Profil RA Tahfizh Miftahul Ulum
Profil RA Tahfizh Miftahul Ulum
BAGIAN II DOKUMEN I
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang ......................................................................................... 5
2. Dasar Operasional Kurikulum RA
3. Tujuan Penyususnan Kurikulum RA
B. Visi Misi dan Tujuan Satuan RA
1. Visi Satuan RA
2. Misi Satuan RA
3. Tujuan RA
C. Karakteristik
D. Program Pengembangan Dan Muatan Pembelajaran
E. Kalender Pendidikan dan Program tahunan
F. Standart Operasional Prosedur
BAGIAN III
A. Program Semester
B. Rencana Pelaksanaan Program Mingguan
C. Rencana Pelaksanaan Program Harian
D. Penilaian Perkembangan
BAGIAN V LAMPIRAN
1. Kalender Pendidikan dan Program Tahunan
2 . Program Semester
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)
5. Penilaian Perkembangan Anak
6. Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan anak
7. dll yang dianggap perlu
BAGIAN I PROFIL LEMBAGA
1. Sejarah
Awal mula berdirinya RA. Tahfizh Miftahul Ulum, tidak ubahnya seperti lembaga-
lembaga pendidikan pada umumnya. Meski bukan lembaga pendidikan yang dananya
selalu disubsidi oleh pemerintah, lambat laun diihaarapkan sekolah ini akan menjadi
pilihan favorit masyarakat Ujung Gading.
Pada bulan Juli 2021 mayoritas warga Ujung Gading memasukkan anaknya yang
masih usia dini dari umur 4 sampai 6 tahun karena RA. Tahfizh Miftahul Ulum memiliki
ciri khas yaitu biasa baca Menghafal Al Quran, Membaca Al-Qur’an dan Buku serta
berhitung, akhirnya RA. Tahfizh Miftahul Ulum yang berlokasi di Desa Ujung Gading
Kabupaten Padang Lawas, Alhamdulillah saat ini RA. Tahfizh Miftahul Ulum mencapai
9 siswa, dan 1 orang guru.
2. Letak Geografis
Adapun batas – batas dari lokasi RA. Tahfizh Miftahul Ulum adalah sebelah utara
berbatasan dengan rumah bapak Barani Harahap, sebelah barat berbatasan dengan Kebun,
sebelah selatan berbatasan dengan Rumah bapak Ismail Tanjung, sebelah timur berbatasan
dengan rumah bapak Efri Harahap
B. Fungsi dan Tugas RA
1. Fungsi RA
Fungsi RA adalah membina, menumbuhkan, dan menumbuhkan seluruh potensi anak
usia dini secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan
tahap perkembangan agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya.
Secara khusus fungsi RA memberikan pelayanan untuk anak usia 4-6 tahun dalam
rangka:
a. Mengembangkan seluruh kemampuan yang dimiliki anak sesuai dengan tahap
perkembangannya.
b. Mengenalkan anak dengan dunia sekitar
c. Mengembangkan sosialisasi anak.
d. Mengenalkan peraturan dan disiplin pada anak.
e. Memeberikan kesempatan pada anak untuk belajar sambil bermain.
f. Memilki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya.
2. Tugas RA
a. Menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pendidikan RA untuk kelompok A usia
4-5 dan kelompok B usia 5-6 tahun sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
b. Memberikan bimbingan dan penyuluhan bagi anak-anak yang mengalaami kesulitan
dan bagi orang tua yang memerlukannya.
Pendirian RA. Tahfizh Miftahul Ulum yang berlokasi [Link] Gading ini
telah memperhatikan dan memenuhi persyaratan lingkungan, yaitu faktor
keamanan, kebersihan, ketenagaan, dekat pemukiman penduduk yang relatif
banyak anak usia RA, serta faktor kemudahan transportasi.
• Luas Tanah
Sekolah ini memiliki luas bangunan 70 m2, luas area bermain 100 m2,
dipakai untuk lainnya 40 m2, dan belum digunakan 60 m2, sedangkan
luas seluruhnya adalah 500 m2.
