0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan38 halaman

Peningkatan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan menulis siswa kelas III SD GMIM KOYA dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CTL dapat meningkatkan

Diunggah oleh

aris dinzaldy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan38 halaman

Peningkatan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan menulis siswa kelas III SD GMIM KOYA dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CTL dapat meningkatkan

Diunggah oleh

aris dinzaldy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK )

“Peningkatan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia


Keterampilan Menulis Melalui Model Contextual Teaching Learning
(CTL) Pada Siswa Kelas III SD GMIM KOYA”

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Menyelesaikan Studi


Pada Program Pendidikan Profesi Guru

Oleh:
HETTY UMIATI, [Link]
No Peserta : 19320802710005

KEMENTERIAN RISTEK DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS NEGERI MANADO
PENDIDIKAN PROFESI GURU
2019
HALAMAN PENGESAHAN

Pengesahan Penelitian Tindakan Kelas di SD GMIM KOYA

NAMA : Hetty Umiati, [Link]

NO. PESERTA : 19320802710005

PRODI/JURUSAN : PPG UNIMA

Telah melaksanakan kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SD GMIM KOYA

Tondano dari tanggal 26 Agustus 2019 sampai tanggal 19 September 2019. Adapun hasil

penelitian ini dengan judul “ Peningkatan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Keterampilan Menulis Melalui Model Contextual Teaching Learning ( CTL ) “ Penelitian

Tindakan Kelas (PTK) ini telah disetujui dan disahkan oleh :

Tondano, 20 September 2019

Dosen Pembimbing Kepala Sekolah

Dr. JEFRY H. TAMBOTO, [Link] RELKE MASOKO, [Link]


NIP. 19631028 198803 2 002 NIP. 19671201 199302 2 004

Mengetahui
DIREKTUR PPG
Dalam Jabatan Angkatan II UNIMA Tahun 2019

Dr. FERDY DJEMY RORONG, [Link]


NIP. 19580624 198602 1 001
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur saya panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan

berbagai kenikmatan kepada saya termasuk nikmat kesehatan sehingga saya dapan

menyelesaikan laporan melalui Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan baik tanpa ada

hambatan ataupun kesulitan dalam proses pembuatan laporan ini.

Tujuan saya selaku penulis dalam laporan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) adalah

untuk memenuhi tugas saya sebagai mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru Universitas

Negeri [Link] untuk meningkatkan kemampuan saya dalam memberikan ilmu kepada

peserta didik agar lebih berkualitas lagi.

Dalam penulisan laporan ini tidak lepas dari dukungan dan bimbingan,support yang

besar dari orang – orang yang saya [Link]:

1. [Link] A. Imburi, ,[Link] Selaku Bupati Teluk Wondama yang telah

memberikan izin Untuk Mengikuti Program PPG Universitas Negeri Manado

2. Hanock Mariai,[Link] Selaku Kepala Dinas Pendidikan [Link] Wondama yang

telah memfasilitasi Program PPG Universitas Negeri Manado.

3. James Franklin Lewakabessy,[Link] Selaku Kepala Bidang Pendidikan Dasar

Kabupaten Teluk Wondama

4. Direktur PPG Dr. Ferdy Djemy Rorong, [Link]

5. Asisten Direktur I PPG [Link] [Link], [Link]

6. Asisten Direktur II PPG Dr. Diane Tengker, [Link]

7. Asisten Direktur III PPG Dr. Alfred Makadada, [Link],AIFO

8. Dosen Pembimbing Dr. Jefry H. Tamboto, [Link]

9. Kepala Sekolah SD GMIM KOYA Tondano Relke Masoko, [Link]

10. Teman Sejawat PPG


11. Suami dan anak – anak saya yang telah memberikan dukungan dan semangat yang

diberikan guna melancarkan penyusunan Laporan Penelitian tindakan Kelas

12. Orang tua saya yang telah memberikan dukungan dan semangat yang diberikan guna

melancarkan penyusunan Laporan Penelitian Tindakan Kelas.

Hanya ucapan terima kasih yang bisa saya sampaikan dan semoga ALLAH SWT

membalas segala amal baik mereka dengan balasan yang jauh lebih baik dari yang saya

berikan.

Akhir kata,saya berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi rekan – rekan

guru dan siswa di masa yang akan [Link]

Tondano 20 September 2019

Penulis

HETTY UMIATI, [Link]


NIM. ………………….
DAFTAR ISI

Halaman Judul……………………………............................................................. i

Persetujuan dan Pengesahan…………………...................................................... ii

Kata Pengantar………………………………........................................................ iii

Daftar Isi................................................................................................................... v

Motto Dan Persembahan…………………………………………………………. vii

Abstrak..................................................................................................................... ix

BAB I PENDAHULUAN......................................................................................... 1

A. Latar Belakang Masalah............................................................................. 1

B. Rumusan Masalah....................................................................................... 2

C. Tujuan Penelitian........................................................................................ 2

D. Manfaat Penelitian...................................................................................... 2

BAB II Kajian Pustaka........................................................................................... 4

A. Kajian Teoritik............................................................................................ 4

B. Pembelajaran Bidang Studi........................................................................ 6

C. Penerapan Model Pembelajaran……........................................................ 8

D. Hasil Belajar…………………………………………………….………... 9

BAB III METODE PENELITIAN……………………………………………… 10

A. Rancangan Penelitian……………………………………………………. 10

B. Prosedur Penelitian………………………………………………………. 11

C. Subyek Penelitian…………….................................................................... 13

D. Waktu dan Tempat Penelitian…………………………………………… 13

E. Teknik Pengumpulan Data……………………………………………… 13

F. Teknik Analisis Data…………………………………………………….. 13

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN………………………… 15


A. Hasil Penelitian…………………………………………………………..... 15

B. Pembahasan……………………………...................................................... 17

BAB V PENUTUP………………………………………………………………... 19

A. Kesimpulan………………………………………………………………... 19

B. Saran………………………………………………………………………. 19

LAMPIRAN - LAMPIRAN

MOTTO DAN PERSMBAHAN


 MOTTO

Ilmu mempercepat kita sampai ke tujuan,

Agama menentukan arah yang dituju.

Ilmu menyesuaikan manusia deangan lingkungannya,

Agama menyesuaikan manusia dengan jati dirinya.

Ilmu hiasan lahir, agama hiasan batin.

Ilmu memberikan kekuatan dan menerangi jalan,

Agama memberi harapan dan dorongan bagi jiwa.

Ilmu menjawab pertanyan yang dimulai dengan bagaimana,

Agama menjawab pertanyaan yang dimulai dengan mengapa.

Ilmu tidak jarang mengeruhkan pikiran pemiliknya,

Agama selalu menenangkan jiwa pemeluknya yang tulus.

Bila Kau Ingin dicintai, belajarlah mencintai dan

Bersikap dapat dicintai.

