Nama : Okta Adinda Aprisa
NIM : 21180071
Mata Kuliah : Pengantar Kewirausahaan
Program Studi : Pendidikan Bahasa Jepang
[Link]
Contoh Rencana Bisnis : Thrift Shop ”DIARYFASHION”
[Link] dan Misi Usaha
Visi
Menjadi toko baju thrifting "DIARYFASHION" Online yang mampu membuat
pelanggannya menjadi modis serta memberikan kesan berkualitas dan murah di hati
pelanggannya.
Misi
Kepuasan pelanggan adalah tujuan utama kami.
Mempermudah kalangan masyarakat yang mempunyai penghasilan menengah kebawah
untuk mempunyai baju yang mempunyai brand terkenal.
Menyediakan variasi pilihan baju yang selalu mengikuti trend masa kini
Menjual baju-baju bermerk dengan harga murah.
Menjadi tempat usaha yang bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.
Memberikan pelayanan yang memuaskan dan sebaik-baiknya. Menjadi usaha baju second
layak pakai yang banyak diminati oleh masyarakat
Memperoleh untung yang sebesar-besarnya.
[Link] Belakang
Bisnis mode (fashion) semakin marak di Indonesia. Mulai dari bisnis mode bermerek
terkenal (fashion branded) hingga bisnis pakaian bekas yang mulai dilirik. Berbagai model
pakaian dengan desain baru dikeluarkan oleh produsen tiap harinya. Konsumen produk mode
(fashion) juga semakin antusias menyambut model-model baru yang dirilis. Tak heran
berbagai outlet penjualan produk fashion tidak pernah sepi.
Seiring dengan berkembang pesatnya mode berpakaian pada zaman sekarang, orang-orang
terutama generasi muda berusaha tidak ketinggalan zaman dalam hal berpakaian dengan
mengikuti mode yang sedang menjadi tren. Dalam berpakaian sehari-hari seolah mereka
tidak ingin ketinggalan jaman dengan tren yang saat ini. Hal ini membuat para generasi muda
berlomba-lomba untuk tidak ketinggalan zaman dalam hal berpakaian.
Saya melihat permasalahan yang terjadi saat ini bahwa banyak generasi muda yang ingin
mengikuti perkembangannya tren mode (fashion) mereka ingin sekali menggunakan baju-
baju bermerek terkenal. Namun, beberapa dari mereka ada pada golongan ekonomi
menengah kebawah, sedangkan mereka ingin memenuhi gengsinya untuk mengikuti
perkembangan tren mode (fashion) tersebut.
Sebagai wirausaha tentu kita harus peka terhadap kebutuhan masyarakat yang ada disekitar
kita dan memanfaatkannya sebagai peluang untuk berwirausaha. Seperti yang kita ketahui
bahwa, usaha adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh
keuntungan dan keberhasilan dalam hal keuangan agar dapat memenuhi kebutuhannya
pemilik usaha.
Dengan melihat masalah tersebut, bisnis pakaian bekas bermerek (branded) dapat menjadi
salah satu alternatif usaha yang bisa dibilang cukup diminati karena potensinya untuk maju
sangat besar di zaman seperti sekarang ini. Mengingat lifestyle atau gaya hidup generasi
muda yang sudah menjadikan pakaian tersebut sebagai atribut atau identifikasi dari ekspresi
diri mereka
A. DESKRIPSI USAHA
Nama : Thrift Shop “DiaryFashion”
Bentuk usaha : Perdagangan dengan pengembangan Usaha Mandiri Kecil & Menengah
(UMKM) Online
B. Data Pengusaha
Nama : Okta Adinda Aprisa
Tempat, Tanggal Lahir : Solok, 24 Oktober 2002
Pendidikan : Sedang menempuh S1 Pogram Study Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas
Bahasa dan Seni
B. Job Discription
Produk yang kami tawarkan pada Thrifting Second ”DiaryFashion” ini adalah pakaian
wanita yang terdiri dari berbagai jenis pakaian yang berbeda. Adapun produk yang kami
maksud tersebut adalah sebagai berikut:
Pakaian
Tas
Sepatu
Aksesoris lainya
Gambaran produk produk yang kami jual adalah barang-barang bekas yang masih layak
pakai. Barang-barang yang kami jual seperti pakaian, sepatu, tas, dompet, ikat pinggang,
dan lain-lain. Semua barang yang kami jual dapat jamin kebersihan dan kelayakan barang
yang kami jual karena sebelum dijual semua barand tersebut akan terlebih dahulu dicuci
dan dibersihkan. Kebanyakan dari barang yang kami jual ialah merk-merk ternama yang
hanya dijual di store-store yang terdapat di mall-mall elit. Kami menjual barang-barang
tersebut karena memang sudah tidak mungkin dipak i lagi dengan berbagai alasan. Harga
yang kami tawarkan pun masih sangat terjangkau.
