0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
144 tayangan17 halaman

Sistem Endokrin: Anatomi dan Fisiologi

Sistem endokrin adalah sistem yang mengandalkan hormon untuk mengontrol organ tubuh. Terdiri dari kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon dan menyalurkannya melalui darah. Hormon bertindak sebagai pesan kimia untuk mengatur organ sasaran dan bekerja sama dengan sistem saraf dalam mempertahankan homeostasis tubuh.

Diunggah oleh

rezki nur aziz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
144 tayangan17 halaman

Sistem Endokrin: Anatomi dan Fisiologi

Sistem endokrin adalah sistem yang mengandalkan hormon untuk mengontrol organ tubuh. Terdiri dari kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon dan menyalurkannya melalui darah. Hormon bertindak sebagai pesan kimia untuk mengatur organ sasaran dan bekerja sama dengan sistem saraf dalam mempertahankan homeostasis tubuh.

Diunggah oleh

rezki nur aziz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Makalah

ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA


“SISTEM ENDOKTRIN”

OLEH
KELOMPOK III (TIGA)
KELAS A-S1 FARMASI 2020

1. JEIN LAMUSU (821420005)


2. REZKY NUR AZIZ (821420008)
3. NURAIN OCTAVIANI LAMAKARAKA (821420013)
4. DEFITA ZUBAIDI (821420017)
5. ASTIARA LAHAY (821420018)
6. MOH. RIZKI DETU (821420052)
7. MUZDALIFAH M. BEGALI (821420028)
8. SERINA (821420029)
9. RAHAYU ANASTASYA PUTRI ABDULLAH (821420030)

S1 FARMASI
JURUSAN FARMASI
FAKULTAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2021
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan
sehingga dapat menyelesaikan tugas makalah anatomi fisiologi manusia yang
berjudul “Sistem Endoktrin”.
Sholawat serta salam kami haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang
telah memberikan tauladan terbaik bagi umatnya sehingga bisa meniru kegigihan
dan kesungguhan beliau dalam berjuang.
Ungkapan terima kasih kepada dosen penanggung jawab yang telah
membimbing kami sehingga makalah ini dapat selesai dengan baik.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan
masih banyak kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, kami memohon
kritik dan saran dari dosen penanggung jawab agar makalah ini menjadi makalah
yang lebih baik lagi.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Gorontalo, Juni 2021

Kelompok III

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 2
1.3 Tujuan 2
BAB II PEMBAHASAN 3
2.1 Definisi Sistem Endokrin 3
2.2 Jenis-Jenis Kelenjar Endokrin 5
2.3 Fungsi Kelenjar Endookrin 10
BAB III PENUTUP 11
5.1 Kesimpulan11
5.2 Saran 12
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ilmu pengetahuan yang mempelajari kehidupan manusia disebut
Authropobiologi (ilmu manusia). Authropobiologi dapat dibagi menjadi ilmu Urai
(Anatomi), ilmu Faal (Fisiologi), dan ilmu Keturunan (Genetika).
Disebut ilmu urai karena mempelajari letak dan hubungan bagian tubuh
tidak dapat dipisahkan dari pengetahuan tentang kegunaan sistem struktur dan
sistem jaringannya. Oleh sebab itu kita sering menggunakan istilah Anatomi
Fungsional yang berkaitan erat dengan fisiologi atau ilmu faal. Fisiologi atau ilmu
faal adalah ilmu yang mempelajari fungsi atau kerja dari alat-alat tubuh manusia
dalam keadaan normal, baik dalam keadaan aktif maupun pasif.
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur tubuh manusia,
berasal dari Bahasa Yunani “Ana” yang berarti bagian atau memisahkan.
Sedangkan “Tomi” berarti iris atau memotong. Jadi anatomi adalah ilmu yang
mempelajari bentuk dan susunan tubuh baik secara keseluruhan maupun bagian
bagian serta hubungan alat tubuh yang satu dengan yang lain. Anatomi
mempelajari letak geografis bagian tubuh, misalnya lengan, kepala, dada dan
sebagainya. Di dalam tubuh juga didapati struktur lain yaitu otot, saraf, tulang,
dan pembuluh darah yang dipelajari dalam ilmu anatomi.
Sedangkan fisiologi adalah berasal dari bahasa latin yaitu fisi (physis)
yang berarti alam/ cara kerja sedangkan logos (logi) ilmu pengetahuan. Jadi
fisiologi adalah ilmu yang mempelajari faal atau pekerjaan dari tiap-tiap jaringan
tubuh atau bagian dari alat-alat tubuh dan sebagainya.
Anatomi fisiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang
susunan atau potongan tubuh dan bagaimana alat tubuh tersebut bekerja.
Sistem Endokrin disebut juga kelenjar buntu, yaitu kelenjar yang tidak
mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan sekretnya. Selain itu, organ
tersebut melakukan sekresi yang tidak meninggalkan kelenjarnya melalui saluran
tetapi langsung melalui darah di dalam jaringan kelenjar. Kata endokrin berasal

