0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan6 halaman

Pengertian dan Prinsip Kerja Photodiode

Dokumen tersebut membahas tentang photodiode (dioda foto) dan prinsip kerjanya, bahan-bahan semikonduktor untuk photodiode, model pengoperasian photodiode, serta pengertian sel surya dan prinsip kerjanya.

Diunggah oleh

Risti Kurnia Fajrin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan6 halaman

Pengertian dan Prinsip Kerja Photodiode

Dokumen tersebut membahas tentang photodiode (dioda foto) dan prinsip kerjanya, bahan-bahan semikonduktor untuk photodiode, model pengoperasian photodiode, serta pengertian sel surya dan prinsip kerjanya.

Diunggah oleh

Risti Kurnia Fajrin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Pengertian Photodiode (Dioda Foto) dan Prinsip kerjanya

Photodiode dalam bahasa Indonesia disebut dengan Dioda Foto adalah komponen Elektronika yang
dapat men
1. Kaki terminal Katoda
2. Kaki terminal Anoda,

Namun Dioda Foto memiliki Lensa dan Filter Optik yang terpasang dipermukaannya sebagai pendeteksi
cahaya. Cahaya yang dapat dideteksi
 Cahaya Matahari
 Cahaya Tampak
 Sinar Inframerah
 Sinar Ultra-violet
 hingga sinar X.

Oleh karena itu, Photodiode dapat mendeteksi berbagai Cahaya ini telah banyak diaplikasikan ke
berbagai perangkat Elektronika dan listrik seperti Penghitung Kendaraan, Sensor Cahaya Kamera, alat
medis, Scanner Barcode dan peralatan keamanan.

B. Bahan-bahan Semikonduktor untuk Photodiode (Dioda Foto)

Bahan Semikonduktor yang biasanya digunakan sebagai bahan dasar Photodiode adalah Silikon (Si),
Germanium (Ge), Indium gallium arsenide phosphide (InGaAsP), Indium gallium arsenide (InGaAs).
a) Silikon (Si)
 Arus Gelap rendah
 berkecepatan tinggi, kepekaan (sensitivitas) baik di jarak sekitar 400-1000nm (terbaik di jarak 800-
900nm)
b) Germanium (Ge)
 Arus Gelap lebih tinggi
 berkecepatan rendah, kepekaan (sensitivitas) baik di jarak sekitar 900-1600nm (terbaik di jarak
1400-1500nm)
c) Indium gallium arsenide phosphide (InGaAsP)
 Arus gelap rendah dan Mahal
 berkecepatan tinggi, kepekaan (sensitivitas) baik di jarak sekitar 1000-1350nm (terbaik di jarak
1100 1300nm)
d) Indium gallium arsenide (InGaAs)
 Arus gelap rendah dan Mahal
 berkecepatan tinggi, kepekaan (sensitivitas) baik di jarak sekitar 900-1700nm (terbaik di jarak
1300- 1600nm)

C. Prinsip Kerja Photodiode (Dioda Foto)

Photodiode terdiri dari satu lapisan tipis semikonduktor tipe-N yang memiliki kebanyakan elektron
dan satu lapisan tebal semikonduktor tipe-P yang memiliki kebanyakan hole. Lapisan semikonduktor tipe-
N adalah Katoda sedangkan lapisan semikonduktor tipe-P adalah Anoda.
Saat Photodiode terkena cahaya, Foton yang merupakan partikel terkecil cahaya akan  menembus
lapisan semikonduktor tipe-N dan memasuki lapisan semikonduktor tipe-P. Foton-foton tersebut
kemudian akan bertabrakan dengan elektron-elektron yang terikat sehingga elektron tersebut terpisah dari
intinya dan menyebabkan terjadinya hole. Elektron terpisah akibat tabrakan dan berada dekat
persimpangan PN (PN junction) akan menyeberangi persimpangan tersebut ke wilayah semikonduktor
tipe-N. Hasilnya, Elektron akan bertambah di sisi semikonduktor N sedangkan sisi semikonduktor P akan
kelebihan Hole. Pemisahan muatan positif dan negatif ini menyebabkan perbedaan potensial pada
persimpangan PN. Ketika kita hubungkan sebuah beban ataupun kabel ke Katoda (sisi semikonduktor N)
dan Anoda (sisi semikonduktor P), Elektron akan mengalir melalui beban atau kabel tersebut dari Katoda
ke Anoda atau biasanya kita sebut sebagai aliran arus listrik.

D. Model Pengoperasian Photodiode (Dioda Foto)


Terdapat dua model pengoperasian pada Photodiode, yaitu dengan model Photovoltaic dan model
Photoconductive.

 Model Photovoltaic
Seperti Sel Surya (Solar Sel), Photodiode juga dapat menghasilkan tegangan yang dapat diukur.
Namun tegangan dan arus listrik yang dihasilkannya sangat kecil dan tidak cukup untuk menyala
sebuah lampu maupun perangkat elektronika.
 Model Photoconductive
Karena tidak dapat menghasilkan arus listrik yang cukup untuk kebutuhan rangkaian elektronika,
maka biasanya Photodiode digabungkan dengan sumber tegangan yang dipasangkan secara bias
terbalik (reversed biased voltage). Model Photoconductive ini menggunakan Sumber tegangan lain
sebagai penggerak beban atau rangkaian Elektronika, sedangkan Photodiode sendiri berfungsi sebagai
Saklar (Switch) yang mengalirkan arus listrik ketika dikenakan cahaya.\

Sumber: [Link]
Pengertian Sel Surya (Solar Cell) dan Prinsip Kerjanya – Sel Surya atau Solar Cell adalah suatu
perangkat atau komponen yang dapat mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan
menggunakan prinsip efek Photovoltaic. Yang dimaksud dengan Efek Photovoltaic adalah suatu
fenomena dimana munculnya tegangan listrik karena adanya hubungan atau kontak dua elektroda yang
dihubungkan dengan sistem padatan atau cairan saat mendapatkan energi cahaya. Oleh karena itu, Sel
Surya atau Solar Cell sering disebut juga dengan Sel Photovoltaic (PV). Efek Photovoltaic ini ditemukan
oleh Henri Becquerel pada tahun 1839.

Arus listrik timbul karena adanya energi foton cahaya matahari yang diterimanya berhasil membebaskan
elektron-elektron dalam sambungan semikonduktor tipe N dan tipe P untuk mengalir. Sama seperti Dioda
Foto (Photodiode), Sel Surya atau Solar Cell ini juga memiliki kaki Positif dan kaki Negatif yang
terhubung ke rangkaian atau perangkat yang memerlukan sumber listrik.

Pada dasarnya, Sel Surya merupakan Dioda Foto (Photodiode) yang memiliki permukaan yang sangat
besar. Permukaan luas Sel Surya tersebut menjadikan perangkat Sel Surya ini lebih sensitif terhadap
cahaya yang masuk dan menghasilