0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
80 tayangan21 halaman

Panduan Lengkap Linear Programming

Makalah ini membahas tentang linear programming yang merupakan metode matematika untuk mengalokasikan sumber daya terbatas secara optimal dengan menggunakan model linear. Linear programming digunakan untuk menentukan kombinasi aktivitas terbaik dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber daya untuk mencapai tujuan seperti memaksimalkan keuntungan atau meminimalkan biaya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
80 tayangan21 halaman

Panduan Lengkap Linear Programming

Makalah ini membahas tentang linear programming yang merupakan metode matematika untuk mengalokasikan sumber daya terbatas secara optimal dengan menggunakan model linear. Linear programming digunakan untuk menentukan kombinasi aktivitas terbaik dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber daya untuk mencapai tujuan seperti memaksimalkan keuntungan atau meminimalkan biaya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH RISET OPERASI

LINEAR PROGRAMMING

Dosen Pengampu

Tiksnayana [Link]

Anggota kelompok 2

Ida Ayu Desy Franciska Dewi (2002612010939)

Putu Wulan Francisca Sumaryanti (2002612010943)

Ni Putu Arista Rahayu (2002612010944)

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

2021/2022

1
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tentang “Linear Programming”. Penulis
berterima kasih kepada bapak Tiksnayana [Link] selaku dosen mata kuliah Riset
Operasi yang memberikan tugas ini.

Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai linier programming. Penulis juga menyadari bahwa di dalam
makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu , penulis berharap
adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah penulis buat dimasa yang
akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi penulis sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan, dan memohon kritik dan saran yang membangun.

Denpasar, 10 Februari 2022

(Penulis)

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................................. 2

DAFTAR ISI........................................................................................................................... 3

BAB I ..................................................................................................................................... 4

PENDAHULUAN ................................................................................................................... 4

1.1 Latar Belakang ............................................................................................................... 4

1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................................... 4

1.3 Tujuan ........................................................................................................................... 5

BAB II .................................................................................................................................... 6

PEMBAHASAN ..................................................................................................................... 6

2.1 Pengertian Linear Programming...................................................................................... 6

2.2 Model Linear Programming ............................................................................................ 8

2.3 Asumsi-Asumsi Dasar Linear Programming .................................................................. 10

2.4 Beberapa Pengertian Dalam Linear Programming.......................................................... 11

2.5 Formulasi Model Linear Programming .......................................................................... 15

BAB III ................................................................................................................................. 20

PENUTUP ............................................................................................................................ 20

3.1 Kesimpulan .................................................................................................................. 20

3.2 Saran ........................................................................................................................... 20

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................ 21

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada mulanya Riset Operasi tidak terlepas dari perang dunia ke II. karena terjadinya
perang maka terjadi sebuah kebutuhan, iyalah bagaimana cara mengalokasikan sumber sumber
daya yang sangat terbatas kepada berbagai elemen operasi militer dalam sebuah kegiatan secara
efektif , karena itulah pemimpin pemimpin perang meminta saran kepada ahli dalam bidang sains
untuk melakukan pendekatan ilmiah untuk menghadapi permasalahan dan melakukan upaya
pemecahannya secara strategis.

Program linear (linear programming) adalah metode matematik dalam mengalokasikan


sumber daya yang langka atau terbatas untuk mencapai tujuan tunggal seperti memaksimumkan
keuntungan atau meminimumkan biaya (Taha, 1993). Sumber daya tersebut dapat berupa sumber
daya fisik seperti uang, tenaga ahli, material (bahan dan mesin) ataupun bukan fisik.

Menurut Ayu (1996), pemrograman linear berasal dari kata pemrograman dan linear.
Pemrograman disini mempunyai arti kata perencanaan, dan linear ini berarti bahwa fungsi-fungsi
yang digunakan merupakan fungsi linear. Secara umum arti dari pemrograman linear adalah
suatu teknik perencanaan yang bersifat analisis yang analisis-analisisnya memakai model
matematika, dengan tujuan menemukan beberapa kombinasi alternatif pemecahan masalah
kemudian dipilih yang terbaik di antaranya dalam rangka menyusun strategi dan langkah-
langkah kebijaksanaan lebih lanjut tentang alokasi sumber daya dan dana yang terbatas guna
mencapai tujuan dan sasaran yang di inginkan secara optimal.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian Linear Programming (LP) ?

