Barisan, Deret, dan Penerapannya
Pertemuan 4
Definisi barisan
Barisan adalah susunan bilangan yang memiliki pola
atau aturan tertentu antara satu bilangan dengan
bilangan yang berikutnya.
Setiap bilangan dalam barisan bilangan disebut suku
barisan. Suku ke-n dari suatu barisan diberi lambing
dengan Un .
Jenis barisan
Barisan terbagi menjadi dua (2) yakni:
1. Barisan aritmatika/barisan hitung; barisan bilangan
yang mempunyai selisih tetap antara dua suku
barisan yang berurutan, selisih tersebut dinamakan
beda (b)
2. Barisan geometri/barisan ukur; barisan bilangan
yang memiliki nilai perbandingan yang tetap antara
dua suku barisanyang berurutan. Nilai perbandingan
yang tetap atau konstan tersebut dinamakan rasio (r)
Rumus barisan aritmatika
Rumus umum suku ke-n Beda pada barisan aritmatika
𝑈𝑛 = 𝑎 + 𝑛 − 1 𝑏 𝑝 −𝑞
𝑏𝑒𝑑𝑎 = 𝑏
Dengan: 𝑖 −𝑗
𝑈1 = 𝑎 𝑠𝑢𝑘𝑢 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑚𝑎 Dengan:
𝑏 = 𝑈𝑛 − 𝑈𝑛−1 (𝑏𝑒𝑑𝑎) p = suku ke-I
n = banyaknya suku q = suku ke-j
Contoh1:
Diketahui suatu barisan aritmatika sebagai berikut.
2, 7, 12, 17, 22, 27, 32, 37,….
Tentukanlah
a. Suku pertama (a) dan beda (b) barisan tersebut
b. Rumus umum suku ke-n (𝑈𝑛 )
c. Suku ke-20 (𝑈20 )
Jawab:
a. a = 𝑈1 = 2, beda, b = 𝑈2 − 𝑈1 = 7 − 2 = 5
b. 𝑈𝑛 = 𝑎 + 𝑛 − 1 𝑏
𝑈𝑛 = 2 + 𝑛 − 1 5
𝑈𝑛 = 2 + 5𝑛 − 5
𝑈𝑛 = 5𝑛 − 3
c. 𝑈𝑛 = 5𝑛 − 3
𝑈20 = 5 20 − 3 = 97
Contoh 2:
Suatu barisan aritmatika memiliki suku pertama = 6 dan suku ketujuh = 36
Tentukanlah:
a. Beda barisan tersebut
b. Tuliskan lima suku pertama barisan tersebut
Jawab:
Diketahui suku pertama (a) = 6; suku ke-7 𝑈7 = 36
a. 𝑈𝑛 = 𝑎 + 𝑛 − 1 𝑏
𝑈7 = 6 + 7 − 1 𝑏
36 = 6 + 6𝑏
6b = 36 – 6
6b = 30
30
b=
6
b=5
b. Jika a = 6 dan b = 5 maka lima suku pertama dari barisan tersebut adalah:
6, 11, 16, 21, dan 26
Contoh 3:
Rumus suku ke-n suatu barisan aritmatika adalah
𝑈𝑛 = 𝑛2 − 2𝑛 jumlah suku ke 10 dan ke-11 adalah
Jawab:
diketahui:𝑈𝑛 = 𝑛2 − 2𝑛 , dengan demikian:
𝑈10 = 102 − 2 10 = 100 − 20 = 80
𝑈11 = 112 − 2 11 = 121 − 22 = 99
