Fungsi dan Cara Kerja AC Mobil
Fungsi dan Cara Kerja AC Mobil
AC Mobil
Pada ac mobil terdapat lima komponen utama dan pipa atau hose sebagai penyambung komponen tersebut,
berikut penjelasan lima komponen penting dalam ac mobil:
1. Compressor
Adalah mesin pemompa freon yang didalamnya terdapat piston atau sitem pengerak lainnya serta dua buah
katup tiup dan hisap, yang mana katup tiup adalah berfungsi menyalurkan hasil proses pompa gas freon yang
bertekanan tinggi kepada condensor. sedangkan katup hisap berfungsi menarik lagi gas sisa pendinginan
pada evaporator. pada compressor terdapat juga magnet clutch yang berfungsi sebagai sistem kelistrikan dan
pengontrol.
2. Condensor
Pada komponen ini berfungsi sebagai penyerap panas dan pendingin atau pelepas kalor dari gas freon yang
telah melewati proses kerja dari compressor, tekanan tinggi tadi diubah menjadi liquid atau cairan dan
dialirkan lagi ke filter driyer. karenanya tidak heran condensor umumnya diletakan pada bagian depan setelah
radiator mesin, hal ini bertujuan agar condesor dapat dibantu didinginkan oleh putaran kipas dan aliran udara
saat mobil berjalan.
3. Filter Driyer
Alat ini berfungsi sebagai penampungan dan penyaring cairan yang telah melalui proses pendinginan dari
condensor. di dalam filter driyer sendiri terdapat bermacam lapisan saringan yang berfungsi memimalisir dan
menyaring kotoran dan uap air sisa-sisa cairan yang ada sehingga hasil terbaiklah yang dialirkan lagi kepada
expansi valve.
4. Expansi Valve
Fungsi alat ini adalah sebagai katup pengaturan dan mengecilkan cairan yang setelah melalui proses dari filter
driyer. di dalam expansi valve cairan yang ada disemburkan sedemikan kecil (meminimalisir gas freon)
sehingga menghasilkan embun dingin dengan tekanan yang lebih rendah kepada evaporator (cooling coil).
5. Evaporator
Proses terakhir terjadi pada komponen ini dimana embun bertekanan rendah yang dihasilkan dari expansi
valve tadi disalurkan melalui cooling coil melalui pipa-pipa kapiler yang terstruktur pada cooling coil dan telah
menjadi dingin karena proses tersebut dan dihembuskan oleh blower yang keduanya terdapat dalam
evaporator, sehingga anda dapat merasakan dingin dan sejuk pada kabin ruang kendaraan melalui kisi-kisi
angin yang terdapat pada dasbor mobil. Hasil sisa dingin tadi kemudian dikembalikan lagi ke compressor,
begitulah proses kerja ac mobil terjadi terus-menerus saat mesin dihidupkan tentunya.
Seperti yang telah disampaikan bahwa sistem kerja ac secara garis besar adalah sirkulasi udara, maka sangat
berpengaruh juga dengan kondisi suhu temparatur mesin dan kabin kendaraan. oleh karena itu penting juga
untuk menjaga kedua hal tersebut. seperti rajin mengotrol air radiator dan jangan parkirkan kendaraan anda
pada panas matahari langsung yang berdampak kabin mesin panas dan memerlukan proses pendingian yang
cukup lama untuk ac mobil dapat mendinginkan ruang kabin kendaraan anda. beberapa tips perawatan ac
mobil dapat anda baca pada artikel lain yang telah saya tulis sebelumnya.
Pada kesempatan lain juga akan saya kupas tentang tiap-tiap fungsi komponen dari ac mobil serta tips-tips
perawatan, yang kiranya dapat menambah wawasan pengetahuan sobat Corner sekalian. Nantikan dan simak
terus ya sobat artikel saya lainnya. Terima Kasih.
1. Compressor
Perangkat ini sebagai elemen AC yang berfungsi untuk mengatur sirkulasi freon/refrigerant ke
condenser.
2. Condenser
Komponen ini mempunyai tugas untuk mendinginkan freon/refrigerant (mengubah freon menjadi cairan
yang bertekanan tinggi dan bertemperatur tinggi).
3. Receiver dryer
Komponen ini sebagai tempat penyimpanan freon secara sementara kondensor mencairkannya,
kemudian disalurkan ke evaporator. Dryer juga berfungsi sebagai penampung dan penyaring kotoran
dalam sistem peredaran dalam AC mobil.
4. Thermostat
Perangkat yang menyalurkan daya listrik ke compressor secara otomatis. Pada thermostat terdapat
sebuah sensor yang akan mendeteksi suhu di evaporator (jika suhu mulai dingin maka akan
mengaktifkan pemutusan arus listrik agar tidak mengalami pembekuan)
5. Expansion valve
Elemen yang berfungsi sebagai pengubah cairan freon menjadi uap atau kabut (cairan freon yang dari
dyer ke evaporator dengan temperatur dan tekanan yang rendah).
6. Evaporator
Perangkat ini berfungsi sebagai penyerap panas dan merubahnya menjadi udara dingin melalui sirip-
sirip pendingin (mengubah cairan freon menjadi gas dingin)
7. Blower
Komponen ini berfungsi mengeluarkan gas dingin yang dihasilkan oleh refrigrant yang melewati katup
expansi, sehingga udara dingin memasuki ruang kendaraan,
Kompresor ( compresor )
Berfungsi memberikan tekanan pada zat pendingin ( refrigerants ) agar bersikulasi pada sistem.
Kompresor ada dua jenis yaitu jenis rotari (gerakan rotor di dalam stator kompresor akan menghisap dan
menekan zat pendingin ) dan torak ( untuk menghisap dan menekan zat pendingin dilakukan oleh
gerakan torak di dalam silinder kompresor ). Agar kinerja kompresor tidak terlalu membebani mesin dan
lebih awet maka dipasangi alat bernama pressure swicth untuk mengatur secara otomatis jalannya
kompresor.
