0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
65 tayangan6 halaman

Pemberdayaan Masyarakat Pulau Arar

Program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Pulau Arar, Sorong melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dalam pembuatan jamu serbuk instan. Program ini akan memberikan penyuluhan, penanaman TOGA, dan demonstrasi pembuatan jamu serbuk untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat TOGA secara ilmiah serta meningkatkan kesehatan masyarakat.

Diunggah oleh

nur hidayah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
65 tayangan6 halaman

Pemberdayaan Masyarakat Pulau Arar

Program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Pulau Arar, Sorong melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dalam pembuatan jamu serbuk instan. Program ini akan memberikan penyuluhan, penanaman TOGA, dan demonstrasi pembuatan jamu serbuk untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat TOGA secara ilmiah serta meningkatkan kesehatan masyarakat.

Diunggah oleh

nur hidayah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Isian Substansi Proposal l

SKEMA PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM)


Petunjuk: Pengusul hanya diperkenankan mengisi di tempat yang telah disediakan sesuai dengan petunjuk
pengisian dan tidak diperkenankan melakukan modifikasi template atau penghapusan di setiap bagian.

Tuliskan judul usulan penelitian


JUDUL USULAN
Pemberdayaan Masyarakat dengan Memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam
Pembuatan Jamu Serbuk Instan di Pulau Arar Kabupaten Sorong

Ringkasan usulan maksimal 500 kata yang memuat permasalahan, solusi dan target luaran yang
akan dicapai sesuai dengan masing-masing skema pengabdian kepada masyarakat. Ringkasan
juga memuat uraian secara cermat dan singkat rencana kegiatan yang diusulkan.

RINGKASAN
Pulau Arar adalah sebuah pulau yang terletak di Distrik Mayamuk Kabupaten Sorong Provinsi
Papua Barat yang memiliki wilayah seluas 90 Ha terdiri atas dataran rendah, dikelilingi hutan
mangrove, pasir putih dan lautan. Pulau ini dihuni oleh penduduk dengan latar belakang etnis
yang beragam. Terdapat sekitar ±300 kepala keluarga yang mendiami pulau ini. Diperlukan
waktu sekitar 20 menit untuk menuju Kabupaten Sorong menggunakan Spitboat. Lokasi yang
jauh dari kabupaten membuat akses kesehatan terbatas, dipulau Arar belum memiliki RSUD,
Apotik maupun puskesmas hanya ada 1 Puskesmas pembantu, oleh karena itu masyarakat
membutuhkan pengetahuan tentang manfaat secara ilmiah tanaman obat keluarga karena dapat
membantu untuk menjaga kesehatan masyarakat pulau Arar. Pengusul akan memberikan
penyuluhan tentang manfaat tanaman obat keluarga, penanaman tanaman obat keluarga dan
demonstrasi pembuatan jamu

Kata kunci maksimal 5 kata


KATA KUNCI
TOGA; Jamu Serbuk; Pulau Arar

Pendahuluan tidak lebih dari 2000 kata yang berisi analisis situasi dan permasalahan mitra
yang akan diselesaikan. Uraian analisis situasi dibuat secara komprehensip agar dapat
menggambarkan secara lengkap kondisi mitra. Jelaskan jenis permasalahan prioritas yang akan
ditangani dalam program PKM (minimal 2 (dua) bidang/aspek kegiatan). Untuk masyarakat
produktif secara ekonomi dan calon wirausaha baru meliputi bidang produksi, manajemen
usaha dan pemasaran (hulu hilir usaha). Untuk kelompok masyarakat non produktif
(masyarakat umum) maka permasalahannya sesuai dengan kebutuhan kelompok tersebut,
seperti peningkatan pelayanan, peningkatan ketentraman masyarakat, memperbaiki/membantu
fasilitas layanan dalam segala bidang, seperti bidang sosial, budaya, ekonomi, keamanan,
kesehatan, pendidikan, hukum, dan berbagai permasalahan lainnya secara komprehensif.
Perioritas permasalahan dibuat secara spesifik. Tujuan kegiatan dankaitannya dengan IKU dan
fokus pengabdian perlu diuraikan.
PENDAHULUAN
1. ANALISIS SITUASI
Pulau Arar merupakan sebuah kampung yang terletak di Distik Myamuk kabupaten Sorong,
papua Barat yang memiliki luas 90 hektar yang terdiri dari daratan rendah. Secara
demografis, Kampung Arar memiliki jumlah penduduk 884 jiwa dengan total 227 kepala
keluarga. dimana di dalamnya mayoritas penduduk Asli Suku Raja Ampat, Suku Biak
Numfor, dan Suku Moi. Disamping itu juga sebagian kecil masyarakat dari suku Jawa,
Bugis, Buton, Seram, Ambon, dan Ternate. Kehidupan bermasyarakat di Pulau Arar sangat
dinamis dan harmonis, dimana sejak lama telah berlangsung interaksi yang baik antara
penduduk asli papua dan masyarakat pendatang.
Sebagai Kawasan kepulauan, pulau Arar memiliki fasilitas yang terbatas termasuk akses
untuk Kesehatan. Pulau Arar hanya terdapat satu Puskesmas Pembantu (PUSTU) dengan
tenaga medis yang minim ditambah dengan tidak adanya apotik untuk menunjang
kebutuhan obat-obatan. Umumnya masyarakat di wilayah tersebut masih memiliki lahan
pekarangan yang cukup luas, sehingga pemanfaatan dan pengelolaan lingkungan dapat
dioptimalkan dengan penanaman TOGA. Toga dapat ditanam di sebidang tanah, baik di
halaman rumah, sekolah, kebun atau ladang yang digunakan khusus untuk membudidayakan
tanaman berkhasiat sebagai obat. Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat
secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam
pengobatan keluarga (Kurnia et al., 2016) Berdasarkan observasi di lapangan diketahui
bahwa beberapa ibu rumah tangga di Pulau Arar telah menanam TOGA, namun demikian
jumlah TOGA yang ditanam jumlahnya terbatas.

