0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan90 halaman

Hubungan Matematika dan Statika Siswa SMK

Tiga kalimat ringkasan dokumen tersebut adalah: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara prestasi belajar mata pelajaran Matematika dengan prestasi belajar Ilmu Statika dan Tegangan siswa kelas X program teknik gambar bangunan di SMK Negeri 1 Pajangan. Hasilnya menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Matematika dengan Ilmu Statika dan Tegangan.

Diunggah oleh

Dilah Nuradilah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan90 halaman

Hubungan Matematika dan Statika Siswa SMK

Tiga kalimat ringkasan dokumen tersebut adalah: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara prestasi belajar mata pelajaran Matematika dengan prestasi belajar Ilmu Statika dan Tegangan siswa kelas X program teknik gambar bangunan di SMK Negeri 1 Pajangan. Hasilnya menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Matematika dengan Ilmu Statika dan Tegangan.

Diunggah oleh

Dilah Nuradilah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA

DENGAN PRESTASI BELAJAR ILMU STATIKA DAN TEGANGAN SISWA


KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN
DI SMK NEGERI 1 PAJANGAN

TUGAS AKHIR SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta


untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan

Oleh
Mahatva Jiwandono
08505241007

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015
HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA
DENGAN PRESTASI BELAJAR ILMU STATIKA DAN TEGANGAN SISWA
KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN
DI SMK NEGERI 1 PAJANGAN

TUGAS AKHIR SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta


untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan

Oleh
MAHATVA JIWANDONO
08505241007

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015

i
LEiiBAR PERSETUJUAN

Tugas Akhir $kripsi dengan Judul

HUBUNGAil PRESTASI BELA.'AR TATA PEI*AJARAN TATETATIKA


DENGAN PRESTASI [Link] ILTU STATIKA DAN TEGANGAN SISWA
IGLAS X PROGRAT KEAI{LIAT{ TEK]IIIK GATBAR BA}IGUNAN
DI StrK NEGERIT { PA'ANGAN

Disusun oleh:

Mahatva Jiwandono
NrM 08505241AA7

Telah memenuhi Pembimbing untuk

Mengetahui,
Ketua Program
Pendidikan Teknik

Dr. Amat Jaedun, [Link]. T


NlP. 19610808 198601 1 001 NrP. 19530528 197$3 1 003
;
n

SURAT PERNYATAAN

,:::,
Yang bertandatangan di bawahini:

{ Nama : Mahatva Jiwandono

NIM :08505241007

Prodi : Pendidikan Teknik Sipitdan Perencanaan -S1

JudulTAS : Hubungan Pretasi Belajar Mata Pelajaran Matematika


dengan Prestasi Belajar llmu Statika dan Tegangan Siswa Kelas X
Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan
diSmk Negeri 1 Pajangan

Menyatakan bahwa T karya saya sendiri.


Sepanjang yang ditulis

atau diterbitkan mengikuti tata

penulisan karya

Jiwandono

m
7

HALATAN PENGE$AHAN
TugasAkhir Skripsi

HUBUHGAN PRESTASI BEI.A.'AR TATA PELAJARATTI HATEf,ATII(A


DENGAiI PRESTASI BELAJAR ILiiU STATIKA DAN TEGAHGAN SISWA
KEIIS X PROERAT IGAHLIA]II TEKNIK GAMBAR BA!{6UHAH
BI ITK NEOERI .I FAJANAAH

Disusun oleh:
Mahatva Jiwandono
NtM.08505241A07

Telah dipertahankan di depan Tim Penguji Tugas Akhir Skipsi program Studi
Pendldikan TEknik Sipil dan Percncanaan Fakultas Teknik Universitas Negeri
Yogyakarta pade tanggal 29 Juni 2015

TIil FgffGUJ

Nama/Jabatan Tanggal

Drs. Lutjito, M.T

Pembimbing
'?h ??'ll
Drs. Suparman, [Link]. ,r/l . 20rs
Ketua

Drs. Agus Santoso, [Link]


'i/t - 20tr
Penguji

Yogyakarta, Juli 2015


Universitas Negeri Yogyaka(a
Dekan,

6ffiS

tv
MOTTO

“Inna ma’al ‘usri yusroo.”


“Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”

"Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10
pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia"

-Soekarno-

Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih
baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan
-Soe Hok Gie-

Dimanapun engkau berada,selalu menjadi yang terbaik dan beri yang terbaik dari
yang kita bisa

-BJ Habibie-

Pertahankan dalam pikiran tujuan-tujuan yang ingin dicapai

Lalu percayalah..

Biarkanlah semesta yang menuntun dan menjadikannya nyata.

v
HALAMAN PERSEMBAHAN

Teriring puja dan ucap syukur kepada Allah SWT atas segala anugerah dan keridhoan-
Nya, sehingga sebuah karya sederhana ini dapat hamba persembahkan kepada :

 Kedua orang tuaku ayah dan ibu yang telah memberikan kasih sayang, semangat,
serta selalu memberikan nasihat yang bermanfaat. Semoga kelak aku dapat
membahagiakan dan memenuhi harapan kalian.
 Kakakku Joharman Zulia Wiratmoyo yang selalu menjadi sahabat kecil dan teman
berkeluh kesah yang baik di rumah. Terima kasih atas kasih saying dan dukungan
yang telah diberikan selama ini.
 Keluarga besarku yang senantiasa memberikan bantuan dan semangat untuk
menjadi orang yang bermanfaat dan dapat diandalkan.
 Saudara seperjuangan Heni Kusworo, Ahmad saiful Adnan Aris, Miftah, Eka, Febri,
Hipski, Handi, yang senantiasa membantu dalam berbagai hal.
 Sahabat-sahabatku Pendidikan teknik sipil dan perencanaan kelas A1 2008 : Eko,
Andi, adnan, Heni, Haris, Ibnu, Jauhari, Aulia, Detha, Berti, Ricko,
 Teman – temanku SAR DIY, KOKAM Mascab Kasihan Pemuda Muhammadiyah
Cabang Kasihan, Pramuka UNY, TIRTAPALA, Hizbul Wathan Kwartir Daerah Kab.
Bantul, yang selalu memberikan dorongan dan semangat untuk mengerjakan
sekripsi
 Nensiwi yang selalu memberikan semangat dan motivasi agar segera lulus
 Pak Lujito, terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan. Pak Parman, terima
kasih atas masukan-masukan yang sangat membantu dalam menyelesaikan Tugas
Akhir Skripsi. Pak Sumardjito, terima kasih telah membuat saya belajar tentang
kesabaran dan berpikir positif.
 Berbagai pihak yang tidak bias disebutkan satu persatu.

vi
HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA
DENGAN PRESTASI BELAJAR ILMU STATIKA DAN TEGANGAN SISWA
KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN
DI SMK NEGERI 1 PAJANGAN

Oleh:
Mahatva Jiwandono
NIM. 08505241007

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan mata pelajaran


Matematika dengan prestasi belajar Ilmu Statika dan Tegangan siswa kelas X
program keahlian teknik gambar bangunan di SMK Negeri 1 Pajangan
Jenis penelitian ini adalah Ex-post facto. Populasi diambil siswa kelas X
program studi teknik bangunan tahun ajaran 2014/2015 berjumlah 41 siswa.
Pengumpulan data variabel prestasi belajar mata pelajaran Matematika
menggunakan dokumentasi nilai raport semester 1 sedangkan teknik
pengumpulan data untuk variabel prestasi belajar Ilmu Statika dan Tegangan
menggunakan dokumentasi nilai raport semester 2 tahun ajaran 2014/2015.
Pengujian hipotesis dengan analisis korelasi Product Moment, yang sebelumnya
dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji normalitas dan uji linearitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Terdapat hubungan yang signifikan
antara mata pelajaran matematika dengan prestasi belajar ilmu statika dan
tegangan siswa program studi Teknik Bangunan SMK N 1 Pajangan, dengan
dibuktikan koefisien korelasi rhitung>rtabel (0,438>0,308). Koefisien tersebut
menggambarkan bahwa variabel prestasi belajar mata pelajaran matematika
memberikan sumbangan efektif sebesar 19% terhadap prestasi belajar ilmu
statika dan tegangan, selebihnya ditentukan oleh variabel yang lain.

Kata kunci : Prestasi Belajar, Afektif, Kognitif, Psikomotorik

vii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya,
sehingga karya tulis ini dapat terselesaikan. Skripsi yang berjudul ”Hubungan
Mata Pelajaran Matematika dengan Prestasi Belajar Ilmu Statika dan Tegangan
Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan di SMK Negeri 1
Pajangan” dapat diselesaikan dengan baik dan lancar. Penulis menyadari bahwa
keberhasilan menyelesaikan tugas akhir skripsi tidak lepas dari bantuan berbagai
pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih
kepada:
1. Drs. Lutjito, M.T selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan
arahan dan bimbingan dalam proses penyusunan skripsi ini hingga selesai.
2. Ir. H Sumardjito, M.T. selaku dosen pembimbing akademik yang telah
memberikan arahan dan bimbingan selama berkuliah hingga selesai.
3. Bapak Drs. Agus Santoso, [Link] dan Dr. Amat Jaedun, [Link]. selaku Ketua
Jurusan dan Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta
4. Bapak Dr. Moch Bruri Triyono selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas
Negeri Yogyakarta.
5. Bapak Kepala Sekolah dan semua guru, SMK N 1 Pajangan yang telah
member ijin dan membantu saya dalam pengambilan data.
6. Bapak, Ibu, kakak, dan semua pihak yang telah memberikan semangat dan
dukungannya hingga selesainya study saya.
Dalam penulisan skripsi ini masih kurang dari sempurna sehingga perlu
perbaikan. Penulis akan menerima dengan senang hati saran dan kritikan yang
sifatnya membangun terhadap penelitian ini.

Yogyakarta, Juni 2015


Penulis,

Mahatva Jiwandono
08505241007

viii
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL............................................................................................. i

LEMBAR PERSETUJUAN................................................................................. ii

SURAT PERNYATAAN .................................................................................... iii

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... iv

HALAMAN MOTTO .......................................................................................... v

HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ vi

ABSTRAK ......................................................................................................... vii

KATA PENGANTAR ......................................................................................... viii

DAFTAR ISI....................................................................................................... ix

DAFTAR TABEL ............................................................................................... xii

DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xiv

BAB [Link]

A. Latar Belakang Masalah .............................................................................. 1


B. Identifikasi Masalah .................................................................................... 5
C. Pembatasan Masalah .................................................................................. 5
D. Rumusan Masalah ...................................................................................... 6
E. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 6
F. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 6
1. Manfaat Teoritis .................................................................................... 6
2. Manfaat Praktis ..................................................................................... 6

ix
BAB [Link] PUSTAKA

A. Kajian Teori.................................................................................................. 8
1. Pengertian Matematika ......................................................................... 8
2. Belajar Matematika ............................................................................... 9
3. Prestasi Belajar Matematika .................................................................. 10
4. Statika .................................................................................................. 13
5. Tegangan ............................................................................................. 14
6. Prestasi ................................................................................................ 15
7. Belajar .................................................................................................. 16
8. Prestasi Belajar .................................................................................... 17
9. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar ............................ 19
10. Cara Mengukur Prestasi Belajar Siswa ................................................. 22
11. Pengertian Sekolah Menengah Kejuruan .............................................. 23
12. Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan .................................................... 24
B. Tinjauan Penelitian Terdahulu yang Relevan .............................................. 25
C. Kerangka Berpikir ....................................................................................... 28
D. Hipotesis Penelitian .................................................................................... 28

BAB III. METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian ......................................................................................... 29


B. Tempat dan Waktu Penelitian ..................................................................... 29
C. Populasi dan Sampel ................................................................................... 29
1. Populasi ................................................................................................ 29
D. Variabel Penelitian ....................................................................................... 30
Definisi Operasional Variabel Penelitian ...................................................... 30
1. Prestasi Belajar Mata Pelajaran matematika ........................................ 30
2. Prestasi Belajar Ilmu Statika dan Tegangan ......................................... 30
E. Teknik Pengumpulan Data .......................................................................... 31
1. Dokumentasi ......................................................................................... 31
F. Teknik Analisis Data ................................................................................... 31
1. Deskripsi Data ....................................................................................... 31
2. Uji Persyaratan Analisis ........................................................................ 33

x
3. Uji Hipotesis ........................................................................................... 34

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data ............................................................................................. 37


1. Variabel Pemahaman Mata Pelajaran Matematika ................................ 37
2. Variabel Prestasi Belajar Ilmu Statika dan Tegangan ............................ 42
B. Hasil Uji Prasyarat Analisis ......................................................................... 47
1. Uji Normalitas ........................................................................................ 47
2. Uji Linearitas ......................................................................................... 48
C. Uji Hipotesis ................................................................................................ 48
D. Pembahasan Hasil Penelitian ..................................................................... 51

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan .................................................................................................... 56
B. Keterbatasan Penelitian ............................................................................. 56
C. Saran ......................................................................................................... 58
1. Bagi Sekolah ........................................................................................ 58
2. Bagi Penelitian Selanjutnya .................................................................. 59

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 60

LAMPIRAN ....................................................................................................... 62

xi
DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 1. Kecenderungan Frekuensi Variabel ................................................... 32

Tabel 2. Koefisien korelasi............................................................................... 35

Tabel 3. Daftar Nilai matematika...................................................................... 38

Tabel 4. Deskripsi Data Pemahaman Mata Pelajaran matematika ................. 39

Tabel 5. Distribusi Prestasi Belajar Mata Pelajaran Matematika ..................... 40

Tabel 6. Distribusi Kecenderungan Frekuensi Variabel Pemahaman Mata


Pelajaran Matematika ....................................................................... 41

Tabel 7. Daftar Nilai Ilmu Statika dan Tegangan ............................................ 42

Tabel 8. Deskripsi Data Prestasi Belajar Ilmu Statika dan Tegangan ............. 44

Tabel 9. Distribusi Prestasi Belajar Ilmu Statika dan Tegangan ...................... 44

Tabel 10. Distribusi Kecenderungan Frekuensi Variabel Prestasi Belajar Ilmu


Statika dan Tegangan ....................................................................... 46

Tabel 11. Hasil Uji Normalitas ........................................................................... 47

Tabel12. Hasil Uji Linearitas ............................................................................ 48

Tabel13. Hasil Uji Hubungan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Matematika


dengan Prestasi Belajar Ilmu Statika dan Tegangan Siswa Kelas X
Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK N 1 Pajangan
Tahun Ajaran 2014/2015 .................................................................. 50

Tabel14. Koefisien korelasi............................................................................... 50

xii
DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 1. Histogram Prestasi Belajar Mata Pelajaran Matematika ................. 40

Gambar 2. Prosentase Kecenderungan Frekuensi Variabel Prestasi Belajar


Mata Pelajaran matematika ............................................................. 42

Gambar 3. Histogram Pemahaman Mata Pelajaran Ilmu Stasika dan


Tegangan ...................................................................................... 45

Gambar 4. Prosentase Kecenderungan Frekuensi Variabel Prestasi Belajar


Ilmu Statika dan Tegangan.............................................................. 46

xiii
DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran 1. Daftar Lampiran ............................................................................. 63

Lampiran 2. Daftar Nilai Matematika .................................................................. 64

Lampiran 3. Daftar Nilai Ilmu Statika dan Tegangan ......................................... 67

Lampiran 4. Analisis Deskriptif........................................................................... 70

Lampiran 5. Uji Normalitas ................................................................................ 75

Lampiran 6. Uji Linearitas .................................................................................. 79

Lampiran 7. Uji Hipotesis .................................................................................. 82

Lampiran 8. Silabus Matematika dan Statika .................................................... 84

xiv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan

suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,

pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan

yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan diartikan sebagai proses

pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang

lebih tinggi mengenai obyek-obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan tersebut

diperoleh secara formal yang berakibat individu mempunyai pola pikir dan

perilaku sesuai dengan pendidikan yang telah diperolehnya. Seperti yang di

ungkapkan oleh Trianto (2009:1) bahwa :

“Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia


yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau
perkembangan perkembangan pendidikan adalah hal yang memang
seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan.
Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu
terus-menerus dilakukan dengan antisipasi kepentingan masa depan.”

Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber

daya manusia yang berkualitas dan mampu berkompetisi dalam perkembangan

ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga pendidikan harus dilaksanakan

dengan sebaik-baiknya untuk memperoleh hasil maksimal. Pendidikan

hendaknya dikelola, baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal tersebut dapat

dicapai dengan terlaksananya pendidikan yang tepat waktu dan tepat guna untuk

mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu dari pembelajaran tersebut adalah

1
matematika, dimana Matematika merupakan pelajaran yang materinya memiliki

karakteristik yang sifatnya abstrak.

Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang sangat penting dalam

dunia pendidikan. Melalui pelajaran matematika diharapkan siswa semakin

mampu berhitung, menganalisa, berpikir kritis, serta menerapkan matematika

dalam kehidupan sehari-hari. Matematika dianggap mata pelajaran yang penting

karena langsung berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu

matematika tidak bisa terlepas dari kehidupan nyata dan sudah dipelajari anak

mulai dari SD hingga SMA/K dan bahkan juga di perguruan tinggi. Ada banyak

alasan tentang perlunya siswa belajar matematika. Cornelius (dalam

Abdurrahman, 2009:253) mengemukakan, “ Lima alasan perlunya belajar

matematika karena matematika merupakan: (1) sarana berpikir yang jelas dan

logis, (2) sarana untuk memecahkan masalah sehari-hari, (3) sarana mengenal

pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk

mengembangkan kreativitas, dan (5) sarana untuk meningkatkan kesadaran

terhadap perkembangan budaya”.

Sedangkan Cockroft (dalam Abdurrahman, 2009:253) mengemukakan

bahwa matematika perlu diajarkan kepada siswa karena :

”(1) selalu digunakan dalam segala segi kehidupan; (2) semua bidang
studi memerlukan keterampilan matematika yang sesuai; (3) merupakan
sarana komunikasi yang kuat, singkat, dan jelas; (4) dapat digunakan
untuk menyajikan informasi dalam berbagai cara; (5) meningkatkan
kemampuan berpikir logis, ketelitian, dan kesadaran keruangan; dan (6)
memberikan kepuasan terhadap usaha memecahkan masalah yang
menantang.”

Dari kutipan tersebut, dikatakan bahwa matematika memegang peranan

yang sangat penting dalam pendidikan, sehingga matematika seharusnya

dijadikan sebagai salah satu pelajaran yang difavoritkan siswa. Namun

2
kenyataanya, dunia pendidikan matematika dihadapkan pada masalah

rendahnya penguasaan anak didik pada setiap jenjang pendidikan terhadap

matematika. Rendahnya hasil belajar matematika siswa tersebut disebabkan

oleh banyaknya kendala yang dihadapi oleh siswa dalam proses belajar

mengajar di sekolah. Salah satu kendala tersebut adalah kurangnya minat siswa

dalam menerima pelajaran yang diberikan guru, khususnya bidang studi

matematika. Banyak orang yang memandang matematika sebagai bidang studi

yang paling sulit.

Seperti yang dikemukakan oleh Abdurrahman (2009:252) bahwa “ Dari

berbagai bidang studi yang diajarkan di sekolah, matematika merupakan bidang

studi yang dianggap paling sulit oleh siswa, baik yang tidak berkesulitan belajar

dan lebih-lebih bagi siswa yang berkesulitan belajar”. Matematika merupakan

ilmu kunci untuk mengetahui ilmu eksak lainnya, seperti fisika, kimia, biologi dan

bahkan ilmu matematika sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari

manusia. Tak lepas dari hal tersebut, matematika juga berhubungan dengan

mata pelajaran kejuruan seperti ilmu statika dan tegangan. Belajar ilmu statika

dan tegangan harus terlebih dahulu mengetahui prinsip dan konsep dasar mata

pelajaran matematika, yang bilamana hal tersebut bisa dioptimalkan dalam

kegiatan pembelajaran dapat memberikan suatu keberhasilan dalam menangkap

atau memahami mata pelajaran kejuruan yang merupakan mata pelajaran baru

yang dijumpai oleh para siswa.

Mata Pelajaran Ilmu Statika dan Tegangan merupakan salah satu mata

pelajaran yang ada di jurusan Teknik Gambar Bangunan di Sekolah Menengah

Kejuruan Negeri 1 Pajangan. Mata pelajaran ini merupakan bagian dasar dari

semua mata pelajaran perhitungan di jurusan bangunan sehingga siswa dituntut

3
untuk dapat menguasai materi dalam statika dan statika. Didalam belajar ilmu

statika dan tegangan siswa harus sering berlatih dan tidak hanya sekedar

membaca. Siswa menemukan masalah, dan dengan masalah itu siswa mencoba

untuk memecahkan dengan fakta, konsep, prinsip dan skill yang sudah dimiliki.

Dalam dunia pendidikan khususnya SMK, statika dan tegangan

diperkenalkan kepada siswa sejak kelas X. Pada pelajaran menghitung statika

dan tegangan, pemahaman konsep perhitungan serta pengertian gaya

memegang peranan sangat penting dalam mewujudkan tercapainya tujuan

pembelajaran. Konsep-konsep dasar tersebut memberikan bekal dasar bagi

siswa untuk bisa mengikuti pembelajaran menghitung statika bangunan dengan

baik. Keaktifan siswa dalam mencari kaitan mata pelajaran umum yang

menunjang mata pelajaran kejuruan mempunyai peranan yang penting dalam hal

ini. Berdasarkan observasi pendahuluan, pandangan siswa terhadap mata

pelajaran ilmu statika dan tegangan sebagai sebuah pelajaran yang ditakuti

masih banyak didapatkan, tak terkecuali siswa-siswi khususnya kelas X jurusan

Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1 Pajangan.

Melihat kondisi diatas, dalam setiap pembelajaran ilmu statika dan

tegangan perlu diterapkan pemahaman yang tepat sehingga dapat

membangkitkan motivasi siswa untuk belajar. Salah satu alternatif dalam

menerapkan pemahaman itu adalah memberikan penjelasan mengenai

hubungan mata pelajaran matematika terhadap mata pelajaran ilmu statika dan

tegangan sehingga siswa tidak merasa bahwa pelajaran ilmu statika dan

tegangan pelajaran baru yang sulit untuk dipahami dan dikerjakan.

4
Dengan hal ini diharapkan siswa dapat menerapkan pengetahuan yang

didapat dari mata pelajaran matematika untuk bisa diterapkan dalam menerima

dan mengerjakan tugas mata pelajaran ilmu statika dan tegangan.

Berdasarkan alasan tersebut diatas penulis tertarik mengadakan

penelitian dengan judul “Hubungan Mata Pelajaran Matematika dengan Prestasi

Belajar Statika siswa kelas X Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan di

SMK N 1 Pajangan”.

B. Identifikasi Masalah

Dengan memperhatikan latar belakang diatas dapatlah diidentifikasi

berbagai permasalahan, khususnya mengenai hubungan mata pelajaran

matematika dengan prestasi belajar statika. Adapun permasalahan tersebut

adalah:

1. Matematika merupakan bidang studi yang dianggap paling sulit oleh siswa.

2. Pandangan siswa terhadap mata pelajaran ilmu statika dan tegangan

sebagai sebuah mata pelajaran yang ditakuti.

3. Hubungan prestasi mata pelajaran matematika dengan prestasi belajar ilmu

statika dan tegangan.

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang tertulis diatas,batasan masalah

pada penelitian ini adalah:

1. Hubungan prestasi belajar matematika semester I dengan prestasi belajar

ilmu statika dan tegangan semester II

2. Sasaran penelitian adalah prestasi belajar matematika semester I dan

prestasi belajar ilmu statika dan tegangan semester II

5
3. Sasaran penelitian siswa kelas X Program Keahlian Teknik Gambar

bangunan SMK N 1 Pajangan

4. Sasaran penelitian terbatas pada tahun pelajaran 2014/2015.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas maka permasalahan yang ingin dibahas pada

penelitian ini adalah “Apakah ada hubungan mata pelajaran matematika dengan

prestasi belajar ilmu statika dan tegangan siswa program studi Teknik Bangunan

SMK N 1 Pajangan”.

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian yang akan

dicapai adalah mengidentifikasi hubungan mata pelajaran matematika dengan

prestasi belajar ilmu statika dan tegangan siswa program studi teknik bangunan

SMK N 1 Pajangan.

F. Manfaat Penelitian

1. Secara Teoritis

a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi ilmu

pengetahuan dan dunia pendidikan.

b. Sebagai bahan acuan dan referensi untuk pertimbangan bagi penelitian

selanjutnya.

2. Secara Praktis

a. Bagi guru, sebagai masukan guru bidang studi Matematika mengenai

seberapa jauh hubungan pelajaran Matematika dengan prestasi belajar

Ilmu Statika dan Tegangan.

b. Bagi siswa, sebagai masukan agar siswa mampu melaksanakan

kegiatan proses belajar dengan baik.

6
c. Bagi peneliti, sebagai bekal kelak apabila menjadi pendidik di masa

mendatang, dan untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh di bangku

kuliah serta menambah pengalaman dan pengetahuan.

7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Teori
1. Pengertian Matematika
Matematika (dari bahasa Yunani: manthanein atau mathema) adalah

studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Para matematikawan mencari

berbagai pola, merumuskan konjektur baru, dan membangun kebenaran melalui

metode deduksi yang kaku dari pernyataan yang dapat diterima sebagai

kebenaran tanpa [Link] definisi-definisi yang bersesuaian. Terdapat

perselisihan tentang apakah objek-objek matematika seperti bilangan dan titik

hadir secara alami, atau hanyalah buatan manusia. Seorang matematikawan

Benjamin Peirce menyebut matematika sebagai “ilmu yang menggambarkan

simpulan-simpulan yang penting”.

Melalui penggunaan penalaran logika dan abstraksi, matematika

berkembang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran, dan pengkajian

sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda-benda fisika. Matematika

praktis telah menjadi kegiatan manusia sejak adanya rekaman tertulis.

Argumentasi kaku pertama muncul di dalam Matematika Yunani, terutama di

dalam karya Euklides, Elemen. Matematika selalu berkembang, misalnya di Cina

pada tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab pada tahun 800 M,

hingga zaman Renaisans, ketika temuan baru matematika berinteraksi dengan

penemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam

laju penemuan matematika yang berlanjut hingga kini.

Purwoto (2003) menyatakan bahwa, “Matematika adalah pengetahuan

tentang pola keteraturan, pengetahuan tentang struktur yang terorganisasikan

8
mulai dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan ke unsur-unsur yang didefinisikan

ke aksioma dan postulat dan akhirnya ke dalil”.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa matematika adalah

cabang ilmu tentang bilangan, kalkulasi, penalaran logis, fakta-fakta kuantitatif,

masalah ruang dan bentuk, aturan-aturan yang ketat dan pola keteraturan serta

tentang struktur yang terorganisasi.

2. Belajar Matematika

Schoenfield dalam uno (2007:130), mendefinisikan bahwa belajar

matematika berkaitan dengan apa dan bagaimana menggunakannya dalam

membuat keputusan untuk memecahkan masalah. Berkaitan dengan hal ini,

maka belajar matematika merupakan suatu kegiatan yang berkenaan dengan

penyelesaian himpunan–himpunan baru, yang selajutnya berbentuk himpunan

yang rumit. Demikian seterusnya, sehingga dalam belajar matematika pada

tahap yang lebih tinggi, harus didasarkan pada tahap belajar yang lebih rendah

terlebih dahulu.

Belajar matematika itu haruslah bertahap, dan beruntun secara

matematis serta berdasarkan pada pengalaman belajar yang lalu. Dalam mata

pelajaran matematika, konsep-konsepnya saling mendasar. Memahami konsep

matematika pada umumnya perlu memahami konsep sebelumnya. Konsep lanjut

tidak mungkin dipahami sebelum memahami konsep sebelumnya dengan baik.

Memahami konsep sebelumnya itu merupakan prasyarat untuk memahami

konsep lanjutan.

Dengan demikian, belajar matematika berarti belajar tentang konsep-

konsep dan struktur-struktur yang terdapat dalam bahasan yang dipelajari serta

mencari hubungan-hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur

9
tersebut. (Hujodo, 2003:123) Belajar matematika pada hakekatnya adalah yang

berkenaan dengan ide-ide atau gagasan-gagasan, struktur-struktur serta

hubungan-hubungan secara logis dengan menggunakan pembuktian yang

deduktif. Sehingga arah belajar matematika tidak hanya membaca dan

menghafalnya saja tapi lebih ditekankan pada penalaran konsep, karena konsep-

konsep sebelumnya akan mempengaruhi pada pembelajaran selanjutnya.

