0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
120 tayangan11 halaman

Palpasi Leopold untuk Ibu Hamil 26 Minggu

Palpasi Leopold pada ibu hamil merupakan teknik untuk menentukan posisi dan letak janin dengan melakukan palpasi abdomen. Terdiri dari 4 langkah yaitu menentukan letak fundus uteri, bagian janin pada sisi lateral, presentasi janin, dan sejauh mana bagian terendah masuk panggul. Memberikan informasi mengenai posisi dan letak janin serta kemajuan masuknya bagian terendah ke panggul.

Diunggah oleh

Dhea Cristina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
120 tayangan11 halaman

Palpasi Leopold untuk Ibu Hamil 26 Minggu

Palpasi Leopold pada ibu hamil merupakan teknik untuk menentukan posisi dan letak janin dengan melakukan palpasi abdomen. Terdiri dari 4 langkah yaitu menentukan letak fundus uteri, bagian janin pada sisi lateral, presentasi janin, dan sejauh mana bagian terendah masuk panggul. Memberikan informasi mengenai posisi dan letak janin serta kemajuan masuknya bagian terendah ke panggul.

Diunggah oleh

Dhea Cristina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RESUME TINDAKAN

PALPASI LEOPOLD PADA IBU INTRAPARTUM DI RUANG VK /


BERSALIN RSD dr. SOEBANDI JEMBER

oleh:
Dhea Cristina D, [Link].
NIM 212311101067

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2022
FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER
RESUME KEPERAWATAN MATERNITAS

Nama Mahasiswa : Dhea Cristina, [Link]


