MAKALAH
STRUKTUR INTI
Disusun untuk memenuhi mata kuliah
Fisika Inti
DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK 1 : 1. TIARA ALWAFA NISSA HUANG
2. MEITIA HUSRA
3. ALDI RYAN PRATAMA
PRODI : PENDIDIKAN FISIKA
DOSEN : Dra. HIDAYATI, [Link]
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, taufik dan
hidayah-Nya, sehingga dengan keridaan-Nya pula penulis dapat menyelesaikan makalah
tentang Struktur Inti Dan Sifat Inti ini tepat waktu. Shalawat serta salam semoga
tercurah kepada Rasullullah SAW beserta keluarganya.
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata
kuliah Fisika Inti. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan
tentang materi struktur inti dan sifat-sifatnya. Dengan adanya makalah ini, kami
mengharapkan kita dapat ikut adil dalam memanfaatkan ilmu yang ada.
Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan pengetahuan dan pemahaman kami,
menjadikan keterbatasan kami pula untuk memberikan penjabaran yang lebih dalam
tentang masalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis
harapkan demi terciptanya makalah yang lebih baik lagi untuk masa mendatang.
Padang, 8 Februari 2022
Kelompok 1
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................ii
DAFTAR ISI ..............................................................................................................iii
BAB 1 PENDAHULUAN ...........................................................................................1
A. Latar Belakang .................................................................................................1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................1
C. Tujuan ..............................................................................................................1
BAB 2 PEMBAHASAN ..............................................................................................2
A. Hamburan Rutherford ......................................................................................2
B. Hipotesis Proton-Elektron ...............................................................................5
C. Transmuatsi Nuklir dan Penemuan Neutron ....................................................6
D. Hipotesis Proton-Neutron.................................................................................7
BAB 3 PENUTUP ......................................................................................................9
A. Kesimpulan ......................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................10
iii
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Terdapat banyak kemiripan antara struktur inti dan struktur atom, sehingga kita agak
mudah untuk mempelajari sifat-sifat inti. Inti mengikuti hukum-hukum fisika kuantum.
Inti juga mempunyai keadaan dasar dan keadaan-keadaan tereksitasi serta memancarkan
foton-foton (berupa sinar-sinar gamma) bilamana terjadi transisi antara keadaan-
keadaan tereksitasi.
Namun demikian, ada dua perbedaan utama dalam mengkaji sifat-sifat atom dan
inti. Dalam fisika atom, elektron-elektron mengalami gaya yang diberikan oleh inti;
dalam fisika inti, tidak ada gaya luar semacam itu. Gerak partikel-partikel penyusun inti
terjadi karena pengaruh gaya yang diberikan oleh partikel-partikel itu sendiri. Interaksi
antara elektron-elektron mempunyai pengaruh kecil terhadap tingkat energi atomik;
sebagian besar struktur atom ditentukan oleh interaksi antara elektron dan inti, sehingga
pengaruh elektron lain dipandang sebagai gangguan (atau pertubasi) kecil. Dalam fisika
inti, interaksi antara partikel-partikel penyusunnya memberikan gaya inti, sehingga kita
tidak dapat menjelaskan masalah sistem banyak benda ini sebagai pertubasi. Makalah
ini mengkaji terkait struktur inti beserta sifat-sifatnya.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana struktur dari suatu inti ?
2. Bagaimana sifat-sifat inti ?
C. Tujuan
1. Menjelaskan tentang struktur inti
2. Menjelaskan sifat-sifat inti ?
1
BAB 2
PEMBAHASAN
A. Hamburan Rutherford
Geiger dan mersden menempatkan sebuah sampel pemancar radio aktif partikel
– a dibelakang layar timbal yang diberi lubang kecil,sehingga menghasilkan berkas partikel
- yang tajam ( terkolimasi ). Berkas ini diarahkan pada lempeng emas tipis. Partikel –
a terhambur di deteksi dengan layar pendar ( fluoresensi ) zink sulfide ( ZnS ) yang dapat
digerakkan dan diamati dengan mikroskop, seperti terlihat dalam gambar dibawah ini :
Schematic diagram of a particles scattered from atoms within thin gold foil
2.5. Sudut Hamburan Partikel Alpa
Dalam eksperimen hamburan partikel – a diatas terjadi interaksi antara muatan partikel –
a (+2e) dan muatan atom sasaran (+Ze), Z : nomor [Link] hal ini dianggap bahwa :
interaksi elektron atom tidak berperan ( dapat diabaikan ). Dan massa atom jauh lebih besar
dari partikel –a, karenanya massa atom dianggap tidak bergeser ketika terjadi interaksi.