Kerugian :
*Sampai saat ini hanya dipakai untuk sistem AC yang kecil saja sebab pada volume yang besar, rumah
dan rotornya harus besar pula dan kipas pada rotor tidak cukup kuat menahan gesekan.
Berfungsi mendinginkan atau memperkecil kalor zat pendingin yang telah diberi tekanan oleh
kompresor. Pada saat diberi tekanan kompresor suhu zat pendingin menjadi panas, setelah melewati
kondensor menjadi dingin dan berubah jadi cair.
Berfungsi menyerap atau mengeringkan uap air sebagai efek pendinginan zat pendingin dari kondensor.
Berfungsi menurunkan tekanan zat pendingin dari kondensor sebelum masuk ke evaporator, tujuannya
agar zat pendingin berfungsi optimal menyerap panas di sekitar evaporator. Bentuk ekspansi ada yang
kotak dan kapiler. Hati - hati jangan sembarangan gonta - ganti atau mencampur jenis zat pendingin,
sesuaikan dengan spesifikasi AC anda agar sistem terhindar dari kerusakan mengingat karakter zat
pendingin berbeda - beda.
erfungsi mengambil panas zat pendingin agar menjadi lebih dingin serta merubahnya menjadi gas.
Sepintas mirip kondensor cuma evaporator lebih banyak mengambil panas dibandingkan kondensor.
Evaporator diletakkan dalam dashboard mobil dan dilengkapi motor blower atau kipas peniup untuk
menghembuskan udara dingin ke dalam kabin mobil. Agar udara yang ditiup bersih maka diperlukan
filter untuk menyaring kotoran yang ikut tertiup blower.
Dahulu yang umum dipakai adalah freon jenis R - 12 namun karena merusak lapisan ozon maka diganti
dengan jenis R 134a yang ramah lingkungan. Namun perlu diketahui AC yang didesain menggunakan zat
pendingin R - 12 tidak boleh begitu saja dicampur atau full diganti R 134a tanpa mengganti beberapa
sparepart sistem AC dan jenis oli kompresor. Hal ini mengingat molekul R 134a lebih kecil dari R - 12.
Kalau anda memaksakan mencampur tanpa mengganti spare part dan oli kompresor maka dipastikan
kompresor macet / rusak serta sering freon habis karena bocor. Oli kompresor R - 12 adalah ND-OIL6
(mineral oil) atau ND-OIL7 sedangkan Oli kompresor R134a adalah ND-OIL8 (synthetic oil) atau ND-
OIL9.
.Proses Kerja AC Mobil
Setelah anda mengetahui fungsi dari semua komponen AC mobil, maka selanjutnya mengetahui proses
kerja sistem AC mobil sebagai berikut:
1. Zat pendingin bertekanan tinggi dari kompresor berupa gas.
2. Zat pendingin yang sudah didinginkan oleh kondensor berubah bentuk dari gas menjadi cair.
3. Zat pendingin yang telah diturunkan tekanannya oleh katup ekspansi, berubah bentuk menjadi
uap.
4. Zat pendingin yang telah menyerap panas pada evaporator berubah bentuk menjadi gas.
5. Zat pendingin yang berbentuk gas diberi tekanan oleh kompresor sehingga beredar dalam sistem
AC,karena adanya tekanan maka zat pendingin menjadi panas.
6. Kondensor akan medinginkan zat pendingin tersebut (kondensasi),sementara tekanan zat
pendingin masih tetap tinggi dan berubah bentuk menjadi cair.
Dengan demikian ac mobil mempunyai fungsi mengatur suhu udara, mengatur sirkulasi udara, mengatur
kelembaban (humidity) udara, dan mengatur kebersihan udara. Sehingga salah satu dari beberapa
banyaknya perangkat mobil yang sangat penting adalah ac mobil.
1. Jagalah selalu kebersihan kabin dari debu dan kotoran. Terutama karpet 2 lembar yang didepan
karena akan tersedot kedalam evaporator (lembab) sehingga terjadi jamur dan spora sangat tidak
baik buat kesehatan, dan menimbulkan bau yg tidak enak bila pertama kali AC dihidupkan.
2. Saat mencuci mobil, buka kap mesinnya dan semprotkan air yang kencang pada bagian Condensor
AC (yang bentuknya mirip radiator dan biasanya terletak di depan radiator) kotoran atau debu yang
menempel bila dibiarkan akan mengeras bisa mengakibatkan korosi atau keropos sehingga menjadi
bocor pada bagian kondensor AC, atur tekanan air sebelum di semprotkan pada unit condensor AC
(kurangi tekanan airnya)
3. Memilih tempat parkir yang teduh jika parkir kendaraan dalam waktu yang cukup lama, Karena
kalau di tempat panas biasanya pas pengemudi masuk, ruang dalam cukup panas dan mengakibatkan
membutuhkan proses pendinginan yang lama. Selain itu beban pendinginan saat mobil berjalan pun
ikut tinggi.
4. Periksalah ExtraFan (kipas) yang didepan Condensor apakah berputar bila AC dinyalakankan. Bila
tidak segera ganti, akan mengakibatkan Compressor AC rusak atau selang highpress bisa meledak.
5. Jangan merokok di dalam mobil karena asapnya bisa mengotori Evaporator AC/Cooling Coil Unit
karena nikotin yang lengket dan akan berlendir serta menimbulkan bau tak sedap dan susah untuk
dihilangkan.
7. Sebelum menyalakan mesin matikan AC terlebih dahulu, sesudah mesin stabil baru AC
dinyalakankan. Begitu pun sebaliknya, matikan AC terlebih dahulu sebelum anda mematikan mesin
mobil anda.
8. Jangan memakai pengharum wewangian yang mutunya kurang jelas, akan menimbulkan bau dan
sulit untuk dibersihkan. Dan jangan memakai pengharum model colok/gantung ke GRILL sebab sering
mengakibatkan GRILL/angin-anginan patah (karena sebagian GRILL sulit diperoleh di pasaran).
sumber : [Link]
Pada gambar diatas terdiri atas dua bagian besar, yaitu rangkaian blower dan rangkaian
thermostat.
