0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
132 tayangan17 halaman

CBR Program Linier

Buku tersebut membahas tentang metode simpleks dalam pemrograman linier. Metode simpleks digunakan untuk mengubah masalah pemrograman linier ke dalam bentuk standar agar dapat diselesaikan. Metode ini mengubah definisi geometris atau grafik dari titik ekstrim menjadi definisi aljabar. Buku tersebut juga menjelaskan tentang bentuk standar model program linier dan cara mengkonversi kendala pertidaksamaan menjadi persamaan dengan menggunak

Diunggah oleh

Sofya Dwi Agustina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
132 tayangan17 halaman

CBR Program Linier

Buku tersebut membahas tentang metode simpleks dalam pemrograman linier. Metode simpleks digunakan untuk mengubah masalah pemrograman linier ke dalam bentuk standar agar dapat diselesaikan. Metode ini mengubah definisi geometris atau grafik dari titik ekstrim menjadi definisi aljabar. Buku tersebut juga menjelaskan tentang bentuk standar model program linier dan cara mengkonversi kendala pertidaksamaan menjadi persamaan dengan menggunak

Diunggah oleh

Sofya Dwi Agustina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dosen Pengampu :

Dr. Nerli Khairani, [Link]

CRITICAL BOOK REPORT

PROGRAM LINIER

“ Metode Simpleks”

Oleh :

NAMA : Elsa Wisudawati Batubara

NIM : 4193230022

KELAS : PSM A 2019

MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2021
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah swt. karena berkat rahmatnya saya dapat
menyelesaikan tugas Critical Book Report ini. Dimana tujuan saya membuat Critical Book
Report ini adalah untuk memenuhi tugas wajib pada mata kuliah Program Linier.

Saya sadar masih banyak kekurangan pada makalah saya, untuk itu saya memohon
kritikan dan saran yang membangun agar makalah ini menjadi lebih baik lagi. Dan saya
mohon maaf jika masih terdapat salah kata ataupun kalimat pada makalah ini.

Medan, 01 Mei 2021

Elsa Wisudawati Batubara

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................. 1

DAFTAR ISI ............................................................................................................ 2

BAB I PENDAHULUAN......................................................................................... 3

1.1 Latar Belakang............................................................................................ 3

1.2 Tujuan......................................................................................................... 3

1.3 Rumusan Masalah....................................................................................... 4

BAB II ISI................................................................................................................. 5

2.1 Bibliografi Buku......................................................................................... 5

2.2 Pengantar.................................................................................................... 6

2.3 Isi Buku....................................................................................................... 6

BAB III KESIMPULAN..........................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................16

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam matematika terdapat metode untuk mengalokasikan sumber daya yang
terbatas untuk mencapai suatu tujuan yang optimal. Metode ini adalah pemrograman
linier. Pemograman linier banyak diterapkan dalam masalah ekonomi, industri, militer,
sosial, dan lain-lain. Pemrograman linear berkaitan dengan penjelasan suatu kasus dalam
dunia nyata sebagai suatu model matematika yang terdiri dari sebuah fungsi tujuan linier
dengan beberapa kendala linier. Pemrograman linier meliputi perencanaan aktivitas
untuk mendapatkan hasil optimal, yaitu sebuah hasil yang mencapai tujuan terbaik
(menurut model matematika) diantara semua kemungkinan alternatif yang ada.
Karateristik-karakteristik pada pemrograman linier adalah: fungsi tujuan (untuk
memaksimumkan atau meminimumkan sesuatu), fungsi pembatas yang membatasi
tingkatan pencapaian tujuan, adanya beberapa alternatif tindakan yang bisa dipilih,
fungsi tujuan dan kendala dalam permasalahan diekspresikan dalam bentuk persamaan
atau pertidaksamaan linier.
Metode simpleks adalah suatu metode yang secara sistematis dimulai dari suatu
pemecahan dasar yang dimungkinkan ke pemecahan dasar yang lainnya dan ini
dilakukan tahap demi tahap yang disebut dengan iterasi (dengan jumlah iterasi yang
terbatas) sehingga pada akhirnya akan tercapai suatu pemecahan dasar yang optimum
dan setiap langkah menghasilkan suatu nilai dari fungsi tujuan yang selalu lebih optimal
atau sama dari langkah-langkah sebelumnya

