0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan72 halaman

Kekuatan Otot dan Hasil Shooting Basket

Skripsi ini membahas hubungan kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai terhadap hasil shooting pada ekstrakurikuler basket putra di SMK Kasih Maitreya Selatpanjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai dengan hasil shooting. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa ekstrakurikuler basket putra di SMK tersebut.

Diunggah oleh

pelaut seraya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan72 halaman

Kekuatan Otot dan Hasil Shooting Basket

Skripsi ini membahas hubungan kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai terhadap hasil shooting pada ekstrakurikuler basket putra di SMK Kasih Maitreya Selatpanjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai dengan hasil shooting. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa ekstrakurikuler basket putra di SMK tersebut.

Diunggah oleh

pelaut seraya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN KEKUATAN OTOT

TUNGKAI TERHADAP HASIL SHOOTING PADA


EKSTRAKURIKULER BASKET PUTRA DI
SMK KASIH MAITREYA
SELATPANJANG

SKRIPSI

Oleh

NURUL HUDA
NIM : 2018101384

Ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mendapatkan gelar


Sarjana Pendidikan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MERANTI
KEPULAUAN MERANTI
2021
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING

JUDUL : Hubungan Kekuatan otot lengan dan kekuatan otot

Tungkai terhadap hasil shooting pada ekstrakurikuler

basket putra di Smk Kasih Maitreya Selatpanjang

Nama Mahasiswa : Nurul Huda

NIM : 2018101384

Program Studi : Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

MENYETUJUI

Pembimbing I Pembimbing II

Erna Lestari Rambe, [Link], [Link] Rahmat Sanusi, [Link], [Link]


NIDN. 1001019106 NIDN.1025059001

Mengetahui,
Ketua Prodi Penjaskesrek

Hari Adi Rahmad, [Link], [Link]


NIDN.1031038904

ii
SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : NURUL HUDA

Nim : 2018101384

Program Studi : Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Jurusan : Pendidikan Olahraga

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dengan ini saya menyatakan bahwa Skripsi ini benar-benar karya saya

sendiri, kecuali kutipan-kutipan dan ringkasan yang semuanya sudah dijelaskan

sumbernya sesuai ketentuan yang berlaku.

Tanda tangan dosen penguji yang tertera dalam halaman pengesahan

adalah [Link] tidak asli saya siap menerima sanksi ditunda yudisium pada priode

berikutnya.

Kepulauan Meranti, Juni 2021


Yang menyatakan

NURUL HUDA
NIM. 2018101384

iii
MOTTO

SKIP

iv
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan

karunia-Nya, Makalah ini membahas tentang pengaruh kekuatan otot tangan dan

kekuatan otot tungkai terhadap performa menembak, adapun tujuan dari penulisan

skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat untuk mengikuti sidang

skripsi, Program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Dalam skripsi ini dibahas mengenai tentang hubungan kekuatan otot

tangan dan kekuatan otot tungkai terhadap hasil shooting Adapun maksud dan

tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat untuk

mengikuti sidang skripsi, Program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan

Rekreasi

Selama penelitian dan penulisan skripsi ini banyak sekali hambatan yang

penulis alami, namun berkat bantuan, dorongan serta bimbingan dari berbagai

pihak, akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Penulis beranggapan

bahwa skripsi ini merupakan karya terbaik yang dapat penulis persembahkan.

Tetapi penulis menyadari bahwa tidak tertutup kemungkinan didalamnya terdapat

kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat

penulis harapkan. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan

bantuan, bimbingan serta petunjuk dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada

kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada

yang terhormat :

v
1. Ibu Erna Lestari Rambe, [Link], [Link] Seklaku Dosen Pembimbing I, yang

telah memberikan bimbingan, arahan, dorongan kepada penulis sehingga

penyusunan skripsi ini berjalan dengan baik.

2. Bapak Rahmat Sanusi, [Link], [Link] Selaku Dosen Pembimbing II, yang telah

memberikan bimbingan, arahan, dorongan kepada penulis sehingga

penyusunan skripsi ini berjalan dengan baik.

3. Ayahanda dan Ibunda tercinta atas segala bantuan, bimbingan, dorongan

serta doa restu yang diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi

4. Rekan-rekan Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

angkatan tahun 2018

5. Semua yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu. Pastinya tak henti-henti

penulis sampaikan semoga amal baik semua pihak mendapat balasan yang

berlipat ganda dari sang pencipta yang pengasih dan penyayang Allah SWT.

Amin.

Kepulauan Meranti, Juni 2021


Yang menyatakan

NURUL HUDA
NIM. 2018101384

vi
DAFTAR ISI

SURAT PERNYATAAN......................................................................................iii
MOTTO.................................................................................................................iv
KATA PENGANTAR............................................................................................v
DAFTAR ISI........................................................................................................vii
DAFTAR TABEL.................................................................................................ix
DAFTAR GAMBAR..............................................................................................x
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
A. Latar Belakang........................................................................................................1
B. Identifikasi masalah................................................................................................5
C. Pembatasan Masalah.............................................................................................5
D. Rumusan Masalah..................................................................................................6
E. Tujuan Penelitian....................................................................................................6
F. Manfaat Peneliti.....................................................................................................6
BAB II KAJIAN TEORI......................................................................................8
A. Deskripsi Konseptual..............................................................................................8
3. Hakikat Bola basket..........................................................................................11
4. Hakikat Shooting three point Pada Bola Basket................................................13
7. Hakikat Kekuatan Otot Lengan.........................................................................21
8. Hakikat kekuatan otot tungkai.........................................................................26
B. Kerangka Pemikiran..............................................................................................28
C. Hipotesis Penelitian..............................................................................................29
BAB III METODE PENELITIAN.....................................................................30
A. Jenis Penelitian.....................................................................................................30
B. Tempat dan Waktu Penelitian..............................................................................30
1. Tempat penelitian............................................................................................30
2. Waktu Penelitian..............................................................................................30
C. Populasi dan Sampel............................................................................................31
1. Populasi............................................................................................................31

vii
2. Sampel..............................................................................................................31
D. Defenisi Oprasional..............................................................................................31
E. Instrumen Penelitian............................................................................................32
1. Tes Kekuatan Otot lengan................................................................................32
2. Tes Kekuatan Otol Tungkai...............................................................................34
3. Tes Ketepatan Shooting Three Point................................................................35
F. Teknik Pengumpulan Data....................................................................................36
G. Teknik Analisa Data..............................................................................................37
BAB IV HASIL PENELITIAN...........................................................................41
A. Deskripsi data.......................................................................................................41
1. Kekuatan Otot Lengan (X1)...............................................................................41
2. Kekuatan Tungkai (X2).....................................................................................43
3. Kemampuan Ketepatan Shooting Bola Basket.................................................45
B. Pengujian Persyaratan Analisis.............................................................................47
1. Uji Normalitas...................................................................................................47
C. Pengujian Hipotesis..............................................................................................49
1. Uji Hipotesis Penelitian Pertama (X1 dengan Y)................................................49
2. Uji Hipotesis Penelitian Kedua (X2 dengan Y)...................................................50
3. Uji Hipotesis Penelitian ke tiga (X1 dan X2 dengan Y)......................................52
D. Pembahasan.........................................................................................................52
BAB V PENUTUP................................................................................................57
A. Kesimpulan...........................................................................................................57
B. Saran-saran..........................................................................................................57
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................59

DAFTAR TABEL

viii
Tabel 1 Distribusi frekuensi Kekuatan Otot Lengan........................................................34

Tabel 1. Interval Validitas Media....................................................................40

Tabel 2. Interval Penilaian Validitas Media....................................................41

Tabel 3. Interval Penilaian Materi...................................................................41

ix
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Daerah dan Jenis Tembakan (M. Sajoto, 1985:16)............................9

Gambar 2 Lapangan Bola Basket (Imam Sodikun, 1992:82)..............................10

Gambar 3 Otot pada lengan atas Sumber : Giri Wiarto (2013:112)...................13

Gambar 4 Tes Tow – Hand Medicine Ball Put (Ismarinti 2011 :65)...................24

x
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Olahraga saat ini menjadi sebuah animo atau gaya hidup bagi sebagian

rakyat awam, bahkan hingga menjadi sebuah kebutuhan mendasar dalam hidup.

Olahraga sebagai kebutuhan yang sangat penting sebab tidak terlepas asal

kebutuhan fundamental pada melaksanakan aktivitas gerak sehari-hari. Olahraga

itu sendiri pada dasarnya ialah serangkaian motilitas raga yang teratur dan

terjadwal untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan motilitas, dan

bertujuan untuk mempertahankan, dan meningkatkan kualitas hayati seorang Hal

tersebut sejalan dengan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Sistem

Keolahragaan Nasional Nomor 3 Tahun 2005 bahwa, “olahraga adalah segala

kegiatan yang sistematis untuk mendorong, membina, serta mengembangkan

potensi jasmani, rohani, dan sosial”.

Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah Sekarang

permainan bola basket bukan lagi permainan mahasiswa asing atau orang laur

negeri saja. akan tetapi Hampir setiap sekolah memiliki pembelajar bola basket

dari siswa dan biarkan siswa Dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan

dalam olahraga bola basket. Melihat proses pembelajaran pendidikan jasmani

terhusus permainan bola basket di SMK Kasih Maitreya, masih banyak siswa

yang tidak memperhatikan ataupun memahami materi ini baik guru menjelaskan

ataupun praktek di lapangan dan beberapa contoh materi yang dijelaskan siswa

1
2

hanya bermain - main dan bermain sendiri kemudian siswa akan tetapi dapat

dilihat lebih banyak antusiswa siswa putra ketimbang siswa putri dalam

pembelajran pendidikan jasmani khususnya permainan bola basket Selain itu

waktu yang digunakan untuk proses pembelajaran pendidikan jasmani terlalu

singkat, banyak waktu yang terbuang untuk menunggu siswa berganti pakaian dan

sebagainya sehingga waktu yang digunakan untuk pembelajaran kurang

maksimal. sehingga sekolah mengadakan program ekstrakurikuler sebagai sarana

bagi siswa yang berminat untuk lebih mengembangkan keterampilanya dalam

olahraga yang ditekuninya. dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, siswa

diarahkan untuk memilih salah satu dari bermacam- macam kegiatan yang

diadakan oleh sekolah berdasarkan minat, bakat atau prestasi yang telah

dimilikinya. Adapun pilihan kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMK Kasih

Maitreya meliputi bulu tangkis, tenis meja, bola basket, seni tari, melukis, grup

musik, program bahasa mandarin, dan Dengan demikian secara tidak langsung

sekolah telah memberikan dukungan dan memfasilitasi siswa untuk

mengembangkan dan menggali potensinya agar dapat berprestasi di salah satu

kegiatan ekstrakurikuler tersebut seperti pramuka ataupun olahraga permainan.

