Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem
Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem
EKOSISTEM
Dosen Pengampu :
Fachroerrozi Hoesni , Dr., MP
Mata Kuliah:
Ilmu Alamiah Dasar
Disusun Oleh:
Denisa Rosalia
2000861201204
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan hidayah-Nya, penulis
dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul "Ekosistem" dengan tepat waktu.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Bisnis internasional. Selain
itu, makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan bagi para pembaca dan juga bagi
penulis.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Fachroerrozi Hoesni , Dr., MP
selaku dosen Mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar. Ucapan terima kasih juga disampaikan
kepada semua pihak yang telah membantu diselesaikannya makalah ini.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, penulis
berharap adanya kritik, saran dan usulan yang membangun demi perbaikan makalah
yang telah di buat untuk makalah yang akan datang. Semoga makalah sederhana ini
dapat di pahami bagi siapapun yang membacanya.
Penyusun
i
DAFTAR ISI
A. Kesimpulan ...................................................................................................... 20
B. Saran ................................................................................................................. 20
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 22
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ekosistem adalah suatu proses yang terbentuk karena adanya hubungan
timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya, jadi kita tahu bahwa
ada komponen biotik (hidup) dan juga komponen abiotik(tidak hidup) yang
terlibat dalam suatu ekosistem ini, kedua komponen ini tentunya saling
mempengaruhi, contohnya saja hubungan heewan dengan air. Interaksi antara
makhluk hidup dan tidak hidup ini akan membentuk suatu kesatuan dan
keteraturan. Setiap komponen yang terlibat memiliki fungsinya masing-
masing, dan selama tidak ada fungsi yang terngganggu maka keseimbangan
dari ekosistem ini akan terus terjaga.
Ekosistem disusun oleh dua komponen, yaitu lingkungan fisik atau
makhluk tidak hidup (komponen abiotik) dan berbagai jenis makhluk hidup
(komponen abiotik). Berbagai jenis makhluk hidup terscbut dapat
dikelompokkan menjadi satuan-satuan makhluk hidup dan ekosistem
merupakan salah satunya. Dalam kehidupan, setiap organisme selalu
memerlukan sesuatu dari lingkungannya dan lingkungan akan menerima
sesuatu dari organisme. Jadi, organisme dan lingkungan saling mengadakan
hubungan timbal balik (interaksi) yang disebut ekosistem. Ekosistem diartikan
scbagai hubungan timbal balik (interaksi) antara makhluk hidup dengan
lingkungan. Cabang ilmu biologi yang mempelajari ekologi. Istilah ekologi
pertama kali diperkenalkan olch E. Hacckel pada tahun 1860 sehingga dia
disebut sebagai bapak ekologi. Ruang lingkup kajian ckologi yang utama, yaitu
perubahan populasi suatu spesies pada waktu yang berbeda-beda, perpindahan
yang lain, serta faktor yang mempengaruhinya dan terjadinya hubungan timbal
balik antar makhuk hidup (hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme) dan
1
lingkungannya. Lingkungan merupakan suatu kesatuan ruang dengan semua
benda, daya, kcadaan, dan makhluk hidup, serta perilaku yang mempengaruhi
kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup
lainnya. Permasalahan lingkungan selalu muncul karena perkembangan
manusia (penduduk) dan pemanfaatan lingkungan yang kurang bijaksana
B. Rumusan Masalah
Dalam pembuatan makalah ini maka berikut adalah beberapa rumusan
masalah yang akan dijawab dan dijelaskan dalam makalah ini, yaitu :
C. Tujuan
Adapun tujuan dalam makalah ini, yaitu :
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan ekosistem
2. Untuk mengetahui apa saja satuan makhluk hidup dalam ekosistem
3. Untuk mengetahui apa saja komponen-komponen dalam ekosistem
4. Untuk mengetahui bagaimana pola makanan dalam ekosistem
5. Untuk mengetahui apa saja tipe-tipe ekosistem
6. Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi ekosistem
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Ekosistem
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan
timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan
menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.
Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang
melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik
sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi
suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai
sumber dari semua energi yang ada.
Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-
sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan
beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi
lingkungan fisik untuk keperluan hidup. Pengertian ini didasarkan pada
Hipotesis Gaia, yaitu: "organisme, khususnya mikroorganisme, bersama-sama
dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga
keadaan di bumi cocok untuk kehidupan".
Satuan Makhluk Hidup Dalam Ekosistem Kesatuan dari makhluk hidup
disuatu tempat dengan lingkungan tempat tinggalnya membentuk suatu
Kesatuan fungsional yang disebut Ekosistem.
