Hubungan Matematika dan Statika Siswa SMK
Hubungan Matematika dan Statika Siswa SMK
Oleh
Mahatva Jiwandono
08505241007
Oleh
MAHATVA JIWANDONO
08505241007
i
LEiiBAR PERSETUJUAN
Disusun oleh:
Mahatva Jiwandono
NrM 08505241AA7
Mengetahui,
Ketua Program
Pendidikan Teknik
SURAT PERNYATAAN
,:::,
Yang bertandatangan di bawahini:
NIM :08505241007
penulisan karya
Jiwandono
m
7
HALATAN PENGE$AHAN
TugasAkhir Skripsi
Disusun oleh:
Mahatva Jiwandono
NtM.08505241A07
Telah dipertahankan di depan Tim Penguji Tugas Akhir Skipsi program Studi
Pendldikan TEknik Sipil dan Percncanaan Fakultas Teknik Universitas Negeri
Yogyakarta pade tanggal 29 Juni 2015
TIil FgffGUJ
Nama/Jabatan Tanggal
Pembimbing
'?h ??'ll
Drs. Suparman, [Link]. ,r/l . 20rs
Ketua
6ffiS
tv
MOTTO
"Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10
pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia"
-Soekarno-
Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih
baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan
-Soe Hok Gie-
Dimanapun engkau berada,selalu menjadi yang terbaik dan beri yang terbaik dari
yang kita bisa
-BJ Habibie-
Lalu percayalah..
v
HALAMAN PERSEMBAHAN
Teriring puja dan ucap syukur kepada Allah SWT atas segala anugerah dan keridhoan-
Nya, sehingga sebuah karya sederhana ini dapat hamba persembahkan kepada :
Kedua orang tuaku ayah dan ibu yang telah memberikan kasih sayang, semangat,
serta selalu memberikan nasihat yang bermanfaat. Semoga kelak aku dapat
membahagiakan dan memenuhi harapan kalian.
Kakakku Joharman Zulia Wiratmoyo yang selalu menjadi sahabat kecil dan teman
berkeluh kesah yang baik di rumah. Terima kasih atas kasih saying dan dukungan
yang telah diberikan selama ini.
Keluarga besarku yang senantiasa memberikan bantuan dan semangat untuk
menjadi orang yang bermanfaat dan dapat diandalkan.
Saudara seperjuangan Heni Kusworo, Ahmad saiful Adnan Aris, Miftah, Eka, Febri,
Hipski, Handi, yang senantiasa membantu dalam berbagai hal.
Sahabat-sahabatku Pendidikan teknik sipil dan perencanaan kelas A1 2008 : Eko,
Andi, adnan, Heni, Haris, Ibnu, Jauhari, Aulia, Detha, Berti, Ricko,
Teman – temanku SAR DIY, KOKAM Mascab Kasihan Pemuda Muhammadiyah
Cabang Kasihan, Pramuka UNY, TIRTAPALA, Hizbul Wathan Kwartir Daerah Kab.
Bantul, yang selalu memberikan dorongan dan semangat untuk mengerjakan
sekripsi
Nensiwi yang selalu memberikan semangat dan motivasi agar segera lulus
Pak Lujito, terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan. Pak Parman, terima
kasih atas masukan-masukan yang sangat membantu dalam menyelesaikan Tugas
Akhir Skripsi. Pak Sumardjito, terima kasih telah membuat saya belajar tentang
kesabaran dan berpikir positif.
Berbagai pihak yang tidak bias disebutkan satu persatu.
vi
HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA
DENGAN PRESTASI BELAJAR ILMU STATIKA DAN TEGANGAN SISWA
KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN
DI SMK NEGERI 1 PAJANGAN
Oleh:
Mahatva Jiwandono
NIM. 08505241007
ABSTRAK
vii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya,
sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan. Skripsi yang berjudul ”Hubungan
Mata Pelajaran Matematika dengan Prestasi Belajar Ilmu Statika dan Tegangan
Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan di SMK Negeri 1
Pajangan” dapat diselesaikan dengan baik dan lancar. Penulis menyadari bahwa
keberhasilan menyelesaikan tugas akhir skripsi tidak lepas dari bantuan berbagai
pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih
kepada:
1. Drs. Lutjito, M.T selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan
arahan dan bimbingan dalam proses penyusunan skripsi ini hingga selesai.
2. Ir. H Sumardjito, M.T. selaku dosen pembimbing akademik yang telah
memberikan arahan dan bimbingan selama berkuliah hingga selesai.
3. Bapak Drs. Agus Santoso, [Link] dan Dr. Amat Jaedun, [Link]. selaku Ketua
Jurusan dan Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta
4. Bapak Dr. Moch Bruri Triyono selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas
Negeri Yogyakarta.
5. Bapak Kepala Sekolah dan semua guru, SMK N 1 Pajangan yang telah
member ijin dan membantu saya dalam pengambilan data.
6. Bapak, Ibu, kakak, dan semua pihak yang telah memberikan semangat dan
dukungannya hingga selesainya study saya.
Dalam penulisan skripsi ini masih kurang dari sempurna sehingga perlu
perbaikan. Penulis akan menerima dengan senang hati saran dan kritikan yang
sifatnya membangun terhadap penelitian ini.
