Praktikum Optimasi dan Audit Energi
PERCOBAAN 5
INSULATOR
(LAGGING EFFICIENCY)
5.1. TUJUAN PERCOBAAN
Setelah melakukan percobaan, mahasiswa diharapkan dapat:
Menghitung energi losses pada setiap pipa.
Membandingkan tahanan isolasi dari kedua pipa pada isolasi yang berbeda
dengan adanya kondensat yang dihasilkan.
5.2. TEORI DASAR
Pipa yang digunakan dalam mendistribusikan uap dalam sistem
pembangkit tenaga uap atau kondisi thermal adalah sangat perlu diperhatikan
untuk menghindari kerugian-kerugian panas yang dapat terjadi dalam pipa
tersebut, karena tidak semua material mempunyai isolasi yang sama. Pipa-pipa
transfortasi fluida adalah tergantung pada kelembaban untuk tiga alasan:
Untuk mengurangi perpindahan dan kerugian energi.
Untuk mencegah terjadinya pembekuan fluida.
Untuk mengamankan personil.
Jika ketiga alasan adalah untuk lagging, kemudian jumlah minimal isolasi
yang digunakan adalah cocok dengan pertimbangan keselamatan.
Untuk alasan kedua dan pertama, yang mana biaya siklus kehidupan
dapatlah dipertimbangkan, yaitu penghematan yang dapat dipengaruhi dengan
mengurangi kerugian energinya dan biaya untuk isolasinya dapat
Lagging (Insulator)
Praktikum Optimasi dan Audit Energi
dipertimbangkan. Lagging yang terpakai, cukup untuk menghasilkan
keseimbangan kredit. Kerugian energi tergantung:
Perbedaan temperatur antar uap bagian dalam dan udara bagian luar
Ketebalan pipa dan kecepatan uap dalam pipa.
Keadaan udara sekitar pipa, yaitu apakah dalam keadaan bergerak atau diam.
Kerugian energi hanya sebagian saja dari konveksinya tetapi sebagian
besar terjadi dari radiasinya. Kerugian energi lebih besar apabila uap mengalir
pada pipa dan tidak diam. Jika uap jenuh yang digunakan, permukaan air atau
lapisan air diendapkan dalam pipa. Ini menolong perpindahan energi dan banyak
energi yang hilang. Kenyataan menunjukkan bahwa dengan memakai uap
superheated yang diisinkan reduksi temperatur tanpa deposit. Pendataan campuran
untuk berbagai perkara ekonomi yang digunakan. Kejadian yang umum pada
transmisi panas bahwa perkembangan yang praktis engineering, aliran panas dari
berbagai medium lainnya. Yang mempengaruhi perpindahan panas adalah
perbedaan temperatur atau gradien yang esensial, ketebalan material, jumlah
energi yang kecil akan dapat dipindahkan dalam waktu periode yang sama.
Q = (- K . A . dT)/dx
Dimana: Q = jumlah energi
A = luasan (m2)
dT = perubahan temperatur (oC)
dx = ketebalan elemen
K = koefisien konduktivitas
Aliran radial yang mengalir dalam silinder tebal.
Lagging (Insulator)
Praktikum Optimasi dan Audit Energi
Kerugian panas fluida disebabkan uap dikondensasikan jumlah kondensat
yang terkumpul didapatkan asal saja tidak undercooled, ini digunakan untuk
menentukan panas yang dipindahkan.
- Massa aliran kondensat
- Kerugian entalphy evaporation per detik
Hloss = c . q . hfg
untuk menentukan nilai K (koofisien konduktivitas panas) adalah panas
yang dipindahkan = kerugian entalphy per detik.s
- Prosentase energi penghematan (saving) energi selama penghambatan
katup.
-
Lagging (Insulator)
Praktikum Optimasi dan Audit Energi
5.3. PROSEDUR PERCOBAAN
a. Menjalankan boiler dan mensuplai uap ke unit.
b. Membuka katup-katup isolasi yang menghubungkan setiap pipa pada sumber
uap dan pembuangannya.
c. Membiarkan aliran uap mengalir ke rangkaian sampai kondisi steady stead,
sehingga alat pengukur temperatur dalam keadaan stabil. Hal ini untuk
menghindari kondisi yang berlebihan selama percobaan.
d. Menutup katup isolasi yang terhubung ke blow down.
e. Mengambil data dengan mencatat level kondensat yang terbaca pada alat ukur
dan mencatat waktu permulaan pengujian tersebut apabila level kondensat
setiap pipa mulai nampak
f. Mencatat temperatur setiap 2 menit.
g. Mencatat level kondensat pada setiap pipa di akhir pengujian, kemudian
menutup katup utama.
h. Membuka katup isolasi ke blow down (Vo) dan membiarkan kondensat keluar
sampai kering dari pipa. Jika perlu, pipa blow down dihubungkan dengan
membuka katup uap utama agar pipa-pipa menjadi bersih.
Lagging (Insulator)
Praktikum Optimasi dan Audit Energi
5.4 SKEMA PENGUJIAN
Pressure
P
Steam main
Temperatur indikator
V1 V2 V3 V4
1 2 3 4 5 6 7
1 2 3 4
V0 V0 V0 V0
Blowdown Line
Lagging (Insulator)
Praktikum Optimasi dan Audit Energi
5.5 HASIL PERCOBAAN
Tabel 5.1 Hasil pengamatan percobaan lagging efisiensi
Steam Pipe 1 Pipe 2 Pipe 3 Pipe 4
Ex.
