0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan5 halaman

Karakteristik Evaluasi Strategi Perusahaan

Evaluasi strategi merupakan proses penting bagi organisasi untuk menilai posisinya dalam mencapai tujuan strategis. Terdapat tiga langkah utama dalam evaluasi strategi, yaitu meninjau kembali dasar-dasar strategi, mengukur kinerja organisasi, dan mengambil tindakan korektif.

Diunggah oleh

alfi istiqomah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan5 halaman

Karakteristik Evaluasi Strategi Perusahaan

Evaluasi strategi merupakan proses penting bagi organisasi untuk menilai posisinya dalam mencapai tujuan strategis. Terdapat tiga langkah utama dalam evaluasi strategi, yaitu meninjau kembali dasar-dasar strategi, mengukur kinerja organisasi, dan mengambil tindakan korektif.

Diunggah oleh

alfi istiqomah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ALFI ISTIQOMAH

1910532049

Tugas Kecil di Rumah Ke-13 Manajemen


Strategik

1. Meringkas chapter 11 buku “Strategic Management” Sixteenth Edition oleh Fred R. David
andForest R. David (2017). Atau Sembarang Edisi, tentang “Evaluasi Strategi”.

Sifat Dasar Evaluasi Strategi


Hampir semua ahli siasat perusahaan setuju bahwa evaluasi strategi sangat penting untuk kebaikan
organisasi. Sebab keputusan yang dihasilkan oleh proses manajemen stratejik memiliki dampak signifikan
dan tahan-lama, sehingga keputusan strategis yang buruk dapat memberikan penalti-penalti yang sulit, untuk
tidak menyebut “mustahil”, diputarbalikkan Evaluasi strategi melingkupi tiga aktivitas dasar: (1) memeriksa
basis dari strategi perusahaan, (2) membandingkan hasil yang diharapkan dengan hasil aktual, dan (3)
melakukan aksi koreksi untuk memastikan performa sesuai dengan rencana. Strategi seringkali tidak
memberikan dampak pada hasil operasi jangka pendek, sehingga hal-hal seperti perubahan nilai aset
perusahaan, tingkat profit, tingkat penjualan, level produktifitas dapat menjadi informasi yang menyesatkan.
Sehingga, tidak mungkin untuk mendemonstrasikan secara konklusif bahwa suatu strategi adalah optimal atau
menjamin bahwa hasilnya akan sukses. Tetapi, kita bisa mengevaluasi suatu strategi dari cacat serius. Richard
Rumelt menawarkan empat kriteria yang bisa digunakan untuk mengevaluasi strategi: konsistensi, kesesuaian,
feasibiliti (dapat terjadi), dan keunggulan. Konsistensi: Strategi mestinya tidak memiliki kebijakan dan tujuan
yang inkonsisten. Jika masalah manajerial tetap berlangsung meskipun personel sudah berubah, dan jika
masalah- masalah itu sebenarnya pada basis isu dan bukanlah basis personal, ini menandakan bahwa strategi
tidak konsisten. Jika kesuksesan suatu bagian perusahaan adalah kegagalan bagian perusahaan lain, strategi bisa
saja tidak konsisten. Jika resolusi dari masalah kebijakan dan isu berlanjut sampai ke pucuk organisasi, ini
menandakan strategi bisa saja tidak konsisten.
Kesesuaian
Kesesuaian menunjuk pada perlunya ahli siasat perusahaan untuk menguji sekumpulan tren, termasuk tren
per individu, dalam mengevaluasi strategi. Sukarnya, sebagian besartren adalah hasil interaksi banyak tren.
Feasibiliti/Kemungkinan Dilaksanakan
Ujian paling umum bagi sebuah strategi adalah kemungkinan stratgei itu untuk dilaksanakan. Sumber daya
keuangan adalah cara termudah untuk menguji ini dan juga batasan pertama bagi strategi yang dievaluasi.
Tetapi perlu diingat, pendanaan- pendanaan lain yang inovatif mungkin dilakukan.
Keunggulan Kompetitif
Strategi harus bisa menciptakan atau mempertahankan keunggulan kompetitif di aktifitas tertentu yang
ditetapkan. Keunggulan kompetitif biasanya adalah hasil dari superioritas pada salah satu dari: (1)
sumber daya, (2) kemampuan, atau (3) posisi.
Evaluasi strategi menjadi semakin sulit seiring dengan berjalannya waktu. Contoh sederhananya: siklus
perkembangan produk adalah lebih sederhana di masa lampau. Hal lain yang membuat evaluasi strategi hari
ini lebih sulit:
1. Perubahan dramatis pada kompleksitas lingkungan
2. Peningkatan kesulitas untuk memprediksi masa depan dengan akurasi
