0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan20 halaman

Manfaat Sanitasi untuk Operasional Hotel

Makalah ini membahas tentang sanitasi hotel dengan mendefinisikan hotel, menjelaskan peranan hygiene dan sanitasi hotel, penerapan hygiene dan sanitasi di hotel, pentingnya menjaga hygiene dan sanitasi hotel, serta pengaruh hygiene dan sanitasi terhadap kepuasan tamu."

Diunggah oleh

Eka Lidya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan20 halaman

Manfaat Sanitasi untuk Operasional Hotel

Makalah ini membahas tentang sanitasi hotel dengan mendefinisikan hotel, menjelaskan peranan hygiene dan sanitasi hotel, penerapan hygiene dan sanitasi di hotel, pentingnya menjaga hygiene dan sanitasi hotel, serta pengaruh hygiene dan sanitasi terhadap kepuasan tamu."

Diunggah oleh

Eka Lidya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

SANITASI HOTEL

Dosen pengampu : Dr. ferizal masra, SKM., [Link]

DISUSUN OLEH KELOMPOK II :


1. DICKY NANDA RHAMADAN (2013451058)

2. DEDI SAPUTRA DAU (2013451052)

3. EKA LIDYA (2013451060)

4. INTAN SAFIRA (2013451071)

5. M. FAJRI DARMAWAN (2013451085)

6. MUHAMMAD FACHRI NASA (2013451091)

7. MUHAMMAD NURSAL FADIL (2013451092)

8. NELYANA PUTRI ( 2013451099 )

9. NI MADE DWI FITRIA (2013451099)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TANJUNG KARANG

JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN

2022/2023

i
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.
Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Bandar Lampung, 01 februari 2022

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGHANTAR.........................................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................................iii
BAB I......................................................................................................................................4
PENDAHULUAN..................................................................................................................4
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah..................................................................................................5
1.3 Tujuan praktikum dan Manfaat...........................................................................5
BAB II.....................................................................................................................................6
PEMBAHASAN.....................................................................................................................6
A. PENGERTIAN HOTEL...............................................................................................6
B. PERANAN HYGIENE DAN SANITASI HOTEL......................................................8
C. PENERAPAN HYGIENE DAN SANITASI HOTEL.................................................9
D. PENTINGNYA MENJAGA HYGIENE DAN SANITASI HOTEL........................17
E. PENGARUH HYGIENE DAN SANITASI KAMAR, MAKANAN,MINUMAN
DAN LINGKUNGAN HOTEL TERHADAP KEPUASAN TAMU.........................18
BAB III.................................................................................................................................19
PENUTUP............................................................................................................................19
3.1 Kesimpulan...........................................................................................................19
3.2 Saran.....................................................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................20

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Permenkes No. 80 tahun 1990 mengenai persyaratan kesehatan hotel dan
Keputusan Dirjen PPM dan PLP No. 95 Tahun 1991 tentang Penilaian
pemeriksaan kesehatan hotel. Usaha penyehatan lingkungan pada tempat
tempat umum merupakan upaya untuk mengamankan lingkungan melalui
perbaikan dan pengawasan kualitas lingkungan. Salah satu yang menjadi bagian
dari penyehatan tempat tempat umum adalah sanitasi perhotelan. Industry
perhotelan merupakan salah satu sarana pariwisata memiliki peran penting
dalam peningkatan pendapatan di bidang pariwisata. hotel merupakan suatu
industri atau usaha jasa dengan pengelolaan secara komersial (Pertiwi dan
Andrisni, 2016).
Penyelenggaraan persyaratan kesehatan lingkungan pada tempat tempat
umum merupakan contoh upaya yang harus dilakukan dalam peningkatan
derajat kesehatan masyarakat. Dalam industry kepariwisataan, perhotelan
adalah sector industry bergerak di bidang jasa, dimana hotel dimintai
pertanggungjawaban terkait kepuasan kepada tamu baik dari fasilitas yang
disediakan. Oleh karena itu, pihak hotel harus bisa mewujudkan suasana yang
dibutuhkan oleh tamu, missal dengan cara peningkatan hygiene dan sanitasi di
semua departemen.
Penanganan kegiatan hygiene dan sanitasi yang relefan dengan menejemen
perhotelan (keselamatan dan kesehatan kerja) diantaranya mencakup
peningkatan kebersihan kamar hotel, menciptakan lingkungan hotel yang bersih
dan sehat makanan dan minuman yang hygienis sehingga dapat memberikan
kepuasan tamu hotel.

