ANALISIS TINGKAT KEMAMPUAN PENGGUNAAN TEKNIK GITAR
KLASIK DI JURUSAN SENI MUSIK UNIVERSITAS HKBP
NOMMENSEN
PROPOSAL SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Bahasa Dan Seni
Universitas HKBP Nommensen
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Menyusun Skripsi
Guna Memperoleh Gelar Seni
OLEH :
Priadi Surya Irawan
NPM 19820002
PROGRAM STUDI SENI MUSIK
JURUSAN SENI MUSIK
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS HKBP NOMENSEN
2022
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Analisis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1998 : 37), adalah
penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri
serta hubungan antara bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan
pemahaman arti keseluruhan. Pada dasarnya sebagian orang menganalisis musik itu
karena berbagai macam kebutuhan informasi yang ingin diperoleh, mulai dari genre
musik, tokoh musik, pengaruh musik, dan karya musik. Sampai analisis suatu karya
baik itu meliputi analisis teknik, perkembangan, melodi, struktur musik, dan lain
sebagainya.
Musik tidak lepas dari alat atau bisa dibilang instrumen musik yang memang
dapat memproduksi nada. Salah satunya alat atau instrumen tersebut adalah gitar,
Gitar adalah salah satu instrumen musik yang populer dikalangan masyarakat, kata
gitar pada awalnya diambil dari nama alat musik kuno diwilayah Persia kira-kira
pada 1500 SM yang dikenal sebagai citar atau sehtar. Sehingga semakin
berkembangnya zaman, gitar pun ikut berkembang dan memiliki beberapa jenis,
diantaranya adalah gitar akustik, gitar elektrik, dan gitar klasik. Banyak orang yang
ingin mempelajari teori dan cara memainkan gitar, dan gitar klasik adalah salah satu
yang juga banyak diminati diantara jenis-jenis gitar tersebut. Oleh karena itu tidak
heran jika sekarang banyak orang yang berminat mengikuti kursus gitar klasik
bahkan memilih untuk belajar gitar klasik di sekolah musik. Instrumen ini biasa
digunakan sebagai pengiring karena kemampuannya memainkan lebih dari satu
nada secara bersamaan (harmonis).
Salah satu universitas swasta di kota Medan adalah Universitas HKBP
Nommensen memiliki program studi Seni Musik , Fakultas Bahasa dan Seni. Pada
program studi ini banyak menekuni berbagai bidang musik baik itu teori pelajaran
musik maupun praktek dalam bermusik. Penulis juga merupakan salah satu
mahasiswa program studi Seni Musik di Universitas HKBP Nommensen yang
menggunakan gitar klasik sebagai alat praktek untuk memenuhi pembelajaran
perkuliahan serta meningkatkan kemampuan di bidang gitar klasik.
Dalam memainkan alat musik terdapat beberapa teknik yang biasa dipakai,
contohnya pada piano terdapat teknik triling, pada biola terdapat teknik pizzicato,
pada alat musik tiup dan vokal terdapat teknik circular breathe, pada perkusi
terdapat teknik sticking single stroke dan double stroke, dan pada gitar klasik
terdapat teknik permainan yang cukup rumit untuk dimainkan, yaitu teknik tremolo,
arpeggio , barre, dan scales. Teknik trimolo ini menggunakan empat jari tangan
kanan yang digerakkan secara cepat dan beraturan. Jari yang digunakan itu adalah
jari jempol (pulgar), jari telunjuk (indice), jari tengah (medio), dan jari manis
(anular). Trimolo identik dengan nilai not 1/32, dan biasanya digunakan pada tanda
birama ¾ dan juga 6/8. butuh kehati-hatian dan konsentrasi yang penuh untuk
memainkan teknik trimolo ini, karena jika tidak fokus bisa jadi hasilnya tidak
sempurna atau bahkan bisa gagal dalam memainkannya. Arpeggio yaitu teknik
petikan jari tangan kanan untuk memetik broken chord, (Christopher, 1998 : 36).
Barre bagian yang diperlukan dari teknik gitar, itu berarti untuk menekan lebih dari
satu senar secara simultan pada fret dengan jari telunjuk tangan kiri, (Christopher,
1998 : 74). Scales merupakan teknik latihan memainkan Tangga Nada. Dalam
latihan ini, tangan kanan dan tangan kiri dilatih agar dapat sinkron saat bermain.
Dalam berlatih teknik scales biasanya tangan kanan secara tidak langsung akan
terlatih juga untuk memproduksi warna suara yang tepat dan indah (Christopher,
1998 : 88).
