TEKNIK DASAR PENGOPERASIAN
ALAT EXCAVATOR
EXCAVATOR (BACK HOE – SHOVEL)
M2 – 1. Supervisi
1.1. Operator
1.2. Persiapan operasi
1.3. Parkir unit setelah operasi
1.4. Kegiatan setelah operasi
M2 – 2. Spesifikasi Excavator
2.1. PC 650
2.2. PC 1100
2.3. HITACHI 2500
2.4. RH120
M3 – 3. Teknik Operasi
3.1. Teknik Traveling
3.2. Teknik Loading
M4 – 4. Coal Cleaning
Pelaihan Dasar Pengawas Operasional Page 1 of 12
PT. Solusi Inspirasi Mandhiri first edition, Januari 2017
TEKNIK DASAR PENGOPERASIAN
ALAT EXCAVATOR
1. SUPERVISI PERSIAPAN OPERASI
1.1. KONDISI SIAP KERJA atau
TAK SIAP BEKERJA
Sudah siapkah Operator anda
bekerja ?
1. Bagaimana dengan kondisi fisik ?
i. Sehat ?
ii. Tidak mengantuk ?
iii. Ada masalah ? (Keluarga,
pekerjaan) Seorang Operator – Driver
2. Perlengkapan kerja (APD) ? sedang melakukan P2H
3. Helmet
4. Ear plug ? 1. (Pelaksanaan Perawatan
5. Safety Shoes Harian). Hal ini untuk
6. Sarung tangan ? memastikan bahwa kondisi unit
7. Identitas diri ? siap dan layak di operasikan.
8. SIMPER ? 2. Seorang Operator dan Driver
akan segera melaporkan ke
Apabila semua telah terpenuhi, atasan Foreman dan
pastikan sekali lagi bahwa Operator Supervisor, apabila unit nya
anda siap bekerjaan dengan aman. mengalami gangguan atau
kerusakan.
INGAT APD : ALAT-ALAT
PELINDUNG DIRI HATI-HATI SAAT ANDA
MELAKUKAN P2H, BAHAYA
SELALU MENGINTAI !!!!
Seorang Foreman jatau Supervisor
harus memastikan bahwa semua INGAT !!!!!!!!!
Operator – Driver dan karyawan siap BAHWA KERUSAKAN ALAT
bekerja hari ini. TERBESAR LEBIH DISEBABKAN
OLEH KETELEDORAN DAN
KELALAIAN PERAWATAN
Pelaihan Dasar Pengawas Operasional Page 2 of 12
PT. Solusi Inspirasi Mandhiri first edition, Januari 2017
TEKNIK DASAR PENGOPERASIAN
ALAT EXCAVATOR
Sebelum seorang Operator melakukan
pekerjaanya. PASTIKAN bahwa : 1.3.1. PARKIR UNIT YANG
1. Pengawas - group leader BENAR
telah memberikan pengarahan 1. Posisikan bucket rata dengan
& petunjuk pekerjaan hari ini. tanah
2. Tanyakan sekali lagi kepada 2. Jauhkan dari pohon-pohon dan
Operator : bahwa dia telah rating-rating yang kering
betul-betul memahami 3. Beri jarak 1 x lebar unit
pekerjaannya hari ini. 4. Usahakan semua rod cylinder
Misal : masuk
i. Apa tujuan dan maksud 5. Bersihkan kotoran yang melekat
pekerjaan hari ini ? pada bagian undercarriage,
ii. Instruksi : khususnya Top Roller.
iii. Patok, Pita dan tanda survey
lainnya
iv. Kondisi material dan
lingkungan kerja.
v. Batas-batas pekerjaan
Dengan demikian kita telah menjalin
suatu kerja sama TIM yang tangguh.
1.3.2. PARKIR UNIT YANG
SALAH
Lohat gambar dibawah. Hal ini akan
berakibat :
1. Semua jenis cairan tidak
terdetaksi dengan sempurna.
2. Tod Cilinder akan terbebani
karena track sebagian masih
menggantung.
3. Memerlukan tempat yang luas.
1.3. PARKIR UNIT SETELAH
OPERASI
Prosedur yang harus dilakukan
setelah selesai operasi atau kerja :
1. Parkirkan unit pada lokasi yang
telah disediakan
2. Matikan engine sesuai dengan
prosedur
3. Lakukan pengecekan unit selesai
operasi.