• Bangunan Gedung
Tersedianya ruang atau gedung saja tidak cukup, masih banyak kelengkapan
ruangan yang masih berhubungan dengan proses kegiatan belajar mengajar,
karena tanpa adanya sarana , kegiatan belajar mengajar tidak akan berjalan
dengan sempurna. Adapun sarana tersebut yaitu :
• Kelengkapan ruangan
7. Papan statistik -
8. Almari 1 buah
14. Bel -
21. AC -
Tahun Kondisi
No Nama Alat Jumlah Baik Rusak
Pengadaan
A. Sentra Peran 1 2021 V
B. Sentra Musik 1 2021 V
C. Sentra Persiapan 1 2021 V
D. Sentra Balok 1 2021 V
E. Sentra Bahan Alam 1 2021 V
F. Sentra Imtak 1 2021 V
G. Dst
Kondisi
No Jenis Alat Jumlah Tahun Pengadaan Baik Rusak
A. Ayunan 1 2020 v -
B. Jungkitan 1 2021 v -
C. Dst 0 - - -
Adapun Daftar Nama Guru RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading Tahun
2021/ 2022 adalah sebagai berikut:
3. Peserta Didik
Di RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading kecamatan Sihapas Barumun pada
tahun pelajaran 2021/ 2022, jumlah siswa secara keseluruhan adalah 9 siswa, yang
terdiri dari 1 siswa Kelompok A (usia 4-5 tahun) dan 8 Kelompok B ( usia 5-6 tahun).
1 4-5 tahun - 1 1
2 5-6 tahun 6 2 8
Jumlah 6 3 9
4. Administrasi RA
• Administrasi Program Pembelajaran
Jawaban
Keterangan
No. Komponen Kegiatan
Tidak
Ada
1 Program Kerja
1.1 Program Kerja Tahunan v
1.2 Penjabaran Kalender Pendidikan v
1.3 Program Pembinaan/Supervisi
Guru v
1.4 Program Ekstra Kurikuler v
2 Administrasi Umum
2.1 Tata Tertib Guru, Karyawan dan
Siswa v
2.2 Agenda surat masuk/keluar v
2.3 Buku Ekspedisi v
2.4 Buku tamu (Dinas, Umum,
Pengurus/ Yayasan) v
2.5 Buku Notulen Rapat Dinas v
2.6 Buku Piket Guru/Karyawan v
2.7 Buku Penghubung, Komite v
Sekolah, Yayasan, Masyarakat
2.8 Bundel Arsip Bulanan v
2.9 Buku Catatan Kasus v
• Administrasi Kesiswaan
Jawaban
Ada Tida Keteranga
No. Komponen Kegiatan
n
I Awal Tahun
1. Formulir Pendaftaran Anak Didik
Baru v
2. Daftar Calon anak didik baru v
3. Daftar Anak Didik Baru v
4. Daftar Kelompok v
Akhir Tahun
1. Daftar Anak Didik V
2. Daftar Pindah Kelompok v
III
Jawaban Keteranga n
No. Komponen Kegiatan
Ada Tidak
1 Gedung RA v
2 Ruang Kegiatan sesuai kebutuhan v
3 Kondisi ruang sesuai kemampuan dan
Kebutuhan v
4 Halaman bermain v
Kelengkapan alat (di dalam dan di
5 luar) v
6 Kondisi alat ( di dalam dan di luar) v
7 Kelengkapan perpustakaan v
8 Alat peraga/alat kegiatan v
• Administrasi Keuangan
Jawaban Keteranga
No. Komponen Kegiatan
Ada Tida n
1 Jadwal Pelaksanaan Administrasi v
Keuangan
2 Rencana Anggaran Pendapatan dan v
Belanja (RAPB RA)
3 Buku Kas Umum v
4 Buku Kas Pembantu v
5 Buku Persekot/Bon Sementara V
6 Buku Laporan Kas Rutin/Dana Taktis v
Buku Laporan Penerimaan dan v
7 Pengeluaran
8 Buku Penerimaan Uang Sekolah v
5. Kemitraan
Kemitraan atau kerjasama dengan masyarakat merupakan salah satu kegiatan yang
dilaksanakan oleh RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading diantaranya dengan orang
tua, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, LSM, lembaga Pendidikan lain, dunia usaha dan
sebagainya.
