RANCANGAN TUGAS TUTORIAL III
Nama Mata Kuliah : Perspektif Global
Pokok Bahasan : 1. Isu-isu dan masalah global dalam pembelajaran IPS SD
2. Model pembelajaran perspektif global dalam IPS SD
3. Evaluasi pembelajaran perspektif global dalam IPS SD
Pengembang Soal : Kamirin, [Link].,[Link]
Masa Tutorial : 2020.1
Jumlah Soal : 5 (lima)
Skor Maksimal : 100
Jenis Tugas : Penguasaan Konsep
Waktu : 60 menit
___________________________________________________________________
NAMA : HERIYANDI
NIM : 856078665
___________________________________________________________________
Kompetensi Khusus:
1. Mahasiswa dapat menganalisis isu-isu global dalam pembelajaran IPS SD
2. Mahasiswa dapat menganalisis masalah-masalah global dalam pembelajaran IPS
SD
3. Mahasiswa dapat menerapkan evaluasi pembelajaran perspektif global dalam IPS
SD
Tugas
Soal no.1
Sebutkan 5 isu-isu dan masalah global yang terkait dengan kepentingan nasional,
jelaskan!
Jawab :
a. Penduduk dan Keluarga Berencana
Masalah penduduk, bukan hanya merupakan masalah nasional Indonesia,
melainkan juga merupakan masalah bangsa lain, baik bangsa-bangsa yang telah
terbelakang dan sedang berkembang, maupun bangsa-bangsa yang telah maju.
Persoalan-persoalan ketidakseimbangan antara pertumbuhan dan jumlah
penduduk dengan ketersediaan bahan pangan, lapangan kerja serta perumahan
(permukiman) yang merupakan masalah kesejahteraan, bukan hanya masalah
yang menimpa bangsa Indonesia, melainkan dialami oleh seluruh bangsa di
dunia ini. Oleh karena itu, masalah ini dapat dinyatakan sebagai masalah global.
b. Pembangunan
Pembangunan yang oleh Bartelmus dinyatakan sebagai proses yang berupaya
memperbaiki kondisi hidup masyarakat, baik kondisi materiil maupun non-
material termasuk kebutuhan-kebutuhan fisikal, telah sedang akan dilakukan
oleh semua bangsa di dunia ini. Namun demikian, karena pada pelaksanaannya
melibatkan segala sumber daya, baik alam (SDA) maupun manusia (SDM)
termasuk kemampuan IPTEK-nya, masih banyak menghadapi masalah. Oleh
karena itu, pembangunan sebagai upaya pemecahan masalah kesejahteraan
masyarakat, pada sisi lain masih menjadi masalah. Kenyataan demikian masih
dialami oleh sebagian besar bangsa-bangsa di dunia. Dengan demikian,
pembangunan sebagai suatu masalah, juga menjadi masalah global.
c. Hak Asasi Manusia (HAM)
Kita semua meyakini akan firman dalam Al Quran, surat Al Hujarat, ayat 13 yang
artinya sebagai berikut:
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-
laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang
yang paling mulia diantara kamu di sisini Allah ialah orang yang paling
bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Mengenal.
Berdasarkan ayat di atas, kita manusia itu bersifat majemuk. Namun demikian, di
hadapan Maha Pencipta tidak ada bedanya. Perbedaan yang ada di antara kita
terletak pada ketakwaan kita kepada-Nya. Dengan demikian, sesungguhnya
selaku manusia memiliki hak asasi yang sama untuk diperlakukan sebagai
makhluk-Nya. Namun demikian, dalam kehidupan di masyarakat hak asasi
selaku manusia ini mendapatkan perlakuan yang berbeda-beda oleh pihak-pihak
tertentu, sehingga terjadi pelanggaran atas HAM tersebut. Diskriminasi rasial,
etnis, agama dan lain-lainnya, merupakan pelanggaran HAM. Hal tersebut
dialami oleh kelompok masyarakat atau perorangan tertentu di Negara masing-
masing. Masalah ini terjadi di seluruh dunia. Oleh karena itu, masalah HAM ini
tidak hanya merupakan masalah lokal dan regional di tempat-tempat serta
kawasan tertentu, melainkan juga merupakan masalah global. Pelanggaran HAM
baik yang dialami oleh perorangan maupun kelompok, terjadi di mana-mana di
dunia ini.
d. Migrasi
Perpindahan penduduk, baik itu dalam bentuk emigrasi (keluar dari Negara
sendiri) imigrasi (masuk ke Negara tertentu) maupun dalam bentuk pengungsian
(di Negara sendiri atau ke Negara orang lain secara berkelompok), terjadi di
mana-mana di dunia ini. Faktor penyebabnya bermacam-macam, mulai dari
faktor ekonomi, bencana alam, wabah, politik, sampai pada keamanan (perang).
