0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan9 halaman

Komutasi Natural UJT untuk Kontrol Fasa

Dokumen tersebut membahas tentang percobaan komutasi natural dalam pembangkitan pulsa UJT dan kontrol fasa dengan UJT. Secara singkat, percobaan ini bertujuan untuk menyelidiki pembangkitan pulsa dengan berbagai frekuensi menggunakan UJT untuk mengontrol thyristor atau TRIAC, serta menyesuaikan kecepatan motor AC atau DC. UJT digunakan sebagai rangkaian pemicu kontrol fasa bersamaan dengan thyristor.

Diunggah oleh

dyandra zafira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan9 halaman

Komutasi Natural UJT untuk Kontrol Fasa

Dokumen tersebut membahas tentang percobaan komutasi natural dalam pembangkitan pulsa UJT dan kontrol fasa dengan UJT. Secara singkat, percobaan ini bertujuan untuk menyelidiki pembangkitan pulsa dengan berbagai frekuensi menggunakan UJT untuk mengontrol thyristor atau TRIAC, serta menyesuaikan kecepatan motor AC atau DC. UJT digunakan sebagai rangkaian pemicu kontrol fasa bersamaan dengan thyristor.

Diunggah oleh

dyandra zafira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERCOBAAN IV

KOMUTASI NATURAL DALAM PEMBANGKITAN PULSA


UJT DAN KONTROL FASA DENGAN UJT
RIFFAN FAHKRI (1710017111021)
Tanggal Percobaan : 08 Desember 2019
Praktikum Elektronika Daya
Laboratorium Konversi Energi Elektrik
Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Bung Hatta

Abstrak

Pada praktikum komutasi natural dalam pembangkitan pulsa ujt dan kontrol fasa
dengan ujt bertujuan untuk menyelidiki pembangkitan pulsa untuk beragam frekuensi,
tegangan DC dapat digunakan untuk mengendalikan sirkuit UJT dan PUT karena waktu
hidup peranti meningkat sesuai dengan peningkatan tegangan kendali DC. Penggunaan ini
penting untuk pengendalian AC arus tinggi. transistor UJT menghasilkan serangkaian pulsa
untuk menembak dan mengendalikan thyristor. Dengan menggunakan UJT sebagai
rangkaian pemicu kontrol fasa bersamaan dengan Thyristor SCR atau Triac, kita dapat
menyesuaikan kecepatan motor AC atau motor DC universal seperti yang ditunjukkan.

Kata Kunci: Thyristor ; Trigger Pulse; UJT.