1.2 Tujuan

1.2.1 Mengulas satu bab materi dengan mmebandingkan dua buah buku
1.2.2 Mencari dan mengetahui informasi mengenai topik tersebut yang terkandung
dalam kedua buku
1.2.3 Melatih diri untuk berpikir kritis mencari informasi yang diberikan pada
buku
1.2.4 Membandingkan isi buku pada keadaan nyata dan lingkungan sekitar

3
1.3 Rumusan Masalah
1.3.1 Apakah isi buku cukup bermanfaat bagi mahasiswa sebagai salah satu sumber
belajar
1.3.2 Apakah metode yang digunakan pengarang sesuai dengan kondisi dan
lingkungan yang sedang kita hadapi
1.3.3 Apakah isi buku sama dengan isi sebuah buku yang sejenis

4
BAB II

RINGKASAN ISI BUKU

2.1 Informasi Bibliografi

A. Buku 1

Judul : Prinsip-Prinsip Riset Operasi


Penulis : Aminudin, [Link]
Tahun Pembuatan : 2005
Penerbit : Erlangga

B. Buku 2

Judul : Riset operasi (Optimalisasi Produksi Menggunakan Metode Simpleks &


Metode Grafik
Penulis : Dedy Hartama, Sundari Retno Andani, Tri Aningke, Yuni Pradana, Evi Musti
Ayu,Solikhun
Tahun Pembuatan : 2020
Penerbit : Yayasan Kita Menulis

5
2.2. Pengantar

Keterangan Buku 1 Buku 2

Matriks, Vektor dan Program


Judul Buku Prinsip-Prinsip Riset Operasi
Linier
Seperti judulnya yaitu Prinsip- Pada bab 1 di buku ini, ada
Prinsip Riset Operasi, pada Bab bab berjudul pendahuluan
1 di buku ini membahas yang berisi tentang definisi
tentang riset operasi, yang riset operasi, model riset
dimulai dari sejarah singkat operasi, pemograman linier,
sistem operasi, pengertian dari metode simpleks, langkah-
Kandunga riset operasi, penerapan riset langkah metode simpleks,
n operasi, model-model riset metode grafik, langkah-
Bab 1 operasi (model ilmiah, model langkah metode grafik
analog, model simbolik, model
matematik), langkah-langkah
pemecahan masalah pada riset
operasi, kerangka dan susunan
buku dan diakhiri dengan soal-
soal latihan dari bab 1

2.3. Isi Buku

1. Ringkasan Buku 1

Gagasan metode simpleks adalah menerjemahkan definisi geometris atau


grafik dari titik ekstrim atau titik sudut menjadi definisi aljabar. Sehingga kadang
metode simpleks disebut juga dengan metode aljabar.

A. Bentuk Standard Model Program


Beberapa aturan bentuk program linier standar/baku :
1. Semua batasan/kendala adalah persamaan (dengan sisi kanan yang non-
negarif)
2. Semua variabel keputusan adalah non-negatif
3. Fungsi tujuan dapat berupa maksimasi dan minimasi

6
Bentuk standar program linier dapat dirumuskan sebagai berikut :

Karena semua kendala harus berbentu persamaan, maka jika ada kendala yang
berbentuk pertidaksamaan harus dikonversikan menjaid persamaan dengan
memasukkan variabel semu slack atau surplus.

a. Kendala
Sebuah batasan yang bertanda (≥) atau (≤) dapat dikonversikan
menjadi (=) dengan menggunakan variaebl surplus (menambahakan variabel
slack terhadap sisi kiri batasan tersebut. Sebuah batasan dengan sisi kanan
yang berharga negatif dapat diubah menjadi positif dengan mengalikan negatif
satu.

