Contoh Proposal Riset Penelitian
Contoh Proposal Riset Penelitian
Di susun oleh :
KELOMPOK 2
3KA22
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2018/2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
hidayahNya sehingga kami diberikan kemampuan akal dan pikiran hingga dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “Proposal Riset” dengan baik. Makalah ini kami susun
guna melengkapi tugas mata kuliah Metode Penelitian.
Dalam penyusunan makalah ini kami menyadari bahwa belum sepenuhnya makalah
ini dapat dijadikan sebagai bahan untuk pembahasan yang lebih luas lagi. Tidak sedikit
kesulitan yang kami temui. Namun berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak,
makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
“Tiada gading yang tak retak”, begitupun dengan makalah ini. Maka dari itu,
kritik dan saran konstruktif sangat kami harapkan demi perbaikan penyusunan
selanjutnya. Akhirnya penulis tetap berharap seoga makalah ini bermanfaat bagi kita
semua.
Penyusun
PEMBAHASAN
1. Pengertian Proposal
Proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk
menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau
perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut
lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang
sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi,
misi, dan tujuan
2. Proposal Riset
Proposal penelitian adalah pedoman yang berisikan berbagai kegiatan serta langkah-
langkah sistematis yang akan diikuti oleh seorang peneliti dalam melaksanakan suatu
penelitian. (Sugiyono: 2013)
Proposal Penelitian adalah suatu bentuk pedoman rencana kerja yang terdiri atas
semua unsur-unsur pokok dalam proses penelitian. Proposal penelitian juga harus
berisikan informasi yang cukup bagi si pembaca untuk mengevaluasi penelitian yang
diajukan. (Prof. Robertus Wahyudi Triweko, Ph.D)
Secara umum, pengertian proposal penelitian adalah jenis proposal yang banyak
digunakan untuk bidang akademik khususnya dalam bidang karya ilmiah yang biasa
dibuat oleh para mahasiswa.
3. Fungsi Proposal
Sebagai Pedoman (Terlihat dari rumusan masalah dan tujuan penelitian, metode
penelitian) • Sebagai Alat Komunikasi dengan pihak lain (Dengan pembimbing
pembimbing, dengan pembaca pembaca, dengan objek penelitian) • Sebagai alat
evaluasi (atas pedoman yang ada) • Sebagai Bukti/Dokumentasi (Kuesioner, data
sekunder, dll)
4. Jenis Proposal
Proposal internal adalah pendek dan tajam; sebuah memo dari peneliti untuk
manajemen satu sampai tiga halaman yang menguraikan pernyataan masalah, tujuan
penelitian, desain penelitian, dan jadwal sudah cukup untuk memulai sebuah studi
eksplorasi. Dalam usulan skala kecil, tinjauan literatur tidak ditekankan dan dapat
dinyatakan secara singkat dalam desain penelitian
Proposal internal yang kebanyakan dibuat oleh sebuah perusahaan pada umumnya
lebih ringkas dibandingkan dengan proposal eksternal. Seperti ditunjukan dalam
Tabel 6.2, untuk menyusun sebuah proposal studi eksplorartif cukup dengan satu
sampai tiga halaman yang berisi catatan garis besar permasalahan, tujuan studi, desain
penelitian, dan jadwal penelitian. Untuk menyusun proposal studi skala kecil, tinjauan
pustaka dan bibliografi dapat dicantumkan secara singkat dalam desain penelitian.
Anggaran dan jadwal penelitian diperlukan untuk memperoleh dana. Sedangkan
ringkasan eksekutif biasanya dicantumkan pada semua jenis proposal kecuali proposal
yang paling sederhana.
Proposal eksternal bisa diminta atau tidak diminta. Sebuah proposal diminta
dikembangkan dalam menanggapi permintaan untuk proposal dan kemungkinan akan
bersaing dengan beberapa orang lain untuk kontrak atau hibah. Sebuah usulan yang
tidak diminta merupakan saran oleh seorang peneliti kontrak untuk penelitian yang
mungkin bisa dilakukan. Solusi seperti ini tidak bersaing dengan orang lain.
Bagian yang paling penting pada proposal eksternal adalah tujuan, desain, kualifikasi
peneliti, jadwal, dan anggaran.
Halaman judul memiliki susunan yang sudah ditetapkan yakni sebagai berikut :
a. Judul ulasan penelitian, sebaiknya dipilih judul yang singkat dan jelas yang
merupakan gambaran dari keseluruhan penelitian, memiliki keterkaitan antara
variabel, lokasi penelitian, sampel dan tahun penelitian.
b. Jenis laporan
c. Lambing Instusi perguruan tinggi
e. Nama jurusan
2. Halaman Persetujuan
Secara umum, halaman ini berisi usulan penelitian, persetujuan dosen pembimbing
beserta tanda tangan dan waktu persetujuan.
3. Keaslian Penelitian
Bagian ini merupakan pernyataan peneliti tentang keaslian peneliti. Baik itu
merupakan replikasi penelitian sebelumnya.
4. Daftar Isi
Secara umum halaman ini berisikan seluruh daftar proposal, baik bagian isi, sub dan
lampiran-lampiran.