4
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa Pengertian Sanitas Hotel?
2. Apa Peranan Hygiene dan Sanitasi Hotel?
3. Bagaiaman Penerapan Hygiene dan Sanitasi Hotel?
4. Mengapa Pentingnya Menjaga Hygiene dan Sanitasi Hotel?
5. Bagaimana Pengaruh Hygiene dan Sanitasi Kamat, Makanan, Minuman dan
6. Lingkungan Hotel terhadap kepuasan tamu?

1.3 TUJUAN PRAKTIKUM


1. Untuk mengetahui Pengertian Sanitas Hotel
2. Untuk mengetahui Peranan Hygiene dan Sanitasi Hotel
3. Untuk mengetahui Penerapan Hygiene dan Sanitasi Hotel 4. Untuk
mengetahui Pentingnya Menjaga Hygiene dan Sanitasi Hotel
4. Untuk Mengetahui Pengaruh Hygiene dan Sanitasi Kamat, Makanan,
Minuman din Lingkungan Hotel terhadap kepuasan tamu

1.4 MANFAAT PRAKTIKUM


Makalah ini dibuat dengan tujuan mengahrapkan agar pembaca dapat memahami
serta menambah wawasan tentang Sanitasi Hotel.

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN HOTEL
Pengertian hotel menurut Hotel Propietors Act, 1956 dalam buku Sulastiyono

(2006: 5) adalah: "Hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh


pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan dan minuman dan
fasilitas kamar untuk tidur kepada orang-orang yang sedang melakukan
perjalanan dan mampu membayar dengan jumlah yang wajar sesuai dengan
pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian khusus (perjanjian tanpa
membeli barang yang disertai dengan perundinganperundingan sebelumnya)."

Pengertian hotel yang dimuat oleh Grolier Electronic Publishing Inc. (1995)
dalam buku Sulastiyono (2006: 6) menyebutkan bahwa "Hotel adalah usaha
komersial yang menyediakan tempat menginap, makanan, dan pelayanan-
pelayanan lain untuk umum."
1. Selanjutnya dijelaskan oleh United State Lodging Industry dalam Sulastiyono
(2006: 6) menyebutkan bahwa, yang utama hotel dibagi menjadi empat jenis
yaitu: 1. Transient Hotel, adalah hotel yang letaknya/lokasinya di tengah kota
dengan jenis tamu yang menginap sebagian besar adalah untuk urusan bisnis
atau turis
2. Residential Hotel, adalah hotel yang pada dasarnya merupakan rumah-rumah
berbentuk apartemen dengan kamar-kamarnya, dan disewakan secara bulanan
atau tahunan. Residential Hotel juga menyediakan kemudahan- kemudahan
seperti layaknya hotel, seperti restoran, pelayanan makanan yang diantar ke
kamar, dan pelayanan kebersihan kamar.

3. Resort Hotel, adalah hotel yang pada umumnya berlokasi ditempat-tempat


wisata, dan menyediakan tempat-tempat rekreasi dan juga ruang serta fasilitas
konferensi untuk tamu-tamunya.

6
Dengan mengacu pada pengertian-pengertian tersebut di atas, dan untuk
menertibkan perhotelan di Indonesia, pemerintah menurunkan peraturan yang
dituangkan dalam Menparpostel (Mentri Pariwisata, Pos, dan
Telekomunikasi) No. KM 37/PW 340/MPPT-86, tentang Peraturan Usaha dan
Penggolongan Hotel. Bab 1, Pasal 1. Ayat (b) dalam SK tersebut
menyebutkan bahwa: Hotel adalah suatu. jenis akomodasi yang
mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa
penginapan, makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya yang
dikelola secara komersial. Sedangkan menurut SK Mentri Perhubungan No.
Pm 10/Pw. 301/Phb. 77, hotel adalah suatu bentuk akomodasi yang dikelola
secara komersial, disediakan bagi setiap orang yang memperoleh pelayanan
dan penginapan berikut makan dan minum.. Dalam Surat Keputusan Menteri
Perhubungan No. 241/1/1970, hotel adalah perusahaan yang menyediakan
jasa dalam bentuk akomodasi serta menyediakan hidangan dan fasilitas
lainnya dalam hotel untuk umum yang memenuhi syarat comfort dan
bertujuan komersial dalam jasa tersebut.
Dari pengertian pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. Hotel adalah suatu usaha komersial.
2. Hotel diperuntukkan untuk umum
3. Hotel mempunyai sistem pelayanan.
4. Hotel menggunakan sebagian atau seluruh bangunan yang ada. Selama
tamu tinggal di hotel, tamu pasti memerlukan berbagai fasilitas seperti
telepon. mencucikan pakaian, TV, kolam renang, dan lain-lain.
5. Hotel memiliki fasilitas akomodasi (kamar), makan, dan minum, 2.
Pengertian Food and Beverange Product Secara umum Food and Beverange
Product adalah salah satu bagian dari Food and Beverange Departement yang
mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap pengadaan bahan makanan,
pengolahan makanan serta penyajian yang baik dari kualitas dan kuantitas.