1
dari bahasa Yunani yang berarti sekresi ke dalam, zat utamanya disebut hormon.
Dalam bahasa Yunani “hormon” berarti “merangsang”.
Kelenjar tanpa saluran atau kelenjar buntu digolongkan bersama dibawah
nama organ endokrin, sebab sekresi yang dibuat tidak meninggalkan kelenjar
melalui satu saluran, tetapi langsung masuk ke dalam darah yang beredar di dalam
kelenjar. Beberapa dari organ endokrin menghasilkan satu hormon tunggal,
sedangkan yang lain lagi dua atau beberapa jenis hormon: misalnya kelenjar
hipofisis menghasilkan beberapa jenis hormon yang mengendalikan kegiatan
banyak organ lain, karena itulah maka kelenjar hipofisis dilukiskan sebagai
”kelenjar pemimpin tubuh”.
Kelenjar endokrin merupakan sekelompokan sel yang berfungsi
mensekresikan senyawa kimia (hormon) dan mendistribusikan melalui peredaran
darah menuju sel/jaringan/organ yang memerlukan (target). Hormon yang
disekresikan oleh kelenjar endokrin pada umumnya menuju organ target/sasaran
yang letaknya cukup jauh dari tempat sekresinya. Hormon pada umumnya
diproduksi kelenjar endokrin saat dibutuhkan dan dalam jumlah sedikit, namun
mempunyai dampak respon yang luas. Hormon bertindak sebagai pembawa pesan
kimiawi (messenger) untuk dibawa ke organ sasaran dan diterjemahkan pesan
yang didapat di organ tersebut.
1.2 Rumusan Masalah Tujuan
Rumusan masalah dalam makalah ini yaitu:
1. Apa yang dimaksud dengan system endoktrin ?
2. Bagaimana macam macam kelenjar endoktrin ?
3. Bagaimana macam macam hormone yang dihasilkan system endoktrin?
4. Apa gangguan yang disebabkan oleh system endoktrin?
1.3 Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini yaitu:
1. Memahami pengertian system endoktrin
2. Mengetahui macam macam kelenjar endoktrin
3. Mengetahui macam macam hormone yang dihasilkan system endoktrin
4. Memahami gangguan yang disebabkan oleh system endoktrin