5. Isi
Bagian ini merupakan alasan kenapa penelitian diadakan, teori yang mendukung
penelitian berikut penyelesaiannya. Berikut ini bagian yang terdapat pada isi proposal.
a. Bab I Pendahuluan
Latar Belakang Masalah. Latar belakang masalah pada proposal harus bisa menjawab
alasan memilih judul penelitian. Dijelaskan secara mengerucut dari garis besar hingga
spesifik.
Tujuan Penelitian. Tujuan penelitian dibagi atas 2 bagian, yakni tujuan penelitian
umum dan tujuan penelitian khusus. Pertama, Tujuan Umum : berisikan tujuan secara
keseluruhan atau secara garis besar. Kedua, Tujuan Khusus : berisiskan tujuan secara
khusus ditujukan.
Manfaat Penelitian. Ada 3 manfaat penelitian; Pertama, Manfaat bagi peneliti. Kedua,
Manfaat bagi masyarakat. Ketiga, Manfaat bagi pengembang keilmuan.
Kerangka Konsep Penelitian. Kerangka konsep adalah gambaran dari kerangka teori
yang dipilih.
Hipotesis. Hipotesis adalah jawaban sementara dari masalah yang dipilih dan mampu
dipertanggung jawabkan kebenarannya. Hipotesis dinyatakan dalam bentuk
pertanyaan.
Jenis penelitian. Jenis penelitian merupakan langkah yang akan diambil untuk
membuktikan kebenaran hipotesis.
Populasi dan sampel. Populasi merupakan keseluruhan subjek peneliti dan sampel
adalah sebagaian dari jumlah populasi.
Variabel. Menjelaskan keterangan variabel dan faktor yang diteliti dalam penelitian.
Instrumen penelitian. Instrument penelitian merupakan alat ukur berupa kuisioner dan
cek list sebagai pedoman observasi, wawancara dan angket.
Tehnik pengolahan data. Berisi cara pengolahan data yang dapat digunakan untuk
menarik kesimpulan penelitian
Metode analisis data. Menjelaskan seluruh data yang diperoleh menjadi sebuah
informasi.
6. Daftar Pustaka
Berisiskan daftar rujukan pembuatan proposal yang diperoleh dari segala aspek.
7. Lampiran
1. Observasi (Pengamatan)
Sebuah penelitian salah satu tujuannya adalah untuk memberi solusi dari suatu
permasalahan yang terjadi. Untuk menemukan masalahnya, kita perlu melakukan
pengamatan awal terlebih dahulu terhadap fenomena yang terjadi, misalnya di bidang
kesehatan. Kita dapat melakukan pengamatan ke sebuah klinik ataupun ke rumah
sakit lalu mencatat setiap proses-proses yang terjadi.
2. Menemukan permasalahan
Di dalam observasi yang dilakukan, kita perlu memiliki kepekaan melihat masalah.
Ketika kita dapat menemukan masalah, kita perlu mencatatnya. Karena bukan hal
yang tidak mungkin, dalam suatu proses akan terjadi banyak masalah. Kumpulkan
setiap permasalahan yang terjadi dan catat pula apa saja hal-hal yang mungkin
menjadi faktor pengaruhnya.
3. Menentukan topik
Setelah menemukan beberapa permasalahan di lapangan, barulah kita menentukan
topik apa yang akan dibahas sehingga memudahkan kita untuk fokus pada penelitian
yang sedang kita kerjakan. Misalnya kita akan melakukan penelitian di bidang
pendidikan, terdapat beberapa masalah yang sudah ditemukan misalkan metode
mengajar guru yang kurang menarik sehingga membuat siswa bosan dan mengantuk
di kelas atau ditemukan juga permasalahan banyak siswa yang kemampuan
menganalisisnya rendah karena motivasi belajar yang rendah. Sudah seharusnya kita
memilih topik yang sudah kita kuasai sehingga memudahkan kita membahas dan
menganalisis isi karya tulis kita.
4. Menentukan tujuan penulisan
Setelah menentukan topik, tentukan tujuan penulisan. Tujuan penulisan ini sangat
penting dirumuskan karena menggambarkan keinginan peneliti memperoleh jawaban
atas permasalahan yang dibahas. Tujuan menjadi penentu arah dalam penulisan kita
sehingga judul karya tulis yang kita pilih harus mewakili tujuan penelitian.
5. Menentukan manfaat
Setelah tujuan tercapai, pikirkanlah manfaat apa yang akan diperoleh oleh orang lain
setelah tujuan kita tercapai. Pastikan penelitian dan tulisan kita bermanfaat untuk
orang lain.
6. Menulis judul
Setelah semuanya ditentukan dan dipikirkan, maka mulailah menulis judul karya tulis.
Menulis judul karya tulis harus memerhatikan beberapa hal di bawah ini:
• Langsung
Judul karya ilmiah ditulis secara langsung pada pokok permasalahan dan tidak
bertele-tele.
• Diksi (Pilihan Kata)
Penggunaan diksi yang dipilih berbeda dengan diksi tulisan populer lainnya. Diksi
yang diperoleh merupakan diksi yang ilmiah namun tetap dapat dipahami pembaca.
• Memerhatikan variabel penelitian
Variabel merupakan sesuatu yang menjadi objek pengamatan penelitian. Variabel
penelitian terdapat beberapa jenis, yaitu:
a. Variabel bebas
Variabel bebas adalah variabel yang memengaruhi atau yang menjadi sebab
perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas ini yang dapat
dimanipulasikan untuk memperoleh akibat dari variabel bebas yang diberlakukan.