Pelaihan Dasar Pengawas Operasional Page 3 of 12
PT. Solusi Inspirasi Mandhiri first edition, Januari 2017
TEKNIK DASAR PENGOPERASIAN
ALAT EXCAVATOR
3. Periksa apakah ada kebocoran-
kebocoran yang timbul selama
dan setelah operasi
4. Melaporkan keatasan bila ada
kejanggalan.
BAGAIMANA BILA HAL INI TIDAK
DILAKUKAN OLEH OPERATOR ?
APA AKIBATNYA :
1. Keausan pada undercarriage,
tire tidak diketahui
2. Kebocoran yang timbul selama
operasi tidak diketahui
3. Memperdek umur alat,
disebabkan oleh kurangnya
1.4. KEGIATAN OPERATOR
SETELAH SELESAI OPERASI
Hal-hal yang harus dikerjakan oleh
seorang operator Dozer selesai
operasi adalah :
1. Melakukan P2H (Pemeriksaan
Perawatan Harian)
2. Mebersihkan kotoran-kotoran
yang melekat di bagian
Undercarriage dan Engine
2. SPESIFIKASI EXCAVATOR
Pelaihan Dasar Pengawas Operasional Page 4 of 12
PT. Solusi Inspirasi Mandhiri first edition, Januari 2017
TEKNIK DASAR PENGOPERASIAN
ALAT EXCAVATOR
2.1. SPESIFIKASI UNIT PC 400 - 6
Operating Weight : 41400 Kg
Fly wheel orse Power : 330 HP / 1850 Rpm
Bucket Capacity Range (SAE) : 1.3 s.d 2.2. M3
Performance :
- Swing Speed : 9.3 Rpm
- Travel Speed : 3.2 s.d. 5.5 Km/H
Dimensions :
- Over all Leght : 11835 mm
- Over all Width : 3430 mm
- Over all Height : 3635 mm
- Track gauge : 2740 mm
- Lenght of Track on Ground : 4020 mm
- Tail Swing Radius : 3500 mm
- Ground Clearance : 555 mm
Engine :
- Model : Komatsu
- No of Cylinder :6
- Bore x stroke : 125 x 150 mm
- Piston Displacement : 11,04 Liter
Hydarulic System :
- Hydraulic Pump : Piston
- Max Oil Flow : 652 liter
- Max Oil Pressure : 355 kg/Cm
- Track Shoe Width : 600 mm
- Ground pressure : 0,79 kg/Cm2
Capacity :
- Fuel Tank : 605 liter
- Hydraulic Oil Tank : 270 liter
Machine Spec.
- Boom : 7060 mm
- Arm : 3380 mm
- Bucket (SAE) : M3
Pelaihan Dasar Pengawas Operasional Page 5 of 12
PT. Solusi Inspirasi Mandhiri first edition, Januari 2017
TEKNIK DASAR PENGOPERASIAN
ALAT EXCAVATOR
2.2. SPESIFIKASI UNIT PC 1250 SP - 7
Operating Weight : 109.500 Kg
Horse Power : 485 (651) HP / 1800 Rpm
Bucket Capacity Range (SAE) : 6,7. M3
Performance :
- Swing Speed : 5,5 Rpm
- Travel Speed : 2,1/3,2 Km/H
Dimensions :
- Max. jangkauan digging : 14.070 mm
- Max. kedalaman digging : 7.900 mm
- Max. tinggi diging : 13.000 mm
- Max. kedalaman vertical : 5.025 mm
- Max. ketinggian dumping : 8.450 mm
- Max. jangkauan level ground : 13.670 mm
- Panjang keseluruhan : 14.790 mm
- Tinggi keseluruhan : 6.265 mm
- Lebar keseluruhan : 5.355 mm
- Lebar track : 700 mm
Pelaihan Dasar Pengawas Operasional Page 6 of 12
PT. Solusi Inspirasi Mandhiri first edition, Januari 2017
TEKNIK DASAR PENGOPERASIAN ALAT
EXCAVATOR
3. TEKNIK OPERASI
3.1. TRAVELING (Back Hoe)
Pada saat melakukan traveling
seorang Operator harus
memperhatikan hal-hal berikut ini :
1. Ketinggian Bucket di atas
permukaan tanah adalah 50 cm
2. Posisi front idler selalu berada
didepan, fungsinya sebagai
peredam geteran bila terjadi
benturan dengan material keras 1. Keseimbangan unit
3. Tidak melakukan pemindahan berkurang dan memungkin
posisi unit dengan cara terperosok atau ambles pada
melakukan menekan Bucket (di saat unit melewati material
jack ). Hal ini lembek.
akanmengakibatkan kerusakan 2. Terjadi keausan di
di bagian BOOM, Arm dan Undercarriage terutama Link,
attachment lainnya. Tooth Sprocket.
