PRODI S1 ARSITEKTUR
MEKANIKA TEKNIK (105D5102)
KONSEP DAN PERHITUNGAN
BALOK GERBER
(Concept & Calculation of Simply
Supported Multi-Span Beam)
DEPARTEMEN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS
HASANUDDIN
Pendahuluan
Untuk membuat bangunan dengan bentang yang besar, kita dapat
menggunakan kombinasi balok yang lebih pendek seperti pada gambar
berikut
Sendi Sendi
Balok Gerber
S S
Balok gerber adalah suatu konstruksi balok yang mempunyai jumlah
reaksi perletakan > 3 buah, namun masih bisa diselesaikan dengan
syarat-syarat keseimbangan (Statis Tertentu)
Pendahuluan
• Balok Gerber – Semikolenov adalah struktur
yang secara geometris tidak dapat diubah dan
ditentukan secara statis yang terdiri dari
serangkaian balok satu bentang dengan atau
tanpa overhang yang dihubungkan bersama
dengan menggunakan sendi (engsel).
• Ditemukan oleh insinyur Jerman Henrich
Gerber (1832-1912) yang perhitungannya
dikembangkan secara detail oleh seorang
insinyur Rusia G.S. Semikolenov.
Sendi Balok Gerber
Sendi Balok Gerber
Aturan Balok Gerber
Aturan balok Gerber yang tidak memiliki ujung
yang dijepit merupakan konstruksi statis tertentu:
1. Setiap bentang tidak boleh lebih dari dua sendi
(engsel).
2. Bentang dengan dua sendi harus bergantian
dengan bentang tanpa engsel.
3. Bentang dengan satu sendi dapat mengikuti
satu sama lain, asalkan bentang pertama (atau
terakhir) tidak memiliki sendi.
4. Salah satu tumpuan (perletakan) harus
mencegah pergerakan ke arah horizontal.
Distribusi Sendi Pada Balok Gerber
Sifat khas dari balok Gerber-Semikolenov yang ditentukan
secara statis:
• Struktur dengan engsel perantara memiliki kekakuan
yang lebih sedikit daripada struktur tanpa engsel in-
termediate. Hal ini menyebabkan pengurangan
substansial momen lentur dibandingkan dengan balok
kontinu yang mencakup bentang yang sama.
• Kemungkinan tekanan kontrol dengan variasi lokasi
engsel.
Keunggulan Balok Gerber
Keunggulan balok Gerber adalah sebagai berikut:
• Perubahan suhu, penurunan penyangga,
ketidaksempurnaan perakitan tidak menimbulkan
tekanan.
• Kegagalan salah satu penyangga tidak dapat merusak
seluruh sistem.
• Anggota balok Gerber yang relatif pendek cocok untuk
prefabrikasi, transportasi, dan pemasangan
menggunakan peralatan standar.
• Balok Gerber bersendi biasanya lebih lebih ekonomis
daripada serangkaian balok yang hanya didukung
terputus-putus yang mencakup bentang yang sama.
Keunggulan Balok Gerber
• Balok Gerber-Semikolenov dapat disajikan secara
skematis dalam bentuk, yang menunjukkan interaksi
bagian yang terpisah dan transmisi gaya dari satu
bagian balok ke bagian lain.
• Balok Gerber-Semikolenov terdiri dari dua jenis balok,
yaitu balok utama (primer) dan balok gantung (sekunder).
• Balok utama dirancang untuk mendukung beban, yang
diterapkan pada balok ini juga untuk mempertahankan
balok gantung.
• Balok utama memikul beban yang dibebankan pada
balok ini, serta beban yang ditransmisikan pada balok
utama sebagai reaksi dari balok gantung.
Skema Interaksi Balok Gerber
• Skema interaksi untuk balok Gerber – Semikolenov
yang paling sederhana disajikan pada Gbr berikut:
• Dalam kasus ini, balok 1 adalah balok primer dan balok
2 adalah balok sekunder. Jelas bahwa kegagalan balok
1 menyebabkan runtuhnya seluruh struktur sedangkan
kegagalan balok 2 tidak menyebabkan kegagalan balok
1. Hanya ada satu cara untuk menampilkan balok
Gerber dengan menggunakan diagram interaksi.
