100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
53 tayangan71 halaman

Panduan Pemecahan Masalah Terstruktur

Modul ini membahas tentang pemahaman masalah dan langkah-langkah pemecahan masalah secara terstruktur. Definisi masalah adalah penyimpangan antara kinerja aktual dengan yang diharapkan. Langkah-langkah pemecahan masalah meliputi mengidentifikasi, menganalisis, menguji hipotesis penyebab, dan mengimplementasikan solusi. Alat Pareto Chart dan Pie Chart digunakan untuk memilih masalah prioritas.

Diunggah oleh

heni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
53 tayangan71 halaman

Panduan Pemecahan Masalah Terstruktur

Modul ini membahas tentang pemahaman masalah dan langkah-langkah pemecahan masalah secara terstruktur. Definisi masalah adalah penyimpangan antara kinerja aktual dengan yang diharapkan. Langkah-langkah pemecahan masalah meliputi mengidentifikasi, menganalisis, menguji hipotesis penyebab, dan mengimplementasikan solusi. Alat Pareto Chart dan Pie Chart digunakan untuk memilih masalah prioritas.

Diunggah oleh

heni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Problem Solving

Adi Mardianto Soekirno, [Link], MBA


Ketua Kagama Human Capital
Ketua Asosiasi IHRAA 1
Adi M. Soekirno
HP/ WA : o8122600336

Expertise :
Pembekal & Uji Sertifikasi HR / IR Manager (BNSP),
Pendidikan :
Leadership / Management Development, HR System,
S-1 Psikologi UGM HR Audit, Improvement & Innovation, Recruitment,
S-2 MBA MM UGM Asessment, Remuneration, Industrial Relation, Change
Management, Organization Development & Design,
Talent Management & Business Strategy
Pekerjaan :
• Direktur PT Pinasthika Book Writer :
 Recruitment Handbook
• Komisaris PT Mahatma Javakode  Recruitment Analysis
• Ketua Kagama Human Capital  Recruitment Management
 People Development Handbook
• Ketua Asosiasi IHRAA
 Organization Development Analysis
• Dewan Pengarah LSP MSDM  Analisa Pengembangan SDM
• Pembekal Sertifikasi HR Manager & Industrial Relation  Leadership Development Program : Managing
BNSP & Sertifikasi Trainer BNSP People for Increasing Productivity
MODUL 1. Memahami “masalah”.
Membahas mengenai pengertian “masalah”, kebutuhan akan pendekatan terstruktur
dalam memecahkan masalah, langkah-langkah pemecahan masalah, alasan, penilaian
yang baik, pikiran sehat dalam memecahkan masalah, dan perangkap yang biasa terjadi
pada saat pemecahan masalah.

MODUL 2. Memilih masalah yang tepat.


Membahas mengenai cara memilih masalah yang tepat dengan menggunakan Pareto,
Pie Chart, dan Problem Impact Matrix.

MODUL 3. Tim pemecahan masalah.


Membahas mengenai pentingnya tim dalam pemecahan masalah dan membahas fungsi
dan tanggung jawab pemimpin dan anggota tim.

MODUL 4. Beberapa alat dalam pemecahan masalah.


Membahas mengenai Seven Quality Control (QC) Tools dan Seven New Quality Control
(QC) Tools.

MODUL 5. Peta Problem Analysis Flow (PAF).


Membahas mengenai metode pemecahan masalah dengan menggunakan Peta Problem
Analysis Flow (PAF).
Proses penyelesaian masalah dapat
digambarkan sebagai berikut:
Issues Memahami
masalah Modul 1
Memilih masalah
Analysis of Issue yang tepat
Modul 2
Problems Non Tim pemecahan
Problem masalah
Problem Modul 3
Solving Beberapa alat
dalam pemecahan
Alternatives masalah
of Solutions Modul 4
PAF (Problem Analysis
Decision Flow) Chart
Making Modul 5
Suitable
Solutions
Modul 1