b. Variabel
Variabel yang tidak dibatasi (bisa bernilai positif dan negatif), x i dapat
diekspresikan dalam bentuk dua variabel non-negarif ( x 'idan x 'i' ) dengan
menggunakan substitusi :

' ''
x i=x i−x i

Substitusi harus dilakukan baik pada fungsi kendala maupun pada


'
fugsi tujuan. Masalah program linier biasanya dipecahkan dalam bentuk x idan
'' '
x i yang dariny ditentukan dengan substitusi balik. Sifat yang menarik dari x i
dan x 'i' adalah bahwa dalam pemecahan program linier dengan metode
simpleks yang optimal, hanya satu dari kedua variabel tersebut dapat memiliki
nilai positif tetapi tidak pernah kedua-keduanya. Dalam kasus dimana x i(tidak
'
dibatasi) mewakili baik slack maupun surplus, kita dapat memandang x i

7
''
sebagai variabel slack dan x i sebagai variabel surplus karena hanya satu
diantara keduanya yang dapat mewakili nilai positif dalam satu saat.

B. Langkah-Langkah Pemecahan Program Linier Dengan Metode Simpleks


 Formulasikan dan standarisasikan modelnya
 Bentuk tabel awal simpleks berdasarkan informasi model di atas
 Tentukan koom kunci diantara kolom-kolom variabel yang ada, yaitu kolom
yang mengandung nilai (c j−Z j) paling positif untuk kasus maksimasi dan atau
mengandung (c j−Z j) paling negatif untuk kasusu minimalisasi
 Tentukan baris kunsi diantara baris-baris variabel yang ada, yaitu baris yang
memiliki rasio kuantitas dengan nilai positif terkecil.
bi
Rasio kuantitas ke−i=
unsur kolom kunci yang positif
 Bentuk tabel berikutnya dengan memasukkan variabel pendatang ke kolom
variabel dasar dan mengeluarkan variabel perantau dari kolom tersebut, serta
lakukan transformasi baris-baris variabel. Dengan menggunakan rumus
tranformasi sebagai berikut :
 Baris baru selain baris kunci =
Baris lama – (rasio kunci × baris kunci lama)
baris kuncilama
 Baris kunci baru=
angka kunci
rasio kolom kunci
Keterangan : Rasio kunci =
angka kunci

 Lakukan uji optimalitas. Dengan kriteria jika semua koefisien pada baris
(c ¿ ¿ j−Z j)¿ sudah tidak ada lagi yang bernilai positif (untuk kasus
maksimasi) atau sudah tidak ada lagi yang bernilai negaif (untuk kasus
minimasi), berarti tabel sudah optimal. Jika kriteria diatas belum terpenuhi
makadiulangi mulai dari langkah ke-3 sampai ke-6, hingga terpenuhi kriteria
tersebut.

C. Aplikasi Komputer (Program Lindo)


Pemecahan program linier dengan menggunakan LINDO membutuhkan
penulisan program linier sesuai dengan sintak penulisan model.

8
Langkah-langkah pemecahan persoalan program linier menggunakan LINDO :
 Ketik model program linier dengan benar
 Kemudian klik ikon solver untuk mendapatkan pemecahannya
 Maka akan muncuk konfirmasi dialog analisi sensitivitas
 Tekan OK jika menginginkan hasil analisis sensitivitas dan tekan NO jika
tidak menghendaki hasil analisis sensitivitas
 Aktifkan solver report, maka akan tampil pemecahan program liniernya