Mahatva Jiwandono
08505241007
viii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL............................................................................................. i
LEMBAR PERSETUJUAN................................................................................. ii
DAFTAR ISI....................................................................................................... ix
BAB [Link]
ix
BAB [Link] PUSTAKA
A. Kajian Teori.................................................................................................. 8
1. Pengertian Matematika ......................................................................... 8
2. Belajar Matematika ............................................................................... 9
3. Prestasi Belajar Matematika .................................................................. 10
4. Statika .................................................................................................. 13
5. Tegangan ............................................................................................. 14
6. Prestasi ................................................................................................ 15
7. Belajar .................................................................................................. 16
8. Prestasi Belajar .................................................................................... 17
9. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar ............................ 19
10. Cara Mengukur Prestasi Belajar Siswa ................................................. 22
11. Pengertian Sekolah Menengah Kejuruan .............................................. 23
12. Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan .................................................... 24
B. Tinjauan Penelitian Terdahulu yang Relevan .............................................. 25
C. Kerangka Berpikir ....................................................................................... 28
D. Hipotesis Penelitian .................................................................................... 28
x
3. Uji Hipotesis ........................................................................................... 34
A. Simpulan .................................................................................................... 56
B. Keterbatasan Penelitian ............................................................................. 56
C. Saran ......................................................................................................... 58
1. Bagi Sekolah ........................................................................................ 58
2. Bagi Penelitian Selanjutnya .................................................................. 59
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 60
LAMPIRAN ....................................................................................................... 62
xi
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1. Kecenderungan Frekuensi Variabel ................................................... 32
Tabel 8. Deskripsi Data Prestasi Belajar Ilmu Statika dan Tegangan ............. 44
xii
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1. Histogram Prestasi Belajar Mata Pelajaran Matematika ................. 40
xiii
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. Daftar Lampiran ............................................................................. 63
xiv
BAB I
PENDAHULUAN
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
diperoleh secara formal yang berakibat individu mempunyai pola pikir dan
hendaknya dikelola, baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal tersebut dapat
dicapai dengan terlaksananya pendidikan yang tepat waktu dan tepat guna untuk
1
matematika, dimana Matematika merupakan pelajaran yang materinya memiliki
Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang sangat penting dalam
matematika tidak bisa terlepas dari kehidupan nyata dan sudah dipelajari anak
mulai dari SD hingga SMA/K dan bahkan juga di perguruan tinggi. Ada banyak
matematika karena matematika merupakan: (1) sarana berpikir yang jelas dan
logis, (2) sarana untuk memecahkan masalah sehari-hari, (3) sarana mengenal
”(1) selalu digunakan dalam segala segi kehidupan; (2) semua bidang
studi memerlukan keterampilan matematika yang sesuai; (3) merupakan
sarana komunikasi yang kuat, singkat, dan jelas; (4) dapat digunakan
untuk menyajikan informasi dalam berbagai cara; (5) meningkatkan
kemampuan berpikir logis, ketelitian, dan kesadaran keruangan; dan (6)
memberikan kepuasan terhadap usaha memecahkan masalah yang
menantang.”
2
kenyataanya, dunia pendidikan matematika dihadapkan pada masalah
oleh banyaknya kendala yang dihadapi oleh siswa dalam proses belajar
mengajar di sekolah. Salah satu kendala tersebut adalah kurangnya minat siswa
studi yang dianggap paling sulit oleh siswa, baik yang tidak berkesulitan belajar
ilmu kunci untuk mengetahui ilmu eksak lainnya, seperti fisika, kimia, biologi dan
manusia. Tak lepas dari hal tersebut, matematika juga berhubungan dengan
mata pelajaran kejuruan seperti ilmu statika dan tegangan. Belajar ilmu statika
dan tegangan harus terlebih dahulu mengetahui prinsip dan konsep dasar mata
atau memahami mata pelajaran kejuruan yang merupakan mata pelajaran baru
Mata Pelajaran Ilmu Statika dan Tegangan merupakan salah satu mata
Kejuruan Negeri 1 Pajangan. Mata pelajaran ini merupakan bagian dasar dari
3
untuk dapat menguasai materi dalam statika dan statika. Didalam belajar ilmu
statika dan tegangan siswa harus sering berlatih dan tidak hanya sekedar
membaca. Siswa menemukan masalah, dan dengan masalah itu siswa mencoba
untuk memecahkan dengan fakta, konsep, prinsip dan skill yang sudah dimiliki.
baik. Keaktifan siswa dalam mencari kaitan mata pelajaran umum yang
menunjang mata pelajaran kejuruan mempunyai peranan yang penting dalam hal
pelajaran ilmu statika dan tegangan sebagai sebuah pelajaran yang ditakuti
hubungan mata pelajaran matematika terhadap mata pelajaran ilmu statika dan
tegangan sehingga siswa tidak merasa bahwa pelajaran ilmu statika dan
4
Dengan hal ini diharapkan siswa dapat menerapkan pengetahuan yang
didapat dari mata pelajaran matematika untuk bisa diterapkan dalam menerima
SMK N 1 Pajangan”.
B. Identifikasi Masalah
adalah:
1. Matematika merupakan bidang studi yang dianggap paling sulit oleh siswa.
C. Batasan Masalah
5
3. Sasaran penelitian siswa kelas X Program Keahlian Teknik Gambar
D. Rumusan Masalah
penelitian ini adalah “Apakah ada hubungan mata pelajaran matematika dengan
prestasi belajar ilmu statika dan tegangan siswa program studi Teknik Bangunan
SMK N 1 Pajangan”.
E. Tujuan Penelitian
prestasi belajar ilmu statika dan tegangan siswa program studi teknik bangunan
SMK N 1 Pajangan.
F. Manfaat Penelitian
1. Secara Teoritis
selanjutnya.
2. Secara Praktis
6
c. Bagi peneliti, sebagai bekal kelak apabila menjadi pendidik di masa
7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Pengertian Matematika
Matematika (dari bahasa Yunani: manthanein atau mathema) adalah
metode deduksi yang kaku dari pernyataan yang dapat diterima sebagai
pada tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab pada tahun 800 M,
penemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam
8
mulai dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan ke unsur-unsur yang didefinisikan
masalah ruang dan bentuk, aturan-aturan yang ketat dan pola keteraturan serta
2. Belajar Matematika
tahap yang lebih tinggi, harus didasarkan pada tahap belajar yang lebih rendah
terlebih dahulu.
matematis serta berdasarkan pada pengalaman belajar yang lalu. Dalam mata
konsep lanjutan.
konsep dan struktur-struktur yang terdapat dalam bahasan yang dipelajari serta
9
tersebut. (Hujodo, 2003:123) Belajar matematika pada hakekatnya adalah yang
menghafalnya saja tapi lebih ditekankan pada penalaran konsep, karena konsep-
pelajaran tertentu yang telah diperoleh dari hasil tes belajar yang dinyatakan
adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu
10
Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri
seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat
pengetahuan yang mempelajari struktur yang abstrak dan pola hubungan yang
terhadap materi pelajaran matematika yang telah diperoleh dari hasil tes belajar
Penilaian merupakan salah satu aspek yang hakiki daripada usaha itu sendiri.
