Laporan PKL SMK: Sistem Kemudi Vario
Laporan PKL SMK: Sistem Kemudi Vario
Di susun Oleh :
Nama : Muhammad Rizani
Kelas : XII TBSM 2
NIS : 5857
Guru Pembimbing :
Muhammad Tajidinnor, S.T
Disusun oleh:
NIS : 5857
Herry Fitriyadi, M. Pd
NIP. 19730224 200501 1 007
i
IDENTITAS SEKOLAH
NPSN : 30302537
Fax : 052761437
Email : smkduaamuntai@[Link]
Website : [Link]
ii
Gambar 1. Peta SMK Negeri 2 Amuntai
iii
BIODATA
PESERTA PRAKTIK
IdntitasKERJA
siswa LAPANGAN
3 x 4 cm
Muhammad Rizani
NIS. 5857
iv
IDENTITAS PERUSAHAAN
v
KATA PENGANTAR
Segala puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt., yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga penyusun dapat membuat
laporan Praktik Kerja Lapangan ini.
Walaupun demikian, penyusun berusaha dengan semaksimal mungkin
demi kesempurnaan penyusunan laporan ini baik dari hasil kegiatan belajar
mengajar di sekolah, maupun dalam menunaikan praktik kerja di dunia industri.
Saran dan kritik yang sifatnya membangun begitu diharapkan oleh penyusun demi
kesempurnaan dalam penulisan laporan berikutnya.
Dalam kesempatan ini, penyusun mengucapkan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Laporan Praktik
Kerja Industri ini, di antaranya:
1. Orang Tua dan kakak tercinta yang memberikan dukungan penuh kepada saya
sehingga dapat menyelesaikan PKL ini
2. Bapak Herry Fitriyadi, [Link] selaku Kepala SMK Negeri 2 Amuntai.
3. Agung Wijayanto, [Link].T selaku Ketua Kompetensi Keahlian Teknik Dan
Bisnis Sepeda Motor.
4. Muhammad Tajidinnor, S.T selaku Guru Pembimbing Kami selama melakukan
PKL
5. Dody Ervan, Selaku Pembimbing kami di tempat PKL
6. Seluruh Mekanik Di Nusantara Surya Sakti Tanjung
7. Guru - guru jurusan dan non jurusan yang sudah susah payah memberi kami
pelajaran setiap harinya
8. Dan seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang sudah
ikut membantu dalam menyelesaikan laporan ini baik membantu secara materil
ataupun sarannya.
vi
Akhir kata, penyusun berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca
serta dapat membantu bagi kemajuan serta perkembangan SMK Negeri.
Muhammad Rizani
NIS. 5857
vii
DAFTAR ISI
viii
DAFTAR GAMBAR
ix
BAB I
PENDAHULUAN
B. Tujuan PKL
Tujuan utama dari PKL adalah untuk menjembatani keilmuan teoritis dan
terapan. Khususnya bagi siswa SMA/SMK dan mahasiswa, PKL diharapkan bisa
mengenalkan dunia kerja dan dunia industri kepada mereka berdasarkan teori
yang sudah didapat di dalam kelas. Hal yang dapat memperkuat peranan dari
tujuan PKL adalah dasar pelaksanaannya. UU Nomor 2 tahun 1989 tentang
Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 1999 tentang
Sistem Pendidikan Tinggi. Kemudian Keputusan Menteri Pendidikan Nasional
Republik Indonesia nomor 2341U12001 tentang Kurikulum Nasional.
1
1. Tujuan kegiatan PKL adalah untuk melahirkan insan akademis yang bisa
menjembatani relevansi keilmuan teoritis dan terapan dalam bidang
keilmuannya.
2. Tujuan kegiatan PKL adalah untuk membina mentalitas dan profesionalitas
mahasiswa yang sejalan dengan disiplin keilmuan program studi sesuai
keilmuannya.
3. Tujuan kegiatan PKL adalah untuk melatih kemampuan manajerial dan
keterampilan serta memupuk kemampuan beradaptasi dan daya tangkap
mahasiswa dalam menjalankan tugas dan kewajiban yang diembankan
kepadanya.
4. Tujuan kegiatan PKL adalah untuk membentuk pola pikir yang konstruktif
pola pikir bagi siswa-siswi prakerin. Sehingga dapat melihat peluang di
masa depan.
5. Tujuan kegiatan PKL adalah untuk melatih siswa untuk berkomunikasi
atau berinteraksi secara profesional di dunia kerja yang sebenarnya.
