Tabel Risiko PT Surya Pangan Semesta
Tabel Risiko PT Surya Pangan Semesta
3 Marketing, Produksi Risiko selera dan perilaku konsumen senantiasa berubah. Dengan Maka penurunan tingkat konsumsi oleh konsumen 1 2 2 Membuat dan melaksankan kegiatan riset atas 0
berubahnya tren atau kebiasaan selera yang dapat disebabkan oleh tersebut mungkin terjadi dan berdampak pada preferensi konsumen produk sehingga hasil riset
perubahan demografi serta karakterisik konsumen menurunnya pangsa pasar. tersebut dapat memberikan masukan kepada kegiatan
operasional.
4 Marketing Kondisi ekonomi eksternal yang terus berubah dapat Berdampak pada penentuan harga jual sehingga dapat 2 1 2 Menyesuaikan dan merespon dengan cepat untuk 0
mengakibatkan menurunnya permintaan konsumen. mempengaruhi pertumbuhan dan profitabilitas operasi menciptakan inovasi baru agar dapat memenuhi
kebutuhan konsumen dan pelanggan yang berubah saat
ekonomi melemah.
5 HRD Hilangnya personel pada posisi manajemen atau posisi inti Akan mempersulit pengelolaan bisnis dan 2 1 2 Membuat dan menerapkan pengembangan manajemen 0
lainnya, atau ketidakmampuan untuk mengidentifikasi, menarik mempengaruhi kegiatan operasional dan hasil keuangan terpadu yang meliputi penilaian kinerja rutin yang
atau mempertahankan karyawan yang berkualitas. didukung oleh seperangkat perilaku kepemimpinan,
keterampilan dan kompetensi.
6 Procurement Kondisi cuaca dan musim panen dapat mempengaruhi bahan baku Berdampak mendapatkan bahan baku yang jelek 2 3 6 Pengadaan bahan baku setiap panen raya, dilakukan 0
utama yaitu gabah basah. dengan mempertimbangkan kualitas, kuantitas, harga
dan tingkat persediaan perusahaan.
7 1 1 1 0
8 2 2 4 0
9 1 3 3 0
10 0 0
11 0 0
12 0 0
13 0 0
14 0 0
15 0 0
Keterangan:
1) Risk Likelihood 2) Risk Severity 3) Tingkat Risiko/ Risk Priority Number (RPN)
Nilai Keparahan Dampak
Nilai Frekuensi Keterangan 1 Non Signifikan Tidak ada dampak dan dapat dilakukan perbaikan pada saat itu Tingkat Risiko Tindakan dan Waktu yang Dibutuhkan
1 Hampir Tidak Aspek bahaya sangat jarang terjadi (Sangat Tidak Tidak ada cedera (RPN)
Parah) 1 LK open dalam setahun
Pernah Hampir tidak pernah terjadi 1-5 Tidak diperlukan tindakan tambahan, namun pengendalian perlu
Konsisen dlm implementasi SMM namun ada kekeliruan yg bisa
Kurang dari 2% kemungkinan terjadi diperbaiki Acceptable dipelihara dan dipantau untuk memastikannya.
2 Jarang Aspek bahaya kecil kemungkinan akan terjadi 2 Minor (Tidak Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 1 hari
Parah) Memerlukan perawatan P3K 6-9 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Terjadi jarang 2 LK open dalam setahun
Kurang dari 10% kemungkinan terjadi Bila ada ketidakkonsistenan dlm implementasi SMM,
Moderate pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik.
3 Moderate Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 2 hari
3 Sedang Aspek bahaya mungkin dapat terjadi (Sedang) Memerlukan perawatan medis (klinik dan bantuan luar)
10-16 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Mungkin terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 tahun 3 LK open dalam setahun Significant pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik .
10%-40% kemungkinan terjadi Bila terdapat 1 klausul yang tdk diimplementasikan
17-25 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
4 Critical/ Mayor Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 3 hari
4 Sering Aspek bahaya memiliki kecenderungan untuk terjadi (Parah) Cedera yang mengakibatkan cacat/ hilang fungsi tubuh Unacceptable pengurangan risiko harus diterapkan dalam waktu tertentu (1 bulan
Kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 1-2 tahun sebagian
4 LK open dalam setahun sekali).
40%-70% kemungkinan terjadi Bila terdapat 2 klausul yang tdk diimplementasikan
5 Sangat Sering Aspek bahaya hampir pasti akan terjadi setiap saat. 5 Catastropic/ Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama lebih dari 3
Bencana hari
Terjadi regular, biasanya terjadi dalam frekuensi
(Sangat Parah) Menyebabkan cacat tetap total dan kematian
hari/minggu/bulan. >5 LK open dalam setahun
Lebih dari 70% kemungkinan terjadi. Bila terdapat >3 klausul yang tdk diimplementasikan
PT. SURYA PANGAN SEMESTA
Jl. Raya Ngawi Madiun Km.13, RT. 01 RW. 03 Tambakromo Geneng, Ngawi, Jawa Timur
TABLE RISK REGISTER
Tabel Risk Register
Unit Kerja: Maintenance
Update : 10 Februari 2022
Keterangan:
1) Risk Likelihood 2) Risk Severity 3) Tingkat Risiko/ Risk Priority Number (RPN)
Nilai Keparahan Dampak
Nilai Frekuensi Keterangan 1 Non Signifikan Tidak ada dampak dan dapat dilakukan perbaikan pada saat itu Tingkat Risiko Tindakan dan Waktu yang Dibutuhkan
1 Hampir Tidak Aspek bahaya sangat jarang terjadi (Sangat Tidak Tidak ada cedera (RPN)
Parah) 1 LK open dalam setahun
Pernah Hampir tidak pernah terjadi 1-5 Tidak diperlukan tindakan tambahan, namun pengendalian perlu
Konsisen dlm implementasi SMM namun ada kekeliruan yg bisa
Kurang dari 2% kemungkinan terjadi diperbaiki Acceptable dipelihara dan dipantau untuk memastikannya.
2 Jarang Aspek bahaya kecil kemungkinan akan terjadi 2 Minor (Tidak Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 1 hari
Parah) Memerlukan perawatan P3K 6-9 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Terjadi jarang 2 LK open dalam setahun
Kurang dari 10% kemungkinan terjadi Bila ada ketidakkonsistenan dlm implementasi SMM,
Moderate pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik.
3 Moderate Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 2 hari
3 Sedang Aspek bahaya mungkin dapat terjadi (Sedang) Memerlukan perawatan medis (klinik dan bantuan luar)
10-16 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Mungkin terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 tahun 3 LK open dalam setahun Significant pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik .
10%-40% kemungkinan terjadi Bila terdapat 1 klausul yang tdk diimplementasikan
17-25 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
4 Critical/ Mayor Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 3 hari
4 Sering Aspek bahaya memiliki kecenderungan untuk terjadi (Parah) Cedera yang mengakibatkan cacat/ hilang fungsi tubuh Unacceptable pengurangan risiko harus diterapkan dalam waktu tertentu (1 bulan
Kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 1-2 tahun sebagian
4 LK open dalam setahun sekali).
40%-70% kemungkinan terjadi Bila terdapat 2 klausul yang tdk diimplementasikan
5 Sangat Sering Aspek bahaya hampir pasti akan terjadi setiap saat. 5 Catastropic/ Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama lebih dari 3
Bencana hari
Terjadi regular, biasanya terjadi dalam frekuensi
(Sangat Parah) Menyebabkan cacat tetap total dan kematian
hari/minggu/bulan. >5 LK open dalam setahun
Lebih dari 70% kemungkinan terjadi. Bila terdapat >3 klausul yang tdk diimplementasikan
PT. SURYA PANGAN SEMESTA
Jl. Raya Ngawi Madiun Km.13, RT. 01 RW. 03 Tambakromo Geneng, Ngawi, Jawa Timur
TABLE RISK REGISTER
Tabel Risk Register
Unit Kerja: Produksi
Update : 10 Februari 2022
Keterangan:
Ruang Lingkup: fungsi unit kerja
Potensi Risiko: potensi risiko yang mungkin terjadi Severity: tingkat keparahan potensi risiko Tanggal Selesai Action Plan: target waktu selesainya Action Plan
Dampak Risiko: akibat terjadinya potensi risiko RPN: (Risk Priority Number) diperoleh dari hasil perkalian antara likelihood dan severity Risiko Masa Mendatang: penghitungan ulang Likelihood, Severity, dan RPN setelah dilakukan Action
PIC Risiko: penanggungjawab pengelolaan risiko Action Plan: tindakan yang dilakukan untuk menurunkan potensi risiko Plan
Likelihood: frekuensi terjadinya potensi risiko
2 Kurangnya pengecekan dan Standard kualitas pada mesin whitener dan polisher Memberikan materi kepada tim QC tentang
kontrol kualitas pada gilingan kurang atau tidak standard yang sudah ditentukan SPV QC, SPV pemahaman standard whitener dan polisher
QC Barang Jadi 3 5 15
PRODUKSI
3 Kurangnya pengawasan Mendapatkan komplain dari pelanggan dan tidak bisa Membuat ceklist kepada tim QC tentang QC passed
QC Barang Jadi terhadap label kadaluarsa dan menentukan FIFO SPV QC 3 5 15 yang dilaksanakan per pallet
packing terhadap produk
4 Peralatan penunjang pada Lab Kurang akuratnya hasil LAB QC Penambahan alat penunjang QC
QC Barang Jadi QC kurang lengkap SPV QC 1 3 3
5 Label penolakan hasil giling Hasil giling terkirim secara tidak layak dikarenakan Membuat SOP untuk penempelan label Tolakan sesuai
QC Barang Jadi belum tertempel atau tidak ada tidak lolos QC dan mendapatkan komplain SPV QC 1 4 4 standard
6 Label QC hasil giling belum Tidak terkontrolnya barang lolos QC passed atau Membuat Label QC passed
QC Barang Jadi tertempel atau tidak ada tertolak oleh QC SPV QC 1 4 4
7 QC kurang memperhatikan Kesalahan data dan kurang akurat pada hasil uji LAB Memonitoring proses berjalannya SOP QC secara
LAB QC terhadap proses uji LAB SPV QC 2 3 6 berkala
8 0
9 0
10 0
11 0
12 0
13 0 0
14 0 0
Keterangan:
Ruang Lingkup: fungsi unit kerja
Potensi Risiko: potensi risiko yang mungkin terjadi Severity: tingkat keparahan potensi risiko Tanggal Selesai Action Plan: target waktu selesainya Action Plan
Dampak Risiko: akibat terjadinya potensi risiko RPN: (Risk Priority Number) diperoleh dari hasil perkalian antara likelihood dan severity Risiko Masa Mendatang: penghitungan ulang Likelihood, Severity, dan RPN setelah dilakukan Action
PIC Risiko: penanggungjawab pengelolaan risiko Action Plan: tindakan yang dilakukan untuk menurunkan potensi risiko Plan
Likelihood: frekuensi terjadinya potensi risiko
2 Kesulitan memantau kinerja Tidak efektifnya proses training membuat informasi tidak JM Finance 4 4 16 Membuat SOP secara tertulis dan terstruktur
karyawan baru subang karena tersampaikan dengan lengkap. Ada kemungkinan jika karyawan baru mengenai training karyawan baru
masa training hanya dilakukan kurang paham jika training hanya dilakukan by phone. Pekerjaan JM
Finance by phone dari SPS Kediri Finance dan SPV AP sedikit terbengkalai karena harus men-training
karyawan baru by phone
3 Rekap penggajian diterima Berpotensi menimbulkan terjadinya kesalahan perhitungan gaji JM Finance 4 5 20 Membuat kebijakan mengenai pengumpulan
saat hari H penggajian di sore karyawan rekapan gaji paling lambat H-1 sebelum tanggal
Finance hari, JM Finance kuwalahan penggajian
menghitung pph 21 dengan
cepat
4 Kurangnya SDM untuk Arsip dokumen tukar faktur menjadi terbengkalai dan tidak JM Finance 2 2 4 Menganalisa beban kerja yang dilakukan oleh
Finance, AR kontrol administrasi di AR terkontrol karyawan, untuk pengambilan keputusan atas
penambahan SDM
5 0
6 0
7 0
8 0
9 0
10 0
11 0 0
12 0 0
Keterangan:
Ruang Lingkup: fungsi unit kerja
Potensi Risiko: potensi risiko yang mungkin terjadi Severity: tingkat keparahan potensi risiko Tanggal Selesai Action Plan: target waktu selesainya Action Plan
Dampak Risiko: akibat terjadinya potensi risiko RPN: (Risk Priority Number) diperoleh dari hasil perkalian antara likelihood dan severity Risiko Masa Mendatang: penghitungan ulang Likelihood, Severity, dan RPN setelah dilakukan
PIC Risiko: penanggungjawab pengelolaan risiko Action Plan: tindakan yang dilakukan untuk menurunkan potensi risiko Action Plan
Likelihood: frekuensi terjadinya potensi risiko
1) Risk Likelihood 2) Risk Severity 3) Tingkat Risiko/ Risk Priority Number (RPN)
Nilai Frekuensi Keterangan Nilai Keparahan Dampak Tingkat Risiko Tindakan dan Waktu yang Dibutuhkan
1 Hampir Tidak Aspek bahaya sangat jarang terjadi 1 Non Signifikan Tidak ada dampak dan dapat dilakukan perbaikan pada saat itu (RPN)
Pernah Hampir tidak pernah terjadi (Sangat Tidak Tidak ada cedera 1-5 Tidak diperlukan tindakan tambahan, namun pengendalian perlu
Parah) 1 LK open dalam setahun Acceptable dipelihara dan dipantau untuk memastikannya.
Kurang dari 2% kemungkinan terjadi
Konsisen dlm implementasi SMM namun ada kekeliruan yg bisa
2 Jarang Aspek bahaya kecil kemungkinan akan terjadi 6-9 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
diperbaiki
Terjadi jarang 2 Minor (Tidak Moderate pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik.
Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 1 hari
Kurang dari 10% kemungkinan terjadi Parah) Memerlukan perawatan P3K 10-16 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
3 Sedang Aspek bahaya mungkin dapat terjadi 2 LK open dalam setahun Significant pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik .
Mungkin terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 tahun Bila ada ketidakkonsistenan dlm implementasi SMM, 17-25 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
10%-40% kemungkinan terjadi 3 Moderate Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 2 hari Unacceptable pengurangan risiko harus diterapkan dalam waktu tertentu (1 bulan
4 Sering Aspek bahaya memiliki kecenderungan untuk terjadi (Sedang) Memerlukan perawatan medis (klinik dan bantuan luar) sekali).
Kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 1-2 tahun 3 LK open dalam setahun
40%-70% kemungkinan terjadi Bila terdapat 1 klausul yang tdk diimplementasikan
5 Sangat Sering 4 Critical/ Mayor Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 3 hari
Aspek bahaya hampir pasti akan terjadi setiap saat.
(Parah) Cedera yang mengakibatkan cacat/ hilang fungsi tubuh
Terjadi regular, biasanya terjadi dalam frekuensi
sebagian
hari/minggu/bulan.
4 LK open dalam setahun
Lebih dari 70% kemungkinan terjadi. Bila terdapat 2 klausul yang tdk diimplementasikan
5 Catastropic/ Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama lebih dari 3
Bencana hari
(Sangat Parah) Menyebabkan cacat tetap total dan kematian
>5 LK open dalam setahun
Bila terdapat >3 klausul yang tdk diimplementasikan
PT. SURYA PANGAN SEMESTA
Jl. Raya Ngawi Madiun Km.13, RT. 01 RW. 03 Tambakromo Geneng, Ngawi, Jawa Timur
TABLE RISK REGISTER
Tabel Risk Register
Unit Kerja: Purchasing
Update : 07 februari 2022
Risiko Saat Ini Risiko Masa Mendatang
No. Ruang Lingkup Potensi Risiko Dampak Risiko PIC Risiko Action Plan Tanggal Selesai Action Plan
Likelihood Severity RPN Likelihood Severity RPN
1 permintaan barang secara tidak bisa memilih harga yang terjangkau karena SPV Purchasing 4 4 16 Menerapkan SOP permintaan barang, minimal 2 hari
Purchasing mendadak dan harus terpenuhi pilihan harga sedikit dan segera dibutuhkan sebelum membutuhkan, user harus menghubungi
saat itu juga purchasing
2 Tidak ada admin gudang spare kontrol masuk dan keluar sparepart tidak tercatat SPV Purchasing 3 3 9 Menambah karyawan khusus kontrol spare part dan
part dan Tidak ada PIC yang dengan baik, bisa saja kelewatan dan pengeluaran menambah karyawan khusus kontrol solar supaya
Purchasing kontrol kebutuhan solar solar saat shift malam tidak ada yang handle sehingga pengeluaran solar saat shift malam tercatat dengan baik
tidak terkontrol yang mana ini berdampak pada claim
untuk divisi purchasing
3 Pilihan vendor bahan penolong Kekurangan sak karena ketahanan sak tidak sama SPV Purchasing 4 4 16 Membuat tim khusus untuk menganalisa kebutuhan sak
(sak) sedikit, perjanjian dengan stock on hand, Sak datang terlambat sehingga pada group (SP, SPS, SIP), meminimalisir terjadinya
Purchasing kontrak dengan vendor yang SPS harus pinjam / tukar ke SP dan mengakibatkan kekurangan bahan penolong (sak)
melebihi umur ketahanan sak pending produksi
4 Kendaraan operasional tidak Penundaan pembelian dikarenakan kendaraan yang SPV Purchasing 4 4 16 Menyediakan kendaraan operasional untuk keperluan
ada (khusus pembelian part tidak ada dan tidak memadai (kendaraan pribadi) umum
Purchasing dalam jumlah besar)
5 0
6 0
7 0
8 0
9 0
10 0
11 0
12 0
13 0
14 0 0
15 0 0
Keterangan:
Ruang Lingkup: fungsi unit kerja
Potensi Risiko: potensi risiko yang mungkin terjadi Severity: tingkat keparahan potensi risiko Tanggal Selesai Action Plan: target waktu selesainya Action Plan
Dampak Risiko: akibat terjadinya potensi risiko RPN: (Risk Priority Number) diperoleh dari hasil perkalian antara likelihood dan severity Risiko Masa Mendatang: penghitungan ulang Likelihood, Severity, dan RPN setelah dilakukan Action
PIC Risiko: penanggungjawab pengelolaan risiko Action Plan: tindakan yang dilakukan untuk menurunkan potensi risiko Plan
Likelihood: frekuensi terjadinya potensi risiko
1) Risk Likelihood 2) Risk Severity 3) Tingkat Risiko/ Risk Priority Number (RPN)
Nilai Frekuensi Keterangan Nilai Keparahan Dampak Tingkat Risiko Tindakan dan Waktu yang Dibutuhkan
1 Hampir Tidak 1 Non Signifikan Tidak ada dampak dan dapat dilakukan perbaikan pada saat itu (RPN)
Aspek bahaya sangat jarang terjadi
(Sangat Tidak Tidak ada cedera
Pernah Hampir tidak pernah terjadi 1-5 Tidak diperlukan tindakan tambahan, namun pengendalian perlu
Parah) 1 LK open dalam setahun
Kurang dari 2% kemungkinan terjadi Acceptable dipelihara dan dipantau untuk memastikannya.
