0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
188 tayangan10 halaman

Panduan Tes EPPS dan Skoringnya

EPPS (Edward Personal Preference Schedule) adalah tes kepribadian verbal yang mengukur 15 kebutuhan dasar seseorang. Tes ini menggunakan teknik pemilihan terpaksa dimana individu harus memilih salah satu pernyataan yang lebih disukainya. Skor tes menunjukkan kecenderungan seseorang dalam 15 aspek kepribadian.

Diunggah oleh

adel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
188 tayangan10 halaman

Panduan Tes EPPS dan Skoringnya

EPPS (Edward Personal Preference Schedule) adalah tes kepribadian verbal yang mengukur 15 kebutuhan dasar seseorang. Tes ini menggunakan teknik pemilihan terpaksa dimana individu harus memilih salah satu pernyataan yang lebih disukainya. Skor tes menunjukkan kecenderungan seseorang dalam 15 aspek kepribadian.

Diunggah oleh

adel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

EDWARD PERSONAL

PREFERENCE SCHEDULE
(EPPS)
TEORI DAN PRINSIP DASAR
•  Edward Personal Preference Schedule (EPPS) adalah salah satu test
verbal, dimana karena sifat-sifat dari test verbal ini bisa membuat
individu menjadi “alert” atau waspada, sehingga bisa saja berbohong.
Namun harus diingat bahwa korelasi antara apa yang dicerminkan keluar
dengan keadaan “dalamnya” mempunyai korelasi yang tinggi (0.871).
•  EPPS dituangkan dalam bentuk forced choice technique, sesuai dengan
kehidupan sehari-hari/mencerminkan keadaan sehari-hari, dimana
individu dipaksakan untuk memilih sesuatu dan implisit berarti menolak
yang lain. Disini individu harus memilih salah satu pernyataan yang lebih
disukainya. Hanya saja, pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh Edward
belum sepenuhnya bebas dari sosial desirability (sesuatu yang
diinginkan oleh lingkungan sosial). Dalam kehidupan ini, manusia
senantiasa memilih sehingga selalu dihadapkan pada konflik-konflik
tertentu (Approach-approach, Approach – avoidance, maupun avoidance
– avoidance), tetapi konflik tidak selalu harus menimbulkan ketegangan,
karena misalnya ada yang sudah diatur oleh kultur, atau kebiasaan.
Memilih erat kaitannya dengan menilai, kita memilih sesuatu berdasarkan
penilaian tertentu. Jadi kita tidak pernah bebas dari penilaian. Memilih
karena individu mempunyai penilaian.
ASPEK-ASPEK YANG DIUKUR
•  Aspek-aspek yang diukur adalah kebutuhan-kebutuhan
yang ada, dimana kebutuhan adalah sesuatu yang tidak
dapat dihindarkan dalam kehidupan manusia. Edward
mengambil needs dari Murray yang mengkategorikan 20
kebutuhan, dan ia hanya mengambil 15 kebutuhan saja.
KLASIFIKASI ASPEK-ASPEK (1)
1.  Ach – Achivement; Positif: erat hubungannya dengan kemauan dan kesanggupan (bukan
kemampuan) untuk menunjukkan adanya prestasi. Negatif: ambisius yaitu keinginan-keinginan
tersebut dapat merugikan dalam arti tertentu, yaitu soal kehidupan bermasyarakat atau kekurangan
adanya kehangatan perasaan dalam kehidupan sosial.
2.  Def – Deference; Respek, penghargaan, mengikuti, menuruti. Positif: kemauan untuk menyesuaikan
diri, mengikuti, menuruti tata cara/norma. Negatif: cenderung suggestible, kurang bersikap kritis.
3.  Ord – Order; Positif: kebutuhan akan keteraturan dan memiliki pola tertentu terutama dalam
