100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
379 tayangan27 halaman

Profil RA Tahfizh Miftahul Ulum

Dokumen tersebut merupakan kurikulum satuan pendidikan RA yang mencakup profil lembaga pendidikan, sarana prasarana, tenaga pengajar, dan kurikulum yang diampu.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
379 tayangan27 halaman

Profil RA Tahfizh Miftahul Ulum

Dokumen tersebut merupakan kurikulum satuan pendidikan RA yang mencakup profil lembaga pendidikan, sarana prasarana, tenaga pengajar, dan kurikulum yang diampu.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Daftar isi

Kata pengantar .......................................................................................................... i


Lembar Pengesahan .................................................................................................. ii
Daftar Isi …………………………………………………………………………... iii
BAGIAN I PROFIL LEMBAGA
A. Sejarah Singkat Lembaga RA....................................................................... 1
B. Struktur Kepengurusan Satuan Lembaga RA ( Penyelenggara Pengelola
guru dan Uraian Tugas) ................................................................................ 2
C. Alamat Dan Peta lokasi Satuan Lembaga RA ............................................. 3
D. Status Satuan Lembaga RA ( Izin Operasional Akreditasi ........................... 3

BAGIAN II DOKUMEN I
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang ......................................................................................... 5
2. Dasar Operasional Kurikulum RA
3. Tujuan Penyususnan Kurikulum RA
B. Visi Misi dan Tujuan Satuan RA
1. Visi Satuan RA
2. Misi Satuan RA
3. Tujuan RA
C. Karakteristik
D. Program Pengembangan Dan Muatan Pembelajaran
E. Kalender Pendidikan dan Program tahunan
F. Standart Operasional Prosedur
BAGIAN III
A. Program Semester
B. Rencana Pelaksanaan Program Mingguan
C. Rencana Pelaksanaan Program Harian
D. Penilaian Perkembangan

Anak BAGIAN IV PENUTUP

BAGIAN V LAMPIRAN
1. Kalender Pendidikan dan Program Tahunan
2 . Program Semester
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)
5. Penilaian Perkembangan Anak
6. Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan anak
7. dll yang dianggap perlu
BAGIAN I PROFIL LEMBAGA

A. LATAR BELAKANG LINGKUNGAN SEKOLAH

1. Sejarah
Awal mula berdirinya RA. Tahfizh Miftahul Ulum, tidak ubahnya seperti lembaga-
lembaga pendidikan pada umumnya. Meski bukan lembaga pendidikan yang dananya
selalu disubsidi oleh pemerintah, lambat laun diihaarapkan sekolah ini akan menjadi
pilihan favorit masyarakat Ujung Gading.
Pada bulan Juli 2021 mayoritas warga Ujung Gading memasukkan anaknya yang
masih usia dini dari umur 4 sampai 6 tahun karena RA. Tahfizh Miftahul Ulum memiliki
ciri khas yaitu biasa baca Menghafal Al Quran, Membaca Al-Qur’an dan Buku serta
berhitung, akhirnya RA. Tahfizh Miftahul Ulum yang berlokasi di Desa Ujung Gading
Kabupaten Padang Lawas, Alhamdulillah saat ini RA. Tahfizh Miftahul Ulum mencapai
9 siswa, dan 1 orang guru.
2. Letak Geografis

RA. Tahfizh Miftahul Ulum merupakan Lembaga di bawah naungan Kementerian


Agama yang beralamatkan di Desa Ujung Gading Kabupaten Padang [Link]
lokasi RA. Tahfizh Miftahul Ulum terletak pada geografis yang sangat cocok untuk prses
belajar mengajar yang terletak di tengah pemukiman penduduk. RA. Tahfizh Miftahul
Ulum ini dibangun dengan pertimbangan tata letak bangunan yang memberikan
kenyamanan untuk belajar. Hal ini dapat di lihat dari tata letak ruang belajar yang agak
jauh dari jalan raya sehingga kebisingan dari kendaraan bermotor dan kendaraan umum
yang melintasi jalan raya dapat diminimalisir dan siswa tetap belajar dengan nyaman.

Adapun batas – batas dari lokasi RA. Tahfizh Miftahul Ulum adalah sebelah utara
berbatasan dengan rumah bapak Barani Harahap, sebelah barat berbatasan dengan Kebun,
sebelah selatan berbatasan dengan Rumah bapak Ismail Tanjung, sebelah timur berbatasan
dengan rumah bapak Efri Harahap
B. Fungsi dan Tugas RA
1. Fungsi RA
Fungsi RA adalah membina, menumbuhkan, dan menumbuhkan seluruh potensi anak
usia dini secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan
tahap perkembangan agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya.
Secara khusus fungsi RA memberikan pelayanan untuk anak usia 4-6 tahun dalam
rangka:
a. Mengembangkan seluruh kemampuan yang dimiliki anak sesuai dengan tahap
perkembangannya.
b. Mengenalkan anak dengan dunia sekitar
c. Mengembangkan sosialisasi anak.
d. Mengenalkan peraturan dan disiplin pada anak.
e. Memeberikan kesempatan pada anak untuk belajar sambil bermain.
f. Memilki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya.
2. Tugas RA
a. Menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pendidikan RA untuk kelompok A usia
4-5 dan kelompok B usia 5-6 tahun sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
b. Memberikan bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak yang mengalaami kesulitan
dan bagi orang tua yang memerlukannya.

3. Potensi yang Dimiliki RA. Tahfizh Miftahul Ulum


1. Sarana dan Prasarana
• Prasarana
• Lokasi

Pendirian RA. Tahfizh Miftahul Ulum yang berlokasi [Link] Gading ini
telah memperhatikan dan memenuhi persyaratan lingkungan, yaitu faktor
keamanan, kebersihan, ketenagaan, dekat pemukiman penduduk yang relatif
banyak anak usia RA, serta faktor kemudahan transportasi.
• Luas Tanah

Sekolah ini memiliki luas bangunan 70 m2, luas area bermain 100 m2,
dipakai untuk lainnya 40 m2, dan belum digunakan 60 m2, sedangkan
luas seluruhnya adalah 500 m2.
• Bangunan Gedung

Bangunan mencakup semua bangunan atau gedung yang ada di RA.


Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading, baik ruang kelas maupun jumlah
bangunan lain yang merupakan penunjang dalam penyelenggaraan pendidikan
di RA. Tahfizh Miftahul Ulum tersebut yang bersifat permanen, diantaranya
ruang belajar atau kelas, ruang kepala sekolah dan kantor, kamar mandi / WC.
• Sarana

Tersedianya ruang atau gedung saja tidak cukup, masih banyak kelengkapan
ruangan yang masih berhubungan dengan proses kegiatan belajar mengajar,
karena tanpa adanya sarana , kegiatan belajar mengajar tidak akan berjalan
dengan sempurna. Adapun sarana tersebut yaitu :
• Kelengkapan ruangan

No Jenis Sarana Jumlah Keterangan


1. Meja kursi belajar siswa 10 set

2. Meja kursi kepala sekolah 1 set

3. Meja kursi guru 1 set

4. Meja kursi tamu 1 set

5. Papan tulis 1 buah

6. Papan pengumuman 1 buah

7. Papan statistik -

8. Almari 1 buah

9. Gambar presiden dan wakil 1 pasang

10. Gambar Pancasila 1 buah


11. Komputer -

12. Laptop 1 unit

13. Jam dinding 2 buah

14. Bel -

15. Alat peraga IPA -

16. Alat Olahraga 2 set

17. Alat kesenian -

18. Peta 1 set

19. Globe 1 buah

20. Kipas angin 2 buah

21. AC -

• Data alat bantu ajar

Tahun Kondisi
No Nama Alat Jumlah Baik Rusak
Pengadaan
A. Sentra Peran 1 2021 V
B. Sentra Musik 1 2021 V
C. Sentra Persiapan 1 2021 V
D. Sentra Balok 1 2021 V
E. Sentra Bahan Alam 1 2021 V
F. Sentra Imtak 1 2021 V
G. Dst

• Data Alat Bermain Diluar

Kondisi
No Jenis Alat Jumlah Tahun Pengadaan Baik Rusak
A. Ayunan 1 2020 v -
B. Jungkitan 1 2021 v -
C. Dst 0 - - -

2. Data pendidik dan Tenaga Kependidikan

Kegiatan belajar mengajar di RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading di


selenggarakan pada waktu pagi hari, di mulai pada pukul 07.30 – 10.30 WIB, menyadari
sangat pentingnya tenaga kependidikan dan keberhasilan proses belajar mengajar,
lembaga pendidikan ini benar–benar memperhatikan mutu guru. Hal ini dibuktikan
dengan tenaga pengajar yang mengajar di lembaga ini yaitu hampir semua guru berlatar
belakang pendidikan. Jumlah tenaga seluruhnya ada 2 orang guru.

Adapun Daftar Nama Guru RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading Tahun
2021/ 2022 adalah sebagai berikut:

NO NUPTK NAMA GURU GELAR JENIS TEMPAT TANGGAL PENDIDIKAN


DEPAN KELAMIN LAHIR LAHIR TERAKHIR
1
Aminah Zuhria Siregar - Pr Gunungtua 03-10-1989 SMA
2 Marisa Hannum Harahap [Link] Pr Ujung Gading 22-11-1997 SI

3. Peserta Didik
Di RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading kecamatan Sihapas Barumun pada
tahun pelajaran 2021/ 2022, jumlah siswa secara keseluruhan adalah 9 siswa, yang
terdiri dari 1 siswa Kelompok A (usia 4-5 tahun) dan 8 Kelompok B ( usia 5-6 tahun).

Tabel rincian data siswa sebagai berikut;

No Usia Laki-laki Perempuan Jumlah

1 4-5 tahun - 1 1

2 5-6 tahun 6 2 8

Jumlah 6 3 9

4. Administrasi RA
• Administrasi Program Pembelajaran
Jawaban
Keterangan
No. Komponen Kegiatan
Tidak
Ada
1 Program Kerja
1.1 Program Kerja Tahunan v
1.2 Penjabaran Kalender Pendidikan v
1.3 Program Pembinaan/Supervisi
Guru v
1.4 Program Ekstra Kurikuler v

2 Administrasi Umum
2.1 Tata Tertib Guru, Karyawan dan
Siswa v
2.2 Agenda surat masuk/keluar v
2.3 Buku Ekspedisi v
2.4 Buku tamu (Dinas, Umum,
Pengurus/ Yayasan) v
2.5 Buku Notulen Rapat Dinas v
2.6 Buku Piket Guru/Karyawan v
2.7 Buku Penghubung, Komite v
Sekolah, Yayasan, Masyarakat
2.8 Bundel Arsip Bulanan v
2.9 Buku Catatan Kasus v

3 Statistik, Grafik, Diagram


3.1 Papan Statistik Guru dan Siswa v
3.2 Papan Pengumuman v
3.3 Grafik Keadaan Siswa v
3.4 Grafik Absensi Siswa v
3.5 Struktur Organisasi Sekolah v

• Administrasi Kesiswaan
Jawaban
Ada Tida Keteranga
No. Komponen Kegiatan
n
I Awal Tahun
1. Formulir Pendaftaran Anak Didik
Baru v
2. Daftar Calon anak didik baru v
3. Daftar Anak Didik Baru v
4. Daftar Kelompok v

Administrasi Tahun Pelajaran


1. Buku Induk Anak Didik RA v
II
2. Buku Klaper v
3. Jumlah Anak Didik menurut
Kelompok Asal dan Jenis Kelamin v

4. Buku Absen Bulanan Anak Didik v


5. Papan Absen harian Anak Didik v
6. Buku Rekapitulasi Absensi Bulanan v
Anak Didik
7. Surat Permohonan/Keterangan Pindah v
RA

8. Mutasi anak didik selama Semester v

Akhir Tahun
1. Daftar Anak Didik V
2. Daftar Pindah Kelompok v

III

• Administrasi Sarana dan Prasarana

Jawaban Keteranga n
No. Komponen Kegiatan
Ada Tidak
1 Gedung RA v
2 Ruang Kegiatan sesuai kebutuhan v
3 Kondisi ruang sesuai kemampuan dan
Kebutuhan v
4 Halaman bermain v
Kelengkapan alat (di dalam dan di
5 luar) v
6 Kondisi alat ( di dalam dan di luar) v
7 Kelengkapan perpustakaan v
8 Alat peraga/alat kegiatan v

• Administrasi Keuangan
Jawaban Keteranga
No. Komponen Kegiatan
Ada Tida n
1 Jadwal Pelaksanaan Administrasi v
Keuangan
2 Rencana Anggaran Pendapatan dan v
Belanja (RAPB RA)
3 Buku Kas Umum v
4 Buku Kas Pembantu v
5 Buku Persekot/Bon Sementara V
6 Buku Laporan Kas Rutin/Dana Taktis v
Buku Laporan Penerimaan dan v
7 Pengeluaran
8 Buku Penerimaan Uang Sekolah v

5. Kemitraan

Kemitraan atau kerjasama dengan masyarakat merupakan salah satu kegiatan yang
dilaksanakan oleh RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading diantaranya dengan orang

tua, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, LSM, lembaga Pendidikan lain, dunia usaha dan

sebagainya.
BAGIAN II DOKUMEN I
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Pendidikan anak usia dini diyakini menjadi dasar bagi penyiapan sumber daya
manusia yang berkualitas di masa datang. Oleh karena itu layanan PAUD harus
dirancang dengan seksama dengan memperhatikan perkembangan anak, perubahan
ilmu pengetahuan dan teknologi serta budaya yang berkembang. Memahami
kondisi tersebut, maka Kurikulum RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading
memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan PAUD.
Kurikulum Tingkat Satuan PAUD Kurikulum RA. Tahfizh Miftahul Ulum
Ujung Gading disusun oleh Tim Pengembang Lembaga yang terdiri dari Kepala Sekolah,
Yayasan, Tim Guru dan Komite orang tua dengan bimbingan Penilik
PAUD/Pengawas. Kurikulum RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading disusun
sebagai acuan penyelenggaraan dan pengelolaan keseluruhan program dan
pelaksanaan pembelajaran. Kurikulum RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading juga
dijadikan sebagai patokan untuk melaksanakan pengukuran keberhasilan pencapaian
tujuan, program dan keseluruhan kegiatan pembelajaran sekaligus sebagai tolok ukur
untuk mengukur peningkatan dan perbaikan mutu satuan pendidikan secara bertahap
dan berkesinambungan.