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Sistem Endoktrin
Sistem endokrin adalah sistim yang bekerja dengan perantaraan zat zat
kimia (hormon) yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Sistem endokrin tersusun
dari beberapa kelenjar endokrin yang tersebar di dalam tubuh yang bekerjasama
dengan sistim saraf dan berperan penting dalam pengendalian kegiatan organ –
organ tubuh.
Sistem Endokrin disebut juga kelenjar buntu, yaitu kelenjar yang tidak
mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan sekretnya. Selain itu, organ
tersebut melakukan sekresi yang tidak meninggalkan kelenjarnya melalui saluran
tetapi langsung melalui darah di dalam jaringan kelenjar. Kata endokrin berasal
dari bahasa Yunani yang berarti sekresi ke dalam, zat utamanya disebut hormon.
Dalam bahasa Yunani “hormon” berarti “merangsang”.
System endoktrin adalah system control kelenjar tanpa saluran (ductless)
yang menghasilkan hormone yang tersirkulasi ditubuh melalui aliran darah untuk
mempengaruhi organ organ lain. Hormone bertindak sebagai “pembawa pesan”
dan dibawa oleh aliran darah keberbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan
menerjemahkan “pesan” tersebut menjadi suatu tindakan. System endoktrin tidak
memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan
kelenjar kelenjar lain dalam saluran gastrointestin.
Kelenjar endoktrin merupakan kelenjar yang tidak mempunyai saluran, yang
menyalurkan sekresi hormonnya langsung kedalam darah. Hormone tersebut
memberikan efeknya keorgan atau jaringan target. Beberapa hormone seperti
insulin dan tiroksin mempunyai banyak organ target. Hormone lain seperti
kalsitonin dan beberapa hormone kelenjar hipofisis, hanya memiliki satu atau
beberapa organ target.
Kelenjar endokrin merupakan sekelompokan sel yang berfungsi
mensekresikan senyawa kimia (hormon) dan mendistribusikan melalui peredaran
darah menuju sel/jaringan/organ yang memerlukan (target). Hormon yang
disekresikan oleh kelenjar endokrin pada umumnya menuju organ target/sasaran

3
yang letaknya cukup jauh dari tempat sekresinya. Hormon pada umumnya
diproduksi kelenjar endokrin saat dibutuhkan dan dalam jumlah sedikit, namun
mempunyai dampak respon yang luas. Hormon bertindak sebagai pembawa pesan
kimiawi (messenger) untuk dibawa ke organ sasaran dan diterjemahkan pesan
yang didapat di organ tersebut.
System endoktrin dalam kaitannya dengan system saraf, mengontrol dan
memadukan fungsi tubuh. Kedua system ini Bersama sama bekerja untuk
mempertahankan homeostatis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling
berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya,
medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf
neiutral. Jika keduanya dihancurkan atau diangkat, maka fungsi dari kedua
kelenjar ini Sebagian diambil alih oleh system saraf. Bila system endoktrin
umumnya bekerja melalui hormone, maka system saraf bekerja melalui
neurotransmitter yang dihasilkan oleh ujung ujung saraf.
Sistem endokrin hampir selalu bekerja sama dengan sistem saraf, namun
cara kerjanya dalam mengendalikan aktivitas tubuh berbeda dari sistem saraf. Ada
dua perbedaaan cara kerja antara kedua sistem tersebut. Kedua perbedaan tersebut
adalah sebagai berikut.
a. Dibandingkan dengan sistem saraf, sistem endokrin lebih nanyak bekerja
melalui transmisi kimia.
b. Sistem endokrin memperhatikan waktu respons lebih lambat daripada
sistem saraf. Pada sistem saraf, potensial aksi akan bekerja sempurna hanya dalam
waktu 1-5 milidetik, tetapi kerja endokrin melalui hormon baru akan sempurna
dalam waktu yang sangat bervariasi, berkisar antara beberapa menit hingga
beberapa jam. Hormon adrenalin bekerja hanya dalam waktu singkat, namun
hormon pertumbuhan bekerja dalam waktu yang sangat lama. Di bawah kendali
sistem endokrin (menggunakan hormon pertumbuhan), proses pertumbuhan
memerlukan waktu hingga puluhan tahun untuk mencapai tingkat pertumbuhan
yang sempurna.
Dasar dari sistem endokrin adalah hormon dan kelenjar (glandula), sebagai
senyawa kimia perantara, hormon akan memberikan informasi dan instruksi dari

4
sel satu ke sel lainnya. Banyak hormon yang berbeda-beda masuk ke aliran darah,
tetapi masing-masing tipe hormon tersebut bekerja dan memberikan pengaruhnya
hanya untuk sel tertentu.
2.2 Jenis-Jenis Kelenjar Endoktrin
Macam macam kelenjar endoktrin yaitu :
1. Kelenjar Hipofise celebri
Kelenjar hipofise dapat menhaasilkan hormone yang mampu merangsang
hormone yang dapat merangsang kelenjar lain untuk menghasilkan hormone lain.
Contohnya, hipofise anterior TSH = Tyrosomatotropic thyroksin merangsang
kelenjar tyroid untuk menghasilkan tyroksin thyroksin digunakan untuk
metabolism tubuh (kh, protein, lipid) berarti jalan menuju hipofise anterior
akan terhambat dan seterusnya.
Hipofise terletak disella tursika, lekukan os spenoidalis baasis cranii.
Berbentuk oval dengan diameter kira kira 1 cm dan dibagiatas dua lobus yaitu
lobus anterior dan posterior. Lobus anterior merupakan bagian terbesar dari
hipofise kira kira 2/3 bagian dari hipofise. Lobus posterior, merupakan 1/3 bagian
hipofise dan terdiri dari jaringan saraf sehingga disebut juga neurohipofise.
Secara histologis, sel sel kelenjar hipofise dikelompokan berdasarkan Jenis
hormone yang disekresi yaitu:
1. Sel sel somatotrof bentuknya besar, mengandung granula sekretori,
berdiameter 350-500 nm dan terletak disayap lateral hipofise.
2. Sel sel latotroph juga mengandung sekretori, dengan diameter 27-350 nm,
menghasilkan prolactin dan lactogen.
3. Sel sel tirotroph berbentuk polohedral, mengandung granula sekresi dengan
diameter 50-100 nm menghasilkan TSH.
4. Sel sel gonadotroph diameter sel kira kira 275-375 nm, mengandung granula
sekretori, menghasilkan FSH dan LH
5. Sel nonsekretori terdiri atas sel kromofob. Lebih kurang 25 %
Kelenjar hipofise terdiri atas kelenjar hipofise anterior, medulla dan porterior :
a. Hipofise anterior diantaranya :

5
Hormone pertumbuhan = Growth Hormone = Somatotropin=GH yang
bekerja pada tulang, otot, kulit, dan bekerja sangat terbatas. Pada pria
hormone ini bekerja dari lahir hingga usia 21 tahun. Pertumbuhan drastic
pada usia 13-16 tahun. Pada wanita hormone ini bekerja sejak lahir hingga
usia 18 tahun. Pertuumbuhan drastic terjadi pada usia 9-12 tahun.
b. Hipofise medulla
Menghasilkan melanocytes stimulating hormone yang akan menghasilkan
pigmen melanin untuk warna kulit. Semakin banyak melanin maka hitam
pigmen kulit, makin sedikit melanin, makin putih pigmen kulit.
c. Hipofise posterior
Hormone oxytosin = regulasi kontraksi Rahim setiap 3 jam, 2,5 jam, 2 jam,
1,5 jam, 1 jam sekali s/d 10 menit sekali. Serta membantu proses
pengeluaran air susu ibu setelah melahirkan.

2. Kelenjar Tiroid
Terdiri atas 2 buah lobus yang terletak disebelah kanan dari trakea diikat
bersama oleh jaringan tiroid dan yang melintasi trakea di sebelah depan.
Merupakan kelenjar yang terdapat di dalam leher bagian depan bawah, melekat
pada dinding Taring. Atas pengaruh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar
hipofise lobus anterior, kelenjar tiroid ini dapat memproduksi hormon tiroksin.
Adapun fungsi dari hormon tiroksin; mengatur pertukaran zat/metabolisme
dalam tubuh dan mengatur pertumbuhan jasmani dan rohani. (Rudi Haryono,
2019)

6
Struktur kelenjar tiroid terdiri atas sejumlah besar vesikel-vesikel yang
dibatasi oleh epitelium silinder, disatukan oleh jaringan ikat. Sel-selnya
mengeluarkan sera, cairan yang bersifat lekat yaitu : Koloidae tiroid yang me-
ngandung zat senyawa yodium dan dinamakan hormon tiroksin.
Sekret ini mengisi vesikel dan dari sini berjalan ke aliran darah baik
langsung maupun melalui saluran limfe.
Fungsi kelenjar tiroid, terdiri dari :
1. Bekerja sebagai perangsang proses oksidasi.
2. Mengatur penggunaan oksidasi.
3. Mengatur pengeluaran karbondioksida.
4. Metabolik dalam hal pengaturan susunan kimia dalam jaringan.
5. Pada anak mempengaruhi perkembangan fisik dan mental.

Hipofungsi dapat menyebabkan penyakit kretinismus dan penyakit


miksedema. Hiperfungsi menyebabkan penyakit eksotalmikgoiter. Sekresi tiroid
diatur oleh sebuah hormon dari lobus anterior kelenjar hipofise yaitu oleh
hormon tirotropik.
Fungsi kelenjar tiroid sangat eras bertalian dengan kegiatan metabolik
dalam hal pengaturan susunan kimia dan jaringan bekerja sebagai perangsang
proses oksidasi, mengatur penggunaan oksigen dan mengatur pengeluaran
karbondioksida
Hiposekresi hipotiroidisme. Bila kelenjar tiroid kurang mengeluarkan
sekret pada waktu bayi mengakibatkan suatu keadaan yang dikenal sebagai
kretinisme berupa hambatan pertumbuhan mental dan fisik, pada orang dewasa
kekurangan sekresi menyebabkan miksedema proses metabolik mundur dan
terdapat kecenderungan untuk, bertambah berat, geraknya lambat, cars berfikir
dan berbicara lamban, kulit menjadi tebal dan keringat, rambut rontok, suhu-
badan di bawah normal dan denyut nadi perlahan
Hipersekresi penambahan sekresi kelenjar tiroid disebut hipertiroid dimana
semua gejalanya merupakan kebalikan dari miksedema yaitu: kecepatan
metabolisme meningkat suhu tubuh tinggi, berat badan turun, gelisah, mudah
marah, denyut nadi naik. Vaskuler mencakup fibrilasi atrium kegagalan jantung
pada keadaan yang dikenal sebagai penyakit trauma atau gondok eksoptalmus,
mata menonjol keluar, efek ini disebabkan terlampau aktifnya hormon tiroid, ada
kalanya tidak hilang dengan pengobatan.

7
3. Kelenjar Paratiroid

Terletak disetiap sisi kelenjar tiroid yang terdapat di dalam leher, kelenjar
ini bedumlah 4 buah yang tersusun berpasangan yang menghasilkan para hormon
atau hormon para tiroksin. Kelenjar paratiroid berjumlah 4 buah. Masing-masing
melekat pada bagian belakang kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid menghasilkan
hormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium dan fosfor di dalam tubuh (Rudi
Haryono, 2019).
Hipoparatiroidisme. Terjadinya kekurangan kalsium di dalam darah atau
hipokalsemia mengakibatkan keadaan yang disebut tetani, dengan gejala khas
kejang khususnya pada tangan dan kaki disebut karpopedal spasmus, gejala-
gejala ini dapat diringankan dengan pemberian kalsium.
Hiperparatiroidisme. Biasanya ada sangkut pautnya dengan pembesaran
(tumor) kelenjar. Keseimbangan distribusi kalsium terganggu, kalsium
dikeluarkan kembali dari tulang dan dimasukkan kembali ke serum darah.
Akibatnya terjadi penyakit tulang dengan tanda-tanda khas beberapa bagian
kropos. disebut osteomielitis fibrosa sistika karena terbentuk kristal pada tulang,
kalsiumnya diedarkan di dalam ginjal dan dapat menyebabkan batu ginjal dan
kegagalan ginjal (Rudi Haryono, 2019).
Fungsi paratiroid :
1) Mengatur metabolisme fospor.
2) Mengatur kadar kalsium darah.
Hipofungsi, mengakibatkan penyakit tetani. Hiperfungsi, mengakibatkan
kelainan-kelainan seperti; Kelemahan pada otot-otot, sakit pada tulang, kadar
kalsium dalam darah meningkat begitu juga dalam urin, dekolsifikasi dan
deformitas, dapat juga terjadi patch tulang spontan. Kelainan-kelainan tersebut
dapat juga terjadi pada tumor kelenjar paratiroid (Ben and Diana, 2010).

8
4. Kelenjar Suprarenal

Kelenjer suprarenal jumlahnya ada 2, terdapat pada bagian atas dari ginjal kiri
dan kanan. Ukurannya berbeda-beda, beratnya rata-rata 5-9 gram. Kelenjar
suprarenal ini terbagi atas 2 bagian yaitu:
1. Bagian luar yang berwarna kekuningan yang menghasilkan kortisol yang
disebut korteks.
2. Bagian medula yang menghasilkan adrenalin (epinefrin) dan nor adrenalin
(nor epinefrin).
Zat-zat tadi disekresikan dibawah pengendalian sistem persarafan simpatis.
Selcresinya bertambah dalam keadaan emosi seperti marah dan takut Berta
dalam keadaan asfiksia dan kelaparan. Pengeluaran yang bertambah itu
menaikkan tekanan darah guna melawan shock.
Noradrenalin menaikan tekanan darah dengan jalan meranigsang serabut
otot didalam dinding pembuluh darah untuk berkontraksi, adrenalin membantu
metabolisme kar-bohidrat dengan jalan menambah pengeluaran glukosa dari
hati.
Beberapa hormon terpenting yang disekresikan oleh korteks adrenal
adalah; Hidrokortison, aldosteron dan kortikosteron. Semuanya bertalian eras
dengan metabolisme, pertumbuhan fungsi ginjal dan kondisi otot. (Ben and
Diana, 2010)
Pada insufiesiensi adrenal (penyakit addison) pasien menjadi kurus dan
nampak sakit paling lemah, terutama karenatidak adanya hormon ini, sedangkan
ginjal gagal menyimpan natrium dalam jumlah terlampau banyak, penyakit ini
diobati dengan kortison.
Fungsi kelenjar supra renalis bagian korteks terdiri dari ;
1. Mengatur keseimbangan air, elektrolit clan garamgaram.
2. Mengatur/mempengaruhi metabolisme lemak, hidrat arang dan protein.

9
3. Mempengaruhi aktifitas jafingan limfoid.
Hipofungsi, menyebabkan penyakit addison. Hiperfungsi. Kelainan-
kelainan yang timbul akibat hiperfungsi mirip dengan tumor suprarenal bagian
korteks dengan gejala-gejala pada wanita biasa, terjadinya gangguan
pertumbuhan seks sekunder.
Fungsi kelenjar suprarenalis bagian medula terdiri dari :
1) Vaso konstriksi pembuluh darah perifer.
2) Relaksasi bronkus.

5. Kelenjar Timus

Terletak di dalarn mediastinum di belakang os. sternum, kelenjar timus


hanya dijumpai pada anak-anak di bawah 18 tahun. Kelenjar timus terletak di
dalam toraks kira-kira setinggi bifurkasi trakea, warnanya kemerah-merahan dan
terdiri atas 2 lobus. Pada bayi baru lahir sangat kecil danberatnya kira-kira 10
gram atau lebih sedikit. Ukurannya bertambah pada masa remaja dari 30-40
gram kemudian berkerut lagi (Rudi Haryono, 2019).
Adapun hormon yang dihasilkan kelenjar timus berfungsi sebagai berikut :
1. Mengaktifkan pertumbuhan badan.
2. Mengurangi aktifitas kelenjar kelamin.
2.3 Fungsi kelenjar Endokrin
Secara umum fungsi kelenjar endokrin dapat disebutkan sebagai
berikut:
1. Mensekresikan hormon yang dialirkan langsung ke dalam darah
(tanpa saluran khusus/ductless) yang diperlukan sel/jaringan/organ
tubuh tertentu.
2. Bertindak mengontrol aktivitas kelenjar tubuh
3. Merangsang aktivitas kelenjar tubuh
4. Merangsang pertumbuhan jaringan
5. Pengaturan metabolisme, proses oksidasi, meningkatkan absorbsi
glukosa pada usus halus.
6. Mempengaruhi metabolisme lemak, protein, karbohidrat, vitamin,

