0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan36 halaman

Contoh Proposal Riset Penelitian

Proposal ini membahas tentang penyusunan proposal riset. Proposal riset merupakan pedoman yang berisi langkah-langkah sistematis yang akan diikuti oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian. Proposal riset juga berisi informasi yang dibutuhkan pembaca untuk mengevaluasi penelitian yang diajukan.

Diunggah oleh

Putri Amalia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan36 halaman

Contoh Proposal Riset Penelitian

Proposal ini membahas tentang penyusunan proposal riset. Proposal riset merupakan pedoman yang berisi langkah-langkah sistematis yang akan diikuti oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian. Proposal riset juga berisi informasi yang dibutuhkan pembaca untuk mengevaluasi penelitian yang diajukan.

Diunggah oleh

Putri Amalia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL RISET

Di susun oleh :

KELOMPOK 2

3KA22

• Dyah Achwatiningrum (12116227)


• Putri Amalia (15116830)
• Rizka Briliana Yufita (16116544)

Mata Kuliah : Metode Penelitian

Dosen : Stevani Adinda Nurul Huda, SEI., [Link].

FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI

UNIVERSITAS GUNADARMA

PTA 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
hidayahNya sehingga kami diberikan kemampuan akal dan pikiran hingga dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “Proposal Riset” dengan baik. Makalah ini kami susun
guna melengkapi tugas mata kuliah Metode Penelitian.

Dalam penyusunan makalah ini kami menyadari bahwa belum sepenuhnya makalah
ini dapat dijadikan sebagai bahan untuk pembahasan yang lebih luas lagi. Tidak sedikit
kesulitan yang kami temui. Namun berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak,
makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.

“Tiada gading yang tak retak”, begitupun dengan makalah ini. Maka dari itu,
kritik dan saran konstruktif sangat kami harapkan demi perbaikan penyusunan
selanjutnya. Akhirnya penulis tetap berharap seoga makalah ini bermanfaat bagi kita
semua.

Bekasi, Oktober 2018

Penyusun
PEMBAHASAN

1. Pengertian Proposal

Proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk
menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau
perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut
lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang
sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi,
misi, dan tujuan

2. Proposal Riset
Proposal penelitian adalah pedoman yang berisikan berbagai kegiatan serta langkah-
langkah sistematis yang akan diikuti oleh seorang peneliti dalam melaksanakan suatu
penelitian. (Sugiyono: 2013)

Proposal Penelitian adalah suatu bentuk pedoman rencana kerja yang terdiri atas
semua unsur-unsur pokok dalam proses penelitian. Proposal penelitian juga harus
berisikan informasi yang cukup bagi si pembaca untuk mengevaluasi penelitian yang
diajukan. (Prof. Robertus Wahyudi Triweko, Ph.D)

Secara umum, pengertian proposal penelitian adalah jenis proposal yang banyak
digunakan untuk bidang akademik khususnya dalam bidang karya ilmiah yang biasa
dibuat oleh para mahasiswa.

3. Fungsi Proposal
Sebagai Pedoman (Terlihat dari rumusan masalah dan tujuan penelitian, metode
penelitian) • Sebagai Alat Komunikasi dengan pihak lain (Dengan pembimbing
pembimbing, dengan pembaca pembaca, dengan objek penelitian) • Sebagai alat
evaluasi (atas pedoman yang ada) • Sebagai Bukti/Dokumentasi (Kuesioner, data
sekunder, dll)
4. Jenis Proposal

4.1. Proposal Penelitian Internal

Proposal internal adalah pendek dan tajam; sebuah memo dari peneliti untuk
manajemen satu sampai tiga halaman yang menguraikan pernyataan masalah, tujuan
penelitian, desain penelitian, dan jadwal sudah cukup untuk memulai sebuah studi
eksplorasi. Dalam usulan skala kecil, tinjauan literatur tidak ditekankan dan dapat
dinyatakan secara singkat dalam desain penelitian

Proposal internal yang kebanyakan dibuat oleh sebuah perusahaan pada umumnya
lebih ringkas dibandingkan dengan proposal eksternal. Seperti ditunjukan dalam
Tabel 6.2, untuk menyusun sebuah proposal studi eksplorartif cukup dengan satu
sampai tiga halaman yang berisi catatan garis besar permasalahan, tujuan studi, desain
penelitian, dan jadwal penelitian. Untuk menyusun proposal studi skala kecil, tinjauan
pustaka dan bibliografi dapat dicantumkan secara singkat dalam desain penelitian.
Anggaran dan jadwal penelitian diperlukan untuk memperoleh dana. Sedangkan
ringkasan eksekutif biasanya dicantumkan pada semua jenis proposal kecuali proposal
yang paling sederhana.

4.2. Proposal Penelitian Eksternal

Proposal eksternal bisa diminta atau tidak diminta. Sebuah proposal diminta
dikembangkan dalam menanggapi permintaan untuk proposal dan kemungkinan akan
bersaing dengan beberapa orang lain untuk kontrak atau hibah. Sebuah usulan yang
tidak diminta merupakan saran oleh seorang peneliti kontrak untuk penelitian yang
mungkin bisa dilakukan. Solusi seperti ini tidak bersaing dengan orang lain.

Bagian yang paling penting pada proposal eksternal adalah tujuan, desain, kualifikasi
peneliti, jadwal, dan anggaran.

5. Susunan Proposal Penelitian


1. Halaman Sampul

Halaman judul memiliki susunan yang sudah ditetapkan yakni sebagai berikut :

a. Judul ulasan penelitian, sebaiknya dipilih judul yang singkat dan jelas yang
merupakan gambaran dari keseluruhan penelitian, memiliki keterkaitan antara
variabel, lokasi penelitian, sampel dan tahun penelitian.

b. Jenis laporan
c. Lambing Instusi perguruan tinggi

d. Nama mahasiswa dan NIM

e. Nama jurusan

f. Nama program studi

g. Nama perguruan tinggi

h. Tahun pengajuan proposal

2. Halaman Persetujuan

Secara umum, halaman ini berisi usulan penelitian, persetujuan dosen pembimbing
beserta tanda tangan dan waktu persetujuan.

3. Keaslian Penelitian

Bagian ini merupakan pernyataan peneliti tentang keaslian peneliti. Baik itu
merupakan replikasi penelitian sebelumnya.

4. Daftar Isi

Secara umum halaman ini berisikan seluruh daftar proposal, baik bagian isi, sub dan
lampiran-lampiran.

5. Isi

Bagian ini merupakan alasan kenapa penelitian diadakan, teori yang mendukung
penelitian berikut penyelesaiannya. Berikut ini bagian yang terdapat pada isi proposal.

a. Bab I Pendahuluan

Latar Belakang Masalah. Latar belakang masalah pada proposal harus bisa menjawab
alasan memilih judul penelitian. Dijelaskan secara mengerucut dari garis besar hingga
spesifik.

Perumusan Masalah. Rumusan masalah harus berupa pertanyaan yang berhubungan


dengan dua variabel atau lebih.
Batasan masalah. Sub bab ini membahas batasan masalah baik melalui ruang lingkup
tempat penelitian, informasi penelitian, dan waktu penelitian.

Tujuan Penelitian. Tujuan penelitian dibagi atas 2 bagian, yakni tujuan penelitian
umum dan tujuan penelitian khusus. Pertama, Tujuan Umum : berisikan tujuan secara
keseluruhan atau secara garis besar. Kedua, Tujuan Khusus : berisiskan tujuan secara
khusus ditujukan.

Manfaat Penelitian. Ada 3 manfaat penelitian; Pertama, Manfaat bagi peneliti. Kedua,
Manfaat bagi masyarakat. Ketiga, Manfaat bagi pengembang keilmuan.

b. Bab II Tinjauan Pustaka

Landasan Teori. Landasan teori sebaiknya mendukung hipotesis penelitian yang


mengurai kerangka teori berdasarkan pendapat para ahli.

Kerangka Teori. Kerangka teori berisikan isu atau fakta penelitian.

Kerangka Konsep Penelitian. Kerangka konsep adalah gambaran dari kerangka teori
yang dipilih.

Hipotesis. Hipotesis adalah jawaban sementara dari masalah yang dipilih dan mampu
dipertanggung jawabkan kebenarannya. Hipotesis dinyatakan dalam bentuk
pertanyaan.

c. Bab III Metode Penelitian

Jenis penelitian. Jenis penelitian merupakan langkah yang akan diambil untuk
membuktikan kebenaran hipotesis.

Populasi dan sampel. Populasi merupakan keseluruhan subjek peneliti dan sampel
adalah sebagaian dari jumlah populasi.