2. Ringkasan Buku 2
Metode simpleks merupakan sebuah cara menyelesaikan soal pemograman
linier yang dimana pengulangan prosedur matematis itu dilakukan untuk menguji
titik-titik sudut sehingga ditemukan penyelesaian optimal. Simpleks adalah sebuah
prosedur matematis untuk menemukan penyelesaian optimal soal oemograman
linear dengan cara menguji titik-titik sudutnya (Siswanto, 2007)
Beberapa istilah yang digunakan dalam metode simpleks, penjelasannya diantaranya
sebagai berikut :
a. Iterasi
Tahapan perhitungan dimana nilai dalam perhitungan itu tergantung dari nilai
tabel sebelumnya.
b. Variabel non basis
Variabel yang nilainya diatur menjadi nol pada sembarang iterasi. Dalam
terminologi umum, jumlah variabel non basis selalu sama dengan derajat bebas
dalam sistem persamaan.
c. Variabel basis
Variabel yang nilinya bukan nol pada sembarang iterasi. Pada solusi awal,
variabel basis merupakan variabel slack (jika fungsi kendala menggunakan
pertidaksamaan <) atau variabel buatan (jika fungsi kendala menggunakan
pertidaksamaan > atau =). Secara umum, jumlah variabel batas selalu sama
dengan jumlah fungsi pembatas (tanpa fungsi non negatif).
d. Solusi atau Nilai Kanan (NK)
Nilai sumber daya pembatas yang masih tersedia. Pada solusi awal, nilai kanan
atau solusi sama dengan jumlah sumber daya pembatas awal yang ada, karena
aktivitas belum dilaksanakan

9
e. Variabel Slack
Variabel yang ditambahkan ke model matematik kendala untuk
mengkonversikan pertidaksamaan < menjadi (=). Penambahan variabel ini
terjadi pada tahap inisialisasi. Pada solusi awal, variabel slack akan berfungsi
sebagai variabel basis.
f. Variabel Surplus
Variabel yang dikurangkan dari model matematik kendala untuk mengkonversi
pertidaksamaan > menjadi persamaan (=). Penambahan variabel ini terjadi pada
tahap inisialisasi. Pada solusi awal, variabel surplus tidak dapat berfungsi
sebagai variabel bebas.
g. Variabel Buatan
Variabel yang ditambahkan ke model matematik kendala dengan bentuk > atau =
untuk difungsikan sebagai variabel basis awal. Penambahan variabel ini terjadi
pada tahap inisialisasi. Variabel ini harus berniali 0 pada solusi optimal, karena
kenyataan variabel ini tidak ada. Variabel ini hanya ada di atas kertas.
h. Kolom Pivot (Kolom Kerja)
Kolom yang memuat variabel masuk. Koefisien pada kolom ini akan menjadi
pembagi nilai kanan untuk menentukan baris pivot (baris kerja)
i. Baris Pivot (Baris Kerja)
Salah satu baris di antara variabel baris yang memuat variabel keluar
j. Elemen Pivot (Elemen Kerja)
Elemen yang terletak pada perpotongan kolom dan baris pivot. Elemen pivot
akan menjadi dasar perhitungan untuk tabel simpleks berikutnya.
k. Variabel Masuk
Variabel yang terpilih untuk menjadi variabel baris pada iterasi berikutnya.
Variabel masuk dipilih satu dari antara variabel non basis pada setiap iterasi.
Variabel ini pada iterasi berikutnya akan bernilai positif.
l. Variabel Keluar
Variabel yang keluar dari variabel basis pada iterasi berikutnyadan digantikan
dengan variabel masuk. Variabel keluar dipilih satu dari antara variabel basis
pada setiap iterasi dan bernilai nol.