7
B. Pengertian Dan Peranan Hygiene dan Sanitasi Hotel

Sanitasi adalah usaha pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan fisik


manusia yang mempengaruhi atau mungkin dipengaruhi, sehingga merugikan
perkembangan fisik, kesehatan, dan kelangsungan hidup. Pengertian sanitasi
lebih mengarah pada usaha konkret dalam mewujudkan kondisi higienis dan
usaha ini dinyatakan dengan gerakan di lapangan berupa pembersihan,
penataan, sterilisasi, penyemprotan hama. dan sejenisnya.
Sanitasi menunit WHO adalah suatu usaha yang mengawasi beberapa faktor
lingkungan fisik yang berpengaruh kepada manusia, tentama terhadap halhal
yang mempunyai efek merusak perkembangan fisik, kesehatan, dan
kelangsungan hidup. Sanitasi makanan adalah meliputi kegiatan usaha yang
ditunjukkan kepada kebersihan dan kemurnian makanan agar tidak
menimbulkan penyakit (Nyoman Sukana Sabudi, 2000:4)
Hygiene (ilmu kesehatan) adalah ilmu yang mempelajari cam-cara yang
berguna bagi kesehatan. Secara garis besar perbedaan antara hygiene dan
sanitasi adalah terletak pada hal bahwa hygiene lebih mengarahkan
keaktifannya kepada manusia (perseorangan atau masyarakat umum)
sedangkan sanitasi lebih menitik. beratkan pengendalian faktor-faktor
lingkungan hidup manusia Hotel yang saniter akan sangat menunjang dalam
memberikan kepuasan kepada para pengunjung. Dalam hal ini sanitasi dapat
mempunyai peranan Phisik dan Psikologi.
a Peranan Fisik
Sanitasi diharapkan dapat memberikan jaminan kebersihan umum di luar atau
di dalam bangunan hotel. Pengertian kebersihan disini dalam arti luas yang
meliputi: kebersihan air, makanan minuman, kuman-kuman dapur, WC,
peralatan serta bebas dari ganguan serangga dan binatang pengerat (Tikus).
b. Peranan Psikologis
Peranan sanitasi hotel disini adalah dapat menjamin rasa kepuasan dari para
tamu/pengunjung hotel tersebut maupun para karyawan/pengelolaan hotel.
Kepuasan tersebut dalam arti memberikan rasa "relax", comfort. security,
safety dan Privacy.

8
Sanitasi hotel mempunyai manfaat yaitu :
a. Manfaat dari segi kesehatan
b. Menjamin lingkungan kerja yang saniter.
c. Melindungi tamu maupun karyawan hotel dari gangguan faktor lingkungan
yang merugikan kesehatan fisik maupun mental.
d. Mencegah terjadinya penularan penyakit dan penyakit akibat kerja.
e. Mencegah terjadinya kecelakaan.
f. Manfaat dari segi "Business Operational Hotel.
g. Keadaan hotel yang saniter sangat berguna untuk "Sales Promotion" yang
secara tidak langsung dapat meningkatkan jumlah tamu.
h. Meningkatkan nilai peringkat dari hotel tersebut.

