PENGARUH CURRENT RATIO (CR) DAN DEBT TO EQUITY RATIO (DER)
TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN KERTAS STUDI KASUS PT.
ALKINDO NARATAMA TBK PERIODE 2011-2020
PROPOSAL SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar SARJANA
MANAJEMEN
Ditulis Oleh :
SASI NURAES
181010501224
PROGRAM STUDI MANAJEMEN S1
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PAMULANG
TANGERANG SELATAN
2021
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan kepada Allah
SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga
saya dapat menyelesaikan penyusunan Proposal Skripsi ini dengan
judul.
PENGARUH CURRENT RATIO (CR) DAN DEBT TO EQUITY
RATIO (DER) TERHADAP HARGA SAHAM PADA
PERUSAHAAN KERTAS STUDI KASUS PT. ALKINDO
NARATAMA TBK PERIODE 2011-2020
Saya menyadari tanpa bantuan, dan dorongan dari sahabat dan
teman teman, dari masa perkuliahan sampai penyusunan skripsi ini,
sangatlah sulit bagi saya untuk menyelesaikan skripsi ini. Pada
kesempatan ini saya ingin menghaturkan rasa hormat dan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Dr. (H.C.). Drs. H. Darsono, selaku Ketua Yayasan
Sasmita Jaya yang telah mewujudkan mimpi-mimpi anak
bangsa dengan mempelopori adanya pendidikan dengan biaya
terjangkau dan berkualitas.
2. Bapak Dr. Nurzaman, M.M, M, Si., selaku Rektor Universitas
Pamulang yang telah berupaya keras menjadikan Universitas
Pamulang semakin berkualitas.
3. Bapak Endang Ruhiyat, S.E., M.M., CSRA, CMA., selaku
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang yang telah
memajukan Fakultas Ekonomi menjadi semakin baik.
4. Bapak/Ibu Ketua Program Studi, selaku Ketua Program Studi
Manajemen S1/ Akuntansi S1 yang senantiasa sabar
memberikan pengarahan.
5. Kepada Allah SWT atas rahmatnya dan hidayah-Nya yang telah
i
memberikan kepada saya kesehatan, kemudahan, dan kesabaran
hingga saya bisa menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik.
6. Segala perjuangan saya hingga sampai titik ini. Saya
persembahkan kepada kedua orang yang sangat berharga dan
berarti dalam hidup saya. Karena hidup saya menjadi sangatlah
mudah dan begitu lancar berkat doa dari mereka yaitu Kedua
Orang Tua. Bapak, Mamah terima kasih banyak untuk
semuanya sampai titik ini.
7. Dari Diri saya sendiri Sasi Nuraes. Terima kasih karena tetap
semangat dan selalu bersabar untuk terus mencari tahu
informasi terkait judul yang saya ajukan sehingga skripsi ini
bisa selesai
8. Tidak lupa skripsi ini saya persembahkan untuk sahabat dan
teman teman saya, yang selalu ada untuk saya dan selalu
memberikan semangat tanpa bosen, dan selalu mau
mendengarkan semua keluh kesah saya selama menyusun
skripsi ini. Terima kasih sudah mau menjadi sahabat dan teman
saya.
Pamulang, 25 November 2021
Penulis,
SASI NURAES
NIM 181010501224
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
DAFTAR TABEL iv
DAFTAR GAMBARv
BAB I PENDAHULUAN vii
1.1 Latar Belakang viii
1.2 Rumusan Masalah ix
1.3 Tujuan Penelitian x
1.4 Manfaat Penelitian xiii
1.4.1 Manfaat Teoritis xi
1.4.2 Manfaat Praktis 1
1.5 Sistematika Penulisan 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2
2.1 Landasan Teori 3
2.1.2 Manajemen 3
2.1.2 Manajemen Keuangan 3
2.1.3 Laporan Keuangan 4
2.1.4 Rasio Keuangan 6
2.1.5 Harga Saham 3
2.2 Penelitian Terdahulu 6
2.3 Kerangka Berpikir 6
2.4 Pengembangan Hipotesis 8
BAB III METODE PENELITIAN 9
3.1 Jenis Penelitan9
3.2 Tempat dan Waktu Penelitan 9
iii
3.2.1 Tempat Penelitan 10
3.2.2 Waktu Penelitan 12
3.3 Operasional Variabel Penelitian 14
3.4 Populasi dan Sampel 1
3.4.1 Populasi 3
3.4.2 Sampel 4
3.5 Teknik Pengumpulan Data 1
3.6 Teknik Analisis Data 2
DAFTAR PUSTAKA 26
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Nilai CR dan DER terhadap Harga Saham 1
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu 2
Tabel 3.1 Operasional Variabel 3
v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir 3
vi
vii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya
tidak terlepas dari tujuan utamanya yaitu untuk memperoleh laba
yang maksimal dan kelangsungan hidup perusahaan (going
concern). Persaingan yang semakin ketat akan mempengaruhi
semua bidang usaha. Ketangguhan dan kesuksesan perusahaan
hanya bisa dicapai dengan pengelolaan manajeman keuangan
yang baik sehingga modal yang dimiliki perusahaan dapat
berfungsi secara efektif dan efesien. Salah satu cara untuk
melihat baik atau buruknya kinerja suatu perusahaan adalah
dengan melihat tingkat Profitabilitas perusahaan tersebut.
Rasio keuangan merupakan alat analisis keuangan yang
paling sering digunakan. Rasio keuangan dapat menghubungkan
berbagai perkiraan yang ada pada laporan keuangan, sehingga
kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan dapat
diinterprestasikan dengan baik. Rasio keuangan yang
menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan antara suatu
pos atau sekelompok pos dengan pos atau kelompok pos lain,
baik yang tercantum dalam neraca maupun dalam laporan rugi
laba. Analisis rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari
hasil perbandingan dari suatu pos laporan keuangan dengan pos
lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan.
Laporan keuangan perusahaan dikatakan sehat apabila
perusahaan tersebut mampu memenuhi kewajiban-kewajiban
keuangannya maupun dapat menjalankan kegiatan
operasionalnya dengan baik. Laporan keuangan juga berfungsi
sebagai alat pengambilan keputusan. Tujuan utama perusahaan
secara umum adalah untuk memperoleh laba atau keuntungan.
1
Laba adalah jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok
produksi, biaya lain, dan kerugian dari penghasilan atau
penghasilan operasi (Harahap, 2016, hal. 112). Semakin banyak
laba yang diperoleh perusahaan, maka semakin banyak pula
perusahaan tersebut menggunakan harta kekayaannya atau
asetnya untuk melakukan kegiatan operasi.
Seiring dengan semakin sengitnya persaingan antar
perusahaan, kini perusahaan berlomba–lomba untuk dapat
menghasilkan keuntungan atau laba yang besar untuk menarik
minat investor menanamkan modal pada perusahaan.
Keuntungan sebuah perusahaan yang telah dicapai akan disajikan
dalam sebuah laporan keuangan yang akan di publikasikan.