2. Apa saja model Linear Programming (LP) ?

3. Apa saja asumsi-asumsi dasar Linear Programming (LP) ?

4. Apa saja dan jelaskan mengenai beberapa pengertian dalam Linear Programming (LP) ?

5. Bagaimana formulasi model Linear Programming (LP) ?

4
1.3 Tujuan
1. Memahami pengertian Linear Programming.

2. Mengetahui model Linear Programming.

3. Memahami asumsi asumsi dasar Linear Programming.

4. Mengetahui mengenai beberapa pengertian dalam Linear Programming.

5. Mengetahui formulasi model Linear Programming.

5
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Linear Programming


Linear Programming merupakan suatu model umum yang dapat digunakan dalam
pemecahan masalah pengalokasian sumber-sumber daya yang terbatas secara optimal. Masalah
tersebut timbul apabila seseorang atau pengambil kebijakan diharuskan untuk memilih atau
menentukan tingkat setiap kegiatan yang dilakukannya, dimana masing-masing kegiatan
membutuhkan sumber yang sama sedangkan jumlahnya terbatas. Secara sederhana, dapat
digambarkan sebagai contoh keadaan bagian produksi suatu perusahaan yang dihadapkan pada
masalah penentuan tingkat produksi masing-masing jenis produk dengan memperhatikan
batasan-batasan faktor-faktor produksi : mesin, tenaga kerja, bahan mentah, dan sebagainya
untuk memperoleh tingkat keuntungan maksimal atau biaya yang minimal.

Dalam memecahkan masalah di atas linear programming menggunakan model matematis.


Sebutan “Linear” berarti bahwa semua fungsi-fungsi matematis yang disajikan dalam model ini
haruslah fungsi-fungsi linear. Kata “Programming” jangan dikacaukan dengan “computer
programming”, seperti yang sering didengar dalam pembicaraan sehari-hari, walaupun secara
mendasar keduanya sering digunakan untuk perencanaan. Jadi, linear programming mencakup
perencanaan kegiatan-kegiatan untuk mencapai suatu hasil yang „optimal‟, yaitu suatu hasil yang
mencerminkan tercapainya sasaran tertentu yang paling baik (menurut model matematis) di
antara alternatif-alternatif yang mungkin dengan menggunakan fungsi linear.

Banyak sekali definisi menurut para Ahli , antara lain ialah sebagai berikut :

 T. Hani Handoko (1999)

Linear Programing ialah suatu metode analitik paling terkenal dan yang
merupakan suatu bagian pada kelompok teknik-teknik yang disebut dengan programisasi
matematik.

 Sofjan Assauri (1999)

Pengertian linear programing ialah suatu teknik perencanaan yang dengan


menggunakan model matematika dengan tujuan untuk menemukan kombinasi-kombinasi
produk yang terbaik di dalam menyusun suatu alokasi sumber daya yang terbatas guna
untuk mencapai tujuan yang digunakan dengan secara optimal.

6
 Zainal Mustafa, EQ, dan juga Ali Parkhan (2000)

Linear programing ialah suatu cara yang lazim digunakan dalam pemecahan suatu
masalah pengalokasian sumber-sumber yang terbatas dengan secara optimal.

 Zulian Yamit (1996)

Linear programming ialah metode ataupun teknik matematis yang digunakan


untuk dapat membantu manajer dalam pengambilan keputusan. Ciri khusus dalam
penggunaan metode matematis ini ialah berusaha untuk mendapatkan maksimisasi atau
juga minimisasi.

Penggunaan linear programming dapat digunakan sebagai pemecah permasalahan sebagai


berikut :

1. Masalah Produk Mix

Berapa banyak unit setiap produk yang akan dibuat agar memaksimumkan laba dengan
memperhatikan kemampuan permintaan dan kendala produksi.

2. Masalah Perencaan Investasi

Berapa banyak dana yang akan ditanamkan dalam setiap investasi agar memaksimumkan
ROI atau NPV dengan memperhatikan kemampuan dana yang tersedia dan ketentuan yang
ditetapkan.

