Panduan Pemecahan Masalah Terstruktur
Panduan Pemecahan Masalah Terstruktur
Expertise :
Pembekal & Uji Sertifikasi HR / IR Manager (BNSP),
Pendidikan :
Leadership / Management Development, HR System,
S-1 Psikologi UGM HR Audit, Improvement & Innovation, Recruitment,
S-2 MBA MM UGM Asessment, Remuneration, Industrial Relation, Change
Management, Organization Development & Design,
Talent Management & Business Strategy
Pekerjaan :
• Direktur PT Pinasthika Book Writer :
Recruitment Handbook
• Komisaris PT Mahatma Javakode Recruitment Analysis
• Ketua Kagama Human Capital Recruitment Management
People Development Handbook
• Ketua Asosiasi IHRAA
Organization Development Analysis
• Dewan Pengarah LSP MSDM Analisa Pengembangan SDM
• Pembekal Sertifikasi HR Manager & Industrial Relation Leadership Development Program : Managing
BNSP & Sertifikasi Trainer BNSP People for Increasing Productivity
MODUL 1. Memahami “masalah”.
Membahas mengenai pengertian “masalah”, kebutuhan akan pendekatan terstruktur
dalam memecahkan masalah, langkah-langkah pemecahan masalah, alasan, penilaian
yang baik, pikiran sehat dalam memecahkan masalah, dan perangkap yang biasa terjadi
pada saat pemecahan masalah.
Memahami
Masalah
Webster mendefinisikan
masalah dalam istilah yang
sederhana yaitu
“permasalahan yang timbul
untuk dicari jalan keluarnya:
sebuah teka-teki”.
Masalah sebagai
penyimpangan dari
performance yang diinginkan.
(Kepner dan Tregoe)
Standart
performance
Actual
performance
Penyimpangan yang menjadi masalah
Kondisi/situasi yang
seharusnya/sebaiknya
Siapa/apa yang
menyebabkan(saya,kamu, Solusi apa yang
dia, kita, kalian, atau Situasi persoalan diinginkan:Apa dan
bukan siapa-siapa) dan Kapan
apa latar belakangnya
Milik/dampaknya kepada
siapa? (saya, kamu, dia,
kita, kalian,atau bukan
siapa-siapa)
2. Sudahkah menghadapi masalah ini sebelumnya?
berlawanan.
LANGKAH-LANGKAH 10. Mengimplementasikan
PEMECAHAN pengontrolan/pengendalian yang sesuai.
MASALAH
9. tes dan mengimplementasikan
solusi
8. menindaki penyebab
7. tes/menguji penyebab yang
mungkin
6. membuat hipotesis penyebab yang
mungkin
5. menganalisa masalah.
4. daftar perubahan yang diketahui
3. daftar gejala-gejala
2. menggambarkan dan mendefinisikan
masalah.
1. mengidentifikasi masalah
JEBAKAN DALAM PEMECAHAN
MASALAH
1. Kesalahan informasi, fakta, atau data yang
disalurkan oleh seseorang yang terlibat dalam
proses yang terdapat masalah.
2. Kesalahan part pengganti dari supplier.
3. Kesalahan alat ukur atau pengukuran.
4. Kesalahan pada material yang akan dimasukkan.
5. Gambaran atau bagan yang salah.
6. Kesalahan logika/pemikiran mengenai part.
Ada beberapa jebakan yang siap untuk
dilepaskan dan menarik orang pada arah
pemecahan masalah yang salah.
BERHATI-HATILAH...!!!!!
Memilih
Masalah
Yang
Tepat
Pareto
dan
Pie Chart
Setiap hari, setiap perusahaan, setiap orang
dihadapkan dengan berbagai macam
masalah yang harus diselesaikan.
• Banyak persoalan yang harus dipilih-pilih:
Yang Yang Atau yang
paling paling paling
penting manarik mempenga
yang paling ruhi bottom
membuat line
seseorang
menderita?
60
50
40
30 pada sumbu x dan
20
10
0
frekuensi dari masing-
Lepuh Retak Bintik Lubang Kasar Meledak masing tipe cacat pada
Tipecacat sumbu y.