3. Peningkatan jumlah variabel
4. Bahkan strategi terbaik masih memiliki tingkat obselen yang tinggi
5. Peningkatan jumlah kejadian domestik dan dunia yang memengaruhi organisasi
6. Pengurangan jangka waktu di mana perencanaan dapat dilakukan dengan tingkatkeyakinan tinggi
Proses Evaluasi Strategi
Evaluasi strategi harus menginisiasi pertanyaan manajerial tentang ekspektasi dan asumsi, harus memicu
tinjauan terhadap sasaran dan nilai, dan harus menstimulus kreativitas dalam menghasilkan alternatif dan
memformulasikan kriteria pada evaluasi. Evaluasi strategi juga sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan
ketimbang melakukan periodikal.
Meninjau Basis Strategi
Untuk meninjau basis strategi, kita harus menyiapkan matriks IFE (Evaluasi Faktor Internal) dan matriks EFE
(Evaluasi Faktor Eksternal), keduanya telah direvisi. Kemudian, bandingkan matriks EFE dan IFE yang telah
direvisi itu dengan yang matriks IFE dan EFE yang sudah ada. Dari situ kita akan bisa menjawab: “Apakah
terjadi perubahan yang signifikan?”
Jika ya, lakukan aktivitas koreksi; jika tidak, bandingkan rencana dengan progres menuju sasaran yang telah
ditetapkan. Jika ada perubahan signifikan, lakukan aktivitas koreksi; jikatidak, lanjutkan.
Mengukur Performa Organisasi
Meliputi: (1) Membandingkan hasil yang diharapkan dengan hasil aktual, (2) menginvestigasi pelencengan dari
rencana, (3) mengevaluasi performa individual, (4) memeriksa progres yang dibuat menuju sasaran yang
ditetapkan. Kriteria kuantitif secara umum digunakan untuk mengevaluasi strategi adalah rasio keuangan,
yang para ahli siasat
perusahaan biasanya buat tiga perbandingan: (1) Membandingkan performa perusahaan selama periode
waktu yang berbeda, (2) Membandingkan performa perusahaan dengan kompetitor, dan (3)
membandingkan performa perusahaan dengan rata-rata industri.
Beberapa rasio keuangan yang penting: ROI, ROE, marjin keuntungan, panga pasar, hutangekuitas
pendapatan per saham, perkembangan penjualan, perkembangan [Link], kriteria kuantitif juga dapat
dikaitkan dengan masalah lain yang potensial, karena kriteria kuantitif biasanya bersifat tahunan ketimbang
jangka panjang, metode akuntansi yang berbeda dapat menghasilkan hasil yang berbeda, penilaian yang
intuitifhampir selalu terlibat penilaian kriteria kuantitatif.
Melakukan Aksi Korektif
Aktivitas paling akhir dari rangkaian evaluasi strategi adalah melakukan aksi koreksi, yang mensyaratkan
perubahan untuk mereposisi secara kompetitif perusahaan di masa depan. Aksi korektif tidaklah harus
menghentikan strategi yang sekarang digunakan dan memformulasikan strategi baru, tetapi dapat dalam
bentuk yang lebih sederhana, seperti, mengganti satu atau lebih individu, merevisi misi perusahaan,
menerbitkan saham untuk meningkatkan modal, dan sebagainya.
Evaluasi strategi meningkatkan kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dengan baik dengan keadaan yang
berubah.
Aksi korektid dapat memunculkan kekhawatiran pegawai dan manajer. Menurut Erez dan Kanfer,
individu menerima perubahan ketika mereka memiliki pemahaman utuh
tentang perubahaan yang terjadi, perasaan dapat mengontrol situasi, dan kesadaran bahwa aksi-aksi yang
diperlukan akan diambil untuk mengimplementasikan perubahan.

2. Apakah pengertian evaluasi strategi (pengawasan strategi)?


Evaluasi strategi adalah cara bagi pelaku bisnis untuk mengevaluasi posisi perusahaan dalam upaya
mencapai tujuan strategis. Semakin kompleks masalah yang terjadi pada lingkungan bisnis, semakin
sulit pula memprediksi keberlangsungan organisasi di masa yang akan datang.

3. Gambarkan dan jelaskan tiga langkah mengerjakan evaluasi strategi?


• Meninjau ulang dasar-dasar strategi organisasi
• Mengukur kinerja organisasi (pengawasan kinerja organisasi)
• Mengambil tindakan korektif

4. Apakah pengertian kinerja organisasi (organizational performance)?


Kinerja organisasi (organizational performance) ialah akumulasi hasil akhir (accumulated end
results) semua proses dan kegiatan kerja organisasi.