NIM : 212311101067
Tanggal Resume : 08 Februari 2022

RESUME TINDAKAN

1. Kasus (Masalah Utama/Diagnosa Medis)


Inpartu Kala I Fase Aktif + PEB
2. Jenis Tindakan
Pemeriksaan Leopold
3. Konsep Dasar
A. Konsep
Pemeriksaan Leopold ibu hamil merupakan salah satu komponen
dari pemeriksaan abdomen pada ibu hamil. Pemeriksaan ini merupakan
pemeriksaan esensial untuk mendiagnosis kehamilan. Palpasi Leopold
merupakan teknik pemeriksaan pada perut ibu hamil untuk menentukan
posisi dan letak janin dengan melakukan palpasi abdomen pada ibu
hamil. Palpasi Leopold terdiri dari 4 langkah yaitu :
a. Leopold I : Leopold I bertujuan untuk mengetahui letak fundus uteri
dan bagian janin yang terdapat pada bagian fundus uteri.
b. Leopold II : Leopold II bertujuan untuk menentukan bagian janin
yang berada pada sisi lateral maternal.
c. Leopold III : Leopold III bertujuan untuk membedakan bagian
presentasi dari janin dan memastikan apakah bagian terendah janin
masuk panggul.
d. Leopold IV : Leopold IV bertujuan untuk meyakinkan hasil yang
ditemukan pada pemeriksaan Leopold III dan untuk mengetahui
sejauh mana bagian presentasi sudah masuk panggul.
Selanjutnya dari hasil pemeriksaan Palpasi Leopold dapat
menentukan diagnosa tentang jumlah janin (tunggal atau ganda), umur
kehamilan, letak, presentasi, punggung kanan atau kiri yang berada pada
sisi lateral, area punctum maksium untuk auskultasi, serta menentukan
sejauh mana janin masuk panggul. Adapun mengenai deskripsi hasil
pemeriksaan adalah sebagai berikut :
a. Leopold 1 : Memperoleh rabaan seberapa tinggi fundus uteri dengan
rabaan jari tangan terhadap titik tunjuk area pada abdomen Ibu.
Selanjutnya mengestimasikan umur kehamilan berdasarkan tinggi
fundus uteri. Tinggi fundus uteri yang diperoleh dari hasil
pemeriksaan Leopold 1 ini juga dapat menjadi cross cek terhadap
umur kehamilan yang telah dihitung dari HPHT (Hari Pertama Haid
Terakhir)., sehingga dapat ditentukan pula kesesuaian pertumbuhan
janin terhadap usia kehamilan.
b. Leopold 2 : Memperoleh rabaan mengenai bagian janin yang berada
pada sisi lateral (samping) kanan dan kiri Ibu. Apabila letak janin
memanjang terhadap sumbu badan Ibu, maka akan teraba bagian
janin yang merupakan tahanan yang datar, keras dan memanjang
pada bagian sisi lateral kanan atau kiri Ibu, dan sisi lateral lain yang
berlawanan akan teraba deskripsi bagian-bagian kecil janin seperti
ekstremitas tangan atau kaki. Apabila deskripsi rabaan menunjukkan
tahanan memanjang pada sisi lateral kanan Ibu, maka interpretasinya
adalah letak memanjang punggung kanan, maka bagian-bagian kecil
janin berada pada bagian kiri. Demikian pula sebaliknya apabila
deskripsi tahanan memanjang pada sisi lateral kiri ibu, maka
interpretasinya adalah letak memanjang punggung kiri, maka bagian-
bagian kecil janin berada pada bagian kanan. Pada keadaan letak
janin melintang terhadap sumbu panjang ibu, maka pada sisi lateral
ibu akan teraba bagian yang kosong, karena bagian punggung janin
atau bagian kecil janin berada pada area presentasi atau pada area
fundus.
c. Leopold 3 : Memperoleh rabaan mengenai bagian janin yang berada
di area bawah uterus atau bagian terendah janin (presentasi) dan
sudah masuk panggul atau belum. Apabila deskripsi rabaan janin
menunjukkan adanya bagian yang keras, bundar dan melenting di
area bawah rahim berarti menunjukkan interpretasi presentasi atau
bagian terendah janin adalah kepala. Berarti ini merupakan
presentasi yang normal dalam kehamilan. Apabila deskripsi rabaan
menunjukkan adanya bagian yang lunak, kurang bundar dan tidak
melenting berarti menunjukkan interpretasi presentasi bokong.
Apabila area bawah rahim teraba kosong, berarti peluangnya adalah
letak lintang, sehingga bagian presentasi tidak teraba adanya bagian
janin. Kemudian untuk mengetahui apakah bagian terendah janin
sudah tertangkap panggul atau apakah sudah masuk penggul atau
belum dengan cara tangan pemeriksa meraba dengan teknik pawlik
(mencekam/menangkap bagian terendah dengan lembut. Kemudian
digoyangkan dengan ringan, apabila tidak dapat digoyangkan, berarti
interpretasinya adalah bagian terendah janin sudah masuk panggul,
tetapi apabila bagian terendah janin masih bisa digoyangkan, maka
interpretasinya adalah bagian terendah janin belum masuk panggul.
d. Leopold 4 : Memperoleh rabaan mengenai sejauh mana bagian
terendah janin sudah masuk panggul, dengan cara pemeriksa
menghadap kaki ibu hamil. Kemudian kedua telapak tangan
diletakkan secara berpasangan pada area bagian terendah janin, dan
cermati bagaimana arah kedua ujung telapak tangan pemeriksa.
Apabila perabaan kedua ujung telapak tangan pemeriksa
menunjukkan adanya konvergen (cembung/saling bertemu),
interpretasinya adalah bagian terendah janin sebagian besar belum
masuk panggul atau sebagian kecil saja yang masuk pintu atas
panggul (PAP). Apabila gambaran kedua ujung telapak tangan
menunjukkan divergen (membuka/tidak saling bertemu), maka
interpretasinya adalah bagian terendah janin sudah masuk pintu atas
panggul (PAP).
B. Indikasi dan Kontraindikasi
Indikasi : Ibu hamil > 20 minggu
Kontraindikasi :
a. Pasien yang tidak hamil atau kehamilan masih kurang < 20
minggu
b. Pasien mengalami perdarahan tanpa sebab yang jelas.
c. Tanda persalinan prematur.
d. Ada cairan yang tiba-tiba keluar dari vagina.
e. Pasien dengan sakit punggung atau nyeri tekan panggul yang
intens.

