Dimensi dan Definisi Kualitas Pelayanan
Dimensi dan Definisi Kualitas Pelayanan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Kata kualitas mengandung banyak definisi dan makna karena orang yang
bebas dari kerusakan atau cacat, pemenuhan kebutuhan pelanggan, melakukan segala
kualitas dipandang secara luas, yaitu tidak hanya aspek hasil yang ditekankan, tetapi
juga meliputi proses, lingkungan dan [Link] ini jelas tampak dalam defenisi
yang dirumuskan oleh Goeth dan Davis dalam Tjiptono (2014:51) bahwa kualitas
merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia,
kualitas yang bervariasi dari yang kontroversional hingga kepada yang lebih
strategik.
perspektif mengenai kualitas, salah satunya yaitu bahwa kualitas dilihat tergantung
pada orang yang menilainya, sehingga produk yang paling memuaskan preferensi
8
9
diberikan oleh satu pihak atau lebih kepada pihak lain yang memiliki hubungan
dengan tujuan untuk dapat memberikan kepuasan kepada pihak kedua yang
yaitu terdapatnya dua unsur atau kelompok orang dimana masing-masing saling
membutuhkan dan memiliki keterkaitan, oleh karena itu peranan dan fungsi yang
tentang pelayanan yaitu faktor manusia yang melayani, alat atau fasilitas yang
bahkan sikap masing-masing orang yang memberi pelayanan dan yang dilayani
(Tjiptono, 2014:143).
berbeda menurut penjelasan para ahli, namun pada intinya tetap merujuk pada
konsepsi dasar yang sama. Menurut Sutedja (2013:5) pelayanan atau servis dapat
diartikan sebagai sebuah kegiatan atau keuntungan yang dapat ditawarkan oleh satu
kenyamanan yang diberikan, kemudahan lokasi, harga wajar dan bersaing (Sunarto,
2014:105). Menurut Jusuf Suit dan Almasdi (2012:88) untuk melayani pelanggan
secara prima kita diwajibkan untuk memberikan layanan yang pasti handal, cepat
serta lengkap dengan tambahan empati dan penampilan menarik. Sedangkan menurut
Gronroos dalam Ratminto (2015:2) pelayanan adalah suatu aktifitas atau serangkaian
aktifitas yang bersifat tidak kasat mata (tidak dapat diraba) yang terjadi sebagai
akibat adanya interaksi antara konsumen dengan karyawan atau hal-hal lain yang
permasalahan konsumen/pelanggan.
berikut:
selesai
3. Mampu berkomunikasi
seberapa bagus tingkat layanan yang diberikan mampu sesuai dengan ekspektasi
lembaga tertentu untuk memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan apa yang
kata lain, faktor utama yang mempengaruhi kualitas pelayanan adalah pelayanan
dalam hal ini pengunjung untuk menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan
lembaga atau instansi pemberi pelayanan jasa. Ikatan hubungan yang baik ini akan
kurang menyenangkan. Apabila layanan yang diterima atau dirasakan sesuai dengan
harapan pelanggan, maka kualitas yang diterima atau dirasakan sesuai dengan
harapan pelanggan, maka kualitas layanan dipersepsikan sebagai kualitas ideal, tetapi
sebaliknya jika layanan yang diterima atau dirasakan lebih rendah dari yang
terhadap beberapa jenis jasa dan berhasil mengidentifikasi sepuluh faktor utama yang
1) Reliability, mencakup dua hal pokok, yaitu konsistensi kerja (performance) dan
memberikan jasanya secara tepat semenjak saat pertama. Selain itu juga berarti
berarti lokasi fasilitas jasa yang mudah dijangkau, waktu menunggu yang tidak
5) Courtesy, meliputi sikap sopan santun, respek, perhatian, dan keramahan yang
yang dapat mereka pahami, serta selalu mendengarkan saran dan keluhan
pelanggan.
7) Credibility, yaitu sifat jujur dan dapat dipercaya. Kredibilitas mecakup nama
8) Security, yaitu aman dari bahaya, resiko, atau keragu-raguan. Aspek ini meliputi
pelanggan.