2. Dasar Operasional Kurikulum RA


Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 60 tahun 2013 tentang
Pengembangan anak Usia Dini Holistik-Integratif Peraturan Pemerintah Nomor 32
Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 137 Tahun 2014
tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini, sebagai pengganti Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional No. 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia
Dini.
Permendikbud Nomor 146 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan
Anak Usia Dini.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 tahun 2014
tentang Pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan Kurikulum 2013 pasal 7 Pedoman
Penyusunan KTSP Direktorat Pembinaan PAUD Tahun 2014.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional
* Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
* Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2015.
* Peraturan Presiden Nomor 60 Tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik–
Integratif.
* Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 137 tahun 2014 tentang
Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.
* Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 146 2014 tentang Kurikulum
2013 Pendidikan Anak Usia Dini.
* Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 160 Tahun 2014 tentang
Pemberlakuan Kurikulum tahun 2006 dan Kurikulum tahun 2013 pasal 7.

3. Tujuan Penyusunan Kurikulum RA

Tujuan Kurikulum Kurikulum RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading disusun sebagai:
a. Acuan bagi Pengelola dan Guru dalam menyusun program layanan, kegiatan
pembelajaran dan kegiatan lain yang mendukung pencapaian keberhasilan
belajar anak.
b. Informasi tentang program layanan PAUD yang diberikan oleh satuan PAUD
kepada peserta didik
c. Dokumen program yang diperlukan untuk pemberian pembinaan.
d. Dst.
B. Visi Misi Dan Tujuan Satuan RA

Visi
Membentuk generasi yang sehat, cerdas, kreatif, mandiri, ceria dan berakhlak mulia”
Misi
Menyelenggarakan layanan pengembangan holistik integratif.
Memfasilitasi kegiatan belajar yang aktif dan menyenangkan sesuai dengan tahapan
perkembangan, minat, dan potensi anak.
Membangun pembiasaan perilaku hidup bersih, sehat dan berakhlak mulia secara
mandiri.
Membangun kerjasama dengan orang tua, masyarakat, dan lingkup terkait dalam
rangka pengelolaan RA yang professional, bertanggung jawab dan berdaya saing nasional.
Tujuan
Mewujudkan anak yang sehat, jujur, senang belajar, mandiri d a n b e r a d a b
Mewujudkan anak yang mampu merawat dan peduli terhadap diri
sendiri, teman, dan lingkungan sekitarnya.

Menjadikan anak yang mampu berfikir, berkomunikasi, bertindak produktif dan kreatif
melalui bahasa, musik, karya, dan gerakan sederhana.
Menjadikan anak beragama sejak dini.

C. Karakteristik

Karakteristik Kurikulum Kurikulum RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading


Kurikulum RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading disusun dengan mengusung nilai-
nilai Islami sebagai dasar untuk pengembangan karakter peserta [Link]-nilai
karakteryang dikembangkan antara lain: kepemimpinan, jujur, kreativitas, Penerapan nilai-
nilai dilakukan melalui pembiasaan rutin yang diterapkan selama anak berada di satuan
PAUD RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading.
Dalam mengelola kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan
partisipatif, Kurikulum RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading menerapkan model
pembelajaran sentra, dimana kelompok anak dalam satu hari bermain dalam satu sentra
yang didalamnya berisi berbagai aktivitas sebagai pemenuhan densitas main.
D. Program Pengembangan dan Muatan Pembelajaran
Muatan kurikulum berisi program-program pengembangan, yang terdiri dari: (1)
program pengembangan nilai agama dan moral, (2) program pengembangan fisik
motorik, (3) program pengembangan kognitif, (4) program pengembangan bahasa, (5)
program pengembangan sosial-emosional, dan (6) program pengembangan seni.
Program pengembangan dimaksud adalah perwujudan suasana belajar untuk
berkembangnya perilaku, kematangan berpikir, kinestetik, bahasa, sosial emosional,
dan bahasa melalui kegiatan bermain. Suasana belajar diartikan segala sesuatu yang
dapat mendorong minat anak untuk belajar. Anak dapat belajar dengan baik apabila :
1. Orang-orang yang ada di sekitarnya menyenangkan. Guru yang ramah,
memperlakukan semua anak secara adil, teman bermain yang saling menerima,
komunikasi yang hangat, terbuka, santun, dan terjadi dua arah.
2. Lingkungannya menyenangkan. Tersedia alat main yang memadai, bersih, tertata
dengan tepat sesuai dengan pertumbuhan fisik anak, dan dapat digunakan oleh anak
sesuai dengan pikirannya. Luas tempat di dalam dan di luar cukup untuk anak dapat
melakukan kegiatan dengan nyaman adalah pijakan lingkungan yang sangat
mendukung kebebasan anak berkreasi.
3. Proses pembelajaran yang mendukung kebebasan berpikir, tanpa tekanan,sedikit
instruksi dan pembatasan dari guru. Guru memberi respon yang tepat saat anak
bertanya, memberikan penguatan disaat anak menemukan sesuatu/berhasil melakukan
sesuatu, memberikan bantuan saat anak memerlukan.
Terkait dengan pemaparan tersebut :
a. Program pengembangan nilai agama berarti ada guru yang menjadi teladan
bagipengembangan perilaku yang bersumber dari nilai agama dan moral. Ditunjang
dengan lingkungan belajar yang mencerminkan penerapan nilai agama dan moral
serta nilai-nilai lain yang berkembang dalam [Link] dalam proses
belajar yang menyenangkan.
b. Program pengembangan fisik-motorik berarti ada guru yang mengerti kebutuhan
dan memberikan kesempatan serta dukungan kepada anak untuk bergerak, berlatih
motorik kasar dan halus, serta membiasakan menerapkan hidup sehat. Tersedia
tempat alat dan waktu yang dapat digunakan anak untuk berlatih kekuatan, kecakapan,
kelenturan, koordinasi tubuhnya untuk mencapai kematangan kinestetik dan pembiasaan
hidup sehat. Dilaksanakan dalam proses belajar yang menyenangkan.
c. Program pengembangan kognitif berarti ada guru yang mengerti konsep
pengetahuan mendasar yang dapat dipelajari anak, memahami cara anak belajar,
dan mendukung anak untuk, mencari tahu dan melakukan/mencoba untuk
mencari jawaban dari keingintahuannya. Mengoptimalkan setiap ruang, alat
bahan dan kejadian yang ada di lingkungan untuk mendoron kematangan
proses berpikir anak. Dilaksanakan proses dalam belajar saintifik yang
mendorong anak menjadi kritis, analitis, evaluasi dalam setiap tindakan
untuk menghasilkan cara mengatasi permasalahannya atau berkreasi.
d. Program pengembangan bahasa berarti ada guru yang menguasai
teknikberkomunikasi yang tepat untuk membantu mencapai kematangan
bahasa ekspresif dan reseptif. Tersedia tempat sumber, alat dan waktu yang dapat
digunakan anak untuk berlatih berbahasa dan mengenal keaksaraan awal.
Dilaksanakan dalam proses belajar yang menyenangkan.
e. Program pengembangan sosial-emosional berarti ada guru yang memahami
tahapan perkembangan sosial-emosional anak, mendukung berkembangnnya
kesadaran mengenal perasaan diri, perasaan orang lain, menjadi contoh
berprilaku pro-sosial bagi anak. Terciptanya lingkungan belajar yang
membuat anak dapat tumbuh kematangan sosial-emosional melalui proses
belajar yang menyenangkan dengan dukungan pendidik.
f. Program pengembangan seni berarti ada guru yang memahami
pengembangan seni bagi anak, memberi kesempatan, menyediakan tempat,
waktu dan alat yang dapat digunakan anak untuk bereksplorasi, berekspresi dan
mengapresiasi hasil karya dirinya dan orang lain baik dalam bentuk gerakan,
musik, drama dan beragam bidang seni lainnya (seni lukis, seni rupa, kerajinan
dalam suasana yang menyenangkan).