Lokasi dan waktu penelitian. Menjelaskan tempat dan waktu penelitian.

Variabel. Menjelaskan keterangan variabel dan faktor yang diteliti dalam penelitian.

Teknik pengumpulan data. Teknik pengumpulan data boleh berupa observasi,


wawancara langsung, angket, dan pengukuran.

Instrumen penelitian. Instrument penelitian merupakan alat ukur berupa kuisioner dan
cek list sebagai pedoman observasi, wawancara dan angket.

Tehnik pengolahan data. Berisi cara pengolahan data yang dapat digunakan untuk
menarik kesimpulan penelitian
Metode analisis data. Menjelaskan seluruh data yang diperoleh menjadi sebuah
informasi.

6. Daftar Pustaka

Berisiskan daftar rujukan pembuatan proposal yang diperoleh dari segala aspek.

7. Lampiran

Lampiran merupakan bahan pendukung sebuah proposal yang digunakan selama


proses penelitian berlangsung.

6. Cara Menulis Judul Proposal Riset

1. Observasi (Pengamatan)
Sebuah penelitian salah satu tujuannya adalah untuk memberi solusi dari suatu
permasalahan yang terjadi. Untuk menemukan masalahnya, kita perlu melakukan
pengamatan awal terlebih dahulu terhadap fenomena yang terjadi, misalnya di bidang
kesehatan. Kita dapat melakukan pengamatan ke sebuah klinik ataupun ke rumah
sakit lalu mencatat setiap proses-proses yang terjadi.

2. Menemukan permasalahan
Di dalam observasi yang dilakukan, kita perlu memiliki kepekaan melihat masalah.
Ketika kita dapat menemukan masalah, kita perlu mencatatnya. Karena bukan hal
yang tidak mungkin, dalam suatu proses akan terjadi banyak masalah. Kumpulkan
setiap permasalahan yang terjadi dan catat pula apa saja hal-hal yang mungkin
menjadi faktor pengaruhnya.

3. Menentukan topik
Setelah menemukan beberapa permasalahan di lapangan, barulah kita menentukan
topik apa yang akan dibahas sehingga memudahkan kita untuk fokus pada penelitian
yang sedang kita kerjakan. Misalnya kita akan melakukan penelitian di bidang
pendidikan, terdapat beberapa masalah yang sudah ditemukan misalkan metode
mengajar guru yang kurang menarik sehingga membuat siswa bosan dan mengantuk
di kelas atau ditemukan juga permasalahan banyak siswa yang kemampuan
menganalisisnya rendah karena motivasi belajar yang rendah. Sudah seharusnya kita
memilih topik yang sudah kita kuasai sehingga memudahkan kita membahas dan
menganalisis isi karya tulis kita.
4. Menentukan tujuan penulisan
Setelah menentukan topik, tentukan tujuan penulisan. Tujuan penulisan ini sangat
penting dirumuskan karena menggambarkan keinginan peneliti memperoleh jawaban
atas permasalahan yang dibahas. Tujuan menjadi penentu arah dalam penulisan kita
sehingga judul karya tulis yang kita pilih harus mewakili tujuan penelitian.

5. Menentukan manfaat
Setelah tujuan tercapai, pikirkanlah manfaat apa yang akan diperoleh oleh orang lain
setelah tujuan kita tercapai. Pastikan penelitian dan tulisan kita bermanfaat untuk
orang lain.

6. Menulis judul
Setelah semuanya ditentukan dan dipikirkan, maka mulailah menulis judul karya tulis.
Menulis judul karya tulis harus memerhatikan beberapa hal di bawah ini:
• Langsung
Judul karya ilmiah ditulis secara langsung pada pokok permasalahan dan tidak
bertele-tele.
• Diksi (Pilihan Kata)
Penggunaan diksi yang dipilih berbeda dengan diksi tulisan populer lainnya. Diksi
yang diperoleh merupakan diksi yang ilmiah namun tetap dapat dipahami pembaca.
• Memerhatikan variabel penelitian
Variabel merupakan sesuatu yang menjadi objek pengamatan penelitian. Variabel
penelitian terdapat beberapa jenis, yaitu:

a. Variabel bebas
Variabel bebas adalah variabel yang memengaruhi atau yang menjadi sebab
perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas ini yang dapat
dimanipulasikan untuk memperoleh akibat dari variabel bebas yang diberlakukan.
Misalnya dalam penelitian pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tinggi tanaman,
maka pengaruh cahaya menjadi variabel bebasnya sehingga dapat dilakukan
penelitian terhadap tanaman yang diberikan cahaya dan tanaman yang tidak diberikan
cahaya. Kita akan memperoleh akibat dari pemberlakuan variabel bebas ini.

b. Variabel terikat
Variabel terikat atau dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi
akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat tidak dimanipulasi, melainkan
diamati variasinya sebagai hasil yang dari variabel bebas. Sesuai contoh sebelumnya,
yaitu penelitian pengaruh cahaya terhadap tinggi tanaman maka variabel terikat
penelitian ini adalah tinggi tanaman.

c. Variabel kontrol
Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga
pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dapat dipengaruhi oleh faktor
luar yang tidak diteliti. Misalkan jenis tanaman yang dipilih untuk melakukan
penelitian cahaya dipilih jenis tanaman yang sama, misalkan tanaman kacang hijau.
Maka variabel control dari penelitian ini adalah jenis tanaman.

7. Abstrak

Secara umum, abstrak merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan


kondisi yang tidak ada wujudnya. Produk abstrak (dunia ekonomi) misalnya,
merupakan produk-produk yang tidak memiliki wujud sama sekali seperti salah
satunya adalah produk jasa.

Dalam dunia penelitian sendiri, pengertian abstrak adalah tulisan singkat yang berisi
gambaran secara menyeluruh mengenai aktivitas / kegiatan penelitian yang dilakukan.
Abstrak biasanya diletakkan di bagian awal sebuah karya ilmiah atau pun laporan
hasil penelitian sebagai informasi awalan bagi para pembaca.

Abstrak biasanya dibuat dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris (bahasa general) dan
bahasa ibu tempat laporan penelitian atau pun karya ilmiah tersebut dibuat.
Penggunaan dua bahasa ini dimaksudkan agar karya ilmiah atau pun laporan
penelitian dapat digunakan baik oleh orang-orang yang berasal dari negara tempat
laporan penelitian tersebut dibuat, maupun oleh orang-orang yang berasal dari negara
di luar tempat laporan penelitian tersebut dibuat.

Lima langkah cara membuat abstrak:


Pertama, mulailah dengan menyampaikan sebuah isu atau permasalahan yang
membutuhkan penelitian. Isu atau problem yang diangkat bisa berhubungan dengan
literatur, namun akan lebih baik jika berhubungan dengan permasalahan yang terjadi
di dunia nyata. Sebagai contoh, isu tentang pernikahan dini, pernikahan sejenis,
diskriminasi gender dalam pekerjaan, pelecehan seksual, dan sebagainya. Problem
yang muncul tersebut bisa dihubungkan dengan masih langkanya studi yang
dilakukan atau literatur yang ditulis sehingga masih diperlukan sebuah penelitian
tentang isu terkait.

Kedua, tulislah tujuan dari studi atau penelitian yang kamu lakukan dengan jelas.
Sudah lumrah dikalangan peneliti untuk memulai kalimat dengan kata ”tujuan
penelitian ini adalah…” Kalimat yang menerangkan tujuan studi bisa diikuti dengan
isu yang dieksplorasi, siapa saja subjek penelitian atau partisipan, dan atau lokasi
dimana studi dilakukan.

Ketiga, sertakan penjelasan singkat bagaimana data dikumpulkan dalam rangka


mencapai tujuan yang sudah disampaikan di bagian kedua. Di bagian cara membuat
abstrak yang ketiga ini, peneliti umumnya mengindikasi juga tipe atau jenis data yang
digunakan, jumlah partisipan, dan dimana data dikumpulkan. Setelah itu, secara
ringkas tulis bagaimana analisis dilakukan.

Keempat, setelah menjelaskan proses pengumpulan dan analisis data, sertakan temuan
tematik yang muncul dari hasil analisis secara padat dan ringkas. Pastikan
keseluruhan poin penting yang merupakan tema hasil analisis ditulis di sini. Apabila
abstrak ini ditulis untuk proposal penelitian, maka bagian ini adalah tentang temuan
tematik penelitian yang kemungkinan muncul. Jadi, semacam kesimpulan sementara
menurut peneliti. Perlu dicatat, beberapa peneliti lebih suka mencantumkan hasil akhir
penelitian ketimbang tema hasil penelitian. Tentunya boleh saja. Mencantumkan
temuan tematik lebih lumrah karena akan memantik pembaca untuk membaca paper
atau proposal yang ditulis. Di bagian akhir akan dipaparkan contoh temuan tematik
penelitian.

Kelima, akhiri abstrak dengan implikasi atau manfaat dari studi yang dilakukan. Tulis
dengan jelas siapa yang diuntungkan dan mengapa pihak tertentu bisa diuntungkan
dengan adanya studi yang dilakukan.

8. Latar Belakang

Latar Belakang Masalah adalah menceritakan hal hal yang melatarbelakangi mengapa
peneliti memilih judul penelitiannya. Dalam latar belakang masalah ini, peneliti
seolah-olah sebagai detektif yang sedang mengamati situasi lingkungan tempat
kejadian perkara. Untuk memunculkan berbagai alasan mengapa memilih judul
tersebut, maka seorang peneliti dalam hal ini dapat mengacu pada peraturan
perundang-undangan yang berlaku, akan tetapi belum efektif pada pelaksanaannya.

Beberapa hal yang terdapat dalam latar belakang adalah:

1. Kondisi ideal mencakup keadaan yang dicita-citakan, atau diharapkan terjadi. Kondisi
ideal ini biasa dituangkan dalam bentuk visi dan misi yang ingin diraih.
2. Kondisi seksual/baku cuki merupakan kondisi yang terjadi saat ini.
menceritakan situasi antara batang kepada pantat dan mulut dan mulut
3. Solusi merupakan saran singkat atau penawaran penyelesaian terhadap masalah yang
dialami sebelum melangkah lebih lanjut ke pokok bahasan.

Langkah-langkah membuat latar belakang proposal


1. Menemukan Masalah di lingkungan anda (jangan Langsung Buat Judul). Dalam
membuat skripsi, karya ilmiah atau melakukan penelitian hal yang dicari pertama kali
bukanlah JUDUL. Yup..sering kali, banyak mahasiswa yang ketika diminta untuk
membuat skripsi langsung pusing dengan menentukan JUDUL terlebih dahulu. Ya
seperti saya dulu,. Jadi ketika kita membuat Skripsi kemudian kita membuat judul
terlebih dahulu, maka yang sulit adalah menemukan masalah yang ada, membuat latar
belakangnya, menemukan data awalnya. Akan bagus jika kita mau mencari data yang
sesuai dengan judul kita, lah kalau tidak mau hehehe CELAKA di akhir episode nanti.
Maka sangat penting untuk mengikuti alur yang sudah ada yaitu dengan menemukan
masalah. Masalah adalah kondisi yang tidak di harapkan. Sementara pendapat lain
lebih jelas mengungkapkan bahwa masalah dalam penelitian adalah terjadinya
ketimpangan antara harapan dan kondisi yang ada. Misal dalam kelas di harapkan
rata-rata nilai siswa di kelas 5 di atas KKM pada mata pelajaran matematika, tapi
pada keadaanya ternaya nilai rata-rata siswa di kelas di bawah KKM. Maka itu dapat
di sebut sebagai masalah.

2. Mencari data pendukung. Setelah kamu menemukan masalah yang kamu cari maka
langkah selanjutnya yaitu menemuka data-data pendukung yang menunjukan bahwa
terjadi masalah di kelas kamu. Data-data pendukung tersebut dapat berupa, hasil nilai
siswa atau juga hasil wawancara dan mungkin hasil observasi pengamatan di kelas.
Alangkah baiknya data seperti hasil nilai siswa dan hasil wawancara dengan wali
kelas di masukan di sini. Karena akan memperkuat argument kmau yang menunjukan
masalah yang sedang terjadi di kelas.

3. Mencari Solusi dari Masalah yang telah di tentukan. Namamnya juga penelitian,
tujuannya yaitu menemukan ilmu pengetahuan baru, menguji ilmu pengetahuan yang
telah ada, atau mengembangkan pengetahuan yang ada. Ketika ada masalah maka
langkah selanjutnya yaitu mencari solusi dari masalah tersebut. Setelah kita
menemukan masalah seperti pada langkah pertama dan kedua, maka selanjutnya kita
di hadapkan untuk mencari solusi. SOlusi yang kita berikan harus berlandaskan oleh
teori-teori yang sudah ada. An akan lebih kuat biasanya jika di dukung oleh
penelitian-penelitian terdahulu. Maka untuk mencari solusi, carilah referensi teori-
teori tentang metode, model, atau media yang dapat mengaatasi masalah
pembelajaran yang sebelumnya telah di temukan.

4. Menyimpulkan sebagai hipotesis sementara bahwa Solusi yang diberikan dapat


mengatasi masalah. Langkah terakhir setelah kamu menuliskan masalah,
mencantumkan data-data pendukung, dan menentukan solusi yang di dukung oleh
teori-teori serta penelitian terdahulu adalah menuliskan kesimpulan. Kesimpulan di
latar belakang adalah kesimpulan yang melandasai kamu melakukan penelitian ini.
Seperti contoh berikut “Berdasarkan penjelasan di atas maka dari itu peneliti memilih
untuk meneliti pengaruh dari metode make a match pada pembelajaran matematika
kelas 5 SD batur semarang”.

9. Identifikasi dan Rumusan Masalah

9.1. Identifikasi Masalah

Konsep identifikasi masalah (problem identification) adalah proses dan hasil


pengenalan masalah atau inventarisasi masalah. Dengan kata lain, identifikasi masalah
adalah salah satu proses penelitan yang boleh dikatakan paling penting di antara
proses lain. Masalah penelitian (research problem) akan menentukan kualitas suatu
penelitian, bahkan itu juga menentukan apakah sebuah kegiatan bisa disebut
penelitian atau tidak. Masalah penelitian secara umum bisa ditemukan melalui studi
literatur (literature review) atau lewat pengamatan lapangan (observasi, survey), dan
sebagainya.

Beberapa hal yang dijadikan sebagai sumber masalah adalah:


1. Bacaan. Sumber bacaan bisa dari jurnal-jurnal penelitian yang berasal dari laporan
hasil-hasil penelitian yang dapat dijadikan sumber masalah, karena laporan penelitian
yang baik tentu saja mencantumkan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut yang
berkaitan dengan tema penelitian bersangkutan. Suatu penelitian sering tidak mampu
memecahkan semua masalah yang telah teridentifikasi karena ada berbagai
keterbatasan peneliti atau ruang lingkup penelitian itu. Hal ini menuntut adanya
penelitian lebih lanjut dengan mengangkat masalah-masalah yang belum terpecahkan.
Selain jurnal penelitian, bacaan lain yang bersifat umum juga dapat dijadikan sumber
masalah misalnya buku-buku bacaan terutama buku bacaan yang mendeskripsikan
gejala-gejala dalam suatu kehidupan yang menyangkut dimensi sains dan teknologi
atau bacaan yang berupa tulisan yang dimuat dimedia cetak.

1. Pertemuan Ilmiah. Masalah penelitian dapat diperoleh melalui pertemuan-pertemuan


ilmiah, seperti seminar, konferensi nasional dan internasional diskusi. Lokakarya,
simposium dan sebagainya. Dengan pertemuan ilmiah seperti itu akan muncul
berbagai permasalahan yang memerlukan jawaban melalui penelitian.

2. Pernyataan Pemegang Kekuasaan (Otoritas). Orang yang mempunyai kekuasaan atau


otoritas cenderung menjadi figure publik yang dianut oleh orang-orang yang ada
dibawahnya. Sesuatu yang diungkapkan oleh pemegang otoritas tersebut dapat
dijadikan sumber masalah. Pemegang otoritas di sini dapat mencakup aspek formal
dan non formal.

4. Observasi (pengamatan). Pengamatan yang dilakukan seseorang peneliti tentang


sesuatu yang direncanakan ataupun yang tidak direncanakan, baik secara sepintas
ataupun dalam jangka waktu yang cukup lama, terstruktur atau tidak terstruktur, itu
dapat melahirkan suatu masalah. Contoh: Seorang pendidik menemukan masalah
dengan melihat (mengamati) sikap dan perilaku peserta didiknya dalam proses belajar
mengajar.

5. Wawancara dan Angket. Melalui wawancara kepada masyarakat mengenai sesuatu


kondisi aktual di lapangan dapat menemukan masalah apa yang sekarang dihadapi
masyarakat tertentu. Demikian juga dengan menyebarkan angket kepada masyarakat
akan dapat menemukan apa sebenarnya masalah yang dirasakan masyarakat tersebut.
Kegiatan ini dilakukan biasanya sebagai studi awal untuk mengadakan penjajakan
tentang permasalahan yang ada di lapangan dan juga untuk menyakinkan adanya
permasalahan-permasalahan di masyarakat.

6. Pengalaman. Pengalaman dapat dikatakan sebagai guru yang paling baik. Tetapi tidak
semua pengalaman yang dimiliki seseorang (peneliti) itu selalu positif, tetapi kadang-
kadang sebaliknya. Pengalaman seseorang baik yang diperolehya sendiri maupun dari
orang (kelompok) lain, dapat dijadikan sumber masalah yang dapat dijawab melalui
penelitian.

7. Intuisi. Secara intuitif manusia dapat melahirkan suatu masalah. Masalah penelitian
tersebut muncul dalam pikiran manusia pada saat-saat yang tidak terencanakan.

9.2. Rumusan Masalah

Suatu rumusan masalah itu ditandai dengan pertanyaan penelitian, yang umumnya
disusun dalam bentuk kalimat tanya, pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menjadi
arah kemana sebenarnya penelitian akan dibawa, dan apa saja sebenarnya yang ingin
dikaji/dicari tahu oleh si peneliti. Masalah yang dipilih haruslah menampilkan
“researchable”, dalam artian bahwa suatu masalah itu dapat diselidiki secara ilmiah.
Masalah tersebut perlu dirumuskan secara jelas agar dengan demikian perumusan
masalahnya jelas. Peneliti diharapkan dapat mengetahui variabel-variabel atau faktor-
faktor apa saja yang akan diukur, dan apakah ada alat-alat ukur yang sesuai untuk
mencapai tujuan penelitian. Dengan rumusan masalah yang jelas akan dapat dijadikan
penuntun bagi langkah-langkah selanjutnya.
Berdasarkan pandangan di atas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam merumuskan masalah penelitian, antara lain adalah sebagai
berikut:

1. Rumusan masalah hendaknya singkat dan bermakna. Masalah perlu


dirumuskan dengan singkat dan padat tidak berbelit-belit yang dapat
membingungkan pembaca. Masalah dirumuskan dengan kalimat yang pendek
tapi bermakna.
2. Rumusan masalah hendaknya ditungkan dalam bentuk kalimat tanya. Masalah
akan lebih tepat disajikan apabila dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya,
bukan pernyataan
3. Rumusan masalah hendaknya jelas dan kongkrit. Artinya, dengan rumusan
masalah yang jelas dan kongkrit itu akan memungkinkan peneliti secara
eksplisit terarah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan: apa yang akan
diselidiki, siapa yang akan diselidiki, mengapa diselidiki, bagaimana
pelaksanaannya, bagaimana melakukannya, dan apa tujuan yang diharapkan.
4. Masalah hendaknya dirumuskan secara operasional. Sifat operasional dari
rumusan masalah akan memungkinkan peneliti memahami variabel-variabel
atau konsep-konsep dan sub-subnya yang ada dalam penelitian dan bagaimana
peneliti dapat mengukurnya.
5. Rumusan masalah hendaknya mampu member petunjuk tenang
memungkinkannya pengumpulan data di lapangan untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang terkandung dalam masalah penelitian tersebut.
6. Perumusan masalah haruslah dibatasi ruang-lingkupnya sehingga itu
memungkinkan penarikan simpulan yang jelas dan tegas. Kalau itu disertai
rumusan masalah yang bersifat umum, hendaknya disertai penjabaran-
penjabaran yang spesifik dan operasional.

10. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan rumusan kalimat yang menunjukkan adanya hasil,


sesuatu yang diperoleh setelah penelitian selesai, sesuatu yang akan dicapai atau
dituju dalam sebuah penelitian. Rumusan tujuan mengungkapkan keinginan peniliti
untuk memperoleh jawaban atas permasalahan penelitian yang diajukan.

Kegunaan hasil penelitian terhubung dengan saran-saran yang diajukan setelah


kesimpulan.
• Menambah wawasan dan kemampuan berpikir mengenai penerapan teori yang
telah didapat dari mata kuliah yang telah diterima kedalam penelitian yang
sebenarnya.
• Hasil penelitian dapat digunakan untuk menggambarkan sistem penilaian
pelayanan yang berjalan saat ini di Perguruan Tinggi Raharja.
• Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai sarana diagnosis dalam mencari sebab
masalah atau kegagalan yang terjadi di dalam sistem penilaian pelayanan yang
sedang berjalan. Dengan demikian akan memudahkan pencarian alternatif
pemecahan masalah-masalah tersebut.
• Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai sarana untuk menyusun strategi
pengembangan sistem penilaian pelayanan yang berjalan.

11. Manfaat Penelitian

Manfaat peneltian adalah kegunaan hasil penelitian nanti, baik bagi kepentingan
pengembangan program maupun kepentingan ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu,
dalam manfaat penelitian ini harus diuraikan secara terperinci manfaat atau apa
gunanya hasil penelitian nanti. Dengan kata lain, data (informasi) yang akan diperoleh
dari penelitian tersebut akan dimanfaatkan untuk apa, dalam rangka pengembangan
program kesehatan. Dari segi ilmu, data atau informasi yang diperoleh dari
penelitian tersebut akan mempunyai kontribusi apa bagi engembangan ilm
pengetahuan. Secara spesifik, manfaat penelitian di bidang apapun seyogyanya
mencakup dua aspek, yakni:
1. Manfaat praktis atau aplikatif

Adalah manfaat penelitian dari aspek praktis atau aplikatif, yakni manfaat penelitian
bagi program. Di bidang kesehatan dengan sendirinya manfaat penelitiannya adalah
bagi pembangunan kesehatan atau bagi pengembangan program kesehatan.

2. Manfaat teoritis atau akademis

Adalah manfaat penelitian dari aspek teoritis yakni manfaat penelitian bagi
pengembangan ilmu. Di bidang kesehatan atau kedokteran dengan sendirinya manfaat
peenlitian tersebut harus dapat menambah khasanah ilmu kesehatan, khususnya terkait
dengan kekhususan bidang kesehatan yang diteliti.

Bagi beberapa penelitian akademis (mahasiswa), kadang-kadang manfaat penelitian


ini juga dilihat dari kepentingan pribadi peneliti yakni sebagai pengalaman proses
belajar mengajar khususnya dalam bidang metodologi penelitian. Sebenarnya manfaat
penelitian seperti ini tidak perlu dicantumkan karena memang enelitian apa saja bagi
peneliti otomatis merupakan pengalaman pribadi dalam melakukan penelitian.

12. Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran adalah suatu diagram yang menjelaskan secara garis besar alur
logika berjalannya sebuah penelitian. Kerangka pemikiran dibuat berdasarkan
pertanyaan penelitian (research question), dan merepresentasikan suatu himpunan dari
beberapa konsep serta hubungan diantara konsep-konsep tersebut (Polancik, 2009).
Pada tesis, kerangka pemikiran biasanya diletakkan di bab 2, setelah sub bab tentang
Tinjauan Studi (Related Research) dan Tinjauan Pustaka. Penamaan kerangka
pemikiran bervariasi, kadang disebut juga dengan kerangka konsep, kerangka teoritis
atau model teoritis (theoritical model). Seperti namanya yang beraneka ragam, bentuk
diagram kerangka pemikiran juga bervariasi.

12.1. Model Penelitian Korelasi


Gaya kerangka pemikiran penelitian yang biasa digunakan untuk model penelitian
korelasi, di mana ada variabel bebas dan variabel terikat. Gregor Polančič (Polancik,
2009) memberikan contoh yang menarik sebuah kerangka pemikiran penelitian untuk
model ini. Pertanyaan penelitian (research question) atau rumusan masalah pada
penelitian yang dibahas (Polancik, 2009) adalah “Bagaimana pengaruh metodologi
pengembangan software dan jumlah pengembang dalam tim, pada produktifitas
pengembang?“. Yang dalam bahasa inggrisnya: “How does software development
methodology and team size influences developers productivity?”

Komponen utama pada kerangka pemikiran yang dikembangkan


Gregor Polančič (Polancik, 2009) adalah Independent Variables (variabel
bebas), Dependent Variables (variabel terikat), Levels (indikator dari variabel bebas
yang akan diobservasi), Measures (indikator dari variabel terikat yang akan
diobservasi). Kerangka pemikiran di bawah menggambarkan alur logika penelitian
dan hubungan antar konsep yang ingin diteliti. Judul yang tepat untuk penelitian ini
adalah “Pengaruh metodologi pengembangan software dan jumlah pengembang
dalam tim pada produktifitas pengembang.
Dapat kita lihat bahwa kerangka pemikiran menggambarkan dengan jelas semua
variabel beserta indikatornya (Levels), hingga alat ukur yang digunakan
(Measurements) untuk menunjukkan ada atau tidaknya korelasi antar variabel yang
ingin diteliti. Dan yang paling penting, baik dalam posisi sebagai peneliti,
pembimbing ataupun penguji, kita bisa memahami gambaran besar penelitian ini
dengan hanya sekali pandang. Pada penelitian ini, dua variabel bebas, yaitu
metodologi pengembangan software (yang diwakili oleh OSSD, RUP dan XP), dan
jumlah pengembang dalam tim (yang ukurannya adalah jumlah orang), akan dilihat
apakah memiliki korelasi dengan variable terikat, yaitu tingkat produktifitas
pengembang (yang ukurannya adalah jumlah baris code yang dihasilkan tiap
developer tiap harinya).