Jadi, 𝑈10 + 𝑈11 = 80 + 99 = 179
Rumus umum barisan geometri
Rumus umum suku ke-n dari Diketahui barisan geometri
suatu barisan geometri 3,6,12,24,48,…
𝑈1 , 𝑈2 , 𝑈3 , 𝑈4 , … … 𝑈𝑛−1, 𝑈𝑛 Tentukanlah:
dinyatakan dengan : a. Rumus suku ke-n
𝑈𝑛 = 𝑎𝑟 𝑛−1 b. Suku ke 10
Dengan : Jawab:
𝑈1 = 𝑎 (𝑠𝑢𝑘𝑢 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑚𝑎) a. Diketahui a = 3 dan
𝑈𝑛
𝑟= (𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜) 𝑟=
𝑈2 6
= 3=2
𝑈𝑛−1 𝑈1
𝑈𝑛 = 3𝑥2𝑛−1
n = banyaknya suku
b. 𝑈10 = 3𝑥210−1
𝑈10 = 3 𝑥 29
𝑈10 = 3 𝑥 512
𝑈10 = 1536
Contoh:
suku ke-6 suatu barisan geometri
adalah 486. jika suku pertama b. Dengan memasukkan
adalah 2, tentukanlah nilai a = 2 dan r = 3
a. Rasio pada rumus umum
b. Rumus suku ke-n suku ke-n barisan
Jawab geometri akan
a. 𝑈𝑛 = 𝑎𝑟 𝑛−1
diperoleh
𝑈6 = 2𝑟 6−1 Rumus 𝑈𝑛 = 2𝑥3𝑛−1
486 = 2𝑟 5
486
𝑟5 =
2
𝑟 5 = 243
𝑟 5 = 35
𝑟=3
Contoh:
Diketahui suatu barisan Jawab:
geometri dengan 𝑈4 = a. 𝑈4 = 𝑎𝑟 3 …… 1
4 𝑑𝑎𝑛 𝑈7 = 32 𝑈7 = 𝑎𝑟 6 … … (2)
Tentukanlah Dari persamaan 1 diperoleh :
a. Suku pertama dan rasio 𝑎𝑟 3 = 4, 𝑚𝑎𝑘𝑎 𝑎
4
barisan geometri tersebut = 3 … … (3)
𝑟
b. Suku ke 10 barisan
geometri tersebut
Substitusikan dengan persamaan (3)
ke persamaan (2), diperoleh:
6
4 6
𝑎𝑟 = 32, 𝑚𝑎𝑘𝑎 3 𝑟 = 32
3
𝑟
4𝑟 = 32
𝑟3 = 8
𝑟=2
Contoh:
Substitusikan r = 2 pada b. 𝑈𝑛 = 𝑎𝑟 𝑛−1
persamaan (1), sehingga 1 9
diperoleh 𝑈10 = 𝑥2
2
𝑎𝑟 3 = 4, maka 𝑎(23 ) = 4 1
𝑈10 = 𝑥512
8a = 4 2
1 𝑈10 = 256
𝑎=
2
Jadi, suku pertamanya (a) = ½ dan
rasionya (r) = adalah 2
Contoh:
Carilah nilai suku ke-11 dari suatu baris ukur Persamaan (2) dan (1)
dengan suku ke-4 dan ke-9 masing-masing adalah 𝑈9 𝑎𝑟 8
24 dan 768! =
𝑈4 𝑎𝑟 3
768 𝑎𝑟 8
= 3
Diketahui: 24 𝑎𝑟
5
32 = 𝑟
U4 = 24 5
U4 = ar 4−1
𝑟 = 32
24 = ar 3 … … (1) 𝑟=2
U9 = 768 Mencari nilai a
U9 = ar 9−1 24 = ar 3
768 = ar 8 … … (2) 24 = a𝑥23
24 = a x 8
24
𝑎= ,𝑎 = 3
8
Mencari suku ke-11
U11 = ar11−1
U11 = 3 𝑥 211−1
U11 = 3 𝑥 210
U11 = 3 x 1024
U11 = 3072
Definisi Deret
Deret bilangan adalah jumlah suku-sukudari suatu barisan bilangan.