Gambar 2.1 Pareto Chart Cacat SMC
• Pareto Chart • Bagaimana masalah
menyediakan
sebenarnya dan
kesempatan
untuk bagaimana aktivitas
mendefinisikan pemecahan
area yang harus masalahnya. Walau
difokuskan secara dapat diketahui bahwa
umum, tetapi hal
ini masih tidak
lepuh adalah masalah
jelas dalam utama, harus diketahui
pandangan dimana lepuh terjadi.
pemecahan
masalah (problem
solving).
Pareto Chart “level
lebih bawah” telah
menjawab pertanyaan Tabel 2.2 Frekuensi total lepuh pada part
dimana lepuh terjadi,
berdasarkan tipe Tipe Part Frekuensi % dari Total
35
30
25
20
15 Area A Area C Area E
10
5
0 Area B Area D Area F
J40 J50 J60 J70 J80 J90
TipeProduk
LepuhBerdasarkanArea
35
30
Fekuensi
25
20
15
10
5
0
AreaA AreaB AreaC AreaD AreaE AreaF
AreapadaPart
1% Cacat SMC
3%
5% Cara lain
Lepuh
6% Retak menunjukkan
10% Bintik
Lubang
informasi dengan
75%
Kasar bentuk Pie Chart
Meledak
PROBLEM
IMPACT
MATRIX
Matrix digunakan untuk mengevaluasi
berbagai macam persoalan dengan
menggunakan kriteria yang telah ditetapkan
terlebih dahulu untuk memberikan tingkatan
• Skala Tingkatan
1 = Dampak Rendah
5 = Dampak Sedang
10 = Dampak Tinggi
Contoh Problem Impact Matrix
PROBLEM IMPACT MATRIX Dengan
Kriteria Evaluasi menggunakan
Masalah/ Dampak Dampak Dampak Dampak Keluaran
Problem Impact
Persoalan bottom line Kualitas Keselamatan atau pengiriman
PIN
Matrix, tim mampu
untuk memilih
Lepuh pada 20%
7 8 1 8 448 masalah yang
dari part
tepat untuk
Mesin pemeras
6 2 1 10 120 diselesaikan tanpa
mati
memperlemah
Korsleting listrik 1 1 10 8 80 sumber organisasi
dan tidak
Tingkat absen
yang tinggi
7 7 1 9 441 bergantung pada
emosi atau sifat bos
Proses yang asal pilih
pembuangan
9 1 1 1 9
limbah yang
berlebih
TIM
PEMECAHAN MASALAH
TIM
DALAM
PEMECAH
AN
MASALAH
Masalah adalah tanggung jawab setiap orang
dan masalah harus diselesaikan dalam tim
Dalam mengembangkan
masalah, harus dipandang dari
dua sudut pandang, yaitu:
• Objek adalah prosesnya,
mesinnya, sistemnya, dan
sebagainya, yang memiliki
perubahan pada
pelaksanaannya
• Cacat adalah masalah
pelaksanaan atau apa yang
dipandang salah oleh objek
Pernyataan Masalah
Apa: flow chart
Dimana: flow chart,
check sheet
Kapan: run chart, check
sheet
Ruang lingkup: check
sheet
Tren: run chart, check
sheet
Pernyataan:
GEJALA-GEJALA
• Gejala adalah kesalahan dari
pengamatan, merupakan
penyimpangan dari tingkat
pelaksanaan yang diharapkan.
• Beberapa gejala mudah di
deteksi sementara yang
lainnya membutuhkan
pemeriksaan kekerasan.
Kadang-kadang, banyak gejala
terjadi pada waktu yang sama
(gejala serempak). Biasanya
gejala serempak datang dari
penyebab biasa.
GEJALA-GEJALA
Daftar semua
koreksi yang
dibuat pada
proses ketika
masalah yang
jelas telah
ditemukan
PENYEBAB YANG PALING MUNGKIN
• Pada bagian belakang PAF
Chart adalah tempat untuk
mencatat penyebab yang
paling mungkin.