Konsisen dlm implementasi SMM namun ada kekeliruan yg bisa
2 Jarang Aspek bahaya kecil kemungkinan akan terjadi diperbaiki 6-9 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Terjadi jarang 2 Minor (Tidak Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 1 hari Moderate pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik.
Kurang dari 10% kemungkinan terjadi Parah) Memerlukan perawatan P3K 10-16 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
3 Sedang Aspek bahaya mungkin dapat terjadi 2 LK open dalam setahun Significant pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik .
Mungkin terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 tahun Bila ada ketidakkonsistenan dlm implementasi SMM,
17-25 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
10%-40% kemungkinan terjadi 3 Moderate Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 2 hari
(Sedang) Unacceptable pengurangan risiko harus diterapkan dalam waktu tertentu (1 bulan
4 Sering Aspek bahaya memiliki kecenderungan untuk terjadi Memerlukan perawatan medis (klinik dan bantuan luar)
3 LK open dalam setahun
sekali).
Kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 1-2 tahun
Bila terdapat 1 klausul yang tdk diimplementasikan
40%-70% kemungkinan terjadi
4 Critical/ Mayor Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 3 hari
5 Sangat Sering Aspek bahaya hampir pasti akan terjadi setiap saat. (Parah) Cedera yang mengakibatkan cacat/ hilang fungsi tubuh
Terjadi regular, biasanya terjadi dalam frekuensi sebagian
hari/minggu/bulan. 4 LK open dalam setahun
Lebih dari 70% kemungkinan terjadi. Bila terdapat 2 klausul yang tdk diimplementasikan
5 Catastropic/ Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama lebih dari 3
Bencana hari
(Sangat Parah) Menyebabkan cacat tetap total dan kematian
>5 LK open dalam setahun
Bila terdapat >3 klausul yang tdk diimplementasikan
PT. SURYA PANGAN SEMESTA
Jl. Raya Ngawi Madiun Km.13, RT. 01 RW. 03 Tambakromo Geneng, Ngawi, Jawa Timur
TABLE RISK REGISTER
Tabel Risk Register
Unit Kerja: Pajak
Update : 10 Februari 2022
5 Misskomunikasi pada Berdampak kerancuan dalam pembayaran pajak keseluruhan jika 2 4 8 Membuat kebijakan alur pembayaran pajak
pembayaran langsung dari direktur belum konfirmasi kepada admin
Checker
Checker Pajak direktur dan tidak adanya
koonfirmasi kepada admin Pajak
pajak
6 Belum adanya karyawan yang Ada kemungkinan salah mengenai ketentuan pajak 4 4 16 Menyiapkan konsultan pajak atau tim khusus
memiliki kapabilitas spesifik mengenai pajak sehingga jika ada kendala dapat
terhadap pajak (tim khusus teratasi secara tepat dan cepat
Checker
Checker Pajak pajak) sehingga jika ada
kendala harus bertanya ke AR Pajak
KPP dan hanya sesuai
pemahaman sendiri
7 0
8 0
9 0
10 0
11 0
12 0 0
13 0 0
Keterangan:
Ruang Lingkup: fungsi unit kerja
Potensi Risiko: potensi risiko yang mungkin terjadi Severity: tingkat keparahan potensi risiko Tanggal Selesai Action Plan: target waktu selesainya Action Plan
Dampak Risiko: akibat terjadinya potensi risiko RPN: (Risk Priority Number) diperoleh dari hasil perkalian antara likelihood dan severity Risiko Masa Mendatang: penghitungan ulang Likelihood, Severity, dan RPN setelah dilakukan
PIC Risiko: penanggungjawab pengelolaan risiko Action Plan: tindakan yang dilakukan untuk menurunkan potensi risiko Action Plan
Likelihood: frekuensi terjadinya potensi risiko
1) Risk Likelihood 2) Risk Severity 3) Tingkat Risiko/ Risk Priority Number (RPN)
Nilai Frekuensi Keterangan Nilai Keparahan Dampak Tingkat Risiko Tindakan dan Waktu yang Dibutuhkan
1 Hampir Tidak Aspek bahaya sangat jarang terjadi 1 Non Signifikan Tidak ada dampak dan dapat dilakukan perbaikan pada saat itu (RPN)
Pernah Hampir tidak pernah terjadi (Sangat Tidak Tidak ada cedera 1-5 Tidak diperlukan tindakan tambahan, namun pengendalian perlu
Parah) 1 LK open dalam setahun Acceptable dipelihara dan dipantau untuk memastikannya.
Kurang dari 2% kemungkinan terjadi
Konsisen dlm implementasi SMM namun ada kekeliruan yg bisa
2 Jarang Aspek bahaya kecil kemungkinan akan terjadi 6-9 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
diperbaiki
Terjadi jarang 2 Minor (Tidak Moderate pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik.
Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 1 hari
Kurang dari 10% kemungkinan terjadi Parah) Memerlukan perawatan P3K 10-16 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
3 Sedang Aspek bahaya mungkin dapat terjadi 2 LK open dalam setahun Significant pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik .
Mungkin terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 tahun Bila ada ketidakkonsistenan dlm implementasi SMM, 17-25 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
10%-40% kemungkinan terjadi 3 Moderate Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 2 hari Unacceptable pengurangan risiko harus diterapkan dalam waktu tertentu (1 bulan
4 Sering Aspek bahaya memiliki kecenderungan untuk terjadi (Sedang) Memerlukan perawatan medis (klinik dan bantuan luar) sekali).
Kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 1-2 tahun 3 LK open dalam setahun
40%-70% kemungkinan terjadi Bila terdapat 1 klausul yang tdk diimplementasikan
5 Sangat Sering Aspek bahaya hampir pasti akan terjadi setiap saat. 4 Critical/ Mayor Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 3 hari
(Parah) Cedera yang mengakibatkan cacat/ hilang fungsi tubuh
Terjadi regular, biasanya terjadi dalam frekuensi
sebagian
hari/minggu/bulan.