1. PENDAHULUAN

Banyak aplikasi, thyristor dapat atau rangkaian penyulut (triggering


diasumsikan sebagai saklar ideal akan circuits). Dengan demikian, rangkaian
tetapi dalamprakteknya thyristor memiliki pemicu/ penyulut merupakan rangkaian
batasan karakteristik tertentu. Beberapa yang digunakan untuk meng-ON-kan SCR,
komponen yang termasuk thyristor antara transistor, atau MOSFET. Sesuai dengan
lain PUT (Programmable Uni-junction sifat semikonduktor, transistor dan
Transistor), UJT (Uni-Junction Transistor ), MOSFET dapat digunakan sebagai sakelar
GTO (Gate Turn Off Thyristor),  SCR elektronis untuk sumber masukan
(Silicon Controlled Rectifier), LASCR (Light tegangan searah (DC) saja, sedangkan
Activated Silicon Controlled Rectifier), RCT SCR dapat digunakan sebagai sakelar
(Reverse Conduction Thyristor), SITH elektronis untuk sumber masukan
(Static Induction Thyristor), MOS- tegangan bolak-balik (AC) maupun DC.
Controlled Thyristor (MCT). Karena SCR memiliki sifat yang dapat
dipakai untuk sumber masukan AC
Komponen semikonduktor daya, maupun DC inilah, komponen SCR banyak
seperti dioda, SCR, transistor, dan digunakan dalam rangkaian elektronika
MOSFET, yang digunakan dalam rangkaian daya.
elektronika daya dioperasikan sebagai
sakelar elektronis (electronic switching). Jika komponen SCR digunakan dalam
Sakelar elektronis memiliki sifat tidak akan rangkaian elektronika daya dengan
dapat ON/OFF tanpa ada rangkaian luar sumber masukan searah DC, ketika SCR
yang dapat membangkitkan signal/ pulsa sudah dipicu maka rangkaian akan terus
sebagai pemicu/ penyulut. Rangkaian luar ON dan akan OFF jika rangkaian diputus
yang dimaksud adalah rangkaian pemicu dari sumber masukannya. Agar SCR dapat
OFF tanpa memutus sumber masukan UJT yang memiliki Tiga Terminal ini
diperlukan rangkaian yang disebut terdiri dari 1 Terminal Emitor (E) dan 2
rangkaian komutasi (dc line commutation), Terminal Basis (B1 dan B2). Oleh karena
yakni rangkaian yang digunakan untuk itu, Transistor UJT ini sering disebut juga
meng-OFF-kan SCR dalam suatu rangkaian dengan Dioda Berbasis Ganda (Double
tertutup. Base Diode). Pada dasarnya UJT terdiri
dari semikonduktor jenis Silikon yang
Adapun tujuan dari percobaan ini bertipe N yang didoping ringan dan
adalah sebagai berikut: sepotong Silikon bertipe P yang berukuran
1. Menyelidiki pembangkitan pulsa untuk kecil dengan doping tinggi (berat) di satu
beragam frekuensi, yang digunakan sisinya untuk menghasilkan sambungan
dalam mencatu thyristor atau TRIAC tunggal P-N (P-N Junction). Sambungan
2. Menyelidiki sinkronisasi trigger pulse Tunggal inilah yang kemudian dijadikan
mempergunakan tegangan utama terminologi UJT yaitu Uni Junction
3. Pengaturan pulsa catu dengan Transistor. Di kedua ujung batang silikon
mempergunakan kontrol tegangan yang bertipe N, terdapat dua kontak
4. Mempelejari aplikasi kegunaan Ohmik yang membentuk terminal B1
pembangkitan pulsa oleh UJT untuk (Basis 1) dan (Basis 2). Daerah
pengontrolan fasa Semikonduktor yang bertipe P menjadi
Terminal Emitor (E) pada UJT tersebut.
2. STUDI PUSTAKA
Pada thyristor terdapat beberapa
2.1 Rangkaian Komutasi
metode untuk memicu trigger thyristor,
Ditinjau dari sumber masukannya, yaitu:
terdapat 2 (dua) rangkaian komutasi,
a. Pemicu Tegangan Maju
yaitu: komutasi alami (natural
commutation) dan komutasi paksa (forced
Dengan menerapkan tegangan maju
commutation). Jika SCR digunakan dalam
antara anoda dan katoda, dengan
sebuah rangkain tertutup dengan sumber
menjaga gerbang sirkuit terbuka,
masukan berupa tegangan AC, maka SCR
persimpangan J2 adalah bias terbalik.
akan OFF secara otomatis ketika mencapai
Akibatnya, pembentukan lapisan
titik lintas nol (zero crossing) yang
deplesi terjadi di J2. Ketika tegangan
disebabkan sifat alami dari sumber AC
maju meningkat, tahap muncul ketika
tersebut.
lapisan penipisan lenyap, dan J2
dikatakan. Oleh karena itu, Thyristor
Uni Junction Transistor (UJT)
dalam keadaan konduksi. Tegangan di
adalah Komponen Elektronika Aktif yang
mana longsoran salju disebut sebagai
terbuat dari bahan semikonduktor, UJT
tegangan pemutus tegangan VBO.
memiliki tiga terminal dan hanya memiliki
satu sambungan. Pada umumnya UJT
b. Pemicu Gerbang
digunakan sebagai Saklar Elektronik.
Cara umum, dapat diandalkan dan
Seperti namanya, Uni Junction Transistor
efisien untuk mengaktifkan Thyristor
atau UJT juga digolongkan sebagai salah
atau SCR. Pada pemicu gerbang,
satu anggota dari keluarga Transistor,
untuk menghidupkan sebuah SCR,
namun berbeda dengan Transistor Bipolar
tegangan positif diterapkan antara
pada umumnya, Uni Junction Transistor
gerbang dan katoda, menimbulkan
atau UJT ini tidak memiliki
arus gerbang dan muatan yang
Terminal/Elektroda Kolektor.
disuntikkan ke dalam lapisan P dalam yang ditambahkan difusi bahan tipe-p di
dan pemutusan ke depan terjadi. suatu tempat sepanjang batangan,
Semakin tinggi arus gerbang akan menentukan parameter ɳ dari peranti.
menurunkan tegangan breakover ke Peranti 2N2646 adalah versi yang paling
depan. sering digunakan.