Disamping itu juga olahraga permainan dapat dijadikan sebagai sarana

meningkatkan kesegaran jasmani, mengembangkan ketrampilan motorik,

pengetahuan dan perilaku hidup aktif, serta sportivitas melalui aktivitas jasmani.

Permainan bola basket termasuk jenis permainan yang kompleks

tekniknya. Artinya tekniknya terdiri dari gabungan unsur-unsur terknik yang

terkoordinir rapi, sehingga dapat bermain dengan baik. Untuk mencapai hasil
3

yang maksimal dalam permainan bola basket diperlukan hasil belajar permainan

bola basket seperti : teknik dasar menangkap bola (catching), teknik dasar

menggiring bola (dribble), teknik dasar mengoper bola (passing), serta teknik

dasar menembak (shooting). (Bidang III PB Perbasi, 2006: 18)

Dalam permainan bola basket tentunya tidak terlepas dari teknik dasar

permainan, salah satunya adalah shooting. Dalam permainan bola basket, shooting

adalah lemparan yang sangat penting peranannya. Permainan yang melakukan

shooting dengan baik merupakan ancaman yang berbahaya bagi lawan-lawannya

karena pemain dapat dengan mudah memasukkan bola ke ring lawan dan

menghasilkan poin untuk tim. Pada saat melakukan shooting upayakan harus

tepat dan akurat agar bola tidak direbut oleh lawan, dimana dibutuhkan keadaan

fisik yang baik. Sajoto (1995:8) menyatakan bahwa kondisi fisik adalah suatu

prasyarat yang sangat diperlukan dalam usaha peningkatan prestasi seorang

bahkan dapat dikatakan sebagai keperluan dasar yang tidak dapat ditunda-tunda

atau ditawar-tawar lagi. Meurut Sudjarwo (1993: 41) bahwa keterkaitan antara

kemampuan fisik dan teknik tidak dapat dipisahkan. Kemampuan shooting bola

basket dapat dilakukan dengan baik perlu dukungan fisik yang baik pula.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti terhadap siswa

ekstrakurikuler bola basket di SMK Kasih Maitreya, mayorita dari siswa yang

mengikuti ekstrakurikuler basket sudah memiliki minat dan bakat dari jenjang

SMP yang ada di sekolah Kasih Maitreya, kecenderungan etnis atau suku

tionghua yang mayoritasnya memiliki hobi basket kususnya di sekolah Kasih

Maitreya, mereka sudah di latih dan dibekali sejak kelas 8 dan 9 dan ditambah lagi
4

dengan fasilitasi yang memadai di sekolah, sehinga siswa yang masuk di tingkat

smk terutuama kelas 10 siswa sudah memilki dasar - dasar dan besik keahlian

dalam bermain bola basket, dan dismk diwadahi dengan Ekstrakurikuler basket

yang mana cukup banyak siswa memiliki bakat dalam bermain bola basket

ditambah lagi smk kasih maitreya sering mengikuti pertandingan bola basket yang

di selengarakan oleh HSBL Honda Student Basketball League yang mana

pertandingan ini diselengarakan untuk para pelajara, dan beberapa kali mejadi

juara di pertandingan ini, kemudian ada beberapa siswa dari SMK Kasih Maitreya

yang mengikuti pertandingan sampai dengan tingkat Provinsi, dan ada beberapa

siswa yang mengikuti O2SN, akan tetapi dari beberapa rangkuman atau observasi

yang dilakukan oleh peneliti ada beberapa kelemahan yang tentuntunya peneliti

belum dapat memastikan apakah kelemahan tersebut ada hubungan antara latihan

atau pun pada saat siswa langsung bertanding kemudian dari pada itu ada

beberapa kekurangan atau kelemahan yang peneliti dapat lihat dari hasi observasi

di lapangan terhadap siswa yang ada dalam ekstrakurikurel bola basket di smk

kasih maitreya diantaranya adalah, shooting three point mereka atau siswa yang

mengikuti ekstrakurikuler tidak maksmial baik pada saat bertanding maupun

sedang latihan, padahal bentuk fisik dari setiap siswa dan dasar - dasar kemapuan

siswa sudah mulai terasah hanya saja perlu ditingaktakan kembali dalam sesi atau

segi latihan.

Berdasarkan tinjauan latar belakang yang telah dikemukakan di atas

penulis tertarik untuk mengadakan penelitian terhadap kekuatan otot lengan dan

kekuatan otot tungkai pada siswa putra SMK Kasih Maitreya selatpanjang dengan
5

judul “hubungan kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai terhadap hasil

shooting three poin tpada ekstrakurikuler basket putra di SMK Kasih Maitreya

Selatpanjang”.

B. Identifikasi masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan gejala-gejala yang ditemukan

maka timbullah permasalahan sebagai berikut :

1. Masih banyak siswa yang mengikuti ekstrakurikuler basket di SMK Kasih

Maitreya perlu meningkatakan latihan shooting three point

2. Siwa perlu meningkatkan kemapuan shooting three point agar dapat

mencapahai hasil yang maksimal

3. Masih banyak beberapa siswa yang kurang memaksimalkan shooting bola

basket

4. Melihat Hubungan kekuatan otot lengan dan otot tungkai terhadap hasil

shooting three point

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang dikemukakan

diatas, dan mengingat luasnya permasalahan yang ada, terhadap kemampuan

shooting three point pada bola basket maka peneliti perlu membatasi masalah

dengan hubungan antara kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai terhadap

hasil shooting pada ekstrakurikuler bola basket di smk kasih maitreya

selatpanjang.
6

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah

diatas, maka dapat dirumuskan masalah yaitu :

1. Hubungan kekuatan otot lengan terhadap hasil shooting tree point pada

permainan bola basket

2. Hubungan kekuatan otot tungkai terhapad hasil shooting tree point pada

permainan bola basket

3. Hubungan kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungaki terhadap hasil

shooting tree point pada permainan bola basket

E. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan diatas maka

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekuatan otot lengan dan

kekuatan otot tungkai terhadap hasil shooting three point pada ekstrakurikurel

basket putra di smk kasih maitreya selatpanjang.

F. Manfaat Peneliti

1. Dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memperaktekan mata

pelajaran atapun ektrakurikuler bola basket

2. Sebagai panduan guru atau pelatih basket dalam menerapkan pembelajaran

shooting khususnya pada basket

3. Bagi peneliti sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Pendidikan

di Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Sekolah Tinggi

Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Merant


7

4. Bagi peneliti lanjut sebagai bahan untuk melanjutkan penelitian yang akan

dating
BAB II

KAJIAN TEORI

A. Deskripsi Konseptual

1. Hakekat pendidikan

Pendidikan merupakan hal yang penting bagi setiap manusia,

secara sadar atau tidak sejak manusia dilahirkan kedunia sudah mulai

untuk belajar. Pendidikan adalah usaha untuk menyiapkan peserta didik

melalui kegiatan bimbingan pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya

dimasa yang akan datang. Ada mata rantai antara pendidikan, belajar dan

[Link] lebih merupakan interaksi antara pendidik dan

peserta [Link] melakukan kegiatan mendidik, sedangkan peserta

didik melakukan kegiatan belajar Pendidikan adalah proses interaksi yang

mendorong terjadinya proses belajar. Upaya pendidikan ini tertuju agar

tercapai perkembangan peserta didik kearah kemandirian dan kedewasaan,

baik secara jasmani maupun rohani.

Berdasarkan (H.J.S Husdarta 2011:18), pendidikan jasmani

merupakan proses pendidikan melalui aktivitas jasmani, permainan atau

olahraga yang terpilih untuk mencapai tujuan pendidikan. berdasarkan

(Agus Susworo DM dan Fitriani 2008:13), pendidikan Jasmani

merupakan proses pendidikan dengan pengalaman belajar melalui aktivitas

jasmani yang dilakukan secara sadar, sistematis, dan intensif guna

merangsang pertumbuhan serta perkembangan fisik, motorik, berfikir,

8
9

emosional, sosial, serta moral. Pendapat senada dikemukakan oleh

(Sukintaka 2001:5), pendidikan jasmani merupakan proses interaksi antara

peserta didik menggunakan lingkungan, melalui aktifitas jasmani yang

dikelola secara sistematis untuk menuju manusia Indonesia seutuhnya.

Dari berbagai pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa

Pendidikan jasmani merupakan proses belajar mengajar melalui aktivitas

jasmani untuk merangsang pertumbuhan serta perkembang psikomotor,

afektif, serta kognitif secara menyeluruh, selaras, serta seimbang untuk

menuju manusia Indonesia seutuhnya. Pendidikan jasmani merupakan

bagian dari pendidikan secara keseluruhan yang tidak dapat dipisahkan

dan ikut membantu tujuan pendidikan secara umum. Secara garis besar

tujuan pendidikan jasmani terdiri dari 4 ranah yaitu: (1) jasmani, (2)

psikomotor, (3) afektif, (4) kognitiv. (Sukintaka,2001:16). Berpijak pada

tujuan pendidikan jasmani tersebut maka bisa diketahui bahwa secara

umum pendidikan jasmani bermuara di peralihan sosok langsung yg

adaptable menggunakan lingkungannya. dari beberapa teori diatas bisa

diambil kesimpulan bahwa pendidikan jasmani merupakan salah satu mata

pelajaran yang penting, dicermati tujuannya, maka dalam aplikasi kegiatan

fisik dan mental sama-sama diutamakan walaupun aktivitas fisik akan

tampak lebih mayoritas. dalam belajar mengajar terjadi interkasi guru

sebagai subyek pendidikan berusaha dengan aktif untuk memberikan

pelajaran, sedangkan siswa aktif mengikuti pelajaran sesuai dengan apa

yang diajarkan oleh guru. Menurut Sukintaka (2001: 29-30), untuk dapat
10

hasil yang maksimal dalam usaha pembelajaran itu seorang guru

(termasuk guru pendidikan jasmani) perlu sekali mendalami interkasi

edukatif materi yang mana?), (3) Pelajar, (ditujukan kepada siapa?), (4)

Guru, (diselenggarakan oleh siapa?), (5) Metode, (bagaimana caranya?),

(6) Situasi (dalam keadaan yang bagaimana?). Dalam sebuah pembelajaran

ada dua hal yang menjadi bagian penting sebagai akibat dari proses

pembelajaran tersebut, yaitu keberhasilan pelaksanaan dan kegagalan

pelaksanaan. Keberhasilan merupakan tujuan yang ingin dicapai dari

semua program yang telah ditetapkan, sedangkan kegagalan merupakan

kendala atau hambatan yang sebisa mungkin harus dihindari. (Rusli, Lutan

2000:9).