3. Prestasi Belajar Matematika

Pengertian Prestasi Belajar Matematika merupakan tujuan pengajaran

yang diharapkan semua peserta didik. Untuk menunjang tercapainya tujuan

pengajaran tersebut perlu adanya kegiatan belajar mengajar yang melibatkan

siswa, guru, materi pelajaran, metode pengajaran, kurikulum dan media

pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa serta didukung oleh

lingkungan belajar-mengajar yang kondusif.

Menurut WJS Poerdarminta dikutip dari Nelly Maghfiroh (2010: 48)

berpendapat, bahwa prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan,

dikerjakan, dan lain sebagainya). Sedangkan menurut Gagne dikutip dari

Yusniyah (2010: 22) prestasi adalah penguasaan siswa terhadap materi

pelajaran tertentu yang telah diperoleh dari hasil tes belajar yang dinyatakan

dalam bentuk skor.

Melalui proses belajar seorang siswa akan mengalami perubahan tingkah

laku sebagai akibat dari pengalaman-pengalaman yang diperolehnya untuk

mencapai prestasi maksimal. Slameto (2010: 2) mengemukakan bahwa belajar

adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu

perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil

pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

10
Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri

seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat

pengalaman dan latian (Oemar Hamalik, 2005: 21).

Sedangkan Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku


pada saat sedang belajar maka responsnya menjadi lebih baik.
Sebaliknya bila ia tidak belajar maka responsnya menurun. Dalam belajar
ditemukan hal sebagai berikut:
(i) kesempatan terjadinya peristiwa yang menmbulkan respons pebelajar,
(ii) respons si pebelajar, dan konsekuensi yang bersifat menguatkan
konsekuensi tersebut. ( Dimyati, 2006: 9).

Menurut Sri Subarinah (2006: 1) menjelaskan matematika adalah ilmu

pengetahuan yang mempelajari struktur yang abstrak dan pola hubungan yang

ada didalamnya. Hakikatnya belajar matematika adalah belajar konsep, struktur

konsep, dan mancari hubungan antar konsep dan strukturnya.

Berdasarkan pengertian yang dikemukakan para ahli, maka dapat

dikatakan bahwa prestasi belajar matematika adalah tingkat penguasaan siswa

terhadap materi pelajaran matematika yang telah diperoleh dari hasil tes belajar

yang dinyatakan dalam bentuk skor.

Cara Mengukur Prestasi Belajar Matematika Penilaian hasil-hasil

pendidikan tak dapat dipisah-pisahkan dari usaha pendidikan itu sendiri.

Penilaian merupakan salah satu aspek yang hakiki daripada usaha itu sendiri.

Sebagai sesuatu usaha yang mempunyai tujuan atau cita-cita tertentu maka

diperlukan pengukuran hasil dari proses belajar. Dengan melihat hasil tersebut

siswa dapat meningkatkan lagi belajarnya sehingga dapat mengetahui dan

memperbaiki kekurangan dari dalam dirinya sendiri.

Menurut Sutrisno Hadi (Sugihartono, 2007: 129) pengukuran dapat

diartikan sebagai suatu tindakan untuk mengidentifikasikan besar kecilnya gejala.

11
Hasil pengukuran dapat berupa angka atau uraian tentang kenyataan yang

menggambarkan derajat kualitas, kuantitas dan eksistensi keadaan yang diukur.

Dalam kegiatan belajar mengajar, pengukuran dimaksudkan untuk

mengetahui seberapa jauh perubahan tingkah laku siswa setelah melakukan

proses belajar. Sugihartono (2007: 129) menjelaskan penilaian merupakan suatu

tindakan untuk memberikan interpretasi terhadap hasil pengukuran dengan

menggunakan norma tertentu untuk mengetahui tinggi-rendahnya atau baik-

buruknya aspek tertentu.

Sesuai penjelasan Sugihartono (2007: 131) dalam bidang pendidikan,

untuk mengetahui tingkat kemampuan sesuatu bagi siswa dapat digunakan:

a. Angka atau skor yang diperoleh kawan sekelasnya.

b. Batas penguasaan kompetensi terendah yang harus dicapai untuk dapat

dianggap lulus.

c. Prestasi anak itu sendiri di masa lampau.

d. Kemampuan dasar anak itu sendiri.

Adapun cara orang melakukan penilaian yaitu bisa melalui testing,

pemberian tugas, dengan pertanyaan, dan sebagainya. Maksud penilaian hasil

belajar ini yaitu untuk mengetahui sejauh mana kemajuan siswa dalam belajar.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tes dalam mengukur prestasi belajar

matematika siswa.

Tes merupakan serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang

digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan

atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Suharsimi Arikunto, 2002:

127). Agar penilaian pendidikan dapat mencapai sasarannya dalam

mengevaluasi maka diperlukan sebuah tes yang baik untuk mendapatkan hasil

12
yang baik. Suryabrata (2011: 303) mejelaskan syarat-syarat test yang baik

adalah:

a. Tes itu harus reliable

b. Tes itu harus valid

c. Tes itu harus objektif

d. Tes itu harus diskriminatif

e. Tes itu harus comprehensive

f. Tes itu harus mudah digunakan

4. Statika

Statika adalah salah satu cabang dari mekanika teknik yang berhubungan

dengan analisis gaya-gaya yang bekerja pada sistem struktur yang dalam

keadaan diam/statis dan setimbang. Gaya-gaya yang dimaksud disini pada

umumnya termasuk gaya itu sendiri dan juga momen. Di dalam statika, sistem

struktur diidealisasikan/dianggap sangat kaku sehingga pengaruh dari lendutan

tidak diperhatikan. Ilmu statika umumnya merupakan salah satu mata kuliah

bidang teknik pertama yang diberikan di level universitas.

Prinsip-prinsip yang dipelajari dalam statika cukup mendasar dan mudah

dipahami, hanya memerlukan sedikit dari hukum-hukum fisika mekanika dan

matematika dasar. Akan tetapi, karena bidang teknik adalah bidang yang

mengaplikasikan teori ke dalam dunia praktis, banyak penyederhanaan yang

harus dilakukan sebelum suatu struktur bisa dianalisis dengan ilmu statika. Ini

yang kadang membuat statika sulit untuk dipahami oleh sebagian orang. Elemen-

elemen struktur yang dibahas dalam statika sudah berupa model dari bangunan

fisik. Sedangkan pemodelan itu sendiri tidak secara terinci dibahas dalam statika,

karena memerlukan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi dan juga pengalaman.

13
Perlu ditekankan disini bahwa meskipun dalam statika hanya membahas hal-hal

yang relatif mudah, bukan berarti pengetahuan yang didapat disini tidak ada

pengaplikasiannya di dunia kerja. Banyak struktur-struktur penting yang telah

berhasil dibangun dan beroperasi hanya dengan mengunakan prinsip-

prinsip statika. Gambar-gambar berikut adalah contoh-contoh struktur jembatan

yang didesain dengan menggunakan konsep-konsep dasar yang pelajari dalam

statika.

Konsep dasar dari statika adalah kesetimbangan gaya-gaya yang bekerja

pada suatu struktur. Artinya semua gaya-gaya yang bekerja pada suatu

struktur adalah dalam keadaan setimbang, baik struktur itu ditinjau secara

keseluruhan maupun sebagian. Jadi hukum Newton ketiga, yaitu jika ada aksi

maka akan diimbangi oleh reaksi. Artinya jumlah gaya-gaya yang bekerja adalah

nol. Berikut akan kita coba bahas hal-hal penting di dalam statika seperti gaya,

momen, free-body diagram.

5. Tegangan

Tegangan dalam mekanika kontinuum adalah besaran yang menunjukkan

gaya internal antar partikel dari suatu bahan terhadap partikel lainnya. Seperti

contoh, batang padat vertikal yang menyokong beban, setiap partikel dari batang

mendorong partikel lainnya yang berada di atas dan dibawahnya. Gaya

makroskopik yang terukur sebenarnya merupakan rata-rata dari sejumlah besar

tumbukan dan gaya antarmolekul di dalam batang tersebut. Tegangan di dalam

suatu benda bisa terjadi oleh berbagai mekanisme, seperti reaksi terhadap gaya

eksternal (misal gravitasi) yang diaplikasikan ke bahan curah, juga reaksi

terhadap gaya yang diaplikasikan ke permukaannya sepertigaya kontak, tekanan

eksternal, dangesekan. Setiap deformasi dari benda padat menghasilkan

14
tegangan elastis, mirip dengan reaksi gaya pada pegasyang selalu kembali ke

bentuk semula. Pada cairan dan gas, tegangan elastis hanya terjadi ketika

deformasi mengubah volume. Namun deformasi akan selalu berubah seiring

dengan waktu, termasuk cairan (misal pelumasyang viskositasnya berubah

sehingga harus diganti secara periodik).Sejumlah tegangan yang signifikan dapat

terjadi bahkan ketika deformasi hampir tidak terlihat. Tegangan dapat terjadi

tanpa adanya gaya dari luar, yang disebut dengan built-in stress atau tegangan

dari dalam seperti pada manufaktur beton pracetak dan kaca tempa. Tegangan

juga dapat terjadi tanpa adanya gaya kontak sama sekali, baik dari dalam

maupun dari luar, misal karena perubahan temperatur, perubahan

komposisi kimia, dan paparan gaya magnet.

6. Prestasi

Pengertian prestasi yang disampaikan oleh para ahli sangatlah

bermacam-macam dan bervariasi. Hal ini dikarenakan sudut pandang yang

berbeda-beda dari para ahli itu sendiri. Perbedaan tersebut justru dapat saling

melengkapi tentang pengertian prestasi. Menurut Zaenal Arifin (2012:3) “Prestasi

adalah hasil dari kemampuan, keterampilan dan sikap seseorang dalam

menyelesaikan suatu hal. Sedangkan ”menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

(2005: 895) prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan,

dikerjakan dan sebagainya). Prestasi merupakan hasil suatu usaha yang telah

dilaksanakan menurut batas kemampuan dari pelaksanaan usaha tersebut.

Sedangkan Sutratinah Tirtonagoro (2001: 43) menyatakan bahwa, “Prestasi

belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar mengajar yang dalam

bentuk simbol, angka, huruf, atau kalimat yang dapat mencerminkan hasil usaha

yang sudah dicapai oleh anak dalam periode tertentu”.

15
Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulan bahwa

prestasi pada penelitian ini adalah hasil yang telah dicapai setelah diadakan

usaha sebaik-baiknya sesuai batas kemampuan dari batas usaha tersebut

7. Belajar

Menurut Sunaryo Kartadinata, dkk. (1998: 57), belajar adalah proses

perubahan pengetahuan atau perilaku sebagai hasil dari pengalaman.

Pengalaman ini terjadi melalui interaksi antara individu dengan lingkungannya.

Jadi belajar yang baik adalah jika proses pembelajaran tidak hanya menjadikan

guru sebagai sumber belajar.

Menurut Sugihartono, dkk. (2007: 74), belajar merupakan suatu proses

perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya.

Sedangkan Tulus Tu’u (2004: 75) berpendapat bahwa prestasi belajar adalah

hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu.

Selain itu, prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan

yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes

atau angka nilai yang diberikan oleh guru.

Menurut Irwanto (1997: 105) belajar merupakan proses perubahan dari

belum mampu menjadi sudah mampu dan terjadi dalam jangka waktu tertentu.

Sedangkan menurut Ahmad Mudzakir (1997: 34) belajar adalah suatu usaha

atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri seseorang,

mencakup perubahan tingkah laku, sikap, kebiasaan, ilmu pengetahuan,

keterampilan dan sebagainya.

Berdasarkan dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar

adalah suatu proses usaha yang dilakukan siswa untuk memperoleh suatu

perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, secara sengaja, disadari,

16
dan perubahan tersebut relatif menetap serta membawa pengaruh dan manfaat

yang positif bagi siswa

8. Prestasi Belajar

Menurut (Poerwanto, 1986: 28) memberikan pengertian prestasi belajar

yaitu hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang

dinyatakan dalam raport. Selanjutnya (Winkel, 1996: 226) mengatakan bahwa

“prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan

seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot

yang dicapainya.”

Sedangkan menurut ([Link], 1996: 17) prestasi belajar adalah:

“Kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat.

Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif,

affektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi 16 kurang memuaskan jika

seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut”.

Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat dijelaskan bahwa prestasi

belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima,

menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar

mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan dalam

mempelajari sesuatu materi pelajaran biasanya dinyatakan dalam bentuk nilai

atau raport setiap bidang studi. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah

diadakan evaluasi. Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau

rendahnya prestasi belajar siswa. Faktor psikologis (kejiwaan) mempunyai

peranan penting dalam pencapaian tingkat prestasi belajar. Hal ini dikarenakan

faktor psikologis berhubungan dengan berfungsinya pikiran siswa dalam

hubungannya dengan pemahaman bahan pelajaran sehingga penguasaan

17
terhadap materi pelajaran yang disajikan lebih mudah dan efektif (Sardiman,

2001: 3).

Berdasarkan pernyataan di atas, maka kondisi psikologis siswa akan

berpengaruh terhadap pencapaian prestasi belajar yang [Link]

belajar adalah harapan bagi setiap murid yang sedang mengikuti proses

pembelajaran di sekolah serta harapan bagi wali murid dan guru. Kata Prestasi

belajar adalah suatu pengertian yang terdiri atas dua kata yaitu Prestasi dan kata

belajar, dimana masing-masing mempunyai arti berbeda. Prestasi belajar banyak

didefinisikan, seberapa jauh hasil yang sudah didapat siswa dalam penguasaan

tugas-tugas atau materi pelajaran yang diterima dalam waktu tertentu. Pada

umumnya prestasi belajar dinyatakan dalam angka atau huruf untuk

membandingkan dengan satu kriteria. Prestasi belajar adalah kemampuan bagi

murid dalam pencapaian berfikir yang tinggi. Harus dimiliki tiga aspek dalam

prestasi belajar yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotor.

Definisi prestasi belajar merupakan hasil yang didapat dengan baik pada

seorang siswa baik dalam pendidikan atau bidang keilmuan. Siswa memperoleh

prestasi belajar dari hasil yang telah dicapai oleh siswa dari proses belajar.