c. Pemicu dv/dt. Reverse Bias Transistor pertemuan tunggal dapat


persimpangan J2 mengakuisisi diprogram, atau (Programmable
karakteristik seperti kapasitor karena Unijunction Transistor) PUT, sebenarnya
adanya muatan di persimpangan, adalah saudara dekat tiristor. Seperti
berarti persimpangan J2 berperilaku tiristor, ini terbentuk dari empat lapisan P-
seperti kapasitansi. Jika tegangan N dan mempunyai sebuah anode dan
maju diterapkan tiba-tiba, arus sebuah katode yang tersambung ke
pengisian melalui kapasitansi junction lapisan pertama dan lapisan terakhir, dan
Cj mengarah untuk mengaktifkan scr. sebuah gerbang yang disambungkan ke
salah satu lapisan tengah. Penggunaan
d. Pemicu Suhu PUT tidak dapat secara langsung
Ketika Thyristor berada dalam mode dipertukarkan dengan penggunaan UJT,
pemblokiran ke depan, sebagian besar tetapi menunjukkan fungsi yang mirip.
tegangan yang diterapkan terkumpul Pada konfigurasi sirkuit konvensional,
di atas persimpangan J2, tegangan ini digunakan dua resistor pemrogram untuk
terkait dengan beberapa arus bocor. mengeset parameter ɳ dari PUT, pada
Meningkatkan suhu persimpangan konfigurasi ini, UJT berlaku seperti UJT
[Link], dengan peningkatan suhu konvensional. Peranti 2N6027 adalah
lapisan deplesi menurun dan pada contoh dari peranti ini.
beberapa suhu tinggi (dalam batas
aman), lapisan deplesi pecah dan SCR Berikut ini adalah Bentuk dan Struktur
berubah menjadi ON. dasar serta Simbol Uni Junction Transistor
(Transistor Sambungan Tunggal).
e. Pemicu Cahaya
Memicu SCR dengan Cahaya, Reses
(Berongga) dibuat P-Layer. Sinar
cahaya panjang gelombang tertentu
diarahkan oleh serat optik untuk
Radiasi. Intensitas cahaya melebihi
nilai tertentu, SCR AKTIF. 
Jenis SCR ini disebut sebagai Light
Activated SCR (LASCR). Terkadang,
SCR dipicu menggunakan kedua
sumber kombinasi Cahaya dan Snyal.
Gerbang tinggi dan Intensitas Cahaya Gambar 4.1 Struktur dasar UJT serta
Rendah diperlukan untuk simbolnya
mengaktifkan SCR.
Saat Tegangan diantara Emitor (E)
Transistor pertemuan tunggal dasar, dan Basis 1 (B1) adalah Nol, UJT tidak
atau UJT, adalah sebuah peranti menghantarkan arus listrik, Semikonduktor
sederhana yang pada dasarnya adalah batang yang bertipe N akan berfungsi
sebuah batangan semikonduktor tipe-n sebagai penghambat (memiliki resistansi
yang tinggi). Namun akan ada sedikit arus tegangan DC dapat digunakan untuk
bocor yang mengalir karena bias terbalik mengendalikan sirkuit UJT dan PUT karena
(reverse bias). Pada saat tegangan di waktu hidup peranti meningkat sesuai
Emitor (E) dan Basis 1 (B1) dinaikan dengan peningkatan tegangan kendali DC.
secara bertahap, resistansi diantara Emitor Penggunaan ini penting untuk
dan Basis 1 akan berkurang dan arus pengendalian AC arus tinggi.
terbalik (reverse current) juga akan
berkurang. Ketika Tegangan Emitor Pada saat pertama kali diberi catu
dinaikan hingga ke level bias maju, arus daya, osilator UJT dalam kondisi tidak
listrik di Emitor akan mengalir. Hal ini berkonduksi sehingga titik sambungan RC 
dikarenakan Holepada Semikonduktor E- B1 mendapat bias mundur. Dalam
