100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
136 tayangan3 halaman

Persahabatan dan Ujian di Kelas Seni

Di suatu pagi di sekolah, kelas X Akl 1 mendapat ulangan mendadak dari guru seni mereka Bu Dewi. Banu, Sita, Dini dan Adi mencoba mencontek satu sama lain karena kesulitan mengerjakan soal. Budi menolak memberikan contekan karena menganggapnya salah. Akhirnya keempat siswa tersebut ketahuan mencontek dan dihukum membersihkan lapangan sekolah. Mereka pun menyadari kesalahan mereka dan

Diunggah oleh

Nasywa Artanty
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
136 tayangan3 halaman

Persahabatan dan Ujian di Kelas Seni

Di suatu pagi di sekolah, kelas X Akl 1 mendapat ulangan mendadak dari guru seni mereka Bu Dewi. Banu, Sita, Dini dan Adi mencoba mencontek satu sama lain karena kesulitan mengerjakan soal. Budi menolak memberikan contekan karena menganggapnya salah. Akhirnya keempat siswa tersebut ketahuan mencontek dan dihukum membersihkan lapangan sekolah. Mereka pun menyadari kesalahan mereka dan

Diunggah oleh

Nasywa Artanty
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

(perkenalan)

Di suatu pagi di lingkungan sekolah ramai akan siswa sisiwi berlalu lalang untuk masuk ke kelas
mereka masing-masing. Tepat pukul 07.00 bel berbunyi tanda akan pembelajaran dimulai.
Para guru pun mulai masuk di Ruang kelas tempat ia mengajar. Salah satu guru yang mengajar yaitu
Bu dewi seorang guru seni yang akan mengajar di kelas X akl 1. Dikelas X akl 1 ada 5 seorang
sahabat yang sangat solid yaitu Adi, Banu, Dini, Budi dan Sita. Mereka sangat akrab hingga pada
suatu hari...........
Bu dewi. : Selamat pagi anak-anak
Semua murid : Pagi bu
Bu dewi : okey silahkan dipimpin doa nya
Siswa siswi pun mulai berdoa menurut keagaamaannya masing masing. Setelah itu bu dewi
menjelaskan tentang materi materi seni. Namun setelah itu.......
Bu dewi : oke bu dewi harap kalian faham. saya akan kasih kalian ulangan yaa
Banu : ULANGANN????
Bu dewi : Iya banu
Adi : apa ga salah bu? Kan baru dijelasin kok main ulangan ajaaa
Dini : iya nih bu, kasih waktu dongg
Sita : Tidakkah cukup yang engkau lihat
Pelajaran ini sungguh berat
Pastilah indah jika kita rebahan
Budewi : SITAAA
Sita : bercanda buu
Bu dewi : oke oke habis ini kan istirahat jadi kalian bisa belajar lebih lama, dan nanti berhubung
setelah jam istirahat ada jam saya kita buat ulangan.
Banu : Nggak minggu depan saja bu?
Bu dewi : banu ngga usah banyak ngeles atau bu dewi ga izinin banu ikut ulangan
Banu : Ampun buuuu
Bu dewi : Budi apa kamu siap, kok diam saja
Budi : siap bu
Bu dewi : oke siap, setelah istirahat yaaa
Budi, Banu, Sita, Dini , Adi : iya bu....
Saat istirahat banu,adi dini dan sita asik mengobrol tanpa belajar sedangkan budi asyik di bangkunya
belajar untuk ulangan nanti
Sita : Bud lu ga istirahat?
Dini : iya tuh
Budi : udah sit ini tadi langsung gw bawa ke kelas supaya bisa sambil belajar
Banu : rajin amat lu bud, hahahhahahaa soal yang keluar toh gampangg
Adi : biarin lah ntar juga nyesel belajar, gw tau soalnya dari kelas sebelah ntar kalian gw contekin
dehhh
Sita : bener luh di?
Adi : ho'oh
Sita dini : wawwww
Bel pun berbunyi tanda jam istirahat telah usai lalu bu dewi kembali masuk di kelas itu dan langsung
membagikan kertas ulangan untuk dikerjakan oleh seluruh siswa. Setelah kertas dibagikan kelas
tampak hening hingga menit ke 30 mulai ada kericuhan di kelas tersebut.
Sita : Bagi contekan diii
Adi : Dohhh, Soalnya beda sit
Sita : ah gimana nii

Banu :“Din, aku minta jawaban soal nomor 5 dan 6!”

