LAPORAN PRAKTIKUM ERGONOMIK
ACARA 2
MENENTUKAN WAKTU SIKLUS, FAKTOR PENYESUAIAN DAN
MENGHITUNG WAKTU NORMAL
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Peningkatan produktivitas kerja memerlukan perancangan sistem kerja yang baik. Oleh
karena itu sistem kerja harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan hasil kerja
yang diinginkan. Dimana efesiensi waktu, material dalam bekerja dapat dioptimalkan dan juga
meminimalkan hal-hal yang tidak produktif dalam sistem kerja. Untuk mengetahui apakah
pekerjaan dari pekerja tersebut berlangsung secara efektif atau tidak, maka diperlukan suatu
metode untuk mengamati pekerjaan yang sedang berlangsung [Link]-gerakan yang
ada dalam setiap pekerjaan haruslah sesuai dengan prinsip- prinsip ekonomi gerakan yang ada
agar selain bisa menghasilkan hasil yang maksimal adalah memberi kenyamanan bagi pekerja
tersebut. Adapun tujuan pokok dari studi gerakan dan waktu kerja ini adalah untuk memperoleh
metode kerja yang lebih baik dan sederhana (memperbaiki pelaksanaan operasi kerja dengan cara
menghilangkan gerakan-gerakan kerja yang tidak efektif dan tidak diperlukan, menyederhanakan
gerakan-gerakan kerja, serta menetapkan gerakan dan urutan langkah kerja yang paling efektif
guna mencapai tingkat efisiensi kerja yang optimal) dan mengukur dan menetapkan waktu
bakuuntuk penyelesaian pekerjaan tersebut.
Menurut Wignjosoebroto(2003), pengukuran kerja (time study) adalah suatu aktivitas untuk
menentukan waktu yang dibutuhkan oleh seorang operator (yang memiliki ketrampilan rata- rata
dan terlatih baik) dalam melaksanakan sebuah kegiatan kerja dalam kondisi dantempo kerja yang
[Link] mengetahui apakah suatu sistem kerja yang diterapkan sudah baik, maka
diperlukan prinsip-prinsip pengukuran kerja yang meliputi teknik-teknik pengukuran mengenai
waktuyang dibutuhkan, tenaga yang dikeluarkan, pengaruh psikologis dan fisiologis.
1.2 Tujuan Praktikum
Mahasiswa mampu menghitung waktu siklus
Mahasiswa dapat menentukan faktor penyesuaian
Mahasiswa dapat menghitung waktu normal
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengukuran Waktu Kerja
Usaha untuk menentukan lama waktu kerja yang dibutuhkan seorang operator (terlatih
dan ”qualified”) dalam menyelsaikan suatu pekerjaan yang spesifikasi pada II-3 tingkat
kecepatan kerja yang normal dalam lingkungan kerja yang terbaik pada saat itu. Pengukuran
waktu yang dilakukan terhadap beberapa alternatif sistem kerja maka yang terbaik dilihat dari
penyelsaian tersingkat. (Sutalaksana, Anggawisastra, Tjakraatmadja, 2006:131).
Pengukuran waktu juga ditunjukan untuk mendapatkan waktu baku penyelsaian
pekerjaan, yaitu waktu yang dibutuhkan secara wajar, normal, dan terbaik. Teknik pengukuran
waktu dibagi menjadi pengukuran secara langsung dan pengukuran secara tidak langsung.
Pengukuran secara langsung dilakukan di tempat di mana pekerjaan yang bersangkutan
dijalankan, termasuk di dalamnya cara jam berhenti dan sampling pekerjaan. Untuk pengukuran
waktu secara tidak langsung, perhitungan waktu dilakukan tanpa harus berada di tempat
pekerjaan. Bisa dilakukan dengan membaca tabel-tabel yang menggambarkan elemen-elemen
gerakan, termasuk di dalamnya data waktu baku dan data waktu gerakan (Sutalaksana,
Anggawisastra, Tjakraatmadja, 2006:131).