Sehingga tidak merasa takut atau canggung lagi berkomunikasi secara
profesional.
6. Tujuan kegiatan PKL adalah untuk membentuk etos kerja yang baik bagi
siswa-siswi prakerin. Sehingga kedepannya siswa dapat menjadi sosok
lulusan dan berkualitas.
7. Tujuan kegiatan PKL adalah untuk menambah jenis keterampilan yang
dimiliki oleh siswa agar dapat dikembangkan dan diimplementasikan
dalam kehidupan sehari-hari.
8. Tujuan kegiatan PKL adalah untuk menjalin kerjasama yang baik antara
sekolah dengan dunia industri maupun dunia usaha.
2
D. Metode Pengumpulan Data
Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah agar para siswa dapat melatih
jiwa mandiri, berani, bertanggung jawab serta disiplin. Selain itu juga dapat
mengkaji ilmu terapan di lapangan dengan sekolah. Adapun isi laporan yang
harus di susun para siswa adalah hasil kegiatan selama PKL. Tujuan dari
pembuatan laporan tersebut antara lain adalah;
1. Untuk mengetahui perkembangan siswa selama mengikuti PKL;
2. Sebagai pertanggung jawab atas tugas yang diberikan sekolah kepada para
siswa sehubungan dengan pelaksanaan PKL;
3. Menambah perbendaharaan perpustakaan sekolah dan sebagai pengetahuan
siswa angkatan selanjutnya;
4. Sebagai pelatihan bagi siswa dalam membuat sebuah laporan kegiatan;
5. Sebagai bukti bahwa siswa telah melakukan praktek yang dilakukan di dunia
usaha atau dunia industri
6. Sebagai syarat mengikuti Ujian Nasional.
E. Manfaat PKL
1. Mengenalkan Siswa Pada Pekerjaan Lapangan
Manfaat PKL yang pertama adalah untuk mengenalkan siswa pada
lingkungan kerja di dunia industri dan usaha. Dengan begitu, ketika mereka
terjun ke lapangan pekerjaan yang sesungguhnya, diharapkan mereka tidak
canggung dan dapat beradaptasi dengan cepat.
2. Menambah Keterampilan
Manfaat PKL yang kedua yakni untuk menambah keterampilan,
pengetahuan, gagasan-gagasan tentang dunia usaha serta industri yang
professional. Pengetahuan dan keterampilan ini akan menjadi modal yang
bermanfaat bagi siswa ketika mereka terjun ke dunia industri.
3. Mengasah Keterampilan
Manfaat PKL yang ketiga yakni dapat membantu mengasah keterampilan
yang sebelumnya telah diberikan di sekolah. Dengan mengikuti kegiatan
PKL, diharapkan keterampilan para siswa dapat semakin terasah.
3
4. Membentuk Pola Pikir
Manfaat PKL yang keempat yaitu untuk membentuk pola pikir siswa agar
terkonstruktif secara baik serta memberikan pengalaman dalam dunia industri
maupun dunia kerja. Pengalaman akan sangat dibutuhkan ketika seseorang
mulai terjun ke dunia kerja. Dan pengalaman tersebut bisa didapatkan oleh
para siswa dengan mengikuti kegiatan PKL.
5. Menjalin Kerja Sama
Manfaat PKL yang kelima adalah dapat menjalin kerja sama. Kegiatan
PKL tidak hanya bermanfaat bagi para siswa, namun sekolah pun juga dapat
merasakan manfaatnya. Dengan adanya kegiatan PKL, dapat menciptakan
kerja sama yang baik antara sekolah dan perusahaan terkait, baik dalam dunia
usaha maupun dunia industri.
6. Mempersiapkan SDM Berkualitas
Manfaat PKL yang berikutnya yaitu untuk mempersiapkan sumber daya
manusia yang berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan di era saat ini.
Seiring dengan perkembangan zaman, tentu perusahaan membutuhkan
sumber daya manusia yang bisa mengikuti perkembangan zaman. Oleh sebab
itu para siswa diasah dan dibimbing agar bisa berkembang sesuai kebutuhan
di era teknologi.
7. Menghasilkan Sumber Daya Manusia
Manfaat PKL yang selanjutnya yakni untuk menghasilkan sumber daya
manusia yang memiliki keahlian profesional, dengan keterampilan,
pengetahuan, serta etos kerja yang sesuai dengan tuntutan zaman.