Skema Interaksi Balok Gerber
Skema Interaksi Balok Gerber
Cara Perhitungan Balok Gerber
q (n/m)
S S
A B C D
A B S1 S2 C D
Sistem pada gambar diatas adalah statis tertentu, karena reaksi-reaksi perletakan
dapat dicari dengan syarat keseimbangan
Penyelesaian :
Q
Langkah 1: Balok tengah
diselesaikan, didapat S1 dan S2
Langkah 2: Reaksi S1 dan S2
sebagai beban pada kantilever S1 S2
pada balok sisi kiri dan kanan S1 S2
Q Q
Langkah 3: balok-balok
di sebelah sisi diselesaikan
A B C D
Cara Perhitungan Balok Gerber
q (N/m)
Gambar balok gerber disamping
S S
bisa kita selesaikan dengan A C D B
beberapa langkah :
Langkah 1 : menyelesaikan
balok kiri dan balok kanan
dengan persamaan
ksetimbangan S1 S2 B
A
Langkah 2 : Reaksi S1 dan S2
C D
menjadi beban dibalok tengah
nya
Langkah 3 : balok tengah
bisa kita selesaikan B
A S1 S2
S1 S2
C D
Dr. V. Lilik Hariyanto, Mekanika Teknik II. UNY Jogyakarta
[Link]
Contoh Soal 1 : Balok Gerber
Diketahui balok gerber seperti pada gambar di bawah. Hitunglah reaksi
tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing Force
Diagram (SFD), Bending Moment Diagram (BMD) dan Normal Forced
Diagram (NFD)
q = 10 kN/m
S
A B C
3m 2m 5m
Penyelesaian :
Langkah pertama adalah menyelesaikan memisahkan struktur balok
tersebut, dan menyelesaikan balok A-S. reaksi di S akan menjadi beban
di batang S-B-C sehingga batang tersebut dapat diselesaikan dengan
persamaan keseimbangan
Perhitungan Reaksi & FBD
Q = 10 kN/m
ΣMS = 0 ΣMA = 0
RAV.3- 10.3.1,5 = 0 RSV.3- 10.3.1,5 = 0
A S [Link] = 45 [Link] = 45
RAV = 15 kN RSV = 15 kN
RAV RSV ΣV = 0
3m 10.3 – RAV - RSV = 0 Ok
Free Body Diagram (FBD)
RSV = 15 kN
Q = 10 kN/m ΣMC = 0
RBV.5- 10.7.3,5 – 15.7= 0
[Link] = 350
RBV = 70 kN
B C
2m 5m ΣMB = 0
RBV RCV -RCV.5+10.5.2,5 –10.2.1-15.2= 0
-[Link] = -75
RCV = 15 kN
Free Body Diagram (FBD)
ΣV = 0
10.7 + 15 - RBV - RCV = 0 Ok
Perhitungan SFD & BMD
35 kN
35 5 x
15 kN 15 x
x
x 1,5m
(+) S
(+)
S B 70 KN
(-) SFD
(-)
15 KN SFS = 15 – (10.3) = -15 kN
15 KN
SFBki = 15 – (10.5) = -35 kN
SFB ka = -35 + 70 = 35 kN
35 kN SFC = RCV = 15 kN
Shearing Force Diagram (SFD) NFD Tidak ada !!!!!!