 PERSEMBAHAN

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillahi Robbil ’Alamin PTK ini saya

persembahkan untuk:

 Bapak dan Ibuku tercinta. Meski ananda tahu, semua tak kan mampu
membandingi setiap perjuangan dan ketulusannya. Terimakasih yang tak terhingga atas
keikhlasan do’a, ketulusan kasih sayang dan dukungan moril yang Bapak dan Ibu berikan.
 Anak - anakku tersayang yang selalu memberikan perhatian, dukungan dan do’a.

 Suamiku yang selalu memberikan perhatian, kasih sayang, dukungan secara moril
maupun materiil dan do’a. Semoga pengorbanan yang diberikan berbuah keberkahan.
Amiin.......

 Teman-temanku sejawat yang telah banyak membantu memberi masukan-


masukan dalam menyelesaikan laporan ini.

 Keluarga Besar SD GMIM KOYA yang selalu memberikan masukan dan


dukungan moril.

ABSTRAK

Hetty Umiati, 2019 “Peningkatan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Keterampilan Menulis Melalui Model Contextual Teaching Learning Pada Siswa Kelas
III SD GMIM KOYA Tondano”

Pelaksanaan pembelajaran Menulis surat pribadi Siswa Kelas III SD GMIM KOYA
perlu di lakukan inovasi dalam [Link] ini di dasari pada penemuan observasi yang
peneliti lakukan dan di dapati bahwa siswa kelas III masih banyak yang merasa jenuh dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia materi Menulis Surat [Link] ini bila di biarkan
terus menerus akan berdampak negative pada siswa,yakni siswa mulai merasa kebosanan,
kejenuhan dan [Link] jumlah siswa 9 orang yang mampu mencapai KKM hanya 3
siswa sementara 6 siswa masih perlu perbaikan dalam hasil [Link] dengan
menggunakan Contextual Teaching Learning ( CTL ) dapat meningkatkan motivasi belajar
[Link] pelaksanaan pembelajaran Contextual Teaching Learning ( CTL ) guru
melakukan pemantauan terhadap kegiatan belajar siswa,mengarahkan ketrampilan bekerja
sama,dan memberikan bantuan saat di [Link] belajar berpusat pada siswa,guru
berfungsi sebagai fasilitator dan [Link] kondisi demikian diharapkan siswa
mampu mengembangkan semua potensinya secara optimal dengan keleluasaan cara berfikir
yang di miliki siswa dalam [Link] yang di gunakan adalah penelitian tindakan
kelas ( PTK ) yang terdiri atas perencanaan,tindakan,observasi,[Link] latar
belakang yang telah paparkan di atas,maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
Bagaimanakah model pembelajaran Cooperatif Teaching Learning ( CTL ) dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia keterampilan
menulis..Hasil siklus I mencapai 43 % dan siklus II mencapai 83 % dapat di simpulkan
penggunaan model pembelajaran Cooperatif Teaching Learning ( CTL ) menunjukkan
peningkatan baik proses belajar maupun hasil belajar [Link] di sarankan pada guru
SD agar dapat menerapkan Model Cooperatif Teaching Learning ( CTL ) dalam
pembelajaran.

Kata Kunci : Model Pembelajaran Cooperatif Teaching Learning Dan Motivasi Belajar
Bahasa Indonesia Keterampilan Menulis

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Bahasa merupakan komponen yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Melalui
bahasa, seseorang dapat berkomunikasi dengan orang lain, sehingga hubungan antar sesama
dapat terjalin dengan baik. Selain itu, bahasa juga dapat menunjukkan pribadi seseorang
bahkan pribadi suatu bangsa. Sebagian besar anggota masyarakat beranggapan bahwa orang
yang santun dalam berbahasa pasti memiliki kepribadian yang baik pula, begitu juga
sebaliknya. Akan tetapi pada kenyatannya sebagian besar masyarakat kita, khususnya anak-
anak dan remaja lebih suka menggunakan bahasa Indonesia yang sudah mendapatkan
pengaruh dari bahasa lain, atau yang lebih dikenal dengan bahasa “gaul”. Sedangkan bahasa
Indonesia hanya digunakan oleh orang-orang tertentu dan dalam situasi tertentu pula. Dengan
demikian tanpa disadari Bahasa Indonesia akan semakin terpinggirkan dengan sendirinya,
padahal sebagai bangsa yang baik, serta dalam rangka menjalin persatuan dan kesatuan
bangsa, maka kita harus menggunakan salah satu alat pemersatu bangsa, yakni Bahasa
Indonesia.
Untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar, maka diperlukan pendidikan dan
pembelajaran Bahasa Indonesia. Pendidikan Bahasa Indonesia merupakan salah satu aspek
penting yang perlu diajarkan kepada siswa di sekolah. Oleh karena itu pemerintah membuat
kurikulum Bahasa Indonesia yang wajib diajarkan kepada seluruh jenjang pendidikan, mulai
dari tingkat Sekolah Dasar (SD), sampai dengan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA),
bahkan sampai Perguruan Tinggi (PT). Hal itu dimaksudkan agar siswa mampu menguasai,
memahami, dan dapat mengimplementasikan keterampilan berbahasa dengan segala
aspeknya, yakni menyimak (mendengarkan), berbicara, membaca, dan menulis.
Pembelajaran Bahasa Indonesia berfungsi membantu peserta didik untuk
mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat dengan
menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan
imajinatif (Depdiknas, 2006).
Sesuai dengan kenyataan yang terjadi pada saat ini, mata pelajaran Bahasa Indonesia
sering diremehkan oleh sebagian besar siswa, bahkan dianggap sebagai mata pelajaran yang
membosankan, khususnya dalam aspek menulis. Siswa menganggap bahwa mata pelajaran
Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang selalu menulis, menulis, dan menulis. Peristiwa
itu bisa dilihat ketika siswa diminta untuk menulis sebuah karangan sederhana atau puisi,
mereka sering mengeluh dan terlihat bingung dengan apa yang ingin mereka tulis.
Kebosanan, kejenuhan, serta kebingungan siswa dalam hal menulis dapat disebabkan oleh
beberapa faktor, antara lain :
1. Kurangnya minat siswa terhadap kegiatan menulis, 2. Kurangnya motivasi
siswa, baik dari dalam diri mereka maupun dari lingkungan belajar. 3. Pengembangan
strategi pembelajaran yang kurang membangkitkan keterampilan siswa dan kreativitas
siswa dalam berbahasa maupun bersastra.
Kurangnya motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, khususnya
pada aspek menulis, secara otomatis menyebabkan hasil belajar siswa kurang mencapai target
yang diharapkan.
Menurunnya motivasi siswa yang berakibat pada menurunnya prestasi belajar (hasil
belajar) siswa dapat dibuktikan dengan hasil tes yang akan dilaksanakan pada siswa kelas III
SD GMIM KOYA Tondano. Dari 9 siswa ada 6 siswa yang belum bisa menulis dalam bentuk
cerita/ karangan. Dari tes tersebut diperoleh nilai rata-rata yang seharusnya mencapai angka
7, pada kenyatannya hanya mencapai angka 6. Untuk menulis karangan, hanya beberapa anak
yang menulis tanpa kesalahan ejaan, sementara lebih dari 30% anak yang dikategorikan
menulis dengan kesalahan ejaan terparah, dan hanya beberapa anak isi tulisannya dapat
dinilai baik, karena gagasan yang diungkapkan jelas dengan urutan yang logis. Dengan
permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya, maka guru harus mengambil tindakan, yakni
dengan mencari dan menggunakan suatu pendekatan pembelajaran yang efektif, inovatif, dan
berpotensi memperbaiki pembelajaran menulis, sehingga meningkatkan minat, motivasi, dan
sikap siswa terhadap pembelajaran menulis. Dengan demikian guru dapat menggunakan
pendekatan kontekstual (Contextual Teaching Learning (CTL)).

