Peningkatan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia
Peningkatan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia
Oleh:
HETTY UMIATI, [Link]
No Peserta : 19320802710005
Tondano dari tanggal 26 Agustus 2019 sampai tanggal 19 September 2019. Adapun hasil
penelitian ini dengan judul “ Peningkatan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Mengetahui
DIREKTUR PPG
Dalam Jabatan Angkatan II UNIMA Tahun 2019
Segala puji syukur saya panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan
berbagai kenikmatan kepada saya termasuk nikmat kesehatan sehingga saya dapan
menyelesaikan laporan melalui Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan baik tanpa ada
Tujuan saya selaku penulis dalam laporan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) adalah
untuk memenuhi tugas saya sebagai mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru Universitas
Negeri [Link] untuk meningkatkan kemampuan saya dalam memberikan ilmu kepada
Dalam penulisan laporan ini tidak lepas dari dukungan dan bimbingan,support yang
12. Orang tua saya yang telah memberikan dukungan dan semangat yang diberikan guna
Hanya ucapan terima kasih yang bisa saya sampaikan dan semoga ALLAH SWT
membalas segala amal baik mereka dengan balasan yang jauh lebih baik dari yang saya
berikan.
Akhir kata,saya berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi rekan – rekan
Penulis
Halaman Judul……………………………............................................................. i
Daftar Isi................................................................................................................... v
Abstrak..................................................................................................................... ix
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah....................................................................................... 2
C. Tujuan Penelitian........................................................................................ 2
D. Manfaat Penelitian...................................................................................... 2
A. Kajian Teoritik............................................................................................ 4
D. Hasil Belajar…………………………………………………….………... 9
A. Rancangan Penelitian……………………………………………………. 10
B. Prosedur Penelitian………………………………………………………. 11
C. Subyek Penelitian…………….................................................................... 13
B. Pembahasan……………………………...................................................... 17
BAB V PENUTUP………………………………………………………………... 19
A. Kesimpulan………………………………………………………………... 19
B. Saran………………………………………………………………………. 19
LAMPIRAN - LAMPIRAN
PERSEMBAHAN
persembahkan untuk:
Bapak dan Ibuku tercinta. Meski ananda tahu, semua tak kan mampu
membandingi setiap perjuangan dan ketulusannya. Terimakasih yang tak terhingga atas
keikhlasan do’a, ketulusan kasih sayang dan dukungan moril yang Bapak dan Ibu berikan.
Anak - anakku tersayang yang selalu memberikan perhatian, dukungan dan do’a.
Suamiku yang selalu memberikan perhatian, kasih sayang, dukungan secara moril
maupun materiil dan do’a. Semoga pengorbanan yang diberikan berbuah keberkahan.
Amiin.......
ABSTRAK
Hetty Umiati, 2019 “Peningkatan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Keterampilan Menulis Melalui Model Contextual Teaching Learning Pada Siswa Kelas
III SD GMIM KOYA Tondano”
Pelaksanaan pembelajaran Menulis surat pribadi Siswa Kelas III SD GMIM KOYA
perlu di lakukan inovasi dalam [Link] ini di dasari pada penemuan observasi yang
peneliti lakukan dan di dapati bahwa siswa kelas III masih banyak yang merasa jenuh dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia materi Menulis Surat [Link] ini bila di biarkan
terus menerus akan berdampak negative pada siswa,yakni siswa mulai merasa kebosanan,
kejenuhan dan [Link] jumlah siswa 9 orang yang mampu mencapai KKM hanya 3
siswa sementara 6 siswa masih perlu perbaikan dalam hasil [Link] dengan
menggunakan Contextual Teaching Learning ( CTL ) dapat meningkatkan motivasi belajar
[Link] pelaksanaan pembelajaran Contextual Teaching Learning ( CTL ) guru
melakukan pemantauan terhadap kegiatan belajar siswa,mengarahkan ketrampilan bekerja
sama,dan memberikan bantuan saat di [Link] belajar berpusat pada siswa,guru
berfungsi sebagai fasilitator dan [Link] kondisi demikian diharapkan siswa
mampu mengembangkan semua potensinya secara optimal dengan keleluasaan cara berfikir
yang di miliki siswa dalam [Link] yang di gunakan adalah penelitian tindakan
kelas ( PTK ) yang terdiri atas perencanaan,tindakan,observasi,[Link] latar
belakang yang telah paparkan di atas,maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
Bagaimanakah model pembelajaran Cooperatif Teaching Learning ( CTL ) dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia keterampilan
menulis..Hasil siklus I mencapai 43 % dan siklus II mencapai 83 % dapat di simpulkan
penggunaan model pembelajaran Cooperatif Teaching Learning ( CTL ) menunjukkan
peningkatan baik proses belajar maupun hasil belajar [Link] di sarankan pada guru
SD agar dapat menerapkan Model Cooperatif Teaching Learning ( CTL ) dalam
pembelajaran.