Dini :“A dan C”

Sita :“kalau soal nomor 10,11 dan 15 jawabannya apa Ban?

Banu :“10 A, 11 D, nomor 15 aku belum”

Adi :“Huss, jangan kencang-kencang nanti gurunya dengar”

Sita :“soalnya sulit sekali, masih banyak yang belum aku kerjakan”

Mereka berempat saling contek-mencontek seperti pelajar lainnya. Tapi tidak dengan Budi, ia
terlihat rileks dan mengerjakan soal ujian sendiri tanpa mencontek.

Banu :“Bud,kamu sudah selesai?”

Budi :“Belum, tinggal 3 soal lagi”

Banu :“Aku minta jawaban nomor 15 sampai 20 Bud!”

Budi :“Tidak Bisa Ban,”

Banu :“Kenapa? Kita sahabat bud, kita harus kerjasama”

Dini :“Iya Bud, kita harus kerja sama”

Adi :“Iya, kamu kan yang paling pintar disini bud”

Budi :“tapi bukan kerjasama seperti ini teman-teman”

Sita :“Kenapa memang Bud? Hanya 5 soal saja!”

Budi :“Mencontek atau pun memberi contek adalah hal buruk, yang dosa nya sama.

Aku tidak mau mencotek karena dosa, begitu pula member contek ke kalian.

Aku minta maaf” Sita: “Tapi saat ini, sangat mendesak Bud”

Dini :“Iya Bud, bantu kami”

Budi :“tetap tidak bisa”

Adi :“yasudah, biarkan. Urus saja dirimu sendiri Bud, dan kami urus diri kami

sendiri.” (marah dan kesal)

Banu :“biarkan, kita lihat di buku saja”


Banu lalu mengeluarkan buku dari kolong bangkunya secara diam-diam, kemudian melihat rumus
dan jawaban di dalamnya. Lalu Sita menanyakan hasilnya.

Sita :“Bagaimana Ban? Ada tidak?

Banu :“ada, kalian dengar ya. 15 A, 16 D, 17 D, 18 B, 19 A, 20 C”

Karena suara Banu yang agak terdengar keras, Guru pun mendengarnya dan menghampiri mereka
berempat.

Guru :“Kalian ini, mencontek terus. Keluar kalian”

Mereka berempat di hukum di lapangan untuk menghormati tiang bendera.

Banu :“Aku tidak menyangka akan seperti ini”

Dini :“Aku juga tidak menyangka, akan dihukum”

Sita :“Seharusnya kita belajar ya”

Adi :“Iya, Budi benar”

Banu :“Disaat seperti ini, baru kita menyadarinya yah!”

Sita :“Aku menyesal!”

Adi,Dini&Banu :“Aku juga” bersama

Setelah itu Budi keluar dari kelas dan menghampiri mereka. Kemudian Budi ikut berdiri hormat
seperti yang lain.

Dini :“kenapa bud? Kamu di hukum juga?”

Budi :“Tidak, aku ingin menjalani hukuman kalian juga. Kita sahabat kan? Aku ingin

Kita bersama”

Sita :“aku berharap ini menjadi pelajaran kita semua”

Dini :“dan tidak kita ulangi lagi”

Adi :“Kita sahabat sejati”

Lalu mereka semua menjalani hukuman dengan penuh senyum dan tawa. Persahabatan akan
mengalahkan segala keburukan.

(lagu & tari)

Puisi

Anda mungkin juga menyukai