Standart Tingkat Perkembangan Anak


Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak merupakan kriteria
minimal tentang kualifikasi perkembangan anak yang mencakup aspek nilai
agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni. .
a. Nilai-nilai agama dan moral
Mengenal agama yang dianut, mengerjakan ibadah,
berperilaku jujur, penolong, sopan, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri
dan lingkungan, mengetahui hari besar agama, dan menghormati (toleransi)
agama orang lain. Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar:
1.1 Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaanNYA
1.2 Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai
rasa syukur kepada Tuhan
2.1 Memiliki Perilaku yang mencerminkan sikap jujur
3.1 Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari
4.1 Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan
tuntunan orang dewasa
3.2 Mengenal perilaku baik dan santun sebagai cerminan akhlak mulia
4.2 Menunjukkan perilaku santun sebagai cerminan akhlak mulia
b. Fisik Motorik
1) Motorik Kasar: memiliki kemampuan gerakan tubuh secara terkoordinasi,
lentur, seimbang, dan lincah serta mengikuti aturan.
2) Motorik Halus : memiliki kemampuan menggunakan alat untuk ngeksplorasi
dan mengekspresikan diri dalam berbagai bentuk.
3) Kesehatan dan Perilaku Keselamatan: memiliki berat badan, tinggi badan,
lingkar kepala sesuai usia serta memiliki kemampuan untuk berperilaku
hidup bersih, sehat, dan peduli terhadap keselamatannya.
Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar:
2.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan hidup sehat
3.3 Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk
perkembangan motorik kasar dan motorik halus
4.3 Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan halus.
3.4 Mengetahui cara hidup sehat
4.4Mampu menolong diri sendiri untuk hidup sehat
c. Kognitif
1) Belajar dan Pemecahan Masalah: mampu memecahkan masalah sederhana
dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang fleksibel dan diterima social
dan menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam konteks yang baru.
2) Berfikir logis: mengenal berbagai perbedaan, klasifikasi, pola, berinisiatif,
berencana, dan mengenal sebab akibat.
3) Berfikir simbolik: mengenal, menyebutkan, dan menggunakan lambang
bilangan 1-10, mengenal abjad, serta mampu merepresentasikan berbagai
benda dalam bentuk gambar.
Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar:
2.2 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap ingin tahu 2.3 Memiliki
perilaku yang mencerminkan sikap kreatif
3.5 Mengetahui dan mampu cara memecahkan masalah sehari-hari dan
berperilaku kreatif
4.5 Menyelesaikan masalah sehari-hari secara kreatif
3.6 Mengenal benda-benda disekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola,
sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya).
4.6 Menyampaikan tentang apa dan bagaimana benda-benda disekitar yang
dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi,
dan ciri-ciri lainnya) melalui berbagai hasil karya.
3.7 Mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah,
budaya, transportasi).
4.7 Menyajikan berbagai karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi,
gerak tubuh, dll tentang lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat
tinggal, tempat ibadah, budaya, transportasi).
3.8 Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu
batuan, dll).
4.8 Menyajikan berbagai karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi,
gerak tubuh,dll tentang lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air,
batu-batuan, dll).
3.9 Mengenal dan menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumah tangga,
peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll).
4.9 Menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumah tangga,
peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll) untuk menyelesaikan tugas
dan kegiatannya.

d. Bahasa

1) Memahami (reseptif) bahasa: memahami cerita, perintah, aturan, dan


menyenangi serta menghargai bacaan.
2) Mengekspresikan bahasa: mampu bertanya, menjawab pertanyaan,
berkomunikasi secara lisan, menceritakan kembali apa yang diketahui
3) Keaksaraan: memahami hubungan bentuk dan bunyi huruf, meniru
bentuk huruf, serta memahami kata dalam cerita Terjabarkan dalam
Kompetensi Dasar

2.14. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap santun kepada orang tua,
pendidik, dan teman
3.10. Memahami bahasa reseptif (menyimak dan membaca)
4.10. Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif (menyimak
dan membaca)
3.11. Memahami bahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal
dan non verbal)
4.11. Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa
secara verbal dan non verbal)
3.12. Mengenal keaksaraan awal melalui bermain
4.12. Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam
berbagai bentuk karya.

e. Sosial-emosional
1) Kesadaran diri: memperlihatkan kemampuan diri, mengenal perasaan
sendiri dan mengendalikan diri, serta mampu menyesuaikan diri dengan
orang lain.
2) Rasa tanggung Jawab untuk Diri dan Orang lain: mengetahui hak haknya,
mentaati aturan, mengatur diri sendiri, serta bertanggung jawab atas
perilakunya untuk kebaikan sesama.
3) Perilaku Prososial: mampu bermain dengan teman sebaya, memahami
perasaan, merespon, berbagi, serta menghargai hak dan pendapat orang lain;
bersikap kooperatif, toleran, dan berperilaku sopan.
Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar:
2.5 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap percaya diri
2.6 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap taat terhadap aturan sehari-
hari untuk melatih kedisiplinan
2.7 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sabar
2.8 Memiliki perilaku yang mencerminkan kemandirian
2.9 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap peduli dan mau
membantu jika diminta bantuannya
2.10 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap kerjasama
2.11 Memiliki perilaku yang dapat menyesuaikan diri
2.12 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap tanggung- jawab
3.13 Mengenal emosi diri dan orang lain secara wajar
4.13 Menunjukkan reaksi emosi diri secara wajar

f. Seni
mengeksplorasi dan mengekspresikan diri, berimaginasi dengan gerakan, musik,
drama, dan beragam bidang seni lainnya (seni lukis, seni rupa, kerajinan), serta
mampu mengapresiasi karya seni.
Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar
2.14. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap estetis
3.15. Mengenal dan menghasilkan berbagai karya dan aktivitas seni
4.15. Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai
media.
Indikator pencapaian perkembangan dikembangkan berdasarkan
kelompok usia:
1) Lahir sampai usia 3 (tiga) bulan;
2) Usia 3 (tiga) bulan sampai usia 6 (enam) bulan;
3) Usia 6 (enam) bulan sampai usia 9 (sembilan) bulan
4) Usia 6 (enam) bulan sampai usia 9 (sembilan) bulan;
5) Usia 12 (dua belas) bulan sampai usia 18 (delapan belas) bulan;
6) Usia 18 (delapan belas) bulan sampai usia 2 (dua) tahun;
7) Usia 2 (dua) tahun sampai usia 3 (tiga) tahun;
8) Usia 3 (tiga) tahun sampai usia 4 (empat) tahun;
9) Usia 4 (empat) tahun sampai usia 5 (lima) tahun; dan
10) Usia 5 (lima) tahun sampai usia 6 (enam) tahun.