A. Alasan Pemilihan Bisnis
Merupakan Bisnis Kekinian. Thrift shop di Indonesia merupakan hal yang baru terjadi
beberapa tahun ke belakang, bahkan sedang menjadi sangat tren di masa kini. Bagi
mereka yang suka membeli barang-barang bekas, pakaian bukan sekedar kebutuhan
primer melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup mereka. pakaian bekas yang
biasa dijual di thrift store dengan harga 25.000-150.000 rupiah di toko itu didapatkan
dengan harga 1 juta rupiah per karung. Satu karung pakaian bekas, Anda akan
mendapatkan 50-100 pakaian secara acak. Jika Anda membeli 1 karung dengan harga 1
juta rupiah dan mendapat 50 pakaian, lalu Anda menjual kembali dengan harga 50.000
rupiah, Anda akan mendapatkan kembali modal Anda beserta untungnya sebesar
2.500.000 rupiah.
Bisnis ini sangat cocok dengan generasi saat ini, generasi yang membeli barang secara
impulsif dan senang mengikuti tren sehingga rela mengeluarkan sejumlah uang yang
cukup banyak. Mereka dapat produk branded dengan harga yang ramah di kantong. Saat
ini, sudah banyak platform online yang menjadi wadah dalam memperjualbelikan barang
bekas. Dengan demikian, Anda tidak perlu kebingungan ketika akan memulai bisnis
Anda. Thrift shopping atau berbelanja barang bekas layak pakai kini semakin menjamur
di Indonesia. Dipilih lantaran sebagai salah satu upaya menjaga lingkungan dari limbah
produk yang semakin hari semakin menumpuk.
II. ANALISIS PEMASARAN
1. Product (produk)
Produk yang kami tawarkan pada Thrifting Second Hand Preloved ini adalah pakaian pria
yang terdiri dari berbagai jenis pakaian yang berbeda. Adapun produk yan g kami maksud
tersebut adalah sebagai berikut:
Pakaian
Tas
Sepatu
Aksesoris lainya
Gambaran produk produk yang kami jual adalah barang-barang bekas yang masih layak
pakai. Barang-barang yang kami jual seperti pakaian, sepatu, tas, dompet, ikat pinggang, dan
lain-lain. Semua barang yang kami jual dapat jamin kebersihan dan kelayakan barang yang
kami jual karena sebelum dijual semua barand tersebut akan terlebih dahulu dicuci dan
dibersihkan. Kebanyakan dari barang yang kami jual ialah merk-merk ternama yang hanya
dijual di store-store yang terdapat di mall-mall elit. Kami menjual barang-barang tersebut
karena memang sudah tidak mungkin dipaka i lagi dengan berbagai alasan. Harga yang kami
tawarkan pun masih sangat terjangkau.
2. Place (lokasi/distribusi)
kami menyediakan layanan online shop untuk penjualan produk kami, yang dapat diakses
melalui Instagram, shopee,lazada, tokopedia. Konsumen dapat melihat koleksi, model, jenis
kain dari baju yang kami jual dengan melihat pada akun-akun yang kami sediakan, dan
sudah kami sediakan detail deskripsinya yang sudah dilengkapi dengan foto. Pemesanan
produk kami dapat di lakukan secara online dan bisa via COD.
3. Price (harga)
Sesuai dengan segmentasi yang kami lakukan, dimana konsumen yang ingin kami sasar
adalah mereka yang ada pada ekonomi menengah kebawah. Maka, harga dari produk yang
kami tawarkan adalah dibawah Rp.100.000.
4. Promotion (promosi)
Untuk memperlancar penjualan produk kami dan menarik pelanggan untuk membeli produk
kami, kami melakukan beberapa upaya kegiatan promosi diantaranya sebagai berikut:
Memberi diskon saat grand opening online
Memberikan diskon pada hari-hari tertentu dengan menggunakan system happy hours
dari jam 10:00 – 13:00 wib.
Membuat Instagram Challenge untuk mendapat produk gratis atau potongan harga.
III. ANALISIS PELUANG PASAR & PESAING
Peluang pasar untuk produk thrift shop ini sangat lah besar melihat budaya masyarakat
yang konsumtif dan peluang pasar yang menjanjikan. Barang ini bisa dibeli oleh
golongan menengah kebawah yang ingin memiliki baju trendy karena harganya yang
relatif terjangkau serta memiliki nilai kepuasan yang tinggi.