Misalnya dalam penelitian pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tinggi tanaman,
maka pengaruh cahaya menjadi variabel bebasnya sehingga dapat dilakukan
penelitian terhadap tanaman yang diberikan cahaya dan tanaman yang tidak diberikan
cahaya. Kita akan memperoleh akibat dari pemberlakuan variabel bebas ini.
b. Variabel terikat
Variabel terikat atau dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi
akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat tidak dimanipulasi, melainkan
diamati variasinya sebagai hasil yang dari variabel bebas. Sesuai contoh sebelumnya,
yaitu penelitian pengaruh cahaya terhadap tinggi tanaman maka variabel terikat
penelitian ini adalah tinggi tanaman.
c. Variabel kontrol
Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga
pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dapat dipengaruhi oleh faktor
luar yang tidak diteliti. Misalkan jenis tanaman yang dipilih untuk melakukan
penelitian cahaya dipilih jenis tanaman yang sama, misalkan tanaman kacang hijau.
Maka variabel control dari penelitian ini adalah jenis tanaman.
7. Abstrak
Dalam dunia penelitian sendiri, pengertian abstrak adalah tulisan singkat yang berisi
gambaran secara menyeluruh mengenai aktivitas / kegiatan penelitian yang dilakukan.
Abstrak biasanya diletakkan di bagian awal sebuah karya ilmiah atau pun laporan
hasil penelitian sebagai informasi awalan bagi para pembaca.
Abstrak biasanya dibuat dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris (bahasa general) dan
bahasa ibu tempat laporan penelitian atau pun karya ilmiah tersebut dibuat.
Penggunaan dua bahasa ini dimaksudkan agar karya ilmiah atau pun laporan
penelitian dapat digunakan baik oleh orang-orang yang berasal dari negara tempat
laporan penelitian tersebut dibuat, maupun oleh orang-orang yang berasal dari negara
di luar tempat laporan penelitian tersebut dibuat.
Kedua, tulislah tujuan dari studi atau penelitian yang kamu lakukan dengan jelas.
Sudah lumrah dikalangan peneliti untuk memulai kalimat dengan kata ”tujuan
penelitian ini adalah…” Kalimat yang menerangkan tujuan studi bisa diikuti dengan
isu yang dieksplorasi, siapa saja subjek penelitian atau partisipan, dan atau lokasi
dimana studi dilakukan.
Keempat, setelah menjelaskan proses pengumpulan dan analisis data, sertakan temuan
tematik yang muncul dari hasil analisis secara padat dan ringkas. Pastikan
keseluruhan poin penting yang merupakan tema hasil analisis ditulis di sini. Apabila
abstrak ini ditulis untuk proposal penelitian, maka bagian ini adalah tentang temuan
tematik penelitian yang kemungkinan muncul. Jadi, semacam kesimpulan sementara
menurut peneliti. Perlu dicatat, beberapa peneliti lebih suka mencantumkan hasil akhir
penelitian ketimbang tema hasil penelitian. Tentunya boleh saja. Mencantumkan
temuan tematik lebih lumrah karena akan memantik pembaca untuk membaca paper
atau proposal yang ditulis. Di bagian akhir akan dipaparkan contoh temuan tematik
penelitian.
Kelima, akhiri abstrak dengan implikasi atau manfaat dari studi yang dilakukan. Tulis
dengan jelas siapa yang diuntungkan dan mengapa pihak tertentu bisa diuntungkan
dengan adanya studi yang dilakukan.
8. Latar Belakang
Latar Belakang Masalah adalah menceritakan hal hal yang melatarbelakangi mengapa
peneliti memilih judul penelitiannya. Dalam latar belakang masalah ini, peneliti
seolah-olah sebagai detektif yang sedang mengamati situasi lingkungan tempat
kejadian perkara. Untuk memunculkan berbagai alasan mengapa memilih judul
tersebut, maka seorang peneliti dalam hal ini dapat mengacu pada peraturan
perundang-undangan yang berlaku, akan tetapi belum efektif pada pelaksanaannya.
1. Kondisi ideal mencakup keadaan yang dicita-citakan, atau diharapkan terjadi. Kondisi
ideal ini biasa dituangkan dalam bentuk visi dan misi yang ingin diraih.
2. Kondisi seksual/baku cuki merupakan kondisi yang terjadi saat ini.
menceritakan situasi antara batang kepada pantat dan mulut dan mulut
3. Solusi merupakan saran singkat atau penawaran penyelesaian terhadap masalah yang
dialami sebelum melangkah lebih lanjut ke pokok bahasan.
2. Mencari data pendukung. Setelah kamu menemukan masalah yang kamu cari maka
langkah selanjutnya yaitu menemuka data-data pendukung yang menunjukan bahwa
terjadi masalah di kelas kamu. Data-data pendukung tersebut dapat berupa, hasil nilai
siswa atau juga hasil wawancara dan mungkin hasil observasi pengamatan di kelas.
Alangkah baiknya data seperti hasil nilai siswa dan hasil wawancara dengan wali
kelas di masukan di sini. Karena akan memperkuat argument kmau yang menunjukan
masalah yang sedang terjadi di kelas.