8. Efisiensi Waktu dan Tenaga
Manfaat PKL berikutnya adalah untuk meningkatkan efisiensi waktu dan
tenaga dalam mendidik dan melatih tenaga kerja yang berkualitas.
9. Keuntungan bagi Pihak Sekolah
Manfaat PKL selanjutnya adalah untuk memberikan keuntungan pada
pihak sekolah dan siswa itu sendiri, karena keahlian yang tidak diajarkan di
sekolah akan didapat di dunia kerja.
4
10. Sebagai Bentuk Penghargaan
Manfaat PKL yang terakhir adalah sebagai bentuk pengakuan dan
penghargaan bahwa pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.
Karena selain materi, pengalaman kerja juga sangat dibutuhkan dan menjadi
modal berharga sebelum para siswa terjun ke lapangan
5
BAB II
PROFIL PERUSAHAAN
B. Sejarah Perusahaan
Awal mula berdiri PT. Nusantara Surya Sakti adalah sebuah toko
penjualan sepeda motor tahun 1992. Kemudian tahun 1969 menjadi dealer oil
castrol. Barulah tahun 1996 nama PT Nusantara Surya Sakti diluncurkan
perusahaan terus berkembang pesat hingga tahun 2010 Nusantara Sakti Group
telah memiliki 87 dealer di seluruh Indonesia ( 17 dealer dengan nama PT.
Nusantara sakti dan 70 dealer dengan nama PT Nusantara Surya Sakti )
6
C. Visi dan Misi Perusahaan
Visi
Apa yang kami yakini AHM ingin menjadi pemimpin pasar sepeda motor
di Indonesia dan menjadi pemain kelas dunia, dengan mewujudkan impian
konsumen, menciptakan kegembiraan bagi konsumen dan berkontribusi kepada
masyarakat Indonesia.
Misi
Apa yang kami lakukan menciptakan solusi mobilitas bagi masyarakat
dengan produk dan pelayanan terbaik.
7
BAB III
PEMBAHASAN
A. Dasar Teori
1. Sistem Kemudi
Ada beberapa penyebab sistem kemudi sepeda motor terasa berat, yang dijelaskan
sebagai berikut,
8
1. Mur Steering Handle Terlalu Kencan butag
Mur ini berfungsi untuk memastikan as kemudi terpasang dengan baik, tetapi
jika terlalu kencang akan menyebabkan kemudi susah bergerak sehingga
terasa berat.
2. Steel Ball Rusak
Steel ball atau gotri berfungsi untuk mengurangi gesekan dan membuat
pergerakan as kemudi menjadi ringan. Jika steel ball mengalami keausan atau
pecah, pergerakannya menjadi terhambat sehingga kemudi menjadi berat.
(([Link]
m=1)
CASTER adalah sudut kemiringan dari poros kemudi dalam satuan derajad.
Dengan menarik garis sejajar poros kemudi, maka akan didapat suatu sudut
yang dihitung dari garis yang mendatar (horizontal).
9
Dengan sudut caster yang kecil berarti memperpanjang jarak trail. Dalam hal ini
pengendalian sepeda motor terasa baik untuk jalan yang lurus dengan
kecepatan tinggi. Tetapi pada kecepatan rendah, pengendalian terasa berat
dan kurang enak untuk tikung-menikung.
TRAIL adalah jarak antara titik potong/dari garis melalui poros kemudi
dengan jalan mendatar (horizontal), ke titik tumpu ban depan diatas jalan.
Dari penjelasan kedua ukuran tersebut dapat disimpulkan bahwa lebih besar sudut
casternya, maka lebih kecil jarak [Link] dan trail harus diperhitungkan
secara tepat, karena berhubungan erat sekali terhadap pengaruh kestabilan system
kemudi dari sepeda motor.
10
putus, maka akan berpengaruh pada bohlam lainnya. Satu bohlam yang putus
dapat membuat sein tidak berkedip.
Anda harus memastikan bahwa seluruh bohlam pada sein tidak ada yang
mengalami kerusakan atau putus. Jika salah satu bohlam putus, ini akan membuat
sein motor Anda menjadi terganggu.
Sein yang mati sebelah juga dapat menjadi penyebab kecelakaan yang akan
merugikan diri Anda serta orang lain. Begitu pentingnya peran sein yang ada pada
motor sehingga harus terjaga agar tidak mengalami kerusakan.
B. Pembahasan
11
Gambar 3.4 Mengisi Oli Mesin Baru
([Link]
12
Gambar 3.7 Memeriksa Crankcase
([Link]
Berdasarkan pemeriksaan pernapasan crankcase masih bagus.