2. Hakikat Ekstrakurikuler

Ekstrakurikuler adalah aktivitas yang dilaksanakan pada luar jam

pelajaran baik dilaksanakan di ruanglingkup sekolah juga di luar lingkup

sekolah dengan maksud dan tujuan untuk lebih memperkaya dan

memperluas wawasan dan pengetahuan serta mengasah kemampuan yang

sudah dimiliki siswa agar lebih terarah, ekstrakurikuler menjadi sebuah

wadah bagi siswa untuk mengembagkan bakat dan minta yang hal ini di

bimbing, dibina dan dikelola oleh sekolah melalui pelatihan dan

bimbingan yang diberikan oleh guru, kegiatan ekstrakurikuler dapat

menubuhkan dan membentuk sikap positif terhadap kegiatan yang di ikuti

oleh siswa. Kegiatan pendidikan diluar mata pelajaran dan pelayanan

konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan


11

kebutuhan, potensi, bakat dan minat mereka melaluikegiatan yang khusus

diselenggarakan olehpendidik dan atau tenaga kependidikan yang

berkemampuan dan berwewenang di sekolah/madrasah. (madani 2012:75).

Sedangakan menurut pendapat Ekstrakurikuler sendiri memiliki arti sebagai

kegiatan pendidikan yang terdapat disekolah dan dilakukan diluar kelas

untuk menunjang minat maupun bakat serta untuk menambah wawasan

peserta didik. Sejalan dengan pendapat Aqib & Sujak (2011:68).

3. Hakikat Bola basket

Bola besar adalah jenis permainan olahraga yang dilakukan dengan

jumlah tim beregu dan memiliki ukuran bola yang besar diantara salah

satu permainain bola besar yaitu Bola Basket, Bola basket adalah salah

satu olahraga paling popular di dunia yang Penggemarnya dari asal segala

usia mencicipi bahwa bola basket adalah olahraga menyenangkan,

kompetitif, mendidik, menghibur serta, menyehatkan.

Keterampilanketerampilan perseorangan seperti tembakan, umpan, dribel,

serta rebound, serta kerja tim untuk menyerang atau bertahan ialah

prasyarat agar berhasil dalam memainkan olahraga ini (Oliver, 2007:1).

Bola basket merupakan suatu permainan yang dimainkan oleh dua

regu, baik putra maupun putri yang masing-masing regu terdiri dari lima

orang pemain (Muhajir, 2007:16). Didalam bermain bola basket ada

beberapa teknik dasar yang perlu dikuasai oleh pemain, yaitu: shooting

(menembak), passing (mengumpan bola) dan catching (menangkap bola),

dribble (menggiring bola) dan pivot. Dari berbagai teknik dasar bola
12

basket di atas, teknik dasar PPS (passing, pivot, dan shooting), merupakan

gerak dasar yang sangat penting. PPS (passing, pivot, dan shooting)

merupakan teknik yang harus dikuasai oleh para pemain bola basket,

Berkaitan dengan tujuan dari permainan bola basket adalah untuk

memasukkan bola dan mencegah lawan memasukkan bola, karena

merupakan kondisi regu tersebut dinyatakan pemenang. dengan demikian

teknik dasar passing, pivot, serta shooting, dalam permainan bola basket

sangat krusial untuk dikuasai secara baik, namun tidak boleh

mengesampingkan teknik dasar yang [Link] dimaksud menggunakan

pivot dalam permainan bola basket artinya menggerakkan salah satu kaki

ke segala arah menggunakan kaki yang lainnya tetap di kawasan sebagai

poros.

Menurut PERBASI dalam peraturan resmi bola basket (2004:5), lapangan

permainan harus memiliki permukaan yang rata, keras, dan bebas dari halangan.

Ukurannya adalah panjang 28 meter dan lebar 15 meter yang diukur dari sisi

dalam garis batas Federasi Nasional menyetujui ukuran lapangan yang akan

dipakai untuk kompetisi dengan ukuran minimum adalah panjang 26 meter dan

lebar 14 meter.
13

Gambar 1
Lapangan Bola Basket
( Imam Sodikun, 1992:82 )

4. Hakikat Shooting three point Pada Bola Basket

Shooting adalah usaha memasukkan bola ke dalam keranjang atau

ring basket. Shooting diukur dengan menembakkan bola ke dalam ring

pada tempat atau titi shooting tertentu yang bisa menghasilakan point

tertentu berdasarkan titik atau tempat seseorang melakukan shooting ke

ring atau keranjang basket. terdapat tujuh teknik dasar dalam Shooting,

sesuai dengan yang dikatakan (Akros Abidin 1999:59), secara awam

teknik dasar menembak Shooting itu terdapat tujuh jenis yaitu : (1)

Tembakan satu tangan (One-hand Set Shoot), (2) Lemparan bebas (Free

throw), (3) Tembakan sembari melompat (Jump Shoot), (4) Tembakan tiga

angka (Three point Shoot), (5) Tembakan mengait (Hook Shoot), (6) Lay

up Shoot, (7) Runeer (lay up yg diperpanjang), berikut adalah

pejelasannya.

a. Tembakan dengan satu tangan (One-hand SetShoot)

Tembakan satu tangan sering dilakukan oleh setiap pemain, untuk

melaksanakan Shooting satu tangan pada dasarnya tekniknya sama seperti


14

yang digunakan pada tembakan bebas, termasuk pandangan,

keseimbangan, posisi tangan, pengaturan siku, irama tembakan dan

pelaksanaanya. untuk tembakan dengan jeda yang dekat memerlukan

kelentukan pergelangan tangan serta jari memberikan dorongan yang lebih

kuat, sedangkan pada menembak jarak jauh memerlukan dorongan dari

kedua kaki, punggung dan bahu.

b. Lemparan bebas (Free throw)

Dalam tembakan bebas memerlukan keahlian, kebiasaan,

konsentrasi dan keyakinan. Langakah yang penting sebelum mengawali

tembakan bebas adalah menghilangkan semua gangguan pada pikiran dan

pusatkan perhatian pada ring basket.

c. Tembakan sambil melompat (Jump Shoot)

Teknik ini acapkali dipergunakan dibandingkan tembakan lainnya.

Tembakan ini sulit dihalangi karena dilakukan pada titik tertinggi

lompatan. ketika melakukan jump shoot (tembakan melompat),

melompatlah dengan lutut menekuk, lontarkan tubuh menggunakan kedua

kaki, dan luruskan kaki. di puncak lompatan, lecutkan pergelangan

tangan menembak langsung ke arah ring. Lecutan pergelangan tangan

akan menyebabkan bola terlempar dengan backspin (putaran pelintir),

ketika bola terlepas berasal telapak jarijari menuju target. Lakukan

tembakan tinggi melengkung. Pastikan untuk selalu menindaklanjuti

tembakan dengan mempertahankan posisi pergelangan tangan, dan lengan


15

yang melakukan tembakan sama seperti waktu melakukan tembakan

hingga bola mencapai ring basket.

d. Tembakan mengait (Hook Shoot)

Kelebihan dari hook Shoot adalah susah untuk dihalangi baik oleh pihak

lawan yang tinggi. Hook Shoot hanya dilakukan bila si penembak dekat dengan

ring basket yang berjarak antara tiga sampai 4 meter. Tembakan hook Shoot yang

luput sebaiknya disebut sebagai operan pada diri sendiri. lawan yang berusaha

menghalangi hook Shoot tidak akan berada di luar lingkaran, karena ia akan tetap

berusaha keras untuk menghalangi lawan.

e. Lay up Shoot

Tembakan lay up dilakukan menggunakan ring basket, setelah menggiring

bola. untuk melakukan lompatan yang tinggi pada gerakan lay up, maka

dibutuhkan kecepatan pada tiga atau empat langkah terakhir. Sangatlah peting

untuk menjaga agar kepala tetap tegak sewaktu akan melaksanakan tembakan

Bola. bola wajib dilemparkan dekat kepapan dengan pergelangan tangan serta

jari, dan seharusnya menyentuh papan terlebih dahulu baru masuk ke dalam ring.

Ini lebih baik daripada eksklusif ditembakan ke ring agar bola lebih simpel untuk

masuk kedalam ring. Menurut cara memegangnya, teknik menembak dibagi dua

yaitu tembakan dengan dua tangan dan

tembakan dengan satu tangan. Sedangkan

menurut gerak kakinya tembakan dapat


16

dibagi tiga yaitu: menembak di tempat, menembak dengan meloncat (jump

shoot), dan menembak dengan melayang (lay up), (A. Sarumpaet dkk, 1992:230

Gambar 2
Daerah dan Jenis Tembakan
(M. Sajoto, 1985:16)

Keterangan :

1. Daerah 1 : Didaerah ini bola ditembakan menyeser atau memantul papan.

Tembakan kaitan, tembakan step away shoot dan semua lai up shot

dikerjakan dengan pantulan papan.

2. Daerah 2 : Daerah ini dikerjakan tembakan-tembakan tembakan satu tangan,

tembakan dua tangan, jump shot, tembakan diatas kepala dan hook shot.

3. Daerah 3 : Daerah ini dilakukan tembakan dengan satu tangan, tembakan dua

tangan, dan tembakan loncat (one hand shot, two hand shot dan jump shot)

4. Daerah 4 : Daerah ini hanya untuk tembakan two hand shot.. 22

5. Daerah 5 : Daerah ini hanya dilakuakn two hand shot jarak jauh, dan hanya

penembak mahir boleh menembak dari daerah ini. Daerah ini


17

6. Daerah 6 : Daerah ini dilakuakn two hand shot dalam usaha terahir. Misalnya

waktu 30 detik hamper habis..

7. Daerah 7 : Tidak perlu menembak di daerah ini (M. Sajoto, 1985:16)

f. Tembakan tiga angka (Three point Shoot)

secara umum three point Shoot dilakukan dengan gerakan

lompatan, baik dilakukan menggunakan satu tangan maupun dengan

memakai dua tangan. Sebelum melakukan tembakan, lutut sedikit ditekuk

serta siap untuk mendorong kedua kaki keatas serta melompat tinggi

sambil melepaskan bola dari jari-jari tangan. Teknik memperoleh angka

pada bola basket dengan cara menembak dari jarah jauh dengan nilai atau

angka 3 point. 3 point bisa digunakan untuk mencetak angka dengan cepat.