5. Jelaskan empat alat untuk memonitor dan mengukur kinerja organisasi


(organizational performance) menurut pendapat Robbins dan Coulter (2005: 233 –
239)?
1. Pengawasan Keuangan (Financial Controls)
Salah satu tujuan utama (primary purposes) setiap perusahaan adalah mendapatkan laba (profit)
bagi pemilik perusahaan. Dalam mengejar tujuan (objective) ini, para manajer membutuhkan
pengawasan keuangan (financial controls).
2. Pengawasan Informasi (Information Controls)
Sistem informasi manajemen (MIS) dapat memberi manajer informasi untuk memonitor kinerja
organisasi (organizational performance) dan mengontrol kegiatan organisasi.
3. Pendekatan Kartu Nilai Seimbang (Balanced Scorecard Approach)
ialah alat pengukuran kinerja yang melihat empat bidang --- bidang keuangan, pelanggan, proses
internal, dan orang / inovasi / pertumbuhan asset --- yang menyumbang (contribute) kepada kinerja
perusahaan (company’s performance).
4. Benchmarking Praktek Terbaik (Benchmarking of Best Practices)
ialah pencarian praktek terbaik (search for the best practices) di kalangan para pesaing atau non-
pesaing yang menghasilkan kinerja yang unggul (superior performance).

6. Apakah pengertian Nilai Tambah Ekonomi (Economic Value Added) (EVA)? Berikan
contoh. ialah alat keuangan untuk mengukur kinerja (performance) perusahaan dan divisi yang
dihitung dengan cara laba operasi setelah pajak (after-tax operating profit) dikurangi biaya modal
tahunan total (total annual cost of capital).
Contoh :

Menghitung EVA (Economic Value

Added). Rumus: EVA = NOPAT - Capital-

Charges

= Rp. 402.750.000 - Rp. 419.900.000

= Rp. -17.150.000
Kesimpulannya, EVA < 0 atau bernilai negatif, artinya perusahaan XYZ tidak mengalami nilai
tambah ekonomi. Sehingga, perusahaan tidak bisa memenuhi harapan para pemodal karena laba
yang tersedia tidak mampu memenuhinya.

Jika EVA > 0, maka perusahaan telah mampu menciptakan nilai tambah ekonomis setelah
perusahaaan membayar semua kewajiban para pemodalnya.

Sementara itu, apabila EVA = 0, maka nilai tersebut menunjukan bahwa penerimaan
perusahaan dalam posisi impas, dan perusahaan telah mampu membayarkan semua
kewajiban untuk para pemodal kreditur sesuai ekspetasinya.

7. Apakah pengertian Nilai Tambah Pasar (Market Value Added) (MVA)? Berikan contoh.
Nilai Tambah Pasar (MVA) adalah perbedaan antara nilai pasar saham perusahaan dengan jumlah
ekuitas modal investor yang telah berikan. Sasaran utama dari kebanyakan perusahaan adalah
dengan memaksimalkan kekayaan para pemegang saham. Dengan meningkatkan kinerjanya,
diharapkan kekayaan pemegang saham pun akan meningkat. Ada pun rumus menghitung Nilai
Tambah Pasar dalah sebagai berikut:
MVA = Nilai Pasar dari Saham – Ekuitas yang diberikan oleh pemegang saham
= (Saham Beredar)(Harga Saham) – Total Ekuitas Biasa
Sebagai contoh PT. ABC pada tahun 2002 total nilai ekuitas pasarnya adalah $ 1.150 Juta, sedangkan
neraca menunjukkan bahwa pemegang saham telah menyetorkan $896 Juta. Jadi, MVA PT. ABC
adalah $ 1.150 - $ 896 = $ 254 Juta. Semakin besar MVA akan semakin baik bagi perusahaan.

8. Apakah pengertian Balanced Scorecard Approach? Berikan contoh.


ialah alat pengukuran kinerja yang melihat empat bidang --- bidang keuangan, pelanggan, proses
internal, dan orang / inovasi / pertumbuhan asset --- yang menyumbang (contribute) kepada kinerja
perusahaan (company’s performance).
Contoh :

9. Apakah pengertian Benchmarking Praktek Terbaik (Benchmarking of Best Practices)?


Berikan contoh.
ialah pencarian praktek terbaik (search for the best practices) di kalangan para pesaing atau non-
pesaing yang menghasilkan kinerja yang unggul (superior performance).
suatu proses yang biasa digunakan dalam manajemen atau umumnya manajemen strategis, dimana
suatu unit/bagian/organisasi mengukur dan membandingkan kinerjanya terhadap aktivitas atau
kegiatan serupa unit/bagian/organisasi lain yang sejenis baik secara internal maupun eksternal.

Anda mungkin juga menyukai