Rangkaian Blower berfungsi untuk mengatur kecepatan kipas blower dengan menggunakan switch /
saklar blower. Rangkaian ini hanya dasar, dan pada dasarnya setiap AC mobil menggunakan alur ini,
namun dengan berbagai tambahan sesuai dengan kebutuhan.
Rangkaian Thermostat berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus secara otomatis. Hal
ni terjadi berdasarkan besar suhu yang di terima oleh komponen thermostat. Jika suhu pada ruangan
sudah dingin, maka secara otomatis thermostat akan memutuskan arus yang mengalir ke kopling
magnet yang ada dikompresor dengan menggunakan relay, sehingga kompresor berhenti bekerja.
Sebaliknya, jika suhu di ruangan panas atau tidak sesuai dengan keinginan pengguna yang di setel pada
panel pengatur suhu, maka thermostat akan membuka arus yang mengalir ke kopling magnet dengan
menggunakan relay. Sehingga kompresor bekerja.
Sumber : [Link]
Cara Kerja Ac Mobil Langkah pertama untuk memahami cara kerja ac mobil atau ac rumah adalah
anda harus memahami masalah hubungan pressure and temperature. Hubungan suhu dan tekanan,
karena pada dasarnya cara kerja ac adalah simulasi hubungan antara suhu dan tekanan bahan pendingin
didalam pipa /selang yang dihubungkan secara [Link] satu alat dengan alat yang lainnya. contoh
yang paling mantap adalah hubungan suhu udara dengan tekanan atmospher seperti contoh gambar
dibawah ini :
sekarang sudah terbayang jika kita ada di puncak mount everest diatas ketinggian 8,8 km diatas
permukaan laut. suhu dapat mencapai minus 40 derajat celcius tekanan udara rendah. alias kurang
oksigen dibandingkan dengan kota tangerang suhu dapat mencapai 35 derajat celcius tapi anda dapat
bernapas lega udara dapat dihirup secara gratis.
Contoh hubungan antara suhu dan tekanan yang juga mantap seperti dibawah ini
akhirnya oleh para ahli fisika, kimia dan ahli mekanik diciptakan sebuah alat mesin pendingin dan bahan
pendingin /Refrigerant seperti R-12, R-22 R-134a dll yang memanfaatkan perubahan suhu dan tekanan
bahan pendingin tersebut untuk kepentingan umat manusia. zat-zat bahan pendingin tersebut harus
aman, tidak berbau, tidak meledak, tidak beracun.
Hubungan suhu dan tekanan R134 & R12 yang biasa dipakai di mobil
Cara kerja ac mobil Dalam diagram dibawah ini dapat saya uraikan sebagai berikut : ketika anda
menekan tombol ac di dasbor mobil anda dalam keadaan mesin mobil hidup, maka arus listrik positip
langsung meluncur ke kopling kompresor / magnetic clutch karena ada arus listrik maka kopling
kompresor berubah menjadi magnet dan menekan kompresor dan ahirnya kompresor bergerak, katup
hisap mengisap pada jalur pipa area biru seperti pada gambar
hasil hisapan piston kompresor bahan pendingin kemudian ditekan, bahan pendingin merubah suhunya
menjadi panas akibat tekanan piston, kemudian bahan pendingin/freon masuk ke condensor untuk
didinginkan agar merubah wujud dari vapor/gas menjadi cairan selanjutnya gas sudah merubah wujud
menjadi cairan masuk ke dryer/saringan agar jangan sampai ada kotoran/gram, karena gas cairan bahan
pendingin akan masuk ke area yang sangat kecil/sempit yaitu keran ekspansi. selanjutnya cairan bahan
pendingin masuk keran ekspansi untuk masuk ke area evaporator karena lubungnya teramat kecil,
sementara kompresor terus mengisap area evaporator / area warna biru tekanannya menjadi rendah
ketika sebagian kecil bahan pendingin dapat menerobos lubang keran ekspansi maka tekan area biru
bahan pendingin berkisar 25 s/d 35 PSi inilah yang didesain oleh para ahli pembuat ac. kita lihat tabel
tekanan R134a 25-35 psi adalah 29 s/d 40 derajat F dingin, sedangkan tekanan area merah 135 s/d 155
psi suhunya 105 s/d 115 F hangat. akibatnya evaporator menjadi dingin akibat dari bahan pendingin
menguap pada tekanan 25-35 psi, sesuai dengan desain. selanjutnya blower meniupkan angin melewati
evaporator yang sudah dingin, akibatnya udara yang keluar didasbor menjadi dingin sesuai dengan yang
diharapkan.
cara kerja kompresor tipe piston
1. kompressor
Tip membeli kompresor bekas ex singapura : tekan katup buang/tekan oleh ibu jari tangan kiri anda,
sementara tangan kanan anda memutar magnetic clutch 3-5 kali putaran, kemudian rasakan apakah ada
tekanan angin pada ibu jari tangan anda jika ada pertanda kompresor masih bagus. jika tesnya melalui
katup hisap, 3-5 kali putaran tangan anda merasa tersedot pertanda kompresor masih sangt bagus.
2. Condenser
condensor berfungsi untuk merubah freon dalam wujud gas dirubah menjadi bentuk cairan,
condensor umumnya terbuat dari pipa bahan almunium atau tembaga jika ditarik lurus pipa kondensor
panjangnya dapat mencapai 12-14 meter.
3. Drier
drier berfungsi untuk menyaring kotoran agar bahan pendingin bersih dari kotoran-kotoran gram
pertikel besi ataupun yang lainnya dan juga berfungsi untuk melihat apakah freon sudah menjadi cairan
dan juga berfungsi untuk melihat apakah freon sudah full ketika freon diisikan kedalam sistem , ciri tes
drier masih bagus atau buruk/jelek adalah cukup ditiup oleh tekanan mulut kita, jika tiupan terasa
enteng maka drier masih cukup bagus untuk digunakan kembali.
