0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan3 halaman

Geologi Pegunungan Selatan Jawa Tengah

Dokumen tersebut merangkum geologi regional Pegunungan Selatan. Daerah ini terdiri dari dua relief utama, yakni relief kasar di timur dan lebih halus di barat. Terdapat tiga satuan morfologi utama: perbukitan berelief sedang hingga kuat, dataran tinggi, dan dataran rendah yang kini menjadi Waduk Gajah Mungkur. Morfologi daerah ini dipengaruhi oleh proses fluvial, vulkanik, struktural, denudasi,

Diunggah oleh

firman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan3 halaman

Geologi Pegunungan Selatan Jawa Tengah

Dokumen tersebut merangkum geologi regional Pegunungan Selatan. Daerah ini terdiri dari dua relief utama, yakni relief kasar di timur dan lebih halus di barat. Terdapat tiga satuan morfologi utama: perbukitan berelief sedang hingga kuat, dataran tinggi, dan dataran rendah yang kini menjadi Waduk Gajah Mungkur. Morfologi daerah ini dipengaruhi oleh proses fluvial, vulkanik, struktural, denudasi,

Diunggah oleh

firman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Geologi Regional Pegunungan Selatan

Posted on May 8, 2017


Zona Pegunungan Selatan adalah daerah pegunungan yang berada pada bagian selatan Jawa
Tengah, daerahnya melampar dimulai dari bagian tenggara provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta, memanjang ke arah timur sepanjang pantai selatan Jawa Timur.

Jika dilihat dari reliefnya, daerah ini pegunungan selatan tersiri dari dua relief secara umum,
yakni relief yang kasar di sisi timur, dan yang cenderung lebih halus di sisi barat, pada bagian
utaranya terdapat gawir-gawir yang memanjang relatif barat-timue, pembentukannya terjadi
karena adanya evolusi tektonik yang terjadi di Pulau Jawa pada zaman Kapur hingga
sekarang.

Gambar 1 : Fisiografi Pulau Jawa bagian timur -mencakup zona Pegunungan Selatan
(source: [Link]
A. Geomorfologi Regional
Secara morfologis daerah Pegunungan Selatan merupakan pegunungan yang dapat dibedakan
menjadi 3 satuan morfologi utama, yaitu:

 Satuan perbukitan berelief sedang sampai kuat, yakni daerah mulai dari
sekitar Imogiri di bagian barat, memanjang ke utara hingga Prambanan,
membelok ke timur (Pegunungan Baturagung) dan terus ke arah timur
melewati Perbukitan Panggung, Plopoh, Kambengan hingga di kawasan yang
terpotong oleh jalan raya antara Pacitan-Slahung, daerah ini didominasi oleh
keberadaan litologi batupasir, breksi vulkanik dan batuan beku dari Formasi
Semilir, Nglanggran atau Wuni dan Besole.
 Satuan dataran tinggi terdapat di daerah Gading, Wonosari, Playen hingga
Semanu. Memiliki ketinggian 400 m di atas muka laut, dengan topografi yang
hampir rata dan pada umumnya ditempati oleh batugamping.
Daerah ini tersusun oleh bukit-bukit kecil maupun berbentuk kerucut, tersusun oleh
batugamping klastik maupun jenis batugamping yang lain.

 Satuan dataran rendah, berada pada daerah mulai dari Wonogiri di utara


hingga Giritrontro-Pracimantoro di selatan. Dataran rendah ini terdiri oleh
batugamping Formasi Kepek yang tertutup oleh endapan Kuarter. Dataran
rendah ini disebut sebagai Depresi Wonogiri-Baturetno, yang saat ini sebagian
besar merupakan daerah genangan Waduk Gajahmungkur.
Kemudian pada daerah Bayat, Kabupaten Klaten, yang  merupakan suatu daerah yang
terletak pada kaki perbukitan rendah yakni Perbukitan Jiwo, perbukitan Jiwo terdiri dari Jiwo
Barat dan Jiwo Timur yang dipisahkan oleh Sungai Dengkeng. Prebukitan ini tersusun oleh
batuan Pra Tersier dan Tersier, dikelilingi oleh dataran yang tersusun oleh endapan Kuarter.

Perbukitan Jiwo tersusun oleh batuan yang kompleks yakni batuan beku: khususnya diorit
dan gabbro , batuan sedimen: batugamping , dan batuan metamorf: sekis, filit, dan marmer .

 
Secara lebih rinci lagi, morfologi daerah Pegunungan Selatan dapat dibagi menjadi:
 
1. Morfologi Fluvial : Morfologi ini cukup mendominasi pada daerah
Pegunungan Selatan kenampakan yang dapat ditemui dapat berupa bar,
dataran banjir, dan lembah sungai dengan stadium erosi pada sungai dewasa-
tua, seperti Sungai Opak dan Sungai Oyo.
2. Morfologi Vulkanik : Morfologi vulkanik yang mempengaruhi daerah Sungai
Opak-Parangtritis adalah berasal dari Gunung Merapi, sehingga daerah
kawasan Sungai Opak tertutup oleh endapan Gunung Merapi.
3. Morfologi Struktural : Morfologi Struktural yang berada di sekitar Sungai
Opak adalah perbukitan bergelombang yang mendominasi di bagian Barat
Bantul, dengan kondisi telah mengalami perlipatan dan tersesarkan, struktur
yang paling mencolok dari kawasan ini adalah terdapatnya perlipatan, dan
sesar utama adalah sesar opak yang sejajar dan melalui Sungai Opak.
4. Morfologi Denudasional/Aluvial: Dataran alluvial sungai Opak banyak
mengandung pasir, karena merupkan kelanjutan foot plain yang bersifat
andesitis yang berasal dari Gunung Merapi, sedangkan pada daerah
selatan/muara sungai Opak menuju Parangtritis lebih bersifat lempung, karena
terpengaruh material alluvial yang berasal dari pegunungan sebelah timur
yang diendapkan banjir, lembah sungai
5. Morfologi Karst: Daerah Karst yang terdapat pada kawasan Sungai Opak
adalah Karst Gunung Sewu, Pegunungan Sewu merupakan hasil proses
pengikisan dan pengangkatan, ditandai dengan adanya diaklas-diaklas pada
lapisan batuan kapur, air hujan yang jatuh dipermukaan bumi menghilang
dalam lubang ponor ( penghujung sungai bawah tanah menuju laut ), dan
meresap melalui diaklas-diaklas yang kemudian melarutkan dinding kapur.
Wilayah Karst juga terdapat di tepian Pantai Parangtritis ditandai dengan
perbukitan batugamping yang berjejer sepanjang pantai di arah timur.
[Link]    Eolian: Bentuk lahan ini terbentuk karena dua faktor utama yaitu adanya
kekuatan tiupan angin dan adanya endapan material pasir yang membentuk dune. Bukit pasir
di parangtritis membujur kearah barat pantai selatan Jawa Tengah sampai daerah Cilacap.
Sifat materialnya hampir homogen dengan bahan dasarnya dari batuan andesitis.
[Link]   Pantai: Pantai parangtritis sebenarnya tergolong pantai emergence ( pantai
terangkat ), kemudian tenggelam sebagian,namun masih tergolong pantai emergence
( khususnya bagian timur) sedang bagian barat lebih mencirikan sub emergence yang telah
terendapi oleh hasil erosi berupa dataran alluvial serta gumuk-gumuk pasir.
1. Stratigrafi Regional

Anda mungkin juga menyukai