E. Kalender Pendidikan Dan Program tahunan

Standar Operasional Prosedur (SOP) Pembelajaran


Standar operasional merupakan langkah-langkah untuk menjalankan suatu
pekerjaan dengan berpedoman pada tujuan yang akan dicapai. SOP Pembelajaran
merupakan langkah-langkah untuk menjalankan pembelajaran PAUD dalam
mencapai semua kompetensi inti (sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan
keterampilan) dan standar tingkat pencapaian perkembangan anak. SOP menjadi
sistem yang memberikan pedoman kerja, kapan, dimana, oleh siapa dan cara
bagaimana pembelajaran dijalankan terutama dalam mengatur program pembelajaran yang
bersifat rutin dan habituasi. Kegiatan rutin dan terus berulang dilakukan guru biasanya
kegiatan pembiasaan san keteladanan dalam mencapai sikap spiritual dan sikap sosial.
SOP Pembelajaran PAUD terutama ditujukan untuk mewujudkan
pencapaian kompetensi yang terkait dengan kompetensi sikap spiritual dan
sikap sosial. SOP memandu pembelajaran mulai dari awal pembelajaran hingga
akhir pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dari
awal hingga akhir dapat dijalankan secara runut, teratur dan produktif.

BAGIAN III DOKUMEN II


A. Program Semester
Dalam menentukan KD pada setiap tema mencakup enam program
pengembangan (nilai agama dan moral, motorik, kognitif, sosial emosional, bahasa,
dan seni). Dalam menyusun perencanaan program semester, lembaga diberikan
keleluasaan dalam menentukan format. Untuk menentukan materi pembelajaran yang
akan digunakan di Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM),
lembaga RA harus menyusun cakupan materi pembelajaran setiap KD yang akan
disampaikan kepada anak selama setahun melalui kegiatan bermain.
( Program Semester pada Lampiran Tabel C )

B. Rencana Pelaksanaan Program Mingguan


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) disusun untuk pembelajaran
selama satu minggu. RPPM dijabarkan dari Program Semester. RPPM berisi: (1)
Identitas program layanan, (2) KD yang dipilih, (3) materi
p embelajaran, dan (4) rencana kegiatan
C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH
Rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) adalah acuan untuk mengelola
kegiatan bermain dalam satu hari. RPPH disusun dan dilaksanakan oleh pendidik. Format
RPPH tidak harus baku tetapi memuat komponen-komponen yang ditetapkan.
Komponen RPPH terdiri dari: (1) identitas program, (2) materi, (3) alat dan
bahan, (4) kegiatan pembukaan, (5) kegiatan inti, (6) kegiatan penutup, dan (7) rencana
penilaian.
Menurut Peraturan menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 146 tahun 2014 tentang kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini, Pengelolaan
Pembelajaran terdiri dari:
1) Perencanaan pengelolaan kelas
Rencana pengelolaan kelas mencakup penataan lingkungan belajar serta
pengorganisasian anak dan kelas (dapat didalam maupun diluar ruangan). Pengelolaan
kelas disesuaikan dengan model-model pembelajaran yang akan digunakan. Model-
model pembelajaran tersebut diantaranya adalah:
a. Model pembelajaran Kelompok berdasarkan sudut-sudut kegiatan
b. Model pembelajaran kelompok berdasarkan kegiatan pengaman
c. Model pembelajaran berdasarkan area (minat)
d. Model pembelajaran berdasarkan sentra
2) Pelaksanaan Pembelajaran
Salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum 2013
adalah pendekatan tematik [Link] model pembelajaran tematik terpadu di PAUD,
kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk satu tema, sub tema, atau sub-sub tema yang
dirancang untuk mencapai secara bersama-sama kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan dengan mencakup aspek pengembangan.
Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melaluipembelajaran langsung dan tidak
langsung yang terjadi secara terintegrasi dan tidak terpisah. Pembelajaran langsung adalah
proses pembelajaran melalui interaksi langsung antara anak dengan sumber belajar yang
dirancang dalam Rencana Pembelajaran Mingguan (RPPM) dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran Harian (RPPH). Pembelajaran langsung berkenaan dengan pengembangan
pengetahuan dan keterampilan yang terkandung dalam Kompetensi Inti-3 (pengetahuan) dan
Kompetensi Inti-4 (keterampilan)
Pembelajaran tidak langsung adalah pembelajaran yang tidak dirancang secara
khusus namun terjadi dalam proses pembelajaran langsung. Melalui proses
pembelajaran langsung untuk mencapai kompetensi pengetahuan dan keterampilan akan
terjadi dampak ikutan pada pengembangan nilai dan sikap yang terkandung dalam Kompetensi
Inti 1 (sikap spiritual) dan Kompetensi Inti 2 (sikap sosial).
Pembelajaran tematik terpadu dilaksanakan dalam tahapan kegiatan
pembukaan, inti, dan penutup.
a. Kegiatan Pembukaan
Kegiatan pembukaan dilakukan untuk menyiapkan anak secara psikis dan fisik
untuk mengikuti proses pembelajaran. Kegiatan ini berhubungan dengan pembahasan
sub tema atau sub-sub tema yang akan dilaksanakan. Beberapa kegiatan yang dapat
dilakukan antara lain: berbaris, mengucap salam, berdoa, dan bercerita atau berbagi
pengalaman.
b. Kegiatan Inti
Kegiatan inti merupakan upaya kegiatan bermain yang memberikan pengalaman
belajar secara langsung kepada anak sebagai dasar pembentukan sikap, perolehan
pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan Inti dilaksanakan dengan pendekatan saintifik
meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar dan
mengkomunikasikan.
c. Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup merupakan kegiatan yang bersifat penenangan. Beberapa hal
yang dapat dilakukan dalam kegiatan penutup diantaranya adalah: 1. Membuat
kesimpulan sederhana dari kegiatan yang telah dilakukan, termasuk didalamnya adalah pesan
moral yang ingin disampaikan, 2. Nasihat-nasihat yang mendukung pembiasaan yang baik; 3.
Refleksi dan umpan balik terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan; 4. Membuat
kegiatan penenangan seperti bernyanyi, bersyair, dan bercerita yang sifatnya
menggembirakan, dan; 5. Menginformasikan rencana pembelajaran untuk
pertemuan berikutnya.
3) Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan pendidik dalam melakukan kegiatan
pembelajaran kepada anak untuk mencapai kompetensi tertentu. Metode pembelajaran
dirancang dalam kegiatan bermain yang bermakna dan menyenangkan bagi anak.
Beberapa metode pembelajaran yang dianggap sesuai untuk PAUD, diantaranya adalah
sebagai berikut:
a. Bercerita
Bercerita adalah cara bertutur dan menyampaikan cerita secara lisan. Cerita harus
diberikan secara [Link] diberi kesempatan untuk bertanya dan memberikan
tanggapan. Pendidik dapat menggunakan buku sebagai alat bantu bercerita.
b. Demonstrasi
Demonstrasi digunakan untuk menunjukkan atau memeragakan cara untuk membuat
atau melakukan sesuatu
c. Bercakap-cakap
Bercakap-cakap dapat dilakukan dalam bentuk tanya jawab antara anak dengan pendidik
atau antara anak dengan anak yang lain.
d. Karya Wisata
Karyawisata adalah kunjungan secara langsung ke objek-objek dilingkungan
kehidupan anak yang sesuai dengan tema yang sedang dibahas