Sebagai sesuatu usaha yang mempunyai tujuan atau cita-cita tertentu maka
diperlukan pengukuran hasil dari proses belajar. Dengan melihat hasil tersebut
11
Hasil pengukuran dapat berupa angka atau uraian tentang kenyataan yang
dianggap lulus.
belajar ini yaitu untuk mengetahui sejauh mana kemajuan siswa dalam belajar.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tes dalam mengukur prestasi belajar
matematika siswa.
Tes merupakan serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang
atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Suharsimi Arikunto, 2002:
mengevaluasi maka diperlukan sebuah tes yang baik untuk mendapatkan hasil
12
yang baik. Suryabrata (2011: 303) mejelaskan syarat-syarat test yang baik
adalah:
4. Statika
Statika adalah salah satu cabang dari mekanika teknik yang berhubungan
dengan analisis gaya-gaya yang bekerja pada sistem struktur yang dalam
umumnya termasuk gaya itu sendiri dan juga momen. Di dalam statika, sistem
tidak diperhatikan. Ilmu statika umumnya merupakan salah satu mata kuliah
matematika dasar. Akan tetapi, karena bidang teknik adalah bidang yang
harus dilakukan sebelum suatu struktur bisa dianalisis dengan ilmu statika. Ini
yang kadang membuat statika sulit untuk dipahami oleh sebagian orang. Elemen-
elemen struktur yang dibahas dalam statika sudah berupa model dari bangunan
fisik. Sedangkan pemodelan itu sendiri tidak secara terinci dibahas dalam statika,
karena memerlukan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi dan juga pengalaman.
13
Perlu ditekankan disini bahwa meskipun dalam statika hanya membahas hal-hal
yang relatif mudah, bukan berarti pengetahuan yang didapat disini tidak ada
statika.
pada suatu struktur. Artinya semua gaya-gaya yang bekerja pada suatu
struktur adalah dalam keadaan setimbang, baik struktur itu ditinjau secara
keseluruhan maupun sebagian. Jadi hukum Newton ketiga, yaitu jika ada aksi
maka akan diimbangi oleh reaksi. Artinya jumlah gaya-gaya yang bekerja adalah
nol. Berikut akan kita coba bahas hal-hal penting di dalam statika seperti gaya,
5. Tegangan
gaya internal antar partikel dari suatu bahan terhadap partikel lainnya. Seperti
contoh, batang padat vertikal yang menyokong beban, setiap partikel dari batang
suatu benda bisa terjadi oleh berbagai mekanisme, seperti reaksi terhadap gaya
14
tegangan elastis, mirip dengan reaksi gaya pada pegasyang selalu kembali ke
bentuk semula. Pada cairan dan gas, tegangan elastis hanya terjadi ketika
terjadi bahkan ketika deformasi hampir tidak terlihat. Tegangan dapat terjadi
tanpa adanya gaya dari luar, yang disebut dengan built-in stress atau tegangan
dari dalam seperti pada manufaktur beton pracetak dan kaca tempa. Tegangan
juga dapat terjadi tanpa adanya gaya kontak sama sekali, baik dari dalam
6. Prestasi
berbeda-beda dari para ahli itu sendiri. Perbedaan tersebut justru dapat saling
(2005: 895) prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan,
dikerjakan dan sebagainya). Prestasi merupakan hasil suatu usaha yang telah
belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar mengajar yang dalam
bentuk simbol, angka, huruf, atau kalimat yang dapat mencerminkan hasil usaha
15
Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulan bahwa
prestasi pada penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai setelah diadakan
7. Belajar
Jadi belajar yang baik adalah jika proses pembelajaran tidak hanya menjadikan
Sedangkan Tulus Tu’u (2004: 75) berpendapat bahwa prestasi belajar adalah
hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu.
yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes
belum mampu menjadi sudah mampu dan terjadi dalam jangka waktu tertentu.
Sedangkan menurut Ahmad Mudzakir (1997: 34) belajar adalah suatu usaha
adalah suatu proses usaha yang dilakukan siswa untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, secara sengaja, disadari,
16
dan perubahan tersebut relatif menetap serta membawa pengaruh dan manfaat
8. Prestasi Belajar
yaitu hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang
yang dicapainya.”
Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif,
atau raport setiap bidang studi. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah
diadakan evaluasi. Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau
peranan penting dalam pencapaian tingkat prestasi belajar. Hal ini dikarenakan
17
terhadap materi pelajaran yang disajikan lebih mudah dan efektif (Sardiman,
2001: 3).
belajar adalah harapan bagi setiap murid yang sedang mengikuti proses
pembelajaran di sekolah serta harapan bagi wali murid dan guru. Kata Prestasi
belajar adalah suatu pengertian yang terdiri atas dua kata yaitu Prestasi dan kata
didefinisikan, seberapa jauh hasil yang sudah didapat siswa dalam penguasaan
tugas-tugas atau materi pelajaran yang diterima dalam waktu tertentu. Pada
murid dalam pencapaian berfikir yang tinggi. Harus dimiliki tiga aspek dalam
prestasi belajar yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotor.
Definisi prestasi belajar merupakan hasil yang didapat dengan baik pada
seorang siswa baik dalam pendidikan atau bidang keilmuan. Siswa memperoleh
prestasi belajar dari hasil yang telah dicapai oleh siswa dari proses belajar.
kemampuan siswa pada waktu tertentu pada sesuatu yang dipelajari, dikerjakan,
dimengerti dan diterapkan. Seluruh pelaku pendidikan yaitu siswa, orang tua dan
guru tentu ingin tercapainya sebuah prestasi belajar yang baik. Prestasi belajar
yang baik adalah salah satu indikator akan keberhasilan proses belajar. Tapi
kenyataannya tidak semua siswa bisa mendapat prestasi belajar yang baik dan
ada siswa yang mendapatkan prestasi belajar yang buruk. Baik dan buruknya
18
Pengertian prestasi belajar bisa mempunyai arti sebagai tingkat
dilakukan oleh pengajar. Prestasi belajar siswa adalah sebuah penilaian hasil
usaha kegiatan belajar yang dituliskan dalam bentuk simbol angka atau huruf
dan kalimat yang bisa menunjukkan hasil yang telah didapat oleh setiap murid
pada periode tertentu. Dari uraian tersebut maka bisa disimpulkan bahwa
banyak hal yang berhubungan dengan siswa pada saat dia ingin meraih prestasi
belajar. Hal inilah yang biasa disebut dengan faktor yang mempengaruhi prestasi
belajar Statika.