50 kN
BMD
x=0 M = 0 KN
x = 1,5 M = RAV.1,5 – 10.1,5.0,75 =11,25 kNm
(-) x = 3 M = RAV.3 –10.3.1,5 = 0 kNm
x = 5 M = RAV.5 – 10.5.2,5 = -50 kNm
x =7,5 M = RAV.7,5 – 10.7,5.3.75 + RBV.2,5 = 6,25
(+) 0 KN
6,25 kN
(+) kNm
11,25 kN 11,25 kN x= 8,5 M = RAV.8,5 – 10.8,5.4.25 + RBV.3,5 = 11,25
kNm
x=10 M = 0 kNm
Bending Momen Diagram (BMD)
Contoh Soal 2 : Balok Gerber
Diketahui balok gerber seperti pada gambar dibawah. Hitunglah reaksi
tumpuan, gambarkan Free Body Diagram (FBD), Shearing Force
Diagram (SFD), Bending Moment Diagram (BMD) dan Normal Force
Diagram (NFD)
P = 6 kN
q = 5 kN/m q = 8 kN/m
q = 10 kN/m
S1 S2
A B C D
4m 1,5 m 4m 1,5 m 4m
Penyelesaian :
Langkah pertama adalah memisahkan struktur balok tersebut, dan
menyelesaikan balok S1-S2 terlebih dahulu. Reaksi di S1 akan menjadi
beban di batang A-B-S1 dan reaksi S2 akan menjadi beban di batang S2-C-D
sehingga batang tersebut dapat diselesaikan dengan persamaan
keseimbangan.
Perhitungan Reaksi & FBD
P = 6 kN
ΣMS2 = 0 q = 10 kN/m ΣMS1 = 0
RS1.4 - 10.4.2 – 6.4= 0 -RS2.4 + 10.4.2 = 0
4.RS1 = 104 -4.RS2 = 80
S1 S2
RS1 = 26 KN RS2 = 20 KN
4m
RS1 RS1
q = 5 KN/m q = 8 kN/m
RS1 = 26 kN RS1 = 20 kN
A B C D
4m 1,5 m 1,5 m 4m
RA RB RC RD
ΣMB = 0 ΣMA = 0 ΣMD = 0 ΣMC = 0
RA.4 - 5.4.2 + 26.1,5= 0 -RB.4 +5.4.2+ 26.5,5= 0 RC.4 -8.4.2- 20.5,5= 0 -RD.4 +8.4.2- 20.1,5= 0
[Link] – 40 + 39 = 0 -[Link] + 40 + 143 = 0 [Link] - 64 - 110 = 0 -[Link] + 64 - 30 = 0
RA = 0,25 kN RB = 45,75 kN RC = 43,5 kN RD = 8,5 kN
Free Body Diagram (FBD)
P = 6 kN
q = 10 kN/m
S1 S2
4m
RS1 = 26 kN RS1 = 20 kN
q = 5 kN/m q = 8 kN/m
RS1 = 26 kN RS1 = 20 kN
A B C D
4m 1,5 m 1,5 m 4m
RA=0,25 kN RB =45,75 kN RC =43,5 kN RD = 8,5 kN
Free Body Diagram (FBD)
Shearing Force Diagram (SFD)
SFD
SFA = RAV = = 0,25 kN
SFBki = 0,25–(5.4) =-19,75 kN
26 kN SFBka = -19,75 +45,75 = 26 kN
23,5 kN
SFS1ki = 26-6 = 20 kN
SFS2 = 20 – (10.4) = -20 kN
19,75 4 x1 20 kN SFS2-C = -20 + 43,5 = 23,5 kN
0,25 x1 SFD = 23,5 – (8.4) = -8,5 kN
x1 0,05 m
23,5 4 - x2
8,5 x2
0,25 kN x2 x2 1,0625 m
S2
A D
B S1 C
x1
8,5 kN
19,75 kN
20 kN 20 kN
Bending Moment Diagram (BMD)
39 kNm BMD
x=0 MA = 0 kN
x = 4 MB = RAV.4 – 5.4.2 = -39
kNm
30 kNm x = 5,5 MS1 = RAV.5,5 –5.4.3,5 +
45,75.1,5 = 0 kNm
Linier x = 7,5 M = 26.2 – 6.2 – 10.2.1 = 20
kNm
x = 9,5 MS2 = 26.4 - 6.4 - 10.4.2 = 0
x = 11 MC = -8.4.2 + 8,5.4 = -30
(-) Linier
kNm
x = 13
M = -8,5.2 + 8.2.1 = -1 kNm
x=15
(-) MD = 0 kNm
A D
B S1 S2 C (+)
(+)
20 kNm
Terima Kasih