4 LK open dalam setahun
Lebih dari 70% kemungkinan terjadi. Bila terdapat 2 klausul yang tdk diimplementasikan
5 Catastropic/ Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama lebih dari 3
Bencana hari
(Sangat Parah) Menyebabkan cacat tetap total dan kematian
>5 LK open dalam setahun
Bila terdapat >3 klausul yang tdk diimplementasikan
PT. SURYA PANGAN SEMESTA
Jl. Raya Ngawi Madiun Km.13, RT. 01 RW. 03 Tambakromo Geneng, Ngawi, Jawa Timur
TABLE RISK REGISTER
Tabel Risk Register
Unit Kerja: AR (Account Receivable)
Update : 07 februari 2022
Risiko Saat Ini Risiko Masa Mendatang
No. Ruang Lingkup Potensi Risiko Dampak Risiko PIC Risiko Action Plan Tanggal Selesai Action Plan
Likelihood Severity RPN Likelihood Severity RPN
1 Salah melakukan penagihan karena Ketidakpuasan pelanggan (protes) AR 1 1 1 Memastikan ulang cabang toko yang akan ditagih
cabang toko ada banyak dan kurang
AR teliti untuk mengetahui cabang yang
berhutang
2 Nominal rafaksi tidak segera ada Kebanyakan pelanggan tidak mau membayar full AR, Sales, Direktur 4 5 20 Negosiasi dengan toko untuk minta dibayarkan full
kesepakatan antara pelanggan & dahulu sehingga umur piutang jadi jelek & potong Sales, Manager terlebih dahulu supaya tidak merugikan sales dan akan
AR, Marketing sales sehingga pelanggan harus gaji sales jika terjadi salah hitung rafaksi. Pelanggan HRD & Marketing dipotonhkan pada tagihan selanjutnya
bayar full terlebih dahulu tidak bayar / kurang bayar
3 Menaikkan batas umur piutang dan membatasi kuantitas dan waktu pesan saat pesanan Delivery, AR, 4 4 16 sales mendesak toko untuk segara bayar agar
MoD (batas hari) untuk pelanggan mendatang, keuangan perusahaan merugi dan tidak Pajak kedepannya bisa kirim barang dengan cepat saat toko
dari toko dan perusahaan karena bisa produksi, omset perusahaan turun, meningkatkan tersebut pesan (untuk toko), AR segera membuat TT
AR pembayaran ditunda-tunda. Surat potensi retur beras (tukar faktur) untuk penagihan agar perusahaan terkait
jalan retur belum kembali dari mau segera membayar. Koordinasi dengan ekspedisi
ekspedisi agar berkas TT segera dikembalikan ke kantor
4 DO manual dari admin delivery AR tidak bisa membuat sales invoice secara otomatis Delivery, AR 3 3 9 memberi sales invoice secara file / screenshot,
yang tidak diinput di sistem dan di sistem sehingga tidak ada sales invoice yang koordinasi dengan Delivery
admin delivery tidak segera dilampirkan bersama DO, yang menyebabkan
Delivery, AR konfirmasi. SO yang tidak segera sebagian toko tidak mau bayar jika sales invoice asli
ditarik tidak dilampirkan di DO. Ada pembayaran tapi
belum ada faktur
5 kekurangan SDM untuk mengontrol kesulitan membagi waktu antara pengadministrasian, AR 0 menambah karyawan baru untuk AR khusus
AR administrasi AR penagihan, dan membuat laporan administrasi
6 admin marketing salah input harga AR terlanjur membuat sales invoice dari inputan Marketing, AR 2 3 6 minta marketing lebih teliti saat input harga
dan lolos approve dari SPV tersebut, ketika sampai di pelanggan, pelanggan berdasarkan konfirmasi dari sales
AR, Marketing Marketing (cash, ambil sendiri / protes dan tidak mau bayar penuh karena beda harga,
kesepakatan antara sales & pelanggan minta bayar saat harga turun pas bongkar
pelanggan)
7 pelanggan membayar tidak lunas claim ke ekspedisi, AR membuat faktur baru, piutang AR, Delivery, 4 4 16 konfirmasi ke toko untuk menanyakan mengapa
karena beras yang dipesan tidak gantung pada retur Purchasing pembayaran kurang
AR sampai semuanya, piutang atas retur
jika ekspedisi tidak segera setor
beras retur ke gudang
8 perbedaan harga retur / rafaksi yang piutang menggantung AR, Delivery 0 koordinasi dengan delivery untuk memastikan retur
AR diklaim dari toko (retur pengiriman / retur karena barang lama)
9 0
10 0
11 0
12 0
13 0
14 0 0
15 0 0
Keterangan:
Ruang Lingkup: fungsi unit kerja
Potensi Risiko: potensi risiko yang mungkin terjadi Severity: tingkat keparahan potensi risiko Tanggal Selesai Action Plan: target waktu selesainya Action Plan
Dampak Risiko: akibat terjadinya potensi risiko RPN: (Risk Priority Number) diperoleh dari hasil perkalian antara likelihood dan severity Risiko Masa Mendatang: penghitungan ulang Likelihood, Severity, dan RPN setelah dilakukan Action
PIC Risiko: penanggungjawab pengelolaan risiko Action Plan: tindakan yang dilakukan untuk menurunkan potensi risiko Plan
Likelihood: frekuensi terjadinya potensi risiko
2) Risk Severity 3) Tingkat Risiko/ Risk Priority Number (RPN)
1) Risk Likelihood
Nilai Keparahan Dampak Tingkat Risiko Tindakan dan Waktu yang Dibutuhkan
Nilai Frekuensi Keterangan 1 Non Signifikan Tidak ada dampak dan dapat dilakukan perbaikan pada saat itu (RPN)
1 Hampir Tidak Aspek bahaya sangat jarang terjadi (Sangat Tidak Tidak ada cedera
1-5 Tidak diperlukan tindakan tambahan, namun pengendalian perlu
Pernah Hampir tidak pernah terjadi Parah) 1 LK open dalam setahun
Acceptable dipelihara dan dipantau untuk memastikannya.
Kurang dari 2% kemungkinan terjadi Konsisen dlm implementasi SMM namun ada kekeliruan yg bisa
diperbaiki 6-9 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
2 Jarang Aspek bahaya kecil kemungkinan akan terjadi
2 Minor (Tidak Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 1 hari Moderate pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik.
Terjadi jarang
Parah) Memerlukan perawatan P3K 10-16 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Kurang dari 10% kemungkinan terjadi
2 LK open dalam setahun Significant pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik .
3 Sedang Aspek bahaya mungkin dapat terjadi Bila ada ketidakkonsistenan dlm implementasi SMM,
Mungkin terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 tahun 17-25 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
3 Moderate Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 2 hari
10%-40% kemungkinan terjadi (Sedang) Unacceptable pengurangan risiko harus diterapkan dalam waktu tertentu (1 bulan
Memerlukan perawatan medis (klinik dan bantuan luar)
4 Sering Aspek bahaya memiliki kecenderungan untuk terjadi 3 LK open dalam setahun
sekali).
Kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 1-2 tahun Bila terdapat 1 klausul yang tdk diimplementasikan
40%-70% kemungkinan terjadi 4 Critical/ Mayor Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 3 hari
5 Sangat Sering Aspek bahaya hampir pasti akan terjadi setiap saat. (Parah) Cedera yang mengakibatkan cacat/ hilang fungsi tubuh
Terjadi regular, biasanya terjadi dalam frekuensi sebagian
hari/minggu/bulan. 4 LK open dalam setahun
Bila terdapat 2 klausul yang tdk diimplementasikan
Lebih dari 70% kemungkinan terjadi.
5 Catastropic/ Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama lebih dari 3
Bencana hari
(Sangat Parah) Menyebabkan cacat tetap total dan kematian
>5 LK open dalam setahun
Bila terdapat >3 klausul yang tdk diimplementasikan
PT. SURYA PANGAN SEMESTA
Jl. Raya Ngawi Madiun Km.13, RT. 01 RW. 03 Tambakromo Geneng, Ngawi, Jawa Timur
TABLE RISK REGISTER
Tabel Risk Register
Unit Kerja: AP (Account Payable)
Update : 09 Februari 2022
2 item yang dipesan purchasing Selisih Stok, laporan untuk budget pengeluaran tidak SPV AP 1 1 1 AP konfirmasi kepada Purchasing supaya segera bisa
AP, Purchasing salah masuk kategori sesuai dengan kategori membuat faktur pembelian
3 faktur pembelian dari subang laporan pengeluaran mingguan tertunda sehingga SPV AP 4 3 12 Membuat peraturan untuk SPS Subang segera membuat
AP tidak segera dibuat hutang menjadi banyak faktur paling lambat H+2.
4 Memo klaim dari pelanggan tagihan terhadap beras retur menumpuk sehingga SPV AP 4 3 12 Mengkoordinasikan dengan Marketing untuk segera
tidak segera diinput oleh hutang menjadi semakin banyak. Pembayaran jasa menginput memo klaim pada beras retur yang sudah
AP, Marketing Marketing ekspedisi menjadi tertunda karena masalah retur beres sehingga AP bisa membuat faktur pembelian jasa
beras yang belum clear ekspedisi dan segera bisa membayar jasa ekspedisi
tersebut
5 Regulasi dan SOP antar bagian Ragu dalam pengambilan keputusan SPV AP 4 4 16 Membuat regulasi dan SOP yang jelas supaya SPV
membingungkan. Acuan hanya tidak ada keraguan saat membuat keputusan
SPV AP berpaku pada lisan
6 Akses terbatas untuk melihat Harus koordinasi dengan kasir, padahal SPV AP SPV AP 2 2 4 SPV Kasir dan AP diberi akses untuk melihat mutasi
SPV AP, kasir mutasi bank diberi tanggung jawab untuk membuat laporan kas bank supaya laporan kas bisa segera selesai dikerjakan
7 Tidak ada meeting antar divisi / Risiko terjadi misscommunication antar divisi SPV AP 3 3 9 Mengadakan briefing 1x seminggu dan meeting
briefing sesama divisi bulanan supaya kendala / masalah tiap divisi
SPV AP tersampaikan dan dapat menemukan solusi yang tepat
8 Ketika ada karyawan baru pada informasi tidak tersampaikan dengan baik karena SPV AP 3 3 9 membuat SOP dan metode training yang reliable
cabang subang dan ngawi, terbatasnya waktu supaya karyawan baru dapat melakukan pembelajaran
training dilakukan by phone dengan cepat
atau karyawan baru ke SPS
dengan jangka waktu yang
SPV AP singkat atau karywan capable
di berangkatkan ke subang dan
ngawi dengan jangka waktu
yang singkat
9 0
10 0
11 0
12 0
13 0 0
14 0 0
Keterangan:
Ruang Lingkup: fungsi unit kerja
Potensi Risiko: potensi risiko yang mungkin terjadi Severity: tingkat keparahan potensi risiko Tanggal Selesai Action Plan: target waktu selesainya Action Plan
Dampak Risiko: akibat terjadinya potensi risiko RPN: (Risk Priority Number) diperoleh dari hasil perkalian antara likelihood dan severity Risiko Masa Mendatang: penghitungan ulang Likelihood, Severity, dan RPN setelah dilakukan Action
PIC Risiko: penanggungjawab pengelolaan risiko Action Plan: tindakan yang dilakukan untuk menurunkan potensi risiko Plan
Likelihood: frekuensi terjadinya potensi risiko
3 Delivery, Kasir, AP Kurang koordinasi dengan divisi AP tidak bisa membuat faktur pembelian. Ditakutkan SPV Delivery, SPV 1 2 2 pengajuan ubah hapus jangan terpusat di SP karena
delivery terkait terkait perbedaan jika kas berikutnya jadi menggantung. Kasir terlanjur Kasir, SPV AP nunggu revisi lama, divisi delivery harus proaktif
nomor DO cetak dengan yang di membayar penuh jasa ekspedisi padahal pembayaran menginformasi pada kasir terkait nomor DO yang benar
sistem berbeda sehingga harus direncanakan untuk di uang mukakan.