Gambar 1. Lahan Pekarangan Rumah Warga


Masyarakat Pulau Arar telah mengetahui khasiat TOGA dan secara teknis juga telah
mampu mengolah TOGA, namun demikian mereka belum memahami khasiat TOGA secara
ilmiah. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan tentang khasiat TOGA secara ilmiah.
Masyarakat yang telah memiliki pengetahuan tentang khasiat TOGA dan menguasai cara
pengolahannya dapat membudidayakan tanaman obat secara individual dan
memanfaatkannya sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga.
Selain itu juga dapat dikembangkan menjadi usaha kecil dan menengah di bidang obat-
obatan herbal, yang selanjutnya dapat disalurkan ke masyarakat.
Mengingat TOGA sangat bermanfaat untuk kesehatan, maka perlu adanya
pemanfaatanlahan kosong dengan penanaman berupa TOGA dengan melibatkan ibu rumah
tangga diharapkan mampu mendukung peningkatan kesehatan masyarakat di Pulau Arar
Solusi permasalahan maksimum terdiri atas 1500 kata yang berisi uraian semua solusi yang
ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Deskripsi lengkap bagian solusi
permasalahan memuat hal-hal berikut.
a. Tuliskan semua solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi
mitra secara sistematis sesuai dengan prioritas permasalahan. Solusi harus terkait betul
dengan permasalahan prioritas mitra.
b. Tuliskan target luaran yang akan dihasilkan dari masing-masing solusi tersebut baik dalam
segi produksi maupun manajemen usaha (untuk mitra ekonomi produktif / mengarah ke
ekonomi produktif) atau sesuai dengan solusi spesifik atas permasalahan yang dihadapi
mitra dari kelompok masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi / sosial.
c. Setiap solusi mempunyai target tersendiri/indicator capaian dan sedapat mungkin terukur
atau dapat dikuantitatifkan.
d. Uraian hasil riset tim pengusul atau peneliti lain yang berkaitan dengan kegiatan yang akan
dilaksanakan, akan memiliki nilai tambah.
SOLUSI PERMASALAHAN
Berdasarkan uraian tersebut maka diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan
penguasaan serta contoh pembuatan jamu dengan upaya sebagai berikut :
a. Penyuluhan tentang manfaat tanaman obat keluarga
Berdasarkan observasi di lapangan diketahui bahwa beberapa ibu rumah tangga telah
menanam tanaman obat keluarga, namun demikian jumlah tanaman obat keluarga yang
ditanam jumlahnya terbatas. Oleh karena itu ibu ibu rumah tangga masyarakat pulau
Arar akan diberikan penyuluhan manfaat TOGA, sebagian dari mereka telah
mengetahui khasiat tanaman obat keluarga dan secara teknis juga telah mampu
mengolah tanaman obat keluarga, namun mereka belum memahami khasiat tanaman
obat keluarga secara ilmiah. Oleh karena itu perlu dilakukan penyuluhan tentang
khasiat tanaman obat keluarga secara ilmiah.
b. Penanaman tanaman obat keluarga
Lokasi pulau Arar yang jauh dari akses kesehatan, maka pengusul akan membuat
Tanaman Obat Keluarga di sekitar Lingkungan rumah karena mempunyai khasiat
penyembuhan sebagai apotek hidup yang dimanfatkan oleh keluarga secara sederhana.
Tanaman obat keluarga dapat ditanam di pot atau di lahan sekitar rumah. Pengusul akan
membuat 1 kebun percontohan yang didalamnya akan ada tanaman obat keluarga.
Adapun tanaman obat rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai obat juga
dimanfaatkan untuk : (1) penambah gizi keluarga : pepaya, timun, bayam, (2) bumbu
atau rempah makanan : kunyit, jahe, serai, daun salam, jambu biji, jeruk nipis.
c. Demonstrasi pembuatan jamu
Selain penyuluhan dan penanaman tanaman obat keluarga dilakukan juga demonstrasi
pembuatan jamu dari tanaman toga. Demonstrasi pembuatan jamu dilakukan agar
masyarakat bisa lebih mengetahui lagi cara pembuatan jamu. Pelatihan yang dilakukan
yaitu pembuatan jamu serbuk, hal ini dilakukan agar jamu yang dibuat bisa awet lebih
lama dan kapan saja bisa digunakan atau diminum.
Metode pelaksanaan maksimal terdiri atas 2000 kata yang menjelaskan tahapan atau langkah-