hubungan sesama manusia. Begitu juga terhadap benda-benda lainnya. Negatif: Mengurangi
kelincahan, kreatifitas, dan kemampuan untuk memimpin/mengatur, kaku terhadap aturan, takut
menyimpang.
4.  Exh – Exhibitio; Kebutuhan akan menunjukkan diri. Positif: mampu menunjukkan diri dengan riang,
optimis, kepercayaan diri dan rasa bangga diri. Negatif: Hal-hal diatas tadi sering mengurangi
pengendalian diri (kontrol), kurang disiplin diri, memamerkan/menonjolkan diri.
5.  Aut – autonomy; Positif: keinginan untuk berdikari, sifat tidak tergantung dalam pendapat/pendirian,
menolak sugesti dalam kebutuhannya akan hal-hal yang bersifat konvesional, cukup progresif
terhadap perubahan. Negatif: Kurang dapat diajak bekerja sama, menyesuaikan diri, kepala batu,
fanatik, radikal.
KLASIFIKASI ASPEK-ASPEK (2)
6.  Aff – affiliatioN; Positif: Kebutuhan akan perhatian terhadap sesama manusia, perhatian akan
pergaulan yang harmonis terhadap sesama manusia disertai toleransi dan kehangatan dalam
pendekatannya. Negatif: Orang kurang tegas, kurang dapat mempertahankan pendirian, cenderung
kurang berani.
7.  Int – Intraception; Menempatkan diri pada orang lain dan empati. Positif: Minat terhadap
permasalahan oranglain untuk dianalisa dan dipahami, kepekaan perasaan, adanya keaktifan untuk
mengembangkan diri dan mengikuti perkembangan oranglain. Negatif: mudah larut dalam perasaan,
dan kondisi-kondisi orang, kurang dapat mempertahankan jarak.
8.  Suc – Succorance; Lebih bersifat negatif, dimana kebutuhan akan pemanjaan diri secara pasif,
hubungan dengan orang lebih didominasi untuk meminta bantuan yang sifatnya kurang egosentris/
kurang dewasa dan sangat tergantung pada oranglain. Mencerminkan adanya ketidakseimbangan
emosi dan kurang mampu menyesuaikan diri secara emosional.
9.  Dom – Dominance; Positif: keinginan atau kemauan yang masih dapat diterima. Seperti keinginan
untuk memimpin, mempengaruhi, membimbing, mengawasi, membina mengarahkan, menghimpun,
mengorganisir, memberi instruksi, mengatur, adanya kepercayaan pada diri sendiri dan juga
merupakan seseorang yang mampu mengadakan hubungan sosial. Negatif: agresi, tapi harus dilihat
profil secara keseluruhan.
10.  Aba – Abasement; Positif: keinginan merendahkan diri ini bisa mendukung keinginan/kemauan untuk
menyesuaikan diri, kompromi, terlihat adanya teoleransi. Ada keberanian mengakui kesalahan.
Adanya usaha mengkoreksi diri. Rendah hati (tata karma tidak sombong). Negatif: kurang cukup
keinginan, kemauan, aspirasi. Biasa muncul sebagai rasa kurang percaya diri dan sifat-sifat yang
merugikan kompetensi/kemampuan dalam kontak sosial/pergaulan.
KLASIFIKASI ASPEK-ASPEK (3)
11.  Nur – Nurturance; Perhatian yang diwarnai rasa sayang. Positif: adanya kehangatan perasaan, dalam
pergaulan disertai pelayanan, pemberian, perawatan terhadap manusia (juga dapat terhadap benda-
benda), juga mencerminkan perasaan sosial terhadap sekelilingnya. Bersedia memberikan
pertolongan yang pantas dan layak untuk menerima. Negatif: Pencerminkan emosi yang berlebihan,
sehingga kurang lugas, kurang rasional, dalam berpikir dan bertindak. Melupakan diri sendiri
sehingga dirinya telantar dan bahkan menjadi korban.