4. Model-model pembelajaran di raudhatul athfal (RA)


4.1 Model Pembelajaran Klasikal
Model pembelajaran klasikal adalah pola pembelajaran dimana dalam waktu yang
sama, kegiatan dilakukan oleh seluruh anak sama dalam satu kelas (secara klasikal).
Model pembelajaran ini merupakan model yang paling awal digunakan dipendidikan pra
sekolah, dengan sarana pembelajaran yang pada umumnya sangat terbatas, serta kurang
memperhatikan minat individu anak. Seiring dengan perkembangan teori dan pengembangan
model pembelajaran, model ini sudah banyak ditinggalkan.
4.2. Model Pembelajaran Kelompok
Model pembelajaran berdasarkan kelompok masih banyak digunakan RA di
Indonesia, namun perkembangan model pembelajaran selalu [Link] sudah banyak
RA yang menggunakan model pembelajaran yang lebih [Link] model pembelajaran
berdasarkan kelompok dengan kegiatan pengaman, adalah pola pembelajaran dimana anak-anak
dibagi menjadi beberapa kelompok, biasanya anak dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok,
dan masing-masing kelompok melakukan kegiatan yang berbeda-beda. Dalam satu kali
pertemuan, anak mampu menyelesaikan 2-3 kegiatan dalam kelompok secara bergantian.
Apabila dalam pergantian kelompok, terdapat anak-anak yang sudah
menyelesaikan tugasnya lebih cepat dari pada temannya, maka anak tersebut dapat
meneruskan kegiatan lain sejauh di kelompok lain tersedia tempat.
4.3 Model Pembelajaran Area
Model pembelajaran berdasarkan Area lebih memberikan kesempatan
kepada anak didik untuk memilih atau melakukan kegiatan sendiri sesuai dengan
minatnya. Pembelanjarannya dirancang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik
anak dan menghormati keberagaman budaya dan menekankan peda pengalaman belajar
bagi setiap anak, pilihan-pilihan kegiatan dan pusat-pusat kegiatan serta peran serta keluarga
dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran area menggunakan sepuluh area, yaitu : area ibadah/imtak,
balok, bahasa, drama, matematika, IPA, music, seni/motorik halus, pasir dan air, membaca dan
menulis.

D. Penilaian Perkembangan Anak


Dasar pelaksanaan dan mekanisme penilaian mengacu pada standar PAUD yakni
Permendikbud no 137 Tahun 2014 pasal 18, dan Permendikbud no 146 Tahun 2014
tentang standar PAUD. Dalam standar PAUD dinyatakan bahwa standar penilaian
merupakan kriteria tentang penilaian proses dan hasil pembelajaran anak dalam rangka
pemenuhan standar tingkat pencapaian perkembangan sesuai tingkat usianya.
Sejalan dengan hal tersebut dalam Permendikbud No 146 tahun 2014 menetapkan
bahwa penilaian proses dan hasil kegiatan belajar PAUD adalah suatu proses
mengumpulkan dan mengkaji berbagai informasi secara sistematis, terukur, berkelanjutan,
menyeluruh, transparan, obyektif, bermakna, tentang pertumbuhan dan perkembangan
yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu tertentu.
1. Pengertian Penilaian
Penilaian merupakan proses pengolahan data dengan cara
pengamatan, pencatatan, dan pendokumentasian kemampuan dan karya anak untuk
menentukan tingkat pencapaian perkembangan anak.
Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi
untuk menentukan tingkat pencapaian perkembangan anak (Direktorat Pendidikan
Anak Usia Dini, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No: 58 Tahun 2009.
Standar Pendidikan Anak Usia Dini. Sujarwo, Jakarta 2010)
2. Manfaat
Penilaian memiliki manfaat bagi semua pihak, termasuk bagi anak itu
sendiri. Dibawah ini beberapa manfaat melakukan penilaian di Raudhatul
Athfal :
1. Manfaat bagi anak-anak :
a. Memelihara pertumbuhan anak lebih sehat dan konsisten.
b. Perkembangan anak menjadi lebih optimal.
c. Anak mendapatkan stimulasi sesuai dengan minat dan
perkembangannya.
d. Anak mendapatkan dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan
perkembangannya.
2. Manfaat bagi orang tua/ keluarga:
a. Orang tua memperoleh informasi tentang pertumbuhan, perkembangan
dan minat anak di satuan PAUD.
b. M emudahkan orang tua dalam memberikan stimulasi yang sesuai dan
berkelanjutan di rumah.
c. Membuat keputusan bersama antara orang tua dengan pihak satuan PAUD
dalam memberikan dukungan dan memenuhi kebutuhan anak.
3. Manfaat bagi guru
a. Mengetahui perkembangan sikap, dan keterampilan anak.
b. Mendapatkan informasi awal tentang hambatan atau gangguan dalam tumbuh
kembang anak.
c. Mengetahui kesesuaian stimulasi dalam layanan dengan kebutuhan
perkembangan anak.
d. Dapat memberikan dukungan yang tepat kepada anak.
Memiliki data dan informasi tentang perkembangan anak untuk pembuatan
rencana pembelajaran serlanjutnya
3. Prinsip
Penilaian hasil belajar anak pada jenjang RA berdasarkan pada prinsip-prinsip
sebagai berikut:
1. Mendidik
Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi,
mengembangkan, dan membina anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal.
2. Berkesinambungan
Penilaian dilakukan secara terencana, bertahap, dan terus menerus untuk
mendapatkan gambaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak.
3. Objektif
Penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi
subjektivitas penilaian sehingga menggambarkan data atau informasi yang
sesungguhnya.