langkah dalam melaksanakan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra.
Deskripsi lengkap bagian metode pelaksanaan untuk mengatasi permasalahan sesuai tahapan
berikut.
1. Untuk Mitra yang bergerak di bidang ekonomi produktif dan mengarah ke ekonomi
produktif, maka metode pelaksanaan kegiatan terkait dengan tahapan pada minimal 2 (dua)
bidang permasalahan yang berbeda yang ditangani pada mitra, seperti:
a. Permasalahan dalam bidang produksi.
b. Permasalahan dalam bidang manajemen.
c. Permasalahan dalam bidang pemasaran, dan lain-lain.
2. Untuk Mitra yang tidak produktif secara ekonomi / sosial, nyatakan tahapan atau langkah-
langkah yang ditempuh guna melaksanakan solusi atas permasalahan spesifik yang dihadapi
oleh mitra. Pelaksanaan solusi tersebut dibuat secara sistematis yang meliputi layanan
kesehatan, pendidikan, keamanan, konflik sosial, kepemilikan lahan, kebutuhan air bersih,
buta aksara dan lain-lain.
3. Uraikan bagaimana partisipasi mitra dalam pelaksanaan program.
4. Uraikan bagaimana evaluasi pelaksanaan program dan keberlanjutan program di lapangan
setelah kegiatan PKM selesai dilaksanakan.
5. Uraikan peran dan tugas dari masing-masing anggota tim sesuai dengan kompetensinya dan
penugasan mahasiswa.
6. Uraikan potensi rekognisi SKS bagi mahasiswa yang dilibatkan.
METODA PELAKSANAAN
Berdasarkan permasalahan prioritas mitra, maka tim Pengabdian merumuskan beberapa
kegiatan sebagai berikut:
a) Pemberian materi
Kegiatan dimulai dengan sosialisasi kepada warga mengenai tanaman obat
keluarga (TOGA). Tim pengusul menjelaskan kepada para peserta pengabdian
mengenai kegiatan yang akan di laksanakan serta manfaat yang akan diperoleh.
Selanjutnya dilakukan diskusi pemilihan lokasi strategis untuk penanaman TOGA.
Setelah diskusi, maka dilanjutkan dengan persiapan pelaksaan program penanaman dan
pemanfaatan TOGA.
Pemberian materi dilakukan dengan menggunaakan metode ceramah kepada
para peserta pengabdian di pulau Arar, dengan tujuan agar meningkatkan pengetahuan
para peserta mengenai tanaman obat keluarga (TOGA), serta penggunaan TOGA secara
tepat dan benar. Materi yang diberikan tentang TOGA meliputi:
1. Jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai obat
2. Cara pengolahan tanaman obat yang tepat dan benar
3. Cara penggunaan serta waktu penggunaannya yang tepat sesuai tujuan
indikasinya
4. Dosis atau takaran penggunaannya yang sesuai dengan tujuan terapinya
b) Kegiatan Pelatihan
Kegiatan dimulai dengan melakukan demonstrasi mengenai cara pembuatan
jamu serbuk berbasis tanaman obat keluarga (TOGA) kepada para peserta kegiatan
pengabdian. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar para peserta pengabdian bisa lebih
memahami cara pengolahan tanaman obat yang tepat dan benar menjadi jamu serbuk.
c) Kegiatan Pendampingan
Agar kegiatan ini tetap berlanjut, maka tim pengabdian melakukan kegiatan
pendampingan kepada para peserta. Tim pengabdian selalu menyediakan waktu jika ada
permasalahan yang di hadapi oleh para peserta mengenai proses pengolahan tanaman
obat menjadi sediaan jamu serbuk.
d) Partisipasi Mitra
Untuk menjalankan program yang diusulkan, maka partisipasi mitra diperlukan
dengan cara:
1. Aktif dalam setiap kegiatan yang dilakukan, baik sosialisasi maupun
demonstrasi.
2. Mitra menyiapkan lahan untuk penanaman TOGA
3. Menyiapkan Alat yang diperlukan untuk penanaman TOGA dan pembuatan
jamu.
4. Menyiapkan tenaga untuk persiapan lahan dan pemanfaatan TOGA
e) Evaluasi pelaksanaan dan keberlanjutan program
Pelaporan akhir dilakukan sesuai dengan target luaran yang diinginkan. Sealin
itu dilaksanakan juga monitoring dan evaluasi (monev) secara internal dan eksternal.
Secara internal melalui pengawasan tim LP3M dan secara eksternal dari tim Ristek-
Brin. Tim pengusul kegiatan akan melakukan peninjauan lokasi setiap 2-3 bulan sekali
dan pendampingan secara berkelanjutan agar program tetap berlanjut.