10) Tangibles, yaitu bukti fisik dari jasa, bisa berupa fasilitas fisik,
sekitarnya merupakan salah satu cara perusahaan jasa dalam menyajikan kualitas
rak buku, meja dan kursi, dan sebagainya), teknologi (peralatan dan perlengkapan
sesuai dengan apa yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Kinerja harus
sesuai dengan harapan pelanggan yang tercermin dari ketepatan waktu, pelayanan
yang sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan, sikap simpatik dan akurasi
yang tinggi.
memberikan jasa dengan cepat dan tepat dengan penyampaian informasi yang
informasi kepada pelanggan dalam bahasa dan penggunaan kata yang jelas
dengan optimal.
e. Sopan santun (courtesy), dalam pelayanan adanya suatu nilai moral yang
5. Empati (empathy) yaitu memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual
secara spesifik, serta memiliki waktu pengoperasian yang nyaman bagi pelanggan.
15
Gambar 2.1
Penilaian Kualitas Pelayanan Menurut Konsumen
5 dimensi kualitas
layanan Harapan konsumen Kualitas
6. terhadap pelayanan pelayanan
Tangibles yang
Reliability dinilai oleh
7.
Responsiveness Kenyataan pelayanan yang konsumen
Assurance dirasakan oleh konsumen
8.
Emphaty
sebagai berikut:
a. Penampilan.
selalu ingkar janji. Demikian juga waktu jika mengutarakan 2 hari selesai harus
c. Kesediaan Melayani.
pelanggan.
tertentu yang diisyaratkan dalam jabatan serta memiliki pengalaman yang luas
dibidangnya
Masyarakat pengguna jasa pelayanan itu sendiri dan lapisan masyarakat baik
tingkat status ekonomi dan sosial rendah maupun tinggi terdapat perbedaan
keramahtamahan dalam melayani, sabar, tidak egois dan santun dalam bertutur
kepada pelanggan.
Pelayanan ini oleh pengguna jasa dapat dipergunakan berbagai aspek, maka
g. Kepastian Hukum.
Bila setiap hasil yang tidak mempunyai kepastian hukum jelas akan
h. Keterbukaan.
i. Efisien.
menghasilkan biaya yang murah, waktu yang singkat dan tepat serta kualitas
j. Biaya.
k. Tidak Rasial.
dan politik dengan demikian segala urusan harus memenuhi jangkauan yang
l. Kesederhanaan.
sumber daya fisik memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk
Pelanggan merasa bahwa penyedia jasa, lokasi, jam operasi, karyawan dan sistem
19
dapat mengakses jasa tersebut dengan mudah. Selain itu, juga dirancang dengan
luwes.
Pelanggan memahami bahwa apapun yang terjadi atau telah disepakati, mereka
kepentingan pelanggan.
5. Recovery.
Pelanggan menyadari bahwa bila terjadi kesalahan atau sesuatu yang tidak
diharapkan dan tidak diprediksi, maka penyedia jasa akan segera mengambil
Pelanggan meyakini bahwa operasi dari penyedia jasa dapat dipercaya dan
Kualitas layanan pada prinsipnya adalah untuk menjaga janji pelanggan agar
pihak yang dilayani merasa puas dang diungkapkan. Kualitas memiliki hubungan
yang sangat erat dengan kepuasan pelanggan, yaitu kualitas memberikan suatu
dorongan kepada pelanggan untuk menjalani ikatan hubungan yang kuat dengan
organisasi pemberi layanan. Dalam jangka panjang ikatan seperti ini memungkinkan
Pelayanan kesehatan (health care service) merupakan hak setiap orang yang
dijamin dalam Undang Undang Dasar 1945 untuk melakukan upaya peningkatkan
Republik Indonesia Tahun 2009 (Depkes RI) yang tertuang dalam Undang-Undang
Kesehatan tentang kesehatan ialah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau
52 ayat (1) UU Kesehatan, pelayanan kesehatan secara umum terdiri dari dua bentuk
(self care), dan keluarga (family care) atau kelompok anggota masyarakat yang
pada institusi pelayanan kesehatan yang disebut rumah sakit, klinik bersalin,
praktik mandiri.