12.2. Model Penelitian Perbaikan Metode

Kerangka pemikiran yang berikutnya adalah bila model penelitian kita adalah method
improvement (perbaikan metode), yang sering digunakan pada penelitian di bidang
sains dan teknik, termasuk bidang computing didalamnya. Kenapa kok harus
melakukan method improvement? Ini dijawab dengan baik oleh (Berndtsson et al.,
2008) dan (Dawson, 2009) di buku mereka, bahwa memang research itu adalah
aktifitas yang dilakukan dalam rangka memberi kontribusi yang orisinil ke
pengetahuan. Dalam hal ini ketika kita memperbaiki sebuah metode atau algoritma,
perbaikan yang kita lakukan adalah salah satu bentuk dari kontribusi orisinil kita ke
pengetahuan.

Saya mencoba menyusun sebuah kerangka pemikiran khusus untuk model penelitian
perbaikan metode, berdasarkan model (Polancik, 2007) yang sudah saya jelaskan di
atas. Komponen dari model kerangka pemikiran saya adalah Indicators, Proposed
Method, Objectives, dan Measurements.

Sebagai contoh, saya akan mencoba menerapkan kerangka pemikiran yang saya
desain pada paper penelitian berjudul “Prediksi Produksi Padi dengan menggunakan
Support Vector Machine berbasis Particle Swarm Optimization” yang ditulis oleh (Fei
et al., 2009). Kerangka pemikiran untuk penelitian (Fei et al., 2009) ini adalah seperti
pada gambar di bawah.
Pada penelitian ini, data set yang digunakan adalah data set Chinese Grain yang
bersifat rentet waktu (time series), yang sifatnya public dataset dan bisa didapat dari
UCI repository. Sedangkan metode yang diusulkan (Proposed Method) adalah
menggunakan metode support vector machine, di mana pada proses pemilihan
(optimisasi) parameternya dibantu oleh algoritma particle swarm optimization.
Indikator (Indicators) yang diobservasi (diadjust atau dioprek) adalah
nilai population dan generation pada particle swarm optimization, serta kernel
type dan iterationpada support vector machine. Tujuan (Objectives) pada penelitian
ini adalah adanya peningkatan akurasi pada model, dimana pengukuran peningkatan
akurasi (Measurements) akan menggunakan root mean squared error (RMSE).

Sebagai catatan, metode yang diusulkan (proposed method) yang ada di kerangka
pemikiran ini adalah gambaran besarnya saja. Nantinya gambaran besar metode yang
diusulkan ini, harus dijelaskan secara lebih detail dalam bentuk alur algoritma dengan
ditambahi penjelasan matemathical model (formula) dari algoritma atau metode baru
yang diusulkan.
13. Metode Penelitian

13.1. Subyek dan Obyek Penelitian

A. Subyek Penelitian
Yang dimaksud subyek penelitian, adalah orang, tempat, atau benda yang diamati
dalam rangka pembumbutan sebagai sasaran ( Kamus Bahasa Indonesia, 1989:
862). Adapun subyek penelitian dalam tulisan ini, adalah dosen tetap di Universitas
Muria Kudus, yang terdiri Dosen PNS Kopertis VI dipekerjakan dan dosen tetap
yayasan pembina Universitas Muria Kudus.

B. Obyek Penelitian
Yang dimaksud obyek penelitian, adalah hal yang menjadi sasaran penelitian (
Kamus Bahasa Indonersia; 1989: 622). Menurut (Supranto 2000: 21) obyek
penelitian adalah himpunan elemen yang dapat berupa orang, organisasi atau
barang yang akan diteliti. Kemudian dipertegas (Anto Dayan 1986: 21), obyek
penelitian, adalah pokok persoalan yang hendak diteliti untuk mendapatkan data
secara lebih terarah. Adapun Obyek penelitian dalam tulisan ini meliputi: (1)
Komitmen dosen (2) Sikap Dosen pada Jabatannya sebagai tenaga fungsional
akademik, (3) Gaya Kepemimpinan Visioner Ketua program studi, dan (4) Kinerja
dosen di Universitas Muria Kudus.

13.2. Populasi dan Sampel Penelitian

A. Populasi Penelitian
Populasi penelitian adalah seluruh individu yang akan dikenai sasaran generalisasi
dari sampel yang diambil dalam suatu penelitian (Sutrisno Hadi, 1987:10).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dosen tetap yang ada di Universitas
Muria Kudus baik dosen PNS dipekerjakan maupun dosen yayasan Pembina
Universitas Muria Kudus. Populasi penelitian sebanyak 125 orang, yang terdiri dari
dosen PNS dipekerjakan 30 orang, dosen pegawai Yayasan pembina UMK 95
orang.
B. Sampel Penelitian
Menurut Sutrisno Hadi (1987 : 20) sampel adalah contoh atau sebagian individu yang
diteliti, karena jumlah populasi penelitian yang besar dan tidak dapat diteliti
seluruhnya. Mengingat pada penelitian ini populasi dosen tetap UMK sebanyak
125 (>100) dan terdiri asisten ahli, lektor dan lektor kepala, maka penetapan sampel
dengan stratifikasi populasi.

Penggunaan stratifikasi populasi yang terdiri asisten ahli 70 orang; lektor 30 orang,
lektor kepala 25 orang. Setelah diamati karakteristik kesempatan masing-masing
untuk promosi naik ke jenjang jabatan yang lebih tinggi berbasis kenaikan pangkat
reguler setiap 4 tahun satu kali sebanyak 20% dari masing-masing strata populasi
dapat dihitung variance peluang naik jabatan pada stratifikasi populasi dengan notasi

1
𝑠2 = ∑(𝑥𝑖 − 𝑋)2 𝑓𝑖
𝑁

Dimana: s2 = besarnya variance

N = Banyaknya sub populasi yang diamati

xi = Nilai tengah dari interval frekunsi kesempatan promosi jabatan

X = Rata-rata banyaknya frekuensi kesempatan promosi jabatan

fi = Frekuensi dari hasil pengamatan atas sub/strata populasi yang diamati


( Dayan 1981:167).

Kemudian masing–masing stratifikasi diperoleh variance s2: asisten ahli 3,08;


lektor 4,51; lektor kepala 4,50( Lampiran 1-1).

Berdasarkan data dosen yang ada di Unversitas Muria Kudus, jumlah dosen tetap
125 orang, derajad estimasi mean populasi 6%; derajad kepercayaan 95% dan
bound of error untuk mean 5%, maka perhitungan sampel dengan notasi

𝐿 ∑(𝑁𝑖 2 . 𝑆𝑖 2 )
𝑛=
𝑁 . 𝐷 + ∑(𝑁𝑖 . 𝑆𝑖 2 )

Dimana : L = banyaknya sub atau kelompok/ strata populasi

N = Jumlah populasi total


Ni = Jumlah sub populasi ke i s2 = variance dari sub populasi, diperoleh
sampel total 47 orang ( lampiran 1-2).

Setelah pendistribusian pada masing-masing strata populasi dengan notasi:

𝑁𝑖
𝑆𝑖 = .𝑛
𝑁

Dimana: n = target sampel total seluruh populasi

Ni = besarnya jumlah sub populasi ke i

N = besarnya jumlah populasi total

si = besarnya sampel terhitung ( Nazir 1989:354)

Hasil perhitungan, diadakan penambahan 112,5% sampel tiap sub populasi, sehingga
sampel lebih representatif. Rincian sampel tiap sub populasi diperoleh: Asisten Ahli
55 ; Lektor 24 dan Lektor kepala 21 atau total 100 sampel.