Jadwal pengabdian kepada masyarakat disusun dengan mengisi langsung tabel berikut dengan
memperbolehkan penambahan baris sesuai banyaknya kegiatan.
JADWAL PELAKSANAAN

Bulan
No Nama Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
 
1   Penandatanganan Kontrak                      

 
2  Sosialisasi Kegitan Pada Mitra                      

Pelaksanaan Kegiatan Penegemasan
3 dengan Teknologi Vacum seal dan √ √ √ √ √ √
pemasaran berbasis bisnis digital
4 Evaluasi pelaporan √ √
5 Seminar hasil dan penyerahan laporan √ √

Daftar pustaka disusun dan ditulis berdasarkan sistem nomor sesuai dengan urutan pengutipan.
Hanya pustaka yang disitasi pada usulan pengabdian kepada masyarakat yang dicantumkan
dalam Daftar Pustaka.
DAFTAR PUSTAKA
1. [Link] Tanaman Obat Keluarga Untuk Pengobatan Di kelurahan
Kebun Bunga Kecamatan Sukarami-Kota Palembang.…Jurnal Pengabdian Pada
[Link] 2548-5458 Vol 4
2. Agusria L, Gusmiatun dan Adawiyah D. 2021. Penyuluhan Pemanfaatan Tanaman
Sebagai Alternatif Obat Keluarga di Kelurahan Talang Jambe Kota Palembang.
International Journal Of Community Engagement. ISSN 2775-4308
3. Kurnia, Nuratri dan Meidawati Suswandari. (2016). Effektivitas Program Apoteker Kecil
(Apcil) Terhadap Pengetahuan Tanaman Obat Tradisional Keluarga di Sekolah Dasar
Negeri 2 Sukoharjo tahun ajaran 2015/2016. Jurnal Pendidikan, 25(1): 35-37.

Gambaran ipteks berisi uraian maksimal 500 kata menjelaskan gambaran ipteks yang akan
diimplentasikan di mitra sasaran.
GAMBARAN IPTEKS
Iptek yang diterapkan dalam program kemitraan masyarakat ini berupa pengenalan tanaman
obat keluarga serta cara pengolahan tanaman menjadi sediaan jamu serbuk instan secara tepat
dan benar. Pengolahan tanaman obat keluarga dilakukan dengan tujuan agar derajat kesehatan
masyarakat pulau arar meningkat. Nilai tambah dari pengolahan tanaman obat keluarga
menjadi sediaan jamu serbuk instan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat pulau arar.
Peta lokasi mitra sasaran berisikan gambar peta lokasi mitra yang dilengkapi dengan penjelasan
jarak mitra sasaran dengan PT pengusul. Gambar peta yang disisipkan dapat berupa file
JPG/PNG.
PETA LOKASI MITRA SASARAN

Pulau Arar berlokasi di kabupaten sorong, jarak dari Universitas Pendidikan


Muhammadiyah Sorong ke pelabuhan arar dengan kendaraan motor/mobil ± 20 menit, setelah
itu dilanjutkan dengan transportasi laut dari pelabuhan arar yang ada di kabupaten sorong,
membutuhkan waktu sekitar ± 30 menit untuk sampai di pulau arar.

Anda mungkin juga menyukai