Laporan keuangan yang dilakukan perusahaan pada
periode satu tahun buku, dapat memprediksi kemampuan
perusahaan pada masa yang akan datang, agar pihak-pihak yang
mempunyai kepentingan tersebut dapat mengerti mengenai
keadaan perusahaan maka kita perlu menganalisa laporan
keuangan sehingga dapat menghasilkan informasi yang
diinginkan. Investor dalam menilai manajemen suatu perusahaan
dapat dilihat dari laporan keuangan yang diterbitkan setiap
tahunnya, karena laporan keuangan perusahaan merupakan
informasi pokok yang diperlukan oleh pihak eksternal dan
internal dalam melihat perkembangan suatu perusahaan serta
keuntungan yang diperoleh dalam satu periode tertentu.
Kinerja perusahaan terlihat dari tampilan laporan
keuangan yang meningkat, yang antara lain dicerminkan dengan
kondisi dan posisi keuangan akan mengalami perubahan,
perubahan tersebut akan mempengaruhi harga saham
perusahaan. Harga saham perusahaan mencerminkan nilai dari
suatu perusahaan, jika perusahaan yang melakukan publikasi
kinerja keuangan yang lebih baik maka akan memberikan sinyal
2
baik. Informasi yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman
akan memberikan sinyal bagi investor dalam pengambilan
keputusan investasi.
Laporan keuangan untuk membantu para pemakai laporan
untuk mengidentifikasi hubungan variabel-variabel dari laporan
keuangan. Dengan laporan keuangan perusahaan tersebut
investor dapat memperoleh data mengenai Current Ratio (CR)
dan Debt to Equity Ratio (DER), yang digunakan untuk menilai
kinerja perusahaan yang dibutuhkan oleh investor.
Pada penelitian ini menggunakan rasio keuangan yang
meliputi rasio likuiditas dengan menggunakan Current Rasio
(CR). Rasio likuiditas pada umumnya mengunakan current rasio
yang merupakan mengukur tingkat likuiditas perusahaan.
Semakin tinggi CR maka perusahaan dianggap mampu untuk
melunasi kewajiban jangka pendeknya sehingga akan menarik
investor untuk membeli saham perusaahaan tersebut sehingga
akan meningkatkan harga saham.
Penggunaan rasio solvabilitas/leverage dengan
mengunakan Debt to Equity Ratio, sebab DER merupakan salah
satu rasio pengelolaan modal yang mencerminkan kemampuan
perusahaan membiayai usaha dengan pinjaman dibanding dana
yang disediakan pemegang saham. Semakin tinggi risiko dari
penggunaan lebih banyak utang akan cenderung menurunkan
harga saham (Eugene F. Brigham, 2013 dalam Deni 2019:5).
Investor perlu memperhatikan kesehatan perusahaan melalui
perbandingan antara modal sendiri dan modal pinjaman.
3
Tabel 1.1
Nilai CR dan DER Terhadap Harga Saham
PT Alikindo Naratama Tbk
Periode 2011-2020
Tahun
Rasio
2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
113,8 122,3 129,9 132,9 134,4 147,8 144,0 161,3 181,1 176,5
CR 1 6 7 0 4 3 4 0 3 5
101,1 115,5 123,8 114,1 104,2 117,3
DER 7 96,06 2 2 3 6 7 93,72 73,44 61,59
Hartg
a
Saha
m 224 285 400 445 445 363 363 409 428 570
Berdasarkan hasil data diatas CR mengalami peningkatan
dan penurunan di tiap tahunnya. Pada tahun 2011 Current Ratio
Sebesar 113,81, pada tahun 2012 mengalami peningkatan
sebesar 122,36. Dari tahun 2012 sampai tahun 2019 Current
Rasio Perusahaan mengalami peningkatan. Sedangkan pada
tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 176,55. Hal ini
disebabkan karena AL (aktiva lancar) dan HL(hutang lancar)
tidak seimbang terhadap kas, piutang dagang, dan persediaan
pada perusahaan.
Hasil perhitungan DER terjadi peningkatan dan penurunan
di tiap tahunnya, dari tabel diatas dapat dilihat pada tahun 2011
Debt to equity Rasio sebesar 101,17, sedangkan ditahun 2012
mengalami penurunan sebesar 96,06, lalu pada tahun 2013
mengalami peningkatan sebesar 115,52, pada tahun 2014
4
mengalami peningkatan sebesar 123,82, sedangkan ditahun 2015
mengalami penurunan sebesar 114,13, pada tahun 2016
mengalami penurunan sebesar 104,26, pada tahun 2017
mengalami peningkatan sebesar 117,37, pada tahun 2018 sampai
dengan tahun 2020 mengalami penurunan pertahun.
Berdasarkan hasil data harga saham diatas mengalami
peningkatan dan penurunan tiap tahunnya. Pada tahun 2011
harga saham sebesar 224, Pada tahun 2012 harga saham
mengalami peningkatan sebesar 285, pada tahun 2013 harga
saham mengalami peningkatan sebesar 400, dan pada tahun
2014-2015 harga saham mengalami peningkatan dengan
nominal yang sama sebesar 445, kemudian pada tahun 2016-
2017 harga saham mengalami penurunan dengan nominal yang
sama sebesar 363, dan pada tahun 2018 harga saham mengalami
peningkatan sebesar 409, pada tahun tahun 2020 harga saham
mengalami peningkatan sebesar 570.
Berdasarkan fenomena yang ada dan masih adanya hasil
penelitian sebelumnya yang berbeda maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul.
“Pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio
(DER) terhadap harga saham pada perusahaan kertas studi
kasus PT. Alikindo Naratama Tbk periode 2011-2020”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian diatas untuk mencegah terjadinya
kerancuan dalam pembahasan, maka diberikan suatu rumusan
masalah. Adapun rumusan masalah yang dibahas dalam skripsi
ini adalah sebagai berikut:
a. Apakah terdapat pengaruh current ratio (CR) terhadap harga
saham pada PT Alikindo Naratama Tbk?
5
b. Apakah terdapat pengaruh debt to equity ratio (DER)
terhadap harga saham pada PT Alikindo Naratama Tbk?
c. Apakah terdapat pengaruh current ratio (CR) dan debt to
equity ratio (DER) secara simultan terhadap harga saham
pada PT Alikindo Naratama Tbk?
1.3 Tujuan Penelitiian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh currernt ratio
(CR) terhadapat harga saham pada PT Alikindo Naratama
Tbk
b. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh debt to equity
ratio (DER) terhadap harga saham pada PT Alikindo
Naratama Tbk
c. Untuk mengetahui apakah pengaruh Current Ratio (CR) dan
Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham pada PT
Alikindo Naratama Tbk
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat Teoritis
a. Bagi Penulis
Sebagai landasan untuk menerapkan ilmu dan
memperdalam pengetahuan dalam dunia pekerjaan yang
selama ini telah penyusun peroleh selama menempuh
studi di Universitas Pamulang Jurusan Manajemen.
b. Bagi Akademis
Menambah bahan masukan dalam melakukan
kajian ulang terhadap penelitian yang telah dilakukan
para ahli terkait pentingnya karyawan memiliki motivasi
dan disiplin kerja dalam melaksanakan tugas dan
6
tanggung jawabnya. Serta hasil penelitian ini diharapkan
bisa menjadi sumber informasi yang selanjutnya dapat
dijadikan dasar masukan bagi penelitian selanjutnya.