Dasar pertimbangan penelitian ini adalah penggunaan teknik dalam gitar
klasik yang tepat akan menentukan keahlian mahasiswa dalam mengikuti
pembelajaran di program studi seni musik. Pemain gitar tidak hanya harus
menguasai teknik, tetapi juga harus menjaga emosi, kestabilan dinamika, dan
penjarian tangan kanan kiri untuk membawakan berbagai karya yang diiringi
dengan gitar klasik.
Berdasarkan uraian di atas berfokus pada penggunaan teknik pada gitar
klasik, dan banyaknya peminat menggunakan gitar klasik diantara jenis-jenis gitar
lainnya terutama di program studi seni musik , fakultas Bahasa dan seni maka
penulis tertarik menyusun penelitian ini dengan judul “Analisis Kemampuan
Penggunaan Teknik Gitar Klasik di Jurusan Seni Musik Universitas HKBP
Nommensen”.
1.2 Identifikasi Masalah
Dari uraian latar belakang maka permasalahan penelitian ini adalah :
“Bagaimana kemampuan penggunaan teknik pada gitar klasik di Jurusan Seni
Musik Universitas HKBP Nommensen ?”
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan yang diharapkan adalah untuk
mengetahui tingkat kemampuan penggunaan teknik gitar klasik di Jurusan Seni
Musik Universitas HKBP Nommensen.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi wawasan dan pengetahuan untuk
mencapai tujuan yang sesuai dengan harapan. Penelitian ini diharapkan bermanfaat
juga bagi :
1. Bagi Penulis
Menambah wawasan penulis baik secara teoritis maupun praktis mengenai
pengaruh penggunaan teknik gitar klasik.
2. Bagi Peserta Didik
Peserta didik dapat mengetahui seberapa besar tingkat kemampuannya
dalam penggunaan teknik gitar klasik, sehingga peserta didik dapat lebih
termotivasi untuk meningkatkan kemampuan dalam penggunaan teknik gitar klasik.
3. Para Akademisi
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dokumen akademik yang
berguna untuk dijadikan acuan bagi sivitas akademika.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Dan Penjelasan Mengenai Teknik Permainan Gitar Klasik
Untuk dapat bermain sebuah karya dalam bentuk gitar klasik dengan baik
dan benar, seorang pemain gitar klasik harus mengetahui serta menguasai beberapa
teknik permainan dalam gitar klasik terutama yang terdapat pada karya ini, teknik
permainan tersebut antara lain:
1. Grace Notes
Grace notes atau short appoggiatura atau acciacatura ditandai dengan
penulisan not yang sangat kecil baik single not maupun double not dengan garis
diagonal maupun tidak menggunakan garis. Apabila grace notes ini menggunakan
garis diagonal pada not maka ini dinamakan dengan acciacatura, sedangkan grace
notes yang tidak memakai garis diagonal itu dinamakan appogiatura. Grace notes
ini hampir sama dengan teknik upward slur dan downward slur, atau dengan kata
lain yaitu menggunakan petikan hammer-on maupun pull-off dan kekuatan inti
memainkan teknik ini yaitu berada pada jari tangan kiri, (Carcassi 1972 : 47).
2. Slur
Slur ialah teknik membunyikan dua not atau lebih dengan bunyi yang
menyambung atau bisa dibilang tanpa terputus. Ditandai dengan garis melengkung
yang menghubungkan not yang berbeda dalam notasi standar. Cara memainkan
teknik ialah sebagai berikut. Not pertama di petik dengan cara biasa. Not kedua
(ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya jika lebih dari dua not) dibunyikan dengan
jari tangan kiri dengan cara menariknya kebawah menuju senar yang tepat berada
dibawah, (Phillip and Chappel, 2009 : 156).
3. Trill
Trill adalah teknik memainkan sebuah not dengan not yang lebih tinggi
secara berulang-ulang dengan tempo yang cepat. Walaupun dengan tempo yang
cepat, lamanya not yang dimainkan harus tetap diperhatikan. Lamanya not tetap
tergantung kepada nilai not itu sendiri. Teknik ini hampir menyerupai slur namun
dengan dua not yang “itu-itu saja”. Cara memainkannya pun sama, nada pertama
dengan petikan biasa, dan seterusnya dengan teknik upward slur dan downward slur
yang secara bergantian dan terus-menerus dalam jangka waktu yang ditentukan oleh
nilai not tersebut dan biasanya dilakukan dengan tempo yang cepat, (Phillip and
Chappel, 2009 : 161).