5. Memeriksa Busi
13
7. Memeriksa Putaran Stasioner Mesin
14
Berdasarkan hasil pemeriksaan komponen – komponen CVT masih bagus. Hanya
saja terdapat debu tersebut di lakukan pembersihan dengan menyemprotkan angin
bertekanan pada komponen CVT
15
Berdasarkan pemeriksaan kondisi arah lampu depan masih standar
11. Memeriksa Standar Samping
16
Gambar 3.16 Memeriksa Mur,Baut,Pengikat
( Dokumentasi Pribadi )
Setelah pemeriksaan ternyata Mur Baut dan pemikat sudah dalam keadaam
kencang.
17
Gambar 3.19 Memeriksa saluran Bahan Bakar
([Link]
motor-injeksi/)
Berdasarkan pemeriksaan saluran bahan bakar masih standar
16. Memeriksa Saringan Bahan Bakar
18
C. Pemeriksaan dan Perbaikan Sistem Kemudi Sepeda Motor
1. Peralatan dan bahan-bahan untuk menyetel Sistem kemudi Vario 125.
a. Obeng ( + )
b. Obeng ( – ) untuk penyetelan
c. Palu
19
Gambar3.24 Pengecekan stang kemudi.
( Dokumentasi pribadi )
f. Apabila kemudi terlalu berat atau terlalu ringan, putar mur pengikatnya
sampai mencapai ketepatan. Cara pengencangan mur pengikat adalah
mengencangkan mur pengikat dengan kuat, kemudian kembalikan putarannya
(kendorkan) ke arah kebalikan sebanyak ± 1/8 putaran sampai gerakan
kemudi terasa sempurna.
20
j. Periksalah tekanan angin ban sesuai standar.
Pemeriksaan Flasher
Flasher ini berfungsi sebagai jeda kedipan yang bisa membuat sein
berkedip.
Pemeriksaan Flasher,yaitu :
1. Pertama kita ambil alat yang di sediakan tadi seperti obeng (+) untuk membuka
baut baut dan obeng (-) untuk menyungkil cover serta kunci pas 14 untuk
melepas spion.
2. Melepas cover kepala sepeda motor.
21
Lihat gambar di bawah ini:
Setelah melepas cover nya lalu kita bisa cek Flasher tersebut.
22
Gambar 3.29 Mengecek Saklar
( Dokumentasi pribadi )
23
Gambar 3.31 Memeriksa bohlam
( Doomentasi Pribadi )
24
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemeriksaan dapat di ambil kesimpulan bahwa Stang
kemudi hanya sedikit bermasalah sehingga bisa kita lakukan perbaikan seperti
penjelasan di atas. Dan untuk lampu sen dapat di ambil kesimpulan bahwa hanya
kerusakan pada bohlam yang mati, jadi bisa kita ganti bohlam tersebut dengan
yang baru.
Secara keseluruhan penulis merasa pelaksanaan kegiatan PKL ini sudah
berjalan dengan baik. Kegiatan PKL dapat berjalan dengan baik karena mendapat
dukungan dari pihak Dealer yang menerima dengan baik kehadiran siswa yang
magang di Nusantara Surya Sakti Amuntai. Selama melaksanakan kegiatan PKL,
penulis mendapatkan ilmu dan pengalaman. Ilmu dan pengalaman tersebut
penting dan bermanfaat bagi penulis untuk kedepannya.
B. Saran
Adapun saran yang ingin penulis sampaikan terhadap pelaksanaan Praktik
Kerja Industri ini adalah:
1. Adanya perpanjangan waktu dari sekolah untuk pelaksanaan praktik kerja
industri agar siswa lebih dapat memahami teori yang di praktikkan serta lebih
menambah pengetahuan dan pengalaman siswa di dunia kerja secara
langsung.
2. Siswa yang melakukan praktik kerja industri harus aktif dan inisiatif atau
tidak malu bertanya ketika tidak memahami suatu pekerjaan yang diberikan.
25
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
rangka-motor/
[Link]
[Link]
[Link]
dan-mengatasi-penyebab-lampu-sein-motor-mati-sebelah/
[Link]
mencari-penyebab-lreadu-sein-motor-nggak-nyala
LAMPIRAN – LAMPIRAN
N HARI / BIMBINGAN
PEMBAHASAN CATATAN
O TANGGAL KE…………
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
Pembimbing