Kondisi fisik mempengaruhi prestasi belajar sebab kondisi fisik yang sakit
maka prestasi belajar akan merosot, namun bila sehat prestasi belajar pasti
akan meningkat.
2) Faktor psikologis,
19
penyesuaian diri. Namun faktor rohaniah siswa yang biasanya dipandang
a) Minat
belajar yang baik dibandingkan siswa yang mempunyai minat yang rendah,
belajar.
b) Kecerdasan
Orang yang cerdas biasanya akan sangat mudah menyerap ilmu yang
diberikan.
c) Bakat
d) Motivasi
20
Motivasi merupakan suatu dorongan sesoeorang dalam
e) Sikap Siswa
2) Lingkungan sosial
3) Instrumen
pembelajaran materi tertentu. Strategi dalam hal ini berarti seperangkat langkah
tujuan tertentu.
siswa dapat dijelaskan sebagai berikut. Misalkan siswa yang sedang belajar
21
Statika dari yang mudah dahulu sampai soal yang cukup rumit, mungkin sekali
prestasi belajar siswa maka guru sebagai subyek evaluasi untuk setiap tes. Maka
alat evaluasi yang digunakan dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu :
a. Teknik Tes
Tehnik Tes Adalah suatu alat, atau prosedur yang sistematis dan
diinginkan tentang seseorang, dengan cara yang boleh dikatakan tepat dan
belajar siswa, maka dibedakan atas 3 macam tes yaitu tes diagnostik adalah
pemberian perlakuan yang tepat. Kemudian tes formatif dari kata “from” yang
program tertentu. Dan yang ketiga adalah tes sumatif yaitu tes yang
b. Teknik Nontes
menilai aspek tingkah laku termasuk sikap, minat, dan motivasi. Ada
22
beberapa nontes sebagai alat evaluasi, diantaranya yaitu skala bertingkat,
Tahun 1990).
pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau
yang ada pada Undang-Undang Republik Indonesia No.2 Tahun 1989 tentang
sistem pendidikan Nasional Bab IV pasal 11 ayat (1) dan (3) yang berbunyi
23
Pengertian mengenai sekolah menengah kejuruan terdapat pada
kejuruan pada jenjang Pendidikan Menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs,
atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama
atau setara SMP atau MTs”. Sekolah menengah kejuruan melakukan proses
belajar mengajar baik teori maupun praktik yang berlangsung di sekolah maupun
keja sesuai dengan tanda-tanda pasar kerja. Berbeda dengan pendapat Fajar
Hendra Utomo, menurut Peraturan Pemerintah No.29 Tahun 1990 pasal 2 ayat
No.24 Tahun 1990 pasal 3 ayat (2) disebutkan bahwa sekolah kejuruan bertujuan
agar mampu memiliki karir, dan menyiapkan tamatan agar menjadi warga
Negara yang produktif, adaptif, dan normatif. Secara garis besar tujuan
kompetensi yang berguna bagi diri sendiri dalam karir dan kehidupan
24
bermasyarakat. Tujuan sekolah menengah kejuruan akan lebih terarah jika
a. Penelitian yang dilakukan oleh Ian Rifqi Aprilia Firdaus tahun 2014 yang
analisis data dalam penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut :
pelajaran 2013/2014
pelajaran 2013/2014
Gaya Belajar dan Minat Baca Siswa dengan Prestasi Belajar pada Siswa
25
1) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara gaya belajar terhadap
Prambanan dengan koefisien r = 0,389, dan r hitung 0,389 > r table 0,165
Prambanan dengan koefisien r = 0,309 dan r hitung 0,309 > r table 0,165
3) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara gaya belajar dan minat
26
2) Kreatifitas memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap prestasi
d. Penelitian yang dilakukan oleh Eko Julianto yang berjudul “hubungan antara
prestasi mata pelajaran CAD pada siswa kelas XI Teknik Permesinan SMK
27
C. Kerangka Berfikir
siswa tentang mata pelajaran Ilmu Statika dan Tegangan. Salah satunya adalah
lebih matang dalam penerapan dasar dan konsep hitungan. Karena matematika
adalah sebagai suatu bidang ilmu yang merupakan alat pikir, berkomunikasi, alat
itu mata pelajaran matematika sangat erat kaitannya dengan pelajaran kimia,
fisika, ekonomi, ilmu statika dan tegangan dan mata pelajaran keteknikan yang
lain. Semakin peserta didik dapat memahami materi dasar matematika, maka
akan semakin mudah peserta didik tersebut mengikuti pelajaran Ilmu Statika dan
Tegangan.
D. Hipotesis Penelitiaan
hipotesis dalam penelitian ini adalah: “Ada hubungan yang signifikan antara
prestasi belajar mata pelajaran matematika dengan prestasi belajar ilmu statika
28
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Ditinjau dari sifatnya penelitian ini merupakan penelitian expost facto yaitu
penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan
mata pelajaran matematika dengan prestasi belajar ilmu statika dan tegangan.
Penelitian ini juga termasuk jenis penelitian korelasional, karena bertujuan untuk
mencari hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat yaitu tingkat
belajar statika dan tegangan variabel terikat. Oleh karena data yang terkumpul
yang terdiri atas obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik
29
adalah seluruh siswa kelas X Jurusan Teknik Gambar Bangunan di SMK N 1
siswa. Kelas X dipilih menjadi populasi Populasi dalam penelitian ini dikarenakan
beberapa pertimbangan :
menentukan sampel atau dengan kata lain seluruh populasi diteliti. Jadi yang
akan diteliti adalah seluruh siswa kelas X Jurusan Teknik Gambar Bangunan
D. Variabel Penelitian
suatu atribut atau sifat dari orang maupun obyek yang mempunyai variasi
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan”.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah prestasi belajar mata pelajaran
matematika.
menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi
30
variabel terikat adalah Prestasi Belajar Statika dan Tegangan siswa Kelas X SMK
tentang nilai hasil ujian semester dua tahun ajaran 2014/2015 mata pelajaran
Ilmu Statika dan Tegangan peserta didik kelas X Teknik Gambar Bangunan SMK
N 1 Pajangan.
tentang nilai hasil ujian semester pada semester I tahun ajaran 2014/2015 mata
Pajangan.