1.4.2 Manfaat Praktis
a. Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi
bahan pertimbangan bagi para pemangku kepentingan
bisnis dalam membuat kebijakan / peraturan terkait
dengan motivasi dan disiplin kerja sehingga kinerja
karyawan dapat lebih meningkat, dan tujuan
organisasi / perusahaan dapat terealisasi dengan baik.
1.5 Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan pembaca memahami alur
penulisan dalam penelitian ini, maka sistematikan penulisan
yang digunakan adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab pendahuluan ini mengemukakan tentang Latar
Belakang Penelitian, Rumusan Masalah, Manfaat Penelitian,
Sistematika Penulisan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Dalam bab ini penulis akan menguraikan secara singkat
Landasan Teori, Penelitian Terdahulu, Kerangka Berpikir,
Pengembangan Hipotesis.
BAB III METODE PENELITIAN
Dalam bab ini akan diuraikan tentang bagaimana proses
penulis melakukan Jenis Penelitian, Tempat dan Waktu
7
Penelitian, Operasional Variabel Penelitian, Populasi dan
Sampel, Teknik Pengumpulan Data, Teknik Analisis Data.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Manajemen
[Link] Pengertian Manajemen
Secara umum pengertian manajemen adalah ilmu dan seni
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap
usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya
organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Manajemen memiliki kegiatan memimpin, mengatur, mengelola,
mengendalikan, dan mengembangkan. Manajemen dikatakan sebagai
seni. Manajemen merupakan seni dalam menyelesaikan pekerjaan
melalui kerjasama dengan orang lain.
Pengertian manajemen menurut para ahli
manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan yang secara
sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana
manusia bekerja sama untuk menghasilkan sesuatu yang
bermanfaat bagi kemanusiaan.
Pengertian Manajemen menurut Malayu S.P
Hasibuan (2016:2) mengemukakan bahwa “manajemen
adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan
sumber daya manusia dan sumber lainnya secara efektif
dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.
Johnson, sebagaimana dikutip oleh Pidarta
8
mengemukakan bahwa manajemen adalah proses
mengintegrasikan sumber-sumber yang tidak
berhubungan menjadi sistem total untuk menyalesaikan
suatu tujuan. (Abdul Choliq, 2011: 2).
Stoner sebagaimana dikutip oleh Handoko,
menyebutkan bahwa “manajemen adalah proses
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengawasan usaha-usaha para anggota dan penggunaan
sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar
mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. (Abdul
Choliq, 2011:3).
Menurut Manulang (Atik & Ratminto, 2012: 1)
mendefinisikan manajemen sebagai suatu seni dan ilmu
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, penyusunan
dan pengawasan daripada sumber daya manusia untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
Berdasarkan pengertian-pengertian manajemen
yang telah dijelaskan diatas, maka dalam penelitian ini
dapat dipahami bahwa manajemen merupakan suatu
rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pengendalian serta
pengawasan dengan memanfaatkan sumber daya
manusia serta sumber-sumber daya lainnya untuk
mencapai suatu tujuan organisasi yang telah ditentukan
9
[Link] Fungsi Manajemen
Menurut Andri Feriyanto dan Endang Shyta Triana
(2015:13) terdapat beberapa fungsi manajemen yaitu sebagai
berikut:
Perencanaan(Planning)
Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan
organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu dan
mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Pada dasarnya
yang dimaksud perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertayaan-
pertanyaan apa (what), mengapa (why), dan bagaimana (how). Jadi,
perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan
dengan pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan
pemutusan tujuan-tujuan, kebijakan- kebijakan, serta program-
program yang dilakukan.
Organisasi (Organizing)
Keseluruhan proses pengelompokan orang, alat-alat, tugas,
tanggung jawab, dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta
suatu organisasi yang dapat digerakan sebagai suatu kesatuan
dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
Penggerakan (Actuating)
Suatu tindakan untuk menggerakan orang-orang agar mau
bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-
sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif.
Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership).
Pengawasan (Controlling)
Pengawasan merupakan fungsi manajerial yang keempat setelah
perencanaan, pengorganisasian dan penggerakan. Sebagai salah
satu fungsi manajemen, mekanisme pengawasan di dalam suatu
organisasi memang mutlak diperlukan. Pelaksanaan suatu rencana
atau program tanpa diiringi dengan suatu sistem pengawasan yang
10
baik dan berkesinambungan jelas akan mengakibatkan lambatnya
atau bahkan tidak tercapainya sasaran dan tujuan yang telah
ditetapkan.
[Link] Tujuan Manajemen
Manajemen melibatkan berbagai elemen organisasi baik
internal, eksternal, sarana, prasarana, alat, barang, maupun fungsi
dan kedudukan (jabatan) dalam organisasi yang diatur sedemikian
rupa dalam mencapai tujuan organisasi. Manajemen dapat
dikatakan suatu alat organisasi untuk mencapai tujuan, jadi dengan
adanya alat tersebut diharapkan semua tujuan dapat tercapai.
Dari pengertian di atas penulis simpulkan bahwa tujuan
manajemen untuk pendayagunaan secara efisien dan efektif dengan
segala sumber daya yang tersedia guna pencapaian tujuan yang
telah ditetapkan sesuai dengan kemampuan dalam mengatur suatu
organisasi.
2.1.2 Manajemen Keuangan
[Link] Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah segala kegiatan atau aktivitas
perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana cara memperoleh
pendanaan modal kerja menggunakan atau mengalokasikan dana
dan mengelola aset yang dimiliki untuk mencapai tujuan utama
perusahaan.
Selain memperoleh laba, manajemen mempunyai arti sebagai
suatu seni dalam ilmu dan proses pengorganisasian seperti
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian atau
pengawasan. Dalam pengertian nya manajemen sebagai seni karena
seni berfungsi dalam mewujudkan tujuan yang nyata dengan hasil
atau manfaat sedangkan manajemen sebagai ilmu yang berfungsi
menerangkan fenomena-fenomena, kejadian sehingga memberikan
penjelasan yang sebenarnya.
Pengertian Manajemen Keuangan Menurut Horne dan
11
Wachowicz Jr. (2012:2) dalam bukunya yang berjudul
Fundamentals of Financial Management yang telah di alih bahasa
menjadi Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan mengemukakan
bahwa: “Manajemen keuangan berkaitan dengan perolehan aset,
pendanaan, dan manajemen aset dengan didasari beberapa tujuan
umum”.
Menurut James C. Van Horne (2013:5) manajemen keuangan
adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan,
pendanaan, dan pengelolaan aktiva dengan beberapa tujuan
menyeluruh.
Sedangkan menurut Irham Fahmi (2013:2), mengemukakan
bahwa: “Manajemen Keuangan merupakan penggabungan dari ilmu
dan seni yang membahas, mengkaji dan menganalisis tentang
bagaimana seorang manajer keuangan dengan mempergunakan
seluruh sumberdaya perusahaan untuk mencari dana, mengelola
dana dan membagi dana dengan tujuan memberikan profit atau
kemakmuran bagi para pemegang saham dan suistainability
(keberlanjutan) usaha bagi perusahaan.”
Jadi berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa
manajemen keuangan merupakan suatu kegiatan pengelolaan
sumber daya keuangan perusahaan, mulai dari bagaimana
perusahaan di danai, bagaimana dana tersebut diolah, serta
bagaimana keuentungan yang diperoleh akan dibagikan.