10
Tabel terdiri atas bagian-bagian penting sebagai berikut.
 Kepala tabel, dibagi atas dua bagian. Bagian atas kepala tabel dipakai sebagai
temapat menuliskan konstribusi unit (C j ¿fungsi tujuan (karena itu disebut juga
objective row), sedangkan bagian bawah kepala tabel dipakai sebagai tempat
menuliskan semu nama peubah keputusan X 1 dan perubah dummy S j(karena itu
disebut juga variabel row). Kepala tabel ini dibagi atas beberap kolom, yaitu: C j
(untuk kontribusi unit fase iterasi), kolom product mix, kolom Q, kolom peubah
keputusan, serta kooom peubah dummy S j.
 Badan tabel (problem rows), yaitu tempat menuliskan koefisien fungsi kendala
dan koefisien peubh dummy S jselanjutnya, juga tempat mencatat hasil proses
iterasi mulai tahapan pertama sampai tahap optimal
 Kaki tabel, terbagi atas dua baris, yaitu baris Z j dan baris Z j−C j . Baris Z j
disebut juga index row adalah baris tempat mencatat hasil perkalian vektor C j
dengan vektor kolom yang ada dalam badan tabel. Baris Z j−C j adalah baris
tempat mencatat hasil pengurangan baris Z j dengan koefisien fungsi tujuan yang
ada pada bagian atas kepala tabel dan baris ini disebut juga identity row (baris
identitas). Disebut demikian karena baris ini menjadi landasan untuk
menentukan berikut ini.
a. Kolom kunci (key column)
b. Tahap optimal analisis (dalam maksimasi, jika semua tanda dari angka
hasil kurang Z j−C j sudah positif seluruhnya

11
A. Langkah-Langkah Metode Simpleks
Adapun langkah-langkah penyelesaian dengan metode simpleks adalah sebagai
berikut menurut (Haslan and dkk,2018):
1. Ubah fungsi tujuan dan kendala ke dalam bentuk standar
2. Susun semua nilai kedalam tabel simpleks
3. Tentukan kolom kunci (variabel keputus) yang masuk sebagai variabel basis.
Kolom kunci adalah kolom yang mempunyai nilai pada baris Z yang bernilai
negatif dengan angka terbesar
4. Tentukan baris kunci, untuk melakukan variabel yang akan keluar dari baris
kunci (leaving variable)
Baris kunci adalah baris dengan nilai indeks positif terkecil, dengan
perhitungan indeks sebagai berikut :
Indeks = (nilai kanan (NK)) / (nilai setiap baris pada kolom kunci)
5. Mengubah nilai-nilai pada baris kunci, dengan cara membaginya dengan
angka kunci
Angka kunci merupakan nilai yang posisinya berada pada perpotongan antara
kolom kunci dengan baris kunci

nilai pada baris kuncilama


nilai baris kuncibaru=
angka kunci
6. Membuat baris baru dengan mengubah nilai-nilai baris (selain baris kunci)
sehingga nilai-nilai kolom kunci = 0, dengan mengikuti perhitungan sebagai
berikut:
Nilai baris baru = nilai baris lama – (KAAK × NBBK)
Dimana :
KAAK = Koefisien Angka Kolom Kunci (nilai nilai setiap baris kolom
kunci)
NBBK = Nilai Baris Kunci
7. Ullangi langkah diatas (langkah 3-6 atau disebut iterasi), sampai tidak
terdapat nilai negatif pada baris Z (baris fungsi tujuan)