Kata Kunci : Model Pembelajaran Cooperatif Teaching Learning Dan Motivasi Belajar
Bahasa Indonesia Keterampilan Menulis
BAB I
PENDAHULUAN
B. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana pendekatan konstektual (Contextual Teaching Learning) dapat
meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III SD GMIM KOYA
Tondano dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada aspek menulis?
b. Bagi Guru
Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi guru, yakni dapat memberikan
pengalaman dan wawasan bagi guru bahwa dalam membelajarkan bahasa Indonesia,
khususnya bagi siswa kelas rendah membutuhkan suatu pendekatan dalam pembelajaran
yang dapat memberikan rasa nyaman dan rasa senang pada siswa pada saat
pembelajaran. Sehingga siswa dapat termotivasi dalam belajar dan akan berakibat pada
pencapaian hasil belajar yang maksimal dan sesuai dengan harapan.
c. Bagi Sekolah
Penelitian tindakan ini dilakukan sebagai tolak ukur dalam peningkatan dan perbaikan
mutu pembelajaran di sekolah.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. KAJIAN TEORITIK
1. Pengertian Model Pembelajaran
Menurut Dahlan, model pembelajaran adalah rencana/pola yang digunakan dalam
menyusun kurikulum, mengatur materi pengajaran dan member petunjuk pada pengajar di
kelas dalam setting pengajaran atau setting lainnya.
Selanjutnya, Amin Suyitno mengemukakan model pembelajaran adalah suatu pola
atau langkah-langkah pembelajaran tertentu yang ditetapkan guru agar tujuan atau
kompetensi dari hasil belajar yang diharapkan akan cepat dapat dicapai dengan lebih
efektif.
Lebih lanjut, Joyce dalam Trianto mengemukakan model pembelajaran adalah suatu
perencanaan / pola yang digunakan di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk
menentukan perangkat pembelajaran.
Dari beberapa pendapat ahli dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran adalah
suatu cara atau langkah-langkah tertentu yang digunakan untuk mencapai hasil belajar yang
diharapkan.
.
2. Model konstektual (Contextual Teaching Learning)
a. Pengertian Model Konstektual (CTL)
Menurut Nurhadi dalam Sugiyanto (2007) CTL (Contextual Teaching and
Learning) adalah konsep belajar yang mendorong guru untuk menghubungkan antara
materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa
Menurut Jonhson dalam Sugiyanto (2007) CTL adalah sebuah proses
pendidikan yang bertujuan untuk menolong para siswa melihat makna didalam materi
akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subyek-subyek
akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka.
Sedangkan menurut Blanchard (Trianto, 2007 ) mengemukakan bahwa
pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang terjadi dalam hubungan yang erat
dengan pengalaman yang sesungguhnya.
CTL (Contextual Teaching and Learning) merupakan suatu proses
pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna
materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut
dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan
kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secara
fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan ke permasalahan
lainnya.