Peranan Higiene din Sanitasi Dalam Menjaga Kualitas Makanan


a. Untuk menjamin kesehatan dan keamanan makanan pada saat dikonsumsi
oleh tamu.
b. Untuk mencegah terjadinya complain dari tamu.
c. Menjamin kepuasaan tamu, memenuhi kebutuhan tamu. d) Kualitas yang
dihasilkandapat mencerminkan keadaan hotel itu
C. Penerapan Hygiene dan Sanitasi Hotel
Masalah hygiene tidak dapat dipisahkan dan masalah sanitasi, dan pada
kegiatan pengolahan makanan masalah sanitasi dan hygiene dilaksanakan
bersama sama. Kebiasaan hidup bersih, bekerja bersih sangat membantu
dalam mengolah makanan yang bersih pula. Ruang Engkup hygiene meliputi:
1. Hygiene perorangan
2. Hygiene makanan dan minuman
3. Klasifikasi
Untuk melaksanakan higiene dan sanitasi diperlukan beberapa langkah agar
semua dapat berjalan beriringan yang harus sesuai dengan Standard
Operational Procedure Preparation. Kegunaan dari Standard Operational
Procedure Preparation adalah untuk menjagakeselamatan dan kebersihan
dalam menyiapkan bahan makanan sebelum diolah.

9
1) Persyaratan Hotel
Menurut Keputusan Direktrur Jenderal Pariwisata No. 14/U/88 Tentang
Pelaksanaan Ketentuan Usaha dn Penggolongan Hotel Persyaratan
Kelas Hotel Berbintang 4 yaitu sebagai berikut :
1) Lokasi dan Lingkungan
 Mudah dicapai kendaraan umum/pribadi roda empat langsung ke area
hotel
 Bebas polusi.
2) Taman
 Di dalam atau di luar ruangan.
 Tempat Parkir
 Kapasitas 1:6 dengan jumlah kamar hotel.

3) Olahraga Dan Rekreasi


 Tersedia sarana kolam renang untuk dewasa dan untuk anak-anak
dengan fasilitasnya.
 Tersedia 2 sarana olahraga dan rekreasi lainnya yang merupakan
pilihan:
 Fitness centre.
 Sauna
 Squash
 Game Room.
 Bowling
 Tennis

4. Bangunan
Unsur dekorasi Indonesia harus tercermin dalam :
 Lobby
 Kamar tidur
 Restaurant.
 Function room

5. Peralatan teknis bangunan:


Transportasi mekanis/elevator: kapasitas minimal 6 orang, elevator tamu
dengan pelayanan terpisah.

10
6. Utilitas
 Air: tersedia instalasi air dingin dan panas.
 Listrik tersedia genset dengan kapasitas minimal 50% kapasitas PLN.
 Tata Udara pendinginan dengan AC, untuk ruang yang tidak
mempergunakan AC, ventilasi harus baik.
 Tersedia ruang mekanik dan workshop.

7. Komunikasi :
 Tersedia telepon 4 saluran untuk sambungan lokal, interlokal dan
interlokal,
 Tersedia house phone dan PABX,
 Tersedia Telex, sentral TV, Radio dan Paging Sistem.
8. Pencegahan bahaya kebakaran :
 Alat deteksi dini (asap/panas).
 Alat pencegahan/pemadam kebakaran (Fire Extinguisher, Fire
Hydrant, Sprinkler Sistem).
 Pintu dan Tangga darurat.
 Pintu kamar tahan api (bangunan diatas 4 lantai).
 Keamanan (pos jaga pada tiap pintu keluar masuk).
 Pembuangan limbah.

9. Kamar Tamu
 Jumlah kamar minimal : dalam 50 kamar standard terdapat 3 kamar
suite semua kamar dilengkapi kamar mandi di dalam.
 Luas minimal kamar standard: 24 m2 dan kamar suite : 48 m2.
 Tinggi kamar minimal : 2,60 m.
 Perlengkapan kamar tidur:
1. Tempat tidur untuk 1 atau 2 orang.
2. Almari pakaian, meja kecil disamping tempat tidur, meja rias
dengan kursi, meja dengan 2 buah kursi sofa, koper dan TV.
3. Perlengkapan kamar mandi: Bathtub, tempat cuci tangan dan kaca
rias, dan WC (+ bidet untuk kamar suite).
4. Tersedia alat pengatur AC di kamar tidur dan ventilasi/exhaust fan
di kamar mandi.
5. Sebagian interior kamar mencerminkan suasana Indonesia.

10. Ruang Makan


 Tersedia minimal 2 restaurant yang berbeda jenisnya.
 Standard luas 1,5 m2/tempat duduk.
 Tinggi restaurant > tinggi kamar tidur (2,60 m).