4. Akuntabel
Penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas serta
dapat dipertanggung jawabkan.
5. Transparan
Penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan hasil penilaian dapat
diakses oleh orang tua dan semua pemangku kepentingan yang relevan.
6. Sistematis
Penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram sesuai dengan
pertumbuhan dan perkembangan anak dengan menggunakan
berbagai instrumen.
7. Menyeluruh
Penilaian mencakup semua aspek pertumbuhan dan perkembangan
anak baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan. Penilaian mengakomodasi
seluruh keragaman budaya, bahasa, sosial ekonomi, termasuk anak yang
berkebutuhan khusus.
8. Bermakna
Hasil penilaian memberikan informasi yang bermanfaat bagi anak, orang tua dan
pihak lain yang relevan.
4. Lingkup Penilaian
Lingkup penilaian di Raudhatul Athfal meliputi pertumbuhan dan
perkembangan anak. Lingkup penilaian pertumbuhan meliputi ukuran fisik diukur
dengan satuan panjang dan berat, misalnya berat tubuh, tinggi badan/ panjang
badan dan lingkar kepala.
Penilaian perkembangan meliputi informasi bertambahnya fungsi psikis dan
fisik anak meliputi sensorik (mendengar, melihat, meraba, merasa dan menghidu
), motorik (gerakan motorik kasar dan halus), kognitif (pengetahuan, kecerdasan),
komunikasi (berbicara dan bahasa),
serta sikap religius, sosial-emosional dan kreativitas yang di rumuskan dalam
kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.
5. Penilaian Otentik
Penilaian pada anak usia dini berupa penilaian otentik. Penilaian otentik
adalah jenis penilaian berdasakan kondisi nyata yang muncul dari perilaku anak
selama proses berkegiatan maupun hasil dari kegiatan tersebut.
Penilaian otentik dilakukan pada saat anak terlibat dalam kegiatan bermain,
harus dilakukan secara alami dalam kondisi yang direncanakan oleh guru. Contoh:
Guru ingin mengetahui kemampuan anak mengenal bentuk- bentuk geometri, maka
guru menyiapkan kegiatan bermain dengan alat main berbagai bentuk. Guru
melakukan pengamatan, bertanya dan mencatat hal-hal yang penting sesuai dengan
kompetensi yang di harapkan muncul dari anak. Saat anak tengah bermain mencetak
pasir dengan menggunakan cetakan berbagai bentuk, guru dapat mengajukan
pertanyaan, seperti: “Ibu pesan kue berbentuk lingkaran ya”. Guru mengamati
kemampuan anak apakah anak dapat membuat kue berbentuk lingkaran, kemudian
mencatat hasil pengamatannya.
a. Teknik Penilaian
Teknik yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan adalah sebagai berikut :
a. Pengamatan atau observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan
selama kegiatan pembelajaran baik secara langsung maupun tidak
langsung dengan menggunakan lembar observasi, catatan, menyeluruh atau
jurnal, dan rubrik.
b. Percakapan merupakan teknik penilaian yang dapat digunakan baik pada saat
kegiatan terpimpin maupun bebas
c. Penugasan merupakan teknik penilaian berupa pemberian tugas yang akan
dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik secara individu maupun kelompok
serta secara mandiri maupun didampingi.
d. Unjuk kerja merupakan teknik penilaian yang melibatkan anak dalam
bentuk pelaksanaan suatu aktivitas yang dapat diamati.
e. Penilaian hasil karya merupakan teknik penilaian dengan melihat produk yang
dihasilkan oleh anak setelah melakukan suatu kegiatan
f. Pencatatan anekdot merupakan teknik penilaian yang dilakukan dengan
mencatat seluruh fakta, menceritakan situasi yang terjadi, apa yang
dilakukan dan dikatakan anak. Catatan anekdot sebagai jurnal kegiatan
harian, mencatat kegiatan anak selama melakukan kegiatan setiap
harinya.
g. Portofolio merupakan kumpulan atau rekam jejak berbagai hasil kegiatan anak
secara berkesinambungan dan catatan pendidik tentang berbagai aspek
pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai salah satu bahan untuk
menilai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
b. Prosedur Penilaian
Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang capaian
hasil belajar untuk menggambarkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang
dimiliki anak setelah melakukan kegiatan belajar.
Dasar pelaksanaan dan mekanisme penilaian mengacu pada standar
PAUD yakni Permendikbud nomor 137/ 014 pasal 18 dan Permendikbud nomor
146/2014. Dalam standar PAUD dinyatakan bahwa Standar Penilaian
merupakan kriteria tentang penilaian proses dan hasil pembelajaran anak
dalam rangka pemenuhan standar tingkat pencapaian perkembangan sesuai
tingkat usianya. Sejalan dengan itu Pedoman penilaian lampiran
Permendikbud nomor 146 tahun 2014 menetapkan bahwa Penilaian proses
dan hasil kegiatan belajar PAUD adalah suatu proses mengumpulkan dan
mengkaji berbagai informasi secara sistematis, terukur, berkelanjutan, serta
menyeluruh tentang pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh
anak selama kurun waktu tertentu.
Penilaian dilakukan secara sistematis yang diawali dengan
pengamatan yang dilakukan setiap hari, pencatatan harian, penganalisaan data
setiap bulan, dan rekap perkembangan selama semester. Hasil analisa selama satu
semester dijadikan sebagai bahan pembuatan laporan semester.
a. Penilaian harian
Penilaian harian merupakan proses pengumpulan data dengan
menggunakan instrumen format penilaian harian yang tercantum dalam
RPPH, catatan anekdot, dan hasil karya anak. Instrumen format
penilaian harian dan catatan anekdot diisi dari hasil pengamatan guru
di saat pkan anak. Penilaian harian dilaksanakan sebagai berikut :
anak 1. Merupakan pengumpulan data dan informasi yang terkait
bermain langsung dengan kegiatan yang dilakukan anak sehari-hari
atau 2. Menggunakan checklist (v) skala capaian perkembangan yang
melakuk telah ditetapkan dalam [Link] (V) skala capaian
an perkembangan berisi indicator perkembangan untuk mengukur
kegiatan ketercapaian tujuan dan kompetensi dasar yang ditetapkan di
rutin RPPM.
harian. 3. Menggunakan catatan anekdot untuk mencatat perilaku anak
Hasil pada saat berkegiatan, baik saat bermain di kegiatan inti maupun
karya kegitan rutin.
anak 4. Menggunakan data /Informasi dari hasil karya anak.
sebagai Kolom pencapaian perkembangan diisi dengan kategori 1 (BB), 2
dokume (MB),3 (BSH), dan (BSB)
n yang 1) 1 (BB) artinya Belum Berkembang : bila anak
didapat melakukannya harus dengan bimbingan atau dicontohkan
guru oleh guru.
setelah 2) 2 (MB) artinya Mulai Berkembang bila anak melakukannya
anak masih harus diingatkan atau dibantu oleh guru.
melakuk 3) 3 (BSH) artinya Berkembang Sesuai Harapan : bila anak sudah
an dapat melakukannya secara mandiri dan konsisten tanpa harus
kegiatan diingatkan atau dicontohkan oleh guru.
. Hasil 4) 4 (BSB) artinya Berkembang Sangat Baik : Bila anak sudah
karya dapat melakukannya secara mandiri dan sudah dapat
anak membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai
hendakn indicator yang diharapkan.
yajelas b. Penilaian bulanan
tertulis Penilaian bulanan berisi hasil pengolahan rekapitulasi data
tanggal penilaian harian checklist (V), catatan anekdot, dan hasil karya
pembuat anak selama satu bulan. Hasil pengolahan data diisikan ke
an dan dalam format penilaian.
gagasan
anak
tentang
karya
tersebut
ditulis
oleh
guru
berdasar
kan
cerita
yang
diungka
c. Penilaian semester
Penilaian semester merupakan hasil pengolahan rekapitulasi data
penilaian bulanan yang dicapai selama 6 bulan. Penilaian semester
digunakan sebagai dasar untuk membuat laporan perkembangan anak
yang akan disampaikan kepada orang tua anak.
d. Pelapor
Laporan semester berisi hasil pengolahan data tentang
perkembangan anak yang di kumpulkan selama enam bulan atau satu
semester. Pelaporan ditujukan kepada :
1. Orang tua anak sebagai pertanggung jawaban layanan yang telah diikuti
oleh anak.
2. Satuan RA sebagai dokumen hasil pelaksanaan pembelajaran dan
sebagai dasar untuk perbaikan maupun pengembangan layanan yang
lebih baik.
e. Etika Pelaporan
anak Laporan perkembangan anak didik dibuat secara tertulis
oleh guru. Penyampaian laporan dilakukan
secara tatap muka sehingga dimungkinkan adanya
hubungan dan informasi timbal balik antara pihak lembaga
dengan orang tua. Dalam pelaksanaan kegiatan ini
hendaknya kerahasiaan data atau informasi dijaga, artinya
bahwa data atau informasi tentang anak didik hanya
diinformasikan dan dibicarakan dengan orang tua anak didik
yang bersangkutan atau tenaga ahli dalam rangka
bimbingan selanjutnya.
Para orang tua ingin tahu tentang kondisi perkembangan
anaknya tetapi juga memiliki keterbatasan waktu, karena itu
saat bertemu lebih difokuskan pada hal- hal berikut :
a. Keadaan anak waktu belajar secara fisik, sosial, dan
emosional b. Partisipasi anak dalam mengikuti
kegiatan di lembaga RA
c. Kemampuan/kompetensi yang sudah dan belum dikuasai