4. expansion valve
expansion valve - keran ekspansi berfungsi untuk mengatur seberapa banyak freon yang
masuk kedalam evaporator dan secara otomatis.
5. Evaporator
evaporator berfungsi sebagai tempat menguapnya cairan bahan pendingin sesuai dengan yang
didesain tekanan freon antara 25 - 35 psi lihat tabel suhunya 29-40 derajat fahrenheit Blower dan
evaporator dalam satu unit
6. Blower
blower berfungsi untuk meniupkan udara dingin yang dihasilkan oleh evaporator ke ruang kabin
kendaraan
7. Thermostat
Fungsi thermostat adalah pengatur suhu seberapa besar suhu yang diinginkan, umum ada dua
konektor satu terhubung ke magnetic clutch kompresor yang satu lagi terhubung ke tombol dasbor ke
jalur listrik positip atau ke relay sesuai dengan desain mobil. cara kerjanya jika suhu di evaporator yang
diinginkan sudah tercapai maka themostat akan memutuskan arus listrik, maka compressor berhenti
istirahat. erputar. maka proses pendinginan terhenti. ketika suhu evaporator dinginnya mulai berkurang,
maka arus listrik terhubung kembali. dan kompresor berputar kembali.
Berikut Termometer untuk mengukur suhu udara angin blower
Berikut Manifold gauge
Manifold gauge berfungsi untuk memasukan bahan pendingin, mengukur tekanan jalur pipa tekanan
rendah dan jalur pipa tekanan tinggi, dan juga berfungsi untuk mendiagnosis masalah/causes ac mobil.
harga satu set manifold gauge relatip murah 75 ribu s/d 150 ribu, saya saran kan belinya di toko alat
alat ac rumah harga lebih murah. Masalah Ac Mobil dan Solusinya Masalah ac mobil
kurang dingin Berikut ini saya uraikan cara mendiagnosis masalah ac mobil, jika ac mobil anda dalam
masalah. Melalui metode pengukuran tekanan sisi bagian rendah dan sisi bagian tinggi , maka dengan
mudah menditeksi penyebab masalah ac mobil anda. cara diagnosis kerusakan ac mobil sebaiknya mobil
jangan dihidupkan dahulu.! langkah pertama hubungkan selang gauge tekanan rendah pentil low
pressure service value dan selang yang satu ke pentil high pressure service value pastikan gas freon tidak
ada yang keluar dari pentil service. tekanan sisi rendah dan sisi tinggi relatip sama. Langkah kedua
hidupkan mobil kontak ac hidupkan dalam keadaan langsam. atau posisi mesin pada RPM 2000. lihat
tekanan sisi rendah dan sisi tinggi amati. seberapa besar tekanannya Standar Operasi Normal Ac mobil
dingin mantap low side 25-35 psi High side 135-155 Psi Sebagai panduan untuk menditeksi masalah ac
mobil anda Tabel dibawah ini bisa dijadikan panduan Kemungkinan alat yang rusak Ambient
Temperature Skala ° F Low side Gauge Psi High side gauge Psi Compressor 90 50 120 Condenser 95 55
300 Drier 100 5 305 Keran Ekspansi 95 2 170 Keran ekspansi 95 55 160 Thermostat 97 10 205
Thermostat 98 60 210
Masalah AC mobil Tidak Dingin Dalam kasus ini biasanya yang keluar dari blower hanya angin saja
dinginnya sama sekali tidak ada, maka yang harus dilakukan ada beberapa langkah pengecekan : periksa
fan belt cek magnetic clutch cek sensor tekanan periksa sekering ac periksa relay ac periksa bahan
pendingin
langkah pertama hidupkan mobil dan sistem ac dalam keadaan on, periksa drive belt apakah berputar,
jika berputar selanjutnya cek magnetic clutch apakah ikut berputar, jika tidak berputar dapat dipastikan
magnet tidak menerima arus listrik langkah 2 selanjutnya cek sensor tekanan
coba hubungkan dua kutub sensor tekanan dengan menggunakan kabel pendek jika magnetic clutch
berputar dapat dipastikan penyebab kerusakan adalah sensor tekanan dalam keadaan ac normal tanpa
sensor dapat ac mobil dapat digunakan. jika magnetic clutch tetap tidak berputar selajutnya test arus
listrik, ambil tespen periksa 2 kutub sensor tekanan, jika tespen tidak menyala dapat dipastikan
kerusakannya pada area relay atau sekering, lokasi sekering a/c atau relay biasanya ada dibawah
[Link] area mesin biasanya kotak sekering maupun relay tertulis A/C
jika semua sistem kelistrikan sudah ok namun ac tidak dingin : ada dua kemungkinan
penyebabnya bahan pendingin habis coba cek pentil untuk memasukan bahan pendingin ,ditekan pakai
paku atau obeng plus jika bahan pendingin masih ada, selanjutnya lakukan langkah matikan mesin : tes
magnetic clutch lepas soket hubungkan dengan kabel 1 meter kemudian langsung jumper ke terminal
positip aki jika tidak terdengan bunyi : trek2 dapat dipastikan magnetnya rusaksumber :
[Link]
Tambahan :
DIAGNOSA KERUSAKAN AC
Bermacam cara dapat dilaksanakan untuk pengetesan sistem AC, antara lain:
1. Tes tekanan
2. Tes temperatur
3. Tes kebocoran
1. Tes Tekanan.
Untuk melakukan tes tekanan, mesin harus berputar pada > 2000 Rpm. Sistem AC yang bekerja normal
saluran hisap (Tekanan Rendah) kompresor, zat pendingin harus berupa gas dengan tekanan 1,5 – 2 bar
(21 – 29 psi).Pada saluran tekan (Tekanan Tinggi) kompresor zat pendingin masih berbentuk gas dengan
tekanan 14,5 – 20 bar (200 – 213 psi).