Dengan demikian, hanya gaya Coloumb, yaitu gaya tolak – menolak antara partikel –a dan
atom emas (keduanya bermuatan positif ) yang beraksi.
Tinjau partikel –a datang mendekati inti atom emas dengan jarak tegak lurus b, seperti
pada gambar dibawah. Jarak b diukur dari inti atom bermuatan +Ze sampai I 1 yaitu garis
asimptot dari arah datang partikel –a di x = - ~. Arah asimptot ini sama dengan arah p 1 ,
momentum partikel –a sebelum interaksi. Selain interaksi partikel –a terhambur menurut
asimptot I2, yaitu arah p2. Sudut antara I1 dan I2 adalah sudut hamburan partikel –a sebesar a.
2
Hubungan geometris dalam hamburan Rutherford
2.6. Rumus Hamburan Rutherford
Untuk setiap atom yang dihambur dengan sudut a atau lebih besar dari a.
Selanjutnya bahwa fraksi :
3
4
B. Hipotesis Proton-Elektron
Sebelum ditemukannya neutron oleh Chadwick pada tahun 1932, terdapat asumsi dasar
bahwa inti atom terdiri dari proton dan elektron. Pernyataan ini dikenal dengan hipotesis
proton elektron yang menyatakan bahwa:
Ø Atom terdiri dari inti atom, yang mana inti atom tersusun oleh proton dan elektron.
Ø Inti atom memiliki sejumlah A proton dan A-Z elektron serta total muatan positif Z.
Ø Sejumlah Z elektron terluar/orbital.
Kenyataannya, hipotesis proton-elektron gagal untuk menjelaskan terjadinya
struktur Hyperfine. Ada tiga hal yang mendukung hal tersebut yaitu: (1) momentum anguler inti
atom, (2) momen magnetik, dan (3) mekanika gelombang.
5
C. Transmuatsi Nuklir dan Penemuan Neutron
Dalam fisika nuklir dan kimia nuklir, fisi nuklir adalah reaksi
nuklir saat nukleus atom terbagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil ( nuklei yang lebih
ringan), yang sering kali menghasilkan foton dan neutron bebas (dalam bentuk sinar gamma),
dan melepaskan energi yang sangat besar. Dua nuklei yang dihasilkan biasanya ukurannya
sebanding, dengan rasio massa sekitar 3:2 untuk isotop fisil. Fisi yang biasanya terjadi adalah
fisi biner, namun kadang-kadang (2 hingga 4 kali per 1000 peristiwa), tiga pecahan bermuatan
positif dihasilkan dalam fisi ternari. Bagian terkecil dari ketiga nuklei ini ukurannya bervariasi
antara sebesar proton hingga nukleus argon.
Reaksi nuklir energetik ini biasanya dipicu oleh neutron, meskipun kadang-kadang fisi juga
dianggap sebagai salah satu bentuk peluruhan radioaktif spontan, terutama dalam isotop
dengan nomor massa yang sangat besar. Komposisi hasil yang tak dapat diprediksi (yang
bervariasi dalam kemungkinan yang beragam dan ketidakberaturan) membedakan fisi dari
proses penerowongan kuantum murni seperti emisi proton, peluruhan alfa, dan peluruhan
kluster, yang menghasilkan produk yang sama setiap saat.
Fisi elemen berat merupakan reaksi eksotermik yang dapat melepaskan energi yang besar,
baik sebagai radiasi elektromagnetik maupun energi kinetik pecahan. Agar fisi dapat
menghasilkan energi, jumlah energi pengikat dari unsur yang dihasilkan harus lebih besar
daripada unsur awal. Fisi merupakan salah satu bentuk transmutasi nuklir karena pecahan
yang dihasilkan tidak sama dengan unsur atom awalnya.
