MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN
FIQIH DENGAN MENGGUNAKAN
METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING) PADA
SISWA KELAS VI MADSARAH IBTIDAIYAH NURUDDINIYAH BASOKA RUBARU
SUMENEP
Disusun Oleh:
IMALATUR ROIHAH, Spd.I
FIKIH 2B
MAHASISWA PPG UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
TAHUN 2021
1
A. Latar Belakang
Pembelajaran Fiqih mempunyai kedudukan yang sangat penting dan strategis
dalam pelaksanaan pendidikan di setiap jenjangnya. Mata pelajaran Fiqih di setiap
jenjangnya mempunyai kedudukan yang penting dalam pendidikan agama Islam dan
sistem pendidikan Nasional untuk mencetak kader bangsa yang berilmu pengetahuan,
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan hal ini sesuai dengan tujuan Sistem
Pendidikan Nasional sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang RI Nomor 20 tahun
2003 Bab II pasal 3 bertujuan:
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak
serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri
dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. 1
Yang menjadi hambatan dalam pembelajaran Fiqih sekarang adalah masih
ditemuinya :
1. Pembelajaran yang monoton.
2. Belum ditemuinya strategi pembelajaran yang tepat.
3. Kurang dikemasnya pembelajaran pendidikan agama Islam dengan model yang
menarik, menantang, dan menyenangkan
Agar pembelajaran Fiqih menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan
menyenangkan dapat dilakukan melalui berbagai model, karena apabila guru dapat
menerapkan metode pembelajaran yang tepat, maka proses belajar akan baik dan prestasi
akan terus meningkat. Salah satu metode belajar mengajar adalah melalui pembelajaran
kooperatif learning. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian tindakan kelas untuk
membuktikan bahwa pembelajaran kooperatif learning dapat meningkatkan hasil belajar
dan aktivitas siswa dalam pembelajaran Fiqih.
Mata pelajaran Fiqih merupakan bagian dari pelajaran pendidikan agama Islam
yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan (ibadah) dan mengatur hubungan
antara manusia dengan sesama manusia (muamalah), sebagaimana yang terdapat pada
surah Al Baqarah ayat 110 yang artinya:
“Dirikanlah salat secara sempurna dengan melengkapi rukun, wajib dan sunnah-
sunnahnya. Keluarkanlah zakat harta kalian untuk orang-orang yang berhak menerimanya.
Amal saleh apapun yang kalian kerjakan ketika hidup dan kalian melakukannya sebelum
kematian sebagai tabungan untuk kalian, niscaya kalian akan mendapatkan ganjarannya di
sisi Allah pada hari kiamat. Allah akan memberi kalian balasan yang setimpal dengan
amalan itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan, lalu Dia akan
membalas setiap orang dengan balasan yang setimpal sesuai amal perbuatannya”2
Diantara syarat untuk dapat diterimanya ibadah, diantaranya adalah bersih dari
makanan yang haram, sehingga siswa harus mengetahui dan memahami jenis-jenis
makanan yang halal dan baik serta mengetahui jenis-jenis makanan yang haram untuk
dijauhi. Pembelajaran Fiqih bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada siswa tentang
tata cara beribadat yang baik dan cara bermuamalah yang benar untuk keselamatan hidup
di dunia dan di akhirat, sementara perkembangan ilmu pengetahuan terus berjalan, dasar
penetapan hukum yang utama adalah Al Qur’an dan Hadits, dan jika tidak ditemui dalam
Al Qur’an dan Hadits, maka dilakukan ijmak ulama dan melakukan qiyas dengan tetap
berpedoman kepada Al Qur’an dan Hadits.
Madrasah Ibtidaiyah merupakan satu lembaga pendidikan keagamaan yang
dikelola oleh masyarakat bersama pemerintah mempunyai peranan penting dalam rangka
1
Departemen Pendidikan Nasional RI, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Citra Umbara, Bandung,
2003 , hal. 7.
2
Departemen Agama l RI,Al Qur’an dan Terjemahnya, Jakarta, Proyek Penyelenggara Pengada- an Kitab Suci Al Qur’an, 1981/1982. hal. 30.
2
mencetak kader bangsa yang berilmu pengetahuan, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa untuk mengantisipasi kemajuan zaman dan tegnologi yang terus berkembang. Dalam
hubungan antara manusia dengan Tuhan dan hubungan dengan sesame manusia perlu
dijaga dngan baik, diantaranya dengan tidak memakan mkanan yang haram.