[Link] Fungsi Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan memiliki aktivitas yang luas dalam
bidang keuangan karena setiap perusahaan pasti membutuhkan
seorang manajer keuangan yang mencapai fungsi-fungsi keuangan.
Fungsi manajemen keuangan dari suatu perusahaanitu sendiri adalah
salah satu fungsi utama yang sangat penting dalam perusahaan,
disamping fungsi-fungsi lainnya
Pengambilan keputusan investasi yaitu mengenai keputusan alokasi
dana baik dana yang berasal dari dalam perusahaan maupun dana
12
yang berasal dari luar perusahaan pada berbagai bentuk investasi.
Pengambilan keputusan pembelanjaan dan pembiayaan investasi
yaitu mengenai dan pembiayaan investasi yaitu mengenai
pembelanjaan yang optimal, cara memperoleh kebutuhan dana
investasi yang efisien, komposisi sumber dana yang optimal,
pemilihan jenis modal yang digunakan.
Kebijakan deviden menyangkut tentang keputusan apakah laba
yang diperoleh perusahaan seharusnya dibagikan kepada
pemegang saham dalam bentuk deviden kas dan pembelian
kembali saham atau laba tersebut sebaliknya ditahan dalam bentuk
laba ditahan guna pembelanjaan di masa yang akandatang.
Pemanfaatan keuangan yang tepat: manajer keuangan harus bisa
memanfaatkan keuangan secara optimal dan perusahaan harus
tidak berinvestasi keuangan perusahaan dalam proyek yang tidak
menguntungkan bagi perusahaan.
Memaksimalkan kekayaan: jadi seorang manajer keuangan
mencoba agar agar memberikan dividen yang maksimal kepada
pemegang saham dan berupaya dalam meningkatkan nilai pasar
saham sebab nilai pasar saham secara langsung berkaitan dengan
kinerja perusahaan.
[Link] Tujuan Manajemen Keuangan
Menurut Martono dan Agus (2011:13) tujuan manajemen
keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan
(memaksimumkan kemakmuran pemegang saham) yang diukur dari
harga saham perusahaan.
Sedangkan menurut Bringham dan Houston (2010:132) yang
diterjemahkan oleh Yulianto tujuan manajemen keuangan yaitu
memaksimalkan kekayaan pemegang saham dalam jangka panjang,
tetapi bukan untuk memaksimalkan ukuran – ukuran akutansi seperti
laba bersih atau EPS.
Berdasarkan tujuan manajemen keuangan diatas dapat
disimpulkan bahwa tujuan manajemen keuangan yaitu
13
memaksimumkan nilai perusahaan atau memaksimumkan
kemakmuran pemegang saham.
2.1.3 Laporan Keuangan
Untuk memahami kondisi keuangan perusahaan, diperlukan
analisis terhadap laporan keuangan perusahaan. Disamping manajer
keuangan, beberapa pihak diluar perusahaan juga perlu memahami
kondisi keuangan perusahaan. Secara umum laporan keuangan
meliputi ikhtisar-ikhtisar yang menggambarkan posisi keuangan, hasil
usaha, dan arus kas serta perubahan ekuitas sebuah organisasi dalam
satu periode waktu tertentu. Setiap ikhtisar tersebut dibuat dalam satu
format sendiri secara terpisah.
[Link] Pengertian Laporan Keuangan
Semua transaksi keuangan perusahaan yang terjadi dicatat,
diklasifikasikan dan disusun menjadi laporan keuangan, sehingga
dapat mencerminkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu
perusahaan pada suatu periode tertentu atau jangka waktu tertentu.
Menurut Fahmi(2013:21) pengertian laporan keuangan adalah suatu
informasi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan,
dan lebih jauh informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran
kinerja keuangan perusahaan tersebut. Menurut Kasmir (2010:66)
definisi laporan keuangan adalah laporan yang menunjukan kondisi
keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.
Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan
merupakan informasi mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan
dalam periode tertentu. Maksud kondisi keuangan saat ini merupakan
kondisi keuangan perusahaan terkini.
[Link] Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan menyediakan informasi yang
menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan
suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam
14
pengambilan keputusan ekonomi. Menurut Kasmir (2015:10) tujuan
pembuatan atau penyusunan laporan keuangan adalah :
Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang
dimiliki perusahaan pada saat ini.
Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan
modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang
diperoleh pada suatu periode tertentu.
Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang
dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.
Memberikan informasi tentang perubahan yang terjadi terhadap
aktiva, pasiva, dan modal perusahaan.
Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan
dalam suatu periode.
Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan
keuangan.
Informasi keuangan lainnya.
Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan laporan
keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi
keuangan, kondisi, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu
perusahaan yang bermanfaat sebagai dasar pengambilan keputusan.
[Link] Manfaat Laporan Keuangan
Ada beberapa manfaat yang diperoleh dari pembuatan laporan
keuangan. Seperti dikemukakan oleh Fahmi (2012:5), yang
menyatakan bahwa: “Dengan adanya laporan keuangan yang
disediakan pihak manajemen perusahaan maka sangat membantu
pihak pemegang saham dalam proses pengambilan keputusan, dan
sangat berguna dalam melihat kondisi pada saat ini maupun dijadikan
sebagai alat untuk memprediksi kondisi masa yang akan datang”.
Manfaat dari adanya laporan ini dapat digunakan sebagai
bahan pertimbangan dan masukan dalam proses pengambilan
keputusan demi kemajuan perusahaan dimasa yang akan datang.
15
Laporan keuangan yang baik dan akurat dapat memberikan manfaat
antara lain:
Pengambilan keputusan investasi
Keputusan pemberian kredit
Penilaian aliran kas
Penilaian sumber ekonomi
Melakukan klaim terhadap sumber dana
Menganalisis perubahan yang terjadi terhadap sumber dana
Menganalisis penggunaan dana.
Kemudian menurut Sukardi dan Kurniawan (2010:187) dalam
PL Errossa (2013) manfaat laporan keuangan adalah:
Bagi Manajemen
Sebagai dasar untuk memberi kompensasi.
Bagi Pemilik Perusahaan
Sebagai dasar untuk menilai peningkatan nilai perusahaan.
Bagi Supplier
Untuk mengetahui besarnya kemungkinan pembayaran hutang.
Bagi Bank
Sebagai bukti bahwa perusahaan tersebut likuid dan
mempunyai cukup working capital
Selanjutnya menurut Fahmi (2011:4) manfaat laporan
keuangan adalah untuk mengukur hasil usaha dan perkembangan
perusahaan dari waktu ke waktu dan untuk mengetahui sudah sejauh
mana perusahaan mencapai tujuannya.
2.1.4 Rasio Keuangan
[Link] Pengertian Rasio Keuangan
Untuk dapat memperoleh gambaran tentang perkembangan
16
keuangan suatu perusahaan perlu diadakan interpretasi atau analisa
terhadap data keuangan dari suatu perusahaan, dan data keuangan
tersebut tercermin dalam laporan keuangan. Dalam mengadakan
interpretasi dan analisa laporan keuangan suatu perusahaan, maka
diperlukan adanya ukuran tertentu. Ukuran yang sering digunakan
dalam analisa keuangan adalah rasio keuangan.