Memahami
Masalah
Webster mendefinisikan
masalah dalam istilah yang
sederhana yaitu
“permasalahan yang timbul
untuk dicari jalan keluarnya:
sebuah teka-teki”.
Masalah sebagai
penyimpangan dari
performance yang diinginkan.
(Kepner dan Tregoe)
Standart
performance

Actual
performance
Penyimpangan yang menjadi masalah

Penyimpangan harus dapat dirasakan sebagai


pemikiran negatif bagi perusahaan
perubahan

Penyebab penyimpangan tidak diketahui

Akar permasalahan dan solusi keduanya


diketahui, tetapi solusinya tidak dapat
dilaksanakan karena bila dilaksanakan akan
menghabiskan banyak biaya atau memakan
waktu yang sangat lama
Pemecahan masalah tidak membutuhkan
banyak pengorbanan waktu, tetapi yang
dibutuhkan sebenarnya adalah berapa banyak
orang yang merasakannya.
Mereka akan mencoba sesuatu, melihat apa
yang terjadi, dan kemudian mengulangi
prosesnya sampai mereka merasa frustasi dan
menyerah atau beruntung (LUCK) sampai ke
akar permasalahan.
Dipercaya bahwa KEBERUNTUNGAN memainkan
peranan utama dalam memecahkan masalah, tetapi
keberuntungan dapat diartikan sebagai Laboring Under
Correct Knowledge, or L.U.C.K. (Bekerja dibawah
pengetahuan yang benar).
Hal ini menunjukkan PENDEKATAN STRUKTUR
Keuntungan menggunakan
pendekatan struktur dalam
memecahkan masalah

[Link] kemungkinan faktor penting yang


memberikan sumbangan pada masalah.
2. memaksa untuk mengevaluasi ulang dan
memahami proses dasar dari masalah tersebut.
3. mengecilkan kepercayaan pada nasib, intuisi dan
sindrom “Saya tahu apa masalahnya”.
4. menambah kemungkinan bahwa akar atau
sumber permasalahan dari masalah itu ditemukan.
5. memberikan hasil pada terselesaikannya
masalah.
LANGKAH-
LANGKAH
PEMECAHAN
MASALAH
Point – point sebelum
memecahkan masalah
1. Persoalan apa yang akan diatasi

Kondisi/situasi yang
seharusnya/sebaiknya

Siapa/apa yang
menyebabkan(saya,kamu, Solusi apa yang
dia, kita, kalian, atau Situasi persoalan diinginkan:Apa dan
bukan siapa-siapa) dan Kapan
apa latar belakangnya

Milik/dampaknya kepada
siapa? (saya, kamu, dia,
kita, kalian,atau bukan
siapa-siapa)
2. Sudahkah menghadapi masalah ini sebelumnya?

3. Apakah orang lain yang ada pernah menghadapi

persoalan yang sama/sejenis?

4. Referensi bagaimana orang lain mengatasi (kalau

pernah), coba menganalisis lebih mendalam tentang

persoalan yang sedang dihadapi.

5. Menduga, pihak-pihak mana saja yang harus di tangani?

6. Susun alternatif strategi untuk mengatasinya dan

pertimbangkan seandainya menggunakan cara yang

berlawanan.
LANGKAH-LANGKAH 10. Mengimplementasikan
PEMECAHAN pengontrolan/pengendalian yang sesuai.
MASALAH
9. tes dan mengimplementasikan
solusi