Fisi nuklir menghasilkan energi listrik dan dimanfaatkan sebagai senjata. Pemanfaatan
tersebut mungkin dilakukan karena substansi tertentu yang disebut bahan nuklir mengalami
fisi saat terkena neutron fisi, dan lalu menghasilkan neutron saat mereka terbagi. Hal ini
memungkinkan reaksi berantai yang melepaskan energi dalam tingkat yang terkontrol
di reaktor nuklir atau dalam tingkat yang sangat cepat dan tak terkontrol dalam senjata nuklir.
Jumlah energi bebas yang dikandung dalam bahan bakar nuklir adalah jutaan kali jumlah
energi bebas dalam bahan bakar kimia dengan massa yang sama (contohnya bensin), sehingga
fisi nuklir merupakan sumber energi yang sangat padat. Akan tetapi, hasil dari fisi nuklir
memiliki sifat radioaktif yang jauh lebih besar, sehingga menimbulkan masalah limbah nuklir.
Kekhawatiran akan limbah nuklir dan daya hancur senjata nuklir telah memicu perdebatan.
6
D. Hipotesis Proton-Neutron
Telah dibuktikan sebelumnya bahwa hipotesis proton-elektron mengenai inti atom tidak
mampu menjelaskan hasil-hasil eksperimen yang telah didapatkan. Kesalahan utamanya terletak
pada asumsi yang menyatakan bahwa elektron berada di dalam inti atom. Sebelum adanya
penemuan neutron, tidak ada alternatif lain untuk menghitung banyaknya muatan yang terdapat
di dalam inti atom kecuali dengan menggunakan prinsip bahwa adanya sejumlah A-Z elektron di
dalam inti yang menetralisasikan muatan sebesar A-Z proton. Akhirnya, dengan adanya
penemuan neutron mengubah paradigma tersebut. Pada tahun 1932, Heisenberg menyarankan
bahwa ada partikel baru yang disebut neutron yang menjadi dasar dari semuanya itu.
Menurutnya, semua inti atom tersusun oleh proton dan neutron, dan tidak ada elektron di
dalamnya. Sebagai akibatnya, massa neutron hampir sama dengan proton, dan tidak bermuatan.
Sehingga massa inti atom sama dengan massa proton ditambah dengan massa neutron yang ada
di dalam inti tersebut, sedangkan muatannya sama dengan total muatan proton yang ada di
dalam inti atom. Nama “nukleon” diberikan pada proton atau neutron.
Setelah ditemukannya neutron maka hipotesis proton-elektron digantikan dengan hipotesis
proton-neutron yang menyatakan bahwa:
Ø Atom terdiri dari inti atom, yang mana inti atom tersusun oleh proton dan neutron.
Ø Pada inti atom terdapat Z proton dan A-Z neutron
Ø Neutron tidak bermuatan sehingga muatan inti sama dengan total muatan proton yang ada di
dalam inti tersebut.
7
Berikut ini disajikan tabel mengenai sifat proton, neutron dan elektron.
Tabel 2.1. Beberapa besaran dari neutron, proton dan elektron
Besaran Neutron Proton Elektron
Massa 1,008982 amu 1,00759 amu 1/1837 amu
Muatan 0 +e -e
Spin ½ 1/2 1/2
Momen magnetik
-1,9135 +2,7927 -1,0021
Faktor g -3,83 5,59 2
(Sumber: Sugiarto et al, 2007)
Berdasarkan tabel di atas dapat dinyatakan bahwa neutron, proton dan elektron
memiliki spin ½. Meskipun neutron tidak bermuatan tetapi ia memilki nilai momen magnetik
negatif, ini menandakan bahwa vektor momen magnetik dan spin neutron berlawanan arah.