Penyebab :
Tekanan yang kurang pada saluran tekan dan saluran hisap kompresor menunjukkan zat
pendingin yang beredar dalam sistem volumenya sudah berkurang.
Kekurangan zat pendingin yang sudah diisi penuh disebabkan kebocoran pada sistem, akibatnya sistem
AC bekerja tidak efisien (AC kurang dingin).
Bila tekanan tinggi diukur setelah saringan, hal ini bisa menunjukkan saringan sudah kotor.
Penyebab :
Pengisian zat pendingin terlalu [Link] pada bagian tekanan tinggi akan naik, volume
zat pendingin yang disemprotkan katup ekspansi akan lebih besar, menyebabkan saluran tekanan rendah
naik pula tekanannya.
Pendingin kondensor yang kurang baik, menyebabkan temperatur evaporator menjadi naik, dan
tekanan pipa kontrol katup ekspansi akan naik juga mengakibatkan katup ekspansi akan selalu
membuka. Tekanan kedua bagian saluran tekanan tinggi dan rendah akan naik.
Bila manometer menunjukkan tekanan yang lebih besar lagi pada kedua saluran, hal ini berarti
ada uap air yang beredar dalam sistem.
Pengisian zat pendingin yang terlalu banyak harus dihindari, karena sistem AC bekerja lebih
berat dan terasa kurang dingin.
c. Manomater tekanan rendah lebih tinggi dan manometer tekanan tinggi lebih rendah
Gambar Manometer tekanan rendah lebih tinggi dan tekanan tinggi lebih rendah
Penyebab :
Kebocoran pada bagian–bagian yang bergesekan dari kompresor seperti katup–katup cincin
torak, menyebabkan kompresor tidak bekerja dengan baik.
Langkah tekan kompresor tidak menghasilkan tekanan yang lebih tinggi dan temperatur
evaporator naik, katup expansi akan selalu terbuka.
Katup–katup kompresor yang rusak akan menyebabkan zat pendinginan yang ditekan akan
mengalami kebocoran kebagian saluran hisap, akibatnya saluran hisap tekanannya akan lebih naik/tinggi
dan bagian saluran tekanan, tekanannya akan turun/rendah
2. Tes temperatur.
a. Mengukur temperatur udara dalam saluran evaporator.
Pengetesan kemampuan sistem AC dengan cara ini masih pada putaran mesin ? 2000 rpm, AC bekerja
dengan beban penuh dan pengetesan dengan manometer menunjukkan sistem tidak ada kesalahan.
Tabel perbandingan temperatur udara luar dan temperatur udara dalam saluran evaporator di bawah ini,
dapat dijadikan pedoman untuk tes temperatur.
Prosentase kelembaban udara relatif yang lebih besar dapat diturunkan oleh sistem AC, karena udara
yang basah/lembab akan dikeringkan oleh evaporator, hal ini terlihat adanya tetesan air (kondensasi) di
sekitar pipa – pipa evaporator. Menggunakan Higrometer kita dapat mengukur kelembaban udara dalam
ruangan AC, kelembaban udara yang ideal adalah 45 –50% dengan temperatur ruangan 20 - 22ºC. Bila
kelembaban udara luar tidak jauh berbeda dengan kelembaban udara dalam ruangan AC, hal ini berarti
evaporator terlalu basah & kotor. Gejala ini juga terasa AC kurang dingin.
3. Tes kebocoran
Mengetes kebocoran zat pendingin pada sistem dapat dilakukan dengan macam– macam cara, secara
sederhana dapat dilakukan dengan memeriksa sambungan – sambungan instalasi pipa memakai busa
sabun, atau dengan kompor nyala api sipiritus.
Gambar di bawah memperlihatkan alat Leak Detector yang dapat mencari kebocoran refrigrant dari
sistem AC.
Materi Pembelajaran Sistem AC / Air Conditioner
5 (100%) 2 votes
Giri Wahyu Pambudi April 17, 2017 Otomotif Leave a comment 3,441 Views
Whatsapp
Facebook
Twitter
Google +
Pinterest
Air Conditioner adalah istilah untuk perlengkapan yang digunakan untuk memelihara udara di dalam
ruangan agar temperatur dan kelembabannya menyenangkan. Apabila di dalam ruangan temperaturnya
tinggi, maka panas yang diambil agar temperatur turun disebut pendinginan. Sebaliknya, ketika
temperatur ruangan rendah, panas yang diberikan agar temperatur naik (disebut pemanasan). Sebagai
tambahan, kelembabannya ditambah atau dikurangi agar terasa nyaman.
Dengan demikian, perlengkapan yang diperlukan untuk suatu air conditioner terdiri atas cooler, heater,
moisture controller dan ventilator. Air Conditioner untuk mobil pada umumnya terdiri dari heater atau
cooler dengan pembersih embun (moisture remover) dan pengatur aliran udara.
<="" amp-ad="" style="padding: 0px; margin: 0px; outline: 0px; list-style: none; border: 0px; box-sizing:
border-box;">
Heater pada AC
Heater adalah suatu alat yang berfungsi untuk memanaskan udara di dalam mobil atau udara segar dari
luar yang dihisap ke dalam dalam mobil. Ada beberapa tipe heater, antara lain adalah heater air panas
(hot water heater), heater pembakaran (com-bustion heater) dan heater gas buang (exhaust heater),
tetapi biasanya yang digunakan adalah heater air panas yang diambil dari air radiator
Pada heater sistem air panas, air pendingin mesin disirkulasikan melalui heater core agar heater core
menjadi panas. Kemudian blower meniupkan udara melalui heater core yang panas untuk memanaskan
udara. karena air pendingin berfungsi sebagai sumber panas, heater core tidak akan panas selama
temperatur air pendingin rendah maka udara yang melewati heater core tetap dingin.
