0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan13 halaman

Jenis Kaki LED: Anode dan Cathode

Dokumen tersebut membahas tentang LED dan mikrokontroler. Terdapat penjelasan singkat tentang cara kerja LED dan jenis-jenisnya seperti LED RGB serta cara menggunakannya pada mikrokontroler seperti NodeMCU dan Arduino. Juga dijelaskan proyek contoh menyalakan LED secara berurutan dan kode programnya.

Diunggah oleh

Yudha Erian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan13 halaman

Jenis Kaki LED: Anode dan Cathode

Dokumen tersebut membahas tentang LED dan mikrokontroler. Terdapat penjelasan singkat tentang cara kerja LED dan jenis-jenisnya seperti LED RGB serta cara menggunakannya pada mikrokontroler seperti NodeMCU dan Arduino. Juga dijelaskan proyek contoh menyalakan LED secara berurutan dan kode programnya.

Diunggah oleh

Yudha Erian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

04.

LED

LED

Topik Bahasan
LED

Kemampuan Akhir yang Direncanakan


Mahasiswa mampu menjelaskan cara kerja digitalWrite
Mahasiswa mampu mengimplementasi Coding Running LED
Mahasiswa mampu melakukan pengembangan simulasi LED
Mahasiswa mampu membedakan LED Anode dan Cathode

Teori Singkat
Mikrokontroler
Mikrokontroler adalah suatu chip berupa IC (Integrated Circuit) yang dapat menerima sinyal input, mengolahnya dan
memberikan sinyal output sesuai dengan program yang diisikan ke dalamnya. Sinyal input mikrokontroler berasal dari
sensor yang merupakan informasi dari lingkungan sedangkan sinyal output ditujukan kepada aktuator yang dapat
memberikan efek ke lingkungan. Jadi secara sederhana mikrokontroler dapat diibaratkan sebagai otak dari suatu
perangkat/produk yang mempu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Mikrokontroler pada dasarnya adalah komputer dalam satu chip, yang di dalamnya terdapat mikroprosesor, memori,
jalur Input/Output (I/O) dan perangkat pelengkap lainnya. Kecepatan pengolahan data pada mikrokontroler lebih
rendah jika dibandingkan dengan PC. Pada PC kecepatan mikroprosesor yang digunakan saat ini telah mencapai
orde GHz, sedangkan kecepatan operasi mikrokontroler pada umumnya berkisar antara 1 – 16 MHz. Begitu juga
kapasitas RAM dan ROM pada PC yang bisa mencapai orde Gbyte, dibandingkan dengan mikrokontroler yang hanya
berkisar pada orde byte/Kbyte.

26
04. LED

Block Diagram MCU

Sistem yang menggunakan mikrokontroler sering disebut sebagai embedded system atau dedicated system.
Embeded system adalah sistem pengendali yang tertanam pada suatu produk, sedangkan dedicated system adalah
sistem pengendali yang dimaksudkan hanya untuk suatu fungsi tertentu. Sebagai contoh, printer adalah suatu
embedded system karena di dalamnya terdapat mikrokontroler sebagai pengendali dan juga dedicated system karena
fungsi pengendali tersebut berfungsi hanya untuk menerima data dan mencetaknya. Hal ini berbeda dengan suatu PC
yang dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, sehingga mikroprosesor pada PC sering disebut sebagai
general purpose microprocessor (mikroprosesor serba guna). Pada PC berbagai macam software yang disimpan
pada media penyimpanan dapat dijalankan, tidak seperti mikrokontroler hanya terdapat satu software aplikasi.
Penggunaan mikrokontroler antara lain terdapat pada bidang-bidang berikut ini:

1. Otomotif : Engine Control Unit, Air Bag, fuel control, Antilock Braking System, sistem pengaman alarm, transmisi
automatik, hiburan, pengkondisi udara, speedometer dan odometer, navigasi, suspensi aktif.
2. perlengkapan rumah tangga dan perkantoran : sistem pengaman alarm, remote control, mesin cuci, microwave,
pengkondisi udara, timbangan digital, mesin foto kopi, printer, mouse.
3. pengendali peralatan di industri.
4. robotika.

selain itu ada banyak jenis board microcontroller yang dapat digunakan dalam pengembangan project Internet of
Things, salah satu jenis board yang umum dipakai adalah Arduino dan NodeMCU.

