100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
33 tayangan8 halaman

Strategi Keperawatan Harga Diri Rendah

Dokumen tersebut merangkum strategi pelaksanaan tindakan keperawatan pada klien dengan gangguan harga diri rendah melalui tiga tahap, yaitu identifikasi kemampuan positif klien, membantu klien menilai kemampuan, dan membantu klien memilih kemampuan untuk dilatih. Tindakan keperawatan dilakukan dengan komunikasi terapeutik dan latihan kemampuan seperti merapikan tempat tidur, mencuci piring

Diunggah oleh

Hanna Irma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
33 tayangan8 halaman

Strategi Keperawatan Harga Diri Rendah

Dokumen tersebut merangkum strategi pelaksanaan tindakan keperawatan pada klien dengan gangguan harga diri rendah melalui tiga tahap, yaitu identifikasi kemampuan positif klien, membantu klien menilai kemampuan, dan membantu klien memilih kemampuan untuk dilatih. Tindakan keperawatan dilakukan dengan komunikasi terapeutik dan latihan kemampuan seperti merapikan tempat tidur, mencuci piring

Diunggah oleh

Hanna Irma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEPERAWATAN JIWA

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

KLIEN DENGAN GANGGUAN HARGA DIRI RENDAH

Disusun oleh :

Hana Irma Ainun Yasin 20214663033

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

2021

Proses Keperawatan
a. Kondisi klien: Ibu XX mengatakan sedih dan tidak berguna karena hingga saat
ini ia belum bisa memberikan keturunan, selama 2minggu pasien mengurung diri,
enggan bersosialisasi, bahkan enggan berbicara.

b. Diagnosis keperawatan: Harga Diri Rendah Situasional

SP 1: Identifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki klien

c. Tujuan:

- TUM : Pasien memiliki konsep diri yang positif.

- Tuk 1 : Pasien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat

Tuk 2 : Pasien dapat mengidentifikasi aspek positif dan kemampuan yang


dimiliki.

Tuk 3 : Pasien dapat menilai kemampuan yang dimiliki untuk dilaksanakan.

Tuk 4 : Pasien dapat merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang


dimiliki.

Tuk 5 : Pasien dapat melakukan latihan kemampuan sesuai rencana

d. Tindakan keperawatan

1. Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi


terapeutik

2. Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien

3. Membantu pasien menilai kemampuan yang masih dapat digunakan

4. Membantu pasien memilih atau menetapkan kemampuan yang akan dilatih

5. Melatih kemampuan yang sudah dipilih dan meibuusun jadwal pelaksanaan


kemampuan yang telah dilatih dalam rencana harian.

e. Strategi pelaksanaan

Orientasi:

1) Salam Terapeutik “selamat pagi Ibu, perkenalan nama Perawat Hana yang
dinas di ruangan ini. Hari ini saya dinas dari jam 7 pagi sampai jam 2 siang. Saya
yang akan merawat selama ibu di rumah sakit ini.”Nama Ibu siapa? Senangnya
dipanggil apa?”

2) Validasi: “Bagaimana keadaan ibu hari ini ? ibu terlihat segar“


3) Kontrak: ”Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang kemampuan dan
kegiatan yang pernah ibu lakukan? Setelah itu kita akan nilai kegiatan mana yang
masih dapat ibu lakukan. Setelah itu kita akan pilih satu kegiatan untuk dilatih?
Kira-kira berapa lama? bagaimana kalau 20 menit?” Tempat: “Dimana kita
duduk ? bagaimana kalau di ruang tamu?”.

4) Kerja: “kegiatan apa saja yang Ibu sukai? saya buat daftarnya ya! Apa pula
kegiatan rumah tangga yang biasa ibu lakukan? bagaimana dengan merapikan
kamar? menyapu ? mencuci piring? Wah, bagus sekali ada lima kemampuan dan
kegiatan yang masih dapat Ibu lakukan selagi di ruma sakit, sekarang, coba Ibu
pilih kegiatan pertama. Baik, yang nomor satu, merapikan tempat tidur? Kalau
begitu, bagaimana kalau sekarang kita latihan merapikan tempat tidur Ibu, mari
kita lihat tempat tidur Ibu, coba lihat, sudah rapikah tempat tiduribua?” “Nah
kalau kita mau merapikan tempat tidur, mari kita pindahkan dulu bantal dan
selimutnya. Bagus! Sekarang kita angkat spreinya, dan kasurnya kita balik. ”Nah,
sekarang kita pasang lagi spreinya, kita mulai dari arah atas, ya bagus! Sekarang
sebelah kaki, tarik dan masukkan, lalu sebelah pinggir masukkan. Sekarang ambil
bantal, rapihkan, dan letakkan di sebelah atas/kepala. Mari kita lipat selimut, nah
letakkan sebelah bawah/kaki. Bagus!” ”Ibu sudah bisa merapikan tempat tidur
dengan baik sekali. Coba perhatikan bedakan dengan sebelum dirapikan? Bagus”
“Coba Ibu lakukan dan jangan lupa memberi tanda di kertas daftar kegiatan, tulis
M (mandiri) kalau Ibu lakukan tanpa disuruh, tulis B (bantuan) kalau Ibu
melakukan dengan dibantu, dan kalau T (tidak) kalau Ibu tidak melakukan.