11
 Restaurant yang letaknya tidak bersampingan dengan lobby harus.
dilengkapi dengan toilet.
 Letak restaurant berhubungan langsung dengan dapur
(induk/tambahan).
11. Bar
 Tersedia 1 bar terpisah dari restaurant.
 Standard luas 1,1 m2/tempat duduk.
 Untuk ruang bar yang tertutup harus dilengkapi dengan AC.

12. Function Room


 Tersedia minimal 1 function room dengan pintu masuk terpisah dari
lobby..
 Function room yang tidak terletak 1 lantai dengan lobby harus dilengkapi
dengan toilet umum.

13. Area Publik


 Lobby: luas minimal 100 m2 dan tata udara diatur dengan atau tanpa
pengatur suhu.
 Lounge: perlengkapan meja dan kursi sofa.
 Telepon umum tersedia telepon umum yaitu 2 extern dan 2 intern.
 Toilet umum: toilet pria yaitu 4 urinoir, 2 WC dan wastafel.

14. Area Adminitrasi


 Tersedia tempat penerimaan tamu, information, kasir, ruang penitipan
 barang berharga, ruang penitipan barang tamu, ruang pemesanan kamar
hotel, ruang pimpinan front office, ruang operator telepon.
 Tersedia kantor pimpinan hotel, wakil pimpinan, pemasaran,personalia,
pembelian, keuangan.

15. Area Tata Graha


 Tersedia uniform room..
 Tersedia ruang lona dengan luas minimal 50 m2.
 Tersedia ruang pelayanan kamar tamu minimal 1 buah untuk setiap
kamar.
 Tersedia area lost and found dengan luas minimal 20 m2.

16. Area Binatu


 Luas minimal ruang binatu 60 m2.

12
17. Area Dan Ruang Operasional
 Tersedia ruang bahan makanan dan minuman, gudang peralatan dan
perlengkapan, gudang engineering, gudang botol kososng, gudang
barang bekas.
 Tersedia ruang locker dan kamar mandi untuk pria minimal 3 WC, 3
Urinoir, dan 5 shower, 2 WC dilengkapi dengan air panas dan air
dingin.
 Tersedia ruang makan karyawan yag berdekatan dengan dapur
karyawan.
 Ruang untuk ibadah
Pada Umumnya sasaran sanitasi hotel menyangkut dua hal yaitu sanitasi Lodging dan
sanitasi Catering.
1. Sanitasi Lodging adalah pengawasan sanitasi yang menyangkut urusan kerumah
tanggaan (House Keeping) hotel, yang meliputi bangunan dan fasilitasnya seperti
halaman, sampah, pembuangan air kotor, dan lain-lain Ruang lingkup sanitasi
“lodging" meliputi:
a. Wilayah luar bangunan hotel (external hotel area) yang terdiri dari: halaman,
tempat parkir, pertamanan, pembuangan sampah, pembuangan air kotor.
Adapun wilayah diluar bangunan hotel yang perlu diperhatikan dalam penerapan
higiene dan sanitasi hotel, antara lain:
1. Tempat parkir
 Cukup luas untuk menampung kendaraan tamu hotel sebagai patokan
untuk setiap 5 kamar perlu disediakan 1 tempat parkir.
 Lantai parkir harus keras, sebaiknya diaspal atau dibeton, sehingga
tidak becek pada waktu hujan dan tidak berdebu pada waktu musim
kemarau.
 Diberikan lampu penerangan sesuai luas tempat parkir.
 Perlu dipasang rambu-rambu lalu lintas untuk mencegah terjadinya
ketidak teraturan kendaraan.
 Perlu disediakan gardu parkir lengkap dengan WC dan urinoir.
2. Pertamanan dan pertanaman
Yang dimaksud disini ialah sebidang tanah yang ditanami oleh berbagai
macam tanaman dengan maksud untuk memperindah pemandangan,
mencegah terjadinya erosi, menjaga kesegaran udara.