12
[Link] Kedua Buku

Keterangan Buku 1 Buku 2

Pada buku 1, definisi dari metode Pada buku 2, definisi metode


simpleks dijelaskan dengan singkat simpleks dijelaskan dengan
sehingga mudah untuk diingat kalimat yang lebih panjang dari
“Gagasan metode simpleks adalah buku 1. Tetapi pada buku 2
menerjemahkan definisi geometris disertakan definisi menurut
atau grafik dari titik ekstrim atau beberapa ahli sehingga definisi
Definisi /
titik sudut menjadi definisi aljabar.” lebih jelas sumber nya.
Konsep
”Simpleks adalah sebuah prosedur
matematis untuk menemukan
penyelesaian optimal soal
oemograman linear dengan cara
menguji titik-titik sudutnya
(Siswanto, 2007)”
Pada buku 1, teorema yang Pada buku 2, hanya disajikan tabel
Teorema disajikan lebih banyak seperti metode simpleks beserta
bentuk standar dari program linier penjelasan dari tabel tersebut
Pembuktian Pembuktian teorema yang terdapat Pembuktian teorema yang terdapat
Teorema di buku 1 tidak ada di buku 2 tidak ada
Contoh soal yang terdapat di buku
1, sangat banyak dan bervariasi.
Contoh soal yang terdapat di buku
Contoh Soal Disetiap akhir pembahasan terdapat
2, tidak ada
contoh soal yang mengenai tentang
pembahasan tersebut
Di akhir bab pada buku 1, terdapat
Tidak ada latihan soal yang
latihan soal yang berkaitan dengan
terdapat di buku 2 sehingga
pembahasan di bab tersebut
Latihan Soal pembaca tidak bisa mengasah
sehingga bisa mengasah wawasan
kemampuan pemahamannya.
dan pemahaman materi dari
pembaca

13
4. Kekurangan dan Kelebihan Pada Kedua Buku

Keterangan Buku 1 Buku 2

Beberapa kelebihan dari buku 1 : Beberapa kelebihan dari buku 2 :


Penulis secara ringkas namun jelas Penulis menjelaskan dengan rinci
menyampaikan materi setiap pembahasan, adanyadefinisi
pembahasannya, penulis juga istiah-istilah yang biasa digunakan
memilihkan topik-topik yang paling pada metode simpleks sehingga
esensial dalam materi, penjelasan membuat pembaca mengerrti
dan pemahaman materi lebih makna dari istilah tersebut,
Kelebihan banyak menggunakan beragam langkah-langkah yang disajikan
contoh soal dengan penyelesaian oleh penulis lebih mudah
lengkapnya, contoh soal dan latihan dimengerti, adanya definisi dari
soal disesuaikan dengan materi beberapa ahli sehingga
yang sebenarnya, dan adanya menguatkan pendapat dari definisi
langkah penyelesaian metode tersebut.
simpleks menggunakan
pemograman LINDO.
Beberapa kekurangan dari buku 1: Beberapa kekurangan dari buku 2:
Pemilihan kata oleh penulis sedikit Tidak ada contoh soal dan latihan
rumit untuk dimengerti soal dari topik atau materi,
Kekurangan penjelasan yang kurang efisien
untuk materi metode simpleks,
terdapat beberapa kesalahan dalam
penulisan.

5. Masukan dan Saran


Saran saya untuk kedua penulis buku tersebut, alangkah lebih baik jika
penulisan buku dibuat lebih mudah dipahami dan tidak ada kesalahan dalam
penulisan, materi yang dijelaskan lebih langsung on point atau langsung ke inti
sehingga tidak membuat pembaca bingung dan lebih baik jika disajikan
penjelasan dari rumus-rumus yang ada sehingga dapat menambah wawasan dan
pemahaman pembaca.

14
BAB III

KESIMPULAN

Metode simpleks merupakan materi penting dalam sebuah program linier, terdapat
banyak kegunaan yang bisa digunakan dari metode simpleks. Kedua buku sangat bagus jika
dijadikan sebagai referensi belajar. Penulis berhasil menjelaskan materi dengan baik.
Walaupun kedua buku memiliki kelebihan dan kekurangan dari keduanya. Tetapi jika untuk
dijadikan referensi belajar, saya lebih mengerti jika membaca buku 1 dikarenakan penjelasan
yang lebih beragam, topik dari bab yang bervariasi dan juga adanya contoh serta latihan soal.
Tetapi jika pembaca ingin mengetahui dasar-dasar dari metode simpleks, maka dengan
membaca buku 2 saja mungkin sudah cukup.

15
DAFTAR PUSTAKA

Aminudin,[Link]. [Link]-Prinsip Riset [Link]:Erlangga

Dedy Hartama,dkk.2020. Riset operasi (Optimalisasi Produksi Menggunakan Metode


Simpleks & Metode Grafik:Yayasan Kita Menulis

16

Anda mungkin juga menyukai