4. Usahakan istirahat 15 menit 3. Motor travel akan menjadi
setiap enempuh jarak 1 km atau panas bila saat traveling
melakukan perjalanan selama tidak diselingi dengan
45 menit. Hal ini bertujuan untuk istirahat.
menjaga keausan pada bagian 4. Keretakan pada Boom, Arm
Undercarriage dan Travel dan attachment lainnya bila
Motor. saat manuver selalu
5. Berhati-hati terhadap menggunkan metode
keberadaan benda disekitarnya, menekan bucket atau di
missal : kabel listrik, tiang listrik jack.
dll.
TEKNIK LOADING
EXCAVATOR (BACKHOE)
INGAT !!!!!!!!!!!!!!!!!
EXCAVATOR APAPUN JENIS-
NYA BUKAN UNTUK BERJALAN
JAUH. BILA HAL ITU HARUS
TERJADI PERGUNAKANLAH
LOW BOY SEBAGAI ALAT
PENGANGKUT
Training & Development Center Page 7 of 12
PT. Riung Mitra Lestari first edition, Maret 2011
TEKNIK DASAR PENGOPERASIAN ALAT
EXCAVATOR
Sering dalam dunia tambag disebut
sebagai Teknik Low Level. Gambar : Teknik Over The Rail,
Keuntungan teknik ini adalah : teknik ini tidak diperkenankan
1. Loading time kecil (Sudut swing
kurang dari 30 derajat) ME SET UP (DRIVE BY/MODIFIED
2. Operator mempunyai sudut DRIVE BY)
pandang luas (mampu melihat
fornt loading).
3. Kondisi fornt aman dan
terjamin, karena Dump truck
tidak akan menabrak Alat
loading.
POSISI LOADING
Metode ini cukup efektif dengan
pesyaratan kondisi front luas.
Sehingga truck mampu bermanuver
tanpa mundur tetapi tetap maju
dalam kondisi serong dan siap muat.
Sedangkan posisi Excavator, track
agak serong untuk meminimalkan
Ketinggian stock adalah sama
kecelakan akibat stock material
dengan tinggi vessel, sehingga
longsor.
diperoleh posisi loading time dan
Keuntungan lain adalah : posisi
swing time kecil.
bucket pada saat muat dan tumpah
ke vessel truk melewati pantat truk,
tidak melewati didinding truk.
Training & Development Center Page 8 of 12
PT. Riung Mitra Lestari first edition, Maret 2011
TEKNIK DASAR PENGOPERASIAN ALAT
EXCAVATOR
ME SET UP (BOX CUT, SAME
LEVEL) 2. Loading Boulder, akibat yang
terjadi :
1. Tindakan membahayakan
keselematan rekan kerja
2. Akan merusak vesel
Posisi ini cukup sulit dan
memerlukan persyaratan kondisi
front luas.
Hal ini terjadi karena kondisi struktur
batubara FRONT SHOVEL
3.3.1. FRONT SHOVEL PATTERN
Gambar dibawah ini adalah : contoh
Teknik Loading yang salah : Gambar : Digging Steping
1. Posisi stock terlalu tinggi :
1. Jangkauan arm terhadap
vessel tidak seimbang
2. Kemampuan sudut pandang
Operator menjadi terbatas
INGAT !!!!!!!!!!
KONDISI INI BERPOTENSI
TERHADAP KESELAMATAN
KERJA OPERATOR DAN DRIVER.