3. Masalah Perencanaan Produksi & Persediaan

Berapa banyak produk yang akan diproduksi setiap periode untuk memenuhi permintaan
agar meminimumkan biaya penyimpangan persediaan, sewa, lembur, dan biaya lainnya.

4. Masalah Perencanaan Advertensi/ Promosi

Berapa banyak dana yang akan dikeluarkan untuk promosi, agar memaksimumkan
efektivitas penggunaan media advertensi dengan memperhatikan tujuan pemasaran dan alokasi
anggaran untuk setiap jenis media.

5. Masalah Diet

Berapa jumlah setiap sumber makanan yang digunakan untuk membuat produk makanan
baru, agar meminimumkan biaya dengan memperhatikan batas minimum campuran yang
dibutuhkan.

7
6. Masalah Distribusi/ Transportasi

Berapa jumlah produk yang akan dialokasikan dari beberapa pabrik ke beberapa lokasi
pemasaran/gudang penyimpanan agar meminimumkan biaya distribusi/transportasi.

2.2 Model Linear Programming


Model Linear Programming merupakan bentuk dan susunan dari dalam menyajikan
masalah-masalah yang akan dipecahkan dengan teknik Linear Programming. Dalam model
Linear Programming dikenal 2 (dua) macam „fungsi‟ yaitu fungsi tujuan (objective function) dan
fungsi-fungsi batasan (constraint function).

1. Fungsi Tujuan (Objective Function)

Fungsi tujuan adalah fungsi yang menggambarkan tujuan/ sasaran dalam permasalahan
Linear Programming yang berkaitan dengan pengaturan secara sumber daya untuk memperoleh
keuntungan maksimal atau biaya minimal. Pada umumnya nilai yang dioptimalkan dinyatakan
sebagai Z seperti tampak pada gambar 2.1

Gambar 2.1 model baku dan ringkas fungsi tujuan linear programming

2. Fungsi Batasan (Constraint Function)

Fungsi batasan merupakan bentuk penyajian secara matematis batasan-batasan kapasitas


yang tersedia yang akan diaolaksikan secara optimal ke berbagai kegiatan, tampak seperti
gambar 2.2

8
Gambar 2.2 model baku dan ringkas fungsi batasan linear programming

Agar memudahkan pembahasan model Linear Programming , digunakan simbol-simbol


sebagai berikut :

 m = macam batasan sumber atau fasilitas yang tersedia.


 n = macam kegiatan yang menggunakan sumber atau fasilitas tersebut.
 i = nomor setiap macam sumber atau fasilitas yang tersedia (i=1,2,...,m).
 j = nomor setiap macam kegiatan yang menggunakan sumber atau fasilitas yang tersedia
(j = 1,2,...,n).
 xj = tingkat kegiatan ke, j. (j = 1,2,...,n).
 aij = banyaknya sumber i yang diperlukan untuk menghasilkan setiap unit keluaran
(output) kegiatan j (I =1,2,...,m, dan j = 1,2,...,n).
 bi = banyaknya sumber (fasilitas) yang tersedia untuk dialokasikan ke setiap unit kegiatan
(I = 1,2,...,n).
 Z = nilai yang dioptimalkan (maksimum atau minimum).
 Cj = kenaikan nilai Z apabila ada pertambahan tingkat kegiatan (xj) dengan satu satuan
(unit); atau merupakan sumbangan setiap satuan keluaran kegiatan j terhadap nilai Z..

9
Keseluruhan simbol-simbol diatas selanjutnya disusun ke dalam bentuk tabel standar Linear
Programming tampak seperti di gambar 2.3

Gambar 2.3 tabel data untuk model linear programming

2.3 Asumsi Asumsi Dasar Linear Programming


Menurut Tjutju Tarliyah Dimyati dan Ahmad Dimyati, menerangkan bahwa ada asumsi dasar
yang diperlukan untuk membentuk suatu pemrograman linier yaitu sebagai berikut :

 Propotionality (Asumsi Kesebandingan)

Asumsi ini berarti bahwa naik turunnya nilai Z dan penggunaan sumber atau
fasilitas yang tersedia akan berubah secara sebanding dengan perubahan tingkat kegiatan.
Kesimpulannya, kontribusi setiap variabel keputusan terhadap fungsi tujuan adalah
sebanding.