13.3. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

A. Variabel Penelitian

Penelitian terdiri dari dua variabel bebas (eksogen variable), satu variabel terikat
(endogen variable) dan satu variabel antara. Menurut Sugiyono, (2001:3) variabel
bebas (eksogen variable) disebut sebagai variabel stimulus, input, prediktor,
antecedent atau variabel yang mempengaruhi. Sedangkan variabel terikat (endogen
variable) disebut sebagai variabel respon, output, kriteria, konsekuen yang
merupakan variabel tergantung yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Keempat
variabel penelitian yang menjadi subyek penelitian, adalah:

a. Variabel Endogen 2 : Kinerja Dosen


b. Variabel Eksogen 1 : Komitmen Dosen
c. Variabel Eksogen 2 : Sikap pada Jabatan Fungsional Dosen
d. Variabel Endogen 1 : Kepemimpinan Visioner Ketua Program studi
B. Definisi Operasional
Variabel tersebut dijabarkan ke dalam definisi operasional indikator penelitian,
ukuran data dan jenis data sebagai berikut:
Definisi Variabel dan Indikatornya

Definisi
Variabel Indikator Ukuran Data
Operasional

Kepemimpi pola kepemimpinan (a) visi jelas, (a) Tingkat visi jelas Ordinal
-nan ketua program studi (b) misi untuk mencapai visi (b) Tingkat misi untuk mencapai visi Ordinal
Visioner dalam mengarahkan (c) tujuan jelas (c) Tingkat tujuan jelas Ordinal
(X1) dosen dan karyawan (d) strategi jelas (d) Tingkat strategi jelas Ordinal
untuk memberi arti (e) kerja sama dengan dosen (e) Tingkat kerja sama dengan dosen Ordinal
pada kinerja dan (f) kerja sama dengan tata usaha (f) Tingkat kerja sama dengan tata usaha Ordinal
usaha yang perlu (g) keteladanan (g) Tingkat keteladanan Ordinal
dilakukan bersama- (h) arahan yang jelas (h) Tingkat arahan yang jelas Ordinal
sama oleh warga (i) waspada pada intrik dari luar (i) Tingkat waspada pada intrik dari luar Ordinal
program studi dengan (j) kecerdikan melihat ke depan (j) Tingkat kecerdikan melihat ke depan Ordinal
cara memberi arahan, (k) kecepatan layanan (k) Tingkat kecepatan layanan Ordinal
makna pada kerja dan (l) tanggap terhadap perubahan (l) Tingkat tanggap terhadap perubahan Ordinal
usaha yang dilakukan (m) kompetitif (m) Tingkat kompetitif Ordinal
berdasarkan visi (n) memiliki analisis yang tajam (n) Tingkat analisis yang tajam Ordinal
program studi (o) imajinatif (a) Tingkat imajinatif Ordinal
Sikap pada tanggapan atau (a) tanggung jawab (a) Tingkat tanggung jawab Ordinal
Jabatan penilaian seorang (b) melaksanakan kewajiban (b) Tingkat melaksanakan kewajiban Ordinal
Dosen (X2) dosen pada jabatan (c) menerima hak (c) Tingkat menerima hak Ordinal
yang diembannya, (d) melaksanakan wewenang (d) Tingkat melaksanakan wewenang Ordinal
yaitu sebagai staf (e) rasa kebanggaan pada tugas (e) Tingkat kebanggaan pada tugas Ordinal
akademik yang (f) rasa kebanggaan pada profesi (f)Tingkat kebanggaan pada profesi Ordinal
melaksanakan (g) rasa kebanggaan terhadap karier (g) Tingkat kebanggaan terhadap karier Ordinal
tridarma perguruan (h) rasa kebanggaan terhadap status (h) Tingkat kebanggaan terhadap status sosial Ordinal
tinggi sosial-ekonomi ekonomi
(i) kesungguhan melaksanakan tugas (i) Tingkat kesungguhan melaksanakan tugas Ordinal
(j) disiplin kerja. (j) Tingkat disiplin kerja. Ordinal
Komitmen pemahaman yang (a) Perasaan menjadi bagian dari (a) Tingkat perasaan menjadi bagian dari Ordinal
Dosen (X1) kuat dari seorang program studi program studi
dosen terhadap suatu (b) Ketaatan terhadap kebijakan (b) Tingkat ketaatan terhadap kebijakan Ordinal
kualitas hubungan, program studi program studi
antar warga kampus
(c) tertarik pada pekerjaannya (c) Tingkat tertarik pada pekerjaannya Ordinal
yang menentukan
(d) semangat dalam melaksanakan (d) Tingkat semangat dalam melaksanakan Ordinal
kinerjanya untuk
pekerjaan, pekerjaan,
membangun
(e) Kebanggaan terhadap profesi dosen (e) Tingkat kebanggaan terhadap profesi dosen Ordinal
kepercayaan di dalam
(f) Totalitas terhadap pekerjaan, (f) Tingkat totalitas terhadap pekerjaan,
hubungan tersebut
(g) penghargaan bagi yang berprestasi (g) Tingkat penghargaan bagi yang berprestasi Ordinal
(h) Keinginan untuk promosi, (h) Tingkat keinginan untuk promosi, Ordinal
(i) Keputusan yang tepat tentang (i) Tingkat keputusan yang tepat tentang Ordinal
pekerjaannya, pekerjaannya,
(j) Kesamaan nilai pribadi pada (j) Tingkat kesamaan nilai pribadi pada Ordinal
organisasi organisasi
(k) Peluang pekerjaan (k) Tingkat peluang pekerjaan Ordinal
(l) Hubungan baik dengan atasan (l) Tingkat hubungan baik dengan atasan
(m) hubungan baik dengan sesama (m) Tingkat hubungan baik dengan sesama Ordinal
dosen, dosen
(n) perhatian pada pimpinan maupun (n) Tingkat perhatian pada pimpinan maupun Ordinal
rekan kerja rekan kerja

Kinerja presatsi / hasil kerja (a) Prestasi sebagai dosen (a) Tingkat prestasi sebagai dosen Ordinal
Dosen (Y) yang dicapai oleh (b) Kemampuan mengembangkan (b) Tingkat kemampuan mengembangkan Ordinal
dosen dalam kurun sebagai staf akademik sebagai staf akademik
waktu tertentu (c) Kemampuan untuk mengikuti (c) Tingkat kemampuan mengikuti Ordinal
sebagai wujud perkembangan Iptek perkembangan Iptek
tanggung jawabnya
(d) Kemampuan menyusun program (d) Tingkat kemampuan menyusun program Ordinal
terhadap tugas dan
kerja tridarma perguruan tinggi kerja tridarma Perguruan tinggi
kewajibannya yang
(e) Kemampuan mengoptimalkan (e) Tingkat kemampuan mengoptimalkan Ordinal
dibebankan
sumber daya program studi. sumber daya program studi.
kepadanya
(f) Kemampuan mengelola adminitrasi (f) Tingkat kemampuan mengelola adminitrasi Ordinal
tridarma perguruan tinggi tridarma perguruan tinggi
(g) melaksanakan pendidikan, (g) Tingkat melaksanakan pendidikan, Ordinal
penelitian, pengabdian pada masyarakat penelitian, serta pengabdian pada masyarakat

(h) pemanfaatan hasil penelitian, (h) Tingkat pemanfaatan hasil penelitian Ordinal
(i) Memiliki kepribadian yang kuat, (i) Tingkat kepribadian yang kuat, Ordinal
(j) Memiliki visi, untuk memahami (j) Tingkat memiliki visi, untuk memahami Ordinal
misi program studi misi program studi

(k) Kemampuan mengambil keputusan (k) Tingkat kemampuan mengambil keputusan Ordinal
(l) menemukan gagasan baru (l) Tingkat menemukan gagasan baru
(m) melaksanakan pembaharuan (m) Tingkat melaksanakan pembaharuan Ordinal
(n) Kemampuan mengatur lingkungan (n) Tingkat kemampuan mengatur linkungan Ordinal
kerja (fisik) kerja (fisik)
(o) Kemampuan mengatur suasana kerja (o) Tingkat kemampuan mengatur suasana kerja Ordinal
(non fisik) prinsip (non fisik)
(p) Kemampuan menerapkan (a) Tingkat kemampuan menerapkan prinsip Ordinal
penghargaan serta hukuman. penghargaan serta hukuman.
13.4. Pengumpulan Data

A. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner/angket dengan skala
Likert. Kuesioner/angket dengan skala Likert adalah seperangkat
pertanyaan/pernyataan yang disusun dengan lima alternatif jawaban bertingkat,
sehingga mudah dijawab oleh responden. Jawaban alternatif yang disediakan adalah:

a. Skor 5, apabila dosen selalu melaksanakan setiap kegiatan.


b. Skor 4, apabila dosen lebih banyak melaksanakan dibandingkan dengan tidak
melaksanakan
c. Skor 3, apabila dosen seimbang antara melaksanakan dengan tidak melaksanakan.
d. Skor 2, apabila dosen lebih sedikit melaksanakan dibandingkan dengan tidak
melaksanakan.
e. Skor 1, apabila dosen belum pernah melaksanakan sama sekali.

B. Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai
berikut:
1) Pembagian instrumen kepada responden secara acak, untuk diisi sesuai dengan
petunjuk yang telah disiapkan.
2) Penarikan Instrumen penelitian telah diisi oleh responden.
3) Tabulasi data hasil penelitian.
4) Analisis data hasil penelitian dengan rumus statis.

13.5. Uji Coba Instrumen Penelitian

A. Uji Validitas Instrumen


Dalam penelitian ini digunakan uji validitas item dengan kriteria internal, yaitu selain
teruji kecermatan dalam melaksanakan fungsi ukuran juga membandingkan kesesuaian
skor tiap komponen pertanyaan dengan skor keselururuhan pertanyaan atau skor total
keseluruhan test.

Pengujian validitas juga merupakan kemampuan dari tiap indikator untuk mengukur
keakuratan sebuah konsep. Artinya apakah konsep yang telah dibangun tersebut sudah
valid dan atau belum. Dalam pengujian ini melibatkan para ahli dan pihak yang
berkompeten (calon responden) untuk memberikan komentar dan saran terhadap
indikator yang dijabarkan dalam item pertanyaan ( Sugiyono, 1999:114).

B. Uji Reliabilitas Konstruk


Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan suatu alat pengukur dapat dipercaya /
dapat diandalkan dan konsistensi sutu alat pengukur segala yang sama. Uji reliabilitas
konstruk dalam SEM diperoleh melalui rumus Hair [Link](1995: 642).
(∑ 𝑠𝑡𝑑. 𝐿𝑜𝑎𝑑𝑖𝑛𝑔)2
𝐶𝑜𝑛𝑠𝑡𝑟𝑢𝑐𝑡𝑟𝑒𝑙𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦 =
(∑ 𝑠𝑡𝑑. 𝐿𝑜𝑎𝑑𝑖𝑛𝑔)2 + ∑. 𝑗

13.6. Analisis Data

Suatu penelitian membutuhkan analisis data dan interpretasinya yang bertujuan


menjawab setiap pertanyaan peneliti dalam rangka mengungkap fenomena sosial
tertentu. Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih
mudah dibaca dan diinterpretasikan. Metode yang dipilih untuk menganalisis data harus
sesuai dengan pola penelitian dan variabel yang diteliti.

Penelitian ini menggunakan model kausalitas atau hubungan atau pengaruh. Untuk
menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, dengan teknik analisis SEM atau
Structural Equation Model yang dioperasikan melalui program AMOS. Permodelan
penelitian melalui SEM memungkinkan seorang peneliti dapat menjawab pertanyaan
penelitian yang bersifat dimensional, yaitu mengukur apa indikator dari sebuah konsep
dan regresif, yaitu mengukur pengaruh atau derajad hubungan antara faktor yang telah
diidentifikasikan dimensinya. Penelitian ini menggunakan 2 macam teknik analisis yaitu
:
a. Analisis Faktor Konfirmatori ( Conformatory Factor Analysis)
Analisis faktor konfirmatori pada SEM digunakan untuk mengkonfirmasikan faktor-
faktor yang paling dominan dalam satu kelompok variabel. Pada penelitian ini analisis
faktor konfirmatori digunakan untuk uji indikator yang membentuk faktor, technology
orientation, learning orientation, salesforce, organizational characteristic,
interdepartmental interaction, dan kinerja pemasaran.
b. Regression Weight
Regression Weight pada SEM digunakan untuk meneliti berapa besar variabel
technology orientation, learning orientation, sales force, organizational
characteristics, interdepartemental interaction, berpengaruh terhadap kinerja
pemasaran. Pada penelitian ini regression weight digunakan untuk uji hipotesis H1,
H2, H3, H4, H5.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam permodelan SEM:


1. Mengembangkan teori berdasarkan model, dimana perubahan yang terjadi pada suatu

variabel diasumsikan untuk menghasilkan perubahan pada variabel lain

2. Membentuk sebuah diagram alur hubungan kausal, yaitu menggambarkan serangkaian

hubungan kausal antara konstruk dari model teoritis yang dibangun tahap pertama

dengan menyusun alur melalui anak panah, jika lurus mencerminkan hubungan kausal

langsung. Sedangkan garis lengkung atau anak panah pada setiap ujungnya

menunjukkan korelasi antara konstruk. Yaitu konstruk eksogen yang dituju kontruk

endogen yang memprediksi satu atau lebih konstruk endogen lain.

3. Mengubah alur diagram ke persamaan struktural dan model [Link]

yang dibangun dari diagram alur yang dikonversikan meliputi:

a. Persamaan struktural, yang perumusannya menyatakan hubungan kausalitas


antara berbagai konstruk dengan berpedoman:
Variabel endogen = variabel eksogen + variabel endogen + error
b. Persamaan spesifikasi model pengukuran, yaitu menentukan variabel yang
mengukur konstruk dan serangkaian matriks yang menunjukkan korelasi yang
dihipotesiskan antara konstruk atau variabel.
4. Memilih matriks input dan estimasi model
Penelitian ini menggunakan matriks varians/kovarians pada saat pengujian teori,
karena diasumsikan standard error yang dilaporkan lebih akurat daripada matriks
korelasi, dengan rentang 0 s/d ± 1 (Hair dkk 1995).
Ukuran sampel yang sesuai adalah antara 100 – 200, karena ukuran itu akan
menghasilkan dasar estimasi kesalahan sampling. Program komputer yang digunakan
untuk mengestimasi model adalah program AMOS dengan teknik maximum likehood
estimation.
5. Menganalisis kemungkinan munculnya masalah identifikasi
Bila ketidakmampuan model yang dikembangkan untuk menghasilkan estimasi yang
baik tidak dapat dilaksanakan, maka software AMMOS 5.0 akan memunculkan pesan
pada monitor komputer tentang kemungkinan penyebabnya. Salah satu cara mengatasi
adalah memperbanyak constraint pada model yang dianalisis dan berarti estimated
coefficient dieliminasi.
6. Mengevaluasi kriteria Goodness-of-fit
Evaluasi terhadap kesesuaian model melalui telaah pada berbagai kriteria Goodness-
of-fit, antara lain,
a. Chi-square Statistic, model yang diuji dipandang baik, jika nilai Chi-squarenya
rendah. Nilai yang rendah dan tidak signifikanlah yang diharapkan agar
hipotesis nol sulit ditolak dan dasar penerimaan adalah probabilitas dengan cut-
off value sebesar p.≥ 0,05 atau p ≥ 0,10 (Ferdinand, 2002).
b. Probability, nilai probability yang dapat diterima adalah p ≥ 0,05
c. Goodness-of-fit Index (GFI)
Indeks ini menghitung proporsi tertimbang dari varians dalam matriks
kovarians sampel yang dijelaskan oleh matriks kovarians populasi
terestimasiakan GFI, adalah sebuah ukuran non statistikal yang mempunyai
rentang nilai antara 0 (poor fit) sampai dengan 1,0 ( perfect fit). Nilai yang
tinggi merupakan “better fit”
d. Adjusted Goodness of-fit Index (AFGI)
Tingkat penerimaan yang direkomendasikan adalah nilai AFGI ≥ 0,90 (
Hair et al; 1995). Nilai sebesar 0,95 dapat diinterpretasikan sebagai tingkatan
yang baik-good overall model fit, sedangkan besaran nilai anatara 0,90 – 0,95
menunjukkan tingkatan cukup – adequate fit (Hulland et,al,1996).
e. Comparative Fit Index (CFI)
Rentang nilai Indeks ini antara 0 – 1, dimana semakin mendekati 1,
mengidentifikasikan tingkat fit yang paling tinggi a very good fit; dan nilai
yang direkomendasikan adalah CFI ≥ 0,95 ( Arbukle, 1997 ).
f. Tucker Lewis Index (TLI)
TLI, adalah sebuah alternatif incremental fit index yang mebadingkan
sebuah model yang diuji terhadap sebuah baseline model ( Baumgartner,
1996). Nilai yang direkomendasikan diterimanya sebuah model ≥ 0,95
(Hair,1995) dan nilai yang mendekati 1 menunjukkan a very good fit Arbukle,
1997)
g. The Root Nean Square Error of Approximation (RMSEA)
RMSEA, adalah sebuah indeks yang digunakan untuk mengkompensasi
chi-square statistic dalam sampel yang besar, dan menunjukkan goodness of fit
yang diharapkan dalam estimasi populasi. Nilai RMSEA = 0,08 merupakan
indeks yang dapat diterima model yang mencerminkan sebuah close fit model
itu berbasis degrees of freedom ( Browne, 1993 dala Ferdinand AT, 2000)
h. Interpretasi dan Modifikasi model
Pada tahap ini, model yang tidak memenuhi syarat pengujian yang
dilakukan diinterpretasi dan dimodifikasi. Setelah model diestimasi, residual
kovariannya haruslah kecil atau mendekati nol dan distribusi frekuensi dari
kovarians residual harus bersifat dimetrik. Batas keamanan residual yang
dihasilkan oleh model adalah 5%. Nilai residual values > 2,58 dinterpretasikan
sebagai signifikans secara statis pada tingkat 5% dan residual yang dignifikans
ini menunjukkan adanya prediction error yang substantial untuk sepasang
indikator.