Model proton-neutron ini mampu menjelaskan semua hal yang tidak mampu dijelaskan
oleh hipotesis proton-elektron. Contohnya, bila terdapat A partikel di dalam inti yang masing-
masing partikel memilki spin ½, maka secara teori inti dengan nomor massa genap harus
memiliki spin bilangan bulat, sedangkan inti dengan nomor massa ganjil harus memiliki spin
setengah bilangan bulat. Pertama, berdasarkan hipotesis proton-neutron, untuk memiliki 7
proton, 7 neutron dan 14 partikel di dalam intinya sehingga nitrogen memiliki spin berupa
bilangan bulat. Prediksi ini cocok dengan hasil eksperimen yang mendapatkan spin adalah
1. Kedua, menurut hipotesis proton-neutron, tidak ada elektron di dalam ini atom sehingga tidak
perlu mungharapkan momen magnetik inti sama dengan magneton Bohr. Dengan kata lain,
momen magnetik nuklir sama dengan magnetik nuklir. Ini sesuai dengan hasil eksperimen
yaitu . Selain itu, menurut prinsip ketikpastian Heisenberg karena massa neutron hampir
sama dengan massa proton maka sangat mungkin neutron berada di dalam inti atom.
8
BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Geiger dan mersden menempatkan sebuah sampel pemancar radio aktif partikel
– a dibelakang layar timbal yang diberi lubang kecil,sehingga menghasilkan berkas
partikel - yang tajam ( terkolimasi ).
2. Pernyataan ini dikenal dengan hipotesis proton elektron yang menyatakan bahwa:
Ø Atom terdiri dari inti atom, yang mana inti atom tersusun oleh proton dan elektron.
Ø Inti atom memiliki sejumlah A proton dan A-Z elektron serta total muatan positif Z.
Ø Sejumlah Z elektron terluar/orbital.
3. Dalam fisika nuklir dan kimia nuklir, fisi nuklir adalah reaksi
nuklir saat nukleus atom terbagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil ( nuklei yang
lebih ringan), yang sering kali menghasilkan foton dan neutron bebas (dalam
bentuk sinar gamma), dan melepaskan energi yang sangat besar. Dua nuklei yang
dihasilkan biasanya ukurannya sebanding, dengan rasio massa sekitar 3:2 untuk
isotop fisil. Fisi yang biasanya terjadi adalah fisi biner, namun kadang-kadang (2 hingga
4 kali per 1000 peristiwa), tiga pecahan bermuatan positif dihasilkan dalam fisi ternari.
Bagian terkecil dari ketiga nuklei ini ukurannya bervariasi antara sebesar proton hingga
nukleus argon.
4. Telah dibuktikan sebelumnya bahwa hipotesis proton-elektron mengenai inti atom tidak
mampu menjelaskan hasil-hasil eksperimen yang telah didapatkan. Kesalahan utamanya
terletak pada asumsi yang menyatakan bahwa elektron berada di dalam inti atom.
Sebelum adanya penemuan neutron, tidak ada alternatif lain untuk menghitung
banyaknya muatan yang terdapat di dalam inti atom kecuali dengan menggunakan
prinsip bahwa adanya sejumlah A-Z elektron di dalam inti yang menetralisasikan
muatan sebesar A-Z proton. Akhirnya, dengan adanya penemuan neutron mengubah
paradigma tersebut. Pada tahun 1932, Heisenberg menyarankan bahwa ada partikel baru
yang disebut neutron yang menjadi dasar dari semuanya itu. Menurutnya, semua inti
atom tersusun oleh proton dan neutron, dan tidak ada elektron di dalamnya. Sebagai
akibatnya, massa neutron hampir sama dengan proton, dan tidak bermuatan.
9
DAFTAR PUSTAKA
Acosta, V., Cowan, C.L. & Graham, B.J. (1973). Essentials of Modern Physics. New
York: Harper & Row Publisher, Inc.
Arora, M. G. (1994). Nuclear Chemistry. Anmol Publications. hlm. 202. ISBN 81-261-1763-X.
Diakses tanggal 2011-04-02.
Beiser, Arthur.1999. Konsep Fisika Modern Edisi Keempat. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Cohen, B.L., (1971). Concepts of Nuclear Physics. New Delhi: Tata McGraw-Hill
Publishing Company, Ltd.
Saha, Gopal (2010). Fundamentals of Nuclear Pharmacy (edisi ke-Sixth). Springer
Science+Business Media. hlm. 11. ISBN 1-4419-5859-2. Diakses tanggal 2011-04-02.
Sugiarto, Bambang., Suryono., Amaria., Mitarlis., Herdyastuti, Nuniek. 2007. Kimia Dasar
I. Surabaya: Unesa University Press.
10