Gerakan Non-Blok (GNB) adalah suatu gerakan yang tidak memihak dan tidak menganggap dirinya
beraliansi dengan Blok Barat maupun Blok Timur.
Sejarah lahirnya Gerakan Non-Blok tidak terlepas dari peta politik global setelah Perang Dunia II.
Kala itu, dunia terbagi menjadi 2 blok utama: yaitu Blok barat dengan paham liberalis yang dipimpin
oleh amerika serikat dan blok timur dengan paham komunis yang dipimpin oleh uni soviet.
Kedua kelompok berada di tengah Perang Dingin. Setiap blok berusaha memperluas lingkup
pengaruhnya dengan memperebutkan kekuasaan atas wilayah2 potensial di seluruh dunia. Kondisi
ini menyebabkan Negara negara yang baru merdeka di kawasan asia, afrika, dan amerika latin
menjadi target untuk menyebarkan pengaruhnya.
Menanggapi situasi ini, negara-negara yang baru mendapatkan kemerdekaan di kawasan Asia-Afrika
pun melakukan diskusi, tepatnya melalui Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang diadakan di Bandung,
Indonesia, pada tahun 1955. Di sana, negara-negara yang tidak memihak blok tertentu telah
menyatakan keinginan mereka untuk tidak terlibat dalam konfrontasi Ideologi Barat – Timur.
Berlanjut setelah itu, tepatnya pada 1 September 1961, diadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) I
di Beogard, Yugoslavia. Konfrensi ini melahirkan organisasi negara netral, yakni GNB atau gerakan
non blok.
Tujuan GNB mencakup dua hal, yaitu tujuan ke dalam dan ke luar :
Tujuan GNB ke dalam adalah mengusahakan kemajuan dan pengembangan ekonomi, sosial serta
politik yang jauh tertinggal dari negara maju. Sedangkan, tujuan GNB ke luar adalah berusaha
meredakan ketegangan antara Blok Timur dan Blok Barat.
Peran Indonesia dalam Gerakan Non Blok :
1. Menjadi salah satu pelopor berdirinya GNB
2. Menjadi tuan rumah pertemuan KAA tahun 1955 dan KTT tahun 1992
3. Menjadi Pemimpin GNB pada tahun 1992-1995
4. Indonesia turut andil dalam menyelesaikan berbagai konflik regional
Perang Dingin adalah persaingan Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet dalam merebut pengaruh
negara lain, guna memperkuat bloknya masing-masing.
Pendirian Gerakan Non-Blok pada 1 september 1961 dipelopori sejumlah tokoh yakni :
1. Josip Broz Tito, Presiden Yugoslavia
2. Soekarno, Presiden Indonesia
3. Gamal Abdul Nasser, Presiden Mesir
4. Pandit Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri India
5. Kwame Nkrumah dari Ghana.
Secara ringkas, tujuan GNB adalah mengawasi kedaulatan negara-negara netral yaitu (anggota GNB)
serta menentang seluruh kejahatan internasional.