BAGIAN II DOKUMEN I
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Pendidikan anak usia dini diyakini menjadi dasar bagi penyiapan sumber daya
manusia yang berkualitas di masa datang. Oleh karena itu layanan PAUD harus
dirancang dengan seksama dengan memperhatikan perkembangan anak, perubahan
ilmu pengetahuan dan teknologi serta budaya yang berkembang. Memahami
kondisi tersebut, maka Kurikulum RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading
memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan PAUD.
Kurikulum Tingkat Satuan PAUD Kurikulum RA. Tahfizh Miftahul Ulum
Ujung Gading disusun oleh Tim Pengembang Lembaga yang terdiri dari Kepala Sekolah,
Yayasan, Tim Guru dan Komite orang tua dengan bimbingan Penilik
PAUD/Pengawas. Kurikulum RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading disusun
sebagai acuan penyelenggaraan dan pengelolaan keseluruhan program dan
pelaksanaan pembelajaran. Kurikulum RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading juga
dijadikan sebagai patokan untuk melaksanakan pengukuran keberhasilan pencapaian
tujuan, program dan keseluruhan kegiatan pembelajaran sekaligus sebagai tolok ukur
untuk mengukur peningkatan dan perbaikan mutu satuan pendidikan secara bertahap
dan berkesinambungan.
Tujuan Kurikulum Kurikulum RA. Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading disusun sebagai:
a. Acuan bagi Pengelola dan Guru dalam menyusun program layanan, kegiatan
pembelajaran dan kegiatan lain yang mendukung pencapaian keberhasilan
belajar anak.
b. Informasi tentang program layanan PAUD yang diberikan oleh satuan PAUD
kepada peserta didik
c. Dokumen program yang diperlukan untuk pemberian pembinaan.
d. Dst.
B. Visi Misi Dan Tujuan Satuan RA
Visi
Membentuk generasi yang sehat, cerdas, kreatif, mandiri, ceria dan berakhlak mulia”
Misi
Menyelenggarakan layanan pengembangan holistik integratif.
Memfasilitasi kegiatan belajar yang aktif dan menyenangkan sesuai dengan tahapan
perkembangan, minat, dan potensi anak.
Membangun pembiasaan perilaku hidup bersih, sehat dan berakhlak mulia secara
mandiri.
Membangun kerjasama dengan orang tua, masyarakat, dan lingkup terkait dalam
rangka pengelolaan RA yang professional, bertanggung jawab dan berdaya saing nasional.
Tujuan
Mewujudkan anak yang sehat, jujur, senang belajar, mandiri d a n b e r a d a b
Mewujudkan anak yang mampu merawat dan peduli terhadap diri
sendiri, teman, dan lingkungan sekitarnya.
Menjadikan anak yang mampu berfikir, berkomunikasi, bertindak produktif dan kreatif
melalui bahasa, musik, karya, dan gerakan sederhana.
Menjadikan anak beragama sejak dini.
C. Karakteristik
d. Bahasa
2.14. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap santun kepada orang tua,
pendidik, dan teman
3.10. Memahami bahasa reseptif (menyimak dan membaca)
4.10. Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif (menyimak
dan membaca)
3.11. Memahami bahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal
dan non verbal)
4.11. Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa
secara verbal dan non verbal)
3.12. Mengenal keaksaraan awal melalui bermain
4.12. Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam
berbagai bentuk karya.
e. Sosial-emosional
1) Kesadaran diri: memperlihatkan kemampuan diri, mengenal perasaan
sendiri dan mengendalikan diri, serta mampu menyesuaikan diri dengan
orang lain.
2) Rasa tanggung Jawab untuk Diri dan Orang lain: mengetahui hak haknya,
mentaati aturan, mengatur diri sendiri, serta bertanggung jawab atas
perilakunya untuk kebaikan sesama.
3) Perilaku Prososial: mampu bermain dengan teman sebaya, memahami
perasaan, merespon, berbagi, serta menghargai hak dan pendapat orang lain;
bersikap kooperatif, toleran, dan berperilaku sopan.
Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar:
2.5 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap percaya diri
2.6 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap taat terhadap aturan sehari-
hari untuk melatih kedisiplinan
2.7 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sabar
2.8 Memiliki perilaku yang mencerminkan kemandirian
2.9 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap peduli dan mau
membantu jika diminta bantuannya
2.10 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap kerjasama
2.11 Memiliki perilaku yang dapat menyesuaikan diri
2.12 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap tanggung- jawab
3.13 Mengenal emosi diri dan orang lain secara wajar
4.13 Menunjukkan reaksi emosi diri secara wajar
f. Seni
mengeksplorasi dan mengekspresikan diri, berimaginasi dengan gerakan, musik,
drama, dan beragam bidang seni lainnya (seni lukis, seni rupa, kerajinan), serta
mampu mengapresiasi karya seni.
Terjabarkan dalam Kompetensi Dasar
2.14. Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap estetis
3.15. Mengenal dan menghasilkan berbagai karya dan aktivitas seni
4.15. Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai
media.
Indikator pencapaian perkembangan dikembangkan berdasarkan
kelompok usia:
1) Lahir sampai usia 3 (tiga) bulan;
2) Usia 3 (tiga) bulan sampai usia 6 (enam) bulan;
3) Usia 6 (enam) bulan sampai usia 9 (sembilan) bulan
4) Usia 6 (enam) bulan sampai usia 9 (sembilan) bulan;
5) Usia 12 (dua belas) bulan sampai usia 18 (delapan belas) bulan;
6) Usia 18 (delapan belas) bulan sampai usia 2 (dua) tahun;
7) Usia 2 (dua) tahun sampai usia 3 (tiga) tahun;
8) Usia 3 (tiga) tahun sampai usia 4 (empat) tahun;
9) Usia 4 (empat) tahun sampai usia 5 (lima) tahun; dan
10) Usia 5 (lima) tahun sampai usia 6 (enam) tahun.
4. Akuntabel
Penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas serta
dapat dipertanggung jawabkan.
5. Transparan
Penilaian dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan hasil penilaian dapat
diakses oleh orang tua dan semua pemangku kepentingan yang relevan.
6. Sistematis
Penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram sesuai dengan
pertumbuhan dan perkembangan anak dengan menggunakan
berbagai instrumen.
7. Menyeluruh
Penilaian mencakup semua aspek pertumbuhan dan perkembangan
anak baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan. Penilaian mengakomodasi
seluruh keragaman budaya, bahasa, sosial ekonomi, termasuk anak yang
berkebutuhan khusus.
8. Bermakna
Hasil penilaian memberikan informasi yang bermanfaat bagi anak, orang tua dan
pihak lain yang relevan.
4. Lingkup Penilaian
Lingkup penilaian di Raudhatul Athfal meliputi pertumbuhan dan
perkembangan anak. Lingkup penilaian pertumbuhan meliputi ukuran fisik diukur
dengan satuan panjang dan berat, misalnya berat tubuh, tinggi badan/ panjang
badan dan lingkar kepala.
Penilaian perkembangan meliputi informasi bertambahnya fungsi psikis dan
fisik anak meliputi sensorik (mendengar, melihat, meraba, merasa dan menghidu
), motorik (gerakan motorik kasar dan halus), kognitif (pengetahuan, kecerdasan),
komunikasi (berbicara dan bahasa),
serta sikap religius, sosial-emosional dan kreativitas yang di rumuskan dalam
kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.
5. Penilaian Otentik
Penilaian pada anak usia dini berupa penilaian otentik. Penilaian otentik
adalah jenis penilaian berdasakan kondisi nyata yang muncul dari perilaku anak
selama proses berkegiatan maupun hasil dari kegiatan tersebut.
Penilaian otentik dilakukan pada saat anak terlibat dalam kegiatan bermain,
harus dilakukan secara alami dalam kondisi yang direncanakan oleh guru. Contoh:
Guru ingin mengetahui kemampuan anak mengenal bentuk- bentuk geometri, maka
guru menyiapkan kegiatan bermain dengan alat main berbagai bentuk. Guru
melakukan pengamatan, bertanya dan mencatat hal-hal yang penting sesuai dengan
kompetensi yang di harapkan muncul dari anak. Saat anak tengah bermain mencetak
pasir dengan menggunakan cetakan berbagai bentuk, guru dapat mengajukan
pertanyaan, seperti: “Ibu pesan kue berbentuk lingkaran ya”. Guru mengamati
kemampuan anak apakah anak dapat membuat kue berbentuk lingkaran, kemudian
mencatat hasil pengamatannya.