27
04. LED

Arduino UNO

NodeMCU

NodeMCU Development Board


NodeMCU adalah mikrokontroller yang dibuat berdasarkan chip WiFi ESP8266, jadi NodeMCU adalah seperti arduino
biasa yang dapat di flash instruksi tertentu sesuai dengan keinginan kita namun memiliki fitur WiFi, sehingga dapat
berinteraksi dengan perangkat client jaringan atau bahkan dengan internet.

NodeMCU juga merupakan development board yang juga menyediakan firmware berbasis eLua untuk chip WiFi
ESP8266 dari vendor Espressif. Firmwarenya berbasis Espressif NON-OS SDK dan menggunakan file system
berbasis spiffs. Repositori kodenya sendiri berisi 98.1% C-code. Firmware NodeMCU adalah projek pendukung dari
development kit NodeMCU yang sangat populer, yang juga menyertakan development board open-source siap pakai
yang menggunakan chip ESP8266-12E.

Pemrograman NodeMCU dapat dilakukan dengan mudah sebagaimana menggunakan Arduino. Perbedaan utamanya
adalah pada bagian penomeran pin dari boardnya, seperti terlihat pada gambar berikut:

28
04. LED

Ada beberapa jenis development board NodeMCU yang umum di jual di pasaran, yaitu jenis Amica dan Lolin. Yang
membedakan diantara keduanya hanya pada ukuran dan urutan nomor dari GPIO pin nya.

29
04. LED

NodeMCU versi Lolin

30
04. LED

NodeMCU versi AMICA

LED
LED atau akronim dari light-emitting diode adalah sebuah sumber cahaya semikonduktor yang memancarkan
cahaya ketika arus mengalir melaluinya. Secara umum yang sering digunakan terdiri dari 2 jenis LED dengan satu
warna(memiliki 2 kaki) dan LED dengan tiga warna(memiliki 4 kaki) atau sering disebut juga dengan LED RGB, yang
akan dibahas di sini adalah LED RGB. Berikut ini adalah gambar dari LED RGB

Pada gambar di atas LED RGB terdapat 4 kaki, dimana kaki terpanjang adalah bagian ground atau tegangan
tergantung dari jenis LED. Kemudian untuk 3 kaki yang lain adalah warna merah, hijau, dan biru.

Walaupun LED RGB hanya terdapat 3 warna, tetapi kita bisa menggabungkan untuk mendapatkan warna yang lain.
Sebagai contoh akan menghidupkan/menghasilkan warna kuning berarti LED warna hijau dan merah perlu diberikan
tegangan, ilustrasinya dapat ditunjukkan pada gambar di bawah ini

31
04. LED

LED RGB terdiri dari 2 jenis yaitu common annode dan common cathode, common annode adalah salah satu kaki
memiliki kutub positif sedangkan common cathode salah satu kaki memiliki kutub negatif. Kaki yang memiliki kutub
positif atau negatif biasanya memilik bentuk fisik yang paling panjang. Gambaran umum dari kedua jenis LED
tersebut dapat ditunjukkan pada gambar di bawah ini

Untuk mengetahui LED annode ataupun LED cathode dapat menggunakan multimeter, caranya sama seperti ketika
mencari arus dengan menghubungkan sisi positif/negatif pada kaki paling panjang pada LED RGB dan sisi
positif/negatif pada multimeter dihubungkan pada kaki yang lainnya(kaki untuk warna merah, hijau, ataupun biru).
Ketika menyala berarti kita bisa mengkategorikan LED tersebut.

Mengetahui jenis LED RGB yang digunakan(annode ataupun cathode) sangat penting, karena berpengaruh terhadap
pemasangan di microcontroller ataupun Raspberry yang digunakan.

32
04. LED

Cara Mencoba LED Menggunakan Multimeter


Untuk mengetahui apakah LED berfungsi dengan baik bisa menggunakan multimeter, untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada gambar di bawah ini

Praktikum
Project 1: Running LED RGB
Pada project ketiga ini akan dilakukan percobaan untuk menyalakan lebih dari satu LED secara teratur dan berurutan
(running lED), siapkan beberapa komponen yang dibutuhkan dan rangkailah komponen tersebut pada project board.

