0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan11 halaman

Makalah tentang Rapid Application Development

Makalah ini membahas tentang Rapid Application Development (RAD) yang merupakan model proses pembangunan perangkat lunak yang menekankan pada siklus pembangunan pendek dan cepat. RAD menggunakan metode iteratif dalam mengembangkan sistem dengan membuat prototype awal untuk menetapkan kebutuhan pengguna. Makalah ini juga menjelaskan pengertian, sejarah, tahapan, kelebihan dan kekurangan dari penerapan RAD.

Diunggah oleh

Nii ni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan11 halaman

Makalah tentang Rapid Application Development

Makalah ini membahas tentang Rapid Application Development (RAD) yang merupakan model proses pembangunan perangkat lunak yang menekankan pada siklus pembangunan pendek dan cepat. RAD menggunakan metode iteratif dalam mengembangkan sistem dengan membuat prototype awal untuk menetapkan kebutuhan pengguna. Makalah ini juga menjelaskan pengertian, sejarah, tahapan, kelebihan dan kekurangan dari penerapan RAD.

Diunggah oleh

Nii ni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD)

Disusun Oleh:

- NPM : 2018.[Link]

KHAIRUL ANAM - NPM ; 2018.02.02.0.0013

TRI YANDI - NPM : 2018.02.02.0.0015

JURUSAN TEHNIK

PRODI SISTEM INFORMASI

UNIVERSITAS ISLAM MADURA (UIM) PAMEKASAN

2018

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat

serta hidayah kepada kita semua, sehingga berkat karunia-Nya kami dapat

menyelesaikan  makalah “ Rapid Application Development (RAD)”.

Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk

menyelesaikan tugas mata kuliah bahasa Indonesia di Universitas Islam Madura.

Dalam penulisan makalah ini, kami tidak lupa mengucapkan terima kasih

kepada semua pihak khususnya para anggota kelompok yang telah membantu dalam

menyelesaikan tugas makalah ini sehingga selesai tepat waktu. Dan tidak lupa juga

kami ucapkan terima kasih kepada Ibu hoiriyah,.[Link] selaku dosen pembimbing

yang telah membimbing kami.

Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri

maupun kepada pembaca umumnya.

pamekasan, 12 november

2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

MAKALAH RAPID APPLICATION DEVELOPMENT (RAD).....................................i


KATA PENGANTAR.......................................................................................................ii
BAB I.................................................................................................................................1
A. Latar belakang.....................................................................................................1
B. Rumusan masalah...............................................................................................1
C. Tujuan.................................................................................................................1
BAB II...............................................................................................................................2
A. Pengertian Rapid application development (RAD)............................................2
B. Sejarah................................................................................................................2
C. tahapan-tahapan dalam RAD..............................................................................3
D. Kelebihan dan Kekurangan.................................................................................4
E. Contoh Penerapan dalam Kehidupan..................................................................5
BAB III..............................................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................8

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Sistem Informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan
menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Suatu
sistem informasi yang baik tidak terlepas dari teknik dan langkah dalam membangunnya
agar mampu memberikan kepuasan optimal kepada para penggunanya. Banyak teknik
dan cara yang digunakan untuk membuat suatu sistem informasi. Untuk memahami dan
mengetahui teknik dan langkah-langkah dalam membangun sebuah sistem informasi,
diperlukan

B. Rumusan masalah

1. Apa pengertian rapid application development?


2. Sejarah rapid application development ?
3. Apa saja tahapan-tahapan dalam RAD?
4. Apa saja kelebihan dan kekurangan rapid application development?
5. Contoh Penerapan dalam Kehidupan?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui pengeretian rapid application development


2. Untuk mengehui unsur-unsur dari rapid application development
3. Untuk mengetahui jenis kelebihan dan kekurangan dari rapid application
development

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Rapid application development (RAD)

Rapid application development (RAD) atau rapid prototyping adalah model


proses pembangunan perangkat lunak yang tergolong dalam teknik incremental
(bertingkat). RAD menekankan pada siklus pembangunan pendek, singkat, dan
cepat. Waktu yang singkat adalah batasan yang penting untuk model ini. Rapid
application development menggunakan metode iteratif (berulang) dalam
mengembangkan sistem dimana working model (model bekerja) sistem
dikonstruksikan di awal tahap pengembangan dengan tujuan menetapkan
kebutuhan (requirement) user dan selanjutnya disingkirkan. Working model
digunakan kadang-kadang saja sebagai basis desain dan implementasi sistem
final. Aspek terpenting bagi model ini untuk berhasil adalah dengan meyakinkan
bahwa prototype yang dikembangkan akan dapat digunakan kembali.