revisi ubah hapus pada nomor DO
4 Kasir Permintaan pembayaran non gabah tidak segera disetujui oleh direktur sehingga SPV Kasir 2 3 6 Membuat batas approval pembayaran untuk setiap
yang mendadak pembelian non gabah menjadi tertunda tingkatan pembelian
5 Kasir, Delivery Divisi delivery tidak segera kesalahan saat membayar jasa ekspedisi karena beda SPV Kasir, SPV 4 4 16 konfirmasi langsung ke sopir yang membawa truck
mengonfirmasi perubahan nopol di nopol Delivery untuk mencari tahu nopol truck yang mengangkut beras
DO yang diberikan pada kasir
6 Kasir, Purchasing Peminjaman uang untuk purchasing admin purchasing terdeteksi melakukan bon banyak SPV Kasir 4 3 12 mencatat pengeluaran purchasing dengan teliti
dijadikan satu nama karena SPV sehingga seakan-akan pengeluaran terlihat sangat berdasarkan nama yang melakukan bon secara manual
Purchasing tidak diperbolehkan banyak di sistem. Kasir terkena omelan atasan.
bon sehingga menggunakan nama
admin purchasing
7 Kasir Revisi ubah hapus data yang lama Tidak bisa tutup buku kas harian karena catatan di SPV Kasir 3 3 9 Memberikan kepercayaan kepada karyawan/divisi
dan terpusat di CV Sumber Pangan buku dan sistem harus balance tertentu untuk mengakses ubah hapus, pembuatan divisi
data center
8 0
9 0
10 0
11 0
12 0
13 0
14 0 0
15 0 0
Keterangan:
Ruang Lingkup: fungsi unit kerja
Potensi Risiko: potensi risiko yang mungkin terjadi Severity: tingkat keparahan potensi risiko Tanggal Selesai Action Plan: target waktu selesainya Action Plan
Dampak Risiko: akibat terjadinya potensi risiko RPN: (Risk Priority Number) diperoleh dari hasil perkalian antara likelihood dan severity Risiko Masa Mendatang: penghitungan ulang Likelihood, Severity, dan RPN setelah dilakukan Action
PIC Risiko: penanggungjawab pengelolaan risiko Action Plan: tindakan yang dilakukan untuk menurunkan potensi risiko Plan
Likelihood: frekuensi terjadinya potensi risiko
2) Risk Severity
1) Risk Likelihood 3) Tingkat Risiko/ Risk Priority Number (RPN)
Nilai Keparahan Dampak
Nilai Frekuensi Keterangan 1 Non Signifikan Tingkat Risiko Tindakan dan Waktu yang Dibutuhkan
Tidak ada dampak dan dapat dilakukan perbaikan pada saat itu
1 Hampir Tidak Aspek bahaya sangat jarang terjadi (Sangat Tidak Tidak ada cedera (RPN)
Pernah Hampir tidak pernah terjadi Parah) 1 LK open dalam setahun 1-5 Tidak diperlukan tindakan tambahan, namun pengendalian perlu
Kurang dari 2% kemungkinan terjadi Konsisen dlm implementasi SMM namun ada kekeliruan yg bisa Acceptable dipelihara dan dipantau untuk memastikannya.
2 Jarang Aspek bahaya kecil kemungkinan akan terjadi diperbaiki 6-9 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Terjadi jarang 2 Minor (Tidak Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 1 hari Moderate pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik.
Kurang dari 10% kemungkinan terjadi Parah) Memerlukan perawatan P3K
10-16 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
3 Sedang Aspek bahaya mungkin dapat terjadi 2 LK open dalam setahun
Significant pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik .
Bila ada ketidakkonsistenan dlm implementasi SMM,
Mungkin terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 tahun
3 Moderate Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 2 hari 17-25 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
10%-40% kemungkinan terjadi Unacceptable pengurangan risiko harus diterapkan dalam waktu tertentu (1 bulan
(Sedang) Memerlukan perawatan medis (klinik dan bantuan luar)
4 Sering Aspek bahaya memiliki kecenderungan untuk terjadi 3 LK open dalam setahun sekali).
Kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 1-2 tahun Bila terdapat 1 klausul yang tdk diimplementasikan
40%-70% kemungkinan terjadi 4 Critical/ Mayor Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 3 hari
5 Sangat Sering Aspek bahaya hampir pasti akan terjadi setiap saat. (Parah) Cedera yang mengakibatkan cacat/ hilang fungsi tubuh
Terjadi regular, biasanya terjadi dalam frekuensi sebagian
hari/minggu/bulan. 4 LK open dalam setahun
Lebih dari 70% kemungkinan terjadi. Bila terdapat 2 klausul yang tdk diimplementasikan
5 Catastropic/ Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama lebih dari 3
Bencana hari
(Sangat Parah) Menyebabkan cacat tetap total dan kematian
>5 LK open dalam setahun
Bila terdapat >3 klausul yang tdk diimplementasikan
PT. SURYA PANGAN SEMESTA
Jl. Raya Ngawi Madiun Km.13, RT. 01 RW. 03 Tambakromo Geneng, Ngawi, Jawa Timur
TABLE RISK REGISTER
Tabel Risk Register
Unit Kerja: Gudang Barang Jadi
Update : 05 februari 2022
10 0 0
11 0 0
12 0 0
13 0 0
14 0 0
15 0 0
Keterangan:
2) Risk Severity
3) Tingkat Risiko/ Risk Priority Number (RPN)
1) Risk Likelihood
Nilai Keparahan Dampak Tingkat Risiko Tindakan dan Waktu yang Dibutuhkan
Nilai Frekuensi Keterangan 1 Non Signifikan Tidak ada dampak dan dapat dilakukan perbaikan pada saat itu
(Sangat Tidak Tidak ada cedera (RPN)
1 Hampir Tidak Aspek bahaya sangat jarang terjadi
Pernah Hampir tidak pernah terjadi
Parah) 1 LK open dalam setahun 1-5 Tidak diperlukan tindakan tambahan, namun pengendalian perlu
Konsisen dlm implementasi SMM namun ada kekeliruan yg bisa
Kurang dari 2% kemungkinan terjadi diperbaiki Acceptable dipelihara dan dipantau untuk memastikannya.
2 Minor (Tidak Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 1 hari
2 Jarang Aspek bahaya kecil kemungkinan akan terjadi Parah) Memerlukan perawatan P3K
6-9 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Terjadi jarang 2 LK open dalam setahun Moderate pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik.
Kurang dari 10% kemungkinan terjadi Bila ada ketidakkonsistenan dlm implementasi SMM,
3 Moderate Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 2 hari 10-16 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
3 Sedang Aspek bahaya mungkin dapat terjadi (Sedang) Memerlukan perawatan medis (klinik dan bantuan luar) Significant pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik .
Mungkin terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 tahun 3 LK open dalam setahun
10%-40% kemungkinan terjadi Bila terdapat 1 klausul yang tdk diimplementasikan 17-25 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
4 Critical/ Mayor Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 3 hari
4 Sering Aspek bahaya memiliki kecenderungan untuk terjadi (Parah) Cedera yang mengakibatkan cacat/ hilang fungsi tubuh Unacceptable pengurangan risiko harus diterapkan dalam waktu tertentu (1 bulan
Kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 1-2 tahun sebagian sekali).
4 LK open dalam setahun
40%-70% kemungkinan terjadi Bila terdapat 2 klausul yang tdk diimplementasikan
5 Sangat Sering Aspek bahaya hampir pasti akan terjadi setiap saat. 5 Catastropic/ Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama lebih dari 3
Bencana hari
Terjadi regular, biasanya terjadi dalam frekuensi (Sangat Parah) Menyebabkan cacat tetap total dan kematian
hari/minggu/bulan. >5 LK open dalam setahun
Lebih dari 70% kemungkinan terjadi. Bila terdapat >3 klausul yang tdk diimplementasikan
PT. SURYA PANGAN SEMESTA
Jl. Raya Ngawi Madiun Km.13, RT. 01 RW. 03 Tambakromo Geneng, Ngawi, Jawa Timur
TABLE RISK REGISTER
Tabel Risk Register
Unit Kerja: Bahan Penolong
Update : 05 februari 2022
6 0 0
7 0 0
8 0 0
9 0 0
10 0 0
11 0 0
12 0 0
13 0 0
14 0 0
Keterangan:
Ruang Lingkup: fungsi unit kerja
Potensi Risiko: potensi risiko yang mungkin terjadi Severity: tingkat keparahan potensi risiko Tanggal Selesai Action Plan: target waktu selesainya Action Plan
Dampak Risiko: akibat terjadinya potensi risiko RPN: (Risk Priority Number) diperoleh dari hasil perkalian antara likelihood dan severity Risiko Masa Mendatang: penghitungan ulang Likelihood, Severity, dan RPN setelah dilakukan Action Plan
PIC Risiko: penanggungjawab pengelolaan risiko Action Plan: tindakan yang dilakukan untuk menurunkan potensi risiko
Likelihood: frekuensi terjadinya potensi risiko
2) Risk Severity
1) Risk Likelihood Nilai Keparahan Dampak 3) Tingkat Risiko/ Risk Priority Number (RPN)
1 Non Signifikan Tidak ada dampak dan dapat dilakukan perbaikan pada saat itu
Nilai Frekuensi Keterangan (Sangat Tidak Tidak ada cedera Tingkat Risiko Tindakan dan Waktu yang Dibutuhkan
Parah) 1 LK open dalam setahun (RPN)
1 Hampir Tidak Aspek bahaya sangat jarang terjadi Konsisen dlm implementasi SMM namun ada kekeliruan yg bisa
Pernah 1-5 Tidak diperlukan tindakan tambahan, namun pengendalian perlu
Hampir tidak pernah terjadi diperbaiki
2 Minor (Tidak Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 1 hari
Acceptable dipelihara dan dipantau untuk memastikannya.
Kurang dari 2% kemungkinan terjadi
Parah) Memerlukan perawatan P3K 6-9 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
2 Jarang Aspek bahaya kecil kemungkinan akan terjadi 2 LK open dalam setahun Moderate pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik.
Terjadi jarang Bila ada ketidakkonsistenan dlm implementasi SMM,
3 Moderate Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 2 hari 10-16 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Kurang dari 10% kemungkinan terjadi Significant pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik .
(Sedang) Memerlukan perawatan medis (klinik dan bantuan luar)
3 Sedang Aspek bahaya mungkin dapat terjadi 3 LK open dalam setahun 17-25 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Mungkin terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 tahun Bila terdapat 1 klausul yang tdk diimplementasikan
Unacceptable pengurangan risiko harus diterapkan dalam waktu tertentu (1 bulan
10%-40% kemungkinan terjadi 4 Critical/ Mayor Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 3 hari
(Parah) Cedera yang mengakibatkan cacat/ hilang fungsi tubuh sekali).
4 Sering Aspek bahaya memiliki kecenderungan untuk terjadi sebagian
Kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 1-2 tahun 4 LK open dalam setahun
Bila terdapat 2 klausul yang tdk diimplementasikan
40%-70% kemungkinan terjadi
5 Catastropic/ Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama lebih dari 3
5 Sangat Sering Aspek bahaya hampir pasti akan terjadi setiap saat. Bencana hari
Terjadi regular, biasanya terjadi dalam frekuensi (Sangat Parah) Menyebabkan cacat tetap total dan kematian
>5 LK open dalam setahun
hari/minggu/bulan.
Bila terdapat >3 klausul yang tdk diimplementasikan
Lebih dari 70% kemungkinan terjadi.
PT. SURYA PANGAN SEMESTA
Jl. Raya Ngawi Madiun Km.13, RT. 01 RW. 03 Tambakromo Geneng, Ngawi, Jawa Timur
TABLE RISK REGISTER
Tabel Risk Register
Unit Kerja: Bahan Baku
Update : 05 februari 2022
2 Tonase bahan baku tidak sesuai dengan gramasi Berdampak pada susut yang tinggi, selisih stok SPV Gudang, SPV 2 2 4 Menambahkan pada instruksi kerja yaitu melakukan 0
atau label yang tertera Produksi penimbangan ulang setiap pemindahan jumbo bag, dan
Bahan Baku memberikan parameter toleransi selisih yang tertera
pada label dan aktual sebagai acuan tonase pemakaian
bahan baku
3 Salah input total tonase bahan baku Berdampak pada susut yang tinggi, selisih stok SPV Gudang 1 2 2 Memonitoring total data jumbo bag kosong dengan 0
Bahan Baku fisik jumbo bag yang belum digunakan untuk
perhitungan penggunaan bahan baku
4 FIFO tidak dijalankan Bahan baku menjadi rusak SPV Gudang 1 2 2 Memonitoring tanggal pengiriman bahan baku dan 0
membuat ketentuan batas waktu maksimal 3 hari pada
Bahan Baku stok bahan baku yang akan diproses untuk produksi
5 Salah penggunaan bahan baku Hasil produksi tidak lolos QC, membutuhkan waktu yang lama untuk SPV Gudang, SPV 1 2 2 Membuat SOP terkait definisi warna label yang tertera 0
Bahan Baku produksi, mempengaruhi kandungan butir patah pada hasil giling Produksi pada Jumbo Bag
7 Pemindahaan bahan baku pada cuaca gerimis Mempengaruhi kadar air pada bahan baku yang akan di produksi SPV Gudang, SPV 1 2 2 Membuat SOP terkait pemindahan barang 0
Bahan Baku (hujan) Produksi
8 0 0
9 0 0
10 0 0
11 0 0
12 0 0
13 0 0
14 0 0
Keterangan:
Ruang Lingkup: fungsi unit kerja
Potensi Risiko: potensi risiko yang mungkin terjadi Severity: tingkat keparahan potensi risiko Tanggal Selesai Action Plan: target waktu selesainya Action Plan
Dampak Risiko: akibat terjadinya potensi risiko RPN: (Risk Priority Number) diperoleh dari hasil perkalian antara likelihood dan severity Risiko Masa Mendatang: penghitungan ulang Likelihood, Severity, dan RPN setelah dilakukan Action Plan
PIC Risiko: penanggungjawab pengelolaan risiko Action Plan: tindakan yang dilakukan untuk menurunkan potensi risiko
Likelihood: frekuensi terjadinya potensi risiko
2) Risk Severity
1) Risk Likelihood Nilai Keparahan Dampak 3) Tingkat Risiko/ Risk Priority Number (RPN)
Nilai Frekuensi Keterangan 1 Non Signifikan Tidak ada dampak dan dapat dilakukan perbaikan pada saat itu Tingkat Risiko Tindakan dan Waktu yang Dibutuhkan
(Sangat Tidak Tidak ada cedera (RPN)
1 Hampir Tidak Aspek bahaya sangat jarang terjadi
Parah) 1 LK open dalam setahun 1-5 Tidak diperlukan tindakan tambahan, namun pengendalian perlu
Pernah Hampir tidak pernah terjadi
Konsisen dlm implementasi SMM namun ada kekeliruan yg bisa Acceptable dipelihara dan dipantau untuk memastikannya.
Kurang dari 2% kemungkinan terjadi
diperbaiki 6-9 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
2 Jarang Aspek bahaya kecil kemungkinan akan terjadi
2 Minor (Tidak Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 1 hari Moderate pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik.
Terjadi jarang Parah) Memerlukan perawatan P3K 10-16 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Kurang dari 10% kemungkinan terjadi
2 LK open dalam setahun Significant pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik .
3 Sedang Aspek bahaya mungkin dapat terjadi Bila ada ketidakkonsistenan dlm implementasi SMM, 17-25 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Mungkin terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 tahun 3 Moderate Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 2 hari Unacceptable pengurangan risiko harus diterapkan dalam waktu tertentu (1 bulan
10%-40% kemungkinan terjadi (Sedang) Memerlukan perawatan medis (klinik dan bantuan luar) sekali).
4 Sering Aspek bahaya memiliki kecenderungan untuk terjadi 3 LK open dalam setahun
Kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 1-2 tahun Bila terdapat 1 klausul yang tdk diimplementasikan
40%-70% kemungkinan terjadi 4 Critical/ Mayor Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 3 hari
5 Sangat Sering Aspek bahaya hampir pasti akan terjadi setiap saat. (Parah) Cedera yang mengakibatkan cacat/ hilang fungsi tubuh
Terjadi regular, biasanya terjadi dalam frekuensi sebagian
hari/minggu/bulan. 4 LK open dalam setahun
Lebih dari 70% kemungkinan terjadi. Bila terdapat 2 klausul yang tdk diimplementasikan
5 Catastropic/ Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama lebih dari 3
Bencana hari
(Sangat Parah) Menyebabkan cacat tetap total dan kematian
>5 LK open dalam setahun
Bila terdapat >3 klausul yang tdk diimplementasikan
PT. SURYA PANGAN SEMESTA
Jl. Raya Ngawi Madiun Km.13, RT. 01 RW. 03 Tambakromo Geneng, Ngawi, Jawa Timur
TABLE RISK REGISTER
Tabel Risk Register
Unit Kerja: Timbangan dan DO
Update : 08 februari 2022
Keterangan:
Ruang Lingkup: fungsi unit kerja
Potensi Risiko: potensi risiko yang mungkin terjadi Severity: tingkat keparahan potensi risiko Tanggal Selesai Action Plan: target waktu selesainya Action Plan
Dampak Risiko: akibat terjadinya potensi risiko RPN: (Risk Priority Number) diperoleh dari hasil perkalian antara likelihood dan severity Risiko Masa Mendatang: penghitungan ulang Likelihood, Severity, dan RPN setelah dilakukan Action
PIC Risiko: penanggungjawab pengelolaan risiko Action Plan: tindakan yang dilakukan untuk menurunkan potensi risiko Plan
Likelihood: frekuensi terjadinya potensi risiko
1) Risk Likelihood 2) Risk Severity 3) Tingkat Risiko/ Risk Priority Number (RPN)
Nilai Frekuensi Keterangan Nilai Keparahan Dampak
1 Non Signifikan
Tingkat Risiko Tindakan dan Waktu yang Dibutuhkan
Tidak ada dampak dan dapat dilakukan perbaikan pada saat itu
1 Hampir Tidak Aspek bahaya sangat jarang terjadi (RPN)
(Sangat Tidak Tidak ada cedera
Pernah Hampir tidak pernah terjadi Parah) 1-5 Tidak diperlukan tindakan tambahan, namun pengendalian perlu
1 LK open dalam setahun
Kurang dari 2% kemungkinan terjadi Konsisen dlm implementasi SMM namun ada kekeliruan yg bisa Acceptable dipelihara dan dipantau untuk memastikannya.