4. SOP Pemeriksaan DJJ

JUDUL SOP:

PEMERIKSAAN PALPASI
LEOPOLD
PENDIDIKAN
PROFESI NERS
UNIVERSITS JEMBER
NO DOKUMEN: NO REVISI: HALAMAN:
PROSEDUR TETAP
TANGGAL TERBIT: DITETAPKAN OLEH:
Pengertian Pemeriksaan dengan metode perabaan yang berfungsi untuk
memperkirakan posisi bayi dalam rahim. Pemeriksaan ini
umumnya dilakukan saat menjalani pemeriksaan kandungan
rutin di trimester 3 kehamilan, atau saat kontraksi sebelum
persalinan.
Tujuan a. Leopod I, bertujuan untuk menentukan TFU dan bagian
janin yang terdapat di fundus.
b. Leopod II, bertujuan untuk menentukan di mana letak
punggung anak dan di mana letak bagian-bagian kecil.
c. Leopod III, bertujuan untuk menentukan apa yang ada di
bagian bawah uterus.
d. Leopod IV, bertujuan untuk menentukan apa yang ada di
bagian bawah dan seberapa masuknya bagian bawah ke
dalam rongga panggul.

Indikasi Ibu hamil > 20 minggu


Kontraindikasi f. Pasien yang tidak hamil atau kehamilan masih kurang <
20 minggu
g. Pasien mengalami perdarahan tanpa sebab yang jelas.
h. Tanda persalinan prematur.
i. Ada cairan yang tiba-tiba keluar dari vagina.
j. Pasien dengan sakit punggung atau nyeri tekan panggul
yang intens.
Persiapan Klien 1. Pastikan identitas klien
2. Kaji kondisi klien (HPHT, HPL, Usia Kehamilan)
3. Jaga privacy klien
4. Jelaskan maksud dan tujuan
5. Atur posisi pasien sesuai kebutuhan
Persiapan Alat 1. Medline
2. Sarung tangan
Persiapan Perawat 1. Lakukan pengkajian baca catatan keperawatan dan medis
2. Rumuskan diagnosa terkait
3. Buat rencana tindakan
4. Kaji kebutuhan tenaga perawat, minta perawat lain
membantu jika perlu
5. Cuci tangan dan siapkan alat
FASE ORIENTASI:
1. Berikan salam, perkenalkan nama dan tanggung jawab perawat.
2. Panggil klien dengan nama kesukaan klien.
3. Jelaskan prosedur, tujuan dan lamanya tindakan pada klien.
4. Berikan kesempatan klien untuk bertanya, berikan petunjuk alternatif komunikasi
jika klien merasa tidak nyaman dengan prosedur yang dilakukan.
5. Jaga privasi klien.
6. Atur posisi klien : supinasi/ litotomi.

FASE KERJA:
LEOPOLD I:
Perawat berdiri di sebelah kanan dan menghadap ke arah muka ibu hamil, perawat
menentukan TFU dengan cara :
1. Gunakan kedua tangan untuk mengarahkan rahim ke tengah.
2. Letakkan tangan tepat di bawah prosesus xiphoideus.
3. Tekan tangan perlahan dan gerakkan tangan ke arah bawah sampai merasakan batas
lengkung fundus.
4. Raba dengan kedua tangan, amati dan tentukan TFU.
5. Tentukan bagian apa dari janin yang terdapat di fundus uteri

LEOPOLD II:
Menentukan dimana letak punggung anak dan di mana letak bagian-bagian kecil :
1. Letakkan tangan di samping kan dan kiri uterus setinggi umbilikus.
2. Tekan dengan tekanan ringan pada salah satu sisi tangan dan gunakan tangan yang
satunya untuk menahan.
3. Lakukan hal ini sama dengan cara bergantian dan deteksi bagian mana yang
menunjukkan tahanan yang lebih besar, keras dan bagian-bagian kecil yang
berbenjol.