Jenis deret:
a. Deret aritmetika/deret hitung; jumlah suku-suku dari barisan
aritmetika
b. Deret geometri/deret ukur; jumlah suku-suku dari suatu deret
geometri
c. Deret geometri tidak hingga
Rumus umum deret aritmetika
𝑛 𝑛
𝑆𝑛 = 𝑎 + 𝑈𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑆𝑛 = 2𝑎 + 𝑛 − 1 𝑏
2 2
Dengan:
𝑆𝑛 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛 𝑠𝑢𝑘𝑢 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑚𝑎 𝑏𝑎𝑟𝑖𝑠𝑎𝑛 𝑎𝑟𝑖𝑡𝑚𝑒𝑡𝑖𝑘𝑎
𝑈1 = 𝑎 (𝑠𝑢𝑘𝑢 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑚𝑎)
𝑏 = 𝑈𝑛 − 𝑈𝑛−1 (𝑏𝑒𝑑𝑎)
n = banyaknya suku
Contoh:
𝑛
Suatu baris hitung mempunyai b. 𝑆𝑛 = 2𝑎 + 𝑛 − 1 𝑏
suku pertama bernilai 210 dengan 2
10
beda antar suku sebesar 15. 𝑆10 = 2𝑥210 + 10 − 1 15
Tentukan nilai suku ke-sepuluh 2
10
dan berapa jumlah sepuluh suku 𝑆10 = 420 + 9(15
2
pertamanya!
𝑆10 = 5 420 + 135
𝑆10 = 5 555
Jawab:
𝑆10 = 2775
Diketahui a = 210 dan b = 15
atau
a. 𝑈𝑛 = 𝑎 + 𝑛 − 1 𝑏 𝑛
𝑆𝑛 = 𝑎 + 𝑈𝑛
𝑈10 = 210 + 10 − 1 15 2
10
𝑈10 = 210 + 9 15 𝑆10 = 210 + 345
2
𝑈10 = 210 + 135 10
𝑆10 = (555)
𝑈10 = 345 2
𝑆10 = 2775
Contoh:
Tentukanlah jumlah dari Dengan demikian jumlah 15 suku
4+9+14+19+…+74 pertama
𝑛
Jawab: 𝑆𝑛 = 2𝑎 + 𝑛 − 1 𝑏
2
Diketahui: a = 4, b = 5, dan 15
𝑈𝑛 = 74 𝑆15 = 2(4) + 15 − 1 5
2
Mencari n terlebih dahulu 15
𝑆15 = 8 + 14 5
𝑈𝑛 = 𝑎 + 𝑛 − 1 𝑏 2
15
74 = 4 + 𝑛 − 1 5 𝑆15 = 8 + 70
2
15
74 – 4 = 5n – 5 𝑆15 = 78
2
5n = 70 + 5 𝑆15 = 15 39
5n = 75 𝑆15 = 585
75
𝑛= = 15
5
Contoh:
Diketahui suku ke-3 dan ke-7 dari Persamaan 2 – persamaan 1
suatu baris hitung masing-masing 170 = 𝑎 + 6𝑏 … … (2)
150 dan 170. Tentukan nilai suku
150 = 𝑎 + 2𝑏 … … (1)
ke-10 baris hitung tersebut dan
nilai suku ke-5 deret hitungnya! --------------------------------(-)
𝑈3 = 150 20 = 4𝑏 … … (3)
𝑈3 = 𝑎 + 3 − 1 𝑏
150 = 𝑎 + 3 − 1 𝑏 Sehingga;
20
150 = 𝑎 + 2𝑏 … … (1) 𝑏= ,𝑏 = 5
4
150 = 𝑎 + 2(5)
𝑈7 = 170 150 = 𝑎 + 10
𝑎 = 150 − 10, 𝑎 = 140
𝑈7 = 𝑎 + 𝑛 − 1 𝑏
170 = 𝑎 + 7 − 1 𝑏
170 = 𝑎 + 6𝑏 … … (2)
Contoh:
Nilai suku ke-10 dari baris hitung Nilai suku ke-5 dari deret
tersebut: hitungnya :
𝑛
𝑆𝑛 = 2𝑎 + 𝑛 − 1 𝑏
𝑈10 = 𝑎 + 10 − 1 𝑏 2
5
𝑈10 = 140 + 10 − 1 5 𝑆5 = 2(140) + 5 − 1 5
2
𝑈10 = 140 + 9 5 𝑆10 = 2,5 280 + 20