 Additivity (Asumsi Penambahan)

Asumsi ini berarti bahwa nilai tujuan tiap kegiatan tidak saling mempengaruhi
atau dalam Linear Programming dianggap bahwa kenaikan dari nilai Z yang diakibatkan
oleh kenaikan suatu kegiatan dapat ditambahkan tanpa mempengaruhi bagian nilai Z
yang diperoleh dari kegiatan lain. Kesimpulannya, kontribusi setiap variabel keputusan
terhadap fungsi tujuan bersifat tidak bergantung pada nilai dari variabel keputusan lain.

10
 Divisibility

Asumsi ini menyatakan bahwa keluaran (output) yang dihasilkan oleh setiap
kegiatan dapat berupa bilangan pecahan. Demikian pula dengan nilai Z yang dihasilkan.

 Deterministic (Certainty)

Asumsi ini menyatakan bahwa semua konstanta (parameter) ( aij, bj, cj )


diasumsikan mempunyai nilai yang pasti.

2.4 Beberapa Pengertian Dalam Linear Programming


Beberapa pengertian yang akan sering dijumpai dalam Linear Programming adalah :

1. Solution

Solution adalah jawaban dari akhir suatu masalah.

2. Feasible Solution

Penyelesaian yang tidak melanggar batasan-batasan yang ada. Seperti gambar dibawah,
daerah feasible adalah daerah OABCD.

Gambar 2.4 Feasible Solution

3. No Feasible Solution

Tidak ada daerah feasible. Artinya apabila sifat atau letak batasan-batasan sedemikian
rupa sehingga tidak memungkinkan terdapatnya daerah atau alternatif-alterntaif yang feasible.
11
Gambar 2.5 No Feasible Solution

4. Optimal Solution

Feasible solution yang mempunyai nilai tujuan (nilai Z dalam fungsi tujuan) yang optimal
atau terbaik (maksimum atau minimum).

Gambar 2.6 Optimal Solution

12
5. Multiple Optimal Solution

Terdapatnya beberapa alternatif optimal dalam suatu masalah.

Gambar 2.7 Multiple Optimal Solution

6. Boundary Equation

Boundary Equation terjadi apabila suatu batasan dengan tanda „sama dengan‟. Misal bila
batasan pertama (2X1 ≤ 8) diubah tanda menjadi (2X1 = 8).

7. Corner Point Feasible Solutions

Feasible solutions yang terletak pada sudut (perpotongan) antara 2 garis.

Gambar 2.8 Corner Point Feasible Solutions

13
8. Corner Point Infeasible Solution

Titik yang terletak pada perpotongan 2 garis diluar daerah feasible.

Gambar 2.9 Corner Point Infeasible Solution

9. No Optimal Solutions

Apabila terjadi suatu masalah tidak mempunyai jawaban atau penyelesaian yang optimal.

Gambar 2.10 No Optimal Solutions

14
2.5 Formulasi Model Linear Programming
Dalam membangun model dari formulasi permasalahan yang ada, akan digunakan
beberapa unsur yang biasa digunakan dalam penyusunan program linier yaitu perumusan
variabel keputusan, fungsi tujuan, fungsi kendala/pembatas, dan batasan variabel.

a. Variabel Keputusan

Variabel Keputusan adalah variabel yang dapat menentukan keputusan keputusan yang
akan dibuat dalam pencapaian solusi optimal. Kesalahan dalam menentukan variabel keputusan
akan menyebabkan perusahaan salah dalam mengambil keputusan dan solusi yang dicapai tidak
optimal. Untuk itu diperlukan pemahaman yang baik tentang karakteristik problem riil yang
model program liniernya akan disusun. Berdasarkan karakteristiknya, program linier dapat
dikatagorikan ke dalam beberapa kelas problem program linier yang secara umum meliputi:
proses produksi, penganggaran, program diet, penjadwalan, perencanaan keuangan jangka
pendek, masalah blending, transportasi, penugasan, dan pengiriman. Khusus untuk problem
proses produksi, variabel keputusan akan menghantarkan kepada keputusan tentang berapa
banyak produk yang akan diproduksi sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan yang telah
dirumuskan.

b. Fungsi Tujuan

Fungsi tujuan merupakan fungsi yang menggambarkan tujuan atau sasaran dalam
permasalahan program linier yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya secara optimal
untuk memperoleh keuntungan maksimum atau untuk penggunaan biaya minimum.