a. Teknik Penilaian
Teknik yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan
keterampilan adalah sebagai berikut :
a. Pengamatan atau observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan
selama kegiatan pembelajaran baik secara langsung maupun tidak
langsung dengan menggunakan lembar observasi, catatan, menyeluruh atau
jurnal, dan rubrik.
b. Percakapan merupakan teknik penilaian yang dapat digunakan baik pada saat
kegiatan terpimpin maupun bebas
c. Penugasan merupakan teknik penilaian berupa pemberian tugas yang akan
dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik secara individu maupun kelompok
serta secara mandiri maupun didampingi.
d. Unjuk kerja merupakan teknik penilaian yang melibatkan anak dalam
bentuk pelaksanaan suatu aktivitas yang dapat diamati.
e. Penilaian hasil karya merupakan teknik penilaian dengan melihat produk yang
dihasilkan oleh anak setelah melakukan suatu kegiatan
f. Pencatatan anekdot merupakan teknik penilaian yang dilakukan dengan
mencatat seluruh fakta, menceritakan situasi yang terjadi, apa yang
dilakukan dan dikatakan anak. Catatan anekdot sebagai jurnal kegiatan
harian, mencatat kegiatan anak selama melakukan kegiatan setiap
harinya.
g. Portofolio merupakan kumpulan atau rekam jejak berbagai hasil kegiatan anak
secara berkesinambungan dan catatan pendidik tentang berbagai aspek
pertumbuhan dan perkembangan anak sebagai salah satu bahan untuk
menilai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
b. Prosedur Penilaian
Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang capaian
hasil belajar untuk menggambarkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang
dimiliki anak setelah melakukan kegiatan belajar.
Dasar pelaksanaan dan mekanisme penilaian mengacu pada standar
PAUD yakni Permendikbud nomor 137/ 014 pasal 18 dan Permendikbud nomor
146/2014. Dalam standar PAUD dinyatakan bahwa Standar Penilaian
merupakan kriteria tentang penilaian proses dan hasil pembelajaran anak
dalam rangka pemenuhan standar tingkat pencapaian perkembangan sesuai
tingkat usianya. Sejalan dengan itu Pedoman penilaian lampiran
Permendikbud nomor 146 tahun 2014 menetapkan bahwa Penilaian proses
dan hasil kegiatan belajar PAUD adalah suatu proses mengumpulkan dan
mengkaji berbagai informasi secara sistematis, terukur, berkelanjutan, serta
menyeluruh tentang pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh
anak selama kurun waktu tertentu.
Penilaian dilakukan secara sistematis yang diawali dengan
pengamatan yang dilakukan setiap hari, pencatatan harian, penganalisaan data
setiap bulan, dan rekap perkembangan selama semester. Hasil analisa selama satu
semester dijadikan sebagai bahan pembuatan laporan semester.
a. Penilaian harian
Penilaian harian merupakan proses pengumpulan data dengan
menggunakan instrumen format penilaian harian yang tercantum dalam
RPPH, catatan anekdot, dan hasil karya anak. Instrumen format
penilaian harian dan catatan anekdot diisi dari hasil pengamatan guru
di saat pkan anak. Penilaian harian dilaksanakan sebagai berikut :
anak 1. Merupakan pengumpulan data dan informasi yang terkait
bermain langsung dengan kegiatan yang dilakukan anak sehari-hari
atau 2. Menggunakan checklist (v) skala capaian perkembangan yang
melakuk telah ditetapkan dalam [Link] (V) skala capaian
an perkembangan berisi indicator perkembangan untuk mengukur
kegiatan ketercapaian tujuan dan kompetensi dasar yang ditetapkan di
rutin RPPM.
harian. 3. Menggunakan catatan anekdot untuk mencatat perilaku anak
Hasil pada saat berkegiatan, baik saat bermain di kegiatan inti maupun
karya kegitan rutin.
anak 4. Menggunakan data /Informasi dari hasil karya anak.
sebagai Kolom pencapaian perkembangan diisi dengan kategori 1 (BB), 2
dokume (MB),3 (BSH), dan (BSB)
n yang 1) 1 (BB) artinya Belum Berkembang : bila anak
didapat melakukannya harus dengan bimbingan atau dicontohkan
guru oleh guru.
setelah 2) 2 (MB) artinya Mulai Berkembang bila anak melakukannya
anak masih harus diingatkan atau dibantu oleh guru.
melakuk 3) 3 (BSH) artinya Berkembang Sesuai Harapan : bila anak sudah
an dapat melakukannya secara mandiri dan konsisten tanpa harus
kegiatan diingatkan atau dicontohkan oleh guru.