𝑈10 = 140 + 45 𝑆10 = 2,5 300
𝑈10 = 185 𝑆10 = 750
Rumus deret geometri (ukur)
𝑎(1 − 𝑟 𝑛 )
𝑆𝑛 = , 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑟 < 1
(1 − 𝑟)
𝑎𝑡𝑎𝑢
𝑛
𝑎(𝑟 − 1)
𝑆𝑛 = , 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑟 > 1
(𝑟 − 1)
Dengan:
𝑆𝑛 = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑛 𝑠𝑢𝑘𝑢 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑚𝑎 𝑏𝑎𝑟𝑖𝑠𝑎𝑛 𝑔𝑒𝑜𝑚𝑒𝑡𝑟𝑖
𝑈1 = 𝑎 (𝑠𝑢𝑘𝑢 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎𝑚𝑎)
𝑈𝑛
𝑟= (𝑟𝑎𝑠𝑖𝑜)
𝑈𝑛−1
n = banyaknya suku
Contoh:
Diketahui barisan geometri 4, 8, b. Menentukan jumlah
16, 32,…. 𝑈𝑛 tentukanlah suku delapan suku pertamanya
kedelapan dan jumlah delapan 𝑆8 , Karena r > 1, maka
suku pertamanya 𝑎(𝑟 𝑛 − 1)
𝑆𝑛 =
(𝑟 − 1)
4(28 − 1)
Jawab: 𝑆8 =
8 (2 − 1)
Diketahui: a = 4 dan 𝑟 = =2 4(256 − 1)
4 𝑆8 =
a. Un = ar n−1 1
𝑆𝑛 = 4 (255)
U8 = 4 x 28−1 𝑆𝑛 = 1020
U8 = 4 x 27
Un = 4 (128) Jadi jumlah delapan suku
Un = 512 pertama adalah 1020
Contoh:
Carilah nilai deret ukur untuk lima 4(1023 1024)
suku pertama jika 𝑆5 =
𝑎 = 4 𝑑𝑎𝑛 𝑟 = 1 4 ( 3 4)
𝑎(1 − 𝑟 𝑛 )
𝑆𝑛 = 𝟐𝟓𝟔 𝟑
(1 − 𝑟)5 𝑆5 = ∶
4(1 − 1/4 )
𝑆5 = 𝟏𝟎𝟐𝟑 𝟒
(1 − 1/4)
4(1024 − 1 1024)
𝑆5 = 1024 𝟏𝟎𝟐𝟑 𝟒
(4 4 − 1/4) 𝑆5 = ∶
𝟐𝟓𝟔 𝟑
341
𝑆5 =
64
Rumus umum Deret Geometri tak hingga
𝑎
𝑆∞ =
1−𝑟
Dengan: |r| < 1 atau -1 < r < 1
contoh tentukan jumlah deret geometri tak hingga berikut ini
a. 36 – 12 + 4 – 4/3 + ….
b. 5/3+5/9+5/27+….
Jawab:
a. a = 36 dan r = -1/3
36 36
𝑆∞ = = = 27
1 4
1 − (− ) 3
3
5 5 5 1
b. 𝑎 = 3 𝑑𝑎𝑛 𝑟 = 9 : 3 = 3
5 5
𝑆∞ = 3 = 3 = 5 = 2,5
1 2 2
1−( )
3 3
Contoh 1 Perkembangan Usaha
Perusahaan souvenir “maju jaya” Diketahui: a = 200, b = 50 dan n= 7
mampu menghasilkan 200 souvenir a. 𝑈𝑛 = 𝑎 + 𝑛 − 1 𝑏
pada bulan pertama produksinya. 𝑈7 = 200 + 7 − 1 50
Seiring berjalannya waktu, 𝑈7 = 200 + 6 50
perusahaan tersebut mampu 𝑈7 = 200 + 300
menambah produksinya sebanyak 𝑈7 = 500
50 unit setiap bulan melalui n
penambahan karyawan dan b. Sn = 2 (2a + n − 1 b)
peningkatan produktivitas. Jika 7
perkembangan produksi dianggap S7 = (2(200) + 7 − 1 50)
2
konstan, tentukanlah: 7
S7 = (400 + 6 50)
a. Banyaknya souvenir yang 2
diproduksi pada bulan ke-7 7
S7 = (400 + 300)