b. Karakteristik Model Pembelajaran CTL
Karakteristik model pembelajaran CTL ada 5 yaitu :
1. Dalam pembelajaran konstektual pembelajaran merupakan proses
pengaktifan pengetahuan yang sudah ada
2. Pembelajaran yang konstektual adalah pembelajaran dalam rangka
memperoleh dan menambah pengetahuan baru
3. Pemahaman pengetahuan berarti pengetahuan yang diperoleh bukan untuk
dihafal, melainkan untuk dipahami dan diyakini
4. Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut
5. Melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan
c. Kelebihan dan Kelemahan Model Konstektual (Constektual Teaching
Learning)
Kelebihan model CTL adalah :
1. Pembelajaran lebih bermakna, artinya siswa melakukan sendiri kegiatan
yang berhubungan dengan materi yang ada sehingga siswa dapat
memahaminya sendiri
2. Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan
konsep kepada siswa karena pembelajaran CTL menuntut siswa
menemukan sendiri bukan menghafal
3. Menumbuhkan keberanian siswa untuk mengemukakan pendapat tentang
materi yang dipelajari
4. Menumbuhkan rasa ingin tahu materi yang dipelajari dengan bertanya
pada guru
5. Menumbuhkan kemampuan dalam bekerjasama dengan teman yang lain
untuk memecahkan masalah yang ada
6. Siswa dapat membuat kesimpulan sendiri dari kegiatan pembelajaran
a. Keterampilan Menulis
Kaitan antara membaca dan menulis sangat erat, sehingga tidak dapat
dipisahkan. Pada waktu guru mengajarkan kata atau kalimat, siswa tentu akan
membaca kata atau kalimat tersebut. Menurut Suparno (2009:13) keterampilan
menulis adalah sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan
menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya.
Menulis adalah melahirkan pikiran atau gagasan (seperti mengarang, membuat
surat) dengan tulisan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1993:968). Menulis atau
mengarang adalah proses menggambarkan suatu bahasa sehingga pesan yang
disampaikan penulis dapat dipahami pembaca (Tarigan, 1986:21). Dari pengertian
menulis tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah proses
mengungkapkan gagasan, pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan.
Menulis merupakan kegiatan yang memerlukan kemampuan yang bersifat
kompleks, yaitu kemampuan berpikir secara teratur dan logis, kemampuan
mengungkapkan pikiran atau gagasan secara jelas dengan menggunakan bahasa yang
efektif, dan kemampuan menerapkan kaidah tulis-menulis dengan baik.
Tujuan pembelajara Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar pada aspek menulis
adalah agar peserta didik memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai jenis
kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam
bentuk karangan sederhana, petunjuk, surat pengumuman, dialog, formulir, teks,
pidato, laporan, ringkasan, serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita,
puisi dan pantun.
D. HASIL BELAJAR
Hasil belajar merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran. Nana Sudjana
(2009: 3) mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku
sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif,
dan psikomotorik.
Dimyati dan Mudjiono (2006: 3-4) juga menyebutkan hasil belajar merupakan hasil
dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar
diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan
berakhirnya pengajaran dari puncak proses belajar.
Benjamin S. Bloom (Dimyati dan Mudjiono, 2006: 26-27) menyebutkan enam jenis
perilaku ranah kognitif, sebagai berikut:
a. Pengetahuan, mencapai kemampuan ingatan tentang hal yang telah dipelajari dan
tersimpan dalam ingatan. Pengetahuan itu berkenaan dengan fakta, peristiwa,
pengertian kaidah, teori, prinsip, atau metode.
b. Pemahaman, mencakup kemampuan menangkap arti dan makna tentang hal yang
dipelajari.
c. Penerapan, mencakup kemampuan menerapkan metode dan kaidah untuk
menghadapi masalah yang nyata dan baru. Misalnya, menggunakan prinsip.
d. Analisis, mencakup kemampuan merinci suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian
sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami dengan baik. Misalnya mengurangi
masalah menjadi bagian yang telah kecil.
e. Sintesis, mencakup kemampuan membentuk suatu pola baru. Misalnya
kemampuan menyusun suatu program.
f. Evaluasi, mencakup kemampuan membentuk pendapat tentang beberapa hal
berdasarkan kriteria tertentu. misalnya, kemampuan menilai hasil ulangan.
Berdasarkan pengertian hasil belajar di atas, disimpulkan bahwa hasil belajar adalah
kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya.
BAB III
METODE PENELITIAN
Refleksi
Observasi Perencana
Siklus I
an I
Pelaksana
an Hasil refleksi
Refleksi
Pelaksana
Keterangan: an
: Kegiatan dst
: Hasil kegiatan
: Urutan pelaksanaan kegiatan
B. PROSEDUR PENELITIAN
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklusnya meliputi
perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.