13
3. Penyediaan air
Penyediaan air untuk hotel perlu mendapat perhatian dan harus memenuhi
persyaratan standart sesuai peraturan yang berlaku (Permenkes No.
416/Menkes/PU/IX/1990).Penyediaan air untuk hotel dapat diperoleh dari :
 Air ledeng (PAM)
 Air tanah (Sumur bor)

4. Pembuangan Sampah
Secara umum cara-cara penanganan sampah meliputi 4 kegiatan, yaitu:
 Penampungan.
 Pengumpulan.
 Pengangkuta

b. Wilayah di dalam hotel (Internal hotel area) yang terdiri dari : sanitasi umum,
sanitasi kamar, sanitasi toilet, sanitasi ornament.
wilayah dalam bangunan hotel meliputi sanitasi umum, sanitasi kamar dan
lain-lain.
1. Sanitasi umum
Sasaran sanitasi umum ini meliputi bangunan/gedung hotel.
 Harus kuat/kokoh, tidak memungkinkan sebagai tempat berkembang
biaknya serangga dan tikus.
 Penggunaan ruangan dipergunakan sesuai dengan fungsinya.
 Konstruksi lantai bersih dan tidak licin.
 Bagian yang selalu kontak dengan air dibuat miring ke arah saluran
pembuangan air agar tidak membentuk genangan air.
 Dinding bersih permukaan yang selalu berkontak dengan air harus
kedap air.
 Atap harus kuat dan tidak bocor serta tidak memungkinkanterjadinya
genangan air.
 Tinggi langit-langit dari lantai minimal 2,5 meter.
 Pintu dapat dibuka dan ditutup serta dikunci dengan baik serta dapat
mencegah masuknya binatang pengganggu.
 Pencahayaan.

14
Adapun pembagian-pembagiannya sebagai berikut:
 Ruang untuk kegiatan dengan resiko kecelakaan tinggi > 300
lux
 Lampu tamu > 60 lux.
 Lampu tidur > 5 lux.
 Lampu baca > 100 lux
 Lampu relax > 30 lux.
 Fasilitas hotel meliputi kebersihan tirai, karpet, furniture, elevator dan lain-
lain.

2. Sanitasi kamar
Kamar merupakan suatu bagian dari hotel yang sangat penting agar para tamu
bebas dapat beristirahat dan melakukan apa saja tanpa terganggu. Syarat sanitasi
kamar hotel meliputi:
a. Kebersihan umum
Kamar harus selalu dibersihkan setiap hari karena kamar dapat dikoton olch
debu, zat kimia bahkan lumut jamur atau kunin Pengotoran oleh debu dapat
dihilangkan dengan jalan menyapu dan membersihkan ruangan termasuk
perabotan kamar yang ada secara rutin. Pengotoran oleh zat kimia misalnya
noda noda pada lantai, dinding, taplak meja dan lain-lain bersihkan dengan
memakai zat kimia tertentu yang dapat dipakai untuk menghilangkan noda-
noda tersebut. Sedangkan pengotoran lumut au cendawan dapat terjadi apabila
dalam keadaan kembab. ini dipat deegah dengan mencari sumber terjadinya
kelembaban rebut kemudian diperbaiki.
b. Kebersihan dan persyaratan fasilitas dan peralatan lamar
1. WC/Unnoir
Pada umumnya, diata hotel terutama yang bertaraf internasional WC
biasanya tidak berdiri sendin setapi bersama sama dengan urinoir dan
kamar mandi berada dalam satu unit nangan tersendiri yang disebut solet
room din hiasanya berada dalam lamar. Persyaratan untuk WC/urinoir
 Bersih dan sdak berbau
 Tipenya harus water sal (closet) dan dilengkapi tempat cuci
tangan.
 Pada hotel yang bertaraf internasional perlu dilengkapi
 Harus di disinfeksi baik di lantai maupun bagian luar dari howl
tletnya tiap kali tamu check out.

15
2. Kamar Mandi
Persyantan untuk lamar mandi:
 Bersih dan tidak berbau, Lantai tidak boleh licin.
 Dibuat dari bahan yang mudah dibersihkan dan tidak merembeskan
air.
 Dinding lamar mandi harus dan bahan kedap air.
 Bila memakai bath tubo perlu di lengkapi dengan shower, kran air
dingin dan panas, tirai penutup dan keset kaki serta di kagkapi laca
bilet.
3. Tempat Tidur
Secara umum, persyaratan untuk kamar tidur sebagai berikut
 Kondisi ruangan tidak pengap dan berbau
 Bebas dan kuman-kuman patogen.
 Bersih dan tertata rapi
 Suhunya sekitar 1-28 0.
 Kelembaban sekitar 40-70%.
 Dinding, pintu, jendela yang tembas pandang atau cahayadilengkapi
dengan tirai.
4. penerangan
5. Persyanan untuk penerangan kamar:
 Harus dapat memberikan suasana tenang.
 Tidak menyilaukan,
Untuk heberapa jenis lampu senta perlu dipasang lampu agar anarnya tidak
langsung menyinari tempat tidur. intensitas cahaya yang diperlukan adalah
sebagai berikut:
 Lampu untuk pintu masuk: 25-40 watt
 Lampu hingit-langit kamar: 100 watt.
 Lampu untuk tirai: 40 watt.
 Lampu meja kamar: 40-60 watt.
 Lampu laca: 40 watt.
 Lampu tidur pojok:25 wall.