Kelebihan dan kekurangan pengukuran waktu kerja langsung dan tidak langsung adalah
sebagai berikut :
1. Pengukuran secara langsung
a. Kelebihan
Praktis, mencatat waktu saja tanpa harus menguraikan pekerjaan ke dalam
elemen-elemen pekerjannya.
b. Kekurangan
Dibutuhkan waktu lebih lama untuk memperoleh data waktu yang banyak,
tujuannya agar hasil pengukuran yang teliti dan akurat.
Biaya lebih mahal karena pengukuran akan dilakukan dimana pekerjaan
pengukuran kerja berlangsung.
2. Pengukuran secara tidak langsung
a. Kelebihan
- Waktu relative singkat, hanya mencatat elemen-elemen gerakan pekerjaan satu kali
saja.
- Biaya lebih murah.
b. Kekurangan
- Belum ada data waktu gerakan berupa tabel-tabel waktu gerakan yang menyeluruh
dan rinci.
- Dibutuhkan ketelitian yang tinggi untuk seorang pengamat pekerjaan karena akan
berpengaruh terhadap hasil perhitungan.
- Data waktu gerakan harus disesuaikan dengan kondisi pekerjaan.
2.2 Perhitungan Statistik Tentang Pengukuran Waktu
1. Sub Grup
Sub grup berfungsi untuk menentukan dan memperlihatkan Batas Kontror”Atas (BKA) dan
Batas Kontrol Bawah (BKB), sub grup”adalah hasil dari pengumpulan data-data hasil
pengamatan (Ginting, 2009).
1 Nilai rata-rata
Nilai rata-rata merupakan nilai yang menunjukan bagaimana suatu data itu ke suatu ukuran
atau nilai tertentu. Rumus yang digunakan sebagai berikut (Sutalaksana, 2006):
̿X= ∑ ̅X
k
Dimana:
𝑋̿ : rata-rata subgroup
𝑋̅ : rata-rata tiap kelas
k : jumlah subgroup
2 Standar Deviasi
Standar deviasi merupakan nilai yang mengetahui besar perbedaan dari nilai sekumpulan
data terhadap nilai rata-ratanya. Rumus yang digunakan sebagai berikut (Sutalaksana, 2006):
Dimana:
: standar deviasi
𝑋̿ : rata-rata subgroup
Xi : nilai dari data
N : populasi dari data
1. Standar Deviasi rata-rata sub grup
Standar deviasi rata-rata sub grup”didapatkan dari standar deviasi dibagi dengan
subgrup yang terbentuk. Rumus yang digunakan sebagai berikut (Sutalaksana, 2006):
Dimana:
: standar deviasi subgroup
: standar deviasi
n : jumlah subgroup yang terbentuk
2. Pengujian Keseragaman Data
Bertujuan guna memastikan datanya seragam agar tidak muncul dan tidak disadari, jadi
diperlukan sistem untuk mengetahui ketidakseragaman data-data yang didapatkan
menggunakan peta kontrol (Sutalaksana, 2006). Pada umumnya seluruh data yang diperoleh
dimasukkan pada peta lalu dibuat”batas kontrol atas dan batas kontrol bawah. Data
“bias”dikatakan seragam apabila”data harus berada dalam batas kedua control, dikatan tidak
seragam jika diluar batas kontrol.
𝐵𝐾𝐴 = 𝑋̿ + 3𝜎𝑥....................................................................(2.4)
𝐵𝐾𝐵 = 𝑋̿ − 3𝜎𝑥................................................................(2.5)
Atau
( X X )2
= N 1
Keterangan :
BKA : batas kontrol atas
BKB : batas kontrol bawah
3. Pengujian Kecukupan Data
Uji kecukupan data adalah guna menentukan semua data yang akan didapatkan dan
diperlihatkan dalam catatan akhir bisa dikatakan sesuai dan cukup secara obyektif (Ginting,
2009). Namun uji kecukupan data digunakan untuk menjamin agar karakteristik populasi
sudah digambarkan oleh karakteristik yang digunakan, tetapi idealnya semakin banyak
jumlah pengamatan maka hasil yang diinginkan akan lebih terlihat dan juga usaha/biaya yang
dibutuhkan tentu semakin banyak. Rumus yang diigunakan yaitu:
2
k / s N X 2 X 2
X
Dengan :
K = Tingkat keyakinan
k = 99% = 3
k = 95% = 2
s = Derajat ketelitian
N = Jumlah data pengamatan
N’ = Jumlah data teoritis
2.1 Menghitung Waktu Baku
Kegiatan pengukuran waktu dikatakan selesai bila semua data diperoleh telah seragam dan
jumlahnya telah memenuhi tingkat ketelitian dan tingkat keyakinan yang diinginkan.