8. menindaki penyebab
7. tes/menguji penyebab yang
mungkin
6. membuat hipotesis penyebab yang
mungkin
5. menganalisa masalah.
4. daftar perubahan yang diketahui
3. daftar gejala-gejala
2. menggambarkan dan mendefinisikan
masalah.
1. mengidentifikasi masalah
JEBAKAN DALAM PEMECAHAN
MASALAH
1. Kesalahan informasi, fakta, atau data yang
disalurkan oleh seseorang yang terlibat dalam
proses yang terdapat masalah.
2. Kesalahan part pengganti dari supplier.
3. Kesalahan alat ukur atau pengukuran.
4. Kesalahan pada material yang akan dimasukkan.
5. Gambaran atau bagan yang salah.
6. Kesalahan logika/pemikiran mengenai part.
Ada beberapa jebakan yang siap untuk
dilepaskan dan menarik orang pada arah
pemecahan masalah yang salah.
BERHATI-HATILAH...!!!!!
Memilih
Masalah
Yang
Tepat
Pareto
dan
Pie Chart
Setiap hari, setiap perusahaan, setiap orang
dihadapkan dengan berbagai macam
masalah yang harus diselesaikan.
• Banyak persoalan yang harus dipilih-pilih:
Yang Yang Atau yang
paling paling paling
penting manarik mempenga
yang paling ruhi bottom
membuat line
seseorang
menderita?

Banyak organisasi menyelesaikan semua


masalahnya secara bersamaan. Namun
persoalannya tidak jelas, berantakan, dan
mungkin tidak terselesaikan.
• Organisasi yang pintar, mengerti bahwa ada satu masalah
utama yang berdampak pada organisasi tersebut dan
berusaha untuk menyelesaikan semua masalah yang ada
dengan persoalan pemecahan yang tidak terlalu banyak.
• Memilih masalah prioritas yang harus diselesaikan
merupakan persoalan dari penyelesaian yang penuh hati-
hati dan terstruktur, dengan menggunakan alat yang
dirancang untuk tujuan ini.
• Setiap masalah adalah “harta karun” karena menjadikan
organisasi tersebut berkembang.
Salah satu alat yang paling
umum digunakan untuk
memilih dan
memprioritaskan masalah
adalah PARETO CHART
Asumsi Pareto
memfokuskan usaha pada 20%
masalah, akan didapatkan 80%
masalah yang tetap. Prinsip ini adalah
benar dan memberitahukan area yang
dipilih untuk difokuskan.
Pembuatan Pareto
Chart adalah
mudah yaitu
dengan
mengkategorikan
masalah-masalah
Pareto Chart berguna dan berapa sering
untuk menampilkan (frekuensi) setiap
masalah secara grafik kategori masalah
dengan mengurutkan tersebut terjadi.
dari yang paling jarang
terjadi sampai yang Gambarkan secara grafik
paling sering terjadi. dimana sumbu x adalah
kategori masalah dan sumbu
y adalah frekuensi.
Contoh: Tabel 2.1 Frekuensi cacat pada papan kereta
Sebuah perusahaan
memproduksi papan kereta Masalah Frekuensi % dari Total

SMC untuk truk besar kelas Lepuh 57 75


8. Langkah pertama yang Retak 8 10
dilakukan adalah tim Bintik 5 6
mengumpulkan data untuk Lubang 4 5
digambarkan secara grafik, Kasar 2 3
termasuk juga frekuensi Meledak 1 1
yang terjadi di setiap area.
Tabel di bawah ini mencatat
data cacat yang terjadi pada
papan kereta.
Langkah selanjutnya
masukkan data ke
Cacat SMC bentuk grafik dengan
mengatur tipe cacat
Jumlahcacat

60
50
40
30 pada sumbu x dan
20
10
0
frekuensi dari masing-
Lepuh Retak Bintik Lubang Kasar Meledak masing tipe cacat pada
Tipecacat sumbu y.
Gambar 2.1 Pareto Chart Cacat SMC
• Pareto Chart • Bagaimana masalah
menyediakan
sebenarnya dan
kesempatan
untuk bagaimana aktivitas
mendefinisikan pemecahan
area yang harus masalahnya. Walau
difokuskan secara dapat diketahui bahwa
umum, tetapi hal
ini masih tidak
lepuh adalah masalah
jelas dalam utama, harus diketahui
pandangan dimana lepuh terjadi.
pemecahan
masalah (problem
solving).
Pareto Chart “level
lebih bawah” telah
menjawab pertanyaan Tabel 2.2 Frekuensi total lepuh pada part
dimana lepuh terjadi,
berdasarkan tipe Tipe Part Frekuensi % dari Total

produk, tetapi J40


J50
42
7
74
12

diperlukan pula J60


J70
3
2
5
4

informasi seperti lokasi J80


J90
2
1
4
1
lepuh pada part.
Lepuhvs Tipe Produk Pertama tim membagi part menjadi 6
area berdasarkan lokasi sebagai
45
40 berikut:
Jumlah Lepuh

35
30
25
20
15 Area A Area C Area E
10
5
0 Area B Area D Area F
J40 J50 J60 J70 J80 J90
TipeProduk

Gambar 2.2 Pareto Chart lepuh vs tipe produk


Lokasi pada part Frekuensi % dari Total
Area A 30 72
Kemudian tim memeriksa Area B 5 12
papan dimana ada lepuh Area C 3 7

dan identifikasikan berada Area D 2 5


Area E 1 2
di area mana lepuh tersebut Area F 1 2
serta memasukkan datanya
dalam tabel.
Dapat dilihat bahwa area A Tabel 2.3 Frekuensi lepuh pada part J40
memiliki jumlah lepuh yang
paling banyak dan akan
menjadi area fokus oleh tim.
Area A harus menjadi area fokus untuk aktivitas penyelesaian
masalah. Dengan menggunakan Pareto Chart, tim sekarang memiliki
petunjuk yang jelas, yaitu lepuh pada part J40 pada area A

LepuhBerdasarkanArea
35
30

Fekuensi
25
20
15
10
5
0
AreaA AreaB AreaC AreaD AreaE AreaF
AreapadaPart

1% Cacat SMC
3%
5% Cara lain
Lepuh
6% Retak menunjukkan
10% Bintik
Lubang
informasi dengan
75%
Kasar bentuk Pie Chart
Meledak
PROBLEM
IMPACT
MATRIX
Matrix digunakan untuk mengevaluasi
berbagai macam persoalan dengan
menggunakan kriteria yang telah ditetapkan
terlebih dahulu untuk memberikan tingkatan

Untuk masalah yang lebih dampak persoalan tersebut pada organisasi.


kompleks, diperlukan alat
bantu Problem Impact Tingkatan tersebut kemudian dikalikan
Matrix. dengan waktu masing-masing untuk
mendapatkan
Problem Impact Matrix berguna
untuk mengetahui persoalan Problem Impact Number (PIN).
mana dalam organisasi yang Semakin tinggi PIN,
harus menjadi fokus utama.
Semakin mempunyai dampak pada
organisasi.
PIN tertinggi harus dipilih sebagai persoalan untuk diberikan
pada tim pemecahan masalah untuk diperbaiki.
Kriteria pemilihan bermacam-macam, namun
umumnya meliputi:

1. Dampak pada bottom line?


4. Dampak pada pengiriman
2. Dampak pada kualitas?
5. Dampak pada keselamatan?
3. Dampak pada keluaran?

Teknik ini dapat digunakan untuk mengevaluasi berbagai macam


persoalan, jadi kriteria lain dapat ditambahkan sesuai keinginan.
Bentuk dari Problem Impact Matrix

PROBLEM IMPACT MATRIX


Kriteria Evaluasi
Masalah/ Dampak Dampak Dampak Dampak Keluaran PIN
Persoalan bottom line Kualitas Keselamatan atau pengiriman

Matrix berisi sebuah kolom untuk mendaftar masalah atau


persoalan dan 3 atau 4 kriteria digunakan untuk
mengevaluasi/memberikan tingkatan pada masalah untuk
mengetahui dampak pada organisasi.
Dan kolom terakhir adalah untuk pencatatan PIN.
• Skala tingkatan yang digunakan untuk mengevaluasi
masing-masing kriteria terdiri dari tiga nomor yang
berhubungan dengan rendah, sedang, dan tinggi
dampaknya pada organisasi.