yang di doping berat bertipe P mulai waktu singkat muatan pada C1 akan
memasuki daerah semikonduktor tipe N terpenuhi (dalam hal ini ukuran waktu
dan bergabung kembali dengan Elektron adalah R*C ). Dengan termuatinya C1
yang di Batang Semikonduktor bertipe N akan menyebabkan sambungan E- B1
(yang di doping ringan). Dengan demikian menjadi konduktif atau memiliki resistansi
Uni Junction Transistor atau UJT ini rendah. Selanjutnya terjadi pengosoangan
kemudian mulai menghantarkan arus C1 lewat sambungan E- B1 yang memiliki
listrik dari B2 ke B1. resistansi rendah. Ini akan menghilangkan
bias maju pada emitor. UJT selanjutnya
Cara kerja UniJunction Transistor menjadi tidak berkonduksi dan C1 mulai
yaitu UJT dipanjar dengan tegangan terisi kembali melalui R1 dan proses ini
positif di antara kedua basis. Ini secara kontinu akan berulang.
menyebabkan penurunan tegangan
disepanjang peranti. Ketika tegangan Osilator UJT dipakai untuk aplikasi
emitor dinaikkan kira-kira 0,7V diatas yang memerlukan tegangan dengan waktu
tegangan difusi P (emitor), arus mulai kenaikan (rise time) lambat dan waktu
mengalir dari emitor ke daerah basis. jatuh (fall time) cepat. Sambungan E- B1
Karena daerah basis disupply sangat dari UJT memiliki keluaran tipe ini. Antara
ringan, arus tambahan (sebenarnya B1 dan “ground” pada UJT menghasilkan
muatan pada daerah basis) menyebabkan pulsa yang tajam (spike pulse). Keluaran
modulasi konduktifitas yang mengurangi tipe ini biasanya digunakan untuk
resistansi basis di antara pertemuan rangkaian pengatur waktu dan rangkaian
emitor dan saluran B2. Pengurangan penghitung. Sebagai kesimpulan osilator
resistansi berarti pertemuan emitor lebih UJT sangat stabil dan akurat untuk
dipanjar maju, dan bahkan ketika lebih konstanta waktu satu atau lebih rendah.
banyak arus diinjeksikam. Secara Sirkuit UJT pernah terkenal pada
keseluruhan, efeknya adalah resistansi penggemar elektronika transistor sekitar
negatif pada saluran emitor. Inilah alasan tahun 1970-an dan awal 1980 karena UJT
mengapa UJT sangat berguna, terutama memungkinkanpembuatan osilator sederh
untuk sirkuit osilator sederhana. ana yang dibuat hanya dengan satu
Penggunaan UniJunction Transistor peranti aktif. Sekarang, karena IC menjadi
yaitu pada osilator relaksasi, selain lebih populer, osilator seperti IC pewaktu
penggunaan pada osilator relaksasi, 555 lebih sering digunakan.
penggunaan UJT dan PUT yang paling Selain penggunaan pada osilator
penting adalah untuk menyulut tiristor relaksasi, salah satu penggunaan UJT dan
(seperti SCR, TRIAC, dll). Faktanya, PUT yang paling penting adalah untuk
menyulut tiristor (seperti SCR, TRIAC, dll). Kemudian kita dapat melihat bahwa
Faktanya, tegangan DC dapat digunakan osilator yang tidak berfungsi terus-
untuk mengendalikan sirkuit UJT dan PUT menerus mengaktifkan "ON" dan "OFF"
karena waktu hidup peranti meningkat tanpa umpan balik. Frekuensi operasi
sesuai dengan peningkatan tegangan osilator secara langsung dipengaruhi oleh
kendali DC. Penggunaan ini penting untuk nilai resistansi pengisian R3, secara seri
pengendalia AC arus tinggi. dengan kapasitor C1 dan nilai η.