Pendekatan kontekstual atau (Contextual Teaching Learning (CTL) merupakan suatu


pendekatan dalam pembelajaran dengan konsep pembelajaran disesuaikan dengan kondisi
siswa. Dalam pembelajaran siswa mengalami sendiri, sedangkan guru hanya berperan sebagai
fasilitator dalam pembelajaran. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan siswa dapat
mengungkapkan atau menuangkan gagasan, ide, serta pengalamannya dalam bentuk tulisan,
baik berupa karangan bebas (prosa), puisi, dongeng, dll. Dengan demikian secara otomatis
siswa akan menyukai pembelajaran menulis, karena mereka bisa menuangkan apa yang
mereka pikirkan dan mereka rasakan dalam bentuk tulisan. Selain itu, dengan pendekatan
kontekstual, diharapkan siswa dapat menghasilkan tulisan atau karya yang baik dan dapat
dinikmati oleh orang lain.

B. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana pendekatan konstektual (Contextual Teaching Learning) dapat
meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III SD GMIM KOYA
Tondano dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada aspek menulis?

C.    TUJUAN PENELITIAN


Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar
siswa kelas III SD GMIM KOYA Tondano pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada aspek
menulis.

D.     MANFAAT PENELITIAN


a.     Bagi Siswa
Penelitan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi siswa dalam pembelajaran,
sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar bahasa Indonesia, khususnya dalam
aspek menulis. Dengan demikian, siswa dapat menyukai kegiatan menulis dan dapat
mengembangkan kreativitas siswa dalam menuangkan berbagai ide, gagasan, serta
pengalamannya dalam sebuah tulisan imajinatif yang dapat dinikmati oleh orang lain.

b.     Bagi Guru
Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi guru, yakni dapat memberikan
pengalaman dan wawasan bagi guru bahwa dalam membelajarkan bahasa Indonesia,
khususnya bagi siswa kelas rendah membutuhkan suatu pendekatan dalam pembelajaran
yang dapat memberikan rasa nyaman dan rasa senang pada siswa pada saat
pembelajaran. Sehingga siswa dapat termotivasi dalam belajar dan akan berakibat pada
pencapaian hasil belajar yang maksimal dan sesuai dengan harapan.

c.     Bagi Sekolah
Penelitian tindakan ini dilakukan sebagai tolak ukur dalam peningkatan dan perbaikan
mutu pembelajaran di sekolah.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. KAJIAN TEORITIK
1. Pengertian Model Pembelajaran
Menurut Dahlan, model pembelajaran adalah rencana/pola yang digunakan dalam
menyusun kurikulum, mengatur materi pengajaran dan member petunjuk pada pengajar di
kelas dalam setting pengajaran atau setting lainnya.
Selanjutnya, Amin Suyitno mengemukakan model pembelajaran adalah suatu pola
atau langkah-langkah pembelajaran tertentu yang ditetapkan guru agar tujuan atau
kompetensi dari hasil belajar yang diharapkan akan cepat dapat dicapai dengan lebih
efektif.
Lebih lanjut, Joyce dalam Trianto mengemukakan model pembelajaran adalah suatu
perencanaan / pola yang digunakan di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk
menentukan perangkat pembelajaran.
Dari beberapa pendapat ahli dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran adalah
suatu cara atau langkah-langkah tertentu yang digunakan untuk mencapai hasil belajar yang
diharapkan.
.
2. Model konstektual (Contextual Teaching Learning)
a. Pengertian Model Konstektual (CTL)
Menurut Nurhadi dalam Sugiyanto (2007) CTL (Contextual Teaching and
Learning) adalah konsep belajar yang mendorong guru untuk menghubungkan antara
materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa
Menurut Jonhson dalam Sugiyanto (2007) CTL adalah sebuah proses
pendidikan yang bertujuan untuk menolong para siswa melihat makna didalam materi
akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subyek-subyek
akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka.
Sedangkan menurut Blanchard (Trianto, 2007 ) mengemukakan bahwa
pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang terjadi dalam hubungan yang erat
dengan pengalaman yang sesungguhnya.
CTL (Contextual Teaching and Learning) merupakan suatu proses
pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna
materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut
dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan
kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secara
fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan ke permasalahan
lainnya.
b. Karakteristik Model Pembelajaran CTL
Karakteristik model pembelajaran CTL ada 5 yaitu :
1. Dalam pembelajaran konstektual pembelajaran merupakan proses
pengaktifan pengetahuan yang sudah ada
2. Pembelajaran yang konstektual adalah pembelajaran dalam rangka
memperoleh dan menambah pengetahuan baru
3. Pemahaman pengetahuan berarti pengetahuan yang diperoleh bukan untuk
dihafal, melainkan untuk dipahami dan diyakini
4. Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut
5. Melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan
c. Kelebihan dan Kelemahan Model Konstektual (Constektual Teaching
Learning)
Kelebihan model CTL adalah :
1. Pembelajaran lebih bermakna, artinya siswa melakukan sendiri kegiatan
yang berhubungan dengan materi yang ada sehingga siswa dapat
memahaminya sendiri
2. Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan
konsep kepada siswa karena pembelajaran CTL menuntut siswa
menemukan sendiri bukan menghafal
3. Menumbuhkan keberanian siswa untuk mengemukakan pendapat tentang
materi yang dipelajari
4. Menumbuhkan rasa ingin tahu materi yang dipelajari dengan bertanya
pada guru
5. Menumbuhkan kemampuan dalam bekerjasama dengan teman yang lain
untuk memecahkan masalah yang ada
6. Siswa dapat membuat kesimpulan sendiri dari kegiatan pembelajaran

Kelemahan model CTL :


1. Bagi siswa yang tidak mengikuti pembelajaran, tidak mendapatkan
pengetahuan dan pengalaman yang sama dengan teman yang lainnya
karena siswa tidak mengalami sendiri
2. Perasaan khawatir pada anggota kelompok akan hilangnya karakteristik
siswa karena harus menyesuaikan dengan kelompoknya
3. Banyak siswa yang tidak senang apabila disuruh bekerjasama dengan yang
lainnya, karena siswa yang tekun merasa harus bekerja lebih daripada
siswa yang lain dalam kelompoknya.