3. Mencari Solusi dari Masalah yang telah di tentukan. Namamnya juga penelitian,
tujuannya yaitu menemukan ilmu pengetahuan baru, menguji ilmu pengetahuan yang
telah ada, atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Ketika ada masalah maka
langkah selanjutnya yaitu mencari solusi dari masalah tersebut. Setelah kita
menemukan masalah seperti pada langkah pertama dan kedua, maka selanjutnya kita
di hadapkan untuk mencari solusi. SOlusi yang kita berikan harus berlandaskan oleh
teori-teori yang sudah ada. An akan lebih kuat biasanya jika di dukung oleh
penelitian-penelitian terdahulu. Maka untuk mencari solusi, carilah referensi teori-
teori tentang metode, model, atau media yang dapat mengaatasi masalah
pembelajaran yang sebelumnya telah di temukan.
6. Pengalaman. Pengalaman dapat dikatakan sebagai guru yang paling baik. Tetapi tidak
semua pengalaman yang dimiliki seseorang (peneliti) itu selalu positif, tetapi kadang-
kadang sebaliknya. Pengalaman seseorang baik yang diperolehya sendiri maupun dari
orang (kelompok) lain, dapat dijadikan sumber masalah yang dapat dijawab melalui
penelitian.
7. Intuisi. Secara intuitif manusia dapat melahirkan suatu masalah. Masalah penelitian
tersebut muncul dalam pikiran manusia pada saat-saat yang tidak terencanakan.
Suatu rumusan masalah itu ditandai dengan pertanyaan penelitian, yang umumnya
disusun dalam bentuk kalimat tanya, pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menjadi
arah kemana sebenarnya penelitian akan dibawa, dan apa saja sebenarnya yang ingin
dikaji/dicari tahu oleh si peneliti. Masalah yang dipilih haruslah menampilkan
“researchable”, dalam artian bahwa suatu masalah itu dapat diselidiki secara ilmiah.
Masalah tersebut perlu dirumuskan secara jelas agar dengan demikian perumusan
masalahnya jelas. Peneliti diharapkan dapat mengetahui variabel-variabel atau faktor-
faktor apa saja yang akan diukur, dan apakah ada alat-alat ukur yang sesuai untuk
mencapai tujuan penelitian. Dengan rumusan masalah yang jelas akan dapat dijadikan
penuntun bagi langkah-langkah selanjutnya.
Berdasarkan pandangan di atas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam merumuskan masalah penelitian, antara lain adalah sebagai
berikut:
Manfaat peneltian adalah kegunaan hasil penelitian nanti, baik bagi kepentingan
pengembangan program maupun kepentingan ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu,
dalam manfaat penelitian ini harus diuraikan secara terperinci manfaat atau apa
gunanya hasil penelitian nanti. Dengan kata lain, data (informasi) yang akan diperoleh
dari penelitian tersebut akan dimanfaatkan untuk apa, dalam rangka pengembangan
program kesehatan. Dari segi ilmu, data atau informasi yang diperoleh dari
penelitian tersebut akan mempunyai kontribusi apa bagi engembangan ilm
pengetahuan. Secara spesifik, manfaat penelitian di bidang apapun seyogyanya
mencakup dua aspek, yakni:
1. Manfaat praktis atau aplikatif
Adalah manfaat penelitian dari aspek praktis atau aplikatif, yakni manfaat penelitian
bagi program. Di bidang kesehatan dengan sendirinya manfaat penelitiannya adalah
bagi pembangunan kesehatan atau bagi pengembangan program kesehatan.
Adalah manfaat penelitian dari aspek teoritis yakni manfaat penelitian bagi
pengembangan ilmu. Di bidang kesehatan atau kedokteran dengan sendirinya manfaat
peenlitian tersebut harus dapat menambah khasanah ilmu kesehatan, khususnya terkait
dengan kekhususan bidang kesehatan yang diteliti.
Kerangka pemikiran adalah suatu diagram yang menjelaskan secara garis besar alur
logika berjalannya sebuah penelitian. Kerangka pemikiran dibuat berdasarkan
pertanyaan penelitian (research question), dan merepresentasikan suatu himpunan dari
beberapa konsep serta hubungan diantara konsep-konsep tersebut (Polancik, 2009).
Pada tesis, kerangka pemikiran biasanya diletakkan di bab 2, setelah sub bab tentang
Tinjauan Studi (Related Research) dan Tinjauan Pustaka. Penamaan kerangka
pemikiran bervariasi, kadang disebut juga dengan kerangka konsep, kerangka teoritis
atau model teoritis (theoritical model). Seperti namanya yang beraneka ragam, bentuk
diagram kerangka pemikiran juga bervariasi.
Kerangka pemikiran yang berikutnya adalah bila model penelitian kita adalah method
improvement (perbaikan metode), yang sering digunakan pada penelitian di bidang
sains dan teknik, termasuk bidang computing didalamnya. Kenapa kok harus
melakukan method improvement? Ini dijawab dengan baik oleh (Berndtsson et al.,
2008) dan (Dawson, 2009) di buku mereka, bahwa memang research itu adalah
aktifitas yang dilakukan dalam rangka memberi kontribusi yang orisinil ke
pengetahuan. Dalam hal ini ketika kita memperbaiki sebuah metode atau algoritma,
perbaikan yang kita lakukan adalah salah satu bentuk dari kontribusi orisinil kita ke
pengetahuan.