Selanjutnya adalah mengolah data untuk menghitung waktu baku, yang diperoleh dengan
langkah-langkah:
1. Menghitung waktu siklus
2. Menghitung waktu normal
dimana:
p adalah faktor penyesuaian.
Faktor ini diperhitungkan bila operator bekerja dengan tidak wajar sehingga hasil perhitungan
waktu perlu disesuaikan untuk mendapatkan waktu penyelesaian pekerjaan yang normal.
3. Menghitung waktu baku
dimana:
a adalah kelonggaran (allowance) yang diberikan kepada operator untuk menyelesaikan
pekerjaannya.
Kelonggaran ini diberikan untuk kebutuhan pribadi, menghilangkan rasa lelah, dan gangguan
yang mungkin terjadi yang tidak dapat dihindarkan oleh operator.
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Lokasi Praktikum
Hari, Tanggal : Rabu, 06 Oktober 2021
Waktu : 13.00-14.40 WITA
Tempat : Praktikum dilakukan di kediaman masing-masing secara
mandiri dan daring
3.2 Alat dan Bahan
Data waktu per elemen kerja
Metode perhitungan waktu siklus
Metode menentukan faktor penyesuaian
Metode menghitung waktu normal
3.3 Metode praktikum
[Link] Persentase
2. Cara SHUMARD
3. The Westing House System
4. Objective Rating
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
1. Metode Presentase
‘p’ ditentukan oleh pengukur melalui pengamatan selama pengukuran, misal:
Ditentukan p = 15% jika Ws = 92 menit, maka Wn = 0,15 x 92 = 13,8 menit
Kekurangannya : hasil penilaiannya ‘kasar’
2. Cara SHUMARD
Bila performansi operator dinilai EXCELENT,
Maka mendapat nilai 80, maka: p = 90/60 = 1,5
Jika Ws = 5520 detik maka :
WN = 5520 x 1,5 = 8280 detik
3. The Westing House System
Jika diketahui Ws = 124,6 detik, dicapai dengan :
Ketrampilan = Fair (E1) = -0,05
Usaha =Good (C2) = 0.02
Kondisi = Excelent (B) = +0,04
Konsistensi = Poor (F) = -0,04
Jumlah = -0,03
Jadi p = (1 - 0,03) = 0,97, Bila Ws = 124,6 det, maka : WN = 124,6 x 0,97 = 120,9 detik
diketahui ws = 5520
Ketrampilan = good (C1) =+ 0,06
Usaha =fair (E1) = -0.04
Kondisi = ideal (A) = +0,06
Konsistensi = Excelent (B)= +0,03
Jumlah = 0,11
Jadi p = (1 - 0,11) = 0,89, Bila Ws = 5520 det, maka : WN = 5520 x 0,89 = 4912,8 detik
[Link] Rating
P1= 0,15
bagian badan yang dipakai
pergelangan tangan dari jari :B =1
pedal kaki satu atau dua pedal dengan sumbu dibawah kaki :F =0
penggunaan tangan keadaan tangan saling bantu atau bergantian :H =0
koordinasi mata dengan tangan konstan/dekat :K =4
peralatan perlu penanganan hati-hati :Q =3
beban berat : 6,30 : oleh tangan :B-14 =28
JUMLAH =36%
nilai p2=1+0,36=1,36
jadi p=0,15*0,36 =0,204
4.2 Pembahasan
Berdasarkan praktikum yang telah dilalukan secara daring yaitu menentukan waktu siklus ,
faktor penyesuaian dan menghitung waktu normal ,ada 4 metode yang digunakan dalam
menhitung waktu normal .
1. Yang pertama adalah metode presentase , p yang digunakan adalah 15 % dengan waktu
siklus 92 menit , maka waktu normal nya adalah 0,15 x 92 menit = 13.8 dan hasil
penilaian dari penilaiannya adalah kasar .
