BAB I
PENDAHULUAN
I. 1 LATAR BELAKANG
Ditinjau dari kegiatan komersil, kota Medan memperlihatkan peningkatan di
bidang hiburan musik khususnya. Hal ini terlihat pada statistic social budaya,
presentase penduduk 10 tahun ke atas yang menonton pertunjukkan kesenian menurut
propinsi dan jenis kesenian di daerah perkotaan adalah seni tari (31,30%), seni
musik/seni suara (51,96%). Jika dilihat dari golongan umur rata-rata dan pengeluaran
rumah tangga sebulan di daerah perkotaan, jenis kegiatan musik dan seni suara
merupakan jenis kegiatan yang paling diminati.
Tabel 1.1 Presentase Jumlah Pecinta Seni di Medan
Jenis Kesenian yang Paling Sering Dilakukan
Gol.
Seni Seni Seni Seni Seni Seni Seni Jumlah
Umur
Musik Tari Teater Pahat Lukis Wayang Lainnya
1 2 3 4 5 6 7 8 9
10-14 37.98 53.62 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 100%
15-19 40.23 44.83 6.90 2.30 1.15 1.15 3.45 100%
20-24 53.62 33.33 5.80 0.00 0.00 0.00 7.25 100%
25-29 59.32 25.42 5.08 0.00 0.00 0.00 10.17 100%
30-64 60.12 17.34 6.36 0.00 0.58 6.94 8.67 100%
65+ 66.67 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 33.33 100%
Jumlah 51.96 31.30 5.22 0.43 0.43 3.04 7.31 100%
Sumber : RUTRK Kotamadya Medan rancangan tahun 2005 hal 111-7
Perkembangan musik di Medan ditunjukkan dengan semakin meningkatnya
animo masyarakat terutama kalangan remaja terhadap kegiatan musical. Kegiatan
musik yang berkembang bersifat pendidikan dan pertunjukkan/ hiburan, yaitu
bermunculnya group-group musik baru di kalangan remaja dan pelajar, sering
diadakannya festival seni musik dan seni suara, diadakannya konser musik (dengan
mendatangkan artis ibukota maupun artis mancanegara), dan umumnya
diselenggarakan oleh mahasiswa, pelajar, dan kelompok-kelompok organisasi yang
bergerak di dunia hiburan. Kegiatan-kegiatan tersebut memberi masukan yang positif
bagi perkembangan dunia hiburan, selain dapat digunakan sebagai alat untuk
menyalurkan minat dan bakat, digunakan juga sebagai ajang mengasah dan
meningkatkan daya kreativitas pemusik.
Universitas Sumatera Utara
Medan memiliki beberapa sarana kegiatan musik yang bersifat pendidikan dan
pertunjukkan/ hiburan. Pendidikan musik dapat diperoleh dari sekolah-sekolah non-
formal seperti Era Musika Indah dan Medan Musik. Fasilitas yang diberikan berupa
kelas-kelas teori dan praktek serta showroom alat-alat musik (instrument musik).
Selain itu terdapat pendidikan formal yaitu Sekolah Menengah Kejuruan Musik
Negeri 11, yang merupakan satu-satunya Sekolah Musik di Medan. Sedangkan
kegiatan pertunjukkan/ hiburan biasa dilakukan pada aula perguruan tinggi tertentu
(Pardede Hall) dan aula hotel tertentu (Hotel Tiara dan Emerald) ataupun sering
dilakukan di cafe-cafe tertentu (The Rock Caffee).
Pasar musik di Medan sangat besar sekali, hal ini terlihat dari banyaknya
peminat musik yang terdapat pada sekolah atau kursus musik di Medan serta
seringnya dilakukan konser-konser musik di Medan yang banyak diminati masyarakat
khususnya anak muda. Peminat sekolah musik di Era Musica mencapai 1500 siswa
dan pada Medan Music mencapai 1300 siswa, ditambah lagi Sekolah Menengah
Musik (SMK11) jumlah siswanya 300 siswa. Inilah yang menjadi salah satu
dirancangnya proyek ini, dikarenakan pasar terhadap musik sangat besar namun
belum tersedianya wadah/ sarana yang menampung peminat musik.
Perkembangan industri musik dalam akhir decade ini sangat cepat
peningkatannya. Jika kita melihat kota-kota besar yang ada di Indonesia seperti
Jakarta, Bandung dan Medan, masing-masing memiliki banyak musisi handal yang
bisa membawa nama daerahnya dan mengangkat industri musik nasional pada
umumnya. Oleh karena itulah, diperlukannya/ dibutuhkannya sarana pendidikan
formal untuk mewadahi animo masyarakat terhadap seni musik.
I.2 MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari proyek ini antara lain :
- Menyediakan suatu fasilitas pendidikan formal bagi para remaja pada umumnya
di bidang seni musik yang ideal dengan memiliki fasilitas belajar mengajar
dengan kualitas yang baik sehingga dapat menghasilkan musisi yang
memiliki skill di bidang musik yang tidak hanya menguasai instrument
musik saja tetapi juga memiliki kemampuan dalam berkreatifitas hingga
mengorganizer suatu pertunjukan musik, penguasaan software musik yang
berguna dalam proses produksi musik.
Universitas Sumatera Utara
- Sebagai sarana untuk mewujudkan kreativitas bagi para calon seniman
dalam mensosialisasikan karya-karya musiknya.
- Menciptakan suatu rancangan Akademi Musik Medan dengan memperhatikan
faktor- faktor kenyamanan akustik pada ruangan-ruangan musiknya.
- Menciptakan suatu rancangan fasilitas untuk menyampaikan informasi-
informasi positif untuk membentuk kepribadian sebagai salah satu aset
sumber daya manusia yang mandiri dan bisa mengidentifikasikan peluang
usaha bagi diri mereka sendiri.
- Menciptakan suatu rancangan yang dapat menjadi wadah untuk menggali
potensi-potensi seni musik agar dapat menjadi nilai positif bagi dunia seni di
Medan, serta mengakomodasi kegiatan rekreasi, eksplorasi, dan elaborasi
kreatif pecinta seni.
Tujuan yang diharapkan dari proyek ini adalah :
- Dengan adanya Akademik Musik di Medan, maka dapat mewadahi
kebutuhan masyarakat khususnya di kalangan anak muda dalam
mengekspresikan diri dan minat mereka dalam bermusik sesuai dengan
kaidah-kaidah yang benar.
- Menciptakan fasilitas yang benar-benar ideal bagi masyarakat, baik secara
visual, keruangan, maupun sesuai dengan sifat-sifat dan kebutuhan peminat
musik di Medan.
I.3 PERUMUSAN MASALAH
Secara umum, masalah yang timbul dari proses perancangan yaitu bagaimana
mendesain/ menerapkan bangunan Akademi Musik Medan yang berfungsi sebagai
sarana pendidikan formal dan pertunjukan seni yang mampu mewadahi kebutuhan
dan aktivitas sesuai dengan fungsi serta tema yang diterapkan.
Secara khusus, masalah perancangan yang timbul yaitu:
1. Bagaimana merancang suatu lingkungan kampus yang kondusif, menarik
minat mahasiswa dan mahasiswi untuk berekspresi dan merangsang
kreatifitas.
2. Bagaimana menyediakan sarana yang memadai untuk kelancaran jalannya
pendidikan, ruang-ruang yang sesuai dengan persyaratan dan dapat
memberikan kenyamanan belajar dan bersekpresi.
Universitas Sumatera Utara
3. Pengolahan ruang dan sirkulasi yang bersahabat, seirama dengan jiwa dan
perilaku musisi yang selalu bergaul tanpa ada perbedaan kasta bagi
mahasiwa dan mahasiswi di Akademi Musik Medan.
4. Bagaimana menyediakan ruang-ruang yang sesuai dengan aktifitas-aktifitas
yang ada dan dapat memberikan kenyamanan pada mahasiswa dan
mahasiswi sebagai pengguna utamanya.
5. Pengkondisian akustik pada ruangan sehingga meminimalisir terjadi
kebocoran suara (menggunakan alat peredam suara).
I.4 PENDEKATAN MASALAH
Pendekatan-pendekatan dalam penyelesaian masalah pada perancangan
dilakukan dengan berbagai cara diantaranya :
• Studi literatur
Mempelajari persyaratan-persyaratan yang diperlukan dalam merancang sebuah
bangunan yang digunakan sebagai Pusat Musik , terutama kaitan antara kecintaan
masyarakat terhadap seni musik, karakter, dan ciri khas seni musik tersebut dengan jenis
dan jumlah ruang yang harus di sediakan.
• Studi banding
Melakukan pendekatan permasalahan dan fungsi bangunan yang memiliki
kesamaan dalam proyek sejenis maupun tema dalam judul proyek ini yang
diambil dari berbagai sumber seperti buku, internet, media cetak lainnya, dan
sumber-sumber yang dianggap penting.
• Survey lapangan
Menganalisa potensi-potensi yang ada pada lokasi proyek dan lingkungan
sekitarnya.
• Wawancara
Mendapatkan informasi langsung dari kepala sekolah dan guru Sekolah
Menengah Kejuruan Seni Musik 11 Medan terkait untuk memperoleh data yang
dibutuhkan sebagai mendukung kelayakan studi proyek.
Universitas Sumatera Utara
I.5 LINGKUP DAN BATASAN MASALAH
Hal-hal yang menjadi batasan dalam perancangan Akademi Musik Medan
adalah pembahasan kepada hal-hal yang mendukung kegiatan, terutama pada
penambahan fasilitas-fasilitas yang diperlukan seperti ruang teori/belajar, ruang
praktek, gedung pertunjukan lengkap dengan penggunaan akustik pada setiap
ruangannya sehingga tidak mengganggu aktifitas dan kegiatan yang lainnya di sekitar
bangunan.