Saya mencoba menyusun sebuah kerangka pemikiran khusus untuk model penelitian
perbaikan metode, berdasarkan model (Polancik, 2007) yang sudah saya jelaskan di
atas. Komponen dari model kerangka pemikiran saya adalah Indicators, Proposed
Method, Objectives, dan Measurements.
Sebagai contoh, saya akan mencoba menerapkan kerangka pemikiran yang saya
desain pada paper penelitian berjudul “Prediksi Produksi Padi dengan menggunakan
Support Vector Machine berbasis Particle Swarm Optimization” yang ditulis oleh (Fei
et al., 2009). Kerangka pemikiran untuk penelitian (Fei et al., 2009) ini adalah seperti
pada gambar di bawah.
Pada penelitian ini, data set yang digunakan adalah data set Chinese Grain yang
bersifat rentet waktu (time series), yang sifatnya public dataset dan bisa didapat dari
UCI repository. Sedangkan metode yang diusulkan (Proposed Method) adalah
menggunakan metode support vector machine, di mana pada proses pemilihan
(optimisasi) parameternya dibantu oleh algoritma particle swarm optimization.
Indikator (Indicators) yang diobservasi (diadjust atau dioprek) adalah
nilai population dan generation pada particle swarm optimization, serta kernel
type dan iterationpada support vector machine. Tujuan (Objectives) pada penelitian
ini adalah adanya peningkatan akurasi pada model, dimana pengukuran peningkatan
akurasi (Measurements) akan menggunakan root mean squared error (RMSE).
Sebagai catatan, metode yang diusulkan (proposed method) yang ada di kerangka
pemikiran ini adalah gambaran besarnya saja. Nantinya gambaran besar metode yang
diusulkan ini, harus dijelaskan secara lebih detail dalam bentuk alur algoritma dengan
ditambahi penjelasan matemathical model (formula) dari algoritma atau metode baru
yang diusulkan.
13. Metode Penelitian
A. Subyek Penelitian
Yang dimaksud subyek penelitian, adalah orang, tempat, atau benda yang diamati
dalam rangka pembumbutan sebagai sasaran ( Kamus Bahasa Indonesia, 1989:
862). Adapun subyek penelitian dalam tulisan ini, adalah dosen tetap di Universitas
Muria Kudus, yang terdiri Dosen PNS Kopertis VI dipekerjakan dan dosen tetap
yayasan pembina Universitas Muria Kudus.
B. Obyek Penelitian
Yang dimaksud obyek penelitian, adalah hal yang menjadi sasaran penelitian (
Kamus Bahasa Indonersia; 1989: 622). Menurut (Supranto 2000: 21) obyek
penelitian adalah himpunan elemen yang dapat berupa orang, organisasi atau
barang yang akan diteliti. Kemudian dipertegas (Anto Dayan 1986: 21), obyek
penelitian, adalah pokok persoalan yang hendak diteliti untuk mendapatkan data
secara lebih terarah. Adapun Obyek penelitian dalam tulisan ini meliputi: (1)
Komitmen dosen (2) Sikap Dosen pada Jabatannya sebagai tenaga fungsional
akademik, (3) Gaya Kepemimpinan Visioner Ketua program studi, dan (4) Kinerja
dosen di Universitas Muria Kudus.
A. Populasi Penelitian
Populasi penelitian adalah seluruh individu yang akan dikenai sasaran generalisasi
dari sampel yang diambil dalam suatu penelitian (Sutrisno Hadi, 1987:10).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dosen tetap yang ada di Universitas
Muria Kudus baik dosen PNS dipekerjakan maupun dosen yayasan Pembina
Universitas Muria Kudus. Populasi penelitian sebanyak 125 orang, yang terdiri dari
dosen PNS dipekerjakan 30 orang, dosen pegawai Yayasan pembina UMK 95
orang.
B. Sampel Penelitian
Menurut Sutrisno Hadi (1987 : 20) sampel adalah contoh atau sebagian individu yang
diteliti, karena jumlah populasi penelitian yang besar dan tidak dapat diteliti
seluruhnya. Mengingat pada penelitian ini populasi dosen tetap UMK sebanyak
125 (>100) dan terdiri asisten ahli, lektor dan lektor kepala, maka penetapan sampel
dengan stratifikasi populasi.
Penggunaan stratifikasi populasi yang terdiri asisten ahli 70 orang; lektor 30 orang,
lektor kepala 25 orang. Setelah diamati karakteristik kesempatan masing-masing
untuk promosi naik ke jenjang jabatan yang lebih tinggi berbasis kenaikan pangkat
reguler setiap 4 tahun satu kali sebanyak 20% dari masing-masing strata populasi
dapat dihitung variance peluang naik jabatan pada stratifikasi populasi dengan notasi
1
𝑠2 = ∑(𝑥𝑖 − 𝑋)2 𝑓𝑖
𝑁
Berdasarkan data dosen yang ada di Unversitas Muria Kudus, jumlah dosen tetap
125 orang, derajad estimasi mean populasi 6%; derajad kepercayaan 95% dan
bound of error untuk mean 5%, maka perhitungan sampel dengan notasi
𝐿 ∑(𝑁𝑖 2 . 𝑆𝑖 2 )
𝑛=
𝑁 . 𝐷 + ∑(𝑁𝑖 . 𝑆𝑖 2 )
𝑁𝑖
𝑆𝑖 = .𝑛
𝑁
Hasil perhitungan, diadakan penambahan 112,5% sampel tiap sub populasi, sehingga
sampel lebih representatif. Rincian sampel tiap sub populasi diperoleh: Asisten Ahli
55 ; Lektor 24 dan Lektor kepala 21 atau total 100 sampel.