5) Terminasi. Evaluasi pasien terhadap tindakan keperawatan

a) Evaluasi Subyektif: “Bagaimana perasaan Ibu setelah kita bercakap-cakap dan


latihan merapihkan tempat tidur ?”

b) Evaluasi Obyektif: Pasien dapat membina hubungan saling percaya.

c) Tindak lanjut pasien: “Ya, ternyata Ibu memiliki kegiatan yang dapat dilakukan
di rumah sakit ini. Salah satunya, merapikan tempat tidur, yang sudah Ibu
praktekkan dengan baik sekali. Nah kemampuan ini dapat dilakukan juga di
rumah setelah pulang. Sekarang mari kita masukkan pada jadwal harian. Ibu mau
berapa kali sehari merapikan tempat tidur? Bagus, dua kali, yaitu pagi jam
berapa? Lalu sehabis istirahat jam 4 sore” “baiklah, besok pagi kita latihan lagi
kemampuan yang kedua. Ibu masih ingat kegiatan apa lagi yang mampu
dilakukan di rumah selain merapikan tempat tidur? yaa bagus, cuci piring”
Waktu : “kalau begitu kita akan latihan mencuci piring besok jam 8 pagi”
Tempat:“di dapur ruangan ini sehabis makan pagi. Sampai jumpa ya”

SP 2 : Membantu klien menilai kemampuan yang dapat digunakan

a. Tujuan:
TUM : Pasien memiliki konsep diri yang positif.

- Tuk 1: Pasien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat

- Tuk 2: Pasien mampu melakukan kegiatan lain yang sesuai dengan kemampuan
pasien.

- Tuk 3: Pasien mampu untuk melanjutkan kemampuan lain hingga semua


kemampuan dilatih.

- Tuk 4: Pasien mampu menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk


meningkatkan harga diriibua.

b. Tindakan keperawatan.

1. Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi


terapeutik.

2. Melatih pasien melakukan kegiatan lain yang sesuai dengan kemampuan


pasien.

3. Melatih pasien untuk melanjutkan kemampuan lain hingga semua kemampuan


dilatih.

4. Setiap kemampuan yang dimiliki akan meningkatkan harga diri pasien.

c. Strategi Pelaksanaan

Orientasi: 1. Salam Terapeutik “selamat pagi Ibu, saya perawat hana yang dinas di
ruangan ini. Saya yang akan merawat selama Ibu di rumah sakit ini

2. Validasi “Selamat pagi, bagaimana perasaan Ibu pagi ini?“

3. Kontrak Topik : ”Apakah sudah mencoba merapikan tempat tidur tadi pagi?
bagus, kalau sudah dilakukan, (kalau belum bantu lagi) sekarang kita akan latihan
kemampuan kedua. Masih ingat apa kegiatan itu?” Waktu: “Waktunya sekitar 15
menit. Mari kita ke dapur!” Tempat: “yaa benar, kita akan latihan mencuci piring
di dapur”.

4. Kerja: “Ibu sebelum kita mencuci piring kita perlu siapkan dulu
perlengkapaIbuya, yaitu spons untuk membersihkan piring, sabun khusus untuk
mencuci piring, dan air untuk membilas, Ibu bisa menggunakan air yang mengalir
dari kran ini. Oh ya jangan lupa sediakan tempat sampah untuk membuang sisa-
makanan. “Sekarang saya perlihatkan dulu ya caraibua” “Setelah semuanya
perlengkapan tersedia, Ibu ambil satu piring kotor, lalu buang dulu sisa kotoran
yang ada di piring tersebut ke tempat sampah. Kemudian Ibu bersihkan piring
tersebut dengan menggunakan spons yang sudah diberikan sabun pencuci piring.
Setelah selesai disabuni, bilas dengan air bersih sampai tidak ada busa sabun
sedikitpun di piring tersebut. Setelah itu Ibu bisa mengeringkan piring yang sudah
bersih tadi di rak yang sudah tersedia di dapur. Nah selesai… “Sekarang coba Ibu
yang melakukan…” “Bagus sekali, Ibu dapat mempraktekkan cuci pring dengan
baik. Sekarang dilap tangaIbuya”