4. Barre
Barre adalah teknik untuk menekan beberapa (dua hingga enam) senar
dengan hanya menggunakan satu jari tangan kiri. Kata barre berasal dari Bahasa
Francis yaitu barré yang berarti “bar”. Teknik ini disebut juga dengan istilah ceja
atau cejilla (dalam Bahasa Spanyol), Teknik barre ini memungkinkan gitaris
mendapatkan akor-akor dimana memang harus banyak menekan banyak nada
dalam empat jari tangan kiri, dengan teknik ini pemain dimudahkan dengan satu
jari bisa menekan lebih dari satu nada tanpa harus mengubah nada tersebut, cukup
menyesuaikan dengan kemampuan tangan kiri. Teknik barre ini atau yang bisa
disebut dengan teknik ceja, mempunyai beberapa cara khusus agar mendapatkan
kualitas suara yang baik, (Phillip and Chappel, 2009 : 223).
5. Arpeggio
Arpeggio merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam permainan
gitar, dan diterapkan untuk mengembangkan keterampilan petikan pada penjarian
tangan kanan. Arpeggio itu sendiri berasal dari bahasa Itali yaitu “arpeggiare” yang
berarti bunyi nada-nada dari suatu akor yang dimainkan secara terpisah, atau dapat
juga dikatakan sebuah tipe akor yang terpisah yang dimainkan dengan cepat
sehingga memberikan kesan seperti akor yang dimainkan pada instrumen Harpa
(Latham, 2004:12).
6. Variasi petikan arpeggio
Arpeggio adalah suatu broken chords, maksudnya akord berbentuk not-not
yang bermunculan dalam bentuk melodi musik dan penulisannya berstruktur
vertikal (dibunyikan dalam waktu yang sama) dengan petikan (p-i-m-a), (Classical
Guitar for Dumies Phillip and Chappel, 2009 : 92). Teknik penjarian variasi petikan
arpeggio, dinamakan pinch (double-stop) yaitu teknik memetik jari jempol dengan
jari antara i-m-a maupun bervariasi antara tiga atau empat jari dalam satu petikan
secara bersamaan yang membentuk harmonisasi melodi, (Classical Guitar for
Dumies Phillip and Chappel, 2009 : 95).
Berikut ini merupakan penjelasan mengenai teknik-teknik yang harus
dikuasai seorang pemain gitar klasik :
a) Speed
Kecepatan bermain merupakan salah satu syarat penting yang harus dimiliki
seorang pemain gitar tunggal, karena jika seorang pemain tidak mampu
mengembangkan kecepatan bermainnya maka akan mengalami kesulitan dalam
memainkan nada-nada cepat yang terdapat dalam sebuah lagu.
b) Power
Pada saat karya ini di transkrip ke dalam bentuk permainan gitar klasik, ada
beberapa bagian yang memang diharuskan terdengar keras. Power tidak hanya
dengan jari tetapi juga dari pergelangan tangan, lengan dan seluruh badan
tergantung nada apa yang dimainkan, dan tergantung pada tanda dinamik yang ada
dalam partitur. Menurut Pono Banoe (2003 : 116), “keras lembutnya dalam cara
memainkan musik, dinyatakan dengan berbagai istilah seperti: p (piano), f (forte),
cresc (crescendo), mf (mezzo-forte), dan sebagainya”.
c) Penjarian
Seorang pemain gitar klasik harus mampu mencari posisi yang baik dan
nyaman untuk memainkan nada-nada yang terdapat dalam partitur, jika pemain
gitar klasik tidak mampu mencari posisi yang baik dan nyaman maka akan kesulitan
dalam memainkan nada-nada yang terdapat dalam karya ini. Maka dari itu latihan
penjarian terlebih dahulu akan sangat penting, itu akan membuat jari tangan kanan
maupun tangan kiri akan lebih lentur ketika memainkan karya. Menurut Pono
Banoe (2003 : 146), “Fingering yaitu dengan tata jari tertentu dapat mencapai
kemudahan dalam memainkan sebuah lagu”.
d) Ketahanan fisik dan kesehatan
Faktor kesehatan merupakan salah satu faktor penting yang harus
diperhatikan oleh seorang pemain gitar klasik. Maka dari itu persiapan fisik juga
akan sangat membantu bagi pemain gitar klasik yang membawakan karya musik
gitar klasik.