b. Total produksi selama 7 bulan
2
7
pertama S7 = (700)
2
S7 = 2450
Contoh 2 Perkembangan Usaha
Perusahaan genteng “Sokajaya” Jika perkembangan produksinya konstan, maka:
menghasilkan 3.000 buah genteng pada Banyaknya genteng yang dihasilkan pada bulan
bulan pertama produksinya, a = 3.000. ke-
Perusahaan mampu menambah lima
produksinya sebanyak 500 buah setiap 𝑈𝑛 = 𝑎 + 𝑛 − 1 𝑏
bulan, b = 500 𝑈5 = 3000 + 5 − 1 500
𝑈5 = 3000 + 4 500
𝑈5 = 3000 + 2000
𝑈5 = 5000
Banyaknya genteng yang telah dihasilkan sampai
dengan bulan ke-lima
n
Sn = (2a + n − 1 b)
2
5
S5 = (2x3000 + 5 − 1 500)
2
5
S5 = (6000 + 4 500)
2
5
S5 = (6000 + 4 500)
2
5
S5 = (6000 + 2000)
2
5
S5 = (8000)
2
S5 = 20000
Contoh 3: Bunga Pinjaman
𝐼 = 𝑃 . 𝑟 .𝑡 Diketahui:
P = 1.000.000
Dimana: r = 12%
I = Bunga (Rp)
t = 1 tahun
P = Pokok Pinjaman (Rp)
r = Tingkat suku Bunga (%)
t = Lama Pinjaman (tahun) Bunga Pinjaman:
I=P.r.t
Pak saleh meminjam uang I = 1.000.000 x 0.12 x 1
sebesar Rp. 1.000.000,00 I = 120.000
disuatu bank dengan tingkat
suku bunga 12% selama
setahun. Tentukanlah nilai Sehingga nilai akumulasi adalah
akumulasi yang harus 1.000.000 + 120.000 = 1.120.000,
dibayarkan oleh pak saleh saat Jadi uang yang disetorkan oleh pak
pengembalian pinjaman. saleh sebesar Rp. 1.120.000,00
Contoh 4: Bunga Pinjaman
Bu anita meminjam uang Diketahui:
sebesar Rp. 6.000.000 P = Rp. 6.000.000,00
dengan tingkat suku bunga
14% pada tanggal 5 januari r = 14%
2018. tentukanlah nilai t = 8 bulan = 8/12 = 2/3 tahun
akumulasi yang harus Bunga Pinjaman: P . t . r
dibayarkan oleh bu anita jika
pengembalian pinjaman I = 6.000.00 x 0,14 x 2/3
dilakukan pada tanggal 5 I = 560.000
September 2018.
Sehingga nilai akumulasi adalah
6.000.00 + 560.000 = 6.560.000,
Jadi uang yang disetorkan oleh
bu anita sebesar Rp. 6.560.000
Bunga Majemuk
Bunga majemuk sering diartikan juga sebagai bunga yang Bunga majemuk dibedakan menjadi 2:
disertakan sebagai pokok dalam perhitungan bunga
simpanan atau pinjaman a. Bunga majemuk dengan suku bunga tetap (fixed interest
rate) artinya suku bunga yang ditetapkan tidak akan berubah
selama jangka waktu tertentu yang telah disepakati bersama.