2. Yang kedua adalah Metode cara SHUMARD , kelas yang kami gunakan adalah excellent
,maka mendapat nilai 80, p = 90/60 , yaitu 1,5 jika waktu siklus 5520 detik maka waktu
normal 5520 x 1,5 = 8280 detik .
3. Yang ketiga The Westing House System Waktu Siklus = 124,6 detik, dicapai dengan :
Ketrampilan = Fair (E1) = -0,05
Usaha = Good (C2) = 0.02
Kondisi = Excelent (B) = +0,04
Konsistensi = Poor (F) = -0,04
Jumlah = -0,03
Jadi p = (1 - 0,03) = 0,97, Bila Waktu siklus = 124,6 detik , maka : waktu normal =
124,6 x 0,97 = 120,9 detik .
Waktu Siklus = 5520 detik
Ketrampilan = good (C1) =+ 0,06
Usaha = fair (E1) = -0.04
Kondisi = ideal (A) = +0,06
Konsistensi = Excelent (B) = +0,03
Jumlah = 0,11
Jadi p = (1 - 0,11) = 0,89, Bila Waktu Siklus = 5520 detik maka : Waktu Normal = 5520
x 0,89 = 4912,8 detik
4. Yang ke empat adalah Metode Objective Rating
Perhitungan faktor penyesuaian p = p1 x p2
P1= 0,15
bagian badan yang dipakai
pergelangan tangan dari jari :B =1
pedal kaki satu atau dua pedal dengan sumbu dibawah kaki :F =0
penggunaan tangan keadaan tangan saling bantu atau bergantian :H =0
koordinasi mata dengan tangan konstan/dekat :K =4
peralatan perlu penanganan hati-hati :Q =3
beban berat : 6,30 : oleh tangan : B-14 = 28
JUMLAH =36%
nilai p2=1+0,36=1,36 jadi p=0,15x 0,36 =0,204
Kecepatan kerja yang dihasilkan adalah lambat , dikarenakan p lebih kecil dari 1.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesulitan pekerjaan adalah : jumlah anggota
badan yang digunakan, pedal kaki, penggunaan kedua tangan, koordinasi mata dengan
tangan, penanganan dan bobot.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari ke empat metode tersebut disimpulkan :
Metode presentase waktu siklus 92 menit , maka waktu normal nya adalah 13.8 dan hasil
penilaiannya adalah kasar .
Metode cara SHUMARD , menggunakan kelas excellent nilai 80, jmaka waktu siklus
5520 detik waktu Normal 8280 detik .
Metode The Westing House System Waktu Siklus sebesar 124,6 detik, maka waktu
normalnya adalah = 120,9 detik .
Metode Objective Rating yaitu Perhitungan faktor penyesuaiannya adalah 0,204
Kecepatan kerja yang dihasilkan adalah lambat , dikarenakan p lebih kecil dari 1.
5.2 Saran
Para praktikan diharapkan lebih teliti dalam melakukan praktikum ini , agar dapat
menghitung waktu siklus ,faktor penyesuaian dan waktu normal yang diperlukan saat bekerja .
DAFTAR PUSTAKA
Sutaklaksana, Anggawisatra, Tjakraatmadja ,2006 . Teknik Perancangan Sistem Kerja, Edisi
kedua, Teknik Industri Institut Teknologi, Bandung.
Sofyan, Dilan Ramadhan (2018) Perhitungan Waktu Baku Dan Simulasi Aliran Proses Produk
Spare Part Di Cv. Grand Manufacturing Indonesia. Other thesis,Universitas Komputer
Indonesia “[Link] [Link] /id/eprint/556/9/10.%20UNIKOM_Dilan
%20Ramadhan_Sofyan_Bab%[Link] (Di akses tanggal 20 November 2021).
Alvin setiawan,2015 “Laporan Praktikum Perancangan Sistem Kerja Dan ErgonomiModul 3
Stopwatch Time StudyKelompok 1”[Link]
[Link]/15642399/Laporan_Praktikum_Perancangan_Sistem_Kerja_Dan_Ergonom
i_Modul_3_Stopwatch_Time_Study_Kelompok_1 (Di akses tanggal 19 November
2021).