Ex. Inlet Ex Inlet Ex
No Waktu Temp
P T1 Cond Temp Temp Cond Temp Temp Cond Temp Cond
(S) (T2)
(bar) (OC) (cm) (T3) (T4) (Cm) (T5) (T6) (Cm) (T7) (Cm)
(oC)
(oC) (oC) (oC) (oC) (oC)
1
300 9 157 157 0 10 148 8 60 147 11 150 0
2
600 9.5 154 150 2 10 144 9 74 148 12 148 0
3
900 9.5 154 140 6 30 144 9 78 146 14 148 0
4
1200 9 150 144 9.4 32 144 9.8 80 142 15.6 148 0
5
1500 8 150 146 12 34 132 10 80 130 17 140 0
6
1800 7 140 134 14 34 120 10.4 74 132 17.6 138 0
7
2100 6 140 138 16 32 110 11 70 130 18.6 132 0
8
2400 5.5 134 128 17 36 108 11 70 130 19 130 0
Lagging (Insulator)
Praktikum Optimasi dan Audit Energi
5.5 ANALISA HASIL PERCOBAAN
A. Untuk tabung I (None) Unlagged :
Diketahui :
Temperatur (T1) = 154 C
Level kondensat (Vc) = 2 cm (dimana 1 cm = 18 ml)
= 2 x 18 x 10-6
= 36 x 10-6 m3
Selisih waktu (mnt) in dan out = 10 menit = 600 detik
Pada temperatur 154 C diperoleh :
vf = 0,0019495 m3/Kg
hfg = 2101,5 kJ/kg
(nilai ini diperoleh pada tabel sifat uap jenuh satuan SI)
Perhitungan :
1. Menghitung massa aliran kondensat (mc) :
kg/s
2. Menghitung kerugian energi (Elosses) :
Elosses = mc . xg . hfg dimana : xg = 0,89
= 1,628 . 10–4 x 0,89 x 2072,6
= 0,300 kJ/det
Lagging (Insulator)
Praktikum Optimasi dan Audit Energi
B. Untuk tabung II (Fiberglass Blanket) :
Diketahui :
Temperatur (T1) = 157,7 C
Temperatur (T2) = 43,3 C
Jari-jari dalam (R1) = 47,7 mm
Jari-jari luar (R2) = 60,3 mm
Level kondensat (Vc) = 3,1 x 18 x 10-6 cm, (dimana 1 cm = 18 ml)
= 55,8 . 10–6 m3
Selisih temperatur in dan out = 10 menit = 600 detik
Pada temperatur 157,7 C diperoleh :
vf = 0,001099 m3/Kg
hfg = 2090,1 kJ/kg
(nilai ini diperoleh pada tabel sifat uap jenuh satuan SI)
Perhitungan :
1. Menghitung massa aliran kondensat (mc) :
kg/s
2. Menghitung kerugian energi (Elosses) :
Elosses = mc . xg . hfg dimana : xg = 0,89
Lagging (Insulator)
Praktikum Optimasi dan Audit Energi
= 0,846 . 10–4 x 0,89 x 2090,1
= 0,157 kJ/det
3. Menghitung konduktivitas termal (K) :
dimana : L = 0,818
K=
W/m C
4. Menghitung persentase saving (ps) :
C. Untuk tabung III (Asbestos tape) :
Diketahui :
Temperatur (T1) = 153,3 C
Temperatur (T2) = 91,7 C
Jari-jari dalam (R1) = 47,7 mm
Jari-jari luar (R2) = 60,3 mm
Level kondensat (Vc) = 4,5 x 18 x 10-6 cm, (dimana 1 cm = 18 ml)
Lagging (Insulator)
Praktikum Optimasi dan Audit Energi
= 81 . 10–6 m3
Selisih temperatur in dan out = 10 menit = 600 detik
Pada temperatur 153,3 C diperoleh :
vf = 0,001094 m3/Kg
hfg = 2103,9 kJ/kg
(nilai ini diperoleh pada tabel sifat uap jenuh satuan SI)
Perhitungan :
1. Menghitung massa aliran kondensat (mc) :
kg/s
2. Menghitung kerugian energi (Elosses) :
Elosses = mc . xg . hfg dimana : xg = 0,89
= 1,23 . 10–4 x 0,89 x 2103,9
= 0,230 kJ/det
3. Menghitung konduktivitas termal (K) :
dimana : L = 0,818
K=
Lagging (Insulator)
Praktikum Optimasi dan Audit Energi
W/m C
4. Menghitung persentase saving (ps) :
D. Untuk tabung IV (Chrome Finish) :
Diketahui :
Temperatur (T1) = 159,3 C
Level kondensat (Vc) = 4,2 cm (dimana 1 cm = 18 ml)
= 4,2 x 18 x 10-6
= 75,6 x 10-6 m3
Selisih waktu (mnt) in dan out = 10 menit = 600 detik
Pada temperatur 163 C diperoleh :
vf = 0,001101 m3/Kg
hfg = 2084,9 kJ/kg
(nilai ini diperoleh pada tabel sifat uap jenuh satuan SI)
Perhitungan :
1. Menghitung massa aliran kondensat (mc) :
Lagging (Insulator)
Praktikum Optimasi dan Audit Energi
kg/s
2. Menghitung kerugian energi (E) :
Elosses = mc . xg . hfg dimana : xg = 0,89
= 1,14 . 10–4 x 0,89 x 2084,9
= 0,211 kJ/det
Lagging (Insulator)