3
3. Komunitas adalah sekumpulan populasi y yang berbeda-beda yang tinggal
disuatu tempat tertentu secara alami atau 1 buatan. Komunitas meliputi
komunitas air dan komunitas darat:
a. Contoh komunitas air alami : sungai, danau, laut
b. Contoh komunitas air buatan : akuariam, waduk, kolam.
c. Contoh komunitas darat alami : hutan, padang pasir sabana
d. Contoh komunitas darat buatan : sawah, ladang kebun
4. Lingkungan adalah semua yang terdapat di luar atau disekitar makhluk
a. Lingkungan biotik : terdiri dari makhluk hidup
b. Lingkungan abiotic : terdiri dari benda mati
5. Habitat adalah tempat suatu organisme mempertahankan dan melakukan
aktifitas kehidupan
Contoh : habitat teratai di air, habitat katak di darat dan di air
6. Ekosistem adalah kesatuan komunitas dengan lingkungannya yang
membentuk hubungan timbal balik
7. Bioma adalah beberapa komunitas yang membentuk ekosistem yang khas.
Contoh : hutan cemara. hutan jati
8. Biosfer adalah lapisan permukaan bumi yang digunakan makhluk hidup
untuk melangsungkan kehidupannya
4
b) Air
Persediaan air dipermukaan tanah akan mempengaruhi kehidupan
tumbuhan dan hewan. Hal-hal penting pada air yang mempengaruhi
kehidupan makhluk hidup adalah suhu air, kadar mineral air, salinitas,
arus air, penguapan, dan kedalaman air.
c) Udara
Udara merupakan lingkungan abiotik yang berupa gas yang berbentuk
atmosfer yang melingkupi makhluk hidup. Oksigen, karbondioksida,
dan nitrogen merupakan gas yang paling penting bagi kehidupan
makhluk hidup.
d) Cahaya matahari
Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan
dibumi ini. Salah satunya sebagai faktor utama yang diperlukan dalam
proses fotosintesis.
e) Suhu atau temperature
Setiap makhluk hidup memerlukan suhu yang optimal untuk kegiatan
metabolisme dan perkembangbiakannya.
2. Komponen Biotik
Komponen biotik adalah komponen ekosistem yang terdiri dari
makhluk hidup yang meliputi tumbuhan, hewan, dan manusia. Berdasarkan
peranannya komponen biotik dalam ekosisteem dibedakan menjadi tiga,
yaitu :
a) Produsen
Adalah makhluk hidup yang dapat membuat makanan sendiri dengan
bantuan sinar matahari melalui proses fotosintesis.
Contoh : semua tumbuhan hijau
5
b) Konsumen
Adalah makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanan sendiri dan
menggunakan makanan yang dihasilkan oleh produsen baik secara
langsung maupun tidak langsung.
Contoh : hewan dan manusia
Berdasarkan tingkatannya konsumen dibedakan menjadi empat,
yaitu :
1) Konsumen I/primer adalah konsumen/makhluk hidup yang
memakan produsen
Contoh : herbivora/hewan pemakan tumbuhan
2) Konsumen II/sekunder adalah konsumen/makhluk hidup yang
memakan konsumen I.
Contoh : karnivora/hewan pemakan daging
3) Konsumen III adalah konsumen/makhluk hidup yang memakan
konsumen II
Contoh : omnivora/hewan pemakan segala.
4) Konsumen puncak adalah konsumen terakhir atau hewan yang
menduduki urutan teratas dalam peristiwa makan dimakan.
3. Pengurai
Pengurai disebut juga redusen adalah jasad renik yang dapat
menguraikan makhluk lain menjadi zat hara. Contoh : bakteri dan jamur.
6
1. Fotoautotrof yang merupakan organisme pemanfaat energi cahaya untuk
mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik.
2. Kemoautotrof yang merupakan organisme pemanfaat energi dari reaksi
kimia untuk membuat bahan makanan sendiri dari bahan organik.
Contohnya adalah bakteri besi, dalam menjalankan proses ini mereka
membutuhkan oksigen.
Organisme Heterotrof adalah semua organisme yang tidak dapat
membuat makanannya sendiri, akan tetapi meman faat kan bahan-bahan
organik dari organisme lainnya sebagai bahan makanannya. Organisme ini
terdiri atas 3 tingkatan yaitu :
1) Konsumen yang secara langsung memakan organisme lain
2) Pengurai yang mendapatkan makanan dari penguraian bahan organik dari
bangkai
3) Detritivor yang merupakan pemakan partikel organik atau jaringan yang
telah membusuk, contoh nya adalah lintah dan cacing.