Goodness-of Fit Indeces


Goodness-of-fit index Cut-of value
Chi-square ≤ 85.126
Significant probability ≥ 0,05
GFI ≥0,90
CMIN/DF ≥ 2,0
TLI ≥ 0,95
CFI ≥ 0,95
RMSEA ≥ 0,08
Sumber: Ferdinand (2002, p. 61)
7. Menginterpretasikan dan memodifikasi model bagi semua model yang tidak
memenuhi syarat pengujian yang dilkukan Hair dalam Ferdinand (2000), pedoman
untuk mempertimbangkan perlu tidaknya memodifikasi sebuah model dengan melihat
jumlah residual yang dihasilkan oleh model, maka sebuah modifikasi mulai perlu
dipertimbangkan. Bila ditemukan bahwa nilai residual yang dihasilakan model cukup
besar > 2,58, mak cara lain dalam memodifikasi adalah dengan mempertimbangakan
untuk menambah sebuah alur baru terhadap model yang diestimasi itu. Nilai residual
yang ≥ 2,58 diinterpretasikan sebagai signifikan secara statistik pada tingkat 5%

13.7. Hipotesis Statistik


Hipotesis statistik dalam penelitian ini dapat digambarkan dengan rumus sebagai
berikut:
Hipotesis pertama : 𝐻0 → 𝛽𝑦1.1 = 0
𝐻1 → 𝛽𝑦1.1 ≠ 0
Hipotesis kedua : 𝐻0 → 𝛽𝑦1.2 = 0
𝐻1 → 𝛽𝑦1.2 ≠ 0
Hipotesis ketiga : 𝐻0 → 𝛽𝑦1.12 = 0
𝐻1 → 𝛽𝑦1.12 ≠ 0
Hipotesis keempat : 𝐻0 → 𝛽𝑦3 = 0
𝐻1 → 𝛽𝑦3 ≠ 0
Hipotesis kelima : 𝐻0 → 𝛽𝑦.1 = 0
𝐻1 → 𝛽𝑦.1 ≠ 0
Hipotesis keenam : 𝐻0 → 𝛽𝑦.2 = 0
𝐻1 → 𝛽𝑦.2 ≠ 0
Hipotesis ketujuh : 𝐻0 → 𝛽𝑦12 = 0
𝐻1 → 𝛽𝑦12 ≠ 0
Hipotesis kedelapan : 𝐻0 → 𝛽𝑦123 = 0
𝐻1 → 𝛽𝑦123 ≠ 0

Keterangan = H0 : Hipotesis 0
H1 : Hipotesis kerja
Βy1.1 : Koefisien regresi komitmen terhadap kepemimpinan
visioner ketua program studi.
Βy1.2 : Koefisien regresi sikap pada jabatan terhadap
kepemimpinan visioner ketua program studi.
Βy1.12 : Koefisien regresi komitmen dan sikap pada jabatan
secara bersama-sama terhadap kepemimpinan visioner ketua
program studi.
Βy3 : Koefisien regresi kepemimpinan visioner ketua program
studi terhadap kinerja dosen.
Βy.1 : Koefisien regresi komitmen terhadap kinerja dosen
Βy.2 : Koefisien regresi sikap pada jabatan terhadap kinerja
dosen.
Βy12 : Koefisien regresi komitmen dan sikap pada jabatan
secara bersama-sama terhadap kinerja dosen.
Βy123 : Koefisien regresi komitmen, sikap pada jabatan dan
kepemimpinan visioner ketua program studi secara bersama-
sama terhadap kinerja dosen.

14. Pengalaman Kesalahan

Berikut akan dijelaskan mengenai kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa


berdasarkan pengalaman kami dalam membimbing dan menguji PI selama ini.

1. Menggunakan kata ganti orang

Masih banyak yang menulis PI seperti menulis buku (dalam hal ini, Penulis mengajak
pembaca berpikir atau belajar kepadanya), misalkan pada kalimat-kalimat :
(a) Seperti sudah kita ketahui bersama ...........(ada kata “kita”)
(b) Dalam hal ini, Penulis meyakini bahwa ..... (ada kata “Penulis”)
(c) Bisa Anda lihat di sini ................................ (ada kata “Anda”)

Jadi, jangan gunakan kata ganti orang. Untuk mencegah itu, gunakanlah kalimat pasif,
misalkan pada (c) Bisa dilihat di sini ...., dan sebagainya.

2. Menggunakan kata perintah

Jangan menggunakan kata atau kalimat perintah di PI yang menjadikan seakan para
pembaca adalah ’murid’-nya. Misalkan pada kalimat :

(a) Lihatlah, bahwa berdasarkan .......(ada kata perintah “Lihatlah”)


(b) Untuk itu, klik-lah mouse sebanyak dua kali ....(ada kata “klik-lah)

Kembali, gunakan kalimat pasif, misalkan “Dilihat, bahwa berdasarkan...” agar semua
penulisan ini dilakukan sendiri oleh si penulis PI.

3. Penggunakan suku kata “di”

Masih banyak yang tidak mengerti kapan suku kata “di” harus dijadikan penunjuk
tempat, atau menjadi kata depan, sehingga banyak yang menulis :

(a) Pernyataan diatas sudah tepat ....... (“di” yang digabung dengan kata)

(b) Karenanya, harus di lakukan ...........(”di” yang dipisah dengan kata)

yang seharusnya ditulis : (a) di atas, dan (b) dilakukan.

“Di” dipisah dengan kata berikutnya bila ia menunjukkan tempat, misalkan di Jakarta, di
samping, di sini, dan semacamnya.

4. Menerangkan kehebatan perkembangan komputer di Latar Belakang Masalah

Sewaktu kita menuliskan masalah di latar belakang masalah, jangan kita bicarakan segala
sesuatu yang berhubungan dengan pemecahan masalah atau yang tidak ada kaitan
langsung dengan masalah. Jadi, cerita mengenai perkembangan komputer yang demikian
pesat, dan semacamnya tidak perlu kita tuliskan, karena perkembangan komputer tersebut
bukan menjadi masalah kita.
5. Kesimpulan yang sama dengan yang ada di Latar Belakang Masalah

Banyak yang menulis segala sesuatu di kesimpulam ternyata hanya mengulang tulisan
yang pernah ada di latar belakang masalah atau di bagian lain. Padahal, kesimpulan
adalah segala sesuatu yang baru kita dapatkan setelah penelitian kita lakukan.

Ibarat menonton sebuah film, maka kesimpulan terhadap sebuah film adalah film tersebut
bagus, biasa-biasa saja, atau tidak bagus. Begitu juga dengan PI, di kesimpulan adalah
penjelasan mengenai bagus (sesuai dengan yang diharapkan untuk menyelesaikan
masalah), biasa-biasa saja (tidak semuanya sesuai dengan yang diharapkan), atau tidak
bagus (sama sekali tidak membantu memecahkan masalah).

6. Software yang ‘dikupas habis di Landasan Teori’

Software (contoh, Visual BASIC), bukanlah teori. Jadi seharusnya, software tidak perlu
dimasukkan di manapun, baik itu di judul penulisan, maupun di dalam teori. Terlebih
lagi, software tersebut didapatkan dari membajak (melanggar HAKI), Jika bukan
software bajakan, maka perlu dicantumkan lisensi yang didapat di dalam lampiran.

Jika memang untuk menunjang penulisan, software tersebut harus dicantumkan (dan
berlisensi) maka jjelaskan secara singkat saja (sekitar 1 alinea) mengenai manfaat
software tersebut bagi penelitian. Jadi jangan dikupas habis mulai dari sejarah hingga
icons yang disediakannya.
DAFTAR PUSTAKA

1. [Link]
2. [Link]
3. [Link]
[Link]
4. [Link]
5. [Link]
6. [Link]
tesis/
7. [Link]
penelitian/
8. [Link]
9. [Link]
ATAN+PENULISAN+[Link]

Anda mungkin juga menyukai