10
mineral, dan air.
7. Memelihara lingkungan internal tubuh agar tetap optimal dan
homeostatis.
Organ endokrin tersusun dari sel-sel sekretori yang dapat dibedakan menjadi
dua macam, yaitu:
1. Sel-sel endokrin sejati
Dikenal juga dengan nama sel endokrin klasik. Kelompokan sel ini
mempunyai fungsi sebagai penghasil hormon dan bentuknya khas namun tidak
seperti sel saraf. Sel ini dapat berupa sel tunggal ataupun multiseluler. Sel kelenjar
ini mensekresikan hormon secara langsung ke dalam peredaran darah. Tipe sel-sel
kelenjar ini dapat ditemukan pada hewan dengan sistem sirkulasi baik di
vertebrata maupun invertebrata. Pada hewan invertebrata, studi sel-sel kelenjar
endokrin beserta hormon sering dilakukan pada kelompok Insekta, Crustacea,
Cephalopoda, dan Moluska (Nugroho, 2016)
2. Neurosekretori
Sel-sel tipe neurosekretori merupakan sel yang berbentuk seperti sel saraf
namun mampu menghasilkan hormon. Sel-sel neurosekretori yang menghasilkan
hormon dapat disebut sebagai neuroendokrin. Beberapa contoh sel-sel
neuroendokrin terdapat di hipotalamus (Nugroho, 2016)
Berdasarkan sifat kelarutannya, hormon dikelompokkan menjadi hormon
yang larut dalam air dan yang larut dalam lemak. Hormon yang larut dalam air
termasuk polipeptida (misal insulin, glukagon, hormon adrenokortikotropik,
gastrin) dan katekolamin (dopamin, norepinefrin, epinefrin). Sedangkan hormon
yang larut dalam lemak termasuk golongan steroid (estrogen, progesteron,
testosteron, glukokortikoid, aldosteron) dan tironin (misal tiroksin). Perbedaan
sifat kelarutan hormon mempengaruhi mekanisme kerja hormon. Hormon yang
larut dalam air bekerja melalui sistem mesenger-kedua, sementara hormon steroid
dapat menembus membran sel dengan bebas.( Nugroho, 2016)

11
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Sistem Endokrin disebut juga kelenjar buntu, yaitu kelenjar yang tidak
mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan sekretnya. Sistem endokrin
adalah sistim yang bekerja dengan perantaraan zat zat kimia (hormon) yang
dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Sistem endokrin tersusun dari beberapa
kelenjar endokrin yang tersebar di dalam tubuh yang bekerjasama dengan
sistim saraf dan berperan penting dalam pengendalian kegiatan organ –
organ tubuh.
2. Kelenjar endoktrin terdiri dari beberapa macam, yaitu : Kelenjar hipofise
celebri, kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar suprarenal, dan kelenjar
timus.
3. Hormon dikelompokkan menjadi hormon yang larut dalam air dan yang
larut dalam lemak. Hormon yang larut dalam air termasuk polipeptida
(misal insulin, glukagon, hormon adrenokortikotropik, gastrin) dan
katekolamin (dopamin, norepinefrin, epinefrin). Sedangkan hormon yang
larut dalam lemak termasuk golongan steroid (estrogen, progesteron,
testosteron, glukokortikoid, aldosteron) dan tironin (misal tiroksin).
4. Gangguan endokrin adalah penyakit yang terkait dengan kelenjar endokrin
pada tubuh. Sistem endokrin adalah jaringan kelenjar yang menghasilkan
hormon yang merupakan sinyal kimia yang dikeluarkan melalui aliran
darah. Gejala atau gangguan yang disebabkan oleh sistem endokrin
contohnya seperti : diabetes, akromegali, addison, dan sindrom cushing,
3.2 Saran
Ada sistem endokrin ditemukan berbagai macam gangguan dan kelainan,
baik karena bawaan maupun karena faktor luar, seperti virus atau kesalahan
mengkonsumsi makanan. Untuk itu disarankan jagalah kesehatan anda agar selalu
dapat beraktivitas dengan baik.

12
13
DAFTAR PUSTAKA

Ben Greentein and Diana F. Wood. 2010. At a Glance Sistem Endokrin. Edisi ke
2. Erlangga : Jakarta.
Rudi Haryono, S. d. (2019). buku ajar asuhan keperawatan pada pasien dengan
gangguan sistem endokrin. Yogyakarta: PUSTAKA BARU PRESS.
Nugroho, R. A. 2016. Dasar-Dasar Endokrinologi. Mulawarman
University Press. Samarinda

Anda mungkin juga menyukai