• Skala Tingkatan
1 = Dampak Rendah
5 = Dampak Sedang
10 = Dampak Tinggi
Contoh Problem Impact Matrix
PROBLEM IMPACT MATRIX Dengan
Kriteria Evaluasi menggunakan
Masalah/ Dampak Dampak Dampak Dampak Keluaran
Problem Impact
Persoalan bottom line Kualitas Keselamatan atau pengiriman
PIN
Matrix, tim mampu
untuk memilih
Lepuh pada 20%
7 8 1 8 448 masalah yang
dari part
tepat untuk
Mesin pemeras
6 2 1 10 120 diselesaikan tanpa
mati
memperlemah
Korsleting listrik 1 1 10 8 80 sumber organisasi
dan tidak
Tingkat absen
yang tinggi
7 7 1 9 441 bergantung pada
emosi atau sifat bos
Proses yang asal pilih
pembuangan
9 1 1 1 9
limbah yang
berlebih
TIM
PEMECAHAN MASALAH
TIM
DALAM
PEMECAH
AN
MASALAH
Masalah adalah tanggung jawab setiap orang
dan masalah harus diselesaikan dalam tim

Pemecahan masalah yang efektif adalah


hasil yang sinergi dari berbagai macam
fungsi dalam tim dengan menggunakan
pendekatan yang terstruktur.

Coba pikirkan, seberapa


banyak yang dapat
diketahui oleh satu orang?
Memecahkan masalah
dalam tim merupakan ide
yang bagus.
Jadi, TEAM adalah jalan yang lebih baik
untuk memecahkan masalah

Tim yang seperti apa?


Fungsi apa yang harus diwakilkan
dalam tim dan peran apa yang
seharusnya?
Apa peran dari anggota tim?
Contoh, apabila berada dalam lingkungan manufaktur,
maka direkomendasikan bahwa tim tersebut terdiri dari paling
sedikit tiga bagian fungsi.

Pemilik proses adalah fungsi atau


orang yang mengesahkan untuk
Pemilik membuat keputusan akhir dalam
proses
proses.

Grup pendukung adalah fungsi-fungsi


yang mempunyai tanggung jawab yang
Grup Grup
jelas pada proses.
pendukung 2 pendukung 1
• Team harus waspada • Secara spesifik, siapa
pada kebutuhan seorang yang harus ada dalam
ahli pada saat tim pemecahan
dibutuhkan dan harus masalah? Sebaiknya
aktif merekrut mereka melibatkan orang yang
ketika keahliannya memiliki kedekatan
dibutuhkan dengan proses sebagai
anggota dalam tim
• Berapa banyak jumlah • Disarankan bahwa tim
tim seharusnya? dalam bentuk cross-
Sebaiknya banyaknya functional atau anggota
tim inti adalah tidak tim terdiri dari fungsi
lebih dari lima sampai yang sejajar dari bidang
enam orang sudah lain
termasuk pemimpin
tim/ketua tim
PEMIMPIN
TEAM
Pemimpin
adalah orang
yang mengatur
aktivitas-
aktivitas team

PEMIMPIN TIM adalah supervisor


dari proses yang terdapat masalah,
tetapi seringkali pula, pengalaman
mengatakan bahwa tidak semua
supervisor menjadi pemimpin yang
baik
Tugas & Tanggung jawab pada Team

• Pemimpin menjadwalkan dan


Pastikan pemilihan
memfasilitasi rapat tim, menangani
detil administrasi, dan bertindak
team dilakukan
sebagai saluran komunikasi bagi
tim dengan penuh
pemikiran dan
• Pemimpin bertanggung jawab Pemimpin team telah
dalam mengarahkan, melibatkan,
memotivasi, mengajar dan melatih
anggota tim untuk tetap pada menerima pelatihan
jalannya sampai masalah
diselesaikan pemecahan masalah
yang tepat.
ANGGOTA
TEAM
Tanggung Jawab Anggota Team