SIKLUS I
1. Perencanaan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan adalah :
a. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP )
b. Membuat media / alat peraga
c. Membuat lembar kerja siswa ( LKS )
d. Membuat lembar penilaian ( LP )
e. Membuat lembar observasi
2. Tindakan / Pelaksanaan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah melakukan aktivitas pembelajaran
sesuai langkah – langkah model Contextual Teaching Learning, yaitu sebagai berikut :
a. Siswa membentuk kelompok belajar
b. Mengamati gambar surat yang ditampilkan guru
c. Membuat surat pribadi sederhana
d. Siswa membacakan hasil karyanya
e. Karya dipajangkan dan mendapatkan komentar dari kelompok lain
f. Guru dan siswa menetapkan kelompok dengan hasil karya terbaik dan kelompok
terkompak.
g. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok – kelompok yang terpilih
3. Observasi
Observasi dilakukan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Guru dan
dua teman sejawat mengobservasi siswa yang sedang belajar, dan guru yang mengajar
menggunakan lembara observasi.
4. Refleksi
Guru melakukan analisis untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam
pembelajaran dengan menggunakan model Contextual Teaching Learning. Bila hasil
evaluasi belum mencapai KKM yang disyaratkan maka akan dilanjutkan ke siklus ke
II.
SIKLUS II
Siklus II ini merupakan perbaikan dari siklus I
1. Perencanaan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan adalah :
a. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP )
b. Membuat media / alat peraga
c. Membuat lembar kerja siswa ( LKS )
d. Membuat lembar penilaian ( LP )
e. Membuat lembar observasi
2. Tindakan / Pelaksanaan
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah melakukan aktivitas pembelajaran
sesuai langkah – langkah model Contextual Teaching Learning, yaitu sebagai berikut :
a. Siswa membentuk kelompok belajar
b. Mengamati gambar surat yang ditampilkan guru
c. Membuat surat pribadi sederhana
d. Siswa membacakan hasil karyanya
e. Karya dipajangkan dan mendapatkan komentar dari kelompok lain
f. Guru dan siswa menetapkan kelompok dengan hasil karya terbaik dan kelompok
terkompak.
g. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok – kelompok yang terpilih
3. Observasi
Observasi dilakukan pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Guru dan dua
teman sejawat mengobservasi siswa yang sedang belajar, dan guru yang mengajar
menggunakan lembara observasi.
4. Refleksi
Dalam refleksi dilaksanakan dengan cara mengevaluasi proses pembelajaran yang
telah dilaksanakan. Guru melakukan analisis untuk mengetahui kelebihan dan
kekurangan. Bila sudah mencapai KKM yang disyaratkan, maka penelitian ini tidak
akan dilanjutkan atau tidak memerlukan putaran selanjutnya.
C. SUBYEK PENELITIAN
Subjek penelitian adalah siswa kelas III SD GMIM KOYA Tondano, berjumlah 9
siswa untuk semester 1 tahun ajaran 2019 / 2020
2. Tes
Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa, dan tes yang digunakan adalah tes
tertulis. Tes tertulis merupakan alat penelitian yang dijawab oleh siswa secara tertulis.
T = Tuntas
Tt = Skor total
Bila siswa memperoleh 65 maka hasil belajar dinyatakan tuntas.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian dilaksanakan dengan cara menggunakan model Contextual teaching
Learning untuk peningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia keterampilan menulis siswa
kelas III SD GMIM KOYA Tondano. Adapun hasil penelitian ini berdasarkan pengumpulan
data melalui tindakan penelitian yang dilakukan pada siklus I dan II. Tahap – tahap penelitian
yaitu : 1) tahap perencanaan, 2) tahap tindakan, 3) tahap observasi, 4) tahap refleksi.
Berikut ini diuraikan deskripsi tindakan pembelajaran tentang menulis pribadi dengan
penerapan model Contextual Teaching Learning pada siswa kelas III SD GMIM KOYA
Tondano yang dilaksanakan dalam dua siklus yaitu :
a. Perencanaan Siklus I
Perencanaan : Peneliti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan
kompetensi dasar menulis karangan, dan menyiapkan alat peraga atau media
yang diperlukan dalam penelitian tindakan. Pada siklus ini, peneliti
menggunakan media gambar seri untuk menulis karangan sederhana. Guru
membuat gambar yang berhubungan dengan situasi yang aktual pada saat ini.