B. PEMBELAJARAN BIDANG STUDI


1. Pengertian Bahasa Indonesia
Menurut Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1) mengatakan bahwa bahasa adalah
system komunikasi yang menggunakan symbol-simbol vocal (bunyi ujaran ) yang bersifat
arbitrer. Menurut Santoso (1990:1), bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat
ucap manusia secara sadar. Menurut Owen dalam Stiawan (2006:1) bahasa adalah kode yang
diterima secara social untuk menyampaikan konsep melalui kegunaan symbol-simbol yang
dikehendaki dan kombinasi symbol-simbol yang diatur oleh ketentuan.
Bahasa adalah satu alat komunikasi, melalui bahasa, manusia dapat saling
berkomunikasi, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain, dan meningkatkan
kemampuan intelektual..Oleh karena itu belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar
komunikasi. Pembelajaran Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai sebuah pembelajaran
untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam komunikasi dengan bahasa baik lisan maupun
tulis.
2. Tujuan pelajaran Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia merupakan salah satu materi penting yang diajarkan di SD, karena
bahasa Indonesia mempunyai kedudukan dan fungsi yang sangat penting bagi kehidupan
sehari-hari. Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia sebagai-mana dinyatakan oleh (Akhadiah
dkk. 1991: 1) adalah agar siswa ”memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan
benar serta dapat menghayati bahasa dan sastra Indonesia sesuai dengan situasi dan tujuan
berbahasa serta tingkat pengalaman siswa sekolah dasar”.
maka tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dapat dirumuskan menjadi empat bagian.
1. Lulusan SD diharapkan mampu menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar.
2. Lulusan SD diharapkan dapat menghayati bahasa dan sastra Indonesia.
3. Penggunaan bahasa harus sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa.
4. Pengajaran disesuaikan dengan tingkat pengalaman siswa SD.

3. Ruang Lingkup Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar


Menurut Kurikulum Tingkat Satuan Pendikan (Depdiknas, 2006: 18) mengemukakan
bahwa, ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar mencakup
komponen kemampuan barbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek
sebagai berikut :
1. Mendengarkan, seperti mendengarkan berita, petunjuk, pengumuman, perintah, dan
bunyi atau suara, bunyi bahasa lagu, kaset, pesan, penjelasan, laporan, ceramah,
khotbah, pidato, pembicaraan nara sumber, dialog atau percakapan, pengumuman
serta perintah yang didengar dengan memberikan respon secara tepat serta
mengapresiasi sastra berupa dongeng, cerita anak-anak, cerita rakyat, cerita binatang,
puisi anak, syair lagu, pantun dan menonton drama anak
2. Berbicara, seperti mengungkapkan gagasan dan perasaan , menyampaikan sambutan ,
dialog, pesan, pengalaman, suatu proses, menceritakan diri sendiri, teman, keluarga,
masyarakat, benda, tanaman, binatang, gambar tunggal, gambar seri, kegiatan sehari-
hari, peristiwa, tokoh, kesukaan/ketidaksukaan, kegemaran, peraturan, tata petunjuk,
dan laporan, serta mengapresiasi dan berekspresi sastra melalui kegiatan menuliskan
hasil sastra berupa dongeng cerita anak-anak, cerita rakyat, cerita binatang, puisi
anak, syair lagu, pantun, dan drama anak.
3. Membaca, seperti membaca huruf, suku kata, kata, kalimat, paragraf, berbagai teks
bacaan, denah, petunjuk, tata tertib, pengumuman, kemus, ensiklopedi, serta
mengapresiasi dan berekspresi, sastra melalui kegiatan membaca hasil sastra berupa
dongeng, cerita anak-anak, cerita rakyat, cerita binatang, puisi anak, syair lagu,
pantun, dan drama anak.
4. Menulis, seperti menulis karangan naratif dan normatif dengan tulisan rapi dan jelas
dengan memperhatikan tujuan dan ragam pembaca, pemakaian ejaan dan tanda baca ,
dan kosa kata yang tepat dengan menggunakan kalimat tunggal dan kalimat majemuk,
serta mengapresiasi dan berekspresi sastra melalui kegiatan menulis hasil sastra
berupa cerita dan puisi.

a. Keterampilan Menulis
Kaitan antara membaca dan menulis sangat erat, sehingga tidak dapat
dipisahkan. Pada waktu guru mengajarkan kata atau kalimat, siswa tentu akan
membaca kata atau kalimat tersebut. Menurut Suparno (2009:13) keterampilan
menulis adalah sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan
menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya.
Menulis adalah melahirkan pikiran atau gagasan (seperti mengarang, membuat
surat) dengan tulisan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1993:968). Menulis atau
mengarang adalah proses menggambarkan suatu bahasa sehingga pesan yang
disampaikan penulis dapat dipahami pembaca (Tarigan, 1986:21). Dari pengertian
menulis tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah proses
mengungkapkan gagasan, pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan.
Menulis merupakan kegiatan yang memerlukan kemampuan yang bersifat
kompleks, yaitu kemampuan berpikir secara teratur dan logis, kemampuan
mengungkapkan pikiran atau gagasan secara jelas dengan menggunakan bahasa yang
efektif, dan kemampuan menerapkan kaidah tulis-menulis dengan baik.
Tujuan pembelajara Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar pada aspek menulis
adalah agar peserta didik memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai jenis
kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam
bentuk karangan sederhana, petunjuk, surat pengumuman, dialog, formulir, teks,
pidato, laporan, ringkasan, serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita,
puisi dan pantun.

C. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN


Langkah – langkah penerapan model pembelajaran kontekstual ( Contextual Teaching
Learning) adalah :
1. Guru mengembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna
dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan mengkonstruksi sendiri
pengetahuan dan keterampilan barunya
2. Siswa dibentuk ke dalam beberapa kelompok belajar.
3. Siswa mengamati rangkaian gambar seri yang telah disusun secara bersama-sama.
4. Secara berkelompok siswa menceritakan gambar tersebut dalam bentuk karangan
sederhana.
5. Siswa membacakan hasil karyanya. Karya dipajangkan, dan mendapatkan
komentar dari kelompok lain.
6. Guru dan siswa menetapkan kelompok dengan hasil karya terbaik dan kelompok
terkompak.
7. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok-kelompok yang terpilih.