• menjamin bahwa masalah telah diperiksa, dianalisa, dan


terpecahkan tepat pada waktunya
• terlibat aktif dalam penyelesaian masalah
• saling membagikan pengetahuannya, pengalamannya dan
idenya, mengikuti rapat, mengerjakan tugasnya di antara
rapat yang satu dengan rapat yang lain dan mencatat
penemuannya
Apabila solusi telah ditemukan dan
dilakukan perbaikan maka perbaikan
tersebut harus diberitahukan bukan hanya
pada anggota tim tapi juga dengan orang di
luar team.
PETA
PROBLEM
ANALYSI
S FLOW
(PAF)
Problem Analysis Flow (PAF)
chart

alat bantu yang


mengkombinasikan
seluruh elemen individu
dari modul sebelumnya
dalam satu format yang
berguna untuk
pemecahan masalah.
PAF Chart terdiri dari sepuluh bagian dimulai dengan
pengembangan pernyataan masalah secara lengkap
dan diakhiri dengan penyebab paling mungkin dan
koreksi jangka pendek dan panjang. Sepuluh bagian
dalam PAF Chart adalah sebagai berikut:

• Pernyataan Masalah • Perbedaan


• Causal chains II (Rantai Sebab
• Gejala Musabab II)
• Tes, Koreksi, Hasil, dan
• Data relevan Kesimpulan
• Perubahan • Penyebab yang paling mungkin
• Koreksi dan pengontrolan jangka
• Defect-Free pendek dan jangka panjang
Configurations
(DFCs)
PERNYATAAN MASALAH

Dalam mengembangkan
masalah, harus dipandang dari
dua sudut pandang, yaitu:
• Objek adalah prosesnya,
mesinnya, sistemnya, dan
sebagainya, yang memiliki
perubahan pada
pelaksanaannya
• Cacat adalah masalah
pelaksanaan atau apa yang
dipandang salah oleh objek
Pernyataan Masalah
Apa: flow chart
Dimana: flow chart,
check sheet
Kapan: run chart, check
sheet
Ruang lingkup: check
sheet
Tren: run chart, check
sheet
Pernyataan:
GEJALA-GEJALA
• Gejala adalah kesalahan dari
pengamatan, merupakan
penyimpangan dari tingkat
pelaksanaan yang diharapkan.
• Beberapa gejala mudah di
deteksi sementara yang
lainnya membutuhkan
pemeriksaan kekerasan.
Kadang-kadang, banyak gejala
terjadi pada waktu yang sama
(gejala serempak). Biasanya
gejala serempak datang dari
penyebab biasa.
GEJALA-GEJALA

Apa yang didengar?


Apa yang dilihat?
Apa yang dicium?
Apa yang dirasa?
DATA RELEVAN
Hal-hal yang mungkin nantinya akan
relevan/bersangkut-paut untuk menolong
menyelesaikan hal yang membingungkan

Siapa yang terlibat dan siapa yang


mempunyai kesaksian?
Apa yang telah digunakan dan
bagaimana kondisi lingkungan?
PERUBAHAN
• Masalah tidak pernah terjadi tanpa alasan.
Masalah selalu mengikuti perubahan.
Perubahan mungkin terjadi secara tiba-tiba.
Perubahan dapat terjadi berulang dan kadang-
kadang.

Perubahan adalah penting


dalam memecahkan
masalah
Perubahan-perubahan
• Pengumpulan proses?
• Modifikasi atau perbaikan?
• Banyak/Sedikit pemeliharaan?
• Pemeliharaan pencegahan?
• Bahan mentah?
• Kondisi lingkungan?
• Dimatikan (shutdown) atau
dinyalakan (startup)?
• Operator-operator?
• Kecepatan atau tingkat produksi?
• Kegunaan?
DEFECT-FREE CONFIGURATIONS
(KONFIGURASI BEBAS CACAT)