B. Sejarah
Rapid Application Development (RAD) adalah istilah awalnya digunakan untuk
menggambarkan proses pengembangan perangkat lunak pertama kali
dikembangkan dan berhasil digunakan selama pertengahan 1970-an oleh Sistem
Pusat Pengembangan New York Telephone Co di bawah arahan Dan Gielan.
Setelah serangkaian implementasi sangat berhasil dari proses ini, Gielan kuliah
secara ekstensif di berbagai forum pada metodologi , praktek, dan manfaat dari
proses ini.

RAD melibatkan pengembangan dan pembangunan prototipe iteratif . Pada


tahun 1990 , dalam buku RAD, Rapid Application Development, James Martin
didokumentasikan penafsirannya tentang metodologi. Baru-baru ini, istilah dan
singkatan yang telah datang untuk digunakan dalam lebih luas, pengertian umum
yang mencakup berbagai metode yang bertujuan untuk mempercepat
pengembangan aplikasi, seperti penggunaan kerangka perangkat lunak dari
berbagai jenis, seperti kerangka kerja aplikasi web.

Pengembangan aplikasi yang cepat merupakan respon terhadap proses yang


dikembangkan pada 1970-an dan 1980-an, seperti Structured Sistem Metode
Analisis dan Desain dan model Waterfall lainnya. Satu masalah dengan
metodologi sebelumnya adalah bahwa aplikasi begitu lama untuk membangun

2
bahwa persyaratan telah berubah sebelum sistem itu selesai, sehingga sistem
tidak memadai atau bahkan tidak dapat digunakan. Masalah lain adalah asumsi
bahwa persyaratan metodis tahap analisis saja akan mengidentifikasi semua
persyaratan penting. Membuktikan fakta bahwa ini adalah jarang terjadi, bahkan
untuk proyek-proyek dengan profesional yang sangat berpengalaman di semua
tingkatan.

Dimulai dengan ide-ide dari Brian Gallagher, Alex Balchin, Barry Boehm dan
Scott Shultz, James Martin mengembangkan pendekatan pengembangan aplikasi
yang cepat selama tahun 1980 di IBM dan akhirnya diresmikan itu dengan
menerbitkan sebuah buku pada tahun 1991, Rapid Application Development.

C. tahapan-tahapan dalam RAD

RAD digunakan pada aplikasi sistem konstruksi, maka menekankan fase-fase


dalam RAD yaitu

1. Business modeling
Pada tahap ini, aliran informasi (information flow) pada fungsi-fungsi bisnis
dimodelkan untuk mengetahui informasi apa yang mengendalikan proses bisnis,
informasi apa yang hasilkan, siapa yang membuat informasi itu, kemana saja
informasi mengalir, dan siapa yang mengolahnya.

3
2. Data modeling
Aliran informasi yang didefinisikan dari business modeling, disaring lagi agar
bisa dijadikan bagian-bagian dari objek data yang dibutuhkan untuk mendukung
bisnis tersebut. Karakteristik (atribut) setiap objek ditentukan beserta relasi antar
objeknya.
3. Process modelling
Objek-objek data yang didefinisikan sebelumnya diubah agar bisa menghasilkan
aliran informasi untuk diimplementasikan menjadi fungsi bisnis. Pengolahan
deskripsi dibuat untuk menambah, merubah, menghapus, atau mengambil kembali
objek data.
4. Application generation
RAD bekerja dengan menggunakan fourth generation techniques (4GT).
Sehingga pada tahap ini sangat jarang digunakan pemrograman konvensional
menggunakan bahasa pemrograman generasi ketiga (third generation programming
languages), tetapi lebih ditekankan pada reuse komponen-komponen (jika ada) atau
membuat komponen baru (jika perlu). Dalam semua kasus, alat bantu untuk
otomatisasi digunakan untuk memfasilitasi pembuatan perangkat lunak.
5. Testing and turnover
Karena menekankan pada penggunaan kembali komponen yang telah ada (reuse),
sebagian komponen-komponen tersebut sudah diuji sebelumnya. Sehingga
mengurangi waktu testing secara keseluruhan. Kecuali untuk komponen-komponen
baru
D. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan :

a. Membeli sistem yang baru memungkinkan untuk lebih menghemat biaya


ketimbang mengembangkan sendiri.
b. Proses pengiriman menjadi lebih mudah, hal ini dikarenakan proses
pembuatan lebih banyak menggunakan potongan-potongan script.
c. Mudah untuk diamati karena menggunakan model prototype, sehingga
user lebih mengerti akan sistem yang dikembangkan.
d. Lebih fleksibel karena pengembang dapat melakukan proses desain ulang
pada saat yang bersamaan.
e. Bisa mengurangi penulisan kode yang kompleks karena menggunakan
wizard.
f. Keterlibatan user semakin meningkat karena merupakan bagian dari tim
secara keseluruhan.

