A.
Pengertian
Metode pembelajaran problem solving berasal dari John Dewey, maksud metode
ini adalah memberikan latihan kepada anak untuk berfikir. Metode ini dapat
menghindarkan anak dari membuat kesimpulan yang tergesa-gesa, menimbang-
nimbang kemungkinan berbagai pemecahan, dan menangguhkan pengambilan
keputusan sampai terdapat bukti-bukti yang cukup (Abdul Kadir Musyik, 1981).
Metode pembelajaran problem solving merupakan salah satu metode pembelajaran
yang mencerminkan atau dilandasi oleh filsafat konstrukstivisme. Konstuktivisme
merupakan salah satu aliran filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa
pengetahuan kita merupakan hasil konstruksi (bentukan) kita sendiri (Matthews,
1994). Pengetahuan bukanlah suatu imitasi dari kenyataan, pengetahuan selalu
merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif dari kenyataan yang terjadi melalui
serangkaian aktivitas seseorang (siswa).
Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam
kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih anak menghadapi berbagai masalah baik
itu masalah perorangan maupun kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara
bersama- sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang
pada dasarnya adalah pemecahan masalah.
Metode problem solving atau metode pemecahan masalah bukan sekedar metode
mengajar tetapi merupakan metode berfikir. Sebab dengan metode problem solving
anak mencoba berusaha belajar berfikir dengan menggunakan metode-metode lainnya
dimulai dari metode mencari masalah, memecahkan masalah dan menarik
kesimpulan. Hal ini sebenarnya bukan suatu pekerjaan yang mudah, tetapi anak harus
dilatih supaya dapat berfikir kreatif. Metode problem solving dapat diberikan secara
individu maupun kelompok yang bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas berfikir
anak.
Pembelajaran pemecahan masalah (problem solving) adalah interaksi antara
stimulus dan respon yang merupakan hubungan dua arah, belajar dan lingkungannya.
Hubungan dua arah itu terjadi antara siswa dan guru, antara pelajar dan pengajar.
Lingkungan memberikan pengaruh dan masukan kepada anak berupa bantuan dan
masalah dan system saraf otak memberikan bantuan secara efektif sehingga masalah
yang dihadapi diselidiki, dinilai, dianalisis, serta dicari jalan pemecahannya.
Pengetahuan dasar dan pegalaman anak yang telah dimiliki dan telah diperoleh dari
lingkungannya akan menjadikan dirinya sebagaibahandanmateriuntuk memperoleh
pengertian serta dijadikan pedoman untuk mencapai tujuan belajarnya.
Pembelajaran pemecahan masalah (problem solving) adalah proses menerapkan
pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya kedalam situasi baru yang belum
dikenal.
B. Tujuan
Metode pembelajaran problem solving mengembangkan
kemampuan berfikir yang dipupuk dengan adanya kesempatan untuk mengobservasi
problema, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun suatu hipotesa, mencari
hubungan (data) yang hilang dari data yang telah terkumpul untuk kemudian menarik
kesimpulan yang merupakan hasil pemecahan masalah tersebut. Cara berfikir
semacam itu lazim disebut cara berfikir ilmiah. Cara berfikir yang menghasilkan suatu
kesimpulan atau keputusan yang diyakini kebenarannya karena seluruh proses
pemecahan masalah itu telah diikuti dan dikontrol dari data yang pertama yang
¥berhasil dikumpulkan dan dianalisa sampai kepada kesimpulan yang ditarik atau
ditetapkan.
Tujuan utama dari penggunaan metode pemecahan masalah adalah:
1) Mengembangkan kemampuan berfikir, terutama didalam mencari sebab-akibat dan
tujuan suatu masalah. Metode ini melatih murid dalam cara-cara mendekati dan cara-
cara mengambil langkah-langkah apabila akan memecahkan suatu masalah.
2) Memberikan kepada murid pengetahuan dan kecakapan praktis yang bernilai atau
bermanfaat bagi keperluan hidup sehari-hari. Metode ini memberikan dasar-dasar
pengalaman yang praktis mengenai bagaimana cara-cara memecahkan masalah dan
kecakapan ini dapatditerapkan bagi keperluan menghadapi masalah-masalah lainnya
didalam masyarakat.
Problem solving melatih siswa terlatih mencari informasi dan mengecek silang
validitas informasi itu dengan sumber lainnya, juga problem solving melatih siswa
berfikir kritis dan metode ini melatih siswa memecahkan dilema. Sehingga dengan
menerapkan metode problem solving ini siswa menjadi lebih dapat mengerti
bagaimana cara memecahkan masalah yang akan dihadapi pada kehidupan nyata atau
di luar lingkungan sekolah.