2 Jarang Aspek bahaya kecil kemungkinan akan terjadi diperbaiki
6-9 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Terjadi jarang 2 Minor (Tidak Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 1 hari
Moderate pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik.
Kurang dari 10% kemungkinan terjadi Parah) Memerlukan perawatan P3K
3 Sedang Aspek bahaya mungkin dapat terjadi 2 LK open dalam setahun 10-16 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Mungkin terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 tahun Bila ada ketidakkonsistenan dlm implementasi SMM, Significant pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik .
10%-40% kemungkinan terjadi 3 Moderate Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 2 hari 17-25 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
(Sedang) Memerlukan perawatan medis (klinik dan bantuan luar)
4 Sering Aspek bahaya memiliki kecenderungan untuk terjadi Unacceptable pengurangan risiko harus diterapkan dalam waktu tertentu (1 bulan
3 LK open dalam setahun
Kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 1-2 tahun sekali).
Bila terdapat 1 klausul yang tdk diimplementasikan
40%-70% kemungkinan terjadi
4 Critical/ Mayor Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 3 hari
5 Sangat Sering Aspek bahaya hampir pasti akan terjadi setiap saat. (Parah) Cedera yang mengakibatkan cacat/ hilang fungsi tubuh
Terjadi regular, biasanya terjadi dalam frekuensi sebagian
hari/minggu/bulan. 4 LK open dalam setahun
Lebih dari 70% kemungkinan terjadi. Bila terdapat 2 klausul yang tdk diimplementasikan
5 Catastropic/ Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama lebih dari 3
Bencana hari
(Sangat Parah) Menyebabkan cacat tetap total dan kematian
>5 LK open dalam setahun
Bila terdapat >3 klausul yang tdk diimplementasikan
PT. SURYA PANGAN SEMESTA
Jl. Raya Ngawi Madiun Km.13, RT. 01 RW. 03 Tambakromo Geneng, Ngawi, Jawa Timur
TABLE RISK REGISTER
Tabel Risk Register
Unit Kerja: Delivery
Update : 05 februari 2022
Keterangan:
Ruang Lingkup: fungsi unit kerja
Potensi Risiko: potensi risiko yang mungkin terjadi Severity: tingkat keparahan potensi risiko Tanggal Selesai Action Plan: target waktu selesainya Action Plan
Dampak Risiko: akibat terjadinya potensi risiko RPN: (Risk Priority Number) diperoleh dari hasil perkalian antara likelihood dan severity Risiko Masa Mendatang: penghitungan ulang Likelihood, Severity, dan RPN setelah dilakukan Action Plan
PIC Risiko: penanggungjawab pengelolaan risiko Action Plan: tindakan yang dilakukan untuk menurunkan potensi risiko
Likelihood: frekuensi terjadinya potensi risiko
2) Risk Severity
1) Risk Likelihood 3) Tingkat Risiko/ Risk Priority Number (RPN)
Nilai Keparahan Dampak
Nilai Frekuensi Keterangan
1 Non Signifikan Tidak ada dampak dan dapat dilakukan perbaikan pada saat itu Tingkat Risiko Tindakan dan Waktu yang Dibutuhkan
1 Hampir Tidak Aspek bahaya sangat jarang terjadi
Pernah Hampir tidak pernah terjadi (Sangat Tidak Tidak ada cedera (RPN)
Kurang dari 2% kemungkinan terjadi Parah) 1 LK open dalam setahun 1-5 Tidak diperlukan tindakan tambahan, namun pengendalian perlu
2 Jarang Aspek bahaya kecil kemungkinan akan terjadi Konsisen dlm implementasi SMM namun ada kekeliruan yg bisa Acceptable dipelihara dan dipantau untuk memastikannya.
Terjadi jarang diperbaiki 6-9 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Kurang dari 10% kemungkinan terjadi
2 Minor (Tidak Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 1 hari Moderate pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik.
3 Sedang Aspek bahaya mungkin dapat terjadi
Parah) Memerlukan perawatan P3K
Mungkin terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 tahun 10-16 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
10%-40% kemungkinan terjadi 2 LK open dalam setahun Significant pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik .
4 Sering Aspek bahaya memiliki kecenderungan untuk terjadi Bila ada ketidakkonsistenan dlm implementasi SMM,
17-25 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 1-2 tahun 3 Moderate Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 2 hari
40%-70% kemungkinan terjadi Unacceptable pengurangan risiko harus diterapkan dalam waktu tertentu (1 bulan
(Sedang) Memerlukan perawatan medis (klinik dan bantuan luar)
5 Sangat Sering Aspek bahaya hampir pasti akan terjadi setiap saat. sekali).
3 LK open dalam setahun
Terjadi regular, biasanya terjadi dalam frekuensi
hari/minggu/bulan. Bila terdapat 1 klausul yang tdk diimplementasikan
Lebih dari 70% kemungkinan terjadi. 4 Critical/ Mayor Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 3 hari
(Parah) Cedera yang mengakibatkan cacat/ hilang fungsi tubuh
sebagian
4 LK open dalam setahun
Bila terdapat 2 klausul yang tdk diimplementasikan
5 Catastropic/ Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama lebih dari 3
Bencana hari
(Sangat Parah) Menyebabkan cacat tetap total dan kematian
>5 LK open dalam setahun
Bila terdapat >3 klausul yang tdk diimplementasikan
PT. SURYA PANGAN SEMESTA
Jl. Raya Ngawi Madiun Km.13, RT. 01 RW. 03 Tambakromo Geneng, Ngawi, Jawa Timur
TABLE RISK REGISTER
Tabel Risk Register
Unit Kerja: PPIC (Production Planning Inventory Control)
Update : 05 Februari 2022
4 Tidak adanya armada ke pengiriman bahan baku terhambat dan produksi tidak SPV PPIC, 4 3 12 menambah ekspedisi khusus untuk pengiriman ke
gudang subang sehingga sesuai planning Manager SCM subang, menambah biaya transportasi kepada pihak
PPIC (Planner) planning bahan baku tidak ekspedisi supaya bisa terkirimnya bahan baku sesuai
sesuai rencana pada SPK planning
5 Cuaca yang tidak tentu (hujan) pengiriman jadi mundur dan tidak sesuai dengan SPV PPIC, 3 2 6 pemuatan barang dilakukan secara indoor supaya bahan
PPIC (Planner) planning Manager SCM tidak kehujanan
6 selisih stok (fisik, laporan stok yang dilaporkan tidak sesuai dengan fisik SPV PPIC, SPV 2 2 4 crosscheck laporan dengan teliti dan memastikan ulang
PPIC (SPV) produksi, sistem) sehingga dalam pembuatan SPK tidak akurat Produksi, Manager stok fisik secara langsung
SCM
7 ketidaksesuaian DTM pakan selisih di laporan randemen sehingga menyebabkan SPV PPIC, 4 4 16 menyampaikan ke spv gudang produksi untuk lebih
PPIC (Inventory Control) dengan label jumbo bag tidak tidak segera input di sistem accurate, tingkat Manager SCM teliti dalam pengerjaan laporan hasil produksi
sama penyusutan tinggi dibandingkan dengan pemakaian bahan baku
8 0
9 0
10 0
11 0
12 0
13 0 0
14 0 0
Keterangan:
Ruang Lingkup: fungsi unit kerja
Potensi Risiko: potensi risiko yang mungkin terjadi Severity: tingkat keparahan potensi risiko Tanggal Selesai Action Plan: target waktu selesainya Action Plan
Dampak Risiko: akibat terjadinya potensi risiko RPN: (Risk Priority Number) diperoleh dari hasil perkalian antara likelihood dan severity Risiko Masa Mendatang: penghitungan ulang Likelihood, Severity, dan RPN setelah dilakukan Action
PIC Risiko: penanggungjawab pengelolaan risiko Action Plan: tindakan yang dilakukan untuk menurunkan potensi risiko Plan
Likelihood: frekuensi terjadinya potensi risiko
2) Risk Severity
1) Risk Likelihood 3) Tingkat Risiko/ Risk Priority Number (RPN)
Nilai Keparahan Dampak
Nilai Frekuensi Keterangan Tingkat Risiko Tindakan dan Waktu yang Dibutuhkan
1 Non Signifikan Tidak ada dampak dan dapat dilakukan perbaikan pada saat itu
1 Hampir Tidak Aspek bahaya sangat jarang terjadi (Sangat Tidak Tidak ada cedera
(RPN)
Pernah Hampir tidak pernah terjadi Parah) 1 LK open dalam setahun 1-5 Tidak diperlukan tindakan tambahan, namun pengendalian perlu
Kurang dari 2% kemungkinan terjadi Konsisen dlm implementasi SMM namun ada kekeliruan yg bisa Acceptable dipelihara dan dipantau untuk memastikannya.