• Hubungan disebut sebagai sebuah


konfigurasi ketika part-part individu
dihubungkan bersama dengan tujuan
untuk menunjukkan perbedaan fungsi.
• Mengidentifikasi DFCs adalah penting
karena membantu menghilangkan
penyebab masalah yang potensial, karena
komponen dari DFC tetap berfungsi dan
menolong menentukan perbedaan
Defect-Free Configuration
• Apa yang masih berfungsi dalam:
• Proses, sistem atau alat yang sudah
tidak berfungsi?
• Hal yang sama atau seperti proses,
sistem, atau alat?
PERBEDAAN

Perbedaan lebih merupakan hasil perbandingan


antara apa yang tidak lagi berfungsi dan apa yang
masih berfungsi, atau apa yang rusak dan apa yang
masih bekerja daripada hasil perbandingan apa yang
bekerja dan tidak.
Apa yang unik, spesial atau berbeda mengenai:
Apa yang tidak sempurna/cacat vs apa yang
tidak?
Dimana terdapat masalah vs dimana tidak?
Kapan terdapat masalah vs kapan tidak?
RANTAI SEBAB MUSABAB II (CAUSAL
CHAINS II)
• Causal chains adalah bagian utama dalam PAF Chart
dan menyediakan alat yang efektif untuk menyelidiki
akar permasalahan dari masalah.

• Causal chains mudah digunakan dan memaksa tim
untuk melihat lebih dalam pada proses yang terdapat
masalah.

• Causal chains adalah langkah-langkah logis dari


gejala-gejala yang menuju pada penyebab dari
masalah. Setiap langkah adalah penyebab dari
langkah berikutnya dan merupakan akibat dari
langkah sebelumnya. Informasi pada langkah di
sebelah kiri adalah penyebab dari informasi pada
langkah sebelah kanan.
Contoh Causal Chains
TES, KOREKSI, HASIL, DAN
KESIMPULAN

TES, KOREKSI, HASIL, DAN KESIMPULAN


TES/KOREKSI KAPAN HASIL KESIMPULAN
TERJADI

Daftar semua Daftar tanggal Daftar hasil dari Daftar semua


tes yang dan waktu setiap tes atau kesimpulan
dilaksanakan dimana semua efek koreksi yang dibuat
untuk tes dilaksanakan yang dibuat oleh tim
memvalidasi atau setiap pada proses sebagai hasil
atau perubahan dari dibuatnya
menghilangkan dibuat tes atau
penyebab koreksi
masalah yang
potensial

Daftar semua
koreksi yang
dibuat pada
proses ketika
masalah yang
jelas telah
ditemukan
PENYEBAB YANG PALING MUNGKIN
• Pada bagian belakang PAF
Chart adalah tempat untuk
mencatat penyebab yang
paling mungkin.

Apakah saya telah menghilangkan akar permasalahan


yang tidak potensial?
Apakah saya telah mengeluarkan semuanya dalam
causal chain, contoh, apakah saya bertanya Mengapa
sejauh ini dan apakah saya telah memasukkan semua
rantai yang mungkin?
Berdasarkan aliran informasi dalam causal chain dan
hasil dari tes, apa yang merupakan penyebab yang
paling mungkin?
KOREKSI DAN PENGONTOROLAN
JANGKA PENDEK DAN JANGKA
PANJANG

• Apa perbedaan antara koreksi jangka pendek


dan koreksi jangka panjang?
• Bagaimana mengenai perbedaan
pengontrolan jangka pendek dan jangka
panjang?
KOREKSI DAN PENGONTROLAN
Jangka Pendek
Koreksi
1. Jangka pendek: koreksi diimplementasikan dengan segera untuk
menyelesaikan masalah
2. Jangka panjang: koreksi yang sistematis atau lebih sulit untuk
menghindari kesalahan pada masa depan
Pengontrolan
1. Jangka pendek: pemeriksaan diletakkan di tempat untuk mendeteksi
cacat atau kesalahan
2. Jangka panjang: tindakan diambil untuk mencegah masalah yang
yang berulang

Anda mungkin juga menyukai