Menurut Irham Fahmi (2015:106), bahwa: “rasio dapat
dipahami sebagai hasil yang diperoleh antara satu jumlah dengan
jumlah lainnya. Atau secara sederhana rasio (ratio) disebut sebagai
perbandingan jumlah, dari satu jumlah dengan jumlah lainnya itulah
dilihat perbandingannya dengan harapan nantinya akan ditemukan
jawaban yang selanjutnya itu dijadikan bahan kajian untuk dianalisis
dan diputuskan”.
Menurut Harahap (2015: 297) “rasio keuangan adalah angka
yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan
keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang
relevan dan signifikan.”
Sedangkan pengertian rasio keuangan menurut Kasmir
(2015:104), rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan
angka angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi
satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan
antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan
keuangan atau antar komponen yang ada di antara laporan keuangan.
Kemudian angka yang diperbandingkan dapat berupa angka-angka
dalam satu periode maupun beberapa periode.
Dari uraian penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa rasio
keuangan adalah suatu perbandingan mengenai data keuangan suatu
perusahaan antar komponen yang ada dalam satu laporan keuangan
dalam periode tertentu untuk menggambarkan hasil dari kegiatan
usaha.
[Link] Tujuan Rasio Keuangan
Tujuan analisis rasio keuangan menurut Munawir (2015:64)
17
adalah sebagai berikut :
Untuk keperluan pengukuran kerja keuangan secara
menyeluruh (overall measures).
Untuk keperluan pengukuran profitabilitas atau rentabilitas,
kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari
operasinya (profitability measures).
Untuk keperluan pengujian investasi (test of investment
utilization).
Untuk keperluan pengujian kondisi keuangan antara lain
tentang likuiditas dan solvabilitas (test of finance condition.
[Link] Jenis Rasio Keuangan
Menurut Kasmir (2015:110), rasio keuangan terdiri dari
sebagai berikut:
Rasio Likuiditas
Menurut Hanie dan Saifi (2018:96), rasio likuiditas erat
hubungannya dengan struktur modal dan nilai perusahaan.
Perusahaan yang likuid biasanya akan dipercaya oleh para investor
karena diyakini dapat melunasi hutangnya dengan tepat waktu,
tetapi di sisi lain perusahaan yang likuid umumnya akan
menggunakan dana internal dibanding dana external berupa
hutang.
Jenis-jenis rasio likuiditas yang dapat digunakan perusahaan
untuk mengukur kemampuan dalam membayar kewajiban jangka
pendeknya, yaitu :
1. Current Ratio (CR)
Rasio lancar atau current ratio yaitu rasio yang digunakan
untuk mengukur kemampuan perusahaan, yang paling utama
adalah dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Dengan kata
lain adalah seberapa besar aktiva lancar yang ada untuk menutupi
hutang jangka pendek. Menurut Mamduh dan Abdul Halim
(2014:202) nilai rasio lancar yang rendah mengindikasikan bahwa
18
terjadi suatu masalah dalam likuiditas perusahaan, sedangkan
nilai rasio lancar yang terlalu tinggi pun menunjukkan bahwa
banyaknya dana yang tidak dimanfaatkan yang mengakibatkan
berkurangnya laba yang dihasilkan perusahaan. Cara mengukur
rasio ini adalah dengan cara membandingkan antara aktiva lancar
dengan hutang lancar.
Metode Perhitungannya :
Current Rasio = Aktiva Lancar x 100
Utang Lancar
2. Quick Ratio (QR)
Menurut Kasmir (2015:136), rasio cepat atau juga dikenal
dengan acid tets ratio adalah rasio yang digunakan untuk
mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
jangka pendeknya dengan aktiva lancar dikurangi dengan nilai
persediaan.
Metode perhitungannya :
Rasio Cepat = Aset Lancar – Persediaan
3. Cash Ratio
Kewajiban Lancar
Rasio kas merupakan rasio yang membandingkan nilai
total kas dan setara kas dengan hutang lancar perusahaan. Rasio
ini digunakan untuk mengukur berapa banyak nilai uang kas yang
tersedia dalam perusahaan untuk membayar utang jangka pendek.
Menurut Kasmir (2015:139)
Metode Perhitungannya :
Rasio Kas = Kas + Setara Kas
Hutang Lancar
4. Cash Turnover Ratio
Menurut Menuh dalam Purnawati & Sufiana, perputaran
kas merupakan periode berputarnya kas yang dimulai pada saat
19
kas di investasikan dalam komponen modal kerja sampai saat
kembali menjadi kas-kas sebagai unsur modal kerja yang paling
tinggi likuiditasnya. Semakin besar jumlah kas yang dimiliki
perusahaan berarti besar kemungkinan akan semakin rendah
perputarannya, hal ini mengindikasikan adanya over investment
dalam kas, berlaku sebaliknya. Kasmir (2015:140).
Metode Perhitungannya :
Rasio Perputaran Kas = Penjualan Bersih
Modal Kerja Bersih
5. Inventory to Net Working Capital
Rasio ini merupakan perbandingan antara persediaan
dengan modal kerja, sedangkan modal kerja adalah selisih antara
asset lancar dengan utang lancar. Rasio ini dapat diartikan juga
sebagai suatu metode yang digunakan untuk menunjukkan
bagian apa dari inventaris perusahaan yang dibiayai dari kas
perusahaan yang tersedia. Menurut Kasmir (2015:142).
Metode perhitungannya :
Inventory to NWC = Inventory
Current Assets – Current Liabilities
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas atau rasio struktur modal atau
leverage ratio menurut Hery (2016:142) adalah rasio yang
menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh
kewajibannya. Lain halnya dengan Mamduh M. Hanafi dan
Halim (2014:40) mengemukakan bahwa rasio solvabilitas
adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam memenuhi utang jangka panjangnya. Menurut
Kasmir (2015:153).
Tujuan perusahaan dengan menggunakan rasio
20
solvabilitas yakni:
1. Untuk mengetahui posisi perusahaan terhadap kewajiban
kepada pihak lainnya (kreditor).
2. Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban yang bersifat tetap (seperti angsuran pinjaman
termasuk bunga).
3. Untuk menilai keseimbangan antara nilai aktiva khususnya
aktiva tetap dengan modal.
4. Untuk menilai seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai
oleh utang.
5. Untuk menilai seberapa besar pengaruh utang perusahaan
terhadap pengelolaan aktiva.
6. Untuk menilai atau mengukur berapa bagian dari setiap
rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan utang jangka
panjang.
7. Untuk menilai berapa dana pinjaman yang akan segera
ditagih, terdapat sekian kalinya modal sendiri yang dimiliki.
Dalam praktiknya, menurut Kasmir (2015:155) terdapat
beberapa jenis rasio solvabilitas yang digunakan perusahaan
antara lain :
1. Debt to Asset Ratio (DAR)
Rasio ini merupakan rasio utang yang digunakan untuk
mengukur perbandingan antara total utang dengan total aset.