A. Variabel Penelitian
Penelitian terdiri dari dua variabel bebas (eksogen variable), satu variabel terikat
(endogen variable) dan satu variabel antara. Menurut Sugiyono, (2001:3) variabel
bebas (eksogen variable) disebut sebagai variabel stimulus, input, prediktor,
antecedent atau variabel yang mempengaruhi. Sedangkan variabel terikat (endogen
variable) disebut sebagai variabel respon, output, kriteria, konsekuen yang
merupakan variabel tergantung yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Keempat
variabel penelitian yang menjadi subyek penelitian, adalah:
Definisi
Variabel Indikator Ukuran Data
Operasional
Kepemimpi pola kepemimpinan (a) visi jelas, (a) Tingkat visi jelas Ordinal
-nan ketua program studi (b) misi untuk mencapai visi (b) Tingkat misi untuk mencapai visi Ordinal
Visioner dalam mengarahkan (c) tujuan jelas (c) Tingkat tujuan jelas Ordinal
(X1) dosen dan karyawan (d) strategi jelas (d) Tingkat strategi jelas Ordinal
untuk memberi arti (e) kerja sama dengan dosen (e) Tingkat kerja sama dengan dosen Ordinal
pada kinerja dan (f) kerja sama dengan tata usaha (f) Tingkat kerja sama dengan tata usaha Ordinal
usaha yang perlu (g) keteladanan (g) Tingkat keteladanan Ordinal
dilakukan bersama- (h) arahan yang jelas (h) Tingkat arahan yang jelas Ordinal
sama oleh warga (i) waspada pada intrik dari luar (i) Tingkat waspada pada intrik dari luar Ordinal
program studi dengan (j) kecerdikan melihat ke depan (j) Tingkat kecerdikan melihat ke depan Ordinal
cara memberi arahan, (k) kecepatan layanan (k) Tingkat kecepatan layanan Ordinal
makna pada kerja dan (l) tanggap terhadap perubahan (l) Tingkat tanggap terhadap perubahan Ordinal
usaha yang dilakukan (m) kompetitif (m) Tingkat kompetitif Ordinal
berdasarkan visi (n) memiliki analisis yang tajam (n) Tingkat analisis yang tajam Ordinal
program studi (o) imajinatif (a) Tingkat imajinatif Ordinal
Sikap pada tanggapan atau (a) tanggung jawab (a) Tingkat tanggung jawab Ordinal
Jabatan penilaian seorang (b) melaksanakan kewajiban (b) Tingkat melaksanakan kewajiban Ordinal
Dosen (X2) dosen pada jabatan (c) menerima hak (c) Tingkat menerima hak Ordinal
yang diembannya, (d) melaksanakan wewenang (d) Tingkat melaksanakan wewenang Ordinal
yaitu sebagai staf (e) rasa kebanggaan pada tugas (e) Tingkat kebanggaan pada tugas Ordinal
akademik yang (f) rasa kebanggaan pada profesi (f)Tingkat kebanggaan pada profesi Ordinal
melaksanakan (g) rasa kebanggaan terhadap karier (g) Tingkat kebanggaan terhadap karier Ordinal
tridarma perguruan (h) rasa kebanggaan terhadap status (h) Tingkat kebanggaan terhadap status sosial Ordinal
tinggi sosial-ekonomi ekonomi
(i) kesungguhan melaksanakan tugas (i) Tingkat kesungguhan melaksanakan tugas Ordinal
(j) disiplin kerja. (j) Tingkat disiplin kerja. Ordinal
Komitmen pemahaman yang (a) Perasaan menjadi bagian dari (a) Tingkat perasaan menjadi bagian dari Ordinal
Dosen (X1) kuat dari seorang program studi program studi
dosen terhadap suatu (b) Ketaatan terhadap kebijakan (b) Tingkat ketaatan terhadap kebijakan Ordinal
kualitas hubungan, program studi program studi
antar warga kampus
(c) tertarik pada pekerjaannya (c) Tingkat tertarik pada pekerjaannya Ordinal
yang menentukan
(d) semangat dalam melaksanakan (d) Tingkat semangat dalam melaksanakan Ordinal
kinerjanya untuk
pekerjaan, pekerjaan,
membangun
(e) Kebanggaan terhadap profesi dosen (e) Tingkat kebanggaan terhadap profesi dosen Ordinal
kepercayaan di dalam
(f) Totalitas terhadap pekerjaan, (f) Tingkat totalitas terhadap pekerjaan,
hubungan tersebut
(g) penghargaan bagi yang berprestasi (g) Tingkat penghargaan bagi yang berprestasi Ordinal
(h) Keinginan untuk promosi, (h) Tingkat keinginan untuk promosi, Ordinal
(i) Keputusan yang tepat tentang (i) Tingkat keputusan yang tepat tentang Ordinal
pekerjaannya, pekerjaannya,
(j) Kesamaan nilai pribadi pada (j) Tingkat kesamaan nilai pribadi pada Ordinal
organisasi organisasi
(k) Peluang pekerjaan (k) Tingkat peluang pekerjaan Ordinal
(l) Hubungan baik dengan atasan (l) Tingkat hubungan baik dengan atasan
(m) hubungan baik dengan sesama (m) Tingkat hubungan baik dengan sesama Ordinal
dosen, dosen
(n) perhatian pada pimpinan maupun (n) Tingkat perhatian pada pimpinan maupun Ordinal
rekan kerja rekan kerja
Kinerja presatsi / hasil kerja (a) Prestasi sebagai dosen (a) Tingkat prestasi sebagai dosen Ordinal