LEOPOLD III:
Menentukan apa yang ada di bagian bawah uterus :
1. Gunakan satu tangan untuk memegang daerah bagian terbawah dari anak.
2. Tentukan bagian bawah dengan menyusuri bagian menggunakan antara ibu jari dan
jari-jari lainnya.
3. Cobalah goyangkan bagian tersebut, apakah masih bisa digoyangkan atau tidak.
LEOPOLD IV:
Menentukan apa yang ada di bagian bawah dan seberapa masuknya bagian bawah ke
dalam rongga panggul :
1. Perawat berdiri di sebelah kanan dan menghadap ke arah kaki ibu hamil.
2. Raba menggunakan kedua tangan dengan cara menyusuri bagian bawah.
3. Tentukan seberapa bagian bawah tersebut masuk panggul dengan cara
mempertemukan kedua tangan.
4. Rapikan kembali peralatan.
5. Kembalikan pasien ke posisi semula yang nyaman.
6. Cuci tangan.

Evaluasi:
1. Evaluasi hasil yang dicapai
2. Beri reinforcement positif pada klien
3. Kontrak pertemuan selanjutnya
4. Mengakhiri pertemuan dengan baik

Dokumentasi:
1. Catat tindakan yang sudah dilakukan, tanggal dan jam pelaksanaan pada catatan
keperawatan
2. Catat respon pasien dengan hasil pemeriksaan
3. Dokumentasikan evaluasi tindakan SOAP
5. Hasil Pemeriksaan Leopold :

Leopold I : Teraba TFU 3 jari di bawah px, bagian


atas fundus bokong
Leopold II : Punggung kiri janin teraba di perut kiri
ibu
Leopold III : Presentasi bawah adalah kepala janin
Leopold IV : Kepala janin masuk PAP

6. Evidence Based Nursing (EBN)

Judul Accuracy and Factors Influencing Leopold’s Manoeuvres in


Determining Vertex Presentation during Late Third Trimester of
Pregnancy (Akurasi dan Faktor yang Memengaruhi Leopold Manuver
dalam Menentukan Presentasi Verteks selama Trimester Ketiga Akhir
Kehamilan)

Pengarang Pattraporn Udompornthanakij, Kittipong Kongsomboon, dan


Tharangrut Hanprasertpong

Nama Jurnal Journal of Obstetrics and Gynecology. Vol. 40 No. 5: Hal. 639-643

Tahun 2020 (Epub: 2019)

Analisis PICO P (Clinical Problem/Patient)