Ada dua tipe dari transistor Bentuk pulsa output yang dihasilkan
pertemuan tunggal, yaitu: dari terminal Base1 ( B1 ) adalah bentuk
gelombang gigi gergaji dan untuk
1. Transistor pertemuan tunggal dasar, mengatur periode waktu, Anda hanya
atau UJT, adalah sebuah peranti perlu mengubah nilai resistansi ohm, R3
sederhana yang pada dasarnya adalah karena ia menetapkan konstanta waktu RC
sebuah batangan semikonduktor tipe- untuk mengisi kapasitor.
n yang ditambahkan difusi bahan tipe-
p di suatu tempat sepanjang Periode waktu, T dari gelombang
batangan gergaji akan diberikan sebagai waktu
2. Transistor pertemuan tunggal dapat pengisian ditambah waktu pemakaian
diprogram, atau PUT, sebenarnya kapasitor. Sebagai waktu pengosongan,
adalah saudara dekat tiristor. Seperti τ1 umumnya sangat singkat dibandingkan
tiristor, ini terbentuk dari empat dengan waktu pengisian RC yang lebih
lapisan P-N dan mempunyai besar, τ2 periode waktu osilasi lebih atau
sebuah anode dan kurang setara dengan T ≅ τ2. Frekuensi
sebuah katode yang tersambung ke osilasi karena itu diberikan oleh ƒ = 1/T.
lapisan pertama dan lapisan terakhir,
dan sebuah gerbang yang Salah satu aplikasi khas dari
disambungkan ke salah satu lapisan rangkaian transistor UJT di atas adalah
tengah. Penggunaan PUT tidak dapat untuk menghasilkan serangkaian pulsa
secara langsung dipertukarkan untuk menembak dan mengendalikan
dengan penggunaan UJT, tetapi thyristor. Dengan menggunakan UJT
menunjukkan fungsi yang mirip. sebagai rangkaian pemicu kontrol fasa
bersamaan dengan Thyristor SCR atau
Bentuk Gelombang Osilator UJT Triac, kita dapat menyesuaikan kecepatan
motor AC atau motor DC universal seperti
yang ditunjukkan.

