


Analit akan melewati Q1 (MS1), dihasilkan m/z sebagai ion
dengan cara dipanaskan oleh gas nebulator. Kemudian, komponen induk, kemudian di alirkan menuju Q2 (collision cell) sebagai
polar dari pelarut yang menguap diionisasi oleh lecutan bertegangan
tinggi dari jarum korona sehingga bermuatan. Molekul pelarut
sel kolison yang digunakan untuk memfragmentasi ion induk
kemudian menransfer muatannya ke molekul analit yang terionisasi, menjadi pecahan-pecahan ion. Kemudian pecahan ion yang
molekul-molekul tersebut kemudian melewati lubang menuju ke Mass
analiyzer dihasilkan dideteksi oleh Q3 (MS2), dihasilkan m/z sebagai ion
pecahan (daughter)

9
28/12/2021

 Time-of-flight menganalisis ion dengan cara mengumpulkan hasil


kromatografi cair pada sumur pelat spotter, kemudian sampel
dicampur dengan kromofor seperti asam amino krotonat yang akan
menyerap cahaya dari tembakan laser (menggunakan laser UV)
intensitas tinggi dalam sumber ion.
 Molekul target ini kemudian meledak, menjadi fase gas sambil
mengionisasinya secara kimia. Fragmen-fragmen tersebut menuju ke
flight tube melalui lensa fokus.
 Flight time dari setiap fragmen tergantung pada rasio m/z-nya.
Fragmen yang lebih ringan tiba di detektor ion lebih dahulu. Untuk
mendeteksi fragmen m/z, setiap elemen detektor berarus diode
diaktifkan hanya untuk m/z tertentu, yang memungkinkan pemilihan
hanya pada massa tunggal per ledakan.
 Dengan menggunakan teknik ini, seluruh pola ledakan fragmen dapat
dianalisis untuk setiap aktivitas, yang sangat meningkatkan
sensitivitas sistim.
 Time-of-Flight biasanya digunakan dalam penentuan struktur protein
di mana sistem LC-TOF digunakan untuk analisis protein, peptida,
dan polinukleotida.

10
28/12/2021

 Detektor berfungsi untuk merekam muatan yang


diinduksi atau arus yang dihasilka ketika ion  Ion akan menumbuk/berbenturan dengan photo
lewat atau mengenai permukaan yang akhirnya katoda menghasilkan electron.
akan menghasilkan spektrum massa. Jenis  Elektron diarahkan pada dynode pertama dan
diubah menjadi electron-electron sekunder
detektor yang sering digunakan yaitu, Electron
Dynode selanjutnya (multiplier) akan
Multiplier (EM), Faraday Cup, Negative-ion 
melipatgandakan electron
detection, Post acceleration detector, Channel
Dynode terakhir dengan adanya kapasitor,
Electron Multiplier Array (CEMA), The daly

elektron2 diubah menjadi arus listrik, selanjutnya
detector, dan Array detector mnjadi spectrum massa

11
28/12/2021

Keuntungan GCMS Kekurangan


➢ Efisien, resolusi tinggi sehingga dapat digunakan ➢ Teknik Kromatografi gas terbatas
untuk menganalisa partikel berukuran sangat untuk zat yang mudah menguap.
kecil seperti polutan dalam udara
➢ GC/MS kurang cocok untuk analisa
➢ Aliran fasa bergerak (gas) sangat terkontrol dan senyawa labil pada suhu tinggi
kecepatannya tetap.
karena akan terdekomposisi pada
➢ Pemisahan fisik terjadi didalam kolom yang awal pemisahan.
jenisnya banyak sekali, panjang dan
temperaturnya dapat diatur.
➢ Kromatografi gas tidak mudah
dipakai untuk memisahkan
➢ Banyak sekali macam detektor yang dapat
dipakai pada kromatografi gas (saat ini dikenal campuran dalam jumlah besar.
13 macam detektor) dan respons detektor adalah ➢ Pemisahan pada tingkat mg mudah
proporsional dengan jumlah tiap komponen yang dilakukan, pemisahan pada tingkat
keluar dari kolom. gram mungkin dilakukan, tetapi
➢ Sangat mudah terjadi pencampuran uap sampel pemisahan dalam tingkat pon atau
kedalam fasa bergerak. ton sukar dilakukan kecuali jika ada
➢ Kromatograf sangat mudah digabung dengan metode lain.
instrumen fisika-kimia yang lainnya, contohnya ➢ Fase gas dibandingkan sebagian
GC/FT-IR/MS. besar fase cair tidak bersifat reaktif
➢ Analisis cepat, biasanya hanya dalam hitungan terhadap fase diam dan zat terlarut.
menit.
➢ Tidak merusak sampel.
➢ Sensitivitas tinggi sehingga dapat memisahkan
berbagai senyawa yang saling bercampur dan
mampu menganalisa berbagai senyawa
meskipun dalam kadar/konsentrasi rendah.
Seperti dalam udara, terdapat berbagai macam
senyawa yang saling bercampur dan dengan
ukuran partikel/molekul yang sangat kecil.
23 24

12
28/12/2021

Penentuan atau konfirmasi struktur kimia obat


dan metabolit obat (MS-MS)
Deteksi/kuantitasi Pengotor (kemurnian)
Deteksi / kuantitasi obat dan metabolitnya dalam
cairan biologis (Doping, TDM, Farmakokinetika)

13

Anda mungkin juga menyukai