4
g. Mampu meminimalkan kesalahan-kesalahan dengan menggunakan alat-
alat bantuan (CASE tools)
h. Mempercepat waktu pengembangan sistem secara keseluruhan karena
cenderung mengabaikan kualitas.
i. Tampilan yang lebih standar dan nyaman dengan bantuan software-
software pendukung.

Kelemahan :

a. Dengan melakukan pembelian belum tentu bisa menghemat biaya


dibandingkan dengan mengembangkan sendiri.
b. Membutuhkan biaya tersendiri untuk membeli peralatan-peralatan
penunjang seperti misalnya software dan hardware.
c. Kesulitan melakukan pengukuran mengenai kemajuan proses.
d. Kurang efisien karena apabila melakukan pengkodean dengan
menggunakan tangan bisa lebih efisien.
e. Ketelitian menjadi berkurang karena tidak menggunakan metode yang
formal dalam melakukan pengkodean.
f. Lebih banyak terjadi kesalahan apabila hanya mengutamakan kecepatan
dibandingkan dengan biaya dan kualitas.
g. Fasilitas-fasilitas banyak yang dikurangi karena terbatasnya waktu yang
tersedia.
h. Sistem sulit diaplikasikan di tempat yang lain.
i. Fasilitas yang tidak perlu terkadang harus disertakan, karena
menggunakan komponen yang sudah jadi, sehingga hal ini membuat
biaya semakin meningkat.

E. Contoh Penerapan dalam Kehidupan


Model RAD mengadopsi model waterfall dan pembangunan dalam waktu
singkat yang dicapai dengan menerapkan :

1) Component based construction (pemrograman berbasis komponen bukan


prosedural).
2) Penekanan pada penggunaan ulang (reuse) komponen perangkat lunak
yang telah ada.
3) Pembangkitan kode program otomatis/semi otomatis.
4) Multiple team (banyak tim), tiap tim menyelesaikan satu tugas yang
selevel tapi tidak sama. Banyaknya tim tergantung dari area dan
kompleksitasnya sistem yang dibangun.
5) Jika keutuhan yang diinginkan pada tahap analisis kebutuhan telah
lengkap dan jelas, maka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
secara lengkap perangkat lunak yang dibuat adalah berkisar 60 sampai 90

5
hari. Model RAD hampir sama dengan model waterfall, bedanya siklus
pengembangan yang ditempuh model ini sangat pendek dengan
penerapan teknik yang cepat.
6) Sistem dibagi-bagi menjadi beberapa modul dan dikerjakan beberapa tim
dalam waktu yang hampir bersamaan dalam waktu yang sudah
ditentukan. Model ini melibatkan banyak tim, dan setiap tim
mengerjakan tugas yang selevel, namun berbeda. Sesuai dengan
pembagian modul sistem.

6
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Model RAD ini merupakan sebuah adaptasi “kecepatan tinggi” dari model sekuensial
linier di mana perkembangan cepat dicapai dengan menggunakan pendekatan kontruksi
berbasis komponen. Jika kebutuhan dipahami dengan baik, proses RAD memungkinkan
tim pengembangan menciptakan “sistem fungsional yang utuh” dalam periode waktu
yang sangat pendek.

B. Saran

Saat ini, perkembangan teknologi informasi semakin pesat. Perkembangan teknologi


informasi tersebut turut mendorong adanya perkembangan sistem informasi, untuk
mengembangkan sistem informasi, banyak hal yang harus diperhatikan agar sistem
informasi yang kita kembangkan tersebut dapat mencapai hasil yang maksimal. Salah
satu kendala yang harus mendapat perhatian yang serius adalah dalam pemilihan model
pengembangan sistem informasi. Dengan pemilihan model pengembangan sistem yang
tepat, maka hasil yang kita capai pun akan lebih baik.

7
DAFTAR PUSTAKA

[Link]
when-to-use-it/ 60

[Link] 35

[Link] 15

[Link] 8

[Link] 21

[Link]
[Link] 11

[Link] 18

[Link]
15023/2

[Link]
[Link]

[Link]
sistem-informasi/

[Link]
[Link]

[Link]

Anda mungkin juga menyukai