Definisi prestasi belajar adalah hasil pencapaian yang maksimal menurut

kemampuan siswa pada waktu tertentu pada sesuatu yang dipelajari, dikerjakan,

dimengerti dan diterapkan. Seluruh pelaku pendidikan yaitu siswa, orang tua dan

guru tentu ingin tercapainya sebuah prestasi belajar yang baik. Prestasi belajar

yang baik adalah salah satu indikator akan keberhasilan proses belajar. Tapi

kenyataannya tidak semua siswa bisa mendapat prestasi belajar yang baik dan

ada siswa yang mendapatkan prestasi belajar yang buruk. Baik dan buruknya

prestasi belajar yang diperoleh murid dipengaruhi oleh berbagai faktor.

18
Pengertian prestasi belajar bisa mempunyai arti sebagai tingkat

keterkaitan siswa di dalam proses belajar mengajar sebagai evaluasi yang

dilakukan oleh pengajar. Prestasi belajar siswa adalah sebuah penilaian hasil

usaha kegiatan belajar yang dituliskan dalam bentuk simbol angka atau huruf

dan kalimat yang bisa menunjukkan hasil yang telah didapat oleh setiap murid

pada periode tertentu. Dari uraian tersebut maka bisa disimpulkan bahwa

prestasi belajar adalah ukuran keberhasilan aktivitas belajar siswa dalam

menguasai sejumlah mata pelajaran selama periode tertentu.

9. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Siswa adalah salah satu komponen dalam proses pembelajaran. Ada

banyak hal yang berhubungan dengan siswa pada saat dia ingin meraih prestasi

belajar. Hal inilah yang biasa disebut dengan faktor yang mempengaruhi prestasi

belajar Statika.

Muhhibin Syah (2012: 145) menyebutkan bahwa faktor-faktor yang

mempengaruhi prestasi belajar, antara lain:

a. Faktor yang berasal dari diri sendiri (internal)

1) Faktor jasmaniah (fisiologi),

Yang dimaksud faktor fisiologi adalah keadaan keseluruhan fisik siswa.

Kondisi fisik mempengaruhi prestasi belajar sebab kondisi fisik yang sakit

maka prestasi belajar akan merosot, namun bila sehat prestasi belajar pasti

akan meningkat.

2) Faktor psikologis,

Keadaan psikologis manusia memang berbeda beda,namun dapat

dilihat dari daya berfikir sesorang. Faktor psikologis meliputi seperti

kecerdasan, bakat, sikap, kebiasaan, minat kebutuhan, motivasi, emosi dan

19
penyesuaian diri. Namun faktor rohaniah siswa yang biasanya dipandang

lebih antara lain:

a) Minat

Minat Merupakan kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau

keinginan besar terhadap sesuatu. Minat dapat menyebabkan terjadinya

perbedaan dalam pencapaian hasil belajar, Misalnya ada siswa yang

mempunyai minat tinggi terhadap mapel tertentu atau justru sebaliknya.

Siswa mempunyai minat tinggi akan memperoleh hasil prestasi

belajar yang baik dibandingkan siswa yang mempunyai minat yang rendah,

sebab untuk minat itu sendiri dapat mendorong siswa untuk

memperhatikan sesuatu hal ini sehingga dapat menimbulkan aktivitas

belajar.

b) Kecerdasan

Faktor kecerdasan punya peran punya besar dalam keberhasilan

seseorang dalam mempelajari susuatu atau mengikuti program belajar.

Orang yang cerdas biasanya akan sangat mudah menyerap ilmu yang

diberikan.

c) Bakat

Bakat merupakan kemampuan laten sesoroang dan akan terus

berkembang bila dilatih terus menerus. Bakat antara sesorang memang

berbeda beda namun diperlukan penyesuaian agar dalam melatih bakat

tidak ditemukan banyak kesulitan.

d) Motivasi

20
Motivasi merupakan suatu dorongan sesoeorang dalam

melakukan kegiatan, agar dapat memiliki prestasi belajar yang tinggi

seorang siswa butuh sekali motivasi dalam kegiatan belajar mengajar

e) Sikap Siswa

Sikap adalah gejala internal yang dimensi efektif berupa

kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan obyek, orang,

barang baik secara positif maupun negatif.

b. Faktor yang berasal dari luar diri (eksternal)

1) Faktor lingkungan alam

Dari lingkungan alam diantara cuaca, lingkungan tempat belajar,

keadaan rumah dan sebagainya.

2) Lingkungan sosial

Lingkungan Sosial adalah susana keluarga atau lingkungan tempat

tinggal yang memepngaruhi prestasi belajar.

3) Instrumen

Faktor instrumen merupakan suatu faktor yang penggunaanya sudah

direncanakan dan diseuaikan dengan hasil yang akan dicapai

c. Faktor Pendekatan Belajar

Pendekatan belajar dapat dipahami dengan segala cara atau strategi

yang digunakan siswa dalam menunjang efektifitas, efisiensi proses

pembelajaran materi tertentu. Strategi dalam hal ini berarti seperangkat langkah

operasional untuk direkayasa sedemikian rupa untuk memecahkan masalah atau

tujuan tertentu.

Faktor pendekatan belajar dikatakan mempengaruhi prestasi belajar

siswa dapat dijelaskan sebagai berikut. Misalkan siswa yang sedang belajar

21
Statika dari yang mudah dahulu sampai soal yang cukup rumit, mungkin sekali

peluang untuk berprestasi pada mata pelajaran Statika.

10. Cara Mengukur Prestasi Belajar Siswa

Dalam dunia pendidikan khususnya dunia persekolahan guru wajib

mengetahui sejauh mana keberhasilan siswanya telah berhasil mengikuti

pelajaran yang diberikan oleh guru. Untuk melaksanakan penilaian tentang

prestasi belajar siswa maka guru sebagai subyek evaluasi untuk setiap tes. Maka

alat evaluasi yang digunakan dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu :

a. Teknik Tes

Tehnik Tes Adalah suatu alat, atau prosedur yang sistematis dan

obyektif untuk memperoleh data – data atau keterangan – keterangan yang

diinginkan tentang seseorang, dengan cara yang boleh dikatakan tepat dan

cepat. Ditinjau dari segi kegunaan untuk mengukur / menentukan prestasi

belajar siswa, maka dibedakan atas 3 macam tes yaitu tes diagnostik adalah

tes yang digunakan untuk mengetahui kelamahan - kelemahan siswa

sehingga dari kelemahan - kelemahan tersebut dapat dapat dilakukan

pemberian perlakuan yang tepat. Kemudian tes formatif dari kata “from” yang

merupakan dasar dari istilah “formatif”, maka evaluasi formatif dimaksudkan

untuk mengetahui sejauh mana telah terbentuk setelah mengikuti sesuatu

program tertentu. Dan yang ketiga adalah tes sumatif yaitu tes yang

dilakukan setelah berakhirnya pemberian sekelompok program atau sebuah

program yang lebih besar.

b. Teknik Nontes

Tehnik nontes adalah alat mengevaluasi yang biasanya digunakan untuk

menilai aspek tingkah laku termasuk sikap, minat, dan motivasi. Ada

22
beberapa nontes sebagai alat evaluasi, diantaranya yaitu skala bertingkat,

kuisoner, daftar cocok, wawancara, pengamatan dan riwayat hidup.

11. Sekolah Menengah Kejuruan


a. Pengertian Sekolah Menengah Kejuruan

Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang

pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa

untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu. Pendidikan menengah kejuruan

mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta

mengembangkan sikap profesional. Sesuai dengan bentuknya, sekolah

menengah kejuruan menyelenggarakan program-program pendidikan yang

disesuaikan dengan jenis-jenis lapangan kerja (Peraturan Pemerintah Nomor 29

Tahun 1990).

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu bentuk satuan

pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang

pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang

sederajat. Sekolah di jenjang pendidikan dan jenis kejuruan dapat bernama

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau

bentuk lain yang sederajat (Undang-undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003).

Penyelenggaraan sekolah menengah kejuruan didasarkan atas ketentuan

yang ada pada Undang-Undang Republik Indonesia No.2 Tahun 1989 tentang

sistem pendidikan Nasional Bab IV pasal 11 ayat (1) dan (3) yang berbunyi

sebagai berikut: “Jenis pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar

biasa, pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan akademik, dan

pendidikan professional”. Sekolah menengah kejuruan berdasarkan tingkatan

pendidikan setara dengan sekolah menengah atas, akan tetapi keduanya

mempunyai tujuan yang berbeda.

23
Pengertian mengenai sekolah menengah kejuruan terdapat pada

Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2008 pasal 1 ayat 21 yang menyatakan

bahwa “Sekolah Menengah Kejuruan yang selanjutnya disingkat SMK adalah

salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan

kejuruan pada jenjang Pendidikan Menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs,

atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama

atau setara SMP atau MTs”. Sekolah menengah kejuruan melakukan proses

belajar mengajar baik teori maupun praktik yang berlangsung di sekolah maupun

di industri diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. Sekolah

menengah kejuruan mengutamakan pada penyiapan siswa untuk berlomba

memasuki lapangan kerja.

b. Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan

Menurut Fajar Hendra Utomo (2009: 9), tujuan Sekolah Menengah

Kejuruan yaitu untuk mempersiapkan, memilih dan menempatkan calon tenaga

keja sesuai dengan tanda-tanda pasar kerja. Berbeda dengan pendapat Fajar

Hendra Utomo, menurut Peraturan Pemerintah No.29 Tahun 1990 pasal 2 ayat

(1) menyebutkan bahwa sekolah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan

pengetahuan siswa dalam pengembangan diri dan untuk meningkatkan

kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat. Menurut Peraturan Pemerintah

No.24 Tahun 1990 pasal 3 ayat (2) disebutkan bahwa sekolah kejuruan bertujuan

untuk menyiapkan siswa dalam memenuhi lapangan kerja, menyiapkan siswa

agar mampu memiliki karir, dan menyiapkan tamatan agar menjadi warga

Negara yang produktif, adaptif, dan normatif. Secara garis besar tujuan

diselenggarakan sekolah kejuruan adalah untuk membekali lulusan dengan

kompetensi yang berguna bagi diri sendiri dalam karir dan kehidupan

24
bermasyarakat. Tujuan sekolah menengah kejuruan akan lebih terarah jika

kurikulum yang digunakan tepat dan dilaksanakan dengan baik.

B. Tinjauan Penelitian Terdahulu yang Relevan

a. Penelitian yang dilakukan oleh Ian Rifqi Aprilia Firdaus tahun 2014 yang

berjudul “Hubungan kemampuan matematis dan kemampuan penalaran

dengan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan kesetimbangan benda

tegar kelas XI SMA N 1 Godean tahun 2013/2014. Berdasarkan hasil

analisis data dalam penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai

berikut :

1) Adanya hubungan yang positif dan signifikan antara hubungan

matematis dengan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan

kesetimbangan benda tegar kelas XI SMA Negeri 1 Godean tahun

pelajaran 2013/2014

2) Tidak ada hubungan positif dan signifikan antara kemampuan

penalaran dengan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan

kesetimbangan benda tegar kelas XI SMA Negeri 1 Godean tahun

pelajaran 2013/2014

3) Ada hubungan positif dan signifikan antara kemampuan matematis

dan kemampuan penalaran dengan prestasi belajar siswa pada pokok

bahasan kesetimbangan benda tegar kelas XI SMA Negeri 1 Godean

tahun pelajaran 2013/2014

b. Penelitian yang dilakukan oleh M Aji Wibowo yang berjudul “Hubungan

Gaya Belajar dan Minat Baca Siswa dengan Prestasi Belajar pada Siswa

Kelas XI SMK Muhammadiyah Prambanan Tahun 2008/2009”. Kesimpulan

dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

25
1) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara gaya belajar terhadap

prestasi belajar siswa kelas XI Jurusan Otomotif SMK Muhammadiyah

Prambanan dengan koefisien r = 0,389, dan r hitung 0,389 > r table 0,165

dan besar sumbangan efektif yang diberikan sebesar 12,282 %. Dari

analisis di atas gaya belajar memiliki hubungan positif yang signifikan

terhadap prestasi belajar, semakin tinggi skor gaya belajar maka

semakin tinggi prestasi belajarnya.

2) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara minat baca terhadap

prestasi belajar siswa kelas XI Jurusan Otomotif SMK Muhammadiyah

Prambanan dengan koefisien r = 0,309 dan r hitung 0,309 > r table 0,165

dan besar sumbangan efektif yang diberikan sebesar 5,518%.

3) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara gaya belajar dan minat

baca secara bersama-sama terhadap prestasi belajar siswa kelas XI

Jurusan Otomotif SMK Muhammadiyah Prambanan dengan koefisien r2

= 0,178 dan rumus regresi gandanya Y : 66,80 + 0,074 X1 + 0,025X2.

Dengan demikian prestasi belajar yang dimiliki siswa kelas XI Jurusan

Otomotif SMK Muhammadiyah meningkat dapat dipengaruhi oleh gaya

belajar dan minat baca sebesar 17,8 %, sedangkan sisanya 82,2 %

adalah faktor-faktor lain yang belum diteliti dalam penelitian ini.

c. Penelitian yang dilakukan oleh Taufik Novarian Ardiansyah yang berjudul

“Hubungan pemahaman mata pelajaran gambar teknik dan kreatifitas

terhadap prestasi praktik CAD siswa kelas XI Tenik Permesinan SMK N 2

Depok, Sleman Yogyakarta”. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah :

1) Pemahaman Gambar teknik memiliki hubungan positif dan signifikan

terhadap prestasi praktik CAD siswa kelas XI SMK N 2 Depok, Sleman.

26
2) Kreatifitas memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap prestasi

praktik CAD siswa kelas XI SMK N 2 Depok Selaman.

d. Penelitian yang dilakukan oleh Eko Julianto yang berjudul “hubungan antara

prestasi membaca gambar dan prestasi praktik gambar manual terhadap

prestasi mata pelajaran CAD pada siswa kelas XI Teknik Permesinan SMK

Negeri 3 Yogyakarta”. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah:

1) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel bebas

membaca gambar (X1) dengan variabel terikat prestasi mata pelajaran

CAD (Y) pada siswa kelas XI Teknik permesinan SMK N 3 Yogyakarta,

yaitu dengan koefisien kolerasi sebesar 80,3% koefisien tersebut

termasuk dalam kategori sangat kuat

2) Terdapat hubungan yang positif dan signifkan antara variabel bebas

gambar manual (X2) dengan variabel terikat prestasi mata pelajaran

CAD (Y) pada siswa kelas XI Teknik Permesinan SMK N 3 Yogyakarta,

yaitu dengan koefisien korelasi sebesar 61,3 % koefisien tersebut

termasuk dalam kategori kuat.

3) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel bebas prestasi

membaca gamabar (X1) dan prestasi gamabr manual (X2) secara

bersama – sama terhadap variabel terikat prestasi mata pelajaran CAD

(Y) pada siswa kelas XI Teknik Permesinan SMK N 3 Yogyakarta, yaitu

dengan koefisien korelasi sebesar 81,3%, koefisien tersebut termasuk

dalam kategori sangat kuat

27
C. Kerangka Berfikir

Banyak usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar

siswa tentang mata pelajaran Ilmu Statika dan Tegangan. Salah satunya adalah

dengan pemahaman mata pelajaran matematika dasar.

Tujuan memahami mata pelajaran matematika adalah agar peserta didik

lebih matang dalam penerapan dasar dan konsep hitungan. Karena matematika

adalah sebagai suatu bidang ilmu yang merupakan alat pikir, berkomunikasi, alat

untuk memecahkan berbagai persoalan praktis, yang unsur-unsurnya logika dan

istitusi, analisis dan konstruksi, generalitas dan individualitas, serta mempunyai

cabang-cabang antara lain aritmatika, aljabar, geometri, dan analisis. Di samping

itu mata pelajaran matematika sangat erat kaitannya dengan pelajaran kimia,

fisika, ekonomi, ilmu statika dan tegangan dan mata pelajaran keteknikan yang

lain. Semakin peserta didik dapat memahami materi dasar matematika, maka

akan semakin mudah peserta didik tersebut mengikuti pelajaran Ilmu Statika dan

Tegangan.

D. Hipotesis Penelitiaan

Berdasar dari landasan teori dan kerangka berfikir, maka rumusan

hipotesis dalam penelitian ini adalah: “Ada hubungan yang signifikan antara

prestasi belajar mata pelajaran matematika dengan prestasi belajar ilmu statika

dan tegangan siswa program studi Teknik Bangunan SMK N 1 Pajangan”

28
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Ditinjau dari sifatnya penelitian ini merupakan penelitian expost facto yaitu

penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan

kemudian merunut kebelakang untuk mengetahui faktor-faktor yang

menyebabkan timbulnya kejadian tersebut tanpa memberikan perlakuan atau

manipulasi variabel penelitian. Penelitian ini untuk mencari hubungan antara

mata pelajaran matematika dengan prestasi belajar ilmu statika dan tegangan.

Penelitian ini juga termasuk jenis penelitian korelasional, karena bertujuan untuk

mencari hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat yaitu tingkat

pemahaman mata pelajaran matematika sebagai variabel bebas dan prestasi

belajar statika dan tegangan variabel terikat. Oleh karena data yang terkumpul

berupa angka maka analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMK N 1 Pajangan yang beralamatkan di

dusun Pajangan desa Triwidadi kecamatan Pajangan kabupaten Bantul Daerah

Istimewa Yogyakarta. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2015

C. Populasi dan Sampel Penelitian


1. Populasi

Menurut Sugiyono (2013:117), “Populasi adalah wilayah generalisasi

yang terdiri atas obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik

tertentu, yang ditetapkan oleh peneliti untuk mempelajari kemudian ditarik

kesimpulannya.” Populasi merupakan keseluruhan subyek yang menjadi fokus

penelitian, dan keseluruhan anggota subyek penelitian yang memiliki kesamaan

karakteristik (Burhan Nurgiyantoro, 2012:20). Populasi dalam penelitian ini

29
adalah seluruh siswa kelas X Jurusan Teknik Gambar Bangunan di SMK N 1

Pajangan, Kabupaten Bantul tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 41

siswa. Kelas X dipilih menjadi populasi Populasi dalam penelitian ini dikarenakan

beberapa pertimbangan :

a. Kelas X telah menempuh mata pelajaran matematika dasar

b. Kelas X sedang menempuh mata pelajaran Ilmu statika dan Tegangan

Penelitian ini merupakan penelitian populasi, yaitu penelitian tanpa

menentukan sampel atau dengan kata lain seluruh populasi diteliti. Jadi yang

akan diteliti adalah seluruh siswa kelas X Jurusan Teknik Gambar Bangunan

semester II SMK N 1 Pajangan, Bantul, Yogyakarta

D. Variabel Penelitian

Berdasarkan pendapat Sugiyono (2013: 61), “Variabel penelitian adalah

suatu atribut atau sifat dari orang maupun obyek yang mempunyai variasi

tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan”.

Dalam penelitian ini ada dua variabel yang berkaitan dengan

permasalahan yang ada. Kedua variabel tersebut adalah:

1. Variabel bebas (Independent)

Variabel bebas (Independent) yaitu variabel yang mempengaruhi atau

yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependent (terikat).

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah prestasi belajar mata pelajaran

matematika.

2. Variabel terikat (Dependent)

Variabel terikat (Dependent) yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang

menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi

30
variabel terikat adalah Prestasi Belajar Statika dan Tegangan siswa Kelas X SMK

Negeri Pajangan pada Mata pelajaran Statika.

E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Berdasarkan variabel-variabel yang diteliti, maka disusun instrument

penelitian. Adapun instrumen yang dimaksud adalah:

a) Isntrumen Prestasi Belajar Statika Siswa

Pada instrument ini peneliti menggunakan metode dokumentasi, yaitu

metode pengumpulan data untuk memperoleh atau mengetahui sesuatu dengan

melihat arsip-arsip atau catatan dokumen yang berhubungan dengan penelitian.

Dalam penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data

tentang nilai hasil ujian semester dua tahun ajaran 2014/2015 mata pelajaran

Ilmu Statika dan Tegangan peserta didik kelas X Teknik Gambar Bangunan SMK

N 1 Pajangan.

b) Isntrumen Prestasi Belajar Mata Pelajaran Matematika

Pada instrument ini peneliti menggunakan metode dokumentasi, yaitu

metode pengumpulan data untuk memperoleh atau mengetahui sesuatu dengan

melihat arsip-arsip atau catatan dokumen yang berhubungan dengan penelitian.

Dalam penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data

tentang nilai hasil ujian semester pada semester I tahun ajaran 2014/2015 mata

pelajaran Matematika peserta didik kelas X Teknik Gambar Bangunan SMK N 1

Pajangan.

F. Analisa Data
1. Analisa Deskriptif Variabel

Untuk mendeskripsikan data dalam penelitian ini menggunakan bantuan

komputer dengan program SPSSversi 16.0 for windows, yang mana akan

diperoleh harga rerata (Mean), standar deviasi (SD), median (Me), modus (Mo),

31
nilai maksimum dan minimum, yang selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel dan

diagram.

a. Tabel Distribusi Frekuensi

1) Menentukan kelas interval

Jumlah kelas interval dapat dilihat dengan rumus Sturgess yaitu

K = 1 + 3,3 log N

2) Menghitung rentang data

Rentang data = Data terbesar – Data terkecil

3) Menentukan panjang kelas

Panjang kelas = Rentang data / Jumlah kelas

4) Menyusun kelas interval

b. Histrogram

Histrogram dibuat berdasarkan data frekuensi yang telah ditampilkan

dalam tabel distribusi frekuensi.

c. Kecenderungan Variabel

Untuk memperoleh ketegasan pengkategorian variabel maka dalam

penelitian ini digunakan berdasarkan penentuan mean/rata-rata ideal dan

standar deviasi ideal, aka tetapi digunakan nilai kriteria ketuntasan minimal

(KKM). Jika nilai kriteria ketuntasan minimal adalah ≥ 75, maka nilai

ketuntasan belajar siswa dapat dikategorikan dalam empat tingkat, yaitu

sangat baik, baik, cukup, dan kurang

Tabel 01. Kecenderungan Frekuensi Variabel

No Interval Nilai Kategori

1 0 - 59 Kurang

2 60 - 74 Cukup

3 75 - 89 Baik

32
Sambungan Tabel 01 Kecenderungan Frekuensi Variabel
No Interval Nilai Kategori
4 90 - 100 Sangat Baik
Sumber: SMK N 1 Pajangan

2. Uji Persyaratan Analisis


a) Uji Normalitas Data

Uji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah distribusi skor

variabel berkurva normal atau tidak. Untuk mengetahui normal tidaknya distribusi

data masing-masing variabel dengan melihat hasil dari signifikasi, apabila sig

hitung > 0,05, maka data dinyatakan berdistribusi normal. Dalam penelitian ini

data setiap variabel diuji normalitasnya. Uji Kolmogorov-Smirnov dengan

menggunakan rumus dari Algifari (2003) sebagai berikut:

Dn = max |Fe-Fo|

Keterangan:

Dn = Deviasi absolut tertinggi

Fe = Frekuensi harapan

Fo = Frekuensi observasi

Kriteria yang digunakan jika Dn hasil perhitungan lebih kecil dari Dn tabel

dengan taraf signifikansi 5%, maka sebaran datanya berdistribusi normal.

Sedangkan apabila Dn hasil perhitungan lebih kecil dari Dn tabel, maka sebaran

datanya berdistribusi tidak normal.

Uji Kolmogorov-Smirnov juga dapat menggunakan bantuan SPSS versi

16,0. Dengan menggunakan SPSS versi 16,0 untuk mengetahui apakah data

berdistribusi normal atau tidak hanya dilihat pada baris Asymp. Sig (2-tailed). Jika

nilai tersebut kurang dari taraf signifikansi yang ditentukan misalnya 5% maka

data tersebut tidak berdistribusi normal, sebaliknya jika nilai [Link] lebih dari

atau sama dengan 5% maka data berdistribusi normal (Ali Muhson, 2005: 58).

33
b) Uji Linieritas Data

Uji ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel

bebas sebagai prediktor mempunyai hubungan linier atau tidak dengan variabel

terikat. Adapun rumus yang digunakan dalam uji linierlitas adalah:

Keterangan:

Freg : harga bilangan F untuk garis regresi.

RKreg : rerata kuadrat garis regresi.

RKres : rerata kuadrat residu.

Signifikan ditetapkan 5% sehingga apabila Fhitung lebih kecil dari Ftabel

maka dianggap hubungan antara masing-masing variabel bebas dengan variabel

terikat adalah linier. Sebaliknya jika Fhitung lebih besar dari Ftabel maka tidak linier.

3. Uji Hipotesis

Jika data hasil penelitian telah memenuhi syarat uji normalitas, uji

linieritas, maka analisis untuk pengujian hipotesis dapat dilakukan. Adapun

pengujian hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut

Hipotesis ini merupakan hipotesis yang menunjukkan hubungan

sederhana sehingga uji hipotesis diuji dengan menggunakan teknik korelasi

Product Moment. Rumusan korelasi Product Moment adalah sebagai berikut.

 XY
rxy 
(  X 2 )(  Y 2 )

Rumus Untuk menghitung korelasi sederhana

N  XY  (  X )(  Y )
rxy 
{N  X 2  (  X ) 2 }{N  Y 2  (  Y ) 2 }

Rumus untuk mencari korelasi dan persamaan regresi

34
Keterangan:

rxy : Koefisien
Korelasi
N : Jumlah Subjek
 XY : Jumlah Perkalian X dan Y
X : Jumlah Skor X
Y : Jumlah Skor Y
X2 : Jumlah Kuadrat dari X
Y 2
: Jumlah Kuadrat dari Y

(Sugiyono, 2013: 225)

Setelah dilakukan uji hipotesis hubungan selanjutnya dilakukan uji

signifikansi yaitu untuk menguji apakah hubungan tersebut berlaku untuk seluruh

populasi yang diteliti. Uji signifikansi korelasi Product Moment dilakukan dengan

membandingkan antara rhitung dengan rtabel pada taraf signifikansi 5%. Apabila

rhitung lebih besar dari rtabel maka hipotesis diterima. Sebaliknya, apabila rhitung lebih

kecil dari rtabel maka hipotesis ditolak.

Adapu menurut sugiyono (Sugiyono 2013:257) untuk menginterpelasikan

hasil penelitian korelasi adalah sebagai berikut:

Tabel 02. Koefisien korelasi

Koefisien Koreasi Tingkat Hubungan

0.00 – 0.199 Sangat rendah

0.20 – 0.399 Rendah

0.40 – 0.599 Sedang

0.60 – 0.799 Kuat

0.80 – 1.00 Sangat kuat

Nilai koefisien korelasi menurut Sugiyono (2008:260) berkisar antara -1

sampai dengan +1 yang kriteria pemanfaatannya di jelaskan sebagai berikut :

35
a) Jika nilai r > 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier positif, yaitu makin

besar variabel X maka semakin besar variabel Y.

b) Jika nilai r < 0, artinya telah terjadi hubungan yang linier negatif, yaitu

semakin kecil nilai variabel X maka semakin besar variabel Y atau

sebaliknya semakin besar variabel X maka semakin kecil variabel Y.

c) Jika nilai r = 0, artinya tidak ada hubungan sama sekali antara variabel X

dengan variabel Y.

d) Jika nilai r = 1 atau r = -1, telah terjadi hubungan linier sempurna, yaitu

berupa garis lurus, sedangkan bagi r yang mengarah kearah angka 0 maka

garis semakin tidak lurus.

36
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Pada pembahasan berikut ini akan disajikan deskripsi data yang telah

diperoleh dalam penelitian ini. Data hasil penelitian diperoleh dari metode

dokumentasi nilai rapor siswa kelas X Program Keahlian Teknik Gambar

Bangunan SMK N 1 Pajangan tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini

menggambil data nilai rapor mata pelajaran matematika semester I dan nilai

rapor mata pelajaran statika dan tegangan semester II siswa kelas X Program

Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK N 1 Pajangan tahun ajaran 2014/2015.

Populasi dalam penelitian ini berjumlah 41 siswa kelas X Program

Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK N 1 Pajangan. Data yang telah

diperoleh dari lapangan diwujudkan dalam deskripsi data masing-masing

variabel, baik variabel bebas maupun variabel [Link] data meliputi mean

(M), median (Me), modus (Mo), standar deviasi (SD), dan [Link] ini

adalah deskripsi data dari masing-masing variabel :

1. Variabel Prestasi Belajar Mata Pelajaran Matematika

Data Tingkat Pemahaman Mata Pelajaran Matematika diperoleh melalui

dokumnetasi nilai rapor siswa kelas X Program Keahlian Teknik Gambar

Bangunan SMK N 1 Pajangan tahun ajaran 2014/2015 semester I dengan jumlah

41 siswa.