2 Jarang Aspek bahaya kecil kemungkinan akan terjadi diperbaiki 6-9 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Terjadi jarang 2 Minor (Tidak Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 1 hari Moderate pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik.
Kurang dari 10% kemungkinan terjadi Parah) Memerlukan perawatan P3K
10-16 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
3 Sedang Aspek bahaya mungkin dapat terjadi 2 LK open dalam setahun
Significant pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik .
Bila ada ketidakkonsistenan dlm implementasi SMM,
Mungkin terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 tahun
3 Moderate Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 2 hari 17-25 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
10%-40% kemungkinan terjadi Unacceptable pengurangan risiko harus diterapkan dalam waktu tertentu (1 bulan
(Sedang) Memerlukan perawatan medis (klinik dan bantuan luar)
4 Sering Aspek bahaya memiliki kecenderungan untuk terjadi sekali).
3 LK open dalam setahun
Kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 1-2 tahun Bila terdapat 1 klausul yang tdk diimplementasikan
40%-70% kemungkinan terjadi 4 Critical/ Mayor Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 3 hari
5 Sangat Sering Aspek bahaya hampir pasti akan terjadi setiap saat. (Parah) Cedera yang mengakibatkan cacat/ hilang fungsi tubuh
Terjadi regular, biasanya terjadi dalam frekuensi sebagian
hari/minggu/bulan. 4 LK open dalam setahun
Lebih dari 70% kemungkinan terjadi. Bila terdapat 2 klausul yang tdk diimplementasikan
5 Catastropic/ Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama lebih dari 3
Bencana hari
(Sangat Parah) Menyebabkan cacat tetap total dan kematian
>5 LK open dalam setahun
Bila terdapat >3 klausul yang tdk diimplementasikan
PT. SURYA PANGAN SEMESTA
Jl. Raya Ngawi Madiun Km.13, RT. 01 RW. 03 Tambakromo Geneng, Ngawi, Jawa Timur
TABLE RISK REGISTER
Tabel Risk Register
Unit Kerja: IT (Information Technology)
Update : 07 februari 2022
Risiko Saat Ini Risiko Masa Mendatang
No. Ruang Lingkup Potensi Risiko Dampak Risiko PIC Risiko Action Plan Tanggal Selesai Action Plan
Likelihood Severity RPN Likelihood Severity RPN
1 Printer tidak bisa diperbaiki Pekerjaan yang menggunakan printer rusak menjadi IT 1 1 1 Membuat jadwal perawatan asset secara rutin dan
IT dengan cepat terhambat memberikan sosialisasi kepada user untuk perawatan
asset secara mandiri
2 Internet trouble (ISP) susah Mengganggu pekerjaan yang menggunakan akses IT 2 1 2 Menyediakan internet backup
IT ditanggulangi internet, tidak bisa mengakses pada sistem, dan
memperlambat proses bisnis
4 Asset sering ganti user karena Kesulitan mencari kepemilikan asset tersebut (laptop) IT 4 2 8 Membuat form serah terima barang yang tertulis resmi
IT data tidak terupdate saat dilakukan stok opname
5 BA selisih muat tidak segera IT tidak bisa memantau CCTV karena playback IT 2 4 8 BA harus kembali ke IT maksimal seminggu setelah
Checker, IT diberikan ke IT CCTV hanya bertahan 1 bulan, sehingga tidak terjadinya selisih muat
memiliki bukti yang kuat
6 Aktivitas maintenance CCTV gudang mati sehingga checker dan IT tidak IT 2 3 6 Memperbaiki masalah kelistrikan dan meyediakan
Checker, IT dapat memantau secara real time backup sumber listrik (genset dan UBS)
7 Posisi loading tidak sesuai IT tidak bisa memantau jikalau selisih muat, ketika IT 4 4 16 Memberikan punishment kepada checker jika muat
Checker, IT dengan garis batas yang pelanggan komplain maka IT tidak bisa tidak sesuai dengan ketentuan
ditentukan membuktikan kebeneran tersebut
8 IT Windows crash Pekerjaan terhambat IT 4 2 8 Membeli software original
9 Laptop sudah outdated (tidak memperlambat pekerjaan IT 2 2 4 Mengupdrage device sesuai kebutuhan user
IT capable untuk di gunakan)
10 Risiko Kegagalan Migrasi dari Kegagalan Go live Aplikasi Epicor IT 4 5 20 Melakukan review meeting progress kegiatan cleansing
Accurate ke Epicor. Data data kepada seluruh divisi terkait secara berkala setiap
Migrasi tidak berjalan minggu. Menunjuk PIC yang dedicated di setiap divisi
IT sepenuhnya. Kemampuan untuk melakukan kegiatan migrasi data.
karyawan (user) untuk
beradaptasi dengan aplikasi
baru.
11 0
12 0
13 0
14 0 0
15 0 0
Keterangan:
Ruang Lingkup: fungsi unit kerja
Potensi Risiko: potensi risiko yang mungkin terjadi Severity: tingkat keparahan potensi risiko Tanggal Selesai Action Plan: target waktu selesainya Action Plan
Dampak Risiko: akibat terjadinya potensi risiko RPN: (Risk Priority Number) diperoleh dari hasil perkalian antara likelihood dan severity Risiko Masa Mendatang: penghitungan ulang Likelihood, Severity, dan RPN setelah dilakukan Action
PIC Risiko: penanggungjawab pengelolaan risiko Action Plan: tindakan yang dilakukan untuk menurunkan potensi risiko Plan
Likelihood: frekuensi terjadinya potensi risiko
2) Risk Severity
1) Risk Likelihood 3) Tingkat Risiko/ Risk Priority Number (RPN)
Nilai Keparahan Dampak
Nilai Frekuensi Keterangan 1 Non Signifikan Tidak ada dampak dan dapat dilakukan perbaikan pada saat itu Tingkat Risiko Tindakan dan Waktu yang Dibutuhkan
1 Hampir Tidak Aspek bahaya sangat jarang terjadi (Sangat Tidak Tidak ada cedera (RPN)
Pernah Hampir tidak pernah terjadi Parah) 1 LK open dalam setahun 1-5 Tidak diperlukan tindakan tambahan, namun pengendalian perlu
Kurang dari 2% kemungkinan terjadi Konsisen dlm implementasi SMM namun ada kekeliruan yg bisa Acceptable dipelihara dan dipantau untuk memastikannya.
2 Jarang Aspek bahaya kecil kemungkinan akan terjadi diperbaiki 6-9 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
Terjadi jarang 2 Minor (Tidak Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 1 hari Moderate pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik.
Kurang dari 10% kemungkinan terjadi Parah) Memerlukan perawatan P3K
10-16 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
3 Sedang 2 LK open dalam setahun
Aspek bahaya mungkin dapat terjadi Significant pengurangan risiko harus diterapkan secara periodik .
Bila ada ketidakkonsistenan dlm implementasi SMM,
Mungkin terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 tahun
3 Moderate Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 2 hari 17-25 Harus melakukan tindakan untuk menurunkan tingkat risiko. Pengukuran
10%-40% kemungkinan terjadi (Sedang) Unacceptable pengurangan risiko harus diterapkan dalam waktu tertentu (1 bulan
Memerlukan perawatan medis (klinik dan bantuan luar)
4 Sering Aspek bahaya memiliki kecenderungan untuk terjadi 3 LK open dalam setahun sekali).
Kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 1-2 tahun Bila terdapat 1 klausul yang tdk diimplementasikan
40%-70% kemungkinan terjadi 4 Critical/ Mayor Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama 3 hari
5 Sangat Sering Aspek bahaya hampir pasti akan terjadi setiap saat. (Parah) Cedera yang mengakibatkan cacat/ hilang fungsi tubuh
Terjadi regular, biasanya terjadi dalam frekuensi sebagian
hari/minggu/bulan. 4 LK open dalam setahun
Lebih dari 70% kemungkinan terjadi. Bila terdapat 2 klausul yang tdk diimplementasikan
5 Catastropic/ Ketidakmampuan menyediakan pelayanan selama lebih dari 3
Bencana hari
(Sangat Parah) Menyebabkan cacat tetap total dan kematian
>5 LK open dalam setahun
Bila terdapat >3 klausul yang tdk diimplementasikan