12.  Chg – Change; Kebutuhan akan perubahan-perubahan, yang semuanya menunjukkan minat yang
besar dalam mengadakan pergaulan dalam lingkungannya. Positif: Fleksibel, perasaan kemanusiaan
terhadap manusia lain sehingga ada kemampuan dalam hubungan sosial. Ingin mencoba hal-hal yang
baru. Menginginkan variasi dalam rangka penyegaran diri. Negatif: kurang intropeksi (hangat diluar
tapi kurang memperhatikan yang didalam), Tidak tetap pada pendirian, kurang mampu melakukan
kegiatan yang memiliki rutinitas tinggi.
13.  End – Endurance; Positif: kegigihan/ketekunan dalam menyelesaikan pekerjaan dan terbayang akan
kebenaran dan manfaat hasil dari jerih payahnya. Terus berusaha w alaupun adanya hambatan.
Negatif: Asal tahan, bertahan sifatnya kaku, dan tidak disadari pertimbangan lain.
14.  Het – Heterosexual; Positif: Kehidupan sexual sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai dan pada batas
normal. Negatif: Berlebihan, atau sebaliknya tidak berminat sama sekali.
15.  Agg – AggresioN; Positif: yang dikontrol atau diperhitungkan, membuatnya jadi berani, energi
mendobrak sesuatu dengan tujuan untuk hasil yang lebih baik. Negatif: Nekat, mengadakan
perbuatan merusak dalam segala bentuk.
KORELASI ANTAR ASPEK
Diantara ke 15 need LOVE HATE
tersebut telah diadakan
suatu perhitungan Kebutuhan Halus Kebutuhan Kasar
korelasi, seberapa jauh
antara need yang satu - Deference - Achivement
dengan yang lain. Ada
- Order - Exhibition
korelasinya, baik yang
positif maupun yang - Affiliation - Autonomi
negatif. Dan terbukti dari
perhitungan korelasi - Intraception - Dominance
tersebut (meskipun tidak
terlalu tinggi. Paling - Succorance - Change
tinggi adalah +0,46 dan
-0.36). Needs tersebut - Abasement - Heterosexual
dapat dibagi menjadi dua
kelompok besar, yaitu: - Nurturance - Aggression
- Endurance  
INSTRUKSI
Pada setiap nomor, saudara diminta untuk memilih satu
pernyataan yang PALING SESUAI dengan diri saudara, dan
BUKAN pernyataan yang umum/ideal menurut masyarakat.
Jawaban yang telah saudara pilih, saudara tuliskan pada
KERTAS JAWABAN, dengan cara MELINGKARI huruf A atau
B sesuai dengan pernyataan pilihannya. Buku persoalan
TIDAK DIPERKENANKAN untuk dicorat-coret, atau dituliskan
apapun.
TATA CARA SKORING
•  Buatlah garis lurus dengan WARNA MERAH melalui:
I : 1, 7, 13, 19, 25
II : 101, 107, 113, 119, 125
III : 201, 207, 213, 219, 225
•  Buatlah garis lurus dengan WARNA BIRU melalui:!
I : 26, 32, 38, 44, 50
II : 51, 57, 63, 69, 75
III : 151, 157, 163, 169, 175
•  Hitung r : dihitung menjajar !
Dihitung jumlah huruf “A” yang dilingkari pada baris pertama dan seterusnya dari kiri ke kanan. (kecuali
A yang kena garis merah, tidak dihitung baik yang dilingkari maupun yang tidak dilingkari). Jadi
Maksimum = 14
•  Hitung c : dihitung secara vertikal!
Dihitung jumlah huruf “B” yang dilingkari pada kolom pertama dan seterusnya dari atas ke bawah
(kecuali B yang kena garis merah). Jadi maksimum = 14
•  Hitung S : Jumlah (r + c) Jadi maksimum = 28 !
Kotak-kotak yang dibawah:
Membandingkan antara jawaban A/B yang kena garis merah dengan jawaban A/B yang kena garis biru.
Untuk mengetahui jumlah benar, dapat dilihat dari jumlah keseluruhan kolom s = 210.
INTERPRETASI

Anda mungkin juga menyukai