37
Tabel 03. Daftar Nilai Matematika

NO NAMA NILAI
1 AHMAD SIGIT 80
2 BIBIT RATNA JAYA 80
3 DANDI IRMAWAN 79
4 DIDIK SAPUTRA 80
5 DWI RAHMAT 79
6 EDI PRABOWO 81
7 FIRMAN ARI RAHMADI 79
8 ILHAM NUR SABILA RUSDI 80
9 IS AHMADIN 80
10 ISTI KHOMAH 84
11 MARZOCCHI YUNITA 81
12 MUHAMMAD DANI' FADHILLAH 85
13 MUHAMMAD YUSUF KHOIRONI 81
14 OKTA WAHYU PURNOMO 81
15 QOMARRUDIN 81
16 RISTO ENGGARTIYASTO 80
17 SAPTO RIRENGGO 79
18 SHODIQ WIDAYAT 80
19 YUSTINUS MEILISON A 81
20 MIFTAQUL JANAH 83
21 HENRY CENDEKIAWAN BACHTIAR 78
22 ALIB ABDUL AZIZ 79
23 ALVIN PAMUNGKAS 78
24 BETHA ESDA SANDY OCTAVIAN 78
25 DWI KURNIAWAN 78
26 EDI MARWANTO 78
27 EDI TRIYONO 78
28 FACHRI ARDIAN EKA PRATAMA 78
29 HERI SETIAWAN 79
30 IRVAN YULIANTO 79
31 MUHAMMAD AMRIN WAKHIDIN 88
32 NANDA RIAN ARDIANTO 78
33 RENO SAPUTRA 78
34 RIVALDI FEBRIAN 79
35 SUHADI 78
36 SULCHAN IRWANSYAH 88
`37 TEGUH ANGGORO 78

38
Sambungan Tabel 01. Daftar Nilai Matematika
NO NAMA NILAI
38 UDIN IKA SAPUTRA 78
39 WAHYU PRABOWO 81
40 WINDRO 81
41 YANU IRWANTO 78

Berdasarkan hasil olah data dengan menggunakan bantuan program

SPSS versi 16.0 diperoleh data pemahaman mata pelajaran matematika

sebagai berikut :

Tabel 04. Deskripsi Data Prestasi Belajar Mata Pelajaran Matematika


Nilai Matematika
Mean 80,05
Median 79,47
Mode 78
Std. Deviation 2,479
Variance 6,148
Range 10
Minimum 78
Maximum 88
Sum 3282

Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa variabel prestasi belajar mata

pelajaran Matematika memiliki nilai minimum 78 dan nilai tertinggi 88. Dari data

tersebut diperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 80,05, nilai tengah (median)

sebesar 79,49, modus (mode) sebesar 78, standar deviasi sebesar 2,479 dengan

jumlah nilai total sebesar 3282.

Untuk menghitung banyak kelas interval digunakan rumus K=1+3,3 Log n,

dimana n adalah jumlah sampel penelitian. Diketahui bahwa n berjumlah 41

sehingga diperoleh banyak kelas interval K=1+3,3 Log 41 = 6,322 dibulatkan

kebawah menjadi 6 kelas interval. Rentang data (range) sebesar 10. Panjang

kelas interval masing-masing kelompok yaitu 10 : 6 = 1,67 dibulatkan ke atas

39
menjadi 2. Berikut ini adalah tabel distribusi frekuensi variabel Prestasi Belajar

Mata Pelajaran Matematika

Tabel [Link] Prestasi Belajar Mata Pelajaran Matematika


Frekuensi F. Kumulatif
No. Interval Frekuensi
(%) (%)
1 78 - 79 21 51,22 51,22
2 80 - 81 15 36,59 87,81
3 82 - 83 1 2,44 90,25
4 84 - 85 2 4,88 95,13
5 86 - 87 0 0 95,13
6 88 - 89 2 4,88 100
Jumlah 41 100

Berdasarkan distribusi frekuensi variabel Prestasi Belajar Mata Pelajaran

Matematika dapat digambarkan histogram sebagai berikut :

25

20

15

10

0
78-79 80-81 82-83 84-85 86-87 88-89

Gambar 01. Histogram Prestasi Belajar Mata pelajaran Matematika

Frekuensi variabel Prestasi Belajar Mata Pelajaran Matematika pada

interval 78 - 79 sebanyak 21 siswa (51,22%), interval 80 – 81 sebanyak 15 siswa

(36,59%), interval 82 – 83 sebanyak 1 siswa (2,44%), interval 84 – 85 sebanyak

2 siswa (4,88%), interval 86 – 87 sebanyak 0 siswa (0 %), interval 88 - 89

sebanyak 2 siswa (4,88 %).

40
Berdasarkan data di atas dapat diketahui perolehan nilai prestasi belajar

siswa. Penentuan kecenderungan variabel prestasi belajar mata pelajaran

matematika, tidak digunakan berdasarkan penentuan mean/rata-rata ideal dan

standar deviasi ideal, aka tetapi digunakan nilai kriteria ketuntasan minimal

(KKM). Jika nilai kriteria ketuntasan minimal adalah ≥ 75, maka nilai ketuntasan

belajar siswa dapat dikategorikan dalam empat tingkat, yaitu sangat baik, baik,

cukup, dan kurang. Berdasarkan data tersebut maka dapat dikategorisasikan

prestasi belajar mata pelajaran matematika kelas X program keahliah Teknik

Gambar Bangunan adalah sebagai berikut:

Tabel 06. Distribusi Kecenderungan Frekuensi Variabel Prestasi Belajar


Mata Pelajaran matematika
Frekuensi
No Interval Nilai Kategori
Frekuensi (%)
1 0 - 59 0 0 Kurang

2 60 - 74 0 0 Cukup

3 75 - 89 41 100 Baik
4 90 - 100 0 100 Sangat Baik
Total 41 100
Sumber: SMK N 1 Pajangan

Berdasarkan tabel di atas frekuensi variabel Nilai Mata pelajaran

matematika pada kategori “Sangat Baik” sebanyak 0 siswa atau 0%; yang

termasuk kategori “Baik” sebanyak 41 siswa atau 100%; yang termasuk kategori

“Cukup” sebanyak 0 siswa atau 0%; yang termasuk kategori “Kurang” sebanyak

0 siswa atau 0%.

Skor Mean (M) sebesar 80,05 terletak pada interval nilai 75 - 89. Jadi

dapat dikatakan bahwa tingkat prestasi belajar mata pelajaran matematika siswa

SMK Negeri 1 Pajangan Kelas X semester I Program Keahlian Teknik Gambar

Bangunan tahun ajaran 2014/2015 dalam kategori baik.

41
00

Kurang
Cukup
Baik
100
Sangat Baik

Gambar.02 Prosentase Kecenderungan Frekuensi Variabel Prestasi


Belajar Mata Pelajaran matematika

Dari pie chart tersebut dapat dikategorikan kecenderungan siswa yang

memiliki nilai matematika kurang berjumlah 0%, kecenderungan siswa yang

memiliki nilai matematika cukup berjumlah 0%, kecenderungan siswa yang

memiliki nilai matematika baik berjumlah 100%, dan kecenderungan siswa yang

memiliki nilai matematika sangat baik berjumlah 0%.

2. Variabel Prestasi Belajar Statika dan Tegangan

Data Tingkat Prestasi belajar statika dan tegangan diperoleh melalui

dokumentasi nilai rapor siswa kelas X Program Keahlian Teknik Gambar

Bangunan SMK N 1 Pajangan tahun ajaran 2014/2015 semester II dengan

jumlah 41 siswa.

Tabel 07. Daftar Nilai Statika


NO NAMA NILAI
1 AHMAD SIGIT 85
2 BIBIT RATNA JAYA 80
3 DANDI IRMAWAN 80
4 DIDIK SAPUTRA 80
5 DWI RAHMAT 85
6 EDI PRABOWO 80
7 FIRMAN ARI RAHMADI 80
8 ILHAM NUR SABILA RUSDI 80
9 IS AHMADIN 80

42
Sambungan Tabel 07. Daftar Nilai Statika
NO NAMA NILAI
10 ISTI KHOMAH 88
11 MARZOCCHI YUNITA 88
12 MUHAMMAD DANI' FADHILLAH 80
13 MUHAMMAD YUSUF KHOIRONI 85
14 OKTA WAHYU PURNOMO 80
15 QOMARRUDIN 80
16 RISTO ENGGARTIYASTO 80
17 SAPTO RIRENGGO 79
18 SHODIQ WIDAYAT 80
19 YUSTINUS MEILISON A 79
20 MIFTAQUL JANAH 88
21 HENRY CENDEKIAWAN BACHTIAR 79
22 ALIB ABDUL AZIZ 85
23 ALVIN PAMUNGKAS 80
24 BETHA ESDA SANDY OCTAVIAN 85
25 DWI KURNIAWAN 80
26 EDI MARWANTO 80
27 EDI TRIYONO 80
28 FACHRI ARDIAN EKA PRATAMA 85
29 HERI SETIAWAN 80
30 IRVAN YULIANTO 88
31 MUHAMMAD AMRIN WAKHIDIN 85
32 NANDA RIAN ARDIANTO 80
33 RENO SAPUTRA 78
34 RIVALDI FEBRIAN 78
35 SUHADI 85
36 SULCHAN IRWANSYAH 88
37 TEGUH ANGGORO 78
38 UDIN IKA SAPUTRA 78
39 WAHYU PRABOWO 80
40 WINDRO 85
41 YANU IRWANTO 80

Berdasarkan hasil olah data dengan menggunakan bantuan program

SPSS versi 16.0 diperoleh data Prestasi belajar statika dan tegangan sebagai

berikut :

43
Tabel 08. Deskripsi Data Prestasi Belajar Statika dan Tegangan
Nilai Statika
Mean 81,80
Median 80,00
Mode 80,00
Std. Deviation 3,280
Variance 10,761
Range 10
Minimum 78
Maximum 88
Sum 3354

Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa variabel Prestasi Belajar Statika

dan Tegangan memiliki nilai minimum 78 dan nilai tertinggi 88. Dari data tersebut

diperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 81,80, nilai tengah (median) sebesar

80,00, modus (mode) sebesar 80, standar deviasi sebesar 3,280 dengan jumlah

nilai total sebesar 3354.

Untuk menghitung banyak kelas interval digunakan rumus K=1+3,3 Log n,

dimana n adalah jumlah sampel penelitian. Diketahui bahwa n berjumlah 41

sehingga diperoleh banyak kelas interval K=1+3,3 Log 41 = 6,322 dibulatkan

menjadi 6 kelas interval. Rentang data (range) sebesar 10. Panjang kelas interval

masing-masing kelompok yaitu 10 : 6 = 1,67. Berikut ini adalah tabel distribusi

frekuensi variabel Pemahaman Mata Pelajaran Matematika :

Tabel [Link] Prestasi Belajar Statika dan Tegangan


Frekuensi F. Kumulatif
No. Interval Frekuensi
(%) (%)
1 78 - 79 7 17,07 17,07
2 80 - 81 20 48,78 65,85
3 82 - 83 0 0 65,85
4 84 - 85 9 21,95 87,80
5 86 - 87 0 0 87,80
6 88 - 89 5 12,20 100
Jumlah 41 100

44
Berdasarkan distribusi frekuensi variabel Prestasi Belajar Statika dan

Tegangan dapat digambarkan histogram sebagai berikut :

25

20

15

10

0
78-79 80-81 82-83 84-85 86-87 88-89

Gambar 3. Histogram Prestasi Belajar Statika dan Tegangan

Frekuensi variabel Prestasi Belajar Statika dan Tegangan pada interval

78 - 79 sebanyak 7 siswa (17,07%), interval 79,67 – 80,34 sebanyak 23 siswa

(56,10%) interval 81,34 – 82,01 sebanyak 0 siswa (0% ), interval 83,01 – 83,68

sebanyak 0 siswa ( 0% ), interval 84,68 – 85,35 sebanyak 0 siswa (21,95 %),

interval 86,35 - 88 sebanyak 5 siswa (12,20 %).

Berdasarkan data di atas dapat diketahui perolehan nilai prestasi belajar

siswa. Penentuan kecenderungan variabel prestasi belajar ilmu statika dan

tegangan, tidak digunakan berdasarkan penentuan mean/rata-rata ideal dan

standar deviasi ideal, aka tetapi digunakan nilai kriteria ketuntasan minimal

(KKM). Jika nilai kriteria ketuntasan minimal adalah ≥ 75, maka nilai ketuntasan

belajar siswa dapat dikategorikan dalam empat tingkat, yaitu sangat baik, baik,

cukup, dan kurang. Berdasarkan data tersebut maka dapat dikategorisasikan

prestasi belajar mata pelajaran matematika kelas X program keahliah Teknik

Gambar Bangunan adalah sebagai berikut:

45
Table 10. Distribusi Kecenderungan Frekuensi Variabel Prestasi Belajar
Statika dan Tegangan
Frekuensi
No Interval Nilai Kategori
Frekuensi (%)
1 0 - 59 0 0 Kurang

2 60 - 74 0 0 Cukup

3 75 - 89 41 100 Baik
4 90 - 100 0 100 Sangat Baik
Total 41 100
Sumber: Data Primer

Berdasarkan tabel di atas frekuensi variabel Nilai Mata pelajaran

matematika pada kategori “Sangat Baik” sebanyak 0 siswa atau 0%; yang

termasuk kategori “Baik” sebanyak 41 siswa atau 100%; yang termasuk kategori

“Cukup” sebanyak 0 siswa atau 0%; yang termasuk kategori “Kurang” sebanyak

0 siswa atau 0%.

Skor Mean (M) sebesar 81,80 terletak pada interval nilai 75-89. Jadi

dapat dikatakan bahwa tingkat prestasi belajar statika dan tegangan siswa SMK

Negeri 1 Pajangan Kelas X semester II Program Keahlian Teknik Gambar

Bangunan tahun ajaran 2014/2015 dalam kategori baik

00

Kurang
Cukup
Baik
100
Sangat Baik

Gambar.04 Prosentase Kecenderungan Frekuensi Variabel Prestasi Belajar


Ilmu Statika dan Tegangan.

46
Dari pie chart tersebut dapat dikategorikan kecenderungan siswa yang

memiliki nilai Ilmu statika dan tegangan kurang berjumlah 0%, kecenderungan

siswa yang memiliki nilai Ilmu statika dan tegangan cukup berjumlah 0%,

kecenderungan siswa yang memiliki nilai Ilmu statika dan tegangan baik

berjumlah 100%, dan kecenderungan siswa yang memiliki nilai Ilmu statika dan

tegangan sangat baik berjumlah 0%

B. Hasil Uji Prasyarat Analisis

Sebelum dilakukan uji hipotesis dengan teknik analisis yang digunakan,

ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya adalah distribusi

nilai harus normal, hubungan variabel bebas dan variabel terikat merupakan

hubungan yang linier.