E. Tipe-Tipe Ekosistem
Secara umum ada tiga tipe ekosistem, yaitu ekositem air, ekosisten
darat, dan ekosistem buatan.
a. Ekosistem Akuatik (air)
1. Ekosistem Air Tawar
Air tawar adalah hal penting karena merupakan sumber air
rumah tangga dan industri yang murah, komponen air tawar merupakan
daur higrologis dan ekosistem air tawar merupakan sistem disporsal
(pembuangan yang mudah dan murah).
Beberapa faktor pembatas dalam ekosistem air tawar
diantaranya:
Kejernihan
Temperatur
7
Arus
Oksigen
Garam biogenik dalam air.
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak
menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan
cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang,
sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat
dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya
telah beradaptasi. Ekosistem air tawar dapat digolongkan menjadi :
Danau
Struktur danau umumnya mirip dengan struktur laut. Bagian
dasar danau yang dangkal disebut zona litoral, sedangkan bagian
danau yang terbuka disebut zona limnetik. Selain dibagi secara
horizontal, sturuktur danau juga di bagi secara vertikal menjadi zona
fotik (cahaya matahari masih bisa berpenetrasi) dan zona amfotik
(cahaya matahari sudah tidak bisa berpentctrasi). Organisme di
danau antara lain tumbuhan air dan ganggang sebagai organisme
fotosintesis, dan Juga zooplankton, berbagai jenis cacing, kerang
serangga, dan ikan.
Lahan basah
Lahan basah disebut juga wet land, adalah suatu yang
digenangi oleh air sehingga kondisinya menyokong untuk
kehidupan berbagai jenis organisme akuatik. Lahan basah bisa
dibedakan menjadi rawa (Unarsh), rawa lumpur (swamp), dan tanah
gambut (bog). Rawa memiliki ciri : tidak terdapat banyak pohon,
airnya mengalir dengan kecepatan sedang, dan terhubung dengan
danau atau aliran sungai. Rawa lumpur memiliki ciri : didominasi
oleh pohon dan semak-semak. Lahan gambut memiliki ciri : airnya
8
hampir tidak mengalir sama sekali. pH air asam, dan miskin Oz dan
N2.
Sungai
Sungai adalah badan air yang bergerak terus-menerus
menuju satu arah. Air sungai di bagian hilir terasa lebih hangat
dibandingkan bagian hulu sungai. Organisme fotosintetik jarang
ditemukan pada sungai di bagian hulu. Walaupun kandungan materi
organiknya rendah, kadar oksigen di hulu sungai tinggi.
Semakin menuju ke hilir, sungai akan semakin lebar dan
arusnya semakin tenang. Kondisi air yang tenang lebih sesuai untuk
pertumbuhan ganggang dan tumbuhan air. Namun, arus sungai yang
tenang membuat kadar oksigen menjadi rendah. Ketika sungai
bertemu lautan, maka akan terbentuk estuari. Pada estuari, air tawar
akan bercampur dengan air asin.
Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air
mengalir. Termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan rawa,
termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai.
Air tergenang. Contohnya: danau, kolam, rawa dan mangrove.
Air mengalir. Contonhya: mata air, aliran sungai, dan selokan
2. Ekosistem Air Laut
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang
tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik,
karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut
sekitar 25 °C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi, sehingga
terdapat batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air
yang dingin di bagian bawah yang disebut daerah termoklin.
Di daerah dingin, suhu air laut merata sehingga air dapat
bercampur, maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak
9
plakton serta ikan. Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan air
bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya, sehingga memungkinkan
terbentuknya rantai makanan yang berlangsung baik. Habitat laut dapat
dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaan secara
horizontal.
Ekosistem laut dapat dibagi menjadi beberapa zona, yaitu zona
intertidal (zona pasang surut), zona neritik (zona laut dangkal), dan zona
pelagik (zona laut terbuka). Berdasarkan ada atau tidak adanya penetrasi
cahaya dapat di bagi menjadi zona fotik (area permukaan laut yang
masih menerima cahaya matahari), zona bentik (area dasar laut). dan
zona afotik (area pertengahan antara permukaan dengan dasar laut yang
tidak menerima masukan cahaya matahari)
Zona intertidd
Area pasang dan surut air laut di sepanjang garis pantai
disebut zona intertidal. Pada saat pasang, zona intertidal akan
tertutupi air laut. Sedangkan pada saat surut. zona ini akan kering
dan terpapar oleh udara terbuka. Kandungan nutrisi di zona
intertidal cenderung tinggi karena masukan nutrisi dari estuari dan
sungai.