Ketika tegangan ( Vs ) pertama kali


diterapkan, transistor UJT adalah "OFF"
dan kapasitor C1 sepenuhnya habis tetapi
mulai mengisi secara eksponensial melalui
resistor R3. Ketika Emitter dari UJT
terhubung ke kapasitor, ketika tegangan
pengisian Vc melintasi kapasitor menjadi
lebih besar dari nilai drop volt dioda, pn-
junction berperilaku sebagai dioda normal
dan menjadi forward bias yang memicu
Gambar 4.2 bentuk gelombang ujt
UJT ke dalam konduksi. Transistor UJT
adalah "ON".
3. PERALATAN PERCOBAAN langsung. Pastikan bahwa ground
3.1 komutasi natural osiloskop terlepas dari ground jala
jala, dan lengan osiloskop diatur pada
Utama Modul Power Supply PTE- mode IOX.
047-01 3. Mengubah switch control voltage ke
Modul Trigger Circuit PTE- posisi “OFF” setelah itu, pindahkan
047-05 lengan osiloskop untuk pengamatan
Modul Potentiometer PTE- tegangan pulsa keluaran U A tanpa
047-10 melakukan perubahan pada pengatur
Pendukung Multimeter digital Div/ms. Perhatikan perubahan
Osiloskop penyimpan tegangan pulsa yang terjadi ketika
(storage oscilloscope) dilakukan pengaturan pada
potensiometer pengaturan sudut ɑ
3.2 Kontrol fasa dengan UJT 4. Mengatur sudut a pada posisi
minimum. Plot grafik tegangan input
Utama Modul power supply PTE- US dan UA yang terjadi pada
047-01 oskilogram berikut. Perhatikan bentuk
Modul Power Circuit PTE- tegangan keluaran UA ! ada berapa
047-04 banyak jumlah pulsa yang terjadi
Modul Trigger Circuit PTE- pada setiap setengah periode
047-05 tegangan input?
MODUL AC Lamp PTE-047-
09 Bentuk tegangan keluaran =--------
Pendukung Multimeter digital Jumlah pilsa/setengah perioda =-----
Osiloskop penyimpan
(storage oscilloscope) 5. Atur sudut a pada posisi maksimum.
Plot grafik tegangan input US dan
4. PROSEDUR PERCOBAAN tegangan UA yang terjadi pada
4.1 Komutasi nutural dalam oskilogram berikut perhatikan bentuk
pembangkitan pulsa UJT tegangan keluaran UA ! Ada berapa
1. Menyusun panel sesuai dengan banyak jumlah pulsa yang terjadi
gambar pada setiap setengah periode
2. Melakukan pengamatan osiloskop tegangan input ?
untuk tegangan input terlebih dahulu.
Mengatur Div/ms agar pengamatan Bentuk tegangan keluaran =--------
dapat dilakukan secara seksama. Jumlah pilsa/setengah perioda =-----
Perhatikan dimana kurva tegangan
mencapai titik maksimum, minimum 6. Mengatur switch control voltage pada
dan ketika memotong titik nol. Hitung posisi “ON” sekaran pengaturan sudt
jumlah kotak Div/ms pada setiap penyalaan a dilakukan melalui
setengah siklus tegangan input. pengaturan tegangn. Seperti halnya
percobaan sebelumnya, lakukan
Jumlah kotak div/ms = --------- pengaturan tegangan input lewat
Jadi frekuensi jala-jala = ---------Hz potensiometer untuk mendapat
Catatan : jumlah tegangan pulsa UA minimum
Awas, tegangan input AC yang dan maksimum.
terukur adalah tegangan jala jala
Tegangan input = ---------- volt 11. Mengatur osiloskop untuk pengawat
Jumlah minimum pulsa/setengah tegangan yang terjadi
perioda =------------------- 12. Kemudian atur potensiometer pada
posisi maksimum
4.2 Kontrol Fasa Dengan UJT 13. Mengatur osiloskop untu pengamatan
tegangan terminal TRIAC
1. Menyusu panel sesuai dengan
gambar. 5. RANGKAIAN PERCOBAAN
2. Mengatur osiloskop untuk
pengamatan tegangan beban lampu
Catatan :
Awas tegangan input AC yang terukur
adalah tegangan jala jala langsung.
Pastikan bahwa ground osiloskop
terlepas dari ground jala jala, dan
lengan osiloskop di atur pada mode
10X
3. Menghidupkan Catu Daya. Atur
Gambar 4.3 komutasi natural dalam
potensiometer panel TRIGGER
pembangkitan pulsa ujt
CIRCUIT pada posisi minimum.
Perhatikan tampilan pada osiloskop
dan nyala lampu ketika potensiometer
diatur 6. Tabel Hasil Pengamatan
4. Mengatur osiloskop untuk Tabel 4.1 Hasil Pengamatan
pengamatan tegangan terminak
thyristor, kemudian plot grafik E α RL
tegangan yang terjadi 220 120 10 kΩ
5. Mengatur potensiometer pada posisi
maksimum. Perhatika tampilan pada Tabel 4.2 Hasil Pengamatan
osiloskop dan nyala lampu ketika
potensiometer diatur. Plot grafik E α RL
berbentuk tegangan beban UI 220 180 220 kΩ
6. Mengatur osiloskop untuk
pengamatan tegangan terminal
thyristor. kemudian plot tegangan 7. Prosedur Pelaksanaan
terjadi Dari pelaksanaan praktikum yang
7. Mengubah susunan panel sesuai telah dilakukan, maka didapatkan
dengan gambar prosedur pelaksanaannya yaitu sebagai
8. Mengganti kapasitor dengan besaran berikut :
lainnya sementara harga tahanan 1. Menentukan rangkaian yang akan
9. Menghidupkan catu daya . atur dirangkai untuk dipraktikumkan.
potensiometer panel trigger circuit 2. Mempersiapkan peralatan yang
nyala lampu adakah ruang kontro fasa akan digunakan.
dan TRIAC 3. Memulai merangkai rangkaian
10. Menghidupkan catu daya atur sesuai dengan gambar rangkaian
potensiometer panel trigger circuit praktikum yang diarahkan oleh
tampilan pada trigger circuit pada asisten labor.
posisi minimum
4. Menghubungkan rangkaian dengan Vcrms2 – Vc2 1
 Rd = ( ¿×
sumber dan juga menghubungkan Vc 2
dengan osciloskop.  PIV = √ 2 . E
5. Mengamati apakah rangkaian
bekerja sesuai dengan yang Percobaan 2.
diinginkan dan melihat bagaimana
π
bentuk gelombang keluaran yang 1
dilihat pada osciloskop.
 Vc =
2π 0
∫ Vm . sin ωt
6. Mencatat hasil percobaan.  Vcrms= ¿
Vcrms
 Ff =
8. Rangkaian Pelaksanaan Vc
Vcrms
Dari praktikum yang telah dilakukan  Icrms =
Rl
maka didapatkan rangkaian hasil
Em
pelaksanaannya yaitu sebagai berikut:  Im =
Rl
 Vac = E . Vcrms
Vc . Ic
 N= ×100 %
Vcrms. Icrms
Vcrms
 Rd =
Icrms
Vcrms2 – Vc2 1
 Rd = ( ¿×
Vc 2
 PIV = √ 2 . E