Berdasarkan pengamatan sementara dari penulis ada sebagian siswa kelas VI di
Madrasah Ibtidaiyah Nuruddiniyah Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep
nilai mata pelajaran Fiqih dibawah nilai rata-rata, sehingga diindikasikan siswa masih perlu
ditingkatkan. Beranjak dari permasalahan tersebut di atas penulis berminat untuk
mengadakan penelitian yang akan dituangkan dalam sebuah penelitian tindakan kelas yang
berjudul: “MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM
PEMBELAJARAN FIQIH DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN
KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING) PADA SISWA KELAS VI MADSARAH
IBTIDAIYAH NURUDDINIYAH BASOKA RUBARU SUMENEP”
B. Rumusan Masalah
1. Rumusan Masalah
Dari pembatasan masalah di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
“Apakah dengan Penerapan Cooperative Learning dapat Meningkatkan Hasil Belajar Fikih
pada Siswa Kelas VI di MI Nuruddiniyah Basoka Tahun Pelajaran 2021/2022 ?
2. Pemecahan Masalah
Menyiapkan sumber belajar, media belajar, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP), melaksanakan, mengevaluasi, merefleksi pembelajaran Cooperative Learning.
C. Tujuan dan Kegunaan
Sesuai dengan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini untuk meningkatkan
hasil belajar Fikih melalui penerapan Cooperative Learning pada Siswa Kelas VI di MI
Nuruddiniyah Basoka Tahun Pelajaran 2021/2022.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
a. Untuk menambah dan memperluas cakrawala pengetahuan.
b. Sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya khususnya dalam mendesain model
pembelajaran
2. Manfaat Praktis
a. Bagi siswa dapat mendorong untuk aktif mengembangkan kemampuan dan
keterampilan sehingga terjadi interaksi siswa-siswa, siswa – guru, siswa – media ,
dan sumber belajar guna meningkatkan hasil belajar.
b. Bagi guru sebagai bahan kajian dan acuan dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran, mengembangkan model pembelajaran yang sesuai dengan
karakteristik mata pelajaran dan kondisi siswa serta menambah kreatifitas dalam
menentukan Model pembelajaran.
c. Bagi sekolah, sebagai masukan dan dapat dikembangkan dalam pembelajaran pada
mata pelajaran yang lain, sebagai acuan dalam peningkatan dan perbaikan
pembelajaran.
E. Kajian Pustaka
Penelitian tentang pembelajaran kooperatif sudah banyak dilakukan oleh orang
lain. Diantara hasil penelitian yang memiliki relevansi dengan penelitian ini adalah
penelitian yang dilakukan oleh Syukri Fathudin Achmad Widodo dalam penelitiannya
yang berjudul “Menerapkan Metode Cooperative Learning Dalam Pembelajaran
Pendidikan Agama Islam” menemukan bahwa “ Untuk melaksanakan model pembelajaran
cooperative learning ada bebeerapa hal yang harus diperhatikan antara lain model
pengelompokan yang berarti mengumpulkan mahasiswa dalam lingkup yang lebih kecil
dimana masing-masing pribadi berbeda namun harus tetap bekerja sama memperoleh yang
terbaik, menata ulang ruang kelas agar lebih kondusif dan menciptakan suasana kelas
3
yang membuat mahasiswa lebih fokus pada pembelajaran.” 3
Dari beberapa hal temuan ini tentu mempunyai relevansi dengan penelitian yang
akan dilakukan peneliti, terutama dalam aspek pembelajaran kooperatif pendidikan agama
islam khususnya materi fiqih. Namun yang membedakan dengan penelitian ini adalah
penelitian ini lebih difokuskan untuk tingkat usia sekolah yakni usia 10-12 tahun.
F. Kajian Teori
Penelitian ini termasuk dalam wilayah kependidikan terutama dalam aspek
metode pembelajaran. Oleh karena itu, pemaparan mengenai teori pada aspek metode
pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan suatu keharusan sebagai
pemandu dan pisau analisis dalam penelitian ini.
Dalam aspek metode pembelajaran kooperatif (cooperative learning), ada
beberapa konsep yang perlu dipaparkan lebih lanjut, yaitu (1) Pengertian kooperatif
learning, (2) ciri-ciri pembelajaran kooperatif (3) unsur-unsur pembelajaran kooperatif (4)
langkah-langkah pembelajaran kooperatif dan (5) fase pembelajaran kooperatif.
1. Metode pembelajaran kooperatif (cooperatif learning) adalah metode pembelajaran
dengan menggunakan pendekatan yang menekankan adanya kerjasama (kooperatif)
antar siswa dalam kelompoknya untuk mencapai tujuan belajar.
2. Pembelajaran kooperatif dapat membuat siswa menverbalisasi gagasan-gagasan dan
dapat mendorong munculnya refleksi yang mengarah pada konsep-konsep secara aktif.
3. Pendekatan kontruktivis dalam pengajaran menerapkan pembelajaran kooperatif secara
ekstensif, berdasar teori bahwa siswa lebih mudah menemukandan memahami konsep-
konsep yang sulit jika mereka saling mendiskusikan masalah tersebut dengan
temannya.
G. Hipotesis Tindakan
Dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan
prestasi belajar mata pelajaran Fiqih siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Nuruddiniyah
Desa Basoka Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep tentang makanan yang halal dan
yang haram.
