0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
383 tayangan5 halaman

Klasifikasi dan Morfologi Kamboja

Bunga kamboja adalah tumbuhan yang berasal dari Amerika Tengah yang tergolong dalam marga Plumeria. Bentuknya berupa pohon kecil dengan daun jarang namun tebal dan menghasilkan bunga harum berwarna putih hingga merah keunguan yang biasanya berjumlah lima helai. Bunga kamboja memiliki sifat mekar tak serempak sepanjang tahun.

Diunggah oleh

Nadya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
383 tayangan5 halaman

Klasifikasi dan Morfologi Kamboja

Bunga kamboja adalah tumbuhan yang berasal dari Amerika Tengah yang tergolong dalam marga Plumeria. Bentuknya berupa pohon kecil dengan daun jarang namun tebal dan menghasilkan bunga harum berwarna putih hingga merah keunguan yang biasanya berjumlah lima helai. Bunga kamboja memiliki sifat mekar tak serempak sepanjang tahun.

Diunggah oleh

Nadya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BUNGA KAMBOJA

Klasfikasi Ilmiah :

Kingdom             : Plantae (Tumbuhan)


Subkingdom       : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi       : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                  : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                  : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas         : Asteridae
Ordo                 : Gentianales
Famil                : Apocynaceae
Genus              : Plumeria
Spesies            : Plumeria alba
Bunga kamboja terdapat banyak spesies salah satunya plumeria alba
(kamboja putih). Kamboja merupakan tumbuhan dalam marga Plumeria.
Bentuk pohon kecil dengan daun jarang namun tebal. Keharuman
bunganya sangat khas, dengan mahkota berwarna putih hingga merah
keunguan, biasanya lima helai. Bunga dengan empat atau enam helai
mahkota, oleh masyarakat tertentu dianggap memiliki kekuatan gaib.
Bunga kamboja memiliki sifat mekar tak serempak, artinya ia bakal
berkembang susul-menyusul dalam satu pohon, sepanjang tahun.
Tumbuhan Kamboja atau nama latinnya Plumeria acuminate merupakan
tumbuhan kelompok Plumeria. Bentuknya berupa pohon kecil dengan daun
jarang namun tebal. Bunganya yang harum sangat khas, dengan mahkota
berwarna putih hingga merah keunguan, biasanya lima helai. Bunga
dengan empat atau enam helai mahkota bunga oleh masyarakat tertentu
dianggap memiliki kekuatan gaib.

Tumbuhan ini berasal dari Amerika Tengah. Nama Plumeria diberikan


untuk menghormati Charles Plumier (1646-1706), pakar botani asal
Perancis. Walaupun berasal dari tempat yang jauh, kemboja sekarang
merupakan pohon yang sangat populer di Pulau Bali karena ditanam di
hampir setiap pura serta sudut kampung, dan memiliki fungsi penting
dalam kebudayaan setempat. Di beberapa tempat di Nusantara, termasuk
Malaya, kemboja ditanam di pekuburan sebagai tumbuhan peneduh dan
penanda tempat. Kemboja dapat diperbanyak dengan mudah, melalui stek
batang.

Daun berwarna hijau, berbentuk lonjong dengan kedua ujungnya


meruncing dan agak keras dengan urat-urat daun yang menonjol, sering
rontok terutama saat berbunga lebat. Bunganya berbentuk terompet,
muncul pada ujung-ujung tangkai, daun bunga berjumlah 5 buah, berbunga
sepanjang tahun. Tanaman ini dapat tumbuh subur di dataran rendah
sampai ketinggian tanah 700 meter dpl, tumbuh subur hampir di semua
tempat dan tidak memilih iklim tertentu untuk berkembang biaknya.

Bunga kamboja terdapat banyak spesies salah satunya plumeria alba


(kamboja putih). Kamboja merupakan tumbuhan dalam marga Plumeria.
Bentuk pohon kecil dengan daun jarang namun tebal. Keharuman
bunganya sangat khas, dengan mahkota berwarna putih hingga merah
keunguan, biasanya lima helai. Bunga dengan empat atau enam helai
mahkota, oleh masyarakat tertentu dianggap memiliki kekuatan gaib.
Bunga kamboja memiliki sifat mekar tak serempak, artinya ia bakal
berkembang susul-menyusul dalam satu pohon, sepanjang tahun.

Khasiat untuk kesehatan :


Digunakan untuk mengobati sakit kencing nanah, bengkak, bisul.

Komposisi :
Getah pohon kamboja (mengandung senyawa sejenis karet, triterpenoid
amyrin, lupeol, kautscuk dan damar. Kandungan minyak menguapnya
terdiri dari geraniol, sitronellol, linallol, farnesol dan fenetilalkohol.

Klasifikasi Kamboja:

Kingdom      : Plantae (Tumbuhan)


Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi  : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi            : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas           : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo            : Gentianales
 Famili          : Apocynaceae
 Genus         : Plumeria
  Spesies      : Plumeria acuminata Ait

Uraian tanaman

Tanaman kamboja mempunyai pohon dengan tinggi batang 1,5-6 m,


bengkok, dan mengandung getah. Tumbuhan asal Amerika ini biasanya
ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan, taman, dan umumnya di
daerah pekuburan, atau tumbuh secara liar. Tumbuh di daerah dataran
rendah 1-700 m di atas permukaan laut. Rantingnya besar, daun
berkelompok rapat pada ujung ranting, bertangkai panjang, memanjang
berbentuk lanset, panjang daun 20-40 cm, lebar 6-12,5 cm, ujung
meruncing, pangkal menyempit, tepi rata, tulang daun menyirip. Bunga
dalam malai rata, berkumpul diujung ranting, kelopak kecil, sisi dalam
tanpa kelenjar, mahkota berbentuk corong, sisi dalam berambut, sisi luar
kemerahan atau putih, sisi dalam agak kuning, putih atau merah, berbau
harum. Tangkai putik pendek, tumpul, lebar, bakal buah 1 atau 2, saling
berjauhan, berbentuk tabung gepeng memanjang, panjang 18-20 cm, lebar
1-2 cm, berbiji banyak, biji bersayap, tanpa kuncung rambut, ketika masih
muda berwarna hijau, setelah tua hitam kecoklatan .

Kandungan kimia
Tanaman kamboja (Plumeria acuminate, [Link]) mengandung senyawa
agoniadin, plumierid, asam plumerat, lipeol, dan asam serotinat, plumierid
merupakan suatu zat pahit beracun. Menurut Sastroamidjojo (!967).
kandungan kimia getah tanaman ini adalah damar dan asam plumeria
C10H10O5 (oxymethyl dioxykaneelzuur) sedangkan kulitnya mengandung
zat pahit beracun. Menurut Syamsulhidayat dan Hutapea (1991) akar dan
daun Plumeria acuminate, [Link] mengandung senyawa saponin,
flavonoid, dan polifenol, selain itu daunnya juga mengandung alkaloid.
Tumbuhan ini mengandung fulvoplumierin, yang memperlihatkan daya
mencegah pertumbuhan bakteri, selain itu juga mengandung minyak atsiri
antara lain geraniol, farsenol, sitronelol, fenetilalkohol dan linalool
(Tampubolon, 1981). Kulit batang kamboja mengandung flavonoid,
alkaloid, polifenol (Dalimartha, 1999 ; Prihandono, 1996

Anda mungkin juga menyukai