F. Analisa Data
1. Analisa Deskriptif Variabel
komputer dengan program SPSSversi 16.0 for windows, yang mana akan
diperoleh harga rerata (Mean), standar deviasi (SD), median (Me), modus (Mo),
31
nilai maksimum dan minimum, yang selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel dan
diagram.
K = 1 + 3,3 log N
b. Histrogram
c. Kecenderungan Variabel
standar deviasi ideal, aka tetapi digunakan nilai kriteria ketuntasan minimal
(KKM). Jika nilai kriteria ketuntasan minimal adalah ≥ 75, maka nilai
1 0 - 59 Kurang
2 60 - 74 Cukup
3 75 - 89 Baik
32
Sambungan Tabel 01 Kecenderungan Frekuensi Variabel
No Interval Nilai Kategori
4 90 - 100 Sangat Baik
Sumber: SMK N 1 Pajangan
variabel berkurva normal atau tidak. Untuk mengetahui normal tidaknya distribusi
data masing-masing variabel dengan melihat hasil dari signifikasi, apabila sig
hitung > 0,05, maka data dinyatakan berdistribusi normal. Dalam penelitian ini
Dn = max |Fe-Fo|
Keterangan:
Fe = Frekuensi harapan
Fo = Frekuensi observasi
Kriteria yang digunakan jika Dn hasil perhitungan lebih kecil dari Dn tabel
Sedangkan apabila Dn hasil perhitungan lebih kecil dari Dn tabel, maka sebaran
16,0. Dengan menggunakan SPSS versi 16,0 untuk mengetahui apakah data
berdistribusi normal atau tidak hanya dilihat pada baris Asymp. Sig (2-tailed). Jika
nilai tersebut kurang dari taraf signifikansi yang ditentukan misalnya 5% maka
data tersebut tidak berdistribusi normal, sebaliknya jika nilai [Link] lebih dari
atau sama dengan 5% maka data berdistribusi normal (Ali Muhson, 2005: 58).
33
b) Uji Linieritas Data
bebas sebagai prediktor mempunyai hubungan linier atau tidak dengan variabel
Keterangan:
terikat adalah linier. Sebaliknya jika Fhitung lebih besar dari Ftabel maka tidak linier.
3. Uji Hipotesis
Jika data hasil penelitian telah memenuhi syarat uji normalitas, uji
XY
rxy
( X 2 )( Y 2 )
N XY ( X )( Y )
rxy
{N X 2 ( X ) 2 }{N Y 2 ( Y ) 2 }
34
Keterangan:
rxy : Koefisien
Korelasi
N : Jumlah Subjek
XY : Jumlah Perkalian X dan Y
X : Jumlah Skor X
Y : Jumlah Skor Y
X2 : Jumlah Kuadrat dari X
Y 2
: Jumlah Kuadrat dari Y
signifikansi yaitu untuk menguji apakah hubungan tersebut berlaku untuk seluruh
populasi yang diteliti. Uji signifikansi korelasi Product Moment dilakukan dengan
membandingkan antara rhitung dengan rtabel pada taraf signifikansi 5%. Apabila
rhitung lebih besar dari rtabel maka hipotesis diterima. Sebaliknya, apabila rhitung lebih
35
a) Jika nilai r > 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier positif, yaitu makin
b) Jika nilai r < 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier negatif, yaitu
c) Jika nilai r = 0, artinya tidak ada hubungan sama sekali antara variabel X
dengan variabel Y.
d) Jika nilai r = 1 atau r = -1, telah terjadi hubungan linier sempurna, yaitu
berupa garis lurus, sedangkan bagi r yang mengarah kearah angka 0 maka
36
BAB IV
A. Deskripsi Data
Pada pembahasan berikut ini akan disajikan deskripsi data yang telah
diperoleh dalam penelitian ini. Data hasil penelitian diperoleh dari metode
menggambil data nilai rapor mata pelajaran matematika semester I dan nilai
rapor mata pelajaran statika dan tegangan semester II siswa kelas X Program
variabel, baik variabel bebas maupun variabel [Link] data meliputi mean
(M), median (Me), modus (Mo), standar deviasi (SD), dan [Link] ini
41 siswa.
37
Tabel 03. Daftar Nilai Matematika
NO NAMA NILAI
1 AHMAD SIGIT 80
2 BIBIT RATNA JAYA 80
3 DANDI IRMAWAN 79
4 DIDIK SAPUTRA 80
5 DWI RAHMAT 79
6 EDI PRABOWO 81
7 FIRMAN ARI RAHMADI 79
8 ILHAM NUR SABILA RUSDI 80
9 IS AHMADIN 80
10 ISTI KHOMAH 84
11 MARZOCCHI YUNITA 81
12 MUHAMMAD DANI' FADHILLAH 85
13 MUHAMMAD YUSUF KHOIRONI 81
14 OKTA WAHYU PURNOMO 81
15 QOMARRUDIN 81
16 RISTO ENGGARTIYASTO 80
17 SAPTO RIRENGGO 79
18 SHODIQ WIDAYAT 80
19 YUSTINUS MEILISON A 81
20 MIFTAQUL JANAH 83
21 HENRY CENDEKIAWAN BACHTIAR 78
22 ALIB ABDUL AZIZ 79
23 ALVIN PAMUNGKAS 78
24 BETHA ESDA SANDY OCTAVIAN 78
25 DWI KURNIAWAN 78
26 EDI MARWANTO 78
27 EDI TRIYONO 78
28 FACHRI ARDIAN EKA PRATAMA 78
29 HERI SETIAWAN 79
30 IRVAN YULIANTO 79
31 MUHAMMAD AMRIN WAKHIDIN 88
32 NANDA RIAN ARDIANTO 78
33 RENO SAPUTRA 78
34 RIVALDI FEBRIAN 79
35 SUHADI 78
36 SULCHAN IRWANSYAH 88
`37 TEGUH ANGGORO 78
38
Sambungan Tabel 01. Daftar Nilai Matematika
NO NAMA NILAI
38 UDIN IKA SAPUTRA 78
39 WAHYU PRABOWO 81
40 WINDRO 81
41 YANU IRWANTO 78
sebagai berikut :
Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa variabel prestasi belajar mata
pelajaran Matematika memiliki nilai minimum 78 dan nilai tertinggi 88. Dari data
tersebut diperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 80,05, nilai tengah (median)
sebesar 79,49, modus (mode) sebesar 78, standar deviasi sebesar 2,479 dengan
kebawah menjadi 6 kelas interval. Rentang data (range) sebesar 10. Panjang
39
menjadi 2. Berikut ini adalah tabel distribusi frekuensi variabel Prestasi Belajar
25
20
15
10
0
78-79 80-81 82-83 84-85 86-87 88-89
40
Berdasarkan data di atas dapat diketahui perolehan nilai prestasi belajar
standar deviasi ideal, aka tetapi digunakan nilai kriteria ketuntasan minimal
(KKM). Jika nilai kriteria ketuntasan minimal adalah ≥ 75, maka nilai ketuntasan
belajar siswa dapat dikategorikan dalam empat tingkat, yaitu sangat baik, baik,
2 60 - 74 0 0 Cukup
3 75 - 89 41 100 Baik
4 90 - 100 0 100 Sangat Baik
Total 41 100
Sumber: SMK N 1 Pajangan
matematika pada kategori “Sangat Baik” sebanyak 0 siswa atau 0%; yang
termasuk kategori “Baik” sebanyak 41 siswa atau 100%; yang termasuk kategori
“Cukup” sebanyak 0 siswa atau 0%; yang termasuk kategori “Kurang” sebanyak
Skor Mean (M) sebesar 80,05 terletak pada interval nilai 75 - 89. Jadi
dapat dikatakan bahwa tingkat prestasi belajar mata pelajaran matematika siswa
41
00
Kurang
Cukup
Baik
100
Sangat Baik
memiliki nilai matematika baik berjumlah 100%, dan kecenderungan siswa yang
jumlah 41 siswa.