Kegiatan pelayanan kesehatan secara paripurna diatur dalam Pasal 52 ayat (2)
kesehatan.
kesehatan/penyakit.
lagi sebagai anggota masyarakat yang berguna untuk dirinya dan masyarakat,
puskesmas, klinik, dan rumah sakit diatur secara umum dalam UU Kesehatan, dalam
kesehatan dilaksanakan secara bertanggung jawab, aman, bermutu, serta merata dan
nondiskriminatif. Dalam hal ini setiap orang atau pasien dapat memperoleh kegiatan
kepentingan lainnya.
perihal (hal yang bersifat puas, kesenangan, kelegaan dan sebagainya). Menurut
harapannya. Tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara kinerja yang
dirasakan dengan harapan. Apabila kinerja dibawah harapan, maka pelanggan akan
sangat kecewa. Bila kinerja sesuai harapan, maka pelanggan akan puas. Sedangkan
bila kinerja melebihi harapan pelanggan akan sangat puas. harapan pelanggan dapat
dibentuk oleh pengalaman masa lampau, komentar dari kerabatnya serta janji dan
informasi dari berbagai media. Pelanggan yang puas akan setia lebih lama, kurang
sensitive terhadap harga dan memberi komentar yang baik tentang perusahaan
tersebut.
interaksi antara harapan dan pengalaman sesudah memakai jasa atau pelayanan yang
diberikan. Upaya untuk mewujudkan kepuasan pelanggan total bukanlah hal yang
mudah, Mudie dan Cottom menyatakan bahwa kepuasan pelanggan total tidak
disimpulkan bahwa kepuasan adalah perasaan senang, puas individu karena antara
harapan dan kenyataan dalam memakai dan pelayanan yang diberikan terpenuhi.
Istilah pasien berasal dari kata kerja bahasa latin yang artinya “menderita”,
perawatan. Konotasi yang melekat pada kata itu adalah ketergantungan. Karena
alasan inilah banyak perawat memilih kata pasien, yang berasal dari kata kerja
bahasa latin yang artinya “bersandar” dan berkonotasi bekerja sama dan independen
(Budiastuti, 2012:87).
yang datang ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan dengan masalah
kesehatan juga datang sebagai individu, anggota keluarga atau anggota dari
kinerja yang dirasakan konsumen atas poduk tersebut. Jika kinerja produk lebih
tinggi dari harapan konsumen maka konsumen akan mengalami kepuasan. Hal yang
24
hampir serupa dikemukakan oleh Indarjati (2013:66) yang menyebutkan adanya tiga
macam kondisi kepuasan yang bisa dirasakan oleh konsumen berkaitan dengan
perbandingan antara harapan dan kenyataan, yaitu jika harapan atau kebutuhan sama
dengan layanan yang diberikan maka konsumen akan merasa puas. Jika layanan yang
diberikan pada konsumen kurang atau tidak sesuai dengan kebutuhan atau harapan
perbandingan antara harapan yang dimiliki oleh konsumen dengan kenyataan yang
instansi dan konsumen individu. Dalam penelitian ini peneliti menitikberatkan pada
kepuasan pasien. Pasien adalah orang yang karena kelemahan fisik atau mentalnya
Pasien akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka menunjukkan bahwa produk
atau jasa yang digunakan berkualitas. Persepsi konsumen terhadap kualitas poduk
atau jasa dipengaruhi oleh dua hal yaitu kenyataan kualitas poduk atau jasa yang
rumah sakitnya.
25
2. Harga
Harga merupakan aspek penting, namun yang terpenting dalam penentuan kualitas
pasien dari segi biaya yang dikeluarkan, biasanya semakin mahal harga perawatan
maka pasien mempunyai harapan yang lebih besar. Sedangkan rumah sakit yang
berkualitas sama tetapi berharga murah, memberi nilai yang lebih tinggi pada
pasien.
3. Biaya
Mendapatkan produk atau jasa, pasien yang tidak perlu mengeluarkan biaya
tambahan atau tidak perlu membuang waktu untuk mendapatkan jasa pelayanan,
terhadap karakteristik operasi dari pelayanan inti yang telah diterima sangat
berpengaruh pada kepuasan yang dirasakan. Wujud dari kinerja ini misalnya:
pelengkap yang dimiliki oleh jasa pelayanan, misalnya: kelengkapan interior dan
diberikan. Hal ini dipengaruhi oleh kemampuan yang dimiliki oleh perawat
sakit.
pengobatan.
digunakan. Dimensi ini mencakup umur teknis maupun umur ekonomis dalam
dan sebagainya.
penanganan yang cepat dan kompetensi yang tinggi terhadap keluhan pasien
sewaktu-waktu.