2.1 Penjelasan Mengenai Teknik-Teknik Dasar Permainan Gitar Klasik
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia “teknik” diartikan sebagai cara
membuat sesuatu atau melakukan sesuatu yang berkenaan dengan kesenian
(Poerwadarminta, 1976 : 1035). Menurut Banoe (2003 : 409), teknik permainan
adalah cara atau teknik sentuhan pada alat musik atas nada tertentu sesuai petunjuk
atau notasinya, seperti: legato, staccato, tenuto, slurs, pizzicato, dan lain-lain.
Dari pengertian tersebut dapat diartikan bahwa teknik permainan
merupakan gambaran mengenai pola atau cara yang dipakai dalam suatu
pertunjukan. Yang dimaksud dengan teknik permainan dalam tulisan ini adalah
teknik permainan gitar klasik, yaitu cara memproduksi nada yang biasa dipakai oleh
pemain gitar klasik. Untuk dapat bermain gitar klasik dengan baik dan benar, ada
beberapa unsur yang sangat penting. Unsur yang nyata ialah materi atau teknik-
tenik, yaitu cara mempergunakan jari, tangan, lengan maupun keseluruhan bagian
tubuh (Kodijat, 2003 : 3). Tujuan dari latihan teknik adalah mengembangkan
keterampilan jari yang nantinya sebagai penunjang dalam penguasaan sebuah
karya, sehingga dapat dicapai dalam jangka waktu yang lebih singkat. Oleh karena
itu latihan teknik secara rutin memberi manfaat dalam menguatkan fondasi seorang
musisi.
Biasanya salah satu faktor penyebab seorang musisi, dalam hal ini seorang
gitaris klasik cepat merasa frustasi dalam bermain gitar klasik adalah karena tidak
dapat memecahkan masalah yang sedang dihadapi dalam mempelajari sebuah karya
(repertoir) yang memerlukan tingkat kesulitan teknik yang belum dikuasainya. Oleh
karena itu teknik merupakan salah satu unsur penting dalam bermusik selain
interpretasi. Berikut ini adalah penjelasan mengenai beberapa teknik-teknik dasar
dalam bermain gitar klasik yang dianggap perlu dijabarkan :
a. Posisi Duduk (Sitting Position)
Maksud dari posisi duduk disini yaitu cara memegang gitar klasik. Cara
bermain gitar klasik yang benar membutuhkan postur yang baik. Meskipun tidak
merasakannya saat ini, postur bermain gitar klasik yang salah pasti akan
mempengaruhi dalam jangka panjang, misalnya punggung terasa sakit atau jari
sakit. Sikap badan yang benar saat bermain gitar klasik yaitu:
Gambar 2.1
Sumber : (posisi duduk pemain gitar klasik Bredfor Werner, 2014)
Posisi duduk saat bermain gitar klasik tidak asal duduk tanpa aturan. Menurut
Bredford Werner ada beberapa aturan posisi duduk yang baik dan benar,
diantaranya :
• Duduk dengan tegak
• Duduk pada bagian depan kursi, jangan sampai terlalu belakang.
• Kaki kiri menginjak footstool.
• Posisi footstool berada pada posisi yang tinggi agar kepala gitar dapat
sejajar dengan mata pemain gitar klasik.
• Jaga keseimbangan antara kepala, leher gitar, dan badan gitar agar sejajar
seperti gambar yang diberi simbol Y.
• Santai dan tahan posisi pundak seperti gambar yang diberi simbol X.
• Kepala gitar seharusnya bisa lebih tinggi dari kepala pemain gitar.
• Posisi gitar kurang lebih 45 derajat.
b. Simbol Pada Jari (Symbols For Fingerstyle Playing)
Jari–jari tangan kanan dan tangan kiri mempunyai kode penjarian yang
berbeda. Seperti gambar berikut :
Gambar 2.2
Sumber: (Simbol pemjarian tangan kanan, google 2015)
Simbol tangan kanan : p – Thumb (Spanish word pulgar) jari jempol
i – Index finger (Spanish word Indio) jari telunjuk
m – Middle finger (Spanish word Medio) jari tengah
a – Ring finger (Spanish word Anular) jari manis
Gambar2.3
Simbol tangan kiri : 1 – Index finger (jari telunjuk)
2 – Middle finger (jari tengah)
3 – Ring finger (jari manis)
4 – Little finger (jari kelingking)
c. Posisi Tangan Kanan (Right Hand Position)
Posisi tangan kanan pada saat bermain gitar klasik terbagi dalam dua teknik
yaitu teknik free stroke (Tirando) dan rest stroke (apoyando).
1) Free stroke (tirando) : teknik memetik dawai dengan arah yang
melengkung, sehingga tidak menyentuh dawai berikutnya. Biasanya
teknik ini digunakan untuk bermain dengan petikan yang agak cepat dan
teknik tremolo.
2) Rest stroke (apoyando) : teknik memetik dawai dengan jari searah keatas
sehingga menyentuh dawai yang diatasnya. Tujuannya biasanya untuk
memetik nada-nada tunggal seperti scale, dan melodi.
d. Posisi tangan kiri (Left Hand Position)
Menurut Clifford Cheam (1994 : 13), Ada beberapa teknik untuk tangan kiri
agar pemain gitar klasik bermain dengan lentur dan bisa bermain cepat ketika
membutuhkan kecepatan dalam lagu atau karya.
1) Jempol tangan kiri tetap berada pada belakang neck, jangan sampai terlalu
menggenggam neck sehingga jari jempol terlihat pada bagian depan.
2) Ketika menekan senar gitar dan melepasnya jangan sampai mengangkat
terlalu jauh.
3) Selalu menggunakan satu fret satu jari ketika bermain teknik atau karya.
4) Ketika menekan not, janga menekannya terlalu lama atau terlalu sebentar
sampai not itu benar-benar terdengar halus.
5) Tekan senar gitar dengan benar sampai suara yang dihasilkan menjadi
jernih.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Desain Penelitian
Metode penelitian yang digunakan penulis adalah deskriptif kualitatif. Untuk
mendapatkan penjelasan mengenai teknik-teknik permainan gitar klasik dengan apa
yang menjadi tujuan dari penelitian ini, penulis membutuhkan observasi dan
wawancara kepada pihak-pihak terkait yang kompeten dengan permasalahan yang
sedang diteliti serta studi dokumentasi sebagai pelengkap instrumen. Maka jika
memperhatikan pada langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mengumpulkan
data tersebut, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.
3.2 Instrumen Penelitian
Instrumen dalam penelitian ini adalah instrumen terbuka yang disiapkan oleh
peneliti sendiri sebagai instrumen kunci (human instrument). Data-data di lapangan
tidak serta merta dapat diambil melalui satu instrumen saja. Dalam penelitian ini
untuk mendapatkan rumusan mengenai penelitian yang penulis teliti, penulis
menggunakan metode pengumpulan data yang khas dalam penelitian kualitatif
yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi dari referensi terkait.
3.3 Subjek & Objek Penelitian
Objek dari bahan penelitian ini adalah teknik penggunaan gitar klasik
sedangkan yang menjadi subjek adalah mahasiswa jurusan Seni Musik di
Universitas HKBP Nommensen.
3.4 Tempat & Waktu
Lokasi penelitian berada di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas HKBP
Nommensen.
3.5 Langkah-Langkah Penelitian
Langkah-langkah penelitian perlu disusun terlebih dahulu agar proses penelitian
dapat berjalan lebih teratur dan sistematis. Adapun langkah-langkah yang dilakukan
peneliti adalah :
1. Observasi
Peneliti melakukan observasi awal berupa pengamatan ke beberapa lembaga
kursus, private, dan media sosial diantaranya youtube, facebook dan forum-forum
diskusi mengenai permasalahan yang berkaitan dengan yang penulis bahas. Tujuan
dari hal ini adalah untuk mengetahui peminatan terhadap penggunaan gitar klasik.
2. Wawancara
Wawancara akan dilakukan kepada pihak-pihak yang terkait dengan
permasalahan yang penulis teliti,diantaranya kepada sejumlah mahasiswa Seni
Musik Universitas HKBP Nommensen.
3. Dokumentasi
Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data yang sudah tersedia dalam
catatan dokumen. Data tersebut diantaranya data tentang penggunaan teknik gitar
klasik. Agar bisa membuat perbandingan baik secara emosi, teknik dan ornamen
yang dipakai. Lalu dokumentasi berupa video saat narasumber memainkan karya
tersebut. Ketiga metode pengumpulan data tersebut bertujuan untuk mendapatkan
data primer dan sekunder sebagai langkah-langkah dalam menjawab
pertanyaanpertanyaan penelitian.
Ketiga metode tersebut akan digunakan sesuai dengan data terkait yang akan
didapatkan, yaitu data mengenai penjelasan tentang teknik-teknik yang dipakai
dalam gitar klasik.