Ada dua tipe heater air panas, dibedakan dalam sistem yang digunakan untuk mengatur temperatur.
Salah satunya ialah tipe campuran udara (air mix type) dan yang lainnya tipe pengaturan aliran air (water
flow control type).
Tipe Air Mix menggunakan air mix control damper yang mengubah temperatur udara dengan cara
mengatur perbandingan udara dingin yang melewati heater core dan yang tidak melewati heater core.
Dewasa ini heater tipe ini banyak digunakan.
Tipe water flow control ini mengontrol temperatur dengan cara mengatur sejumlah air yang melewati
heater core dengan sebuah water valve. Hal ini menyebabkan perubahan temperatur heater core itu
sendiri dan penyetelan temperatur udara yang melalui heater core. Sistem heater tipe ini digunakan
untuk heater belakang pada vans dan lain-Iain.
<="" amp-ad="" style="padding: 0px; margin: 0px; outline: 0px; list-style: none; border: 0px; box-sizing:
border-box;">
Cooler pada AC
Cooler ialah alat untuk mendinginkan dan menghilangkan kelembaban udara di dalam kendaraan atau
udara segar dari luar yang dihisap ke dalam kendaraan untuk membuat udara terasa nyaman.
Kita merasa sedikit dingn setelah berenang meskipun saat hari panas. hal ini disebabkan air di badan
menyerap panas dan menguap. Dengan alasan yang sama kita merasa dingin saat mengoleskan alkohol
pada lengan, alkohol menyerap panas dan terjadi penguapan. Kita dapat membuat suatu benda menjadi
lebih dingin dengan menggunakan gejala alam ini yaitu cairan ketika menguap menyerap panas.
Suatu bejana yang memakai kran dimasukkan ke dalam kotak terisolasi. Cairan yang mudah menguap
pada temperatur atmosfir dimasukkan ke dalam bejana. Apabila kran dibuka cairan yang berada di
dalam akan menyerap panas dari udara di dalam kotak, maka temperatur udara di dalam kotak akan
lebih dingin daripada sebelum kran dibuka, Dengan cara inilah kita dapat mendinginkan suatu benda.
Akan tEtapi cairan harus ditambah karena habis. Untuk itu diperlukan efek pendingin yang menggunakan
metode di mana gas dikembalikan menjadi cairan dan selanjutnya kembali menguap menjadi gas.
berdasarkan pemikiran itu maka terciptalah Sistem AC.
1. Kompresor melepaskan refrigerant yang bertemperatur tinggi dan bertekanan tinggi karena
menyerap panas dari evaporator ditambah panas yang dihasilkan kompresor saat langkah
pengeluaran (discharge stroke).
2. Gas refrigerant ini mengalir ke daiam condenser. Di dalam condenser, gas refrigerant mengembun
kembali menjadi cairan.
3. Cairan refrigerant ini mengalir ke dalam receiver yang menyimpan dan menyaring cairan refrigerant
sampai evaporator memerlukan refrigerant.
4. Exspansion valve merubah cairan refrigerant menjadi uap dan cairan yang bertemperatur dan
bertekanan rendah.
5. Gas refrigerant yang dingin dan berembun ini mengalir ke dalam condenser dengan bantuan
kompressor . Di dalam condenser, gas refrigerant mengembun kernbali rnenjadi cairan.
Nah, setelah belajar tentang Cara Kerja Sistem AC Sekarang kita akan belajar tentang Komponen
Komponennya, kita mulai dari Kompressornya dulu.
<="" amp-ad="" style="padding: 0px; margin: 0px; outline: 0px; list-style: none; border: 0px; box-sizing:
border-box;">
Kompressor Sistem AC
Kompresor ialah pompa untuk menaikan tekanan refrigerant. Meningkatnya tekanan berarti menaikkan
temperatur. Uap refrigerant bertekanan tinggi di dalam condenser akan cepat mengembun dengan cara
melepaskan panas ke sekelilingnya.
Kompressor Type Crank / Double Piston
pada kompressor type ini putaran crank shaft diubah menjadi gerakan bolak-balik piston.
Sejumlah piston disusun pada swash plate dengan interval 72 derajat untuk kompresor 10 siiinder atau
interval 120 derajat untuk kompresor 6 silinder. Apabila salah satu sisi piston melakukan langkah
kompresi, sial lainnya melakukan langkah hisap.
Kompressor Type
Swash Plate
<="" amp-ad="" style="padding: 0px; margin: 0px; outline: 0px; list-style: none; border: 0px; box-sizing:
border-box;">
Oli kompresor diperlukan untuk melumasi bantalan-bantalan kompresor dan permukaan yang
bergesekan, Alasannya sama seperti mesin yang memerlukan pelumasan. Oli kompresor bersirkulasi
melalui siklus pendinginan, maka harus menggunakan oli khusus.
Magnetic clutch digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan aliran putaran dari mesin ke
kompressor. Komponen utamanya terdiri dari stator, rotor dan pressure plate. prisip kerjanya adalah,
apabila arus listrik dialirkan ke koil, akan timbul gaya magnet pada besi II dan gaya Magnet pada besi I.
Prinsip kerja Magnetic Clucth
Magnetik clutch terdiri dari stator, rotor dan puli, dan pressure plate untuk mengikat drive pulley. Stator
diikat pada kompresor housing, dan pressure plate dipasangkan pada kompresor shaft. Dua bearing
terietak di antara permukaan dalam rotor dan depan housing dari kompresor.
Apabila mesin hidup, maka puli berputar karena gerakan oleh shaft melialui (drive belt), tetapi kompresor
tidak berputar kecuali magnetic clutch dialiri arus. Pada saat sistem air condition ON, amplifier
mengalirkan arus listrik ke stator coil. Selanjutnya gaya electromagnet pada stator akan menarik
pressure plate dan menarik plat terhadap permukaan gesek pada puli. Pergesekan antara permukaan
dan plat menyebabkan clutch assembly berputar sebagai satu unit dan menggerakkan kompressor
Magnetic clutch dapat diklasifikasikan sesuai dengan bentuk kompresor dan jarak mesin seperti berikut :
Tipe R, tipe P : Untuk kompresor tipe swash plate dan tipe through vane.