Bisa diartikan juga sebagai rasio yang menunjukkan seberapa
besar total aset yang dimiliki perusahaan yang didanai oleh
seluruh krediturnya. Semakin tinggi nilairasio ini maka
semakin berisiko perusahaan karena hal itu menunjukkan
bahwa semakin besar utang yang digunakan untuk pembelian
asetnya. Rumus untuk mencari debt to asset ratio menurut
Kasmir (2015:151) adalah sebagai berikut:
Debt to Asset Ratio = Total Debt X 100
21
Total assets
2. Debt to Equity Ratio (DER)
Menurut Agus Sartono (2010:2017) debt to equity ratio
adalah imbangan antara utang yang dimiliki perusahaan dengan
modal sendiri. Semakin tinggi nilai rasio ini maka menunjukkan
bahwa modal sendiri semakin sedikit dengan utangnya.
Lain halnya dengan Kasmir (2015:157), debt to equity
ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menghitung utang
dengan ekuitas. Bagi perusahaan, semakin besar rasio ini maka
semakin baik. Sebaliknya dengan rasio yang rendah, semakin
tinggi tingkat pendanaan yang disediakan pemilik dan semakin
besar batas pengamanan bagi peminjam jika terjadi kerugian
atau penyusutan terhadap nilai akiva. Rasio ini juga
memberikan petunjuk umum tentang kelayakan dan risiko
keuangan perusahaan. Berikut adalah rumus untuk mencari nilai
debt to equity ratio:
Debt to Equity Ratio (DER) = Total Hutang X 100
Ekuitas
3. Long Term Debt To Equity Ratio ( LTDER )
Menurut Van horne (2012:237), LTDER merupakan
rasio antara utang jangka panjang dengan modal sendiri. Rasio
ini bertujuan untuk menilai berapa besar bagian dari setiap
rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan utang jangka
panjang.
Menurut Kasmir (2015:159) long term debt to equity
ratio dapat diukur menggunakan rumus sebagai berikut:
Long Term Debt To Equity Ratio = Hutang jangka Panjang
Modal Sendiri
22
4. Times Interest Earned Ratio
Menurut [Link] Weston yang dikutip oleh Kasmir
(2015:160) Times Interest Earned merupakan rasio untuk mencari
jumlah kali perolehan bunga. Menurut Van Horne (2012:238),
jumlah kali perolehan bunga atau times interest earned
merupakan rasio untuk mengukur sejauh mana pendapatan dapat
menurun tanpa membuat perusahaan merasa malu karena tidak
mampu membayar biaya bunga tahunnya.
Rumus untuk mencari times interest earned dapat digunkan
dengan rumus sebagai berikut:
Times Interest Earned Ratio = Laba Sebelum Pajak dan Bunga X 100
Beban Bunga
2.1.5 Harga Saham
[Link] Definisi Harga Saham
Menurut Musdalifah Aziz (2015:81) harga saham
didefinisikan yaitu sebagai berikut:
“Harga saham merupakan harga atas selembar kertas yang
menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik
saham. Yang dapat dibedakan menjadi harga normal, harga
perdana atau harga pasar serta mencerminkan informasi-
informasi yang terjadi di pasar modal”.
Sedangkan menurut Darmadji dan Fakhruddin (2012:102)
harga saham yaitu sebagai berikut:
“Harga yang terjadi di bursa pada waktu tertentu. Harga saham
bisa berubah naik atau pun turun dalam hitungan waktu yang
begitu cepat. Ia dapat berubah dalam hitungan menit bahkan
dapat berubah dalam hitungan detik. Hal tersebut dimungkinkan
23
karena tergantung dengan permintaan dan penawaran antara
pembeli saham dengan penjual saham”.
Dari kedua definisi para ahli diatas dapat disimpulkan
bahwa harga saham merupakan harga dari selembar saham yang
akan terbentuk jika adanya transaksi di pasar modal dan akan
ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang
dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya
[Link] Jenis-Jenis Harga Saham
Menurut Musdalifah Azis, dkk (2015:81), harga saham
dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu:
“Harga Nominal merupakan harga yang ditetapkan oleh
suatu emiten untuk menilai setiap lembar saham yang
dikeluarkannya
Harga Perdana merupakan harga saham pada saat saham
tersebut tercatat dibursa efek. Besarnya harga perdana ini
tergantung dari persetujuan antara emiten dengan penjamin
emisi.
Harga Pasar merupakan harga jual saham dari investor yang
satu ke investor yang lainnya, yang terjadi setelah saham
suatu perusahaan tersebut tercatat dipasar modal.
Harga Pembukaan merupakan harga yang diminta oleh
penjual dan pembeli saham pada saat jam bursa dibuka.
Harga Penutupan merupakan harga yang diminta penjual dan
pembeli saat akhir hari buka pasar modal.
Harga Tertinggi, harga saham tidak hanya sekali atau dua
kali dalam satu hari tetapi bisa berkali -kali dan tidak terjadi
pada harga saham yang lama, dari harga yang terjadi tentu
ada harga yang paling tinggi pada satu hari bursa
tersebut,maka harga itu disebut dengan harga tertinggi.
Harga Terendah merupakan kebalikan dari harga tertinggi,
24
yaitu harga yang paling rendah pada suatu hari bursa.
Harga Rata-rata merupakan harga rata-rata dari harga
tertinggi dan terendah”.
Adapun jenis-jenis saham mennurut Fahmi
(2012:86) saham yang umumnya diperjual belikan di pasar
modal ada dua jenis, yaitu sebagai berikut:
“Saham Biasa adalah saham yang paling popular
diperjualbelikan kepada perusahaan yang menerbitkan surat
berharga dan masyarakat yang dijual oleh suatu perusahaan.
Saham Preferen adalah surat berharga yang dijual oleh suatu
perusahaan kepada investor,namun pembagian dividen
antara saham preferen berbeda dengan saham [Link]
saham preferen, investor akan mendapatkan dividen setiap
tiga bulanan (kuartal) dan keuntungannya bersifat tetap,
hanya saja keuntungan dari saham preferen lebih kecil
dibandingan dengan saham biasa”.
[Link] Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham
Menurut Brigham dan Houston (2010:33) terdapat
beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fluktuasi harga
saham yaitu sbagai berikut:
1. Faktor internal
Pengumuman tentang pemasaran produksi penjualan
seperti pengiklanan rincian kontrak, perubahan harga,
penarikan produk baru, laporan produksi, laporan
keamanan, dan laporan penjualan.
Pengumuman pendanaan, seperti pengumuman yang
berhubungan dengan ekuitas dan hutang.
Pengumuman badan direksi manajemen (management
board of director annnouncements) seperti perubahan dan
pergantian direktur, manajemen dan struktur organisasi.
25
Pengumuman pengambil alihan diverifikasi seperti laporan
merger investasi, dan investasi ekuitas,
Pengumuman investasi seperti melakukan ekspansi pabrik
pengembangan riset dan penutupan usaha lainnya.
Pengumuman ketenagakerjaan (labour announcements),
seperti negosiasi baru, kotrak baru, pemogokan dan
lainnya.
2. Faktor eksternal
Pengumuman dari pemerintah seperti perubahan tingkat
suku bunga tabungan dan deposito, kurs valuta asing,
inflasi, dan lain sebagainya.
Pengumuman hukum seperti tuntutan terhadap perusahaan
atau terhadap manajernya dan tuntutan perusahaan terhadap
manajernya.