In basketball, rule changes are often made to influence how the game is

played (Fichman: 2018; 107). pada bola basket, perubahan aturan

seringkali didesain untuk mempengaruhi bagaimana permainan ini

dimainkan tempo Permaian cepat menggunakan waktu terbatas, seragan

baik dengan cepat menuntut tim agar dapat mencetak angka menggunakan

waktu yang sanga cepat dan banyak, Ketinggian di saat melepaskan bola

sangat tergantung pada cara shoot yang dilakukan serta bagaiman ciri dari

shoot tersebut, Lambungan atau sudut lengkung lemparan bola dapat

diperhitungkan untuk mencapai sasaran, ojek atau ring gawang, leparan

bola secara melambung dapat dibedakan menjadi tiga (3). (Dedy

Sumiyarsono 2002: 27) menyatakan :


18

1. Busur lambung datar pada busur lambungan datar, jalannya bola yang paling

mudah dikendalikan atau dikontrol namun kemungkinan besar akan mengenai

bagian lengkung cincin depan atau belakang dan hasil pantulan akan terbuang

atau terpental jauh secara vertikal atau kurve datar dari daerah cincin basket.

2. Busur lambung sedang pada busur lambung datar, kemungkinan jalannya

bola akan memantul mengenai bagian atas cincin dan pantulan yang akan

terjadi yaitu bola akan terpantul atau terbuang secara jauh vertikal dari daerah

cincin basket, sehingga bola dimungkinkan masih bisa masuk setelah

memantul.

3. Busur lambung tinggi pada busur lambungan tinggi, mempersulit laju bola

untuk dikendalikan, bola akan lebih banyak luncas, bola akan memantul

mengenai bagian atas dan samping cincin. Pantulan yang hendak terjadi, bola

akan terpelanting jauh secara vertikal jauh dari tempat lingkaran basket jadi

bola kemungkinan tidak masuk setelah memantul.

Berikut ini adalah gambar busur lambungan saat menembak :

Gambar 3
Lambungan Bola
19

(Dedy Sumiyarsono 2002: 27)

5. Hakikat Ketepatan

(Suharno 1993: 32) ketepatan memilki artinya kemampuan seorang untuk

mengarahkan suatu gerak ke suatu sasaran sesuai dengan tujuannya. Ketepatan

merupakan kesesuaian antara kehendak (yang diinginkan) dan kenyataan (yang

akan terjadi) yang diperoleh terhadap target (tujuan) tertentu ketepatan

merupakan faktor yang sangat diperlukan oleh seseorang untuk mencapai dan

menentukan target yang diinginkan, dan ketepatan merupakan sebuah keinginan

seseorang untuk memberikan arahan kepada opjek dengan maksud tujuan tertentu

Ketepatan bisa berupa gerakan (performance) atau menjadi ketepatan hasil

(result). Ketepatan sangat berkaitan erat dengan kematangan sistem syaraf dalam

memproses input atau stimulus yang datang dari luar, seperti tepat dalam menilai

ruang atau opjek,dan dapat mendistribusikan energi sempurna pada

mengkoordinasikan otot dan sebagainya. Ketepatan (accuracy) adalah

kemampuan seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu

sasaran. Sasaran ini dapat berupa suatu jarak atau mungkin suatu objek langsung

yang harus dikenai dengan salah satu bagian tubuh (Sajoto, 1988: 18). Wahjoedi

(Palmizal, 2011: 143) menyatakan bahwa akurasi adalah kemampuan tubuh atau

anggota tubuh untuk mengarahkan sesuatu sesuai dengan sasaran yang

dikehendaki. dari pernyataa diatas dapat di simpulkan oleh peneliti, saat tubuh

melakukan suatu gerakan seperti shooting three point tentu sangat membutuhkan

akurasi atau ketepatan, jika tidak akurat atau tepat maka hasilnya tentu tidak

sesuai dengan yang di harapkan atau tidak maksimal. (Suharno 1993 :32)
20

menyatakan bahwa manfaat ketepatan dalam permainan sepak bola meliputi; (1)

Meningkatkan prestasi atlet, (2) Gerakan anak latih dapat efektif dan efisien, (3)

Mencegah terjadinya cedera, (4) Mempermudah menguasai teknik dan taktik. dan

dapat disimpulkan bahwa ketepatan adalah kemampuan dalam melakukan gerak

ke arah sasaran tertentu dengan melibatkan beberapa faktor pendukung dan

terkoordinasi dengan baik secara efektif dan efisien.

Ketepatan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun

eksternal. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri subjek

atau seseorang sehingga dapat dikontrol oleh subjek atau orang itu sendiri. Faktor

eksternal dipengaruhi dari luar subjek atau orang itu sendiri, dan tidak dapat

dikontrol oleh diri subjek atau orang itu sendiri (Suharno 1993: 32). Menurut

(Suharno 1993: 32) faktor-faktor penentu baik tidaknya ketepatan (accuracy)

adalah : (a) Koordinasi tinggi, (b) Besar kecilnya sasaran, (c) Ketajaman indera

dan pengaturan saraf, (d) Jauh dekatnya sasaran, (e) Penguasaan teknik yang

benar akan mempunyai sumbangan baik terhadap ketepatan mengarahkan

gerakan, (f) Cepat lambatnya gerakan, (g) Feeling dan ketelitian, (h) Kuat

lemahnya suatu gerakan. Orang yang mempunyai ketepatan yang baik bisa

mengontrol gerakan berasal satu sasaran ke sasaran yg lainnya. Pendapat di atas

agar seseorang mempunyai ketepatan (accuracy) yang baik perlu diberikan

latihan-latihan eksklusif (Suharno 1993: 32) menyatakan bahwa latihan

ketepatan mempunyai ciri-ciri, antara lain harus ada target tertentu untuk sasaran

gerak, kecermatan atau ketelitian gerak sangat menonjol kelihatan dalam

gerak(ketenangan), waktu dan frekuensi gerak tertentu sesuai dengan peraturan,


21

adanya suatu penilaian dalam target dan latihan mengarahkan gerakan secara

teratur dan terarah. ketepatan dalam penelitian ini adalah kemampuan shooting

three point untuk mengarahkan bola ke dapal ring gawang dengan hitungan 3

poin dan sesuai tujuannya dan ketepatan sendiri merupakan kesesuaian antara

kehendak (yang diinginkan) seseorang dan kenyataan (hasil/capaian) yang

diperoleh terhadap saran (tujuan/ obejk) tertentu.

6. Hakikat Kekuatan

Strength atau kekuatan, yaitu suatu kemampuan kondisi fisik yang

diperlukan dalam peningkatan prestasi belajar gerak. Kekuatan merupakan salah

satu unsur kondisi fisik yang sangat penting dalam berolahraga karena dapat

membantu meningkatkan komponen-komponen seperti kecepatan, kelincahan

dan ketepatan. (Pate 1989: 181) menyatakan bahwa kekuatan diartikan sebagai

tenaga yang dipakai untuk mengubah keadaan gerak atau bentuk suatu benda.

(Harsono 1988: 47) mengartikan kekuatan sebagai energy untuk melawan suatu

tahanan atau kemampuan untuk membangkitkan tegangan atau tension. Dengan

demikian kekuatan adalah kemampuan yang sangat erat hubungannya dengan

adanya proses kontraksi otot. menurut Julian Bayu Saputra (2018) Kekuatan atau

strength merupakan kemampuan sebuah otot atau sekelompok otot untuk

mengatasi tahanan beban menggunakan kecepatan tinggi pada suatu gerakan

yang utuh (Julian Bayu Saputra 2018 : 16).


22

7. Hakikat Kekuatan Otot Lengan

Pada cabang olahraga bola basket selain penguasaan teknik dasar

yang baik, juga harus sejalan dengan kemampuan dari kekuatan otot

lengannya. Karena ketika kekuatan otot lengan yang dimiliki atlet kurang

baik maka akan berpengaruh pada permainannya terutama pada saat

shooting yang mengharuskan atlet menggunakan kekuatan otot lengan

dengan baik sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Bola basket

merupakan permainan yang menggabungkan unsur teknik, taktik dan fisik.

Salah satu teknik dasar yang penting adalah menembak (Shooting). Karena

shooting merupakan sasaran akhir dalam permainan bola basket,

kemenangan tim ditentukan berdasarkan jumlah bola yang masuk. Selain

faktor teknik di dalam permainan bola basket harus ditunjang pula dengan

kondisi fisik yang prima terutama kekuatan, karena menembak merupakan

sinkronisasi antara kaki, pinggang, bahu, siku, pergelangan dan jari

tangan, untuk menggerakkan anggota bagian tubuh tersebut diperlukan

kekuatan.

Untuk meningkatkan dan mengembangkan kekuatan otot dapat di

lakukan dengan mempergunakan beban tubuh sendiri (internal) dan beban

luar (eksternal). Beban internal dilakukan tanpa menggunakan beban luar

atau beban tambahan yang lain. Misalnya push ups, sit ups, pull ups,

lompat-lompat dengan mempergunakan satu atau dua kaki dan lain-lain.

Sedangkan beban eksternal adalah latihan kekuatan dengan menggunakan

beban luar atau beban tambahan yang lain, seperti latihan kekuatan
23

mendorong, menarik dan mengangkat beban dengan barbell, dumbel,

rompi pasir dan lain sebagainya. (Syafruddin 2005:51).

Kekuatan otot adalah kemampuan otot atau sekelompok otot untuk

melakukan satu kali kontraksi secara maksimal melawan tahanan atau

beban. Secara mekanis kekuatan otot didefinisikan sebagai gaya (force)

yang dapat dihasilkan oleh otot atau sekelompok otot dalam suatu

kontraksi maksimal. (Widiastuti 2019:15) Jadi kekuatan yang bersumber

dari otot yang digunakan merupakan basis unsur dasar yang harus dimiliki.

Untuk meningkatkan kekuatan maka dapat dilakuakn latihan yang tepat

sesuai dengan kebutuhan akan kekuatan itu sendiri. Latihan dilaksanakan

berdasarkan kemampuan tubuh dalam menahan beban dari luar maupun

dalam diri sendiri. Otot merupakan sebuah jaringan konektif yang tugas

utamanya adalah berkontraksi yang berfungsi untuk menggerakkan

bagian-bagian tubuh baik yang disadari maupun yang tidak. (Giri

Wiarto2013 : 77).