Dosen (Y) yang dicapai oleh (b) Kemampuan mengembangkan (b) Tingkat kemampuan mengembangkan Ordinal
dosen dalam kurun sebagai staf akademik sebagai staf akademik
waktu tertentu (c) Kemampuan untuk mengikuti (c) Tingkat kemampuan mengikuti Ordinal
sebagai wujud perkembangan Iptek perkembangan Iptek
tanggung jawabnya
(d) Kemampuan menyusun program (d) Tingkat kemampuan menyusun program Ordinal
terhadap tugas dan
kerja tridarma perguruan tinggi kerja tridarma Perguruan tinggi
kewajibannya yang
(e) Kemampuan mengoptimalkan (e) Tingkat kemampuan mengoptimalkan Ordinal
dibebankan
sumber daya program studi. sumber daya program studi.
kepadanya
(f) Kemampuan mengelola adminitrasi (f) Tingkat kemampuan mengelola adminitrasi Ordinal
tridarma perguruan tinggi tridarma perguruan tinggi
(g) melaksanakan pendidikan, (g) Tingkat melaksanakan pendidikan, Ordinal
penelitian, pengabdian pada masyarakat penelitian, serta pengabdian pada masyarakat
(h) pemanfaatan hasil penelitian, (h) Tingkat pemanfaatan hasil penelitian Ordinal
(i) Memiliki kepribadian yang kuat, (i) Tingkat kepribadian yang kuat, Ordinal
(j) Memiliki visi, untuk memahami (j) Tingkat memiliki visi, untuk memahami Ordinal
misi program studi misi program studi
(k) Kemampuan mengambil keputusan (k) Tingkat kemampuan mengambil keputusan Ordinal
(l) menemukan gagasan baru (l) Tingkat menemukan gagasan baru
(m) melaksanakan pembaharuan (m) Tingkat melaksanakan pembaharuan Ordinal
(n) Kemampuan mengatur lingkungan (n) Tingkat kemampuan mengatur linkungan Ordinal
kerja (fisik) kerja (fisik)
(o) Kemampuan mengatur suasana kerja (o) Tingkat kemampuan mengatur suasana kerja Ordinal
(non fisik) prinsip (non fisik)
(p) Kemampuan menerapkan (a) Tingkat kemampuan menerapkan prinsip Ordinal
penghargaan serta hukuman. penghargaan serta hukuman.
13.4. Pengumpulan Data
A. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner/angket dengan skala
Likert. Kuesioner/angket dengan skala Likert adalah seperangkat
pertanyaan/pernyataan yang disusun dengan lima alternatif jawaban bertingkat,
sehingga mudah dijawab oleh responden. Jawaban alternatif yang disediakan adalah:
Pengujian validitas juga merupakan kemampuan dari tiap indikator untuk mengukur
keakuratan sebuah konsep. Artinya apakah konsep yang telah dibangun tersebut sudah
valid dan atau belum. Dalam pengujian ini melibatkan para ahli dan pihak yang
berkompeten (calon responden) untuk memberikan komentar dan saran terhadap
indikator yang dijabarkan dalam item pertanyaan ( Sugiyono, 1999:114).
Penelitian ini menggunakan model kausalitas atau hubungan atau pengaruh. Untuk
menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, dengan teknik analisis SEM atau
Structural Equation Model yang dioperasikan melalui program AMOS. Permodelan
penelitian melalui SEM memungkinkan seorang peneliti dapat menjawab pertanyaan
penelitian yang bersifat dimensional, yaitu mengukur apa indikator dari sebuah konsep
dan regresif, yaitu mengukur pengaruh atau derajad hubungan antara faktor yang telah
diidentifikasikan dimensinya. Penelitian ini menggunakan 2 macam teknik analisis yaitu
:
a. Analisis Faktor Konfirmatori ( Conformatory Factor Analysis)
Analisis faktor konfirmatori pada SEM digunakan untuk mengkonfirmasikan faktor-
faktor yang paling dominan dalam satu kelompok variabel. Pada penelitian ini analisis
faktor konfirmatori digunakan untuk uji indikator yang membentuk faktor, technology
orientation, learning orientation, salesforce, organizational characteristic,
interdepartmental interaction, dan kinerja pemasaran.
b. Regression Weight
Regression Weight pada SEM digunakan untuk meneliti berapa besar variabel
technology orientation, learning orientation, sales force, organizational
characteristics, interdepartemental interaction, berpengaruh terhadap kinerja
pemasaran. Pada penelitian ini regression weight digunakan untuk uji hipotesis H1,
H2, H3, H4, H5.
hubungan kausal antara konstruk dari model teoritis yang dibangun tahap pertama
dengan menyusun alur melalui anak panah, jika lurus mencerminkan hubungan kausal
langsung. Sedangkan garis lengkung atau anak panah pada setiap ujungnya
menunjukkan korelasi antara konstruk. Yaitu konstruk eksogen yang dituju kontruk
Keterangan = H0 : Hipotesis 0
H1 : Hipotesis kerja
Βy1.1 : Koefisien regresi komitmen terhadap kepemimpinan
visioner ketua program studi.