Pengumuman industri sekuritas, seperti laporan pertemuan
tahunan insider trading, volume atau harga saham
perdagangan pembatasan atau penundaan trading
2.2 Penelitian Terdahulu
Penelitian ini sebelumnya pernah dilakukan, namun
dengan objek dan periode yang berbeda-beda. Beberapa
penelitian yang pernah dilakukan akan dijelaskan dibawah ini.
Tabel 2.1
Penelitian Terdahulu
No Nama Judul Hasil Penelitian Alat
Peneliti Analisi
Indra Pengaruh Hasil penelitian
1 Regresi Ganda
Firmansyah, Current ratio bahwa
Apriali (CR) dan Debt secara parsial,
26
Maharani to Equity Ratio current ratio
(2021) (DER) (cr) tidak
Terhadap harga berpengaruh
saham pada terhadap harga
perusahaan saham, dan secara
sektor parsial bahwa
infrastruktur, debt to equity
Utilitas, dan ratio (der)
transportasi berpengaruh
yang terdaftar terhadap harga
di BEI saham. Secara
simultan bahwa
current ratio
(cr) dan debt to
equity ratio
(der) berpengaruh
terhadap
harga saham.
Joshephine Pengaruh Hasil penelitian Regresi Linier
2
Pungky. N.S Current ratio bahwa Secara
(2020) (CR) dan Debt parsial current
to Equity Ratio ratio berpengaruh
(DER) positif terhadap
Terhadap harga harga saham dan
saham PT. debt to equity ratio
Indosat Tbk tidak berpengaruh
positif terhadap
Secara simultan,
current ratio dan
debt to equity ratio
berpengaruh
signifikan terhadap
27
saham harga
Pengaruh
3 Dian Indah Hasil penelitian Regresi Linier
Current ratio
Sari (2020) bahwa Variabel Berganda.
(CR) dan Debt
Current Ratio
to Equity Ratio
(X1) berpengaruh
(DER)
negatif dan tidak
Terhadap harga
signifikan
saham pada
terhadap variabel
perusahaan
Harga Saham (Y).
Otomotif
Variabel Debt to
Equity Ratio (X2)
berpengaruh
negatif dan tidak
signifikan
terhadap variabel
Harga Saham (Y).
Variabel Current
Ratio (X1) dan
Debt to Equity
Ratio (X2) secara
simultan
berpengaruh
negatif dan tidak
signifikan
terhadap variabel
Harga Saham (Y).
Budi Gautama Pengaruh Debt Hasil
4 Regresi Linier
Siregar (2020) to Equity penelitian
Berganda.
(DER) terhadap ditemukan
harga saham bahwa terdapat
dengan Inflasi pengaruh yang
sebagai variabel negative dan
moderating signifikan
28
Debt to Equity
Rasio (DER)
terhadap harga
saham, inflasi
berpengaruh
negative tidak
signifikan
terhadap harga
saham pada
perusahaan
manufaktor
setor aneka
industry dan
inflasi dapat
berperan untuk
memoderasi
pengaruh dari
debt to equity
rasio (DER)
terhadap harga
saham pada
perusahaan
manufaktor
setor aneka
industry yang
terdaftar di
BEI periode
2014-2018.
5 Dwi Pengaruh Hasil penelitian ini Regresi Linier
Fitrianingsih Current ratio menunjukan Berganda.
(2019) (CR) dan Debt bahwa dengan
to Equity Ratio rendahnya Debt to
(DER) Equity Ratio maka
29
Terhadap akan
harga saham meningkatkan
diperusahaan Harga Saham.
Food and Sedangkan
Beverage yang variabel
terdaftar di independen
Bursa Efek Current Ratio dan
Indonesia Debt to Equity
periode 2013- Ratio secara
2017 simultan
berpengaruh
signifikan
terhadap variabel
Harga Saham.
2.3 Kerangka Berpikir
Penelitian yang berkenaan dengan tiga variabel atau
lebih, biasanya dirumuskan hipotesis yang berbentuk komparasi
maupun hubungan. Oleh karena itu dalam rangka menyusun
hipotesis, maka perlu dikemukakan kerangka berpikir.
Menurut Sugiyono (2017:60) mengemukakan bahwa, kerangka
berpikir merupakan model konseptual tentang
bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah
diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
30
Gambar 2.1
Kerangka Berpikir
VariabelX1
H1
Likuiditas
( Current Ratio ) Harga Saham
H2 Y
VariabelX2
Solvabilitas
( Debt to Equity Ratio )
H3
2.4 Pengembangan Hipotesis
Hipotesis dapat didefinisikan sebagai pernyataan sementara,
namun dapat diuji, yang memprediksi apa yang anda ingin temukan
dalam data empiris anda. Dengan menguji hipotesis dan menegaskan
hubungan yang diperkirakan, diharapkan solusi dapat ditemukan untuk
menghadapi masalah yang dihadapi (Sekaran, 2018 : 94).
Berdasarkan perumusan masalah, dan kajian empiris yang
dilakukan sebelumnya, maka hipotesis penelitian ini adalah :
Ho1 :β1 = 0 Diduga tidak terdapat pengaruh Current Ratio (CR) terhadap
Harga Saham Pada PT Alikindo Naratama Tbk Periode 2011-
2020
Ha1 :β1 ≠ 0 Diduga terdapat pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Harga
Saham Pada PT Alikindo Naratama Tbk Periode 2011-2020
31
Ho2 :β2 = 0 Diduga tidak terdapat pengaruh Debt to Equity Ratio (DER)
terhadap Harga Saham Pada PT Alikindo Naratama Tbk Periode
2011-2020
Ho2 :β2 = 0 Diduga tidak terdapat pengaruh Debt to Equity Ratio (DER)
terhadap Harga Saham Pada PT Alikindo Naratama Tbk Periode
2011-2020
Ho3 : β3 = 0 Diduga tidak terdapat pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt
to Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham Pada PT Alikindo
Naratama Tbk Periode 2011-2020
Ha3 : β3 ≠ 0 Diduga terdapat pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt to
Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham Pada PT Alikindo
Naratama Tbk Periode 2011-2020
32
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian yang dilakukan penulis dalam menyusun skripsi ini
bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif maksudnya penelitian
yang menggambarkan atau menceritakan serta menguraikan bagaimana
hasil dari perhitungan data – data financial perusahaan dalam bentuk
laporan keuangan.
Menurut Sugiyono (2016:147) metode analisis deskriptif adalah
statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara
mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul
sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku
untuk umum atau generalisasi.
Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode
penelitian yang berlandaskan pada sampel filsafat positivisme, digunakan
untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data
menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif
statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan
(Sugiyono, 2016:8).
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan, bahwa metode
deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif merupakan metode yang
bertujuan menggambarkan secara sistematis fakta-fakta yang ada serta
menjelaskan tentang hubungan antar variabel yang diselidiki dengan cara
mengumpulkan data, mengolah, menganalisis, dan menginterprestasi data
dalam pengujian hipotesis statistik.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
3.2.1 Tempat Penelitian
33
Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia (BEI) dengan mengakses website [Link] dan
[Link]
3.2.2 Waktu Penelitian
Proses penelitian ini di awali dengan mengidentifikasi
permasalahan ditempat yang akan digunakan sebagai lokasi penelitian,
perumusan masalah, pengumpulan dasar-dasar teori yang memperkuat
landasan dalam variabel dan penentuan teknik pengujian statistik yang
digunakan. Proses ini membutuhkan waktu penelitian mulai dari Oktober
s/d November 2021.