Hardware Preparation:

NodeMCU x 1
LED RGB x 1
220 ohm resistor x 3, optional
Kabel Dupont (male to male)
Micro USB cable x 1
PC/laptop x 1
Software Visual Studio Code

Rangkailah komponen-komponen yang diperlukan seperti pada gambar berikut

33
04. LED

Tanpa resistor

Dengan resistor

Resistor digunakan untuk menyeimbangkan arus yang akan dialirkan ke LED, sehingga ketika
menggunakan resistor LED tidak rusak atau putus karena kelebihan arus

Dari gambar di atas dapat dilihat pengkabelan seperti pada tabel di bawah ini

ESP8266 Amica LED RGB

D5 Red

D6 Green

D7 Blue

Vin/3V3 Tegangan

1. Selanjutnya tuliskan kode program berikut pada Visual Studio Code

34
04. LED

#include <Arduino.h>

#define RED_LED D5 //led warna merah


#define GREEN_LED D6 //led warna hijau
#define BLUE_LED D7 //led warnah biru

void setup() {
[Link](115200);
pinMode(RED_LED,OUTPUT);//atur pin-pin digital sebagai output
pinMode(GREEN_LED,OUTPUT);
pinMode(BLUE_LED,OUTPUT);
[Link]("Contoh Program LED RGB");
}

void rgbLED(){
digitalWrite(RED_LED, HIGH);
digitalWrite(GREEN_LED, LOW);
digitalWrite(BLUE_LED, LOW);
[Link]("LED Merah nyala");
delay(1000);

digitalWrite(RED_LED, LOW);
digitalWrite(GREEN_LED, HIGH);
digitalWrite(BLUE_LED, LOW);
[Link]("LED Hijau nyala");
delay(1000);

digitalWrite(RED_LED, LOW);
digitalWrite(GREEN_LED, LOW);
digitalWrite(BLUE_LED, HIGH);
[Link]("LED Biru nyala");
delay(1000);
}

void loop() {
rgbLED();
}

2. Upload Sketch program diatas ke board NodeMCU

3. Segera setelah proses compile dan upload selesai, LED pada rangkaian project board akan menyala secara
berurutan dengan jeda waktu 1 detik

Project 2: SOS LED


Pada project ketiga ini akan dilakukan percobaan untuk menyalakan lebih dari satu LED secara teratur sesuai sandi
morse SOS, untuk komponen yang dibutuhkan dan rangkaian masih menggunakan komponen pada projek yang
sebelumnya.

1. Buat project menggunakan Visual Studio Code dengan nama vs-program2

2. Selanjutnya tuliskan kode program berikut pada Visual Studio Code

#include <Arduino.h>

#define RED_LED D5 //led warna merah


#define GREEN_LED D6 //led warna hijau
#define BLUE_LED D7 //led warnah biru

void setup()
{
[Link](115200);
pinMode(RED_LED, OUTPUT); //atur pin-pin digital sebagai output

[Link]("Contoh Program LED SOS");

35
04. LED

void loop()
{
// 3 dits (3 titik atau huruf S)
for (int x = 0; x < 3; x++)
{
digitalWrite(RED_LED, HIGH); // LED nyala
delay(150); // delay selama 150ms
digitalWrite(RED_LED, LOW); // LED mati
delay(100); // delay selama 100ms
}
delay(100);

// 3 dahs (3 garis atau huruf O)


for (int x = 0; x < 3; x++)
{
digitalWrite(RED_LED, HIGH); // LED nyala
delay(400); // delay selama 400ms
digitalWrite(RED_LED, LOW); // LED mati
delay(100); // delay selama 100ms
}

// 100ms delay to cause slight gap between letters


delay(100);
// 3 dits again (3 titik atau huruf S)
for (int x = 0; x < 3; x++)
{
digitalWrite(RED_LED, HIGH); // LED nyala
delay(150); // delay selama 150ms
digitalWrite(RED_LED, LOW); // LED mati
delay(100); // delay selama 100ms
}

// wait 5 seconds before repeating the SOS signal


delay(5000);
}

3. Upload Sketch program diatas ke board NodeMCU

4. Segera setelah proses compile dan upload selesai, LED pada rangkaian project board akan menyala secara
berurutan dengan jeda waktu 1 detik

Video Pendukung

36
04. LED

Tugas
Kembangkan praktikum ke-2(SOS) sehingga ada 3 LED yang digunakan yaitu merah, hijau dan biru. LED hijau
menggunakan LED RGB, sedangkan untuk LED biru dan LED merah menggunakan LED yang terdapat padad
ESP8266. Buatlah skematik(gambar pengkabelannya) dan kode programnya!
Kumpulkan laporan dan tugas di LMS

Hasil Tugas yang Diharapkan

37
04. LED

38

Anda mungkin juga menyukai