D. HASIL BELAJAR
Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Nana Sudjana
(2009: 3) mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku
sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif,
dan psikomotorik.
Dimyati dan Mudjiono (2006: 3-4) juga menyebutkan hasil belajar merupakan hasil
dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar
diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan
berakhirnya pengajaran dari puncak proses belajar.
Benjamin S. Bloom (Dimyati dan Mudjiono, 2006: 26-27) menyebutkan enam jenis
perilaku ranah kognitif, sebagai berikut:
a. Pengetahuan, mencapai kemampuan ingatan tentang hal yang telah dipelajari dan
tersimpan dalam ingatan. Pengetahuan itu berkenaan dengan fakta, peristiwa,
pengertian kaidah, teori, prinsip, atau metode.
b. Pemahaman, mencakup kemampuan menangkap arti dan makna tentang hal yang
dipelajari.
c. Penerapan, mencakup kemampuan menerapkan metode dan kaidah untuk
menghadapi masalah yang nyata dan baru. Misalnya, menggunakan prinsip.
d. Analisis, mencakup kemampuan merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian
sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami dengan baik. Misalnya mengurangi
masalah menjadi bagian yang telah kecil.
e. Sintesis, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru. Misalnya
kemampuan menyusun suatu program.
f. Evaluasi, mencakup kemampuan membentuk pendapat tentang beberapa hal
berdasarkan kriteria tertentu. misalnya, kemampuan menilai hasil ulangan.

Berdasarkan pengertian hasil belajar di atas, disimpulkan bahwa hasil belajar adalah
kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya.
BAB III
METODE PENELITIAN

A.    RANCANGAN PENELITIAN


Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classromm-based
action research) dengan peningkatan pada unsur desain untuk memungkinkan diperolehnya
gambaran keefektifan tindakan yang dilakukan.
Penelitian ini menggunakan Pendekatan Penelitian Tindakan Kelas yang mengacu
pada model Kemmis dan Mc. Taggar (dalam Zainal Aqib (2006) dengan dua siklus yang
terdiri dari tahap:
1. Perencanaan 2. Tindakan 3. Observasi 4. Refleksi
Alur penelitian seperti gambar berikut.

Refleksi
Observasi Perencana
Siklus I
an I

Pelaksana
an Hasil refleksi

Refleksi

Observasi Siklus 2 Perencanaa


n II

Pelaksana
Keterangan: an

: Kegiatan dst

: Hasil kegiatan
: Urutan pelaksanaan kegiatan

Penelitian menggunakan Pendekatan Penelitian Tindakan Kelas yang mengacu pada


model Kemmis dan Mc. Taggar ( dalam Zainal Aqib : 2006) dengan tahap :
a.       Perencanaan Awal
Guru (peneliti) merencanakan kegiatan penelitian tindakan kelas dengan menentukan
kegiatan serta pendekatan yang akan dilaksanakan. Pada perencanaan awal ini, guru
mengidentifikasi masalah yang terjadi di kelas serta menentukan suatu penyelesaiannya
dengan menggunakan metode pembelajaran, model pembelajaran, maupun pendekatan
pembelajaran tertentu.
b.      Perencanaan Tindakan
Guru (peneliti) membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai pedoman
dan acuan dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas. Guru (peneliti) membuat jadwal
perencanaan tindakan kelas, dan mempersiapkan alat peraga atau media yang diperlukan
dalam penelitian.
c.       Pelaksanaan Tindakan
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.
Penelitian dilaksanakan oleh guru kelas dan dapat bekerja sama dengan guru lain yang
tebentuk dalam satu tim agar hasilnya lebih maksimal.
d.      Observasi
Observasi merupakan kegiatan pengamatan/pengambilan data untuk mengetahui
seberapa jauh efek tindakan. Observasi dapat dilakukan dengan menggunakan lembar
observasi.
e.       Refleksi
Guru (peneliti) mengadakan refleksi untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa
terhadap penelitian yang telah dilaksanakan sebagai pedoman atau acuan dalam pelaksanaan
siklus berikutnya.

B. PROSEDUR PENELITIAN
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklusnya meliputi
perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.
SIKLUS I
1. Perencanaan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan adalah :
a. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP )
b. Membuat media / alat peraga
c. Membuat lembar kerja siswa ( LKS )
d. Membuat lembar penilaian ( LP )
e. Membuat lembar observasi
2. Tindakan / Pelaksanaan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah melakukan aktivitas pembelajaran
sesuai langkah – langkah model Contextual Teaching Learning, yaitu sebagai berikut :
a. Siswa membentuk kelompok belajar
b. Mengamati gambar surat yang ditampilkan guru
c. Membuat surat pribadi sederhana
d. Siswa membacakan hasil karyanya
e. Karya dipajangkan dan mendapatkan komentar dari kelompok lain
f. Guru dan siswa menetapkan kelompok dengan hasil karya terbaik dan kelompok
terkompak.
g. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok – kelompok yang terpilih
3. Observasi
Observasi dilakukan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Guru dan
dua teman sejawat mengobservasi siswa yang sedang belajar, dan guru yang mengajar
menggunakan lembara observasi.
4. Refleksi
Guru melakukan analisis untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam
pembelajaran dengan menggunakan model Contextual Teaching Learning. Bila hasil
evaluasi belum mencapai KKM yang disyaratkan maka akan dilanjutkan ke siklus ke
II.
SIKLUS II
Siklus II ini merupakan perbaikan dari siklus I
1. Perencanaan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan adalah :
a. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP )
b. Membuat media / alat peraga
c. Membuat lembar kerja siswa ( LKS )
d. Membuat lembar penilaian ( LP )
e. Membuat lembar observasi

2. Tindakan / Pelaksanaan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah melakukan aktivitas pembelajaran
sesuai langkah – langkah model Contextual Teaching Learning, yaitu sebagai berikut :
a. Siswa membentuk kelompok belajar
b. Mengamati gambar surat yang ditampilkan guru
c. Membuat surat pribadi sederhana
d. Siswa membacakan hasil karyanya
e. Karya dipajangkan dan mendapatkan komentar dari kelompok lain
f. Guru dan siswa menetapkan kelompok dengan hasil karya terbaik dan kelompok
terkompak.
g. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok – kelompok yang terpilih
3. Observasi
Observasi dilakukan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Guru dan dua
teman sejawat mengobservasi siswa yang sedang belajar, dan guru yang mengajar
menggunakan lembara observasi.
4. Refleksi
Dalam refleksi dilaksanakan dengan cara mengevaluasi proses pembelajaran yang
telah dilaksanakan. Guru melakukan analisis untuk mengetahui kelebihan dan
kekurangan. Bila sudah mencapai KKM yang disyaratkan, maka penelitian ini tidak
akan dilanjutkan atau tidak memerlukan putaran selanjutnya.