Gambar dibuat dengan ukuran yang sesuai, agar dapat dinikmati oleh semua
siswa.
Pelaksanaan : Siswa dibentuk ke dalam beberapa kelompok belajar. Siswa mengamati
rangkaian gambar seri yang telah disusun secara bersama-sama. Secara
berkelompok siswa menceritakan gambar tersebut dalam bentuk karangan
sederhana. Siswa membacakan hasil karyanya. Karya dipajangkan, dan
mendapatkan komentar dari kelompok lain. Guru dan siswa menetapkan
kelompok dengan hasil karya terbaik dan kelompok terkompak. Guru
memberikan penghargaan kepada kelompok-kelompok yang terpilih.
Observasi : Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang berupa
check list untuk mengetahui sejauh mana minat siswa dalam mengikuti
pembelajaran dengan motivasi-morivasi yang diberikan guru, untuk
mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran, serta tingkat tingkat
keterampilan dan daya imajinasi siswa dalam menulis, mengetahui kemahiran
siswa dalam mengolah kata-kata sehingga menjadi sebuah karangan yang
runtut, serta untuk mengetahui keaktifan siswa dalam kelompoknya.
Refleksi : Guru membuat analisis data untu mengetahui tingkat keberhasilan tindakan
pada siklus I sebagai acuan untuk pelaksanaan pada siklus berikutnya.
KB = x 100% = = 43 %
KB = x 100% = = 83 %
B. PEMBAHASAN
Dalam kegiatan mengajar pada siklus I, ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 43
% hal ini disebabkan karena penerapan model Contextual Teaching Learning masih belum
maksimal. Banyak siswa juga yang tidak memperhatikan penjelasan dari guru, banyak yang
bermain dalam kelas dan kurang aktifnya siswa dalamn mengerjakan latihan soal sehingga
hanya 3 siswa yang mendapat nilai 65. Hal ini disebabkan karena penggunaan model
Contextual Teaching Learning masih banyak mengalami hambatan diantaranya guru belum
maksimal menerapkan langkah – langkah pembelajaran, guru juga belum memahami dengan
baik karakteristik masing – masing siswa di dalam kelas, serta dalam penerapan model
Contextual Teaching Learning siswa masih merasa bingung. Disamping itu masih banyak
siswa yang kurang aktif dalam proses pembelajaran, banyak yang bermain, ada yang tidak
memperhatikan penjelasan dari guru. Hanya beberapa siswa yang berperan aktif didalam
pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar siswa yang belum mencapai ketuntasan
belajar klasikal lebih dari atau sama dengan ≤ 65 %.
Sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa telah mengalami peningkatan dari 67 %
pada siklus I menjadi 83 %. Peningkatan ini karena siswa ikut terlibat aktif dalam proses
pembelajaran, tidak banyak lagi yang bermain, semua memperhatikan penjelasan dari guru,
siswa tidak lagi malu – malu dalam mempresentasikan hasil kerja mereka masing – masing
dan penerapan model Contextual Teaching Learning sudag terarah sehingga hasil belajar
siswa terlihat pada siklus II.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas ( PTK ) di kelas III SD GMIM
KOYA Tondano dapat disimpulkan bahwa :
1. Penerapan model Contextual Teaching Learning dapat meningkatkan hasil belajar
Bahasa Indonesia kelas III di SD GMIM KOYA Tondano.
2. Dengan diterapkannya model Contextual Teaching Learning membuat siswa
menjadi lebih aktif dalam pembelajaran.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat disarankan bahwa :
1. Guru sebaiknya menggunakan model Contextual Teaching Learning dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas III SD GMIM KOYA Tondano.
2. Diharapkan siswa yang belajar dengan model Contextual Teaching Learning
supaya lebih aktif dalam kegiatan belajar menagajar.
Daftar Pustaka
Djamarah, Syaiful Bahri. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta
Heinich, R, Molenda, M, dan Russel, J.D 1982 Instructional Media and The New
Thecnologies of Instruction, New York: John Wiley and Sons
Kemmis dan Mc. Taggar. 1992. The Action Research Planner. Victoria: Deakrin
University
Sadirman, AM.2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo
Persada
Sugiyanto, Nurhadi. 2007. Contextual teaching Learning, Metode, Tehnik, Struktur dan
Model Penerapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Suyitno, Amin. 2004. Dasar- dasar dan Proses Pembelajaran Matematika. Semarang:
FMIPA UNNES
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Dengan mengamati syair lagu, siswa dapat menyimpulkan isi lagu dengan tepat.