42
Sambungan Tabel 07. Daftar Nilai Statika
NO NAMA NILAI
10 ISTI KHOMAH 88
11 MARZOCCHI YUNITA 88
12 MUHAMMAD DANI' FADHILLAH 80
13 MUHAMMAD YUSUF KHOIRONI 85
14 OKTA WAHYU PURNOMO 80
15 QOMARRUDIN 80
16 RISTO ENGGARTIYASTO 80
17 SAPTO RIRENGGO 79
18 SHODIQ WIDAYAT 80
19 YUSTINUS MEILISON A 79
20 MIFTAQUL JANAH 88
21 HENRY CENDEKIAWAN BACHTIAR 79
22 ALIB ABDUL AZIZ 85
23 ALVIN PAMUNGKAS 80
24 BETHA ESDA SANDY OCTAVIAN 85
25 DWI KURNIAWAN 80
26 EDI MARWANTO 80
27 EDI TRIYONO 80
28 FACHRI ARDIAN EKA PRATAMA 85
29 HERI SETIAWAN 80
30 IRVAN YULIANTO 88
31 MUHAMMAD AMRIN WAKHIDIN 85
32 NANDA RIAN ARDIANTO 80
33 RENO SAPUTRA 78
34 RIVALDI FEBRIAN 78
35 SUHADI 85
36 SULCHAN IRWANSYAH 88
37 TEGUH ANGGORO 78
38 UDIN IKA SAPUTRA 78
39 WAHYU PRABOWO 80
40 WINDRO 85
41 YANU IRWANTO 80
SPSS versi 16.0 diperoleh data Prestasi belajar statika dan tegangan sebagai
berikut :
43
Tabel 08. Deskripsi Data Prestasi Belajar Statika dan Tegangan
Nilai Statika
Mean 81,80
Median 80,00
Mode 80,00
Std. Deviation 3,280
Variance 10,761
Range 10
Minimum 78
Maximum 88
Sum 3354
Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa variabel Prestasi Belajar Statika
dan Tegangan memiliki nilai minimum 78 dan nilai tertinggi 88. Dari data tersebut
diperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 81,80, nilai tengah (median) sebesar
80,00, modus (mode) sebesar 80, standar deviasi sebesar 3,280 dengan jumlah
menjadi 6 kelas interval. Rentang data (range) sebesar 10. Panjang kelas interval
44
Berdasarkan distribusi frekuensi variabel Prestasi Belajar Statika dan
25
20
15
10
0
78-79 80-81 82-83 84-85 86-87 88-89
(56,10%) interval 81,34 – 82,01 sebanyak 0 siswa (0% ), interval 83,01 – 83,68
standar deviasi ideal, aka tetapi digunakan nilai kriteria ketuntasan minimal
(KKM). Jika nilai kriteria ketuntasan minimal adalah ≥ 75, maka nilai ketuntasan
belajar siswa dapat dikategorikan dalam empat tingkat, yaitu sangat baik, baik,
45
Table 10. Distribusi Kecenderungan Frekuensi Variabel Prestasi Belajar
Statika dan Tegangan
Frekuensi
No Interval Nilai Kategori
Frekuensi (%)
1 0 - 59 0 0 Kurang
2 60 - 74 0 0 Cukup
3 75 - 89 41 100 Baik
4 90 - 100 0 100 Sangat Baik
Total 41 100
Sumber: Data Primer
matematika pada kategori “Sangat Baik” sebanyak 0 siswa atau 0%; yang
termasuk kategori “Baik” sebanyak 41 siswa atau 100%; yang termasuk kategori
“Cukup” sebanyak 0 siswa atau 0%; yang termasuk kategori “Kurang” sebanyak
Skor Mean (M) sebesar 81,80 terletak pada interval nilai 75-89. Jadi
dapat dikatakan bahwa tingkat prestasi belajar statika dan tegangan siswa SMK
00
Kurang
Cukup
Baik
100
Sangat Baik
46
Dari pie chart tersebut dapat dikategorikan kecenderungan siswa yang
memiliki nilai Ilmu statika dan tegangan kurang berjumlah 0%, kecenderungan
siswa yang memiliki nilai Ilmu statika dan tegangan cukup berjumlah 0%,
kecenderungan siswa yang memiliki nilai Ilmu statika dan tegangan baik
berjumlah 100%, dan kecenderungan siswa yang memiliki nilai Ilmu statika dan
nilai harus normal, hubungan variabel bebas dan variabel terikat merupakan
1. Uji Normalitas
berdistribusi normal atau tidak. Data dari semua variabel penelitian diuji
(SPSS) versi 16.0 dengan metode nonparametric test- One sample Kolmogorov
Smornov test. Hasil uji normalitas akan dibandingkan dengan harga probabilitas
minimal sebesar 0,05 (5%), jika koefisien probabilitas (p) hasil uji > 0,05 maka
sebaran data berdistribusi normal, begitu pula sebaliknya. Berikut ini adalah data
bahwa variabel pemahaman mata pelajaran matematika dan prestasi belajar ilmu
47
statika dan tengangan memiliki sebaran data yang berdistribusi normal.