Kopling Magnet Type F
Kondenser AC
Condenser digunakan untuk mendinginkan dan menyerap panas dari gas refrigerant yang telah ditekan
oleh kompresor, tekanan gas yang tinggi dapat mengubah gas ini kembali menjadi cair. Gas refrigerant
dapat bertemperatur dan bertekanan tinggi ini karena dikompresikan oleh kompresor, jumlah panas yang
dilepaskan refrigerant gas di dalam condenser sama dengan panas yang diserap di dalam evaporator
ditambah panas kerja yang diperlukan kompresor untuk menekan refrigerant. Makin besar jumlah panas
yang dilepaskan di dalam condenser, makin besar pula efek mendinginkan yang akan diperoleh dari
evaporator. Karena itu condenser dipasang di bagian depan kendaraan agar dapat didinginkan oleh
aliran udara dari kipas radiator mesin dan aliran udara yang terjadi selama kendaraan bergerak.
Belakangan ini ada beberapa model yang dilengkapi dengan sebuah kipas exklusif untuk condenser.
<="" amp-ad="" style="padding: 0px; margin: 0px; outline: 0px; list-style: none; border: 0px; box-sizing:
border-box;">
Recaiver Dryer AC
Fungsi dari Recaiver Dryer untuk menampung sementara refrigerant yang telah menjadi cair dari
condenser untuk kemudian mensuplaynya sesuai dengan beban pendinginan dan untuk membersihkan
refigerant dari kotoran dan uap air yang merugikan bagi siklus refrigerant. Untuk itu di dalamnya terdapat
filter, desiccant, receiver dan dryer. Pada sisi atasnya terdapat sight glass untuk melihat kondisi aliran
refrigerant. Bila refrigerant mengandung kotoran (abu), kotoran ini cenderung akan menimbulkan karat
pada komponen-komponen yang fungsional. Dan juga dapat menjadi penyumbat di dalam expansion
valve orifice dan plug orifice yang akhirnya akan menghalangi aliran refrigerant, Untuk mencegah
gangguan seperti ini, maka diberi desiccant.
Fusible plug dipasang di bagian atas receiver/dryer berfungsi sebagai alat pengaman. Fusible plug ini
disebut melt bolt, terdiri dari solderan khusus pada lubang di tengah baut. Apabila ventilasi condenser
rusak, atau beban pendinginan berlebihan, maka tekanan pada sisi tekanan tinggi dari condenser dan
receiver menjadi abnormal dan dapat menyebabkan pecahnya komponen. Bila tekanan dan temperatur
pada sisi tekanan tinggi meningkat dan mencapai 30 kg/cm2 (427 psi 2.942 kpa) dan temperatur naik
menjadi 95° sampai 100° C (2030 sampai 2120 F), maka solderan khusus di dalam fusible plug akan
meleleh dan memungkinkan refrigerant keluar, dengan demikian mencegah rusaknya perlengkapan yang
digunakan di dalam siklus refrigerant.
Expansion Valve
Setelah melewati receiver dan dryer, refrigerant cair diinjeksikan keluar melalui orifice. Refrigerant
segera berubah menjadi kabut dengan tekanan dan temperatur rendah. Alat yang bekerja pada proses
ini disebut expansion valve. Expansion valve dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tipe, antara lain :
Expansion valve tipe thermal digunakan pada pendingin untuk kendaraan Toyota. karena beban pada
evaporator berubah, kondisi saluran keluarnya harus dipelihara agar cairan refrigerant dapat menyerap
panas dari udara sekelilingnya. Marilah kita ambil contoh, Bila beban pendingin cukup besar maka
Temperatur gas pada evaporator akan tinggi. Akibatnya temperatur dan tekanan dalam heat sensitizing
tube juga tinggi dan ball akan tertekan ke bawah untuk memungkinkan sejumlah besar refri-gerant dapat
bersirkulasi. Sebaliknya bila beban pendinginnya kecil, maka hanya sejumlah kecil saja refrigerant yang
disirkulasikan.
Berdasarkan letak di mana tekanan jenuh diambil, terdapat dua tipe thermal expansion valve yaitu tipe
inner equarizing dan external equalizing.
Bila tekanan uap refrigerant yang bekerja stabil, maka berlaku rumus Pf = Pe + Ps. Pembukaan needle
valve saat ini tetap sehingga aliran refrigerant akan konstan. Di dalam evaporator yang menggunakan
expansion valve tipe ini, refrigerant pada outlet selalu dalam ben-tuk uap yang telah dipanaskan
(superheated vapor) sepanjang L.
Bila jumlah refrigerant di dalam evaporator berkurang, refrigerant akan menguap lebih cepat dan
menyebabkan panjang superheated vapor bertambah. Selanjutnya tekanan di dalam heat sensitizing
tube naik dan needle valve membuka lebih lebar, akibatnya aliran refrigerant ke evaporator bertambah.
Sebaliknya bila jumlah refrigerant di dalam evaporator bertambah, panjang bagian superheated vapor
(uap yang dipanaskan) berkurang. Tekanan di dalam heat sensitizing tube turun dan mengurangi
pembukaan needle valve
<="" amp-ad="" style="padding: 0px; margin: 0px; outline: 0px; list-style: none; border: 0px; box-sizing:
border-box;">
Akibat tahanan saluran, antara inlet dan outlet evaporator terdapat penurunan tekanan. Apabila
perbedaan tekanan ini besar, pada tipe interrial equalizing diperlukan superheating (pemanasan) yang
lebih besar untuk membuka valve. Hal ini karena tekanan inlet evaporator langsung bekerja pada
diaphragm.