7. Estetika, merupakan daya tarik rumah sakit yang dapat ditangkap oleh panca
indera. Misalnya: keramahan perawat, peralatan rumah sakit yang lengkap dan
sakit serta tanggung jawab rumah sakit. Bagaimana kesan yang diterima pasien
terhadap rumah sakit tersebut terhadap prestasi dan keunggulan rumah sakit daripada
rumah sakit lainnya dan tangggung jawab rumah sakit selama proses penyembuhan
baik dari pasien masuk sampai pasien keluar rumah sakit dalam keadaan sehat.
Sementara itu ahli lain Moison, Walter dan White (dalam Haryanti, 2013:90)
bersifat fisik antara lain gedung dan dekorasi. Karakteristik produk rumah sakit
meliputi penampilan bangunan rumah sakit, kebersihan dan tipe kelas kamar yang
2. Harga, yang termasuk didalamnya adalah harga produk atau jasa. Harga
merupakan aspek penting, namun yang terpenting dalam penentuan kualitas guna
dari segi biaya yang dikeluarkan, biasanya semakin mahal harga perawatan maka
rumah sakit. kepuasan muncul dari kesan pertama masuk pasien terhadap
4. Lokasi, meliputi: letak rumah sakit, letak kamar dan lingkungannya. Merupakan
salah satu aspek yang menentukan pertimbangan dalam memilih rumah sakit.
28
Umumnya semakin dekat rumah sakit dengan pusat perkotaan atau yang mudah
pasien, misalnya fasilitas kesehatan baik sarana dan prasarana, tempat parkir,
ruang tunggu yang nyaman dan ruang kamar rawat inap. Walaupun hal ini tidak
memberikan perhatian pada fasilitas rumah sakit dalam penyusunan strategi untuk
menarik konsumen.
6. Citra, reputasi dan kepedulian rumah sakit terhadap lingkungan. Image juga
rumah sakit mana yang akan dibutuhkan untuk proses penyembuhan. Pasien
dalam menginterpretasikan rumah sakit berawal dari cara pandang melalui panca
indera dari informasi-informasi yang didapatkan dan pengalaman baik dari orang
lain maupun diri sendiri sehingga menghasilkan anggapan yang positif terhadap
rumah sakit tersebut, meskipun dengan harga yang tinggi. Pasien akan tetap setia
pasien.
7. Desain visual, meliputi dekorasi ruangan, bangunan dan desain jalan yang tidak
rumit. Tata ruang dan dekorasi rumah sakit ikut menentukan kenyamanan suatu
rumah sakit, oleh karena itu desain dan visual harus diikutsertakan dalam
8. Suasana, meliputi keamanan, keakraban dan tata lampu. Suasana rumah sakit yang
tenang, nyaman, sejuk dan indah akan sangat mempengaruhi kepuasan pasien
dalam proses penyembuhannya. Selain itu tidak hanya bagi pasien saja yang
menikmati itu akan tetapi orang lain yang berkunjung ke rumah sakit akan sangat
senang dan memberikan pendapat yang positif sehingga akan terkesan bagi
9. Komunikasi, yaitu tata cara informasi yang diberikan pihak penyedia jasa dan
cepat diterima oleh penyedia jasa terutama perawat dalam memberikan bantuan
terhadap keluhan pasien. Misalnya adanya tombol panggilan didalam ruang rawat
inap, adanya ruang informasi yang memadai terhadap informasi yang akan
dibutuhkan pemakai jasa rumah sakit seperti keluarga pasien maupun orang yang
terdapat lima faktor utama yang harus diperhatikan oleh institusi, yaitu:
1. Jasa: pelanggan akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka menunjukan bahwa
2. Mutu pelayanan; terutama untuk industri jasa, pelanggan akan merasa puas bila
mereka mendapatkan pelayanan yang baik atau yang sesuai dengan yang
diharapkan.
orang lain akan kagum terhadap dia bila menggunakan produk dengan merk
yang diperoleh bukan karena kualitas dari produk tetapi nilai sosial yang membuat
4. Harga; produk yang mempunyai kualitas sama tetapi menetapkan harga yang
5. Biaya; pelanggan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan atau tidak perlu
membuang waktu untuk mendapatkan suatu produk atau jasa, cenderung puas
Tingkat kepuasan antar individu satu dengan individu lain berbeda. Hal ini
terjadi karena adanya pengaruh dari faktor jabatan, umur, kedudukan sosial, tingkat
2014:156).