C. SUBYEK PENELITIAN
Subjek penelitian adalah siswa kelas III SD GMIM KOYA Tondano, berjumlah 9
siswa untuk semester 1 tahun ajaran 2019 / 2020

D.    WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN


Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 26 September 2019 sampai dengan
tanggal 19 September 2019 di SD GMIM KOYA Tondano.

E. TEHNIK PENGUMPULAN DATA


1. Observasi
Observasi dilakukan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Guru
mengobservasi siswa yang sedang belajar dengan menggunakan lembar observasi.

2. Tes
Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa, dan tes yang digunakan adalah tes
tertulis. Tes tertulis merupakan alat penelitian yang dijawab oleh siswa secara tertulis.

F.   TEHNIK ANALISIS DATA


Analisis Data menggunakan statistic sederhana persentase (%) dengan rumus (Trianto, 2011)
sebagai berikut:

KB = x 100% Keterangan : KB = Ketuntasan Belajar

T = Tuntas
Tt = Skor total
Bila siswa memperoleh 65 maka hasil belajar dinyatakan tuntas.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian dilaksanakan dengan cara menggunakan model Contextual teaching
Learning untuk peningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia keterampilan menulis siswa
kelas III SD GMIM KOYA Tondano. Adapun hasil penelitian ini berdasarkan pengumpulan
data melalui tindakan penelitian yang dilakukan pada siklus I dan II. Tahap – tahap penelitian
yaitu : 1) tahap perencanaan, 2) tahap tindakan, 3) tahap observasi, 4) tahap refleksi.
Berikut ini diuraikan deskripsi tindakan pembelajaran tentang menulis pribadi dengan
penerapan model Contextual Teaching Learning pada siswa kelas III SD GMIM KOYA
Tondano yang dilaksanakan dalam dua siklus yaitu :
a.      Perencanaan Siklus I
Perencanaan : Peneliti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan
kompetensi dasar menulis karangan, dan menyiapkan alat peraga atau media
yang diperlukan dalam penelitian tindakan. Pada siklus ini, peneliti
menggunakan media gambar seri untuk menulis karangan sederhana. Guru
membuat gambar yang berhubungan dengan situasi yang aktual pada saat ini.
Gambar dibuat dengan ukuran yang sesuai, agar dapat dinikmati oleh semua
siswa.
Pelaksanaan : Siswa dibentuk ke dalam beberapa kelompok belajar. Siswa mengamati
rangkaian gambar seri yang telah disusun secara bersama-sama. Secara
berkelompok siswa menceritakan gambar tersebut dalam bentuk karangan
sederhana. Siswa membacakan hasil karyanya. Karya dipajangkan, dan
mendapatkan komentar dari kelompok lain. Guru dan siswa menetapkan
kelompok dengan hasil karya terbaik dan kelompok terkompak. Guru
memberikan penghargaan kepada kelompok-kelompok yang terpilih.
Observasi : Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang berupa
check list untuk mengetahui sejauh mana minat siswa dalam mengikuti
pembelajaran dengan motivasi-morivasi yang diberikan guru, untuk
mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran, serta tingkat tingkat
keterampilan dan daya imajinasi siswa dalam menulis, mengetahui kemahiran
siswa dalam mengolah kata-kata sehingga menjadi sebuah karangan yang
runtut, serta untuk mengetahui keaktifan siswa dalam kelompoknya.
Refleksi : Guru membuat analisis data untu mengetahui tingkat keberhasilan tindakan
pada siklus I sebagai acuan untuk pelaksanaan pada siklus berikutnya.

Table Nilai tes Formatif Pada Siklus I


NO NAMA L/P SKOR KETERANGAN
Tuntas Tidak Tuntas
1 FIONA SUMAKUL L 70 √
2 MILEY WONDAL P 70 √
3 KEYLA MAMAHIT P 50 √
4 KEYLI MAMAHIT P 50 √
5 KARENINA MAKALEW P 40 √
6 YUDITHA WALALANGI P 40 √
7 CHARLY SAMBUL L 70 √
8 CHRISTIAN RANTI L 50 √
9 VIRLY ANGKOL P 40 √

Dan hasil belajar siswa pada siklus I di dapat :

KB = x 100% = = 43 %

b.      Perencanaan Siklus II


Perencanaan : Guru membuat RPP dan mempersiapkan alat peraga ataupun media sebagai
penunjang pelaksanaan siklus II. Pada siklus ini, pembelajaran dilakukan di
luar kelas untuk mengurangi kejenuhan siswa, sehingga dapat menuangkan
imajinasinya dalam menulis. Pada siklus ini, guru menggunakan media
lingkungan sekitar. Siklus ke II ini, juga dilaksanakan sebagai tolak ukur
sejauh mana minat siswa terhadap pembelajaran menulis, serta untuk
mengetahui tingkat keterampilan siswa dalam menulis.
Pelaksanaan : Siswa menuliskan (menceritakan) hal yang ada dan terjadi di lingkungan
siswa dalam bentuk paragraf ataupun puisi. Dengan kebebasan siswa untuk
memilih bentuk karyanya, diharapkan siswa merasa senang dan lebih
meningkatkan keterampilan menulisnya sesuai dengan kemampuan siswa.
Observasi : Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang berupa
check list untuk mengetahui sejauh mana minat siswa terhadap pembelajaran
menulis setelah pelaksanaan siklus I, untuk mengetahui aktivitas siswa dalam
pembelajaran, serta untuk mengetahui tingkat keterampilan dan daya imajinasi
siswa dalam menulis, mengetahui kemahiran siswa dalam mengolah kata-kata
sehingga menjadi sebuah tulisan yang utuh dan runtut dengan kesesuaian
ejaan, pemakaian tanda baca yang tepat, serta kerapian tulisan setelah
pelaksanaan siklus II.
Refleksi : Guru membuat analisis data untuk mengetahui tingkat keberhasilan tindakan.
Jika hasilnya memenuhi target, maka penelitian tindakan akan dihentikan, dan
jika kurang berhasil maka penelitian tindakan akan dilanjutkan pada siklus
berikutnya.
Table Nilai tes Formatif Pada Siklus I
NO NAMA L/P SKOR KETERANGAN
Tuntas Tidak Tuntas
1 FIONA SUMAKUL L 100 √
2 MILEY WONDAL P 100 √
3 KEYLA MAMAHIT P 80 √
4 KEYLI MAMAHIT P 80 √
5 KARENINA MAKALEW P 70 √
6 YUDITHA WALALANGI P 60 √
7 CHARLY SAMBUL L 100 √
8 CHRISTIAN RANTI L 80 √
9 VIRLY ANGKOL P 60 √

Dan hasil belajar siswa pada siklus II di dapat :