Pada expansion valve tipe external equalizing kekurangan ini diatasi dengan cara menyalurcan tekanan
dari uiung evaporator ke bawah diaphragma dan tidak menggunakan tekanan outlet expansion valve
untuk mengoperasikan expansion valve.
Fungsi evaporator kebalikan dari condenser. Keadaan refrigerant sebelum expansion valve masih
100% cair. setelah tekanan cairan turun, cairan mulai menguap kembah sambi menyerap panas dari
udara yang melewati sirip-sirip pendingin evaporator, dan terjadilah proses pendiginan udara.
Tipe evaporator :
Konstruksi dan kondisi operasi evaporator yang berada pada temperatur rendah. Pembekuan dan
pembentukan es sering terjadi terutama pada sirip (fin) evaporator. Ketika udara hangat mengenai sirip-
sirip evaporator dan menjadi dingin sampai dibawah temperatur pengembunan, uap air mengembun dan
monempol pada sirip evaporator dalam bentuk tetesan air. Bila pada sirip telah dingin sampai di bawah0
derajat Celcius, air yang menempei dapat menjadi es. Bila hai ini terjadi eftsiensi pemindahan panas
pada evaporator akan turum, aliran udara yang melewati evaporator berkurang dan kemampuan
pendingin menjadi rendah.
Pressure Switch pada Sistem AC
Pressure switch dipasang di antara receiver dan expansion valve. Fungsinya untuk mendeteksi tekanan
pada sisi tekanan tinggi mematikan magnetic clutch ketika keadaannya tidak normal, menyetop kerja
kompresor untuk mencegah terjadinya kerusakan komponen sistem AC akibat tekanan yang tidak
normal.
Apabila Tekanan di dalam siklus refrigerant terlalu tinggi, akan menyebabkan gangguan atau kerusakan
pada ber-bagai komponen. Apabiia dideteksi tekanannya terlalu tinggi, kira-kira 27 kg/cm2 (38 psi, 2648
kpa) switch menjadi OFF. Dan magnetic clutch OFF dan kompresor berhenti berputar.
Apabila jumlah refrigerant di dalam siklus berkurang banyak karena kebocoran atau penyebab lain,
pelumasan pada kompresor akan berkurang dan bila kompresor bekerja terus akan menyebabkan
keausan. Berkurangnnya retrigerant mengakibatkan tekanan akan turun sampai 2,1 kg/cm2 (30 psi, 206
kpa) atau lebih rendah, hal ini menyebabkan pressure switch OFF. dan akan menyebabkan magnetic
clutch OFF dan kompresor berhenti berputar.
Ada dua tipe pressure switch yang digunakan, yaitu tipe dual yang memakai satu switch untuk
mendeteksi tekanan yang terlalu tinggi dan tekanan yang terlalu terlalu rendah dan tipe single dengan
switch terpisah untuk switch tekanan tinggi dan switch tekanan rendah, Konstruksi pressure switch tipe
dual ditunjukkan pada gambar di bawah
<="" amp-ad="" style="padding: 0px; margin: 0px; outline: 0px; list-style: none; border: 0px; box-sizing:
border-box;">
Jika Suhu di Evaporator turun dibawah 0 derajat Celcius, maka akan ada embun yang membeku.
Akibatnya fin evaporator akan terturup es dan efek pendinginan akan berkurang. Keadaan ini harus
dicegah. Salah satu dari dua metode inilah yang biasanya digunakan untuk mencegah pembekuan.
Pada tipe ini, thermistor dipasang pada fin evaporator. sinyal dari thermistor digunakan untuk mengontrol
temporatur. Bila temperatur fin turun dibawah 0 derajat celcius maka magnetic clutch akan Off, dan
Kompressor akan berhenti berputar
Pada tipe ini, jumlah refrigerant yang mengalir dari evaporator ke kompresor diatur dan tekanan di dalam
evaporator dijaga tetap 1,9 kg/cm2 atau lebih tinggi agar temperatur fin evaporator tidak turun sampai di
bawah 0 derahat Celcius
Bila pada saat idling kompresor bekerja, Putaran mesin akan turun drastis dan bahkan mesin bisa mati.
Mekanisme ini berfungsi menjadikan magnetic clutch off ketika rpm mesin turun sampai batas minimum
agar mesin tidak mati. Untuk mendeteksi putaran mesin, dipasangkan sirkuit penghitung pulsa dari
kumparan primer ignition coil.
Idle Up pada Sistem AC
Ketika kendaraan melalui jalan yang macet atau diam di tempat, yang mana mesin tetap hidup, yaitu
ketika pada putaren idle atau mendekati idle, output mesin kecil, bila pada saat ini kompresor dihidupkan
akan memerlukan tenaga mesin yang lebih besar kemungkinan overheating atau mesin mati. Karena itu
ditambahkan peralatan idle-up untuk menaikkan putaran idling untuk membiarkan cooler tetap bekerja
meskipun air conditioning dihidupkan saat lalu lintas macet atau saat kendaraan diam di tempat.
Peralatan idie-up berbeda, tergantung pada tipe mesin dan sistem bahan bakar mesin. Sebagai contoh,
dalam suatu mesin dengan karburator, sebuah VSV (Vacuum Switching Valve) dan menggunakan
actuator untuk membuka throttle dan meningkatkan kecepatan idling bila pendingin (AC) bekerja.
Untuk mesin EFI, sebuah VSV dan diaphragma digunakan yang menyalurkan udara melalui surge tank
untuk menambah jumlah udara yg masuk ke dalam silinder. kemudian ECU memerintahkan injektor
untuk menginjeksikan bahan bakar yang banyaknya sesuai dengan udara bypass untuk meningkatkan
idling mesin.
Pengaman Tali Penggerak pada Sistem AC
Apabila kompresor macet, maka sistem ini akan meng-offkan magnetic clutch dan VSV idle-up agar tali
penggerak tidak putus, di samping itu switch lamp untuk AC akan berkedip untuk memberitahukan
adanya kerusakan pada pendingin.