5. Terminasi. Evaluasi pasien terhadap tindakan keperawatan

a) Evaluasi Subyektif : “Bagaimana perasaan Ibu setelah latihan cuci piring ?”

b) Evaluasi Obyektif : Pasien dapat membina hubungan saling percaya.

c) Tindak lanjut pasien :“Bagaimana jika kegiatan cuci piring ini dimasukkan
menjadi kegiatan sehari-hari, Ibu mau berapa kali mencuci piring? bagus sekali,
Ibu mencuci piring tiga kali setelah makan.

d) Kontrak yang akan datang Topik :“Besok kita akan latihan untuk kemampuan ketiga,
setelah merapikan tempat tidur dan cuci piring. Masih ingat kegiatan apakah itu?
yaa benar kita akan latihan mengepel” Waktu : “Mau jam berapa ? Sama seperti
sekarang ? Sampai jumpa”

SP 3 : Membantu klien memilih atau menetapkan kemampuan yang akan


dipilih

a. Tujuan : klien mampu menilai kemampuan yang dimiliki

b. Strategi pelaksanaan

Orientasi

1. Salam Terapeutik. “Assalamualaikum. Apakah Ibu masih ingat dengan


saya? Sesuai janji kemarin, saya datang lagi.

2. Validasi. Bagaimana perasaan Ibu hari ini? Bagaimana dengan perasaan negatif
yang Ibu rasakan? Bagus berarti perasaan tidak berguna yang Ibu rasakan sudah
berkurang. Bagaimana dengan jadwalibua? Boleh saya lihat? Yang merapikan
tempat tidur sudah dikerjakan. Bagus sekali, boleh saya lihat kamar tiduribua?
Tempat tiduribua rapi sekali. Untuk cuci piringibua sudah dikerjakan sesuai
jadwal, coba kita lihat tempat cuci?  Bersih sekali tidak ada piring dan gelas yang
kotor, semua sudah rapi di rak [Link] luar biasa semua kegiatan dikerjakan
sesuai lalu apa manfaat yang Ibu rasakan dengan melaukan kegiatan secara
terjadwal?”

3. Kontrak. “Sekarang kita akan kita akan lanjutkan latihan kegiatan yang ketiga.


Hari kita mau latihan menyapu kan? Tujuan pertemuan pagi ini adalah untuk
berlatih menyaapu sehingga Ibu dapat menyapu dengan baik dan merasakan
manfaat dari kegiatan menyapu. Ibu    mau menyapu dimana? Bagaimana kalau
dikamar Ibu bu?”

4. Kerja. “Baik menurut Ibu, apa saja yang kita perlukan untuk menyapu lantai?,
bagus sebelum mulai menyapu kita perlu meibuiapkan sapu dan pengki.
Bagaimana cara menyapu yang biasa Ibu lakukan? Yah bagus jadi menyapu kita
lakukan  dari arah sudut ruangan. Menyapu juga dilakukan dibawah meja dan
kursi, bila perlu meja dan menyapu digeser, agar dapat menyapu pada bagian
lantaiibua dengan lebih bersih. Begitu juga untuk dibawah kolong tempat tidur
perlu disapu. Mari kita mulai berlatih bu? yaa bagus sekali Ibu menyapu dengan
bersih. Menurut Ibu bagaimana perbedaan setelah ruangan ini disapu
dibandingkan tadi sebelum disapu?”

5. Terminasi. Evaluasi pasien terhadap tindakan keperawatan

a)  Evaluasi subjektif: “Bagaimana perasaan ibu setelah kita latihan menyapu?”

b) Evaluasi objektif: “Nah coba ibu sebutkan lagi langkah-langkah menyapu yang
baik ? Bagus bu.”

3.   Rencana tindak  lanjut: “Sekarang mari kita masukan dalam jadwal harian ibu,
mau berapa kali Ibu melakukannya? Bagus 2 kali, jam berapa Ibu mau
melakukannya, jadi Ibu mau melakukannya jam 8 pagi dan jam 5 sore. Jika Ibu
melakukannya tanpa diingatkan perawat Ibu beri tanda M, tapi kalau Ibu mencuci
piring dibantu atau diingatkan perawat Ibu tanda B, tapi kalau Ibu tidak
melakukannya Ibu ber tanda T.”