dipengaruhi oleh jasa yang dihasilkan oleh suatu rumah sakit semata, tetapi juga
dipengaruhi oleh pelayanan yang diberikan oleh petugas rumah sakit baik dokter,
saran, keluhan masukan mengenai produk atau jasa layanan. Jika penanganan
keluhan, masukan dan saran ini baik dan cepat, maka pelanggan akan merasa
puas, sebaliknya jika tidak maka pelanggan akan merasa kecewa. Contohnya
31
Model ini berusaha menggali tingkat kepuasan dengan survei kepada pelanggan
mengenai jasa yang selama ini mereka gunakan. survei akan mencerminkan
3. Ghost Shopping
Model yang mirip dengan marketing intelligence yaitu pihak pemberi jasa dari
pesaingnya dengan cara berpura-pura sebagai pembeli atau pengguna jasa dan
baik, lebih efisien dan lebih efektif. Apabila pelanggan merasa tidak puas terhadap
suatu pelayanan yang disediakan, maka pelayanan tersebut dapat di pastikan tidak
efektif dan tidak efisien. Hal ini terutama sangat penting bagi pelayanan public.
pelayanan.
perorangan.
a) Tujuan Puskesmas
meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang
b) Fungsi Puskesmas
pemulihan kesehatan.
34
Tabel 2.1
Perbandingan penelitian terdahulu yang relevan
Nama
Judul Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan
No (tahun)
1 Nasution Pengaruh Kualitas Pelayanan Adanya pengaruh Sama sama meneliti Pada penelitian
2020 Kesehatan Terhadap Kepuasan bukti langsung, ketanggapan, faktor bukti langsung, sebelumnya di poli
Pasien Di Poli Umum kehandalan, jaminan, dn ketanggapan, umum Puskesmas
Puskesmas Gambir Baru empati kehandalan, jaminan, Gambir Baru
Asahan terhadap dn empati Asahan sedangkan
kepuasan pasien di terhadap pada penelitian ini
Puskesmas Gambir Baru kepuasan pasien di poli lansia
Kabupaten Puskesmas
Asahan Pelaihari
Kabupaten Tanah
Laut, dan jumlah
sampel
2 Widyantara Pengaruh Kualitas Pelayanan Keandalan, ketanggapan, Sama sama meneliti Pada penelitian
2018 Terhadap Kepuasan Pasien keyakinan, keberwujudan dan faktor keandalan, sebelumnya pasien
Rawat Inap Empati berpengaruh terhadap ketanggapan, rawat inap di
Pada Rumah Sakit Kusta kepuasan keyakinan, Rumah Sakit Kusta
Kediri pasien keberwujudan dan Kediri sedangkan
Empati berpengaruh pada penelitian ini
terhadap kepuasan di poli lansia
pasien Puskesmas
Pelaihari
34
35
Kabupaten Tanah
Laut, dan jumlah
sampel
3 Dewi 2016 Pengaruh Kualitas Pelayanan Bukti fisik, kehandalan, daya Sama sama meneliti Pada penelitian
terhadap Kepuasan Pasien tanggap, jaminan dan empati faktor bukti fisik, sebelumnya pasien
Pengguna BPJS memberikan pengaruh kehandalan, daya rawat inap di
pada Rumah Sakit Rehabilitasi positif terhadap kepuasan tanggap, jaminan dan Rumah Sakit Kusta
Medik Kabupaten Aceh Timur pasien empati terhadap Kediri sedangkan
kepuasan pasien pada penelitian ini
di poli lansia
Puskesmas
Pelaihari
Kabupaten Tanah
Laut, dan jumlah
sampel
4 Immas 2013 Pengaruh Kualitas Pelayanan Bukti fisik, kehandalan, daya Sama sama meneliti Pada penelitian
Terhadap Kepuasan Pasien Di tanggap, jaminan dan empati faktor bukti fisik, sebelumnya
Rumah Sakit Islam Kota memberikan pengaruh kehandalan, daya penelitian
Magelang positif terhadap kepuasan tanggap, jaminan dan dilakukan di
pasien empati terhadap Rumah Sakit Islam
kepuasan pasien Kota Magelang
sedangkan pada
penelitian ini di
poli lansia
Puskesmas
Pelaihari
Kabupaten Tanah
Laut, dan jumlah
36
sampel