Βy1.2 : Koefisien regresi sikap pada jabatan terhadap
kepemimpinan visioner ketua program studi.
Βy1.12 : Koefisien regresi komitmen dan sikap pada jabatan
secara bersama-sama terhadap kepemimpinan visioner ketua
program studi.
Βy3 : Koefisien regresi kepemimpinan visioner ketua program
studi terhadap kinerja dosen.
Βy.1 : Koefisien regresi komitmen terhadap kinerja dosen
Βy.2 : Koefisien regresi sikap pada jabatan terhadap kinerja
dosen.
Βy12 : Koefisien regresi komitmen dan sikap pada jabatan
secara bersama-sama terhadap kinerja dosen.
Βy123 : Koefisien regresi komitmen, sikap pada jabatan dan
kepemimpinan visioner ketua program studi secara bersama-
sama terhadap kinerja dosen.
Masih banyak yang menulis PI seperti menulis buku (dalam hal ini, Penulis mengajak
pembaca berpikir atau belajar kepadanya), misalkan pada kalimat-kalimat :
(a) Seperti sudah kita ketahui bersama ...........(ada kata “kita”)
(b) Dalam hal ini, Penulis meyakini bahwa ..... (ada kata “Penulis”)
(c) Bisa Anda lihat di sini ................................ (ada kata “Anda”)
Jadi, jangan gunakan kata ganti orang. Untuk mencegah itu, gunakanlah kalimat pasif,
misalkan pada (c) Bisa dilihat di sini ...., dan sebagainya.
Jangan menggunakan kata atau kalimat perintah di PI yang menjadikan seakan para
pembaca adalah ’murid’-nya. Misalkan pada kalimat :
Kembali, gunakan kalimat pasif, misalkan “Dilihat, bahwa berdasarkan...” agar semua
penulisan ini dilakukan sendiri oleh si penulis PI.
Masih banyak yang tidak mengerti kapan suku kata “di” harus dijadikan penunjuk
tempat, atau menjadi kata depan, sehingga banyak yang menulis :
(a) Pernyataan diatas sudah tepat ....... (“di” yang digabung dengan kata)
“Di” dipisah dengan kata berikutnya bila ia menunjukkan tempat, misalkan di Jakarta, di
samping, di sini, dan semacamnya.
Sewaktu kita menuliskan masalah di latar belakang masalah, jangan kita bicarakan segala
sesuatu yang berhubungan dengan pemecahan masalah atau yang tidak ada kaitan
langsung dengan masalah. Jadi, cerita mengenai perkembangan komputer yang demikian
pesat, dan semacamnya tidak perlu kita tuliskan, karena perkembangan komputer tersebut
bukan menjadi masalah kita.
5. Kesimpulan yang sama dengan yang ada di Latar Belakang Masalah
Banyak yang menulis segala sesuatu di kesimpulam ternyata hanya mengulang tulisan
yang pernah ada di latar belakang masalah atau di bagian lain. Padahal, kesimpulan
adalah segala sesuatu yang baru kita dapatkan setelah penelitian kita lakukan.
Ibarat menonton sebuah film, maka kesimpulan terhadap sebuah film adalah film tersebut
bagus, biasa-biasa saja, atau tidak bagus. Begitu juga dengan PI, di kesimpulan adalah
penjelasan mengenai bagus (sesuai dengan yang diharapkan untuk menyelesaikan
masalah), biasa-biasa saja (tidak semuanya sesuai dengan yang diharapkan), atau tidak
bagus (sama sekali tidak membantu memecahkan masalah).
Software (contoh, Visual BASIC), bukanlah teori. Jadi seharusnya, software tidak perlu
dimasukkan di manapun, baik itu di judul penulisan, maupun di dalam teori. Terlebih
lagi, software tersebut didapatkan dari membajak (melanggar HAKI), Jika bukan
software bajakan, maka perlu dicantumkan lisensi yang didapat di dalam lampiran.
Jika memang untuk menunjang penulisan, software tersebut harus dicantumkan (dan
berlisensi) maka jjelaskan secara singkat saja (sekitar 1 alinea) mengenai manfaat
software tersebut bagi penelitian. Jadi jangan dikupas habis mulai dari sejarah hingga
icons yang disediakannya.
DAFTAR PUSTAKA
1. [Link]
2. [Link]
3. [Link]
[Link]
4. [Link]
5. [Link]
6. [Link]
tesis/
7. [Link]
penelitian/
8. [Link]
9. [Link]
ATAN+PENULISAN+[Link]