0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan25 halaman

Program Pelatihan HSE Deltamas Solusindo

Dokumen tersebut membahas program keselamatan PT Deltamas Solusindo yang mencakup visi dan misi keselamatan, tujuan pelatihan passport keselamatan, kebijakan keselamatan, 13 unsur pelatihan keselamatan, manajemen subkontraktor, desain, konstruksi, dan manajemen perubahan keselamatan."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan25 halaman

Program Pelatihan HSE Deltamas Solusindo

Dokumen tersebut membahas program keselamatan PT Deltamas Solusindo yang mencakup visi dan misi keselamatan, tujuan pelatihan passport keselamatan, kebijakan keselamatan, 13 unsur pelatihan keselamatan, manajemen subkontraktor, desain, konstruksi, dan manajemen perubahan keselamatan."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SAFETY

PROGRAM

Training Passport
Visi dan Misi HSE

• Mendukung Visi Perusahaan Menjadi


Perusahaan EPC Kelas Dunia Terpercaya
Vision

• Membangun Kesadaran Bahwa


Keselamatan Merupakan Hak dan
Tanggung Jawab dari Semua Jajaran di
Mission PT Deltamas Solusindo
TUJUAN HSE PASSPORT TRAINING

“Agar setiap karyawan bisa menjadi leader yang


berkomitment terhadap K3L dalam setiap
pelaksanaan pekerjaan, dan menjadikan K3L
menjadi bagian terintegrasi dari Sistem
Management & Budaya perusahaan dalam
menciptakan tempat kerja yang aman, efisien
dan produktif “
HSE Policy
Compliance to
HSE Legal and
Other
13 Element
Reward and Requirements
Training
Punishment

Subcontractor
Evaluation
Management

Policy
HSE in Design,
Documentation
and Construction,
Commissioning

Leadership
Incident
Management of
Reporting and
Change
Investigation

Emergency
Inspection
Response
Communication
KONSEP DASAR

MAIN OBJECTIVES
Quality

Safety Cost
ON TIME

PROFITABLE

Delivery ZERO INCIDENTS


Bagaimana agar tujuan utama tercapai?.....

Engineering
HSE Procurement
Construction
Setiap leader harus memastikan disetiap tahapan project

Memasukkan aspek keselamatan


dalam proses bisnis sebagai bagian
tidak terpisahkan
Bagaimana Agar Tujuan Utama Tercapai ?

Safety
Safety
Safety
Safety Safety
Safety
Safety

Safety
Safety
Safety Safety
Safety
Safety Safety
Keselamatan sebagai bagian
Safety tidak terpisahkan dari
Safety
Safety Proses Bisnis
Bagaimana Agar Tujuan Utama Tercapai ?

PRE – EXECUTION EXECUTION POST – EXECUTION


Subcont Readiness (Lulus Work Permit & JSA
Riview Pekerjaan/After Action
CSMS)
Sign Barricade Review
Pekerja yang terlibat telah
memiliki kompetensi Toolbox Meeting Accident Investigation
keselamatan yang cukup
Safety requirement untuk HSEObservation &
posisi skill labour Intervention

Tools & Equipment lulus Safety Sort Service


Inspeksi (termasuk PPE) Employee Program
HSE plan, Draf JSA, Safety Inspeksi & Program
Metode Statement,
Emergency & Rescue Plan,
MSDS (jika menggunakan
bahan kimia)
HSE Workshop
CSMS (Contractor Safety Management System)
“Bersama dengan Procurement melakukan
asessment terhadap bidder dan memastikan
subcontractor, fabricator, forwarder telah lulus
penilaian pra-kualifikasi (Pengisian form dan
penilaian) sebelum masuk ketahapan teknical dan
komersial”
HSE TRAINING
1. HSE Induction 2. HSE Training Matriks
 Team Leader memberikan  Bersama-sama memastikan
Safety Induction kepada bahwa pekerja telah
pekerja yang menjadi mengikuti mandatory
tanggungjawabnya. training sesuai dengan
persyaratan dalam training
matriks proyek dan pekerja
memiliki awarenes terhadap
safety.
HSE TRAINING
2. HSE Training Matriks
HSE TRAINING

3. Kompetensi Skill Labour


 SI/SV memastikan skill labour harus memiliki kompetensi
sesuai dengan persyaratan perundangan dan requirement
project  dibuktikan dengan sertifikat dari lembaga yang
berwenang
Misal: Operator Crane  Surat Izin Operasi (SIO) migas /
depnaker, Scaffolder
PREMOB INSPEKSI

 Status kesiapan eksekusi pekerjaan ini diupdate sesuai


dengan kesiapan eksekusi pekerjaan. Termasuk
didalamnya kesiapan Equipment, Metode, JSA, Lampiran
(perhitungan engineer, rigging plan, dll) jika diperlukan,
serta status Man Power.
PREMOB INSPEKSI

Membantu menyampaikan requirement yang harus


dipenuhi kepada subcont/mitra bisnis. Misal:
Spesifikasi teknis, kelengkapan dokument, dll
Bersama-sama meng-expedite status finding hasil
inspeksi serta pengecekan akhir terhadap tools &
equipment saat sampai di site
Mereview MSDS (jika menggunakan bahan kimia)
KELENGKAPAN DOKUMEN

Subkontraktor harus melengkapi dokumen yang


disyaratkan.
Bersama-sama HSE, melakukan review terhadap
kelengkapan dokument subcontractor, seperti: HSE
plan, metode statement – emergency & rescue plan,
draft JSA, dll
Draft JSA untuk semua pekerjaan telah dibuat diawal
(setelah KOM)
HSE WORKSHOP

1. HSE Workshop
Sosialisasi yang dilakukan saat awal proyek tentang semua
requirement HSE, bertujuan untuk menyamakan visi dan misi
dalam pelaksanaan proyek
2. Spesifik HSE workshop
Untuk kritikan aktivitas yang menpunyai risiko yang tinggi maka
akan dilakukan spesifik HSE workshop, sebagai contoh adalah
untuk workshop pre commissioning dan commissioning.
WORK PERMIT & JSA

Pengawas pekerjaan memastikan Work Permit telah


disetujui dan pekerjaan dilakukan dengan memenuhi
persyaratan keselamatan.
Melakukan pengaturan pekerjaan dengan
berkoordinasi dengan disiplin lain (meminimalkan
simultan work dan multi level work)
TOOLBOX MEETING

 Pengecekan akhir kesiapan : Man power, Peralatan dan


equipment, Metode pekerjaan + rescue dan Area kerja
 Memastikan Sign dan barricade telah terpasang diarea kerja
 Memastikan crew yang terlibat telah memahami target
pekerjaan, langkah-langkah pekerjaan, bahaya-bahaya
pekerjaan, prosedure bekerja aman dan prosedure ERP
HSE Observation & Intervention
Melakukan observasi terhadap perilaku kerja crew
yang terlibat
Melakukan intervensi jika terdapat perilaku kerja yang
tidak aman, tidak sesuai dengan prosedure atau ada
hal-hal lain yang membayakan
Memberikan Perkuatan Positif (Positive reinforcement)
untuk perilaku yang aman, Memberikan Petunjuk
Perbaikan (Corrective Coaching) untuk perilaku yang
tidak aman
Safety Short Service Employee Program

 Program pengawasan oleh Supervisor kepada pekerja


yang baru memasuki lokasi proyek
 Bagian dari orientasi karyawan baru untuk meningkatkan
awareness dan kompetensi tentang keselamatan dan
kesehatan kerja
 Dilakukan selama 1 bulan
 Fokus pada potensi bahaya ditempat kerja
Safety Inspeksi & Patrol

Melakukan pengecekan, terutama untuk pekerjaan


dengan risiko tinggi  memastikan semua
persyaratan keselamatan telah dipenuhi
Key Performance Indicator (KPI)

• Tim Konstruksi melakukan Penilaian Penerapan


SMK3 Subkontraktor setiap bulan yang dituangkan
dalam KPI Subkontraktor.
• Tim HSE melakukan evaluasi kesesuaian penilaian
KPI ini dengan keadaan di lapangan.
• KPI ini merupakan salah dokumen yang dilampirkan
sebagai salah satu syarat subkontraktor dalam
melakukan penagihan.
Investigasi Kecelakaan Kerja
• Jika terjadi Kecelakaan kerja, leader harus menjadi
bagian dari tim investigasi
• Mencari penyebab dasar (root cause)  dilakukan
perbaikan
• Membantu mengevaluasi efectivitas dari tindakan
perbaikan yang telah dilakukan
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai