0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan6 halaman

Panduan Penggunaan Multimeter Analog

Jobsheet ini menjelaskan cara menggunakan alat ukur listrik multimeter untuk mengukur berbagai besaran seperti tegangan, arus, dan hambatan. Multimeter memiliki bagian seperti skala, jarum penunjuk, tombol pengatur nol, dan saklar pemilih untuk memilih jenis pengukuran. Ada empat langkah utama pengukuran menggunakan multimeter: memilih skala pengukuran, menghubungkan sonde, membaca nilai pada skala, dan menghit

Diunggah oleh

Diokurniaazmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan6 halaman

Panduan Penggunaan Multimeter Analog

Jobsheet ini menjelaskan cara menggunakan alat ukur listrik multimeter untuk mengukur berbagai besaran seperti tegangan, arus, dan hambatan. Multimeter memiliki bagian seperti skala, jarum penunjuk, tombol pengatur nol, dan saklar pemilih untuk memilih jenis pengukuran. Ada empat langkah utama pengukuran menggunakan multimeter: memilih skala pengukuran, menghubungkan sonde, membaca nilai pada skala, dan menghit

Diunggah oleh

Diokurniaazmi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jobsheet Mendemonstrasikan Kerja Alat Ukur Listrik dan Elektonik

A. DASAR TEORI

Pengukuran adalah usaha menyatakan sifat suatu zat atau benda ke dalam
bentuk angka atau harga yang lazim disebut sebagai hasil pengukuran (Basyaruddin,
Noor Cholis; 1995) Alat ukur listrik adalah alat yang digunakan untuk mengukur
besaran – besaran listrik yang mengalir seperti hambatan listrik (R), Kuat Arus listrik
(I), Beda Potensial listrik (V), Daya listrik (P), dan lainnya. Terdapat dua jenis alat
ukur yaitu alat ukur analog dan alat ukur digital. Kelebihan dari alat ukur digital
daripada analog adalah tingkat ketelitian lebih tinggi dalam pengukuran.

Alat ukur listrik dan elektronik yang paling sering digunakan ialah Multimeter

Multimeter adalah suatu alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur tiga jenis
besaran listrik yaitu arus listrik, tegangan listrik, dan hambatan listrik. Sebutan lain untuk
multimeter adalah AVO-meter yang merupakan singkatan dari satuan Ampere, Volt, dan
Ohm. Selain itu, multimeter juga disebut dengan nama multitester. Multimeter terbagi
menjadi dua jenis yaitu multimeter analog dan multimeter digital. Perbedaan antara
multimeter analog dan multimeter digital terletak pada tingkat ketelitian nilai pengukuran
yang diperoleh. Multimeter dapat digunakan untuk pengukuran listrik arus searah maupun
pengukuran listrik arus bolak-balik.

Multimeter memiliki beberapa fungsi pengukuran yaitu :


1. Mengukur tegangan listrik, baik tegangan listrik DC(searah) maupun AC(bolak-balik).
2. Mengukur tahanan listrik, dengan satuan Ω(Ohm) multimeter memiliki beberapa tingkatan
skala ratio untuk memperpanjang rentang pengukuran dan ketelitiannya.
3. Mengukur arus listrik, dengan arus max biasanya 20A, sehingga multimeter memiliki
keterbatasan untuk mengukur arus listrik.
4. Mengukur kapasitas listrik dengan satuan µF(mikro Farad)
5. Mengukur kontinuitas, yaitu mengetahui hubung atau tidaknya sebuah penghantar atau
rangkaian, biasanya disertai bunyi jika terjadi hubungan.
BAGIAN - BAGIAN MULTITESTER

1. SCALE

Skala
Skala untuk mengetahui nilai hasil pengukuran. Meliputi skala hambatan, tegangan AC, tegangan
DC dan Kuat arus DC.

2. POINTER (JARUM PENUNJUK)

Jarum penunjuk
3. POINTER CALIBRATION SCREW

SEKRUP PENGATUR JARUM, Sekrup ini dapat di putar dengan Obeng atau plat kecil, Sekrup
ini berfungsi mengatur Jarum agar kembali atau tepat pada posisi 0 (NOL), terkadang jarum tidak
pada posisi NOL yang dapat membuat kesalahan pada pengukuran, Posisikan menjadi NOL
sebelum digunakan.
4. OHM CALIBRATION KNOB

Ohm Calibration Knob


TOMBOL PENGATUR NOL OHM. Tombol ini hampir sama dengan Sekrup pengatur jarum, hanya
saja bedanya yaitu Tombol ini digunakan untuk membuat jarum menunjukkan angka NOL pada saat
Saklar pemilih di posisikan menunjuk SKALA OHM. Saat saklar pemilih pada posisi Ohm biasanya
pilih x1 pada skala Ohm kemudian Hubungkan kedua ujung TERMINAL (Ujung terminal Merah
bertemu dengan Ujung terminal Hitam) dan Lihat pada Layar penunjuk, Jarum akan bergerak ke
KANAN (Disitu terdapat angka NOL (0), Putar tombol pengatur Nol Ohm sampai jarum menunjukkan
angka NOL). Proses ini dinamakan KALIBRASI OhmMeter. Hal ini Muthlak dilakukan sebelum
melakukan pengukuran tahanan (OHM) suatu komponen atau suatu rangkaian.
5. RANGE SELECTOR

Range Selector
SAKLAR PEMILIH. Saklar ini harus di posisikan sesuai dengan apa yang ingin di UKUR,
misalnya bila ingin mengukur tegangan AC maka atur/putar saklar hingga menyentuh skala AC
yang pada alat ukur tertulis ACV, Begitu pula saat mengukur tegangan DC, cari yang tertulis
DCV, begitu seterusnya. Jangan Salah memilih Skala Pengukuran.
6. TEST LEAD RED/BLACK

Untuk menghubungkan alat ukur dengan sesuatu yang akan diukur.