c. Fungsi Kendala/Pembatas

Fungsi kendala/pembatas merupakan bentuk rumusan terhadap kendala yang dihadapi


dalam mencapai tujuan. Kendala tersebut biasanya terkait keterbatasan sumber daya yang
dimiliki di dalam mencapai tujuan yang telah dirumuskan di atas. Dengan ketersediaan sumber
daya yang terbatas, perusahaan diarahkan untuk dapat mencapai tujuan tersebut baik
memaksimumkan laba/keuntungan pendapatan yang maksimum yang diperoleh atau
meminimumkan biaya yang digunakan tanpa harus menambah biaya produksi.

d. Batasan Variabel

Batasan variabel menggambarkan tentang wilayah variabel. Jumlah sumber daya yang
tersedia untuk persoalan ini tidak boleh bernilai negatif.

15
Contoh kasus Formulasi Linear Programming

1. Perusahaan bambu LESTARI menghasilkan dua produk, meja dan kursi yang diproses melalui
dua bagian fungsi yakni perakitan dan pemolesan. Pada bagian perakitan tersedia 60 jam kerja,
sedangkan pada bagian pemolesan hanya 48 jam kerja. Untuk menghasilkan satu meja
diperlukan 4 jam kerja perakitan dan 2 jam kerja pemolesan, sedangkan untuk menghasilkan 1
kursi diperlukan 2 jam kerja perakitan dan 4 jam pemolesan. Laba untuk setiap meja dan kursi
yang dihasilkan masing-masing Rp. 80.000 dan Rp. 60.000.

Bagaimana formulasi linear programmingnya ?

Penyelesaiannya :

1. Definisi Variabel Keputusan

Keputusan yang akan diambil adalah berapakah jumlah meja dan kursi yang akan
dihasilkan. Jika meja disimbolkan dengan M dan kursi disimbolkan dengan K, maka definisi
variabel keputusan :

M = Jumlah meja yang akan dihasilkan (dalam satuan unit)

K = Jumlah kursi yang akan dihasilkan (dalam satuan unit)

2. Perumusan Fungsi Tujuan

Laba untuk setiap meja dan kursi dihasilkan masing-masing Rp. 80.000 dan Rp. 60.000.
Tujuan perusahaan yaitu memaksimumkan laba dari sejumlah meja dan kursi yang akan
dihasilkan. Dengan demikian, fungsi tujuan dapat ditulis :

Maksimumkan = Z = 8 M + 6 K (Dalam satuan Rp.10.000)

3. Perumusan Fungsi Kendala/ Batasan

 Perakitan
Untuk menghasilkan 1 buah meja diperlukan waktu 4 jam dan untuk menghasilkan 1
buah kursi diperlukan waktu 2 jam. Waktu yang tersedia adalah 60 jam.

4M + 2K ≤ 60

 Pemolesan
Untuk menghasilkan 1 buah meja diperlukan waktu 2 jam dan untuk menghasilkan 1
buah kursi diperlukan waktu 4 jam pada proses pemolesan. Waktu yang tersedia adalah
48 jam

16
2M + 4K ≤ 48

4. Kendala Batasan Variabel

Meja dan kursi yang dihasilkan tidak memiliki nilai negatif

M ≥ 0 dan K ≥ 0

Jadi perumusannya dalam bentuk tabel, sebagai berikut :

Waktu Yang Dibutuhkan per Unit Total jam


Proses
Meja Kursi tersedia
Perakitan 4 2 60
Pemolesan 2 4 48
Laba/unit 80.000 60.000

Perumusan persoalan dalam bentuk matematis :

Maksimumkan :

Z = 8 K + 6K

Dengan Kendala :

4M + 2K ≤ 60

2M + 4K ≤ 48

M ≥ 0 dan K ≥ 0

2. Untuk menjaga badan tetap sehat dan stabil, Seorang nenek harus memenuhi kebutuhan
makanan sehari harinya tapi dengan biaya yang minimum. Untuk itu nenek tersebut dalam
menjaga bobot yang sesuai dari kebutuhan beberapa jenis makanan yaitu nasi, ikan dan sayuran
yang kandungan gizi antara lain protein karbohidrat dan lemak . Harga masing masing jenis
makanan dan kebutuhan akan zat-zat makanan tersebut adalah sebagai berikut :