1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh

berdistribusi normal atau tidak. Data dari semua variabel penelitian diuji

normalitasnya menggunakan program Statistic Package for Social Science

(SPSS) versi 16.0 dengan metode nonparametric test- One sample Kolmogorov

Smornov test. Hasil uji normalitas akan dibandingkan dengan harga probabilitas

minimal sebesar 0,05 (5%), jika koefisien probabilitas (p) hasil uji > 0,05 maka

sebaran data berdistribusi normal, begitu pula sebaliknya. Berikut ini adalah data

hasil dari uji normalitas :

Tabel 11 .Hasil Uji Normalitas

No Variabel PHitung PSig Keterangan


1 X dan Y 0,251 > 0,05 Normal

Berdasarkan hasil uji normalitas pada tabel diatas dapat disimpulkan

bahwa variabel pemahaman mata pelajaran matematika dan prestasi belajar ilmu

47
statika dan tengangan memiliki sebaran data yang berdistribusi normal.

Perhitungan selengkapnya dapat dilihat di lampiran.

2. Uji Linearitas

Uji linieritas digunakan untuk mengetahui masing-masing variabel bebas

(X) mempunyai hubungan linier atau tidak dengan variabel terikat (Y).

Pengambilan keputusan untuk uji linieritas ini dilakukan dengan cara melihat nilai

signifikansi deviation from linearity pada tabel anova. Pada uji statistik, nilai

signifikansi deviation from linearity lebih besar (>) dari 0,05 maka dikatakan

hubungan antar variabel X dan variabel Y adalah linear begitu pula sebaliknya.

Uji linearitas dilakukan dengan bantuan program Statistic Package for Social

Science (SPSS) versi 16.0. Berikut ini adalah data hasil uji linearitas :

Tabel [Link] Uji Linearitas

No Variabel p hitung pstandar Keterangan


1 X dan Y 0,257 0,05 Linier

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa p hitung masing-masing variabel

lebih besar dari 0,05. Hal ini berlaku untuk semua variabel bebas dengan

variabel terikat, sehingga dapat dikatakan bahwa semua variabel bebas dengan

variabel terikat memiliki hubungan yang linear.

C. Uji Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara atas rumusan masalah. Untuk

itu hipotesis harus diuji kebenarannya secara empiris. Pengujian hipotesis

penelitian ini, yaitu mengenai terdapat tidaknya hubungan antara variabel bebas

dengan variabel terikat. Pengujian hipotesis dilakukan dengan teknik analisis

korelasi sederhana (product moment)

48
Dalam penelitian ini terdiri dari dua macam hipotesis yaitu hipotesis nol

(Ho) yaitu hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungan antara satu variabel

dengan variabel lainnya, dan hipotesis alternatif (Ha) yaitu hipotesis yang

menyatakan ada hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya.

Hipotesis diuji dengan menggunakan teknik korelasi sederhana (product

moment) yang terdapat dalam program bantu Statistic Package for Sosial

Science (SPSS) versi 16.0.

Sebelum dilakukan uji hipotesis untuk pembuktian hipotesis alternatif

yang diajukan, maka perlu diajukan hipotesis nolnya. Hal ini dimaksudkan agar

dalam pembuktian hipotesis, peneliti mempunyai prasangka dan tidak

terpengaruh dari pernyataan hipotesis alternatif (Ha). Adapun hipotesis nol (Ho)

yang diajukan dalam penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan

antara mata pelajaran matematika dengan prestasi belajar ilmu statika dan

tegangan siswa program studi Teknik Bangunan SMK N 1 Pajangan. Selanjutnya

dilakukan pengujian hipotesis dengan Statistic Package for Sosial Science

(SPSS) versi 16.0.

Pengujian hipotesis menggunakan analisis korelasi sederhana (product

moment). Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan signifikansi

koefisien korelasinya. Dalam penelitian ini hipotesis alternatif (Ha) berbunyi Ada

hubungan yang signifikan antara mata pelajaran matematika dengan prestasi

belajar ilmu statika dan tegangan siswa program studi Teknik Bangunan SMK N

1 Pajangan, sedangkan hipotesis nol (Ho) tidak ada hubungan yang signifikan

antara mata pelajaran matematika dengan prestasi belajar ilmu statika dan

tegangan siswa program studi Teknik Gambar Bangunan SMK N 1 Pajangan.

49
Pengambilan keputusan uji hipotesis ini dilakukan dengan melihat taraf

signifikansi, jika taraf signifikansi > 0,05 maka hipotesis nol (Ho) diterima.

Sebaliknya, apabila taraf signifikansi < 0,05 maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan

sekaligus menerima hipotesis penelitian (Ha). Adapun hasil pengujian hipotesis

pertama dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel [Link] Uji Hipotesis hubungan mata pelajaran matematika dengan


prestasi belajar ilmu statika dan tegangan.

Pearson
Sampel Probabilitas Keputusan
Correlation
41 0,438 0,04 Ho ditolak, Ha diterima

Pada output terlihat koefisien korelasi antara Pemahaman Mata Pelajaran

Matematika dengan Prestasi Belajar Ilmu Statika dan Tegangan yang

menghasilkan angka 0,438. Angka tersebut menunjukkan tingkat korelasi antara

Pemahaman Mata Pelajaran Matematika dengan Prestasi Belajar Ilmu Statika

dan Tegangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat korelasi dikategorikan

sedang. Karena terdapat dalam interval koefisien 0,40–0,599. (Sugiyono

2013:257).

Tabel14. Koefisien korelasi

Koefisien Koreasi Tingkat Hubungan


0.00 – 0.199 Sangat rendah
0.20 – 0.399 Rendah
0.40 – 0.599 Sedang
0.60 – 0.799 Kuat
0.80 – 1.00 Sangat kuat

Berdasarkan nilai probabilitas, jika probabilitas > 0,05 maka tidak terdapat

korelasi, dan sebaliknya jika nilai probabilitas < 0,05 maka terdapat korelasi yang

50
signifikan. Nilai probabiitas pemahaman mata pelajaran matematika dengan

prestasi belajar ilmu statika dan tegangan diperoleh 0,04 < 0,05 maka terdapat

korelasi yang signifikan. Dari hasil analisis tersebut dapat dikatakan bahwa

hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis penelitian(Ha) diterima. Sehingga dapat

ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara mata pelajaran

matematika dengan prestasi belajar ilmu statika dan tegangan siswa kelas X

program studi Teknik Bangunan SMK N 1 Pajangan tahun ajaran 2014/2015.

Interval Koefisien menunjukkan pemahaman mata pelajaran matematika

memberikan sumbangan pengaruh sebesar 0,438 yang berarti prestasi belajar

ilmu statika dan tegangan dapat dipengaruhi oleh pemahaman mata pelajaran

matematika sebesar . Dalam prosentase dapat dilihat 0,438 = 0,19184 atau

19%. sedangkan 81% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam

penelitian ini.

D. Pembahasan Hasil Penelitian


1. hubungan Mata Pelajaran Matematika dengan Prestasi Belajar Ilmu
Statika dan Tegangan Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Gambar
Bangunan SMK N 1 Pajangan Tahun Ajaran 2014/2015.

Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hubungan

mata pelajaran matematika dengan prestasi belajar ilmu statika dan tegangan

Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK N 1 Pajangan

tahun ajaran 2014/2015 termasuk dalam kategori sedang dengan persentase

sebesar 43,8%. Variabel pemahaman mata pelajaran matematika memiliki

kontribusi yang positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa. Hal ini

dibuktikan dengan hasil analisis uji korelasi sederhana (product moment) yang

terdapat dalam program bantu Statistic Package for Sosial Science (SPSS) versi

16.0. Dari uji korelasi sederhana diperoleh nilai taraf signifikansi sebesar 0,04.

Hal ini menunjukkan bahwa nilai koefisien signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,04 <

51
0,05). Untuk nilai koefisien korelasi r diperoleh r(hitung) sebesar 0,438. Jika

dibandingkan dengan rtabel sebesar 0,301 pada taraf signifikansi 5%, maka r(hitung)

lebih besar dari rtabel (0,438> 0,308). Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan

bahwa pemahaman mata pelajaran matematika memiliki kontribusi yang positif

dan signifikan dengan sumbangan efektif sebesar 19% dan sisanya sebesar 81%

dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Berdasarkan hasil tersebut bisa dikatakan bahwa semakin siswa

memahami mata pelajaran pelajaran matematika, maka akan semakin baik pula

prestasi belajar ilmu statika dan tegangan. Hasil penelitian ini konsisten dengan

teori yang dikemukakan oleh Menurut Johnson dan Myklebust (1967 : 244),

Matematika adalah simbolis yang fungsi praktisnya untuk mengekspreksikan

hubungan kuantitatif dan keruangan yaitu menunjukkan kemampuan startegi

dalam merumuskan, menafsirkan dan menyelesaikan model matematika dalam

pemecahan masalah, sedangkan fungsi teoritisnya untuk memudahkan berpikir.

Dalam hal ini menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajari

mengkomunikasikan gagasan dengan symbol table grafik atau diagram untuk

menjelaskan keadaan atau masalah. Masih banyak sekali tokoh-tokoh yang

mendefinisikan tentang definisi matematika selain yang di jabarkan disini akan

tetapi sampai saat ini belum ada kesepakatan yang bulat diantara para

matematikawan tentang definisi matematika. Pada masa lalu dan mungkin

sampai sekarang, tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa matematika

dapat digunakan untuk memprediksi keberhasilan seseorang. Menurut mereka,

jika seorang siswa berhasil mempelajari matematika dengan baik maka ia di

prediksiakan berhasil juga mempelajari mata pelajaran lain. Begitu juga

52
sebaliknya, seorang anak yang kesulitan mempelajari matematika akan kesulitan

juga mempelajari mata pelajaran lain.

Pendidikan matematika di Indonesia, belum pernah memberikan hal yang

menggembirakan baik untuk skala nasional mau pun internasional. Indonesia

masih jauh tertinggal oleh negara-negara lain walaupun di kancah Internasional

secara individu siswa di Indonesia ada yang berprestasi namun hal itu bukan

merupakan potret dari pendidikan di Indonesia. Para guru matematika di

Indonesia berharap agar mata pelajaran matematika dapat lebih baik

[Link] yang sering kita temui di dunia pendidikan yaitu hasil belajar siswa

pada mata pelajaran matematikasangat rendah. Hal ini disebabkan oleh

kurangnya keaktifan siswa di dalam proses belajar mengajar dan kurangnya

keterampilan guru dalam memberikan materi pembelajaran.

Sekarang sudah bukan zamannya lagi pelajaran matematika menjadi

pelajaran yang menakutkan bagi siswa di sekolah. Selama ini matematika

dianggap sebagai ilmu yang abstrak dan kurang mengasyikan, hanya berisi

rumus-rumus, seolah mengawang jauh dan tidak bersinggungan dengan realitas

kehidupan [Link] ternyata pernyataan itu salah, karena matematika

sangat dekat dengan kehidupan kita.

“Mathematics is the key to opportunity.” Matematika adalah kunci kearah

peluang-peluang. Bagi seorang siswa keberhasilan mempelajarinya akan

membuka pintu karir yang cemerlang. Bagi para warga negara, matematika akan

menunjang pengambilan keputusan yang tepat. Bagi suatu negara, matematika

akan menyiapkan warganya untuk bersaing dan berkompetisi di bidang ekonomi

dan teknologi.

53
Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik

mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir

logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama

karena dengan belajar matematika, kita akan belajar bernalar secara kritis, kreatif

dan aktif. Sekaligus pada saat yang sama, kita akan mengamati keberdayaan

matematika (power of mathematics) dan tentunya menumbuh kembangkan

kemampuan learning to learn. Tentunya kemampuan bernalar yang dipunyai

anak didik melalui proses belajar matematika itu akan meningkatkan pula

kesiapannya untuk menjadi lifetime learner atau pemelajar sepanjang hayat.

Dengan matematika ilmu mengalami perkembangan dari kualitatif ke kuantitatif,

sehingga peran matematika sangat penting dalam perkembangan berbagai ilmu

pengetahuan, karena matematika merupakan ilmu deduktif.

Hal tersebut juga di kuatkan oleh pendapat James (1976) “matematika

adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-

konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang

banyak yang terbagi ke dalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis dan geometri”.

([Link] 2011). Peranan dari mata pelajaran matematika ini sangat

berpengaruh terhadap penguasaan-penguasaan mata pelajaran lainya termasuk

terhadap mata pelajaran ilmu statika dan tegangan. Selain itu, peran

pembelajaran matematika yang lain adalah agar mampu mengikuti studi lain

seperti fisika, kimia, arsitektur, farmasi, geografi, ekonomi dan sebagainya, serta

agar para siswa dapat berpikir logis, kritis, dan praktis, beserta sikap positif dan

berjiwa kreatif. Menurut Slameto (2003) faktor-faktor yang mempengaruhi

prestasi belajar dapat digolongkan ke dalam dua golongan yaitu faktor intern

yang bersumber pada diri siswa dan faktor ekstern yang bersumber dari luar diri

54
siswa. Faktor intern terdiri dari kecerdasan atau intelegensi, perhatian, bakat,

minat, motivasi, kematangan, kesiapan dan kelelahan. Sedangkan faktor ekstern

terdiri dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Dalam penelitian ini bisa dikatakan bahwa tingkat prestasi belajar mata

pelajaran matematika merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi

belajar ilmu statika dan tegangan serta memiliki hubungan yang signifikan

terhadap prestasi belajar ilmu statika dan tegangan siswa kelas X semester II

Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK N 1 Pajangan tahun ajaran

2014/2015.

55
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian yang dikemukakan pada

bab sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini

adalah sebagai berikut :

1. Tingkat prestasi belajar mata pelajaran matematika siswa SMK Negeri 1

Pajangan Kelas X semester I Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan

tahun ajaran 2014/2015 dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 80,05.