Gambar 4
24

Otot pada lengan atas


(Giri Wiarto 2013:112)

Dari beberapa teori diatas dapat disimpulkan bahwa kekuatan otot

lengan adalah suatu kemampuan kondisi fisik seseorang dalam

mempergunakan otot lengannya guna melawan beban atau suatu tahanan

baik yang berasal dari tubuh sendiri (internal) maupun dari luar (eksternal)

misalnya kemampuan otot lengan mengangkat beban, mendorong,

menarik, menahan dan lain sebagainya. Otot lengan dibagi menjadi

beberapa bagian dua diantaranya adalah otot lengan triceps dan

biceps .Otot lengan triceps (lengan belakang) disebut juga otot rileksasi

(kendur).Lokasi ini terletak dipertengahan antara bahu dan sendi siku,

lipatan di ambil arah vertikal pada tengah lengan atas belakang. Otot

biceps (lengan depan atas) disebut juga otot kontraksi (menarik/tegang).

Lipatan diambil arah vertikal pada tengah lengan atas.

7.1 Latihan tahanan untuk kekuatan otot lengan

Salah satu kondisi fisik yang sangat berpengaruh dalam dunia olahraga

adalah kekuatan atau strenght. Kekuatan dapat diartikan sebagai kemampuan fisik

untuk menghasilkan energy ketika melakukan sebuah kerja. Terdapat beberapa

defenisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang kekuatan. Didalam buku yang

lain (Beachle, Earle 2007:5). mengungkapkan bahwa kekuatan ialah kemampuan

otot untuk mengeluarkan daya. istilah kekuatan diasosiasikan dengan kemampuan

menyerahkan daya maksimal dalam satu gerak. terdapat beberapa pendapat para

ahli yang mendefenisikan kekuatan (strength). (Lens Kravits 2001:6) menjelaskan


25

bahwa kekuatan otot adalah kemampuan otot-otot untuk menggunakan tenaga

maksimal atau mendekati maksimal, untuk mengangkat beban. Otot-otot yang

kuat akan melindungi persendian yang dikelilinginya dan mengurangi

kemungkinan cidera

a. Push up

Push up adalah suatu jenis kekuatan yang berfungsi untuk mengukur

kekuatan otot lengan dan daya tahan tubuh bagian atas. Menurut (Widiastuti,

2010:85). Adapun pelaksanaan push ups sebagai berikut :

1. Sikap awal

a) Testee menelungkupkan dan menempatkan telapak tangan dilantai

dibawah dada.

b) Kedua tangan memegang lantai, di bawah kedua bahunya.

c) Siku dipertahankan atau dikunci dalam keadaan lengan diluruskan.

2. Gerakan

a) Membengkokkan lengannya, badan diturunkan sampai dadanya dapat

menyentuh tangan,dan dorong kembali ke posisi awal.

b) Tubuh harus tetap dipertahankan dengan lurus sepanjang melakukan

gerakan.

c) Kedua kaki diregangkan selebar bahu

3. Sikap akhir

a) Badan, kaki, dan tangan kembali ke sikap awal, yaitu telungkup.

b) Pandangan lurus kedepan.

b. Medicine Ball
26

Menurut (Chu 2000: 93) medicine ball disebut bola kesehatan,

karena medicine ball adalah suatu alat yang digunakan untuk

meningkatkan kesegaran jasmani. Kegunaan medicine ball adalah sistem

yang digunakan untuk membentuk tenaga dan kekuatan khususnya untuk

gerakan basket (Sariwijaya, 2013: 12). Menurut (Haritsa, Trisnowiyanto

2016: 12), medicine ball merupakan salah satu bentuk latihan pliometrik

dengan menggunakan alat semacam bola untuk meningkatkan power dan

kekuatan otot lengan. Latihan pliometrik merupakan suatu metode untuk

mengembangkan explosive power. Power atau daya ledak ialah kombinasi

dari kecepatan maksimal dan kekuatan maksimal. Fungsi latihan medicine

ball untuk melatih kekuatan otot, ketahanan otot, stabilitas, koordinasi

tubuh, proprioseptif, dan plyometric (Mahardika 2014 : 15).

Lebih lanjut menurut (Chu 2000: 93) medicine ball tersedia dalam

bermacam-macam bahan dan pada umumnya terbungkus dengan kulit,

karet atau polyurethane. Ada beberapa pendapat mengenai ukuran berat

medicine ball atau bola kesehatan di antaranya, menurut (Ismaryati 2006:

64) untuk laki-laki dan perempuan berusia 12 tahun sampai mahasiswa

menggunakan medicine ball mengunakan berat sebesar 2,7216 kg (6

pounds). Menurut (Chu 2000: 93) pada ukuran umum dewasa wanita

menggunakan 4 sampai 8 pounds (4 kg) dan laki-laki menggunakan bola

dengan berat 8 sampai 12 pounds (16 kg). Medicine ball tersedia dalam

bermacam-macam berat, maka dapat disesuaikan dengan tingkat kekuatan


27

seseorang. Medicine ball yaitu sebuah bola yang lebih besar dan lebih

berat dari bola biasa (Chusaeri cs, 1989: 176).

Instrumen Latihan yang digunakan dalam penelitian ini adalah

dengan menggunakan bentuk tes two-hand medicine ball put (Ismaryati,

2006: 64).

8. Hakikat kekuatan otot tungkai

Dalam kegiatan olahraga otot sangat diperlukan karena otot adalah bagian

yang dominan dalam kegiatan gerak yaitu olahraga, dalam kegiatan gerak

olahraga bola basket otot tungkai merupakan faktor yang penting dalam

pelaksanaanya. Otot tungkai adalah otot gerak bagian bawah yang terdiri

sebagian otot serat lintang atau otot rangka. (Setiadi 2007:272) menyatakan

bahwa: Otot tungkai adalah otot yang terdapat pada kedua tungkai antara lain otot

tungkai bagian bawah: Otot tabialis anterior, extendon digitarium longus,

porenius longus, gastrokneumius, soleus, sedangkan otot tungkai atas adalah:

tensor fasiolata, abduktor sartorius, rectus femoris, vastus leteralis dan vastus

medialis.

Berdasar kan pendapat penjelasan diatas dapat didimpulkan bahwa

otot tungkai adalah sekumpulan otot yang berada pada bagian tungkai baik

itu tungkai atas maupun tungkai bawah sekaligus sebagai alat membentuk

dan menggerakkan tubuh. Selanjutnya menurut Jonath dan krempel dalam

(syafruddin 2013:83), Faktor yang membatasi kemampuan kekuatan otot

manusia secara manusia secra umum antara lain : Penampang serabut otot,
28

jumlah serabut otot, struktur dan bentuk otot, panjang otot, kecepatan

kontraksi otot, tingkat peregangan otot, tonus otot, koordinansi otot

( koordinasi didalam otot), koordinasi otot inter (koordinasi antara otot-

otot tubuh yang bekerjasama pada suatu gerakan yang diberikan, motivasi,

usia dan jenis kelamin).Setiap orang atau manusia mempunyai sistem otot

yang tidak sama, yang terlihat dari salah satunya adalah besar atau kecinya

otot seseorang. Sebagaimana kita ketahui, bahwa tubuh kita dibungkus

jaringan-jaringan otot atau gumpalan daging. Jaringan – jaringan otot

berfungsi sebagai penggerak tubuh dalam melakukan gerakan. Otot

tungkai termasuk kedalam otot yang berada pada anggota gerak bagian

bawah. Otot-otot anggota gerak bawah dapat dibedakan atas otot pangkal

paha, hampir semua terentang antara gelang panggul dan tungkai atas yang

menggerakkan serta menggungkung tungkai atas disendi paha. Sebagian

dari otot tungkai dapat dibagi atas otot-otot kedang yang terletak pada

bidang belakang (separuh selaput, otot separuh urat, otot bisep paha). Otot

tungkai bagian bawah sebagaimana dijelaskan oleh (Setiadi 2007:273)

terdiri dari :

a. Otot tulang kering depan muskulus tibialis anterior, fungsinya mengangkat

pinggir kaki sebelah tengah dan membengkokan kaki.

b. Muskulus ekstensor talangus longus, yang fungsinya meluruskan jari telunjuk

ketengah jari, jari manis dan kelingking jari.

c. Otot kedang jempol, fungsinya dapat meluruskan ibu jari kaki.


29

d. Urat arkiles, ( tendo arkhiles ), yang fuungsinya meluruskan kaki di sendi

tumit dan membengkokan tungkai bawah lutut.

e. Otot ketul empu kaki panjang ( muskulus falangus longus ), fungsinya

membengkokan empu kaki.

f. Otot tulang betis belakang (muskulus tibialis posterior), fungsinya dapat

membengkokan kaki disendi tumit dan telapak kaki sebelah ke dalam 12.

g. Otot kedang jari bersama, fungsinya dapat meluruskan jari kaki (muskulus

ekstensor falangus 1-5)

B. Kerangka Pemikiran

Kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai merupakan suatu

komponen kondisi fisik seseorang dalam mempergunakan otot guna

menggerakkan suatu beban misalnya kemampuan otot lengan mengangkat beban

serta kekuatan otot tungkai untuk melompat. Olahraga bola basket merupakan

salah satu olahraga yang menguji keandalan seorang atlet dalam menembak bola

basket menuju ring serta melakukan lompatan dalam menembak. Dalam cabang

olahraga ini salah satu faktor yang mempengaruhi dari hasil tembakan (shooting)

yaitu otot lengan dan otot tungkai. Jika kekuatan otot lengan dan otot tungkai

seorang atlet itu bagus, maka kemungkinan hasil dari tembakan (shooting) itu

akan bagus. Selain itu juga harus ditunjang penguasaan teknik yang bagus pula

dari atlet tersebut.

Dari teori diatas dapat dijelaskan terdapat hubungan kekuatan otot lengan

dan kekuatan otot tungkai dengan hasil shooting.


30

Berikut gambaran vairabelnya :

Variabel X1
Kekuatan Otot Lengan Variabel Y

Hasil Shooting Bola


Basket
Variabel X2
Kekuatan Otot Tungkai

C. Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian adalah suatu jawaban sementara dari pernyataan

penelitian dan merupakan pernyataan yang harus dilakukan kebenarannya.

Hipotesis ini dihubungkan dua variable bebas (x) dan variable terikat (y)

(notoatmodjo, 2010). Berdasarkan permasalahan tersebut diatas maka dapat

disusunlah dugaan sementara yaitu terdapat hubungan antara kekuatan otot

lengan dan kekuatan otot tungkai terhadap hasil shooting three point pada

ekstrakurikuler basket putra di SMK Kasih Maitreya Selatpanjang.


BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini berakar dari permasalahan untuk mengetahui hubungan

antara kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai terhadap shooting bola

basket Desain pada penelitian ini menggunakan analisis korelasional, Arikunto

(2006:273), dengan metode survei, dan sampel yang tidak terpisah maksudnya

peneliti hanya memiliki satu kelompok (sampel) saja yang diukur untuk mencari

hubungan kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan

shooting dengan menembak bola ke ring selama satu menit pada tiga titik yang

berbeda

B. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat penelitian

Adapun tempat yang akan Peneliti ambil sebagai tempat Penelitian nantinya yaitu

di SMK Kasih Maitreya Selatpanjang

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dimulai pada tanggal 12 Oktober sampai dengan 30 Oktober

31
32

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan/totalitas subjek dalam penelitian, Arikunto

(2006:130) Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa

ekstrakurikuler basket SMK Kasih Maitreya Selatpanjang sebanyak 15 Orang

2. Sampel

Sampel adalah sebagai atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2006 :

131) Berpedoman kepada populasi penelitian, maka sampel dalam penelitian ini

adalah sebagai populasi yang ada yaitu seluruh siswa yang mengikuti

ekstrakurikuler bola basket di SMK Kasih Maitreya yaitu sebanyak 15 Orang

sesuai penjelasan para ahli mengatakan : “Apabila subjeknya kurang dari 100,

lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya penelitian populasi. Tetapi, jika

jumlah subjeknya besar, dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih.

Berdasarkan penjelasan diatas, sampel dalam proposal penelitian ini

berjumlah 15 Orang yaitu seluruh siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler

bola basket di SMK Kasih Maitreya Selatpanjang.

D. Defenisi Oprasional

Menurut Sugiyono (1998: 20), “Variabel dapat didefinisikan sebagai

atribut dari seorang atau subjek yang bervariasi antara satu orang dan orang lain

atau satu subjek dan subjek lain”. Dalam penelitian ini terdapat variabel bebas

dan variabel terikat. Agar tidak terjadi salah penafsiran berikut akan didefinisikan
33

secara operasional, variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu

kekuatan otot lengan dan otot siku terikat adalah shooting.

E. Instrumen Penelitian

Instrument penelitian adalah alat untuk fasilitas yang digunakan oleh

peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaanya lebih mudah dan hasilnya

lebih baik, dalam arti lebih cermat,lengkap,dan sistematis sehingga lebih mudah

diolah (arikunto,2006: 160).

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat yang lain yang

digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan

atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok (arikunto,2006:150).

Penelitian ini berbentuk metode korelasi, tes dan pengukuran, serta

observasi. Dan Untuk melakukan Keterampilan dan prestasi shooting yang

menghasilkan hubungan antaran kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungaki

pada bola basket terhadap siswa ekstarakurikuler, serta sarana – prasarana yang

dipergunakan adalah sebagai berikut :

1. Tes Kekuatan Otot lengan

Tes ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekuatan otot lengan. Pelaksanaan

a. Tujuan : Mengukur power lengan.

b. Sasaran : Siswa putra ekstrakurikuler bola basket SMK Kasih Maitreya yang

berusia 15-17 tahun.

c. Alat dan perlengkapan :

1. Bola medisin seberat 2,7216 kg/ 6 pound.


34

2. Kapur atau isolasi berwarna, tali yang lunak untuk menahan tubuh,

bangku, dan meteran.

d. Pelaksanaan :

1. Testi duduk di bangku dengan punggung lurus.

2. Testi memegang bola medisin dengan dua tangan, di depan dada dan di

bawah dagu.

3. Testi mendorong bola ke depan sejauh mungkin, punggung tetap

menempel di sandaran bangku.

4. Testi melakukan ulang sebanyak 3 kali.

5. Sebelum melakukan tes, testi boleh mencoba melakukannya 1 kali.

Gambar 4
Tes Tow – Hand Medicine Ball Put
(Ismarinti 2011 :65)

e. Penilaian :

1. Jarak diukur dari tempat jatuhnya bola hingga ujung bangku dengan satuan

meter.
35

2. Nilai yang diperoleh adalah jarak yang terjauh dari ketiga ulangan yang

dilakukan.

2. Tes Kekuatan Otol Tungkai

Pada pembahasan tes kekuatan otot kali ini peneliti akan mengunana Tes Leg

Pass Vertical Jump,

a. Tujuan : Mengukur Daya Ledak Kekuatan Otot Tungkai

b. Sasaran : Siswa putra ekstrakurikuler bola basket SMK Kasih Maitreya yang

berusia 15-17 tahun.

c. Alta dan Perlengkapan

1. Meteran

2. Tanda atau tulisan ukuran dengan menggunakan satuan ukuran CM (centi

Meter)

d. Pelaksanaan :

1. Testi menekuk tungkai dengan sudut pada lutut kira – kira 110 derajat,

berdiri dengan ujung kaki, tegak lurus dan tegakkan tangan lurus keatas

(bisa satu lengan) dimana ujung tangan diberi kapur untuk penanda hasil

raihan. Ukur tinggi raihan pada posisi saat ini .

2. Testi berdiri tungkai tegak dan tangan lurus ke atas, alas dengan ujung

kaki jinjit ukur hasil raihan. Ukuran tinggi raihan sebagai posisi 2.

3. Testi melakukan gerakan ketiga dan dihitung sebagai posisi 3


36

3. Tes Ketepatan Shooting Three Point

Pada pembahasan tes ketepatan shooting kali ini peneliti akan mengunana Tes

shooting three point,

a. Tujuan : Untuk melihat banyaknya ketepatan shooting three point

b. Sasaran : Siswa putra ekstrakurikuler bola basket SMK Kasih Maitreya yang

berusia 15-17 tahun.

c. Aat dan Perlengkapan

1. Lapangan bola basket

2. Bola basket

3. Alat tulis

4. Kamera hp diperuntukan sebagai alat dokumentasi

d. Pelaksanaan :

Siswa coba dengan bola berdiri di garis three point. Dengan mengambil

ancang-ancang, setelah aba-aba “mulai” siswa melakukan shooting bola

basket kearah ring. Siswa diberikan kesempatan 10 kali pelemparan dan

hanya bola masuk yang diberi skor sesuai dengan jumlah lemparan yang

masuk.

e. Menilai tes keterampilan shooting three point

Penulis melakukan penjumlahan nilai yang di peroleh siswa, yang

selanjutnya di bagi dengan jumlah. Untuk mengetahui persentase yang dilakukan

maka digunakan rumus statistika sebagai berikut :


37

R
NP = SM x 100

Keterangan :

NP = nilai persen yang ingin di cari

R = skor mentah yang diperoleh siswa

SM = skor maksimum dari tes yang bersangkutan

100 = bilangan tetap

Menemukan kriteria penilaian tentang hasil observasi aktivitas siswa,

maka dilakukan pengelompokan atas 5 kriteria penilaian yaitu sangat baik, baik,

cukup, kurang, dan sangat kurang. Adapun kriteria presentase tersebut menurut

Ngalim Purwanto (2010) adalah sebagai berikut :

Presentase (&) Keterangan


86 – 100 Sangat Baik
76 – 85 Baik
60 – 75 Cukup
55 – 59 Kurang
≤ 54 Sangat Kurang

F. Teknik Pengumpulan Data

Sesuai dengan permasalahan maka, teknik pengumpulan data pada

penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Observasi
38

Teknik ini dilakukan dengan pengamatan langsung ke objek penelitian

sekaligus untuk mencari data atau masalah

2. Kepustakaan

Teknik pengumpulan data kepustakaan ini digunakan untuk mendapatkan

informasi tentang kutipan-kutipan dan teori yang menghubungkannya dengan

masalah yang akan diteliti untuk dapat dijelaskan dan mendukung landasan

teori dalam penelitian ini.

3. Tes dan Pengukuran

Terdapat tiga jenis tes yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu tes Kekuatan

otot lengan (medicine bal), kekuatan otot tungkai (vertical jump) dan tes

kemampuan (shooting three point) pada siswa putra SKM Kasih Maitreya

Selatpanjang.

G. Teknik Analisa Data

Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi

sederhana. hipotesis dianalisis dengan korelasi sederhana. Sebelum melakukan

analisis terhadap data diatas, dilakukan uji persyaratan, yaitu uji normalitas untuk

mengetahui apakah data berasal dari populasi yang berdistribusi normal,

dilakuakn dengan uji kolmogrof-smirnov.

Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dirumuskan, maka teknik

analisis yang digunakan adalah teknik analisis product moment dan teknik

analisis korelasi ganda.


39

a. Analisis korelasi Product Moment

Teknik analisis product moment digunakan untuk menguji hipotesis (1)

dan (2) yaitu untuk mengetahui hubungan antar variabel bebas dan antara variabel

bebas dengan variabel terikat, secara umum rumusnya adalah :

Ketentuan bila r hitung lebih kecil dari r tabel, maka Ho diterima, dan Ha

ditolak. Tetapi sebaliknya bila r hitung lebih besar dari r tabel (r h > rt) maka Ha

diterima (Sugiyono, 2010:261).

Sebagai tolok ukur tinggi rendahnya koefisien korelasi dapat digunakan

interpretasi yang diungkapkan oleh (Sugiyono, 2010:257) sebagai berikut:


40

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,80 - 1,000 Sangat Kuat

0,60 - 0,799 Kuat

0,40 - 0,599 Sedang

0,20 - 0,399 Rendah

0,00 - 0,199 Sangat Rendah

b. Teknik analisis korelasi ganda

Teknik analisis korelasi ganda dengan dua prediktor digunakan untuk

menguji hipotesis (3) yaitu digunakan peranan kedua ubahan bebas terhadap

ubahan terikatnya secara bersama-sama. Rumusnya adalah sebagai berikut:


41

Untuk mengetahui signifikan dari korelasi ganda digunakan uji F yaitu:

Dimana :

Fh = harga F garis regresi

n = jumlah responden

k = jumlah variable independen

R = koefisien korelasi ganda

Dalam hal ini berlaku ketentuan bila Fh lebih besar dari Ft, maka koefisien
korelasi ganda yang diuji adalah signifikan, yaitu dapat diberlakuakn untuk
seluruh populasi (Sugiyono, 2010)
42
43

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi data

Data penelitian ini terdiri dari: data Ketepatan Shooting three point Bola

Basket (Y) Sebagai variabel terikat, Kekuatan Otot Lengan (X 1) dan Kekuatan

Otot Tungkai (X2). Untuk masing-masing variabel dibawah ini disajikan nilai rata-

rata, simpangan baku, distribusi frekuensi, serta histrogram dari setiap variabel.