2. Uji Linearitas
(X) mempunyai hubungan linier atau tidak dengan variabel terikat (Y).
Pengambilan keputusan untuk uji linieritas ini dilakukan dengan cara melihat nilai
signifikansi deviation from linearity pada tabel anova. Pada uji statistik, nilai
signifikansi deviation from linearity lebih besar (>) dari 0,05 maka dikatakan
hubungan antar variabel X dan variabel Y adalah linear begitu pula sebaliknya.
Uji linearitas dilakukan dengan bantuan program Statistic Package for Social
Science (SPSS) versi 16.0. Berikut ini adalah data hasil uji linearitas :
lebih besar dari 0,05. Hal ini berlaku untuk semua variabel bebas dengan
variabel terikat, sehingga dapat dikatakan bahwa semua variabel bebas dengan
C. Uji Hipotesis
penelitian ini, yaitu mengenai terdapat tidaknya hubungan antara variabel bebas
48
Dalam penelitian ini terdiri dari dua macam hipotesis yaitu hipotesis nol
(Ho) yaitu hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungan antara satu variabel
dengan variabel lainnya, dan hipotesis alternatif (Ha) yaitu hipotesis yang
moment) yang terdapat dalam program bantu Statistic Package for Sosial
yang diajukan, maka perlu diajukan hipotesis nolnya. Hal ini dimaksudkan agar
terpengaruh dari pernyataan hipotesis alternatif (Ha). Adapun hipotesis nol (Ho)
yang diajukan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan
antara mata pelajaran matematika dengan prestasi belajar ilmu statika dan
koefisien korelasinya. Dalam penelitian ini hipotesis alternatif (Ha) berbunyi Ada
belajar ilmu statika dan tegangan siswa program studi Teknik Bangunan SMK N
1 Pajangan, sedangkan hipotesis nol (Ho) tidak ada hubungan yang signifikan
antara mata pelajaran matematika dengan prestasi belajar ilmu statika dan
49
Pengambilan keputusan uji hipotesis ini dilakukan dengan melihat taraf
signifikansi, jika taraf signifikansi > 0,05 maka hipotesis nol (Ho) diterima.
Sebaliknya, apabila taraf signifikansi < 0,05 maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan
Pearson
Sampel Probabilitas Keputusan
Correlation
41 0,438 0,04 Ho ditolak, Ha diterima
2013:257).
Berdasarkan nilai probabilitas, jika probabilitas > 0,05 maka tidak terdapat
korelasi, dan sebaliknya jika nilai probabilitas < 0,05 maka terdapat korelasi yang
50
signifikan. Nilai probabiitas pemahaman mata pelajaran matematika dengan
prestasi belajar ilmu statika dan tegangan diperoleh 0,04 < 0,05 maka terdapat
korelasi yang signifikan. Dari hasil analisis tersebut dapat dikatakan bahwa
hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis penelitian(Ha) diterima. Sehingga dapat
ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara mata pelajaran
matematika dengan prestasi belajar ilmu statika dan tegangan siswa kelas X
ilmu statika dan tegangan dapat dipengaruhi oleh pemahaman mata pelajaran
19%. sedangkan 81% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam
penelitian ini.
mata pelajaran matematika dengan prestasi belajar ilmu statika dan tegangan
kontribusi yang positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa. Hal ini
dibuktikan dengan hasil analisis uji korelasi sederhana (product moment) yang
terdapat dalam program bantu Statistic Package for Sosial Science (SPSS) versi
16.0. Dari uji korelasi sederhana diperoleh nilai taraf signifikansi sebesar 0,04.
Hal ini menunjukkan bahwa nilai koefisien signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,04 <
51
0,05). Untuk nilai koefisien korelasi r diperoleh r(hitung) sebesar 0,438. Jika
dibandingkan dengan rtabel sebesar 0,301 pada taraf signifikansi 5%, maka r(hitung)
lebih besar dari rtabel (0,438> 0,308). Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan
dan signifikan dengan sumbangan efektif sebesar 19% dan sisanya sebesar 81%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
memahami mata pelajaran pelajaran matematika, maka akan semakin baik pula
prestasi belajar ilmu statika dan tegangan. Hasil penelitian ini konsisten dengan
teori yang dikemukakan oleh Menurut Johnson dan Myklebust (1967 : 244),
tetapi sampai saat ini belum ada kesepakatan yang bulat diantara para
52
sebaliknya, seorang anak yang kesulitan mempelajari matematika akan kesulitan
secara individu siswa di Indonesia ada yang berprestasi namun hal itu bukan
[Link] yang sering kita temui di dunia pendidikan yaitu hasil belajar siswa
dianggap sebagai ilmu yang abstrak dan kurang mengasyikan, hanya berisi
membuka pintu karir yang cemerlang. Bagi para warga negara, matematika akan
dan teknologi.
53
Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik
mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir
logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama
karena dengan belajar matematika, kita akan belajar bernalar secara kritis, kreatif
dan aktif. Sekaligus pada saat yang sama, kita akan mengamati keberdayaan
anak didik melalui proses belajar matematika itu akan meningkatkan pula
adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-
konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang
banyak yang terbagi ke dalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis dan geometri”.
terhadap mata pelajaran ilmu statika dan tegangan. Selain itu, peran
pembelajaran matematika yang lain adalah agar mampu mengikuti studi lain
seperti fisika, kimia, arsitektur, farmasi, geografi, ekonomi dan sebagainya, serta
agar para siswa dapat berpikir logis, kritis, dan praktis, beserta sikap positif dan
prestasi belajar dapat digolongkan ke dalam dua golongan yaitu faktor intern
yang bersumber pada diri siswa dan faktor ekstern yang bersumber dari luar diri
54
siswa. Faktor intern terdiri dari kecerdasan atau intelegensi, perhatian, bakat,
Dalam penelitian ini bisa dikatakan bahwa tingkat prestasi belajar mata
belajar ilmu statika dan tegangan serta memiliki hubungan yang signifikan
terhadap prestasi belajar ilmu statika dan tegangan siswa kelas X semester II
2014/2015.