10. Kesimpulan
Uni Junction Transistor (UJT) adalah
Komponen Elektronika Aktif yang terbuat
Gambar 4.4 rangkaian pelaksanaan dari bahan semikonduktor, UJT memiliki
tiga terminal dan hanya memiliki satu
9. Analisa sambungan dan thyristor memiliki batasan
Percobaan 1. karakteristik tertentu Pada hasil
π
pengamatan tersebut terdapat hasilnya
1
 Vc =
2π 0
∫ Vm . sin ωt yaitu pada percobaan 1 E 220, α 120, dan
RL 10 kΩ pada percobaan 2 E 220, α 180
 Vcrms= ¿ dan RL 220 kΩ.
Vcrms
 Ff =
Vc 11. Saran
Vcrms
 Icrms =
Rl 1. Saya berharap agar kipas dapat
Em ditambah agar praktikan tidak
 Im =
Rl merasa panas ketika praktikum.
 Vac = E . Vcrms 2. Saya berharap agar kursi di labor
Vc . Ic diganti dengan yang baru dan
 N= ×100 %
Vcrms. Icrms diperbanyak lagi.
Vcrms 3. Saya berharap agar labor konversi
 Rd =
Icrms energi elektrik mempunyai
osciloskop sendiri.
4. Saya berharap agar peralatan
praktikum diperbaiki, agar
praktikum berjalan sesuai yang
diinginkan.
5. Papan tulis di labor dapat diganti
dengan yang baru.

[Link] PUSTAKA

[1] MODUL Praktikum Elektronika Daya


2019

[2] Catatan Matakuliah Elektronika Daya


Semester 4

[3] Kompetensi, S. Rangkaian Pemicu Dan


Komutasi. 2010

[4] 5 Juni 2016 Rangkaian Thyristor

[5] Bahan Ajar Praktikum Elektronika Daya


2019

Anda mungkin juga menyukai