1. Kekuatan Otot Lengan (X1)

Data hasil pengukuran Kekuatan Otot Lengan dalam kelompok ini terdiri

dari 15 anggota (n = 15), skor terendah 2,25 dan skor tertinggi 3,26. Dari analisis

data didapatkan harga rata-rata sebesar 2,705, simpangan baku 0,307. Distribusi

frekuensi Kekuatan Otot Lengan sebagai mana tampak pada tabel 3 berikut ini.
44

Tabel 1 Distribusi frekuensi Kekuatan Otot Lengan

KELAS FREKUENSI
NO KET
INTERVAL FA FR
1 >3,17 1 6,67 BAIK SEKALI
2 2,86-3,16 3 20,00 BAIK
3 2,55-2,85 6 40,00 SEDANG
4 2,25-2,54 5 33,33 KURANG
5 <2,24 0 0,00 KURANG SEKALI
JUMLAH 15 100,00
RATA - RATA 2,705
STDEV 0,307
VARIAN 0,094

MAX 3,26

MIN 2,25

Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa 1 orang (6,67%) berada pada

kelompok >3,17 berkategori Baik Sekali, 3 orang (20,00%) berada pada

kelompok 2,86-3,16 berakategori Baik, 6 orang (40,00%) berada pada kelompok

2,55-2,85 berakategori Sedang, 5 orang (33,33%) berada pada kelompok 2,25-

2,54 berakategori Kurang, 0 orang (0,00%) berada pada kelompok <2,24

berakategori Kurang Sekali. Hasil ini menunjukkan bahwa Kekuatan Otot Lengan

yang diatas rata-rata lebih besar dari pada dibawah rata-rata. Secara lebih jelas

penyebaran distribusi frekuensi Kekuatan Otot Lengan diatas dapat dilihat pada

histrogram berikut:
45

KEKUATAN OTOT LENGAN


45

40

35

30

25

20

15

10

0
>3,17 2,86-3,16 2,55-2,85 2,25-2,54 <2,24

FA FR

2. Kekuatan Tungkai (X2)

Data hasil pengukuran Kekuatan Otot Tungkai dalam kelompok ini terdiri

dari 15 anggota (n = 15), skor terendah 34,4 dan skor tertinggi 73,8. Dari analisis

data didapatkan harga rata-rata sebesar 52,024, simpangan baku 12,801. Distribusi

frekuensi Kekuatan Otot Tungkai sebagai mana tampak pada tabel 4 dibawah ini
46

Tabel 4 Distribusi frekueni Tungkai

KELAS FREKUENSI
NO KET
INTERVAL
FA FR
1 >59,71 2 13,33 BAIK SEKALI
2 53,50-59,70 1 6,67 BAIK
3 47,30-53,49 7 46,67 SEDANG
4 41,09-47,29 4 26,67 KURANG
5 <41,08 1 6,67 KURANG SEKALI
JUMLAH 15 100,00
RATA - RATA 50,4
STDEV 6,208
VARIAN 38,543
MAX 63
MIN 41

Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa 2 orang (13,3%) berada pada

kelompok >59,71 berkategori Baik Sekali, 1 orang (6,67%) berada pada

kelompok 53,50-59,70 berakategori Baik, 7 orang (46,67%) berada pada

kelompok 47,30-53,49 berakategori Sedang, 4 orang (26,67%) berada pada

kelompok 41,09-47,29 berakategori Kurang, 1 orang (6,67%) berada pada

kelompok <41,08 berakategori Kurang Sekali. Hasil ini menunjukkan bahwa

Kekuatan Otot Tungkai yang diatas rata-rata lebih besar dari pada dibawah rata-

rata. Secara lebih jelas penyebaran distribusi frekuensi Kekuatan Otot Tungkai

diatas dapat dilihat pada histrogram berikut:


47

KEKUATAN OTOT TUNGKAI


50

45

40

35

30

25

20
15

10

0
>59,71 53,50-59,70 47,30-53,49 41,09-47,29 <41,08

FREKUENSI FA FREKUENSI FR

3. Kemampuan Ketepatan Shooting Three Point Pada Bola Basket

Data hasil peneletian tes Ketepatan Shooting three point pada Bola Basket dalam

kelompok ini terdiri dari 15 anggota (n = 15), skor terendah 9 dan skor tertinggi

30. Dari analisis data didapatkan harga rata-rata sebesar 19,4, simpangan baku

5,986. Distribusi frekuensi Kekuatan Otot Tungkai sebagai mana tampak pada

tabel 5 berikut ini


48

Tabel 5 Distribusi frekuensi kemampuan


Ketepatan Shooting three point Pada Bola Basket

KELAS FREKUENSI
NO KET
INTERVAL
FA FR
1 >28,38 1 6,67 BAIK SEKALI
2 22,39-28,37 4 26,67 BAIK
3 16,41-22,38 5 33,33 SEDANG
4 10,42-16,40 4 26,67 KURANG
5 <10,41 1 6,67 KURANG SEKALI
JUMLAH 15 100,00
RATA - RATA 19,4
STDEV 5,986
VARIAN 35,829
MAX 30
MIN 9

Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa 1 orang (6,67%) berada pada

kelompok >28,38 berkategori Baik Sekali, 4 orang (26,67%) berada pada

kelompok 22,39-28,37 berakategori Baik, 5 orang (33,33%) berada pada

kelompok 16,41-22,38 berakategori Sedang, 4 orang (26,67%) berada pada

kelompok 10,42-16,40 berakategori Kurang, . 1 orang (6,67%) berada pada

kelompok <10,41 berakategori Kurang Sekali. Hasil ini menunjukkan bahwa

Ketepatan Shooting three point pada Bola Basket yang diatas rata-rata lebih besar

dari pada dibawah rata-rata. Secara lebih jelas penyebaran distribusi frekuensi

Ketepatan Shooting three point pada Bola Basket diatas dapat dilihat pada

histrogram berikut:
49

KETEPATAM SHOOTING BOLA


TUNGKAI
35
30
25
20
15
10
5
0
>28,38 22,39-28,37 16,41-22,38 10,42-16,40 <10,41

Series1 Series2

B. Pengujian Persyaratan Analisis

Persyaratan analisis yang dimaksud adalah pesyaratan yang harus di

penuhi sebelum melakukan analisis regresi sederhana dan ganda. Persyaratan

analisis itu meliputi: Uji Normalitas untuk melihat apakah data yang diteliti

memiliki sebaran yang normal atau tidak. Uji Linearitas untuk mengetahui

hubungan masing-masing variabel bebas dengan variabel terikatnya.

1. Uji Normalitas

Dari hasil pengujian Normalitas mengunakan uji liliefors dengan taraf

nyata(α) =0,05. Kriteria pengujianya adalah hipotesis nol ditolak jika L observasi (LO)

yang diperoleh dari data pengamatan melebihi Ltabel (Lt) dan sebaliknya hipotesis

nol diterima apabila Lo yang diperoleh lebih kecil dan Lt secara sederhana dapat

digunanakan rumus sebagai berikut:


50

Ho = ditolak jika Lo (Lobservasi) > Lt (Ltabel), sebaliknya

Ho = ditolak jika Lo (Lobservasi) < Lt (Ltabel)

Hasil perhitungan lengkap uji normalitas dapat dilihat pada lampiran (4) halaman

(57). Rangkumannya dapat dilihat pada Tabel 6 berikut:

Tabel 6. Hasil Uji Normalitas

Variabel N Lo Lt Keterangan

Kelentukan 15 0,1162 0,220 Normal

Kekuatan Otot 15 0,1377 0,220 Normal


Tungkai

Ketepatan 15 0,1022 0,220 Normal


Shooting Bola
Basket

Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas ditemukan bahwa Lobservasi (Lo)

yang diperoleh lebih kecil dari harga Ltabel pada taraf nyata 0,05. Dengan demikian

dapat disimpulkan bahwa data variabel penelitian ini diambil dari populasi yang

berdistribusi normal sehingga dapat digunakan untuk pengujian hipotesis

penelitian.
51

C. Pengujian Hipotesis

Setelah melakukan uji persyaratan analisis, ternyata semua skor tiap

variabel penelitian memenuhi persyaratan untuk dilakukan pengujian statistik

lebih lanjut, maka berikutnya dilakukan pengujian hipotesis.

1. Uji Hipotesis Penelitian Pertama (X1 dengan Y)

Hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat

hubungan yang berarti (signifikan) antara Kekuatan Otot Lengan dengan Hasil

Ketepatan Shooting Three Point pada Bola Basket . Berdasarkan analisis data

didapat rhitung = 0,888. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat rangkuman analisis.

Tabel [Link] Hasil Analisis Kekuatan Otot Tungkai Terhadap


Ketepatan Shooting Three Point Bola Basket

Variabel rhitung rtabel kesimpulan

X1 dan Y 0,514 signifikan

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa r hitung lebih besar daripada rtabel,

dimana rhitung = 0,888 > rtabel = 0,514 berarti terdapat hubungan yang signifikan

antara Kekuatan Otot Lengan terhadap Shooting Bola Basket.

Untuk menguji signifikan keefesin korelasi antara Kekuatan Otot Lengan

dengan hasil Ketepatan Shooting three point pada Bola Basket dilakukan dengan

uji t. Uji t tersebut dapat dilihat pada tabel 7.


52

Tabel 7. Rangkuman Uji Signifikan Koefisien Korelasi antara Variabel


Kekuatan Otot Lengan dengan Variabel Ketepatan
Shooting Three Point pada Bola Basket Gulat

Variabel thitung ttabel (α = 0,05) Kesimpulan

X1 dan Y 6,999 2,16 Signifikan

Berdasarkan tabel 6 diatas ternyata thitung = 6,999> ttabel 2,16 α = 0,05.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan terdapat

hubungan yang berarti (signifikan) antara Kekuatan Otot Lengan terhadap

Ketepatan Shooting Three Point pada Bola Basket, diterima kebenarannya dengan

tingkat kebenaran 95%

Untuk menguji signifikan keefisien Hubungan antara Kekuatan Otot

Lengan dengan hasil Ketepatan Shooting Three Point pada Bola Basket dilakukan

dengan uji t. Uji t tersebut.