KB = x 100% = = 83 %

B. PEMBAHASAN
Dalam kegiatan mengajar pada siklus I, ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 43
% hal ini disebabkan karena penerapan model Contextual Teaching Learning masih belum
maksimal. Banyak siswa juga yang tidak memperhatikan penjelasan dari guru, banyak yang
bermain dalam kelas dan kurang aktifnya siswa dalamn mengerjakan latihan soal sehingga
hanya 3 siswa yang mendapat nilai 65. Hal ini disebabkan karena penggunaan model
Contextual Teaching Learning masih banyak mengalami hambatan diantaranya guru belum
maksimal menerapkan langkah – langkah pembelajaran, guru juga belum memahami dengan
baik karakteristik masing – masing siswa di dalam kelas, serta dalam penerapan model
Contextual Teaching Learning siswa masih merasa bingung. Disamping itu masih banyak
siswa yang kurang aktif dalam proses pembelajaran, banyak yang bermain, ada yang tidak
memperhatikan penjelasan dari guru. Hanya beberapa siswa yang berperan aktif didalam
pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang belum mencapai ketuntasan
belajar klasikal lebih dari atau sama dengan ≤ 65 %.
Sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa telah mengalami peningkatan dari 67 %
pada siklus I menjadi 83 %. Peningkatan ini karena siswa ikut terlibat aktif dalam proses
pembelajaran, tidak banyak lagi yang bermain, semua memperhatikan penjelasan dari guru,
siswa tidak lagi malu – malu dalam mempresentasikan hasil kerja mereka masing – masing
dan penerapan model Contextual Teaching Learning sudag terarah sehingga hasil belajar
siswa terlihat pada siklus II.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas ( PTK ) di kelas III SD GMIM
KOYA Tondano dapat disimpulkan bahwa :
1. Penerapan model Contextual Teaching Learning dapat meningkatkan hasil belajar
Bahasa Indonesia kelas III di SD GMIM KOYA Tondano.
2. Dengan diterapkannya model Contextual Teaching Learning membuat siswa
menjadi lebih aktif dalam pembelajaran.

B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat disarankan bahwa :
1. Guru sebaiknya menggunakan model Contextual Teaching Learning dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas III SD GMIM KOYA Tondano.
2. Diharapkan siswa yang belajar dengan model Contextual Teaching Learning
supaya lebih aktif dalam kegiatan belajar menagajar.

Daftar Pustaka

Aqib Zainal. [Link] Tindakan [Link]: Krana Widya


Bloom S,Benyamin, 2006, Taxonomy of Educational Objektiv. Universitas Kristen
Maranatha

Dimyati, 2009, Belajar dan Pembelajaran

Dahlan, [Link]- model Mengajar. Bandung: CV Diponegoro

Djamarah, Syaiful Bahri. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta

Heinich, R, Molenda, M, dan Russel, J.D 1982 Instructional Media and The New
Thecnologies of Instruction, New York: John Wiley and Sons

Kemmis dan Mc. Taggar. 1992. The Action Research Planner. Victoria: Deakrin
University

Sadirman, AM.2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo
Persada

Sanjaya,Wina. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.


Jakarta: Kencana

Sudjana, Nana,2009, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar,Bandung

Sugiyanto, Nurhadi. 2007. Contextual teaching Learning, Metode, Tehnik, Struktur dan
Model Penerapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Keraf,Smarapradhipa. 2005. Symbol-simbol vocal bunyi bahasa. Jakarta: PT Rineka


Cipta

Suyitno, Amin. 2004. Dasar- dasar dan Proses Pembelajaran Matematika. Semarang:
FMIPA UNNES

Trianto.2007. Model- model Pembelajaran Inovatif Berorientasi [Link]:


Prestasi Pustaka

Suparno.2009. Keterampilan Menulis. Bandung: Tarsito


LAMPIRAN
RPP
KURIKULUM 2013
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

TEMA 4 : PEDULI LINGKUNGAN SOSIAL

Nama Sekolah : SD GMIM KOYA

Kelas / Semester : III (Tiga) / I ( Satu )

Nama Guru : HETTY UMIATI,[Link]

NIP / NIK : 19860928 200909 2 002


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan : SD GMIM KOYA
Kelas / Semester : III (Tiga) / I ( Satu )
Tema 4 : Peduli Lingkungan Sosial
Sub Tema 1 : Lingkungan Sosial
Pembelajaran : 1
Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan (5 x 35 menit)

A. KOMPETENSI INTI (KI)


KI 1 : Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan
percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangga.
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat,
membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk
ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah
dan di sekolah.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis,
dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan
dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak
mulia.

B. KOMPETENSI DASAR (KD) & INDIKATOR


Bahasa Indonesia
Kompetensi Dasar (KD)
3.3 Mengemukakan isi teks surat tanggapan pribadi tentang perkembangan teknologi
produksi, komunikasi, dan transportasi serta permasalahan dan lingkungan sosial
di daerah dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis
yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman.
4.3 Mengolah dan menyajikan teks surat tanggapan pribadi tentang perkembangan
teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi serta permasalahan dan
lingkungan sosial di daerah secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis
yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian.
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.3.1 Mengidentifikasi teks surat tanggapan pribadi tentang lingkungan sosial.
4.3.1 Membuat surat tanggapan pribadi tentang tentang lingkungan sosial.
SBdP
Kompetensi Dasar (KD)
3.2 Membedakan pola irama rata dan bervariasi lagu bertanda birama enam.
4.5 Menyanyi lagu wajib dan lagu permainan dari daerah sesuai dengan isi lagu.
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.2.1 Mengidentifikasi isi lagu berpola irama rata bertanda birama enam.
4.5.1 Menyanyikan lagu bertanda birama enam dengan syair yang benar.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
 Dengan mengamati syair lagu, siswa dapat menyimpulkan isi lagu dengan tepat.
 Dengan memperhatikan contoh dari guru, siswa dapat menyanyikan lagu Desaku
yang Kucinta dengan benar.
 Dengan mengamati bagian-bagian surat, siswa dapat membuat surat tanggapan
pribadi dengan tepat
D. MATERI PEMBELAJARAN
 Lagu Desaku yang Kucinta.
 Membaca, membuat dan menentukan bagian-bagian surat
 Menjawab pertanyaan teks surat tentang pengalaman berlibur di desa.