Bagi kelompok atau perorangan yang melakukannnya, merupakan jalan keluar
dari masalah yang dialaminya. Namun bagi Negara atau kawasan yang di
datangi mungkin menjadi maslaah, karena menyangkut tempat penampungan,
lapangan kerja, bahan kebutuhan, dan lain-lainnya. Kita dapat menyimak dan
mengamati proses perpindahan ini berbagai kawasan di dunia ini sebagai akibat
berbagai masalah di Negara banjir, kesulitan ekonomi, pertentangan politik,
menjadi penyebab terjadinya migrasi penduduk di kawasan yang bersangkutan,
dan atau dari kawasan tersebut ke Negara lain. Masalah migrasi ini telah
menjadi masalah global.
e. Lingkungan Dan Sumber Daya
Undang-Undang Republik Indonesia no.4 tahun 1982, tentang ketentuan-
ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup, bab 1 pasal 1, merumuskan
pengertian lingkungan atau lingkungan hidup sebagai berikut: lingkungan hidup
adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, makhluk hidup,
termasuk di dalammnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi
kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup
lainnya. Secara gamblang dapat dinyatakan bahwa lingkungan hidup itu tidak
lain yaitu segala sesuatu yang ada di sekeliling manusia yang berpengaruh
terhadap kelangsungan dan kesejahteraan manusia (dan makhluk hidup lannya).
Pengaruh tersebut dapat positif dalam arti makin menjamin kelangsungan hidup
dan kesejahteraan, serta dpat pula negatif dengan pengertian mengganggu
bahkan mengancam kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia. Kondisi
lingkungan negatif dapat dinyatakan sebagai“masalah lingkungan”. Pembahasan
singkat pada kesempatan ini akan lebih ditekankan pada masalah lingkungan.
Soal no. 2
Menurut Anda, Indonesia termasuk Negara yang memiliki kualitas SDM yang tinggi
dengan potensi SDA yang tinggi atau memiliki kualitas SDM yang tidak begitu tinggi
namun dengan potensi SDA yang tinggi? Coba jelaskan dan berikan contohnya!
Jawab :
Menurut saya, Indonesia termasuk negara yang memiliki kualitas Sumber Daya
Manusia (SDM) yang tidak begitu tinggi namun dengan potensi Sumber Daya Alam
(SDA) yang tinggi.
Sebagai contoh : Bumi Indonesia dianugerahi tanah yang subur sehingga tanaman
tropis banyak dan tumbuh subur di Indonesia. Salah satu tanaman yang diekspor
seperti rotan, damar,karet, kelapa sawit, dan rempah-rempah. Karena saking
terkenalnya rempah-rempah Indonesia maka zaman dahulu bangsa-bangsa barat
berbondong ke Indonesia untuk dapat menguasai rempah-rempah. Negara yang
berhasil menjelajah hingga ke Indonesia yaitu Spanyol, Portugis, Belanda, Inggris.
Untuk kualitas SDM Indonesia tidak begitu tinggi karena masyarakatnya rata-rata
lulusan pendidikan dasar (hanya tamat SD dan SMP). Sedangkan lulusan sarjana dan
magister masih belum banyak dibandingkan lulusan pendidikan dasar.
Soal no. 3
Pada pembelajaran IPS mengapa kajian lokasi suatu tempat atau suatu peristiwa
menjadi penting ? jelaskan!
Jawab :
pada pembelajaran IPS harus mendapat perhatian khususnya Karena Lokasi memiliki
makna strategis bagi tempat itu sendiri, dan bahkan juga bagi pihak lain yang
berkepentingan. Pengembangan pariwisata, penempatan pasar dan pusat
perbelanjaan, kawasan industri, pelabuhan, bandar udara, pangkalan Angkatan
bersenjata, kampus pendidikan, dan lain-lain, harus disesuaikan dengan lokasi yang
strategis untuk menjamin kelangsungan hidup kegiatan-kegiatan proyek yang
bersangkutan. Dari kajian lokasi ini juga kita akan mengerti mengapa di sesuatu lokasi
selalu terjadi konflik atau pertikaian, sedangkan di tempat-tempat atau kawasan lain
selalu aman-aman saja.
Soal no. 4
Hal mendasar apakah yang harus menjadi perhatian guru dalam membina dan
mengembangkan perspektif global terhadap peserta didik, Jelaskan !
Jawab :
Sebagai seorang guru Hal yang paling utama yang harus diperhatikan terhadap peserta
didik yaitu keberlakuan nilai, norma, peraturan dan hukum adat, lebih terlaksana
dengan baik "tanpa rekayasa dan pandang bulu”. Keberlakuan akhlak, moral dan
wibawa lebih terjamin bila dibandingkan dengan yang berlaku pada masyarakat yang
dikategorikan modern tadi. Di sini kita harus berpikir berkali-kali, di manakah letak
derajat tinggi-rendahnya kebudayaan itu, pada masyarakat ”modern” ataukah pada
masyarakat ”tradisional?” Kunci dasar tinggi-rendah tadi terletak pada kinerja lahiriah di
permukaan, ataukah yang melekat kuat dalam hati nurani? Hal mendasar inilah yang
harus menjadi perhatian kita dalam membina dan mengembangkan perspektif global
pada diri masing-masing Gagasan-gagasan baru tentang hidup dan kehidupan global,
harus berlandaskan nilai akhlak mulia yang menjadi dasar kemanusiaan yang ”sama di
hadapan Tuhan Yang Maha Esa, yang dibedakan oleh kadar iman dan takwa kepada
Nya”. Hal inilah yang harus diangkat sebagai nilai global dalam hidup dan kehidupan
hari ini serta di hari-hari mendatang.