Masa intrapartum merupakan masa kritis dalam kehamilan. Informasi
yang akurat mengenai status Ibu dan bayi, terutama presentasi janin,
diperlukan untuk perencanaan manajemen intrapartum. Pemeriksaan
ultrasonografi (USG) adalah pemeriksaan standar saat ini untuk
memastikan janin berada dalam presentasi verteks atau non-verteks
selama trimester ketiga kehamilan, tetapi USG bukan merupakan
praktik rutin di sebagian besar rumah sakit di Thailand. Manuver
Leopold telah secara rutin digunakan untuk skrining presentasi janin
selama akhir kehamilan trimester ketiga hingga di ruang persalinan,
sedangkan pemeriksaan USG dilakukan hanya pada kasus dugaan
presentasi non-verteks/malpresentasi/presentasi bukan kepala.
Dengan demikian, kesalahan diagnosis presentasi janin dan situasi
darurat terkadang terjadi karena presentasi janin abnormal atau non-
verteks yang tidak dikenali dengan tanpa melakukan USG. Manuver
Leopold juga telah dilaporkan sulit dilakukan pada wanita hamil yang
mengalami obesitas, serta pada kehamilan dengan komplikasi
polihidramnion atau lokasi plasenta anterior. USG universal mungkin
berguna untuk mencegah situasi darurat pada kehamilan lateterm
tetapi sulit untuk melakukan ultrasonografi universal di banyak rumah
sakit dengan sumber daya terbatas.
I (Intervention)
Penelitian ini dilakukan untuk memeriksa keakuratan manuver
Leopold oleh residen kebidanan Thailand untuk mengkonfirmasi
presentasi non-verteks pada kehamilan trimester ketiga akhir dan
mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi
keakuratan manuver Leopold.
Penelitian ini menggunakan deskriptif prospektif yang dilakukan pada
Ibu hamil dengan usia kehamilan lebih dari 34 minggu.
C (Comparison)
Penelitian Rueangchainikhom dkk. (2010) menemukan bahwa akurasi
dan sensitivitas manuver Leopold untuk presentasi non-vertex pada
usia kehamilan antara 34 dan 40 minggu adalah 92%. Penelitian saat
ini Udompornthanakij dkk. (2020) mendukung penelitian sebelumnya
dengan tambahan data bahwa akan lebih hemat biaya jika dapat
mengidentifikasi wanita hamil yang berisiko tinggi mengalami
kesalahan diagnosis presentasi janin dengan pemeriksaan manuver
Leopold dan hanya mengirim pasien berisiko tinggi yang telah
diperiksa itu saja untuk USG. Peneliti memaparkan bahwa
kemampuan untuk mengidentifikasi kemungkinan faktor prediktif
akan berguna untuk memilih wanita hamil yang harus menjalani
USG, terutama di rumah sakit terbatas sumber daya.
Perbedaan hasil antara penelitian sebelumnya dan saat ini
dimungkinkan karena pengalaman pemeriksa. Keakuratan performa
manuver Leopold bergantung pada pengalaman dokter kandungan.
Lebih banyak pengalaman dokter kandungan akan mendapatkan
diagnosis yang lebih benar. Dalam penelitian saat ini, manuver
Leopold dilakukan oleh peserta pelatihan kebidanan sedangkan pada
penelitian sebelumnya pemeriksaan dilakukan oleh dokter kandungan
dan peserta pelatihan kebidanan.
O (Outcome)
Akurasi pemeriksaan manuver Leopold untuk presentasi janin adalah
89%. Sensitivitas, spesifisitas, dan Positive Predictive Value/PPV
(hasil prediktif positif) dari manuver Leopold untuk diagnosis
presentasi verteks masing-masing adalah 93,2%, 30% dan 94,9%.
Setelah analisis bivariat, lokasi plasenta, usia kehamilan, ketebalan
abdomen setinggi seperempat umbilikus dan semua data biometri
janin dimasukkan dalam analisis multivariat. Tahun pelatihan residen
bukanlah variabel yang signifikan dalam analisis bivariat. Satu-
satunya faktor yang terkait dengan keakuratan manuver Leopold
dengan regresi logistik adalah usia kehamilan dan lingkar perut janin.
Akurasi tertinggi dari manuver Leopold ditemukan saat pemeriksaan
dilakukan pada usia kehamilan 37 minggu sampai 39 minggu 6 hari
(OR 6.760, 95% CI 1.416-32.261, p ¼ .017) dibandingkan dengan
usia kehamilan 40 minggu. Sedangkan, lingkar perut janin yang lebih
besar dapat menurunkan akurasi manuver Leopold (OR 0,821, 95%
CI 0,703–0,959, p ¼,013).
Kesimpulan Peneliti menemukan sensitivitas tinggi tetapi spesifisitas rendah untuk
keakuratan manuver Leopold dalam mendeteksi presentasi janin yang
abnormal, sehingga manuver ini mungkin sesuai sebagai metode
skrining untuk presentasi janin verteks atau non-verteks selama
trimester ketiga akhir kehamilan, tetapi tidak cukup akurat untuk
digunakan sebagai metode konfirmasi. Peningkatan Abdominal
Circumference/AC/lingkar perut janin memengaruhi keakuratan
manuver Leopold. Presentasi non-verteks janin dan lingkar perut
janin ≥33,01 cm yang diukur dengan pemeriksaan USG selama akhir
kehamilan trimester ketiga harus dilakukan USG kembali, kemudian
dilakukan sesi konseling pasien dan rute perencanaan persalinan
untuk presentasi non-verteks jika terjadi keadaan darurat.

Anda mungkin juga menyukai