0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan8 halaman

Kinematika Gerak Lurus Kelas 11

Bab II merangkum berbagai konsep gerak seperti kecepatan, percepatan, jarak, dan waktu. Gerak lurus beraturan adalah gerak dengan kecepatan tetap, sementara gerak lurus berubah beraturan memiliki percepatan konstan. Hubungan antara jarak, kecepatan, dan waktu dijelaskan.

Diunggah oleh

Junita Safitri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan8 halaman

Kinematika Gerak Lurus Kelas 11

Bab II merangkum berbagai konsep gerak seperti kecepatan, percepatan, jarak, dan waktu. Gerak lurus beraturan adalah gerak dengan kecepatan tetap, sementara gerak lurus berubah beraturan memiliki percepatan konstan. Hubungan antara jarak, kecepatan, dan waktu dijelaskan.

Diunggah oleh

Junita Safitri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Setiap gerak didefinisikan sebagai perubahan posisi relatif terhadap titik acuan tertentu.
Namun dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan bumi (tanah) sebagai titik acuan
umum. Setiap benda yang bergerak, selain berubah kedudukannya terhadap acuan, berubah pula
terhadap waktunya. Dalam kehidupan sehari-hari sering dianggap sama antara jarak dan
perpindahan. Bila suatu benda bergerak, jarak menyatakan panjang lintasan yang ditempuh
benda itu selama geraknya, sedangkan perpindahan menyatakan perubahan posisi akhir benda
dibandingkan posisi awalnya. Demikian pula dalam percakapan sehari-hari kata kecepatan
(velocity) sering dirancukan penggunaannya dengan kata kelajuan (speed). Kecepatan
merupakan besaran vektor memiliki dua hal, yaitu besar dan arah, sedangkan kelajuan
merupakan besaran skalr hanya memiliki besar tetapi tidak memiliki arah. Kecepatan rata-rata
menyatakan perpindahan yang dialami benda setelah bergerak selama selang waktu tertentu.
Kelajuan rata-rata menyatakan jarak total yang ditempuh benda yang bergerak selama selang
waktu tertentu. Bila benda yang bergerak mengalami perubahan kecepatan tiap selang waktu
tertentu, maka benda tersebut mengalami percepatan.

Gerak Lurus Beraturan

Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak dengan kecepatan tetap. Dengan kecepatan
tetap artinya arah dan besar kecepatannya tidak berubah. Konsekuensinya lintasan gerak benda
yang melakukan GLB berupa garis lurus. Salah satu contoh GLB yaitu saat pasukan pengibar
bendera pusaka (Paskibraka) berjalan pada lintasan lurus, besar kecepatannya bisa dianggap tetap
GLB pada gerakan paskibraka Pada GLB, besar perpindahan sama dengan jarak, dan besar
kecepatan sama dengan kelajuan. Hal ini karena pada lintasan lurus, arah GLB selalu tetap
sehingga besar perpindahan sama dengan jarak yang ditempuh. Misalnya, pada rel yang lurus,
sebuah kereta api dapat dianggap bergerak lurus. Jika kereta api menempuh perpindahan yang
sama selang waktu yang dibutuhkan juga sama, maka gerak kereta api dapat disebut gerak lurus
beraturan.
Hubungan antara jarak tempuh (s) terhadap waktu tempuh (t) dari sebuah benda yang
melakukan gerak lurus beraturan, akan memberikan grafik berbentuk linear atau berupa garis
lurus dengan tangen sudut kemiringan grafik menunjukan nilai kecepatan benda.

Secara umum hubungan jarak tempuh (s) dan kecepatan (v) dituliskan sebagai berikut:

S=v t

dengan s = jarak tempuh (meter) t = selang waktu (sekon) v = kecepatan ( m/s )


Gerak Lurus Berubah Beraturan

Gerak dengan kecepatan berubah yang paling sederhana adalah gerak pada lintasan lurus
dengan besar kecepatan yang berubah secara beraturan. Gerak seperti ini disebut dengan gerak
lurus berubah beraturan (GLBB). Perubahan besar kecepatan secara teratur tidak lain adalah
besar percepatan yang konstan. Oleh karena lintasannya lurus maka arah gerak benda tidak
mengalami perubahan, yang mengalami perubahan hanya besar kecepatannya (sama dengan
kelajuan). Pengertian lain dari GLBB adalah gerak dengan percepatan konstan. Percepatan
konstan berarti arah dan besanya tidak berubah. Sebagai contoh, gerakan suatu mobil yang direm
sampai berhenti pada jalan lurus. Besar kecepatannya semakin lama semakin berkurang sampai
akhirnya nol saat berhenti tetapi arah kecepatannya tidak berubah. Hubungan antara jarak (s),
kecepatan (v), dan waktu tempuh (t) pada GLBB dapat diperoleh dengan melakukan percobaan.
Peralatan yang digunakan yaitu kereta dinamika, pencatat waktu (ticker timer), katrol, beban,
pita perekam, dan benang. Kereta dinamika berfungsi sebagai benda yang melakukan GLBB.
Ketika beban gantung dilepaskan, ia akan menarik kereta dinamika dan pita kertas yang
terikat pada kereta. Lalu pencatat waktu memberikan ketukan pada pita. Oleh karena beban
mengalami percepatan gravitasi maka semakin lama gerak kereta semakin cepat, dan bekas satu
ketukan ke ketukan berikutnya pada pita semakin lebar.

Bila pita dipotong setiap interval dua ketukan mengikuti garis putus-putus,dengan urutan
potongan dimulai dari sebelah kanan maka diperoleh panjang potongan pita yang semakin
memanjang. Panjang potongan pita merupakan jarak yang ditempuh kereta dinamika dalam
selang waktu tertentu (selang waktu untuk dua ketukan pada pencatat waktu). Dengan kata lain,
panjang potongan tersebut merupakan kecepatan kereta dinamika. Potongan-potongan pita
semakin memanjang, yang berarti kecepatan kereta dinamika semakin lama semakin cepat.
Kereta dinamika itu disebut mengalami percepatan.
Setiap gerak didefinisikan sebagai perubahan posisi relatif terhadap titik acuan tertentu.
Namun dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan bumi (tanah) sebagai titik acuan
umum.
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian ini kami lakukan pada saat praktikum Fisika umum dilaboratorium.
Tanggal Pelaksanaan: kamis, 14 November 2018
Tempat Penelitian : laboratorium Fisika Universitas Negeri Medan

3.2 Metode Penelitian

Metode yang digunakan adalah metode penelitian melalui Praktikum. Metode ini
merupakan metode yang tepat untuk mengetahui hasil percobaan dengan data yang lebih akurat,
jelas dan real. Sehingga data yang diperoleh dapat dibuktikan melalui teori dan praktik.
DAFTAR PUSTAKA

Holiday,D. 1997. Fisika Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Humaira,R. 2016. Pembuatan Sistem Pengukuran Besaran Gerak Lurus Berbasis Personal

Komputer Menggunakan Sensor Optocooper . Pillar Of Physics. Vol:7. No:1. Hal:65-72.

Saputra,[Link] ajar [Link]: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ibnu Sina Batam.

Anda mungkin juga menyukai