Rumus:
𝐴 = 𝑃 (1 + 𝑟)𝑛 b. Bunga majemuk dengan suku bunga mengambang (floating
interest rate) artinya suku bunga dapat mengalami
perubahan atau fluktuasi sesuai dengan ketentuan perbankan
𝑟 atau suku bunga pasar
Tingkat suku bunga per periode = 𝑚
Jumlah periode pembungaan = m x n
Dengan demikian:
𝑟 𝑚𝑥𝑛
𝐴 = 𝑃 (1 + )
𝑚
Dengan :
A = nilai akumulasi pada akhir periode tahun ke-n (Rp)
P = Pokok pinjaman (Rp)
r = tingkat suku bunga (%)
m = periode pembungaan bunga dalam setahun
n = laa pinjaman (tahun)
Contoh Bunga Majemuk
• Seorang nasabah meminjam • Jika pembayaran bunganya
uang di bank sebesar Rp 5 juta dihitung per semester
P = 5.000.000 (1 semester = 6 bulan)
untuk jangka waktu 3 tahun m = 1 tahun/1 semester
n=3 = 12 bulan/6 bulan
dengan tingkat bunga 2 % per =2
tahun i = 2% = 0,02 maka jumlah uang pinjaman
Jumlah uang pinjaman yang yang harus dikembalikan:
harus dikembalikan: F = P [1 + (i/m)] m∙n
F = P (1 + i)n = 5.000.000 [1 + (0,02/2)]2∙3
= 5.000.000 (1 + 0,02)3 = 5.000.000 (1 + 0,01)6
= 5.000.000 (1,02)3 = 5.000.000 (1,01)6
= 5.000.000 (1,061208) = 5.000.000 (1,0615201506)
= 5.306.040 = 5.307.600,753
Kasus Model Pertumbuhan Penduduk
Jika mulai tahun 2006
Penduduk suatu kota
pertumbuhannya menurun menjadi
berjumlah 1 juta jiwa pada tahun 1991
2,5 % per tahun, berapa jumlah
P1 = 1.000.000 dengan tingkat
penduduknya 11 tahun kemudian?
pertumbuhan 4 % per tahun
r = 4% = 0,04 Karena mulai dari tahun 2016, maka
jumlah penduduk tahun 2006 menjadi
Jumlah penduduk pada tahun 2006 P1 (suku ke-1).
P16 ?
Jumlah penduduk 11 tahun kemudian
P12 (suku ke-12)?
𝑃𝑡 = 𝑃1(1 + 𝑟)𝑡−1
𝑃16 = 1.000.000(1 + 0,04)16−1
𝑃16 = 1.000.000(1,04)15 𝑃𝑡 = 𝑃1(1 + 𝑟)𝑡−1
P16 = 1.800.944 𝑃12 = 1.800.944(1 – 0,025)12−1
𝑃12 = 1.800.944(0,975)11
Catatan:
P12 = 1.363.173
Jika tahun 1991 = P1 (suku ke-1)
maka tahun 2006 = P16 (suku ke-16)
atau t = (2006 – 1991) + 1 = 16
tugas
1. Tentukanlah rumus suku ke-n dan suku yang berada di
akhir setiap barisan aritmatika berikut
a. 3,8,13,18,23, ….U10
b. 2,9,16,23,30,…U15
c. ¼, ¾, 5/4, …U10
2. Tentukanlah rumus suku ke-n dan suku yang berada di
akhir setiap barisan geometri berikut
a. 2,6,18,54…..U10
b. 3,9,27,81,….U8
tugas
3. Pak andi meminjam uang sebesar sebesar Rp. 5.000.000,-
disuatu bank dengan tingkat bunga 12% selama setahun,
tentukanlah nilai akumulasi yang harus dibayarkan, jika
pengembalian pinjaman dilakukan pada tanggal 10
oktober 2019
4. Ali meminjam uang sebanyak Rp. 25.000.000,- dengan
suku bunga 12,5% per tahun. Apabila perhitungan bunga
majemuk dilakukan setiap 6 bulan sekali, tentukanlah nilai
akumulasi pada akhir tahun ke-3
Latihan soal
1. Susunan bilangan yang memiliki pola tertentu antar
satu bilangan dengan bilangan berikutnya disebut
a. Deret hitung
b. Deret ukur
c. Deret
d. Barisan
e. Barisan ukur
2. Berapakah nilai suku ke-7 jika diketahui suku pertama
suatu barisan aritmatika adalah 5, dan bedanya 3
a. 20
b. 21
c. 22
d. 24
e. 23
3. Berapakah nilai suku ke-13 jika diketahui suku
pertama suatu barisan aritmatika adalah 5, dan bedanya
3
a. 20
b. 41
c. 22
d. 24
e. 23
4. Berapakah nilai rasio jika diketahui suku pertama
suatu barisan geometri adalah 27 dan suku ke-4 adalah
1
a. 3
b. -3
c. 2
d. -2
e. 6
5. Jumlah suku-suku dari barisan aritmatika disebut
a. Deret hitung
b. Deret ukur
c. Deret
d. Barisan
e. Barisan ukur