55
BAB V
A. Simpulan
bab sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini
tahun ajaran 2014/2015 dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 80,05.
2. Tingkat prestasi belajar statika dan tegangan siswa SMK Negeri 1 Pajangan
terhadap prestasi belajar ilmu statika dan tegangan siswa kelas X Program
2014/2015 dengan taraf signifikansi sebesar 0,04 ( < 0,05), nilai koefisien
korelasi rhitung lebih besar dari rtabel (0,438 > 0,308), Koefisien tersebut
sumbangan efektif sebesar 19% terhadap prestasi belajar ilmu statika dan
tegangan siswa.
B. Keterbatasan Penelitian
56
1. Instrumen dalam penelitian ini berupa dokumentasi nilai rapor sehingga
oleh SMK tersebut maka pihak sekolah memaksakan nilai sesuai kriteria
ketuntasan minimal
mata pelajaran Ilmu Statika dan Tegangan peserta didik kelas X Teknik
3. Dalam pengambilan data prestasi belajar ilmu statika dan tegangan peneliti
statika dan tegangan tidak dilakukan metode pengajaran free test dan post
test.
57
4. Prestasi belajar ilmu statika dan tegangan berhubungan dengan banyak
5. Penelitian ini hanya terbatas pada satu sudut pandang, yaitu prestasi belajar
C. Saran
1. Bagi Sekolah
positif dengan prestasi belajar ilmu statika dan tegangan, sehingga guru
b) Siswa yang prestasi belajar pada mata pelajaran matematika dan ilmu
58
a) Penelitian lanjutan tentang faktor lain yang memberikan kontribusi
tegangan. Untuk itu perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang faktor-
faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar ilmu statika dan tegangan.
59
DAFTAR PUSTAKA
Djamarah (1994). Definisi Prestasi Belajar [Online] di ambil pada 29 mei 2015
60
Hetika.(2008). Pembelajaran Menurut Aliran Kognitif. [online] Tersedia:
[Link]
[Link] di ambil pada taggal 25 mei 2015
Julianto Eko (2014). Hubungan antara prestasi membaca gambar dan prestasi
praktik gambar manual terhadap prestasi mata pelajaran CAD pada siswa
kelas XI Teknik Permesinan SMK Negeri 3 Yogyakarta. Skripsi. FT
Universitas Negeri Yogyakarta
61
Sutratinah Tirtonegoro.(2001). Penelitian Hasil Belajar Mengajar. Surabaya:
Usaha Nasional
Tu’u, Tulus, 2004, Peran Disipiln pada perilaku dan prestasi Siswa, Jakarta:
Gramedia widiasarana.
Wibowo, M.A. (2009). Hubungan Gaya Belajar dan Minat Baca Siswa dengan
Prestasi Belajar pada Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah Prambanan
Tahun 2008/2009. Yogyakarta : FT Universitas Negeri Yogyakarta
Yusniyah. (2010). “Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar
Siswa MTS Al-Falah Jakarta Timur”. Skripsi. UIN Syarif
Hidayatullah:Jakarta.
62
Hubungan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Matematika dengan
Prestasi Belajar Ilmu Statika dan Tegangan Siswa Kelas X
Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan di SMK N 1
Pajangan.
DAFTAR LAMPIRAN
Daftar Nilai Raport
Matematika
Daftar Nilai Raport Ilmu
Statika dan Tegangan
Analisis Deskriptif
Uji normalitas
Uji Linearitas
Uji Hipotesis
Silabus Matematika dan
Statika
Surat Ijin Penelitian
63
UJI DESKRIPTIF STATISTIK
Statistics
Matematika Statika
N Valid 41 41
Missing 0 0
Mean 80.05 81.80
Std. Error of Mean .387 .512
Median 79.00 80.00
Mode 78 80
Std. Deviation 2.479 3.280
Variance 6.148 10.761
Skewness 1.897 .803
Std. Error of Skewness .369 .369
Kurtosis 3.802 -.846
Std. Error of Kurtosis .724 .724
Range 10 10
Minimum 78 78
Maximum 88 88
Sum 3282 3354
Percentiles 25 78.00 80.00
50 79.00 80.00
75 81.00 85.00
71
Frequency Table
Matematika
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 78 13 31.7 31.7 31.7
79 8 19.5 19.5 51.2
80 7 17.1 17.1 68.3
81 8 19.5 19.5 87.8
83 1 2.4 2.4 90.2
84 1 2.4 2.4 92.7
85 1 2.4 2.4 95.1
88 2 4.9 4.9 100.0
Total 41 100.0 100.0
Statika
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 78 4 9.8 9.8 9.8
79 3 7.3 7.3 17.1
80 20 48.8 48.8 65.9
85 9 22.0 22.0 87.8
88 5 12.2 12.2 100.0
Total 41 100.0 100.0
72
HISTOGRAM
73
74
UJI NORMALITAS
b
Variables Entered/Removed
Variables Variables
Model Entered Removed Method
a
1 statika . Enter
b
Model Summary
b
ANOVA
Total 245.902 40
76
a
Coefficients
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
a
Residuals Statistics
77
NPar Tests
Unstandardized
Residual
N 41
a
Normal Parameters Mean .0000000
Positive .159
Negative -.111
Kolmogorov-Smirnov Z 1.018
78
UJI LINEAR
Cases
Report
statika
matema
tika Mean N Std. Deviation
78 80.62 13 2.631
79 81.88 8 3.603
80 80.71 7 1.890
81 82.12 8 3.357
83 88.00 1 .
84 88.00 1 .
85 80.00 1 .
88 86.50 2 2.121
80
ANOVA Table
Sum of Mean
Squares df Square F Sig.
Total 430.439 40
Measures of Association
81
UJI KORELASI
Correlations
matematika statika
matematika Pearson
1 .438**
Correlation
Sig. (2-tailed) .004
N 41 41
statika Pearson
.438** 1
Correlation
Sig. (2-tailed) .004
N 41 41
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
83
BAB 1 PENDAHULUAN
LAMPIRAN 8
SILABUS
MATEMATIKA DAN STATIKA
84