MAKANAN KEBUTUHAN
KANDUNGAN
NASI IKAN SAYUR MINIMUM
KARBOHIDRAT 5 1 0 8
PROTEIN 2 2 1 12
LEMAK 1 5 4 22
BIAYA/UNIT 0,5 0,8 0,6

17
Yang ingin diketahui yaitu susunan makanan nasi, ikan dan sayur sehingga dapat memenuhi
kebutuhan setiap hari tapi mengeluarkan biaya yang minimum .

Penyelesaiannya :

1. Variabel Keputusan

Pada kasus tersebut diatas terdapat tiga variabel :

X1 = Nasi X2 = Ikan X3 = Sayur

2. Fungsi Tujuan

Fungsi tujuan pada kasus ini yaitu untuk mendapatkan biaya minimum dari biaya total makanan
setiap hari tapi kebutuhan gizi tetap terpenuhi. Dapat di rumuskan sebagai berikut :

Z = 0,5 X1 + 0,8 X2 + 0,6 X3

3. Fungsi Batasan/Kendala

Fungsi kendala adalah kebutuhan minimum akan zat-zat makanan perhari yang telah ditentukan :

Karbohidrat 5 X1 + X2 ≥ 8

Protein 2 X1 + 2 X2 + X3 ≥ 12

Lemak X1 + 5 X2 + 4 X3 ≥ 22

4. Batasan Variabel

Fungsi kendala ini disebut kendala non negativity constraints dan di rumuskan :

X1 ≥ 0, X2 ≥ 0, X3 ≥ 0 atau X1, X2, X3 ≥ 0

Jadi dari masalah diatas, formulasi LP secara lengkap dapat ditulis

Minimumkan : Z = 0,5 X1 + 0,8 X2 + 0,6 X3

Dengan kendala : 5 X1 + X2 ≥ 8

2 X1 + 2 X2 + X3 ≥ 12

18
X1 + 5 X2 + 4 X3 ≥ 22

X1 ≥ 0, X2 ≥ 0, X3 ≥ 0 atau X1, X2, X3 ≥ 0

19
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Linear Programming merupakan suatu model umum yang dapat digunakan dalam
pemecahan masalah pengalokasian sumber-sumber daya yang terbatas secara optimal. Masalah
tersebut timbul apabila seseorang atau pengambil kebijakan diharuskan untuk memilih atau
menentukan tingkat setiap kegiatan yang dilakukannya, dimana masing-masing kegiatan
membutuhkan sumber yang sama sedangkan jumlahnya terbatas. Secara sederhana, dapat
digambarkan sebagai contoh keadaan bagian produksi suatu perusahaan yang dihadapkan pada
masalah penentuan tingkat produksi masing-masing jenis produk dengan memperhatikan
batasan-batasan faktor-faktor produksi : mesin, tenaga kerja, bahan mentah, dan sebagainya
untuk memperoleh tingkat keuntungan maksimal atau biaya yang minimal. Model linier
programming merupakan bentuk dan susunan dalam menyajikan masalah- masalah yang akan
dipecahkan dengan teknik linier programming. Dalam model linier programming dikenal 2 (dua)
macam “fungsi”, yaitu fungsi tujuan dan fungsi kendala.

Dalam membangun model dari formulasi permasalahan yang ada akan digunakan
beberapa unsur yang biasa digunakan dalam penyusunan program linier yaitu perumusan
variabel keputusan, fungsi tujuan, fungsi kendala/pembatas, dan batasan variabel.

3.2 Saran

Penulis menyadari bahwasannya makalah ini masih terdapat banyak kekurangannya.


Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan untuk menyempurnakan
makalah ini agar lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan dan
wawasan mendalam bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.

20
DAFTAR PUSTAKA
Pangestu [Link] Asri. [Link] [Link]-dasar operations [Link]
2

Yogyakarta: BPFE-YOGYAKARTA

Nata [Link] Ekonomi Dan Bisnis Lanjutan. Edisi 2

Denpasar: Keraras Emas.

[Link]

(Diakses tanggal 14 Februari 2022)

21

Anda mungkin juga menyukai