. Hasil 4) 4 (BSB) artinya Berkembang Sangat Baik : Bila anak sudah
karya dapat melakukannya secara mandiri dan sudah dapat
anak membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai
hendakn indicator yang diharapkan.
yajelas b. Penilaian bulanan
tertulis Penilaian bulanan berisi hasil pengolahan rekapitulasi data
tanggal penilaian harian checklist (V), catatan anekdot, dan hasil karya
pembuat anak selama satu bulan. Hasil pengolahan data diisikan ke
an dan dalam format penilaian.
gagasan
anak
tentang
karya
tersebut
ditulis
oleh
guru
berdasar
kan
cerita
yang
diungka
c. Penilaian semester
Penilaian semester merupakan hasil pengolahan rekapitulasi data
penilaian bulanan yang dicapai selama 6 bulan. Penilaian semester
digunakan sebagai dasar untuk membuat laporan perkembangan anak
yang akan disampaikan kepada orang tua anak.
d. Pelapor
Laporan semester berisi hasil pengolahan data tentang
perkembangan anak yang di kumpulkan selama enam bulan atau satu
semester. Pelaporan ditujukan kepada :
1. Orang tua anak sebagai pertanggung jawaban layanan yang telah diikuti
oleh anak.
2. Satuan RA sebagai dokumen hasil pelaksanaan pembelajaran dan
sebagai dasar untuk perbaikan maupun pengembangan layanan yang
lebih baik.
e. Etika Pelaporan
anak Laporan perkembangan anak didik dibuat secara tertulis
oleh guru. Penyampaian laporan dilakukan
secara tatap muka sehingga dimungkinkan adanya
hubungan dan informasi timbal balik antara pihak lembaga
dengan orang tua. Dalam pelaksanaan kegiatan ini
hendaknya kerahasiaan data atau informasi dijaga, artinya
bahwa data atau informasi tentang anak didik hanya
diinformasikan dan dibicarakan dengan orang tua anak didik
yang bersangkutan atau tenaga ahli dalam rangka
bimbingan selanjutnya.
Para orang tua ingin tahu tentang kondisi perkembangan
anaknya tetapi juga memiliki keterbatasan waktu, karena itu
saat bertemu lebih difokuskan pada hal- hal berikut :
a. Keadaan anak waktu belajar secara fisik, sosial, dan
emosional b. Partisipasi anak dalam mengikuti
kegiatan di lembaga RA
c. Kemampuan/kompetensi yang sudah dan belum dikuasai
BAGIAN IV PENUTUP
BAGIAN V LAMPIRAN
1. Kalender Pendidikan dan Program Tahunan
2. Program Semester
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)
5. Penilaian Perkembangan Anak
6. Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan anak
7. Dan lain-lain yang dianggap perlu
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Tujuan kurikulum RA Tahfizh Miftahul Ulum Ujung Gading adalah sebagai acuan bagi pengelola dan guru dalam menyusun program dan kegiatan pembelajaran, serta memberikan informasi tentang layanan PAUD kepada peserta didik. Kurikulum ini disusun oleh tim pengembang yang meliputi kepala sekolah, yayasan, guru, dan komite orang tua, serta dibimbing oleh pengawas PAUD. Proses penyusunan ini memastikan kurikulum dapat mengukur keberhasilan pencapaian tujuan, program pembelajaran, dan keseluruhan kegiatan pendidikan .
Kurikulum RA Tahfizh Miftahul Ulum mengintegrasikan nilai-nilai Islami sebagai dasar pengembangan karakter peserta didik, seperti jujur, kreativitas, dan kepemimpinan. Nilai-nilai ini diterapkan melalui pembiasaan rutin di aktivitas sehari-hari anak di satuan PAUD. Implikasi penerapan nilai Islami ini terhadap peserta didik adalah pembentukan karakter yang kuat dan bermoral sehingga dapat mendukung pertumbuhan yang sehat dan optimal .