2. Tingkat prestasi belajar statika dan tegangan siswa SMK Negeri 1 Pajangan

Kelas X semester II Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan tahun

ajaran 2014/2015 dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 81,80

3. Mata pelajaran matematika memiliki hubungan yang positif dan signifikan

terhadap prestasi belajar ilmu statika dan tegangan siswa kelas X Program

Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK N 1 Pajangan tahun ajaran

2014/2015 dengan taraf signifikansi sebesar 0,04 ( < 0,05), nilai koefisien

korelasi rhitung lebih besar dari rtabel (0,438 > 0,308), Koefisien tersebut

menggambarkan bahwa mata pelajaran matematika memberikan

sumbangan efektif sebesar 19% terhadap prestasi belajar ilmu statika dan

tegangan siswa.

B. Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini telah dlaksanakan sebaik mungkin, namun demikian masih

memiliki keterbatasan antara lain :

56
1. Instrumen dalam penelitian ini berupa dokumentasi nilai rapor sehingga

terdapat kemungkinan tidak sesuai dengan prestasi siswa yang sebenarnya,

karena untuk menperoleh nilai kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan

oleh SMK tersebut maka pihak sekolah memaksakan nilai sesuai kriteria

ketuntasan minimal

2. Dalam pengambilan data prestasi belajar mata pelajaran matematika,

peneliti hanya menggunakan metode dokumentasi, yaitu metode

pengumpulan data untuk memperoleh atau mengetahui sesuatu dengan

melihat arsip-arsip atau catatan dokumen yang berhubungan dengan

penelitian. Dalam penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk

mendapatkan data tentang nilai rapor semester 1 tahun ajaran 2014/2015

mata pelajaran Ilmu Statika dan Tegangan peserta didik kelas X Teknik

Gambar Bangunan SMK N 1 Pajangan. Karena keterbatasan peneliti,

penilaian tingkat prestasi belajar mata pelajaran matematika tidak dilakukan

metode pengajaran free test dan post test.

3. Dalam pengambilan data prestasi belajar ilmu statika dan tegangan peneliti

hanya menggunakan metode dokumentasi, yaitu metode pengumpulan data

untuk memperoleh atau mengetahui sesuatu dengan melihat arsip-arsip atau

catatan dokumen yang berhubungan dengan penelitian. Dalam penelitian ini

metode dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data tentang nilai rapor

semester 2 tahun ajaran 2014/2015 mata pelajaran Ilmu Statika dan

Tegangan peserta didik kelas X Teknik Gambar Bangunan SMK N 1

Pajangan. Karena keterbatasan peneliti, penilaian prestasi belajar ilmu

statika dan tegangan tidak dilakukan metode pengajaran free test dan post

test.

57
4. Prestasi belajar ilmu statika dan tegangan berhubungan dengan banyak

variabel yang dapat mempengaruhinya, dalam penelitian ini variabel yang

diteliti hanya tingkat tingkat pemahanan mata pelajaran matematika.

5. Penelitian ini hanya terbatas pada satu sudut pandang, yaitu prestasi belajar

siswa di sekolah, belum mengungkapkan sudut pandang yang

mempengaruhi presati belajar baik di sekolah, lingkungan, atau pun keluarga

C. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan dari penelitian ini, maka

dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut:

1. Bagi Sekolah

a) Tingkat prestasi belajar mata pelajaran matematika memiliki hubungan

positif dengan prestasi belajar ilmu statika dan tegangan, sehingga guru

harus berusaha memberikan pemahaman dan pengertian betapa

pentingnya mata pelajaran matematika kepada siswanya dengan cara

memberikan gambaran tentang fungsi dan kegunaan matematika.

b) Siswa yang prestasi belajar pada mata pelajaran matematika dan ilmu

statika kurang serta penguasaan materinya rendah sebaiknya

ditingkatkan dengan memberikan respond dan tugas-tugas yang dapat

membantu dalam meningkatkan pretasi belajar

c) Hasil penelitian tentang hubungan mata pelajaran matematika dengan

prestasi belajar ilmu statika dan tegangan, sebaiknya dijadikan masukan

dan diimplementasikan agar prestasi belajar ilmu statika dan tegangan

menjadi lebih baik.

2. Bagi Penelitian selanjutnya

58
a) Penelitian lanjutan tentang faktor lain yang memberikan kontribusi

terhadap pemahaman mata pelajaran menghitung, baik statika, kimia,

fisika, ekonomi, dan mata pelajaran yang berhubungan dengan

matematika, dapat diusulkan dimasa yang akan datang agar hasil

prestasi belajar siswa menjadi semakin baik.

b) Penelitian ini memberikan informasi bahwa mata pelajaran matematika

memiliki hubungan positif dengan prestasi belajar ilmu statika dan

tegangan. Untuk itu perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang faktor-

faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar ilmu statika dan tegangan.

59
DAFTAR PUSTAKA

A, Sardiman.(2001), Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Penerbit PT Raja


Grafindo Persada, Jakarta

Abdurrahman, Mulijono. (2009). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar.


Jakarta : Reneka Cipta.

Ahmad, Mudzakir. (1997). Psikologi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.


Ali Muhson. (2005). Diktat Mata Kuliah: Aplikasi Komputer. Pendidikan Ekonomi
FISE UNY.
Arifin, Zaenal. (2012). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.

Ardiansyah, T,N.(2015). Hubungan pemahaman mata pelajaran gambar teknik


dan kreatifitas terhadap prestasi praktik CAD siswa kelas XI Tenik
Permesinan SMK N 2 Depok, Sleman [Link] Universitas
Negeri Yogyakarta

Arikunto, S. 2002. Prosedur Suatu Penelitian: Pendekatan Praktek. Edisi Revisi


Kelima. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.

Arikunto, Suharsimi, (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.


Jakarta: Rineka Cipta

Djamarah (1994). Definisi Prestasi Belajar [Online] di ambil pada 29 mei 2015

Djemari Mardapi. (2008). Teknik penyusunan instrumen tes dan nontes.


Yogyakarta: Mitra Cendekia Press

Dimyati, Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajarn. Jakarta: Penerbit Rineka


Cipta

Fajar Hendro Utomo. (2009). “Araham Pengembangan Sekolah Menengah


Kejuruan Bisnis dan Manajemen Berbasis Sektor Perdagangan di
Kabupaten Tulungagung”. Laporan Penelitian

Firdaus, Fifqi A. (2014). Hubungan Kemampuan Matematis dan kemampuan


penalaran dengan prestasi belajar siswa pada pokok kesetimbangan
benda tegar kelas XI SMA N 1 Godean tahun 2013/2014. Skripsi.
Yogyakarta : F MIPA Universitas Negeri Yogyakarta

Hamalik, Oemar, (2005), Perencanaan Pembelajaran Berdasarkan Pendekatan


Sistem, Jakarta PT. Bumi Aksara

Harjati, Purwiro. (2008). Keterampilan Dasar Mengajar. [online] : tersedia


di[Link] di ambil pada 15 Juni 2015

60
Hetika.(2008). Pembelajaran Menurut Aliran Kognitif. [online] Tersedia:
[Link]
[Link] di ambil pada taggal 25 mei 2015

Herman Hujodo. 2003. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran


[Link]: F MIPA Universitas Negeri Malang

Irwanto. (1997). Psikologi Umum. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Julianto Eko (2014). Hubungan antara prestasi membaca gambar dan prestasi
praktik gambar manual terhadap prestasi mata pelajaran CAD pada siswa
kelas XI Teknik Permesinan SMK Negeri 3 Yogyakarta. Skripsi. FT
Universitas Negeri Yogyakarta

Johnson dan Myklebust (1967). Learning Disabilities: Educational Principles And


Practices, New York Grune and Sratton

Muhibbin Syah, (2012) Psikologi Belajar ,Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Nasution,S 1996. Metode Penelitian Naturalistik-Kualitatif, Tarsito Bandung

Nelly Maghfiroh. (2010). “Upaya Peningkatan Prestasi Belajar melalui Metode


Quantum Teaching pada Pelajaran PKn PADA Siswa Kelas IV SDN
Talang III”. Skripsi. UIN MAULANA MALIK IBRAHIM.

Nurgiyantoro, B. (2012). Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis kompetensi .


Yogyakarta: BPFE

Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002). Departemen Pendidikan Nasional


[Link] Pustaka, Jakarta, Grammedia

____________ (1986). Evaluasi Hasil Belajar. Jakarta. Penerbit. Pustaka Belajar

Purwanto, Agus.(2003). Fisika Matematika 1&2. Surabaya: ITS Press.

Sri Subarinah. (2006). Inovasi Pembelajaran Matematika SD. Jakarta:


Depdiknas.

Sugihartono, dkk. 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press

Sugiyono 20011. Metode Penelitian Administrasi, Bandung: Alfabeta

_________ 2013. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,


Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta

Sunaryo Kartadinata, dkk. (1998). Bimbingan di Sekolah Dasar. Bandung:


Depdikbud.

Suryabrata (2011), Metodologi Penelitian, Jakarta: Raja Grafindo Persada

61
Sutratinah Tirtonegoro.(2001). Penelitian Hasil Belajar Mengajar. Surabaya:
Usaha Nasional

Slameto.(2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta : Rineka


Cipta.

Tim TugasAkhirSkripsi FT UNY (eds). (2013). Pedoman Penyususan TugasAkhir


Skripsi.

Trianto.(2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif : konsep,


Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Jakarta : Kencana Prenada Media Grub

Tu’u, Tulus, 2004, Peran Disipiln pada perilaku dan prestasi Siswa, Jakarta:
Gramedia widiasarana.

Uno, Hamzah B (2007), Teori Motifasi dan Pengukurannya Analisis di Bidang


Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara

Wibowo, M.A. (2009). Hubungan Gaya Belajar dan Minat Baca Siswa dengan
Prestasi Belajar pada Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah Prambanan
Tahun 2008/2009. Yogyakarta : FT Universitas Negeri Yogyakarta

Winkel, (1996). Psikologi Pengajaran, Jakarta, Grasindo

Yusniyah. (2010). “Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar
Siswa MTS Al-Falah Jakarta Timur”. Skripsi. UIN Syarif
Hidayatullah:Jakarta.

62
Hubungan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Matematika dengan
Prestasi Belajar Ilmu Statika dan Tegangan Siswa Kelas X
Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan di SMK N 1
Pajangan.

DAFTAR LAMPIRAN
Daftar Nilai Raport
Matematika
Daftar Nilai Raport Ilmu
Statika dan Tegangan
Analisis Deskriptif
Uji normalitas
Uji Linearitas
Uji Hipotesis
Silabus Matematika dan
Statika
Surat Ijin Penelitian

63
UJI DESKRIPTIF STATISTIK

Statistics
Matematika Statika
N Valid 41 41
Missing 0 0
Mean 80.05 81.80
Std. Error of Mean .387 .512
Median 79.00 80.00
Mode 78 80
Std. Deviation 2.479 3.280
Variance 6.148 10.761
Skewness 1.897 .803
Std. Error of Skewness .369 .369
Kurtosis 3.802 -.846
Std. Error of Kurtosis .724 .724
Range 10 10
Minimum 78 78
Maximum 88 88
Sum 3282 3354
Percentiles 25 78.00 80.00
50 79.00 80.00
75 81.00 85.00

71
Frequency Table

Matematika
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 78 13 31.7 31.7 31.7
79 8 19.5 19.5 51.2
80 7 17.1 17.1 68.3
81 8 19.5 19.5 87.8
83 1 2.4 2.4 90.2
84 1 2.4 2.4 92.7
85 1 2.4 2.4 95.1
88 2 4.9 4.9 100.0
Total 41 100.0 100.0

Statika
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid 78 4 9.8 9.8 9.8
79 3 7.3 7.3 17.1
80 20 48.8 48.8 65.9
85 9 22.0 22.0 87.8
88 5 12.2 12.2 100.0
Total 41 100.0 100.0

72
HISTOGRAM

73
74
UJI NORMALITAS

b
Variables Entered/Removed

Variables Variables
Model Entered Removed Method
a
1 statika . Enter

a. All requested variables entered.

b. Dependent Variable: matematika

b
Model Summary

Adjusted R Std. Error of the


Model R R Square Square Estimate
a
1 .438 .192 .171 2.258

a. Predictors: (Constant), statika

b. Dependent Variable: matematika

b
ANOVA

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.


a
1 Regression 47.103 1 47.103 9.241 .004

Residual 198.799 39 5.097

Total 245.902 40

a. Predictors: (Constant), statika

b. Dependent Variable: matematika

76
a
Coefficients

Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

1 (Constant) 52.988 8.909 5.948 .000

statika .331 .109 .438 3.040 .004

a. Dependent Variable: matematika

a
Residuals Statistics

Minimum Maximum Mean Std. Deviation N

Predicted Value 78.79 82.10 80.05 1.085 41

Residual -3.106 6.894 .000 2.229 41

Std. Predicted Value -1.160 1.889 .000 1.000 41

Std. Residual -1.376 3.054 .000 .987 41

a. Dependent Variable: matematika

77
NPar Tests

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized
Residual

N 41
a
Normal Parameters Mean .0000000

Std. Deviation 2.22934638

Most Extreme Differences Absolute .159

Positive .159

Negative -.111

Kolmogorov-Smirnov Z 1.018

Asymp. Sig. (2-tailed) .251


a. Test distribution is Normal.

78
UJI LINEAR

Case Processing Summary

Cases

Included Excluded Total

N Percent N Percent N Percent

statika * matematika 41 100.0% 0 .0% 41 100.0%

Report

statika

matema
tika Mean N Std. Deviation

78 80.62 13 2.631

79 81.88 8 3.603

80 80.71 7 1.890

81 82.12 8 3.357

83 88.00 1 .

84 88.00 1 .

85 80.00 1 .

88 86.50 2 2.121

Total 81.80 41 3.280

80
ANOVA Table

Sum of Mean
Squares df Square F Sig.

statika * Between Groups (Combined) 151.684 7 21.669 2.565 .032


matematika
Linearity 82.451 1 82.451 9.761 .004

Deviation from Linearity 69.232 6 11.539 1.366 .257

Within Groups 278.755 33 8.447

Total 430.439 40

Measures of Association

R R Squared Eta Eta Squared

statika * matematika .438 .192 .594 .352

81
UJI KORELASI

Correlations
matematika statika
matematika Pearson
1 .438**
Correlation
Sig. (2-tailed) .004
N 41 41
statika Pearson
.438** 1
Correlation
Sig. (2-tailed) .004
N 41 41
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

83
BAB 1 PENDAHULUAN
LAMPIRAN 8
SILABUS
MATEMATIKA DAN STATIKA

84

Anda mungkin juga menyukai