Usaha dagang pakaian bekas bermerek (branded) Second Hand Preloved ini menyediakan
produk yang dapat digunakan oleh kaum pria usia remaja hingga dewasa dengan kelas ekonomi
menengah kebawah. Dengan spesifikasi berikut ini:
Jenis kelamin : Pria
Usia : 17-27 tahun
Pendapatan : Rp.2.000.000 / bula
1. Tingkat Persaingan
Untuk pesaing yang terdekat kali ini adalah belum ada karena kami menjual baju bekas
berkualitas hanya saja pesaingnya toko baju yang menjual pakaian baru Namun dalam proses
edukasi dan sosialisasi pengenalan thrift shop ini kepada masyarakat tidak menyurutkan niat
penulis untuk mengenalkan produk yang berbeda ini. Melihat situasi di tempat yang akan
dimasuki produk, sepertinya produk baju bekas ini akan laku di pasaran. Hal ini
dikarenakan harganya yang terjangkau dan sangat pas untuk ukuran dompet mahasiswa
maupun kalangan menengah kebawah.
IV. ANALISIS KEUANGAN
1) Analisa Biaya Usaha
Sesuai dengan segmentasi yang kami lakukan, dimana konsumen yang ingin kami sasar adalah
mereka yang ada pada ekonomi menengah kebawah. Maka, harga dari produk yang kami
tawarkan adalah dibawah Rp.100.000. Adapun rincian harga produk kami adalah sebagai
berikut:
Produk Harga Produk Harga
Rompi Rp. 70.000 Jaket Jeans Rp. 75.000
Jas Rp. 100.000 Jaket Parajut Rp. 90.000
Hoodie Rp. 50.000 Kemeja Flanel Rp. 55.000
Kemeja Rp. 55.000 Celana Cargo Rp. 80.000
Celana Rp. 65.000 Super T-Shirt Rp. 45.000
Sepatu Rp. 99.000 Sweater Rp. 60.000
Sandal Rp. 50.000 Aksesoris dan lain-
lain
a. Biaya tetap
Keterangan Jumlah (Rp)
Internet 150.000
Distribusi dan pengiriman 100.000
Transportasi 50.000
Tenaga Kerja 300.000
Total 600.000
b. Biaya variabel
Keterangan Unit Harga (Rp) Jumlah (Rp)
Baju bekas 100 pcs 30.000 3.000.000
Plastik pembungkus 10 pack 35.000 350.000
Label pakaian 100 pcs 250 25.000
Total 3.375.000
c. Biaya lain – lain (perbulan)
-
Total biaya
Total Biaya = Biaya tetap + Biaya variabel
= Rp 600.000 + Rp 3.375.000
=Rp 3.975.000
2). Penerimaan, pendapatan dan R/C ratio usaha
VI. ANALISIS SWOT
1. Strengths (Kekuatan)
a. Proses pembuatannya mudah dan sederhana
b. Kualitas rasa dan tekstur produk yang khas (beda dengan yang lain).
c. Harga jual murah meriah
d. Tempat penjualan dan konsumen telah tersedia
e. Memanfaatkan e-Business untuk mempromosikan produk melalui internet.
f. Tempat produksi ada di wilayah perumahan yang rata-rata kost mahasiswa
g. Kemasan menarik dan berlabel
h. Kualitas produk terjamin
2. Weaknesses (Kelemahan)
a. Harga bahan baku (kedelai) yang relatif tidak menentu (stabil) bahkan beberapa
waktu yang lalu sempat menglami kelangkaan.
b. Manejemen perusahaan masih sederhana
c. Terdapat endapan pada susu kedelai.
d. Jika tidak tepat prosesnya terdapat tahu di lapisan atas susu
e. Kuarang cukup modal mengingat kita sebagai mahasiswa
f. Proses produksi bentrok dengan jadwal kuliah
g. Ketidak tahuan masyarakat terhadap kandungan gizi yang diliki susu kedelai
3. Opportunities (Peluang )
a. Pertumbuhan pasar dimungkinkan meningkat
b. Peluang pasar untuk mendapatkan konsumen yang menjanjikan
c. Belum ada pesaing khususnya untuk pemasaran di kampus
d. Keterbukaan untuk menggunakan teknologi baru ke depannya untuk membuat
kemajuan besar dibidang produksi khususnya.
e. Cuaca Madura khususnya Bangkalan yang panas membuat orang ingin
mengkonsumsi minuman yang segar
2. Threats (Ancaman)
a. Selera konsumen yang selalu berubah – ubah mempunyai pengaruh yang besar
terhadap pembelian produk
b. Susu kedelai tidak bisa disimpan lama dan akan merugikan jika tidak laku dalam
sehari
c. Munculnya pesaing baru d. Banyaknya variasi minuman ringan