Akademik Musik Medan tersebut dirancang dengan konsep bangunan tunggal
(single building) dan lebih ditekankan pada konsep pendidikan formal saja, tidak
terdapat pendidikan informal yang memungkinkan ditujukan untuk umum. Untuk
gedung pertunjukkannya didesain di dalam bangunan, sehingga masyarakat umum
tidak terlalu leluasa terhadap kondisi tersebut. Akan tetapi gedung pertunjukan ini
tetap bisa dipergunakan untuk umum jika ada pertunjukan-pertunjukan band yang
dilakukan maupun acara-acara audisi musik lainnya, sehingga bangunan ini tetap bisa
berfungsi sebagai komersial.
Universitas Sumatera Utara
I.6 KERANGKA BERFIKIR
Skema 1.1 Kerangka Berfikir
Latar Belakang
Kurang memadainya fasilitas Akademi Musik di Medan yang dapat
dilihat dari kondisi ruang-ruang yang tidak memenuhi syarat secara
akustik seperti studio musik, gedung pertunjukan sebagai sarana
siswa berekspresi dan menampilkan apa yang telah mereka pelajari
selama ini dalam bentuk solo, duet, trio, choir, maupun band.
Tujuan dan Manfaat
Judul : 1. Menyediakan suatu fasilitas pendidikan formal di bidang seni
Akademi Musik Medan musik yang ideal dengan memiliki fasilitas belajar mengajar
dengan kualitas yang baik secara akustik ruangan dan visual.
Tema Perancangan : 2. Menciptakan fasilitas yang benar-benar ideal bagi mahasiswa,
Arsitektur Simbolis baik secara visual, keruangan, maupun sesuai dengan sifat-sifat
dan kebutuhan mahasiswa sebagai pengguna utamanya.
Perumusan Masalah
1. Bagaimana merancang suatu lingkungan kampus yang kondusif, menarik minat
mahasiswa dan mahasiswi untuk berekspresi dan merangsang kreatifitas.
2. Bagaimana menyediakan sarana yang memadai untuk kelancaran jalannya pendidikan, Data Perencanaan
ruang-ruang yang sesuai dengan persyaratan dan dapat memberikan kenyamanan
− Data Tapak
belajar dan bersekpresi.
− Studi Literatur
3. Pengolahan ruang dan sirkulasi yang bersahabat, seirama dengan jiwa dan perilaku
− Studi Banding
musisi yang selalu bergaul tanpa ada perbedaan kasta bagi mahasiwa dan mahasiswi
− Survei Lapangan
di Akademi Musik Medan.
− Wawancara
4. Bagaimana menyediakan ruang-ruang yang sesuai dengan aktifitas-aktifitas yang ada
dan dapat memberikan kenyamanan pada mahasiswa dan mahasiswi sebagai pengguna
utamanya.
5. Pengkondisian akustik pada ruangan sehingga meminimalisir terjadi kebocoran suara
Analisa Tapak (Analisa Fisik)
View, sirkulasi, orientasi, dll.
Analisa Fungsional (Analisa Nonfisik) Konsep Perancangan
Pengguna, alur kegiatan, dll Konsep ruang luar, ruang dalam, Desain Perancangan
Programming massa, tema, struktur, dan utilitas.
Program ruang dalam dan ruang luar
Hubungan Antar ruang
Universitas Sumatera Utara
I.7 SISTEMATIKA LAPORAN
Secara garis besar, urutan pembahasan dalam penulisan laporan ini adalah sebagai
berikut :
Bab 1 Pendahuluan
Pendahuluan berisi kajian tentang latar belakang, maksud dan tujuan,
perumusan masalah, pendekatan masalah, lingkup dan batasan, dan kerangka
berpikir serta sistematika pembahasan.
Bab 2 Deskripsi Proyek
Deskripsi Proyek berisi tentang pembahasan mengenai terminologi judul,
pemilihan lokasi, deskripsi kondisi eksisting, luas lahan, peraturan dan keistimewaan
lahan, tinjauan fungsi dan studi banding arsitektur dengan fungsi sejenis.
Bab 3 Elaborasi Tema
Elaborasi Tema menjelaskan tentang pengertian tema yang diambil, interpretasi
tema, keterkaitan tema dengan judul dan studi banding arsitektur dengan tema sejenis.
Bab 4 Analisa Perancangan
Analisa perancangan menjelaskan tentang analisa kondisi tapak dan
lingkungan, analisa fungsional, analisa teknologi, analisa dan penerapan tema, serta
kesimpulan dari keseluruhan analisa yang sudah ada.
Bab 5 Konsep Perancangan
Konsep Perancangan menjelaskan tentang konsep penerapan hasil analisis
komprehensif yang digunakan sebagai alternatif pemecahan masalah.
Bab 6 Hasil Perancangan
Hasil Perancangan berisi tentang gambar-gambar hasil perancangan dan maket.
Universitas Sumatera Utara