Dalam misinya, RA Tahfizh Miftahul Ulum menerapkan pendekatan perkembangan holistik integratif dengan menyelenggarakan layanan yang mendukung pertumbuhan fisik, intelektual, sosial-emosional, dan spiritual anak secara terpadu. Program pembelajaran difasilitasi melalui aktivitas yang menyenangkan dan aktif, mengikuti tahapan perkembangan serta potensi masing-masing anak. Hal ini mencakup kerjasama dengan orang tua dan masyarakat sebagai bagian integral dari pengelolaan yang profesional .
Fungsi utama RA Tahfizh Miftahul Ulum adalah membina dan mengembangkan potensi anak usia dini secara optimal agar memiliki kesiapan memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Lembaga ini berupaya mencapai tujuan tersebut dengan menanamkan perilaku dan kemampuan dasar sesuai tahap perkembangan anak. Program-program di RA ini, seperti pengembangan nilai agama, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni difokuskan untuk mencapai tujuan tersebut .
Kemitraan di RA Tahfizh Miftahul Ulum berperan dalam mendukung berbagai aspek pengelolaan dan pengembangan lembaga. Kerjasama dilakukan dengan orang tua, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, LSM, serta lembaga lain dan dunia usaha. Kemitraan ini membantu dalam sumber daya pendidikan, penyediaan fasilitas, serta pengembangan program-program pembelajaran yang berkualitas dan relevan .
Proses penilaian di RA Tahfizh Miftahul Ulum dilakukan secara sistematis dengan pengam...btnifikatining, pencatatan harian, dan analisis data bulanan. Proses ini mengumpulkan informasi berkala tentang perkembangan anak secara objektif dan transparan. Data yang dikumpulkan selama satu semester digunakan untuk merumuskan laporan semester, yang memberikan penilaian holistik tentang pertumbuhan dan perkembangan anak, serta dapat digunakan sebagai dasar perbaikan program pembelajaran .
RA Tahfizh Miftahul Ulum menerapkan standar penilaian PAUD berdasarkan Permendikbud No 137/2014 dan No 146/2014 dengan mengacu pada kriteria penilaian proses dan hasil belajar anak, yang sistematis, berkelanjutan, dan menyeluruh. Penilaian dilakukan melalui teknik pengamatan, percakapan, penugasan, unjuk kerja, dan portofolio untuk mendokumentasikan capaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak. Ini memastikan bahwa penilaian objektif dan dapat dipertanggungjawabkan serta memberikan informasi yang bermakna bagi pengembangan anak .
Di RA Tahfizh Miftahul Ulum, model pembelajaran sentra diterapkan dengan anak-anak bermain dalam satu area yang didesain untuk beragam aktivitas. Setiap sentra memiliki fokus aktivitas tertentu yang memenuhi kebutuhan perkembangan anak. Manfaat utama dari model ini adalah memungkinkan anak untuk belajar secara partisipatif, kreatif, dan menyenangkan, serta mendorong minat pembelajaran anak melalui pengalaman bermain yang bermakna .
Lokasi geografis RA Tahfizh Miftahul Ulum di Desa Ujung Gading terletak di tengah pemukiman penduduk dan dirancang untuk kenyamanan belajar dengan tata letak bangunan yang jauh dari jalan raya untuk meminimalisir kebisingan. Hal ini memastikan anak-anak dapat belajar dengan nyaman dan aman dari gangguan suara kendaraan bermotor, yang merupakan kontribusi penting bagi lingkungan belajar yang kondusif .
RA Tahfizh Miftahul Ulum menggunakan penilaian otentik yang dilakukan secara alami ketika anak terlibat dalam kegiatan bermain. Guru mengamati, bertanya, dan mencatat perilaku serta kemampuan anak selama proses berlangsung. Kelebihan dari metode ini adalah dapat memberikan gambaran langsung tentang kemampuan anak dalam situasi nyata, membantu dalam pencapaian berkelanjutan dan optimal dari perkembangan anak berdasarkan minat dan kebutuhan mereka .