3.3 Operasional Variabel Penelitian
Menurut Sugiyono (2016:38) variabel penelitian adalah suatu
atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang
mempunyai variabel tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
mempelajari dan ditarik kesimpulannya. Operasional variabel diperlukan
untuk menentukan jenis, indikator, serta skala dari variabel-variabel yang
terkait dalam penelitian, sehingga pengujian hipotesis dengan alat bantu
statistik dapat dilakukan secara benar.
Berdasarkan judul skripsi yang telah dikemukakan diatas yaitu
“Pengaruh Current Ratio dan Debt To Equity Ratio terhadap Harga saham
pada perusahaan kertas studi kasus PT. Alikindo Naratama Tbk periode
2011-2020. Maka variabel-variabel yang diteliti dapat dibedakan menjadi
dua :
1. Variabel Bebas / independent variable (Variabel X)
Menurut Sugiyono (2016:39) variabel independen atau variabel
bebas yaitu variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab
perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel
independen dalam penelitian ini terdiri dari Current Ratio dan Debt To
Equity Ratio.
a. Current Ratio (X1)
34
Current Ratio (CR) menurut Brigham dan Houston (2014:134)
menggambarkan sejauh mana kewajiban lancar dapat ditutupi oleh aset
yang diharapkan akan dikonversi menjadi kas dalam waktu dekat.
Menurut Kasmir (2014:134) Rasio lancar (Current Ratio) merupakan
rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar
kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat
ditagih secara keseluruhan.
Metode perhitungannya :
Current Rasio = Aktiva Lancar x 100
Utang Lancar
b. Debt to Equity Ratio / (X2)
Pada penelitian ini struktur modal akan diukur menggunakan
Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Equity Ratio (DER) menurut
pendapat Kasmir (2015:157) adalah rasio untuk menilai utang dengan
[Link] ini dicari dengan membandingkan antara seluruh utang,
termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas. DER dihitung
menggunakan rumus :
Debt to Equity Ratio (DER) = Total Hutang X 100
Ekuitas
2. Variabel Terikat / dependent variable (Y)
Harga saham merupakan salah satu bentuk efek atau surat
berharga yang diperdagangkan di pasar modal (bursa). Harga saham
yang dimaksud dalam penelitian ini adalah harga saham penutupan akhir
(closing price) tiap perusahaan yang diperoleh dari harga saham pada
penutupan akhir tahun per 31 Desember dengan periode waktu dari
tahun 2011-2020 pada perusahaan perusahaan kertas.
Tabel 3.1
Operasional Variabel
35
Variabel Jenis
Indikator Skala
Penelitian Variabel
Variabel X1 Variabel
Aset Lancar x 100% Ratio
Current Ratio Independen
Hutang Lancar
Varibel X2
Variabel
Debt to Total Hutang Ratio
Independen x 100%
Equity Ekuitas
Ratio
Harga
Variabel Harga Saham Penutupan
Saham
Dependen
3.4 Populasi dan sampel
3.4.1 Populasi
Pengertian populasi menurut Sugiyono (2016:80)
mengemukakan bahwa “Populasi adalah wilayah generalisasi yang
terjadi atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakter
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulan”.
Populasi penelitian ini adalah laporan keuangan pada PT.
Alikindo Naratama Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun
2011-2020 khusunya pada perusahaan kertas dengan melihat laporan di
[Link]
3.4.2 Sampel
Menurut Sugiyono (2017:81) sampel adalah bagian dari jumlah
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Populasi dalam penelitian ini belum diketahui, sehingga peneliti
menentukan jumlah sampel yang akan diteliti. Pengambilan sampel
dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode purposive
36
sampling yaitu dengan cara memilih perusahaan dengan cara dan criteria
tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang representatif
dengan kriteria yang telah ditetapkan. Kriteria sampel tersebut adalah
sebagai berikut :
a. Perusahaan kertas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
periode 2011-2020.
b. Perusahaan yang menyediakan laporan keuangan selama
sepuluh tahun berturut-turut periode 2011-2020.
c. Kelengkapan data yang tersedia dengan lengkap dari tahun
2011-2020
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2014:401), teknik pengumpulan data
merupakan cara- cara untuk memperoleh data dan keterangan-
keterangan yang mendukung penelitian ini. Data yang diambil adalah
data sekunder yang dijadikan unit analisis dengan menggunakan teknik
sebagai berikut:
a. Penelitian kepustakaan (Library Research)
Data yang diperoleh untuk penelitian ini adalah data yang
diperoleh dengan membaca literature, buku, artikel, jurnal dan hal lain
berhubungan dengan aspek yang teliti sebagai upaya untuk memperoleh
data yang valid.
b. Penelitian melalui Internet (Internet Research)
Terkadang buku referensi atau literature yang kita miliki atau
buku pinjaman dari perpustakaan sudah tidak update, karena ilmu selalu
berkembang, penulis melakukan penelitian dengan teknologi yang
berkembang yaitu internet, sehingga data yang diperoleh lebih up to
date.
c. Penelitian melalui observasi
Suatu cara memperoleh data dengan menggunakan dokumentasi
yang berdasarkan pada laporan keuangan yang telah dipublikasikan oleh
Bursa Efek Indonesia dan IDN Financials.
3.6 Teknik Analisis Data
37
Pengolahan data statistik memiliki peran yang sangat penting dalam suatu
penelitian karena dari hasil pengolahan data akan kita dapatkan
kesimpulan penelitian. Teknik pengolahan data mencakup perhitungan
data analisis model penelitian. Sebelum membuat kesimpulan dalam suatu
penelitian analisis terhadap data harus dilakukan agar hasil penelitian
menjadi akurat. Maka penelitian ini dilakukan dengan metode statistik
menggunakan analisis model regresi linear berganda yang diolah dengan
bantu program Eviews 10. Adapun tahapan atau langkah-langkahnya
adalah dengan melakukan analisis kuantitatif terdiri dari Analisis Statistik
Deskriptif, Uji Asumsi Klasik, Analisis Regresi Linear Sederhana, Regresi
Linier Berganda dan Uji Hipotesis.
38
Analisis data yang dilakukan adalah analisis kuantitatif yang
dinyatakan dengan angka-angka dan perhitungannya
menggunakan metode standar yang dibantu dengan program
Econometric Views (Eviews) versi 10.
39
DAFTAR PUSTAKA
Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995.
Hanafi, Mamduh M. & Halim, Abdul. 2014. Analisis Laporan Keuangan.
Yogyakarta : UPP STIM YKPN.
Sumber Lain:
Deni Rokhman Santoso. 2019. PENGARUH CURRENT RATIO (CR) DAN DEBT
TO EQUITY RATIO (DER) TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN
DIVIDEND PAYOUT RATIO (DPR) SEBAGAI VARIABEL
INTERVENING (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang
Terdaftar di BEI 2014-2017. Magelang. Program Studi Fakultas
Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammaddiyah
Link Website :
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
([Link]
semen-indonesia).
([Link])
40