POSISI PENGGALIAN dan
TAHAPAN YANG TEPAT (BENAR)
- Penggalian harus dimulai dari
atas (1)
- Setelah itu tahapan no (2) dan
(3) dengan posisi bucket lurus
searah dengan material
- Setelah bagian 1, 2 dan 3
terambil, Shovel mundur untuk
mengambil material paling
bawah
Training & Development Center Page 9 of 12
PT. Riung Mitra Lestari first edition, Maret 2011
TEKNIK DASAR PENGOPERASIAN ALAT
EXCAVATOR
Keuntungan yang diperoleh : Keuntungan metode ini adalah :
1. Pandangan Operator bebas
1. Cycle time lebih cepat
pada saat melakukan loading
2. Kemungkinan longsor kecil
sebab arah Swing ke kiri
3. Pekerjaan lebih rapi
2. Keamanan dan keselamatan
4. Tidak memaksakan unit.
alat lebih terjamin
3. Loading time lebih optimum.
POSISI PENGGALIAN YANG
TIDAK TEPAT (SALAH)
FRONT SHOVEL SET-UP (TWO
Posisi Digging dari bawah, akbiat
SIDE)
yang terjadi adalah ;
a.
- Posisi unit menjadi tidak stabil
- Cycle time tinggi, produktivitas
tidak optimum.
- Kondisi tidak aman, potensi
material longsor.
- Hydraulic Bucket menjadi
lambat karena menerima beban
material diatasnya.
DIBAWAH INI ADALAH BEBERAPA
CONTOH METODE PENGGALIAN :
[Link]. FRONT SHOVEL SET-UP
(SINGLE SIDE)
a. b.
b. Keuntungan menggunakan metode
Double Side adalah :
1. Dump Truck tidak perlu antri
atau menunggu
2. Cycle time lebih optimum atau
cepat, sehingga produktivitas
lebih tinggi
3. Spot time relatif lebih kecil
dibanding dengan metode
lainnya.
Training & Development Center Page 10 of 12
PT. Riung Mitra Lestari first edition, Maret 2011
TEKNIK DASAR PENGOPERASIAN ALAT
EXCAVATOR
FRONT SHOVEL SET-UP CATATAN :
(PARALEL DIG) Pekerjaan Penggalian dengan
menggunakan tipe Excavator
Shovel, didalam peroses
pekerjaanya selalu memerlukan
alat bantu Dozer, sebagai alat
perapian area kerja.
4. COAL CLEANING
Gambar dibawah adalah contoh
aktivitas Coal Cleaning dengan
metoda yang benar :
1. Posisi track sejajar arah
Metode ini dipergunakan pada kasus memanjang tambang atau
seperti diatas, misal lokasi sempit. tegak lurus terhadap bidang
Keuntungan dengan menggunakan miring Batubara.
metode ini adalah : 2. Operator mempunyai sudut
Bisa beroperasi maksimum pandang yang luas untuk
dilokasi yang sempait. melihat kondisi diluar.
BLIND SIDE (BUTA )
Gambar :
Gambar dibawah adalah contoh aktivitas
Coal cleaning dengan menggunakan metoda
yang tidak tepat, yaitu : posisi track
menghadap searah bidang Batubara,
akibatnya adalah : waktu Coal Cleaning
Kekurangan metode ini adalah :
akan berlangsung lebih lama.
1. Pandangan Operator
terhalang pada saat
melakukan Swing ke kanan
2. Keamanan dan keselamatan
alat kurang terjamin dan perlu
ekstra hati-hati
3. Cycle time Loading relatif
lebih besar, unit tidak
produktif.
METODE INI TIDAK UNTUK DI-
PERGUNAKAN DILAPANGAN
Training & Development Center Page 11 of 12
PT. Riung Mitra Lestari first edition, Maret 2011
TEKNIK DASAR PENGOPERASIAN ALAT
EXCAVATOR
Contoh : metoda Coal Cleaning yang
benar
1. Posisi track berlawanan dengan
parting yang akan dibersihkan
2. Dengan menggunakan punggung
bucket parting tersebut didorong
ke bawah sampai lepas
jangkauan boom dan arm.
3. Waktu cleaning jauh lebih cepat,
karena posisi track bidang yang
dibersihkan
Contoh : metoda Coal Cleaning yang
salah
Kelemahan :
1. Waktu Cleaning yang dibutuhkan
lebih lama, unit akan sering
bergeser.
2. Kualitas kerja tidak rapi, karena
masih menyisakan parting hasil
cleaning.
Training & Development Center Page 12 of 12
PT. Riung Mitra Lestari first edition, Maret 2011