Dengan memperhatikan contoh dari guru, siswa dapat menyanyikan lagu Desaku
yang Kucinta dengan benar.
Dengan mengamati bagian-bagian surat, siswa dapat membuat surat tanggapan
pribadi dengan tepat
D. MATERI PEMBELAJARAN
Lagu Desaku yang Kucinta.
Membaca, membuat dan menentukan bagian-bagian surat
Menjawab pertanyaan teks surat tentang pengalaman berlibur di desa.
E. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi /
mencoba, mengasosiasi / mengolah informasi, dan
mengkomunikasikan)
Model : Kooperatif learning
Metode : Tanya jawab, Diskusi, Penugasan dan Ceramah
G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Melakukan apersepsi,
(Mencoba)
Siswa secara berkelompok menyanyi di depan kelas
bergantian dengan kelompok lain. (Menyajikan)
Setelah semua mendapat kesempatan menyanyi, siswa
mengamati isi teks lagu. (Mengamati)
Siswa menyimpulkan isi lagu dengan menggunakan
bahasanya sendiri di buku siswa. (Menyajikan)
Setelah bernyanyi, beberapa siswa membaca surat
Udin secara bersambung. Diawali seorang siswa, lalu
guru meminta siswa berhenti, dan dilanjutkan siswa
lain, demikian seterusnya. Siswa yang tidak mendapat
giliran membaca harus menyimak dengan serius dan
menanti gilirannya atas permintaan guru. (Mengamati)
Siswa menanggapi surat Udin dengan menjawab
pertanyaan yang ada pada buku siswa. (Menalar)
Siswa menyimak penjelasan guru tentang bagian -
bagian yang harus ada dalam sebuah surat.
(Mengamati)
Siswa mengidentifikasi bagian-bagian surat yang
dibuat Udin. (Menalar)
Siswa berlatih menulis surat pribadi tentang teman
bermain. (Mencoba)
Siswa mengerjakan soal evaluasi
I. PENILAIAN PEMBELAJARAN
1. Penilaian Sikap
Perubanan Tingkah Laku
Tanggung
Santun Peduli
No Nama Peserta Didik Jawab
K C B SB K C B SB K C B SB
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 ………………
2 …………….
3 ……………..
Dst ……………..
Keterangan:
K (Kurang) : 1, C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4
2. Penilaian Pengetahuan
Penilaian pada ranah pengetahuan dilakukan dengan melihat hasil latihan di buku
siswa, yaitu sebagai berikut.
• Mengidentifikasi surat pribadi (latihan di buku siswa).
• Berlatih berhitung (latihan di buku siswa).
Keterangan
Skor penilaian : 100
skor yang diperoleh
Penilaian = x 100
16
Panduan Konversi Nilai:
Rentang score Rentang Angka Huruf
96,25 – 100 3,85 – 4,00 A
87,75 – 96 3,51 – 3,84 A-
79,5 – 87,5 3,18 – 3,50 B+
71,25 – 79,25 2,85 – 3,17 B
62,75 – 71 2,51 – 2,84 B-
54,5 – 62,5 2,18 – 2,50 C+
46,25 – 54,25 1,85 – 2,17 C
37,75 – 46 1,51 – 1,84 C-
29,5 – 37,5 1,18 – 1,50 D+
25 – 29,25 1,00 – 1,17 D
3. Penilaian Keterampilan
Penilaian ranah keterampilan dalam pembelajaran 1 dilakukan pada rubrik kegiatan
menyanyi lagu “Desaku yang Kucinta”. Rubrik kriteria yang dinilai, antara lain sebagai
berikut.
Sangat Baik Baik Cukup Kurang
Kriteria
(4) (3) (2) (1)
Penguasaan Siswa hafal Siswa Tidak semua Siswa tidak hafal
lagu seluruh syair melakukan syair dihafal lagu
lagu sedikit dengan baik
kekeliruan
………………..
………………..
………………..