2. Uji Hipotesis Penelitian Kedua (X2 dengan Y)

Hipotesis kedua yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat

hubungan yang berarti (signifikan) antara Kekuatan Otot Tungkai dengan Hasil

Ketepatan Shooting Three Point pada Bola Basket . Berdasarkan analisis data

didapat rhitung = 0,632. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat rangkuman analisis
53

Tabel 9. Rangkuman Hasil Analisis Kekuatan Otot Tungkai


Terhadap Ketepatan Shooting Three Point Bola Basket

Variabel rhitung rtabel kesimpulan

X2 dan Y 0,739 0,514 signifikan

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa r hitung lebih besar daripada rtabel,

dimana rhitung = 0,739 > rtabel = 0,514 berarti terdapat hubungan yang signifikan

antara Kekuatan Otot Tungkai terhadap Shooting Bola Basket. Untuk menguji

signifikan koefisien korelasi antara Kekuatan Otot Tungkai dengan hasil

Ketepatan Shooting Bola Basket Gulat dilakukan dengan uji t. Uji t tersebut dapat

dilihat pada tabel 7.

Tabel 7. Rangkuman Uji Signifikan Koefisien Korelasi antara Variabel


Kekuatan Otot Tungkai dengan Variabel Ketepatan Shooting Bola Basket
Gulat

Variabel thitung ttabel (α = 0,05) Kesimpulan

X2 dan Y 3,954 2,16 Signifikan

Berdasarkan tabel 6 diatas ternyata thitung = 3,954 > ttabel 2,16 α = 0,05.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan terdapat

hubungan yang berarti (signifikan) antara Kekuatan Otot Tungkai terhadap

Ketepatan Shooting Bola Basket Gulat, diterima kebenarannya dengan tingkat

kebenaran 95%
54

Untuk menguji signifikan koefisien Hubungan antara Kekuatan Otot

Lengan dengan hasil Ketepatan Shooting Bola Basket Gulat dilakukan dengan uji

t. Uji t tersebut dapat dilihat pada tabel 8.

3. Uji Hipotesis Penelitian ke tiga (X1 dan X2 dengan Y)

Hipotesis ke tiga yang diajukan dan dirumuskan sebagai berikut bahwa:

terdapat hubungan yang berarti (signifikan) antara varibael Kekuatan Otot

Lengan (X1) dan Kekuatan Otot Tungkai (X2) secara bersama-sama terhadap

Ketepatan Shooting Bola Basket Atlit Gulat. Pengujian hipotesis ke tiga ini

dilakukan menggunakan korelasi ganda.

Tabel 10. Rangkuman Uji Signifikan Koefisien Korelasi Ganda

Kesimpulan
Variabel R fhitung ftabel

X1,2 dan Y 0,992 33,874 3,88 Signifikan

Berdasarkan tabel 10 di atas ternyata fhitung = 33,874 > ftabel = 3,88 maka Ho

ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat hubungan yang berarti X1 dan X2 secara

bersama-sama dengan Y.

D. Pembahasan

Berpedoman hasil pengujian hipotesis dan analisisnya, maka untuk

peningkatan Ketepatan Shooting Bola Basket, harus dilakukan peningkatan

latihan Kekuatan Otot Lengan dan Kekuatan Otot Tungkai yang dilakukan oleh

atlet. Peningkatan Kekuatan Otot Lengan Peinggang dan Kekuatan Otot Tungkai

dapat dilakukan oleh atlet itu sendiri dan juga bisa dari dorongan seorang pelatih.
55

Pelatih yang baik adalah pelatih yang bisa memodifikasi bentuk latihan dengan

memanfaatkan fasilitas yang ada agar atlet termotivasi untuk mengikuti latihan.

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis terlihat adanya Hubungan yang

signifikan dan positif antara variabel Kekuatan Otot Lengan terhadap Ketepatan

Shooting Bola Basket. Diterimanya hipotesis satu yang menyatakan terdapat

Hubungan yang signifikan dan positif antara Kekuatan Otot Lengan dengan

Ketepatan Shooting Bola Basket maka dapat dinyatakan Kekuatan Otot Lengan

memberikan Hubungan terhadap Ketepatan Shooting Bola Basket.

Dari pengujian hipotesis terlihat adanya Hubungan yang signifikan dan

positif antara variabel Kekuatan Otot Tungkai dengan Ketepatan Shooting Bola

Basket. Diterimanya hipotesis kerja yang menyatakan terdapat Hubungan yang

signifikan dan positif antara Kekuatan Otot Tungkai dengan Ketepatan Shooting

Bola Basket. Maka dapat dikatakan bahwa Kekuatan Otot Tungkai memberikan

Hubungan terhadap Ketepatan Shooting Bola Basket.

Pada olahraga Bola basket Kekuatan Otot Lengan dan Kekuatan Otot

Tungkai seorang siswa dibutuhkan dalam Ketepatan Shooting Bola Basket.

Apabila Kekuatan Otot Lengan dan Kekuatan Otot Tungkai seorang siswa bagus

maka ada kemungkinan akan menghasilkan Ketepatan Shooting Bola Basket yang

bagus juga. Sehingga lawan tidak dapat bergerak. Sebaliknya, bila Kekuatan Otot

Lengan dan Kekuatan Otot Tungkai seorang pegulat tidak bagus belum tentu akan

menghasilkan Ketepatan Shooting Bola Basket yang bagus. Oleh sebab itu

Kekuatan Otot Lengan dan Kekuatan Otot Tungkai merupakan komponen kondisi
56

fisik yang cukup penting perannya dalam Ketepatan Shooting three point pada

Bola Basket sehingga dapat menguntungkan dalam memperoleh nilai dan

memenangkan pertandingan.

Ketepatan Shooting Bola Basket yang dimaksudkan adalah dimana

Kekuatan Otot Lengan dan Kekuatan Otot Tungkai seorang pegulat mampu

melakukan bantingan kayang terhadap lawan tanpa mendapatkan perlawanan dari

lawan. Oleh sebab itu disamping Kekuatan Otot Lengan dan Kekuatan Otot

Tungkai yang bagus, kemampuan teknik banting kayang pun harus lebih baik agar

menunjang keberhasilan pegulat untuk menerapkan membantingnya.

“Kekuatan Otot Lengan dan Kekuatan Otot Tungkai yang digunakan untuk

banting kayang juga dipengaruhi kecepatan dan ketepatan seorang pegulat”

(Wilda Yatim, 1999:5).

Pendapat di atas mengemukakan bahwa bagi seorang pegulat apabila ingin

melakukan bantingan tidak hanya cukup memiliki Kekuatan Otot Lengan dan

Kekuatan Otot Tungkai saja, tetapi juga membutuhkan kecepatan dan ketepatan.

Pada saat melakukan Ketepatan Shooting Bola Basket, kecepatan dan ketepatan

dibutuhkan pada tangan untuk menangkap dan mengunci lawan sehingga lawan

tidak dapat bergerak lagi. Pada saat seperti ini pegulat dengan Kekuatan Otot

Lengan dan Kekuatan Otot Tungkai yang bagus dapat menerapkan banting

kayang.
57

Nurhasan (1984:75) mengemukakan bahwa hasil pengukuran kekuatan di

pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu motivasi, intibisi, kebiasaan gerak dan alat-

alat lazim yang di pakai.

Berdasarkan hasil penelitian dan pendapat diatas dapat dikemukakan

bahwa Kekuatan Otot Lengan dan Kekuatan Otot Tungkai berkonstribusi terhadap

Ketepatan Shooting Bola Basket dalam olahraga gulat dan unsur kondisi fisik ini

harus ditingkatkan agar dalam iven-iven atlet mampu melakukan teknik banting

kayang dengan baik dan tepat sasaran dan harus mempertimbangkan faktor-faktor

yang dapat mempengaruhi Kekuatan Otot Lengan dan Kekuatan Otot Tungkai

terhadap Ketepatan Shooting Bola Basket.


58
59

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan hasil penelitian, maka

dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Terdapat Hubungan Kekuatan Otot Lengan terhadap Ketepatan Shooting

Bola Basket. Besarnya Hubungan Kekuatan Otot Lengan terhadap Ketepatan

Shooting Bola Basket yaitu. rhitung = 0,888 > rtabel = 0,514

2. Terdapat Hubungan kekuatan otot Tungkai terhadap Ketepatan Shooting

Bola Basket. Hubungan kekuatan otot punggung terhadap Ketepatan

Shooting Bola Basket yaitu rhitung = 0,739 > rtabel = 0,514

3. Terdapat Hubungan Kekuatan Otot Lengan dan kekuatan otot punggung

secara bersama-sama terhadap Ketepatan Shooting Bola Basket fhitung =

33,874 > ftabel = 3,88 dengan Rh = 0,992

B. Saran-saran.

Berdasarkan pada kesimpulan diatas, maka penulis dapat memberikan

saran-saran yang dapat membantu mengatasi masalah yang ditemui pada

Ketepatan Shooting Bola Basket dalam olahraga gulat, yaitu:

1. Bagi pelatih disarankan untuk melatih unsur-unsur Kekuatan Otot Lengan

dan kekuatan otot punggung yang dominan dalam Ketepatan Shooting

Bola Basket.
60

2. Bagi atlet disarankan dapat meningkatkan Ketepatan Shooting Bola

Basket dengan cara melakukan latihan teknik secara sistimatis dan

berkesinambungan.

3. Bagi peneliti yang ingin melanjutkan penelitian ini agar dapat menjadikan

penelitiaan ini sebagai bahan informasi dan meneliti dengan jumlah

populasi atau sampel yang lebih besar serta didaerah yang berbeda.
61

DAFTAR PUSTAKA

Malta, A. R., & Sutisyana, A. (2019). STUDI KEMAMPUAN THREE POIN SHOOT BOLA

BASKET PUTRA PADA CLUB BOLA BASKET KOTA BENGKULU TAHUN

2018/2019. Kinestetik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani, 3(2), 132-138.

Yarmani, Y. (2019). STUDI KEMAMPUAN THREE POIN SHOOT BOLA BASKET PUTRA

PADA CLUB BOLA BASKET KOTA BENGKULU TAHUN 2018/2019. Kinestetik:

Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani, 3(2), 132-138.

Kurniawan, I. W. Y., Kanca, I. N., & Wahyuni, N. P. D. S. (2017). PENGARUH PELATIHAN

MEDICINE BALL SIT-UP THROW TERHADAP KEKUATAN OTOT LENGAN DAN

KEKUATAN OTOT PUNGGUNG. Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha, 5(1), 24-30.

HS, M. H. J. N. (2007). Hubungan Kekuatan Otot Lengan dan Daya Ledak Otot Tungkai terhadap

Hasil Tembakan Bebas pada Pemain Putra UKM Bola Basket UNNES Tahun

2007 (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang).

Gazali, N. (2016). Kontribusi kekuatan otot lengan tehadap kemampuan servis atas atlet

bolavoli. Journal of Physical Education Health and Sport, 3(1), 1-6.


62

Anda mungkin juga menyukai