E. METODE PEMBELAJARAN
 Pendekatan : Saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi /
mencoba, mengasosiasi / mengolah informasi, dan
mengkomunikasikan)
 Model : Kooperatif learning
 Metode : Tanya jawab, Diskusi, Penugasan dan Ceramah

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu

Pendahuluan  Guru memberi salam dan mengajak semua siswa 5 menit


berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-
masing.
 Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi lembar
kehadiran dan memeriksa kerapihan, posisi dan tempat
duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
 Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan yaitu
tentang ”Peduli Lingkungan Sosialku”.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu

 Melakukan apersepsi,

Inti  Guru memancing siswa dengan mengajak mereka 35 Menit


mengamati lingkungan sekitar. (Mengamati)
 Siswa menjawab pertanyaan bersama-sama. (Menalar)
 Siswa berbagi pengalaman tentang siapa saja orang-
orang yang ada di lingkungan mereka, kepada siapa
saja mereka pernah berbicara, siapa saja yang pernah
mereka bantu dan membantu mereka, siapa saja yang
pernah mereka kunjungi,(Menggali informasi)
 Siswa berbagi cerita tentang tempat-tempat apa saja
yang pernah mereka kunjungi. Misalnya, sekolah,
pasar, dokter, bank, desa, dan kota.(Menggali
informasi)
 Dengan bantuan guru, siswa menyimpulkan apa yang
dimaksud dengan lingkungan sosial, yaitu tempat
manusia saling bertemu dan berhubungan, saling
membantu, bekerja sama, berbicara, dan lain-lain.
(Menyimpulkan)
 Siswa mengamati gambar pedesaan tempat Kakek
Udin tinggal yang ada pada buku teks pelajaran.
(Mengamati)
 Siswa mendengarkan penjelasan guru bahwa pedesaan
adalah salah satu lingkungan sosial.
 Siswa mengidentifikasi perbedaan suasana desa Kakek
Udin dengan lingkungan tempat tinggalnya.
(Mengeksplorasi)
 Siswa menyampaikan hasil pengamatannya terhadap
gambar secara bergantian. (Menyajikan)
 Seorang siswa membaca teks dan siswa lain
menyimak. (Mengamati)
 Guru bertanya apakah siswa sudah mengenal lagu
“Desaku yang Kucinta”? Jika ada siswa yang sudah
bisa menyanyikan lagu tersebut, siswa yang
bersangkutan dapat menyanyikan lagu tersebut di
depan kelas. (Mencoba)
 Siswa mendengarkan guru menyanyikan lagu “Desaku
yang Kucinta”. (Mengamati)
 Guru meminta siswa untuk membuat kelompok yang
terdiri atas 4 – 6 siswa. Masing-masing kelompok
berlatih menyanyikan lagu “Desaku yang Kucinta”.
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu

(Mencoba)
 Siswa secara berkelompok menyanyi di depan kelas
bergantian dengan kelompok lain. (Menyajikan)
 Setelah semua mendapat kesempatan menyanyi, siswa
mengamati isi teks lagu. (Mengamati)
 Siswa menyimpulkan isi lagu dengan menggunakan
bahasanya sendiri di buku siswa. (Menyajikan)
 Setelah bernyanyi, beberapa siswa membaca surat
Udin secara bersambung. Diawali seorang siswa, lalu
guru meminta siswa berhenti, dan dilanjutkan siswa
lain, demikian seterusnya. Siswa yang tidak mendapat
giliran membaca harus menyimak dengan serius dan
menanti gilirannya atas permintaan guru. (Mengamati)
 Siswa menanggapi surat Udin dengan menjawab
pertanyaan yang ada pada buku siswa. (Menalar)
 Siswa menyimak penjelasan guru tentang bagian -
bagian yang harus ada dalam sebuah surat.
(Mengamati)
 Siswa mengidentifikasi bagian-bagian surat yang
dibuat Udin. (Menalar)
 Siswa berlatih menulis surat pribadi tentang teman
bermain. (Mencoba)
 Siswa mengerjakan soal evaluasi

Penutup  Peserta didik membuat kesimpulan dibantu dan 10 menit


dibimbing guru.
 Melaksanakan penilaian dan refleksi dengan
mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik
dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan
masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya.
 Merencanakan kegiatan tindak lanjut dengan
memberikan tugas baik cara individu maupun
kelompok.
 Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.
 Menutup pelajaran dengan berdo’a dan salam.
H. SUMBER, ALAT DAN MEDIA PEMBELAJARAN
 Buku Guru dan Buku Siswa Tema 4 : ”Peduli Lingkungan Sosial” Kelas III (Buku
Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, 2017).
 Contoh surat yang sudah dikirim

I. PENILAIAN PEMBELAJARAN
1. Penilaian Sikap
Perubanan Tingkah Laku
Tanggung
Santun Peduli
No Nama Peserta Didik Jawab
K C B SB K C B SB K C B SB
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 ………………

2 …………….

3 ……………..

Dst ……………..

Keterangan:
K (Kurang) : 1, C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4

2. Penilaian Pengetahuan
Penilaian pada ranah pengetahuan dilakukan dengan melihat hasil latihan di buku
siswa, yaitu sebagai berikut.
• Mengidentifikasi surat pribadi (latihan di buku siswa).
• Berlatih berhitung (latihan di buku siswa).
Keterangan
Skor penilaian : 100
skor yang diperoleh
Penilaian = x 100
16
Panduan Konversi Nilai:
Rentang score Rentang Angka Huruf
96,25 – 100 3,85 – 4,00 A
87,75 – 96 3,51 – 3,84 A-
79,5 – 87,5 3,18 – 3,50 B+
71,25 – 79,25 2,85 – 3,17 B
62,75 – 71 2,51 – 2,84 B-
54,5 – 62,5 2,18 – 2,50 C+
46,25 – 54,25 1,85 – 2,17 C
37,75 – 46 1,51 – 1,84 C-
29,5 – 37,5 1,18 – 1,50 D+
25 – 29,25 1,00 – 1,17 D

3. Penilaian Keterampilan
Penilaian ranah keterampilan dalam pembelajaran 1 dilakukan pada rubrik kegiatan
menyanyi lagu “Desaku yang Kucinta”. Rubrik kriteria yang dinilai, antara lain sebagai
berikut.
Sangat Baik Baik Cukup Kurang
Kriteria
(4) (3) (2) (1)
Penguasaan Siswa hafal Siswa Tidak semua Siswa tidak hafal
lagu seluruh syair melakukan syair dihafal lagu
lagu sedikit dengan baik
kekeliruan

Vokal Artikulasi yang Terdapat Artikulasi yang Artikulasi yang


diucapkan sedikit diucapkan diucapkan tidak
sangat jelas kesalahan sebagian jelas jelas.
dalam
artikulasi

Ekspresi Ekspresi wajah Memenuhi dua Memenuhi satu Tidak memenuhi


sesuai dengan isi kriteria kriteria kriteria
lagu, konsisten
dan bersemangat
Nama Penguasaan Volume Ekspresi Rata rata Nilai
Lagu

………………..

………………..

………………..

Mengetahui Tondano, ..................... 2019


Kepala Sekolah, Guru Kelas III

RELKE MASOKO, [Link] HETTY UMIATI, [Link]


NIP 196712011993022004 NIP .198609282009092002

Anda mungkin juga menyukai