Zona intertidal dapat berupa pantai berpasir, berbatu atau
berlumpur. Organisme yang hidup di zona intertidal harus mampu
bertahan dari arus laut ketika periode pasang dan kekeringan ketika
periode surut. Organisme yang ada di zona intertidal antara lain :
rumput laut, abalon, anemon, kepiting, ganggang hijau, kerang .
timun laut, dan bintang laut.
Zonaneitik
Zona neritik berada diantara zona intertidal dan zona
pelagik. Kedalaman rata-rata zona laut dangkal adalah sekitar 200
10
m. Pada umumnya, suhu dan salinitas air laut di zona neritik relatif
stabil. Proses fotosintesis berlangsung di zona neritik karena cahaya
matahari bisa menembus hingga ke dasar laut.
Di wilayah tropis. zona neritik biasanya di huni oleh
terumbu karang. Suhu air yang hangat serta adanya cahaya matahari
menjadikan wilayah tropis sebagai habitat yang baik untuk terumbu
karang. Keragaman organisme di terumbu karang demikian tinggi.
Terumbu karang menjadi rumah bagi berbagai ikan tropis dan ikan
karang seperti : parrorfish. angelfish. dan butter/lvfish. Selain ikan,
organisme yang menghuni terumbu karang antara lain : spons,
cnidaria, cacing, udang-udangan, moluska, bintang laut, bulu babi,
dan ular laut.
Zonapedagik
Kedalaman rata-rata zona pelagik adalah 4.000 m. Sekitar
75 “0 air laut berada pada zona ini. Zona pelagik merupakan zona
yang paling tidak produktif. Kandungan nutrisi di zona pelagik juga
rendah. Ketiadaan cahaya matahari berarti tidak ada proses
fotosintesis yang menyediakan energi bagi banyak organisme.
Terumbu karang di zona pelagik di ibaratkan bioma gurun. Ikan
yang hidup di laut yang lebih dalam
3. Ekosistem Estuari
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan
laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas
atau rawa garam. Ekosistem estuari memiliki produktivitas yang tinggi
dan kaya akan nutrisi. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara
lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas
hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan.
11
4. Ekosistem Pantai
Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di
gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan
terhadap hempasan gelombang dan angin. Tumbuhan yang hidup di
ekosistem ini menjalar dan berdaun tebal.
5. Ekosistem Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air
sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan
makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan
oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis
lintang. Ekosistem sungai dihuni oleh hewan seperti ikan kucing,
gurame, kura-kura, ular, buaya, dan lumba-lumba.
6. Ekosistem Terumbu Karang
Ekosistem ini terdiri dari coral yang berada dekat pantai.
Efisiensi ekosistem ini sangat tinggi. Hewan-hewan yang hidup di
karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain.
Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara
karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan,
menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora. Kehadiran
terumbu karang di dekat pantai membuat pantai memiliki pasir putih.
Adapun manfaat terumbuh karang antara lain:
Berperan penting bagi pertumbuhan sumber daya perikanan
(sebagai feeding ground, fishing ground, spanwning ground dan
nursery ground)
Mencegah terjadinya pengikisan pantai (abrasi)
Sebagai daya tarik wisata bahari
Secara global terumbu karang berfungsi sebagai pengedap kalsium
yang mengalir dari sungai ke laut
12
Sebagai penyerap karbondioksida dan Gas Rumah Kaca (GRK)
lainnya.
7. Ekosistem Laut Dalam
Kedalamannya lebih dari 6.000 m. Biasanya terdapat lele laut
dan ikan laut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen
terdapat bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.
8. Ekosistem Lamun
Lamun atau seagrass adalah satu‑satunya kelompok tumbuh-
tumbuhan berbunga yang hidup di lingkungan laut. Tumbuh‑tumbuhan
ini hidup di habitat perairan pantai yang dangkal. Seperti hal-nya
rumput di darat, mereka mempunyai tunas berdaun yang tegak dan
tangkai‑tangkai yang merayap yang efektif untuk berbiak. Berbeda
dengan tumbuh‑tumbuhan laut lainnya (alga dan rumput laut), lamun
berbunga, berbuah dan meng-hasilkan biji. Mereka juga mempunyai
akar dan sistem internal untuk mengangkut gas dan zat‑zat hara. Sebagai
sumber daya hayati, lamun banyak dimanfaatkan untuk berbagai
keperluan.
b. Ekosistem Terestrial (darat)
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa
daratan. Berdasarkan letak gcografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat
dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut :
1. Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis terdapat di daerah tropik dan subtropik. Ciri-
cirinya adalah curah hujan 200-225 cm per tahun. Spesies pepohonan
relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya
tergantung letak geografisnya.
Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon
tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam
13
hutan basah terjadi perubahan iklim mikro, yaitu iklim yang langsung
terdapat di sekitar organisme. Daerah tudung cukup mendapat sinar
matahari, variasi suhu dan kelembapan tinggi, suhu sepanjang hari
sekitar 25 °C. Dalam hutan hujan tropis sering terdapat tumbuhan khas,
yaitu liana (rotan) dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain,
kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.
2. Hutan Magrove
Hutan yang terutama tumbuh pada tanah lumpur aluvial di
daerah pantai dan muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut.
Luas hutan mangrove yang ada di Indonesia merupakan yang terluas di
dunia (2,5 – 3,5 juta Ha, 18 – 23% luas magrove di dunia dan lebih luas
dari Brazil).
Adapun fungsi ekologinya yaitu:
Sebagai peredam gelombang (termasuk gelombang tsunami), angin,
dan badai
Melindungi daerah pantai dari bahaya abrasi
Sebagai penyerap nutrien organik, penahan lumpur, dan perangkap
sedimen
Sebagi daerah asuhan, mencari makan dan berkembangbiakan ikan,
udang, dan hewan liar lainnya.
3. Hutan Rawa
Hutan rawa terbentuk karena keadaan tanah yang sangat basah.
Rawa Sfagnum merupakan rawa yang terbentuk di daerah yang beriklim
sedang. Jenis-jenis rawa yang lain terbentuk bukan karena keadaan
iklim, tetapi karena keadaan air dalam tanah yang berlebihan. Hutan-
hutan rawa yang terbesar di pantai-pantai di kepulauan Indonesia seperti
Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, dan delta sungai Citaduy serta
rawa penting di Jawa Tengah. Vegetasi yang dominan adalah enceng
14
gondok, teratai, pohon, bungur, dan dadap. Pohon-pohon yang tumbuh
disini tinggi kurus dan tidak berdaun lebat. Keanekaragaman hewan
sangat rendah hanya ditemukan babi hutan, macam-macam ulat air,
ikan-ikan dan burung pencakar ular.
4. Bioma hutan basah
Bioma Hutan Basah terdapat di daerah tropika dan subtropik.
Ciri-cirinya adalah, curah hujan 200-225 cm per tahun. Species
pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang
lainnya tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 2040
m, cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk
tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro
(iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme). Daerah tudung
cukup mendapat sinar matahari. Variasi suhu dan kelembapan
tinggi/besar, suhu sepanjang hari sekitar 258C. Dalam hutan basah
tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan
anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi
hutan, harimau, dan burung hantu.
5. Sabana
Sabana dari daerah tropik terdapat di wilayah dengan curah
hujan 40 – 60 inci per tahun, tetapi temepratur dan kelembaban masih
tergantung musim. Sabana yang terluas di dunia terdapat di Afrika;
namun di Australia juga terdapat sabana yang luas. Hewan yang hidup
di sabana antara lain serangga dan mamalia seperti zebra, singa, dan
hyena.
6. Padang Rumput
Padang rumput terdapat di daerah yang terbentang dari daerah
tropik ke subtropik. Ciri-ciri padang rumput adalah curah hujan kurang
lebih 25-30 cm per tahun, hujan turun tidak teratur, porositas (peresapan
air) tinggi, dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan yang ada terdiri
15
atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada
kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar,
serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular.
7. Gurun
Gurun terdapat di daerah tropik yang berbatasan dengan padang
rumput. Beberapa Bioma gurun terdapat di dacrah tropika (sepanjang
garis balik) yang berbatasan dengan padang rumput. Ciri-ciri bioma
gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Suhu slang
hari tinggi (bisa mendapai 45”C) sehingga penguapan juga tinggi,
sedangkan malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0”C).
Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar. Tumbuhan
semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun
dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya
kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai
jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain
rodentia, ular, kadal, katak, dan kalajengking
8. Hutan Gugur
Hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang yang memiliki
emapt musim, ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun.
Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewan yang
terdapat di hutam gugur antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung
pelatuk, dan rakun (sebangsa luwak).
9. Taiga
Taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan
daerah tropik, ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah.
Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti
konifer, pinus, dan sejenisnya. Semak dan tumbuhan basah sedikit
sekali, sedangkan hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan
burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
16
10. Tundra
Tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam
lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi.
Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari. Contoh tumbuhan
yang dominan adalah sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim,
tumbuhan perdu, dan rumput alang-alang. Pada umumnya,
tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin. Hewan
yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada
musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap
memiliki rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub,
beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.
11. Karst (Batu Gamping /Gua)
Karst berawal dari nama kawasan batu gamping di wilayah
Yugoslavia. Kawasan karst di Indonesia rata-rata mempunyai ciri-ciri
yang hampir sama yaitu, tanahnya kurang subur untuk pertanian,
sensitif terhadap erosi, mudah longsor, bersifat rentan dengan pori-pori
aerasi yang rendah, gaya permeabilitas yang lamban dan didominasi
oleh pori-pori mikro. Ekosistem karst mengalami keunikan tersendiri,
dengan keragaman aspek biotis yang tidak dijumpai di ekosistem lain.
c. Ekosistem Buatan
Sawah merupakan salah satu contoh ekosistem buatan Ekosistem
buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi
kebutuhannya. Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar,
tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia, dan
memiliki keanekaragaman rendah. Contoh ekosistem buatan adalah :
1. Bendungan
2. Hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus agroekosistem berupa
sawah tadah hujan sawah irigasi
3. Perkebunan sawit
17
4. Ekosistem pemukiman seperti kota dan desa
5. Ekosistem ruang angkasa
Ekosistem kota memiliki metabolisme tinggi sehingga butuh energi
yang banyak. Kebutuhan materi juga tinggi dan tergantung dari luar, serta
memiliki pengeluaran yang eksesif seperti polusi dan panas. Ekosistem
ruang angkasa bukan merupakan suatu sistem tertutup yang dapat
memenuhi sendiri kebutuhannya tanpa tergantung input dari luar. Semua
ekosistem dan kehidupan selalu bergantung pada bumi.
18
5. Pembuangan Limbah Sampah
Jika pengolahan sampah tidak dilakukan dengan benar, terjadilah
kerusakan [Link] kamu melihat sungai yang kotor dan
berbau busuk? Sungai yang demikian merupakan hasil pembuangan
sampah dan limbah di sungai. Lingkungan sungai rusak dan hewan yang
hidup di dalamnya mati.
19
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dengan lingkungannya yang
membentuk hubungan timbal balik. Ekosistem tersusun atas dua komponen
utama, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik adalah
komponen ekosistem yang terdiri dari makhluk tak hidup atau benda mati.
Komponen abiotik adalah komponen ekosistem yang terdiri dari makhluk hidup
yang meliputi tumbuhan, hewan, dan manusia.
Tempat hidup organisme disebut habitat. Dalam habitat ekosistemnya
organism mempunyai setatus fungsional yang disebut dengan relung.
Kelompok organism satu spesies yang menempati ekosistem disebut populasa.
Sedangkan beberapa populasi dalam ekosistem disebut komunitas. Proses
perubahan dalam komunitas yang berlangsung secara berhadap dan munuju ke
satu arah secara teratur disebut suksesi. Berdasarkan kondisi habitatntya suksesi
dibedakan menjadi suksesi primer dan suksesi sekunder. Manusia merupakan
bagian dari lingkungan, manusia selalu dihadapkan pada masalah-masalah
lingkup, diantaranya keseimbangan lingkungan, perubahan lingkungan dan
sebagainya
B. Saran
Setiap makhluk hidup membutuhkan lingkungan yang sehat sebagai
tempat tinggal. Oleh karena itu, kita harus menjaga kebersihan tempat
lingkungan terutama disekitar tempat tinggal kita. Jagalah kelestarian dan
keberlangsungan hidup makhluk hidup, karena makhluk hidup yang satu
dengan yang lainnya saling ketergantungan dan tidak dapat hidup sendiri
Hendaknya kita sebagai manusia menjaga ekosistem karena dalam
ekosistem terdapat komponen abiotik seperti tanah, air, udara, cahaya, suhu,
20
angin, iklim, arus air dan ombak. Dan terdiri dari komponen biotic seperti
tumbuhan, hewan dan sebagainya yang sangat berguna bagi kelangsungan
hidup kita.
21
DAFTAR PUSTAKA
22