Sekarang katakanlah kita mau mengecek tegangan stopkontak dirumah kita. Apakah dalam kondisi
baik atau tidak. Atau anda ingin mengetahui tegangan di stopkontak itu benar-benar 220V atau tidak.
Maka yang perlu anda lakukan adalah memutar selector switch multitester pada batas ukur 250VAC,
lalu mencolokkan probe multitester ke stop kontak dengan hati-hati. Awas terjadi kejutan listrik karena
tegangan 220V cukup berbahaya. Lalu lihat hasil angka yang ditunjuk oleh jarum penunjuk. Untuk
saat ini katakanlah stopkontak anda dalam keadaan baik jadi jika anda membacanya dengan skala
maksimum 250 berarti jarum penunjuk akan menunjukan angka 220. Dan hasil ukurnya adalah batas
ukur dibagi skala maksimum lalu hasilnya dikalikan angka yang ditunjuk jarum penunjuk, jadi hasilnya
adalah (250/250).220 = 220V.... katakanlah anda membacanya dengan skala maksimum 50 maka
anda melihat jarum penunjuknya juga harus berubah bukan 220 lagi tapi 44 maka hasilnya juga akan
sama saja yaitu (250/50).44 = 220V.
coba lihat gambar dibawah ini jika batas ukurnya adalah 250VAC maka tegangan pada gambar
dibawah ini adalah 240VAC..
Penting untuk diingat dalam pengukuran:

1. batas ukur harus lebih tinggi dari pada hasil yang diukur nantinya untuk menghindari hasil
over yang bisa merusak multimeter.
2. Dalam memulai pengukuran dengan multimeter analog, posisi jarum penunjuk harus
menunjukkan angka 0 atau tak terhingga bila dalam pengukuran ohm. Ini dilakukan agar di dapat
hasil pengukuran yang akurat.
3. Jangan mengukur tahanan atau ohm suatu komponen dalam keadaan bertegangan listrik
karena ini bisa merusak multimeter.
4. Berhati-hatilah dalam melakukan pengukuran. Selalu lakukan sesuai prosedur yang benar.

B. TUJUAN PRAKTIKUM
Setelah selesai praktek cara kerja alat ukur Multimeter diharapkan siswa dapat :
1. Mnegetahui fungsi bagian-bagian alat ukur multimeter
2. Melakukan pembacaan skala dengan teliti dan benar.
3. Menset jarum nol ohm dan jarum penunjuk Multimeter
4. Dapat mencari hasil ukur
5. Melakukan perawatan Multimeter

C. ALAT DAN BAHAN


1. Multimeter analog
2. Buku catatan
D. KESELAMATAN KERJA
1. Hati-hati saat menggunakan multimeter jangan sampai terjatuh.
2. Hati-hati saat melakukan pengukuran, utamakan keselamatan.
3. Ikutilah instruksi dari guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja.

E. Cara Kerja
1. Mengukur Resistence

 Pastikan pointer pada posisi “0” jika belum pas atur pointer calibration  screw 
 Arahkan range selector pada posisi OHM X1
 Test lead red dan black saling dihubungkan 
 Jika pointer tidak bisa tepat pada posisi “0” maka gantilah baterry pada yang ada pada
multi meter.
 Arahkan range selector pada posisi OHM X1 / X10 / X100 / X1K
 Test lead red dan black saling dihubungkan 
 Atur ohm calibration sampai menunjuk angka “0”
 Hubungkan test lead pada alat yang akan di ukur.

2. Mengukur Tegangan Searah (DC)

 Arahkan range selector pada posisi DC Volt pada nilai tertinggi 


 Hubungkan test lead pada titik yang akan diukur tegangannya sesuai dengan warna. Test
lead red untuk positive dan test lead black untuk negative
 Jika nilai belum terbaca turunkan nilai hingga terbaca nilai tegangan

3. Mengukur Tegangan Bolak – Balik (AC)

 Arahkan range selector pada posisi AC Volt pada nilai tertinggi 


 Hubungkan test lead pada titik yang akan diukur tegangannya 
 Jika nilai belum terbaca turunkan nilai hingga terbaca nilai tegangan 

4. Mengukur Arus Searah

 Arahkan range selector pada posisi DC mA pada nilai tertinggi 


 Hubungkan test lead pada titik yang akan diukur tegangannya sesuai dengan warna. Test
lead red untuk positive dan test lead black untuk negative
 Jika nilai belum terbaca turunkan nilai hingga terbaca nilai arusnya

F. TUGAS

1. Sebutkan Bagian-bagian multimeter beserta fungsinya


2. Apa perbedaan multimeter analog dan digital
3. Buat kesimpulan dari jobsheet ini

Anda mungkin juga menyukai