BAGIAN IV PENUTUP
BAGIAN V LAMPIRAN
1. Kalender Pendidikan dan Program Tahunan
2. Program Semester
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)
5. Penilaian Perkembangan Anak
6. Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan anak
7. Dan lain-lain yang dianggap perlu

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Common questions

Didukung oleh AI

Tujuan kurikulum RA Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading adalah sebagai acuan bagi pengelola dan guru dalam menyusun program dan kegiatan pembelajaran, serta memberikan informasi tentang layanan PAUD kepada peserta didik. Kurikulum ini disusun oleh tim pengembang yang meliputi kepala sekolah, yayasan, guru, dan komite orang tua, serta dibimbing oleh pengawas PAUD. Proses penyusunan ini memastikan kurikulum dapat mengukur keberhasilan pencapaian tujuan, program pembelajaran, dan keseluruhan kegiatan pendidikan .

Kurikulum RA Tahfizh Miftahul Ulum mengintegrasikan nilai-nilai Islami sebagai dasar pengembangan karakter peserta didik, seperti jujur, kreativitas, dan kepemimpinan. Nilai-nilai ini diterapkan melalui pembiasaan rutin di aktivitas sehari-hari anak di satuan PAUD. Implikasi penerapan nilai Islami ini terhadap peserta didik adalah pembentukan karakter yang kuat dan bermoral sehingga dapat mendukung pertumbuhan yang sehat dan optimal .

Dalam misinya, RA Tahfizh Miftahul Ulum menerapkan pendekatan perkembangan holistik integratif dengan menyelenggarakan layanan yang mendukung pertumbuhan fisik, intelektual, sosial-emosional, dan spiritual anak secara terpadu. Program pembelajaran difasilitasi melalui aktivitas yang menyenangkan dan aktif, mengikuti tahapan perkembangan serta potensi masing-masing anak. Hal ini mencakup kerjasama dengan orang tua dan masyarakat sebagai bagian integral dari pengelolaan yang profesional .

Fungsi utama RA Tahfizh Miftahul Ulum adalah membina dan mengembangkan potensi anak usia dini secara optimal agar memiliki kesiapan memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Lembaga ini berupaya mencapai tujuan tersebut dengan menanamkan perilaku dan kemampuan dasar sesuai tahap perkembangan anak. Program-program di RA ini, seperti pengembangan nilai agama, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni difokuskan untuk mencapai tujuan tersebut .

Kemitraan di RA Tahfizh Miftahul Ulum berperan dalam mendukung berbagai aspek pengelolaan dan pengembangan lembaga. Kerjasama dilakukan dengan orang tua, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, LSM, serta lembaga lain dan dunia usaha. Kemitraan ini membantu dalam sumber daya pendidikan, penyediaan fasilitas, serta pengembangan program-program pembelajaran yang berkualitas dan relevan .

Proses penilaian di RA Tahfizh Miftahul Ulum dilakukan secara sistematis dengan pengam...btnifikatining, pencatatan harian, dan analisis data bulanan. Proses ini mengumpulkan informasi berkala tentang perkembangan anak secara objektif dan transparan. Data yang dikumpulkan selama satu semester digunakan untuk merumuskan laporan semester, yang memberikan penilaian holistik tentang pertumbuhan dan perkembangan anak, serta dapat digunakan sebagai dasar perbaikan program pembelajaran .

RA Tahfizh Miftahul Ulum menerapkan standar penilaian PAUD berdasarkan Permendikbud No 137/2014 dan No 146/2014 dengan mengacu pada kriteria penilaian proses dan hasil belajar anak, yang sistematis, berkelanjutan, dan menyeluruh. Penilaian dilakukan melalui teknik pengamatan, percakapan, penugasan, unjuk kerja, dan portofolio untuk mendokumentasikan capaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak. Ini memastikan bahwa penilaian objektif dan dapat dipertanggungjawabkan serta memberikan informasi yang bermakna bagi pengembangan anak .

Di RA Tahfizh Miftahul Ulum, model pembelajaran sentra diterapkan dengan anak-anak bermain dalam satu area yang didesain untuk beragam aktivitas. Setiap sentra memiliki fokus aktivitas tertentu yang memenuhi kebutuhan perkembangan anak. Manfaat utama dari model ini adalah memungkinkan anak untuk belajar secara partisipatif, kreatif, dan menyenangkan, serta mendorong minat pembelajaran anak melalui pengalaman bermain yang bermakna .

Lokasi geografis RA Tahfizh Miftahul Ulum di Desa Ujung Gading terletak di tengah pemukiman penduduk dan dirancang untuk kenyamanan belajar dengan tata letak bangunan yang jauh dari jalan raya untuk meminimalisir kebisingan. Hal ini memastikan anak-anak dapat belajar dengan nyaman dan aman dari gangguan suara kendaraan bermotor, yang merupakan kontribusi penting bagi lingkungan belajar yang kondusif .

RA Tahfizh Miftahul Ulum menggunakan penilaian otentik yang dilakukan secara alami ketika anak terlibat dalam kegiatan bermain. Guru mengamati, bertanya, dan mencatat perilaku serta kemampuan anak selama proses berlangsung. Kelebihan dari metode ini adalah dapat memberikan gambaran langsung tentang kemampuan anak dalam situasi nyata, membantu dalam pencapaian berkelanjutan dan optimal dari perkembangan anak berdasarkan minat dan kebutuhan mereka .

Anda mungkin juga menyukai