4.   Kontrak yang akan datang: “Baik, besok saya akan kembali lagi untuk melatih
kemampuan Ibu yang keempat. Ibu mau jam berapa? Baik jam 10 pagi ya.
Tempatnya dimana bu? bagaimana kalau disini saja, jadi besok kita ketemu lagi
disini jam 10 yaa. Assalamualaikum Ibu.”

SP 4: Melatih kemampuan yang dipilih klien

a. Strategi pelaksanaan

 Orientasi

1. Salam Terapeutik: “Assalamualaikum ibu. Apakah ibu masih ingat dengan


saya? Sesuai janji saya kemarin saya datang lagi.

2. Validasi

Bagaimana perasaan ibu pagi ini? Bagaimana dengan perasaan negatif yang ibu
rasakan? bagus sekali berarti perasaan tidak berguna yang ibu rasakan sudah
berkurang. Bagaimana dengan jadwalnya? boleh saya lihat bu? yang merapikan
tempat tidur sudah dikerjakan. Bagus sekali, boleh saya lihat kamar tidurnya?
tempat tidurnya rapi sekali.  Untuk cuci piringnya sudah dikerjakan sesuai jadwal,
coba kita lihat tempat cuci piringnya ya? bagus bersih sekali tidak ada piring dan
gelas yang kotor, semua sudah rapi di rak piring dan dengan menyapu? bagus
lantai kamar ibu juga sudah bersih, wah luar biasa smua kegiatan dikerjakan
sesuai jadwal lalu apa manfaat yang ibu rasakan dengan melakukan kegiatan
secara terjadwal?”

3.   Kontrak: “Sekarang kita akan kita akan lanjutkan latihan kegiatan yang
keempat. Hari kita mau latihan mencuci pakaian kan? Tujuan pertemuan pagi ini
adalah untuk berlatih menyapu sehingga ibu dapat mencuci pakaian dengan baik
dan merasakan manfaat dari kegiatan menyapu. Kita akan melakukan latihan
mencuci pakaian selama 30 menit bu. Mari bu kita ke kamar mandi?”

4. Kerja: “Baik menurut ibu, apa saja yang kita perlukan untuk mencuci pakaian?
bagus sebelum mulai kita menyapu kita perlu menyiapkan ember, deterjen, sikat,
dan air. Bagaimana cara mencuci pakaian yang biasa ibu lakukan? Yah bagus jadi
sebelum kita mencuci pakaian kita pisahkan pakaian yang bewarna dengan
pakaian putih, kemudian masukan deterjen secukupnya disesuaikan dengan
jumlah baju dan tambahkan air sampai adanya busa, masukan pakaian yang kotor
tadi rendam 10-15 menit. Setelah 10-15 menit kucek pakaian sampai bersih,
apabila ada noda yang tidak mau dikucek maka ibu bisa mengunakan sikat.
Kemudian bilas pakaian sampai busanya hilang kemudian pakaian bisa dijemur.
Ayo kita coba yaa bu, bagus sekali ibu mencuci pakaian dengan bersih. Menurut
ibu bagaimana perbedaan pakaian setelah dicuci dibandingkan tadi sebelum
dicuci?”

 5. Terminasi. Evaluasi pasien terhadap tindakan keperawatan

Evaluasi subjektif: “Bagaimana perasaan ibu setelah kita latihan mencuci


pakaian?”

Evaluasi objektif: “Nah coba ibu sebutkan lagi langkah-langkah mencuci yang


baik bu? Bagus bu.”

6. Rencana tindak  lanjut: “Sekarang mari kita masukan dalam jadwal harian ibu,
mau berapa kali ibu melakukannya? Bagus 2 kali seminggu, hari apa saja ibu mau
melakukannya? jadi ibu mau melakukannya hari rabu dan minggu? Jika ibu
melakukannya tanpa diingatkan perawat ibu beri tanda M, tapi kalau ibu mencuci
piring dibantu atau diingatkan perawat ibu beri tanda B, tapi kalau ibu tidak
melakukannya ibu beri tanda T.”

7. Kontrak yang akan datang: “Baik, besok saya akan kembali lagi untuk
berbicara tentang kebersihan diri ibu ya. Ibu mau jam berapa? Baik jam 10 pagi
ya. Tempatnya dimana ibu? bagaimana kalau disini saja, jadi besok kita ketemu
lagi disini jam 10 yaa, Assalamualaikum ibu.

Anda mungkin juga menyukai