H. Metode Penelitian
1. Penentuan subjek penelitian
Subjek penelitian ini dari 15 siswa yang duduk di kelas VI MI Nuruddiniyah.
Terdiri dari 8 siswi perempuan dan 7 siswa laki-laki. Di lihat dari kemampuan siswa dan
siswi ada sebagian siswa yang mempunyai kemampuan rata-rata dalam menerima
pengetahuan, ada yang cepat dan ada yang lambat dalam menerima materi pelajaran.
2. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan
model Kemmis dan Mc Taggart yang menggunakan siklus. Model ini terdiri dari 4
(empat) langkah yaitu: rencana, tindakan, observasi, dan refleksi.
3. Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada 11 Agustus 2021. Kemungkinan akan
memakan waktu selama 4 bulan 10 hari.
4. Siklus penelitian
Penelitian ini ditempuh dalam dua siklus sampai permasalahan yang ada bisa
dipecahkan.
Adapun setiap siklus terdiri dari:
a. Perencanaan
- Observasi awal, Melakukan observasi awal pada kelas yang akan diteliti
- Menyusun rencana pembelajaran dengan menggunakan pendekatan
3
Syukri Fathudin Achmad Widodo, Menerapkan Metode Cooperative Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, FK Tehknik
UNY, 2006
4
konstruktivistik dengan metode pembelajaran kooperatif (cooperative learning)
- Menyusun instrumen observasi dengan menggunakan lembar pengamatan
- Menentukan jadwal pelaksaan seperti yang sudah disebutkan dalam waktu
penelitian
b. Pelaksanaan tindakan
- Mempersiapkan segala kebutuhan untuk melaksanakan tindakan
- Mempersiapkan siswa untuk segera melaksanakan kegiatan
- Melaksanakan kegiatan/tindakan sesuai rencana pembelajaran
- Melakukan pengelolaan dan pengendalian data
c. Observasi:
Peneliti melakukan observasi menggunakan lembar pengamatan (disertai mencatat)
baik untuk siswa maupun guru bidang studi yang lain. Dengan observasi ini
diharapkan siswa maupun guru dapat bekerjasama dengan baik agar penelitian ini
berjalan sesuai yang sudah direncanakan.
d. Refleksi:
Dengan diterapkannya pembelajaran kooperatif, peserta didik dapat mencapai
sukses bersama dalam suatu kelompok kecil, yang beranggotakan para siswa dengan
kemampuan yang berbeda. Cooperative learning dimaksudkan untuk meningkatkan
pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Siswa dibagi ke dalam kelompok-
kelompok kecil kemudian melaksanakan kegiatan bersama dimana segala
penyelesaian atas permasalahan yang diambil diputuskan bersama-sama anggota
kelompok lain.
5. Teknik dan instrumen pengumpulan data
Teknik penelitian yang akan digunakan untuk mengumpulkan data adalah
menggunakan observasi, dan wawancara dan tes.
Adapun instrumen yang akan digunakan adalah lembar pengamatan, pedoman
wawancara dan butir tes.
6. Pemaparan dan analisis data
Data yang telah terkumpul selanjutnya akan dipaparkan dalam bentuk narasi,
tabel, gambar, dan grafik. Narasi digunakan untuk mendeskripsikan data kuaitatif yang
berupa proses kegiatan, dan lain-lain. Sedangkan tabel, gambar, dan grafik digunakan
untuk memaparkan data yang bersifat kuantitatif. Adapun teknik analisis yang
digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif.
I. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan PTK didasarkan kepada ketentuan sebagai
berikut :
1. Kemampuan anak dalam menerima materi fiqih melalui pembelajaran kooperatif
dikategorikan berhasil dengan baik minimal 80 %.
2. Kemampuan anak dalam menerima materi fiqih melalui pembelajaran kooperatif
dikategorikan sedang apabila hasil mencapai 50%-79%.
3. Kemampuan anak dalam menerima materi fiqih melalui pembelajaran kooperatif
dikategorikan kurang apabila hasil hanya mencapai < 50%.
J. Sistematika Penulisan
Bagian Depan, memuat:
1. Halaman Judul (Cover )
2. Lembar Pengesahan
3. Daftar Isi
Bagian Inti, memuat:
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian.
B. Rumusan Masalah
5
C. Tujuan Penelitian dan Manfaat Hasil Penelitian
BAB II LANDASAN TEORETIK
A. Kajian Teoretik
B. Hipotesis Tindakan
BAB III METODE PENELITIAN
A. Lokasi dan Waktu Penelitian
B. Desain/Rancangan Tindakan Penelitian
1. Perencanaan
2. Implementasi Tindakan
3. Observasi dan Interpretasi
4. Analisis dan Refleksi
5. Siklus Tindakan
D. Indikator Capaian
E. Instrumen yang Digunakan
F. Teknik Pengumpulan Data
G. Teknik Analisis Data
DAFTAR PUSTAKA
6
7
8