2. Santa Catering Catering dalam kegiatan hotel adalah segala sesuatu yang ada
Kegiatan caring ini bia berupa penyediaan makanan dan minuman untuk
hubungannya dengan makanan yang diolah dan dihidangkan dalam sebuah
hotel kepeduan hotel sendiri dan penyediaan makanan untuk duar hotel
(Outside catering) Pada umumnya pengawasan ini diperlukan untuk

16
mencegah tersebanya bermacam-macam penyakit lewat makanan, hal ini
dapat ditujukan pad keadaan bahan makanan, dengan persyaratan
a. Sayur mayur, buah-buahan harus segar dan tidak busuk
b. Bahan makanan kakeng harus dicek kemungkingan ada kebocoran.
c. Bahan pembuat kueltepung, pewarna) bebas dari serangga dan disimpan
dengan baik
Cara menyajikan
 Gunakan alat makanan yang bersih.
 Meja makan dan lantai ruang makan besih, terlihat tidak ada lalat.
 Cukup pencahayaan alam /buatan.
 Pengambilan makanan melalui jendela khusus dari tempat penyimpanan
makan masuk agar bebas lalat/serangga
 Dinding ruang berwarna terang.
 Pintu ruangan dapat menutup sendiri sebagian tertutup dengan kawat kasa.

D. Pentingnya menjaga Hygiene dan Sanitasi Hotel


Hotel dapat diartikan sebagai tempat menginap hagi umum yang dikelola
secam komersil, terdiri dari beberapa kamar dan menyediakan juga
makanan/minuman. Selain itu, kebersihan dan kesehatan hotel juga sangat
mempengaruhi minatpara wisatawan. Karenanya, kebersihan ini akan dapat
membantu meningkatkan kepariwisataan di Indonesia
Di Indonesia dikenal juga tempat yang sejenis dengan sebutan yang berbeda
tapi mempunyai fungsi yang sama hanya agak berbeda dalam fasilitas dan
pelayanaannya misalnya, Losmen, Penginapan, Wisma dan lain-lain. Dalam
industri kepariwisataan hotel merupakan sektor industri yang bergerak dalam
bidang jasa dan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepariwisataan,
dimana hotel dituntut dapat memberikan kepuasan kepada tamu baik dari
fasilitas yang disediakan dalam memenuhi kebutuhan tamu.
Oleh sebab itu, pihak hotel harus mampu menciptakan suasana yang di
butuhkan oleh tamu, salah satu caranya meningkatkan Higiene dan Sanitasi
pada semua department.
Higiene merupakan usaha kesehatan preventif yang menitikberatkan
kegiatannya kepada usaha kesehatan individu, maupun usaha kesehatan
pribadi manusia. Sedangkan Sanitasi berarti usaha kesehatan preventif yang
menitikberatkan kegiatannya kepada usaha kesehatan lingkungan hidup
manusia. Penerapan Higiene dan Sanitasi perlu dihkukan diantaranya
penerapan Higiene Sanitasi Kitchen Department, peralatan dapur, karyawaan
dapur, serta penerapan Higiene Sanitasi makanan dan minuman karena dapur

17
adalah tempat mengolah suatu makanan, untuk itu para juru masak yang
bertugas harus benar-benar memperhatikan segala sesuatu yang akan
dikerjakan dan dihasilkan, sehingga segala sesuatu yang dijual kepada tamu
baik berupa makanan dan minuman adalah hasil pilihan dan olahan yang baik.
Jasa pelayanan hotel disamping mempunyai dampak positif sebagai tempat
istirahat yang baik dan kesenangan hidup juga dapat menimbulkan dampak
terhadap masalah kesehatan masyarakat misalnya, para wisatawan juga dapat
membawu penyakit yang belum ada didaerah yang dikunjungi, misalnya
penyakit AIDS. Oleh karena itu perlu sekali dilakukan usaha desinfeksi semua
peralatan bekas pakai, seperti tempat tidur, kamar mandi, jamban, perlatan
makan dan minum. Hotel yang saniter alan sangat menunjang dalam
memberikan kepuasan kepada para pengunjung..
E. Pengaruh Hygiene dan sanitasi Kamar, Makanan, Minuman dan
Lingkungan Hotel
Penanganan kegiatan hygiene dan sanitasi yang relevan dengan manajemen
perhotelan diantaranya mencakup masalah kebersihan, kesehatan dan
kerapihan kamar tamu (Guest Room) hotel, lingkungan (Envoirement) hotel,
makanan dan minuman (Food and Beverage), sehingga dapat memberikan
kepuasan tamu hotel. Hygiene sanitasi kamar berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kepuasan tamu, hygiene sanitasi makanan dan minuman
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan tamu, hygiene sanitasi
lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan tamu, yang
berpengaruh paling dominan terhadap kepuasan tamu adalah makanan dan
minuman, sehingga untuk memperoleh kepuasan tamu yang optimal faktor
makanan dan minuman, lingkungan dan kamar perlu ditingkatkan. Hal ini
mengindikasikan bahwa bersih, sehat, rapi, menarik dan lengkap maka
semakin baik kualitas makanan dan minuman sehingga kepuasan tamu akan
optimal dan akan kembali menginap di Hotel Elite Tembilahan.

18
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Dari pengertian-pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa : Hotel adalah
suatu usaha komersial, Hotel diperuntukkan untuk umum, Hotel mempunyai
sistem pelayanan, Hotel menggunakan sebagian atau seluruh bangunan yang
ada. Selama tamu tinggal dihotel, tamu pasti memerlukan berbagai fasilitas
seperti telepon, mencucikan pakaian, TV, kolam renang dan lain-lain, Hotel
memiliki fasilitas akomodasi (kamar, makan, dan minum). Pengertian Food
and Beverange Product Secara umum Food and Beverange Product adalah
salah satu bagian dari Food and Beverange Departement yang mempunyai
tugas dan tanggung jawab terhadap pengadaan bahan makanan pengolahan
makanan, serta penyajian yang baik dari kualitas dan kuantitas.

Penerapan sanitasi dan hygiene di hotel tidak hanya di bidang makanan dan
minuman, tetapi juga merabah ke semua bidang yang terdapat di hotel, baik di
dalam maupupun di luar bangunan hotel

B. SARAN
Untuk meningkatkan kualitas hotel, sangat penting untuk memperhatikan
sanitasi dan hygiene. Pihak hotel diharapkan mampu mengoptimalkan
penerapan sanitasi dan hygiene, tidak hanya di lingkup dapur tetapi juga
diunit-unit kerja lainnya, sehingga derajat kesehatan dan keamanan pengguna
jasa produk hotel sebaik mungkin. Selain itu sebagai insan-insan pariwisata
juga diharapkan bisa menjaga dan meningkatkan kebersihan dan kesehatan
diri

19
DAFTAR PUSTAKA

Indonesia, Dosen Kesehatan Lingkungan2019, "Kesehatan Lingkungan Teori


dan Aplikasi. Jakarta". Buku Kedokteran
Nunal Rakhmawati dan Wisnu Hadi. Maret 2013. "Peranan Higiene Dan
Sanitasi Dalam Proses Pengolahan Makanan Di Hotel Brongto Yogyakarta"
Jurnal Khasanah Ilmu Vol. VI No. 1 AKPAR BSI Yogyakarta. Hari Putri,
Emmita Devi. September 2013. "Pentingnya Menjaga Higiene
dan Sanitasi Di Lingkungan The Sahid Rich Hotel Yogyakarta" Jumal
Khasanah Ilmu Vol. VI No. 2 AKPAR BSI Yogyakarta,
Prastowa, Ichwan, Desember 2015. "Pengaruh Higiene dan Sanitasi Kamar,
Makanan dan Minuman, Lingkungan terhadap Kepuasan Tamu The Sunan
Hotel Solo". Jurnal Politeknik indonusa Surakarta ISSN: 2442-7934 Vol 1
Nomor 2. Politeknik Indonusa Surakarta.
Iwan Suryadi, Seviana Rinawati, Siti Rachmawati. April 2018. "Penerapan
Higiene dan Sanitasi Hotel Kusuma Kartika Sari di Kota Surakarta" Joumal of
Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 2, No. 2. Universitas
Sebelas Maret.

20

Anda mungkin juga menyukai