Untuk mendukung strategi belajar mengajar dengan menggunakan metode
problem solving ini, guru perlu memilih bahan pelajaran yang memiliki
permasalahan. Materi pelajaran tidak terbatas hanya pada buku teks di sekolah, tetapi
juga di ambil dari sumber- sumber lingkungan seperti peristiwa-peristiwa
kemasyarakatan atau peristiwa dalam lingkungan sekolah. Tujuannya agar
memudahkan siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah yang terjadi di
lingkungan sebenarnya dan siswa memperoleh pengalaman tentang penyelesaian
masalah sehingga dapat diterapkan di kehidupan nyata.
C. Ciri-Ciri Problem Solving
Adapun ciri-ciri dari model pembelajaran problem solving adalah:
a. Mengajukan pertanyaan atau masalah
Pengajaran berdasarkan masalah bukan hanya mengorganisasikan prinsip- prinsip
atau keterampilan akademik tertentu, pembelajaran berdasarkan masalah
mengorganisasikan pengajaran di sekitar pertanyaan dan masalah yang kedua-duanya
secara penting dan secara pribadi bermakna bagi anak.
b. Berfokus pada keterkaitan antar disiplin
Meskipun pengajaran berdasarkan masalahmungkin berpusat pada mata pelajaran
tertentu, masalah yang akan diselidiki telah dipilih yang benar-benar nyata agar dalam
pemecahannya siswa meninjau masalah itu dari banyak mata pelajaran.
c. Penyelidikan autentik
Pengajaran berdasarkan masalah mengharuskan anak melakukan penyelidikan
autentik untuk mencari penyelesaiannya taterhadap masalah nyata.
d. Menghasilkan produk atau karya dan memamerkannya.
Pengajaran berdasarkan masalah menuntut anak untuk menghasilkan produk tertentu
dalam bentuk karya nyata dan peragaan yang menjelaskan atau mewakili bentuk
penyelesaian masalah yang mereka temukan.
D. Pendekatan Problem Solving Pada Pelajaran Bahasa Indonesia
Dalam pengajaran bahasa Indonesia penggunaan metode mengajar harus
berpedoman pada tujuan yang akan dicapai tanpa melupakan faktor-faktor siswa.
Guru harus menggunakan metode yang sesuai situasi dan kondisi kelas pada saat
pembelajaran.
Salah satu metode yang tepat digunakan dalam pelajaran bahasa Indonesia kelas XII
di SMA Negeri 1 Jatibarang adalah metode pembelajaran problem solving. Metode ini
merupakan cara penyajian bahan pelajaran dengan jadikan masalah sebagai titik tolak
pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha mencari pemecahannya oleh
siswa.
Penerapan metode pembelajaran problem solving dilakukan dimana guru
menyampaikan pokok bahasan yang akan diajarkan sehari atau sebelum
pembelajaran. Pada saat pembelajaran siswa sudah mempelajari materi yang telah
dipelajari.
Sehingga potensi intelektual dari dalam diri siswa akan meningkat. Hasil tersebut
dapat ditunjukkan karena materi yang dipelajari akan terpatri dan dapat bertahan lama
dalam pikiran, sehingga dibuktikkan siswa mampu mengeluarkan pendapatnya
dengan rasa percaya diri.
Sumber
Lina Oktariani Utami, Indah Sari Utami, Nora Sarumpaet. 2017. Jurnal Pendidikan
(Online). PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING DALAM
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI
KEGIATAN BERMAIN. [Link]
siliwangi/article/viewFile/649/479. Diakses pada hari Selasa, 8 Februari 2022.
RN Sari. 2017. Jurnal Pendidikan (Online). PENGARUH PENGGUNAAN
METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING TERHADAP PRESTASI
BELAJAR PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN IPS KELAS V DI SEKOLAH
DASAR ISLAM (SDI) BABADAN WLINGI BLITAR. [Link]
[Link]/5760/5/Bab%[Link]. Diakses pada hari Selasa, 8 Februari 2022.
Elok Fatayati. 2021. Artikel (Online) METODE TEPAT PEMBELAJARAN
BAHASA INDONESIA DENGAN PROBLEM SOLVING.
[Link]
tepat-pembelajaran-bahasa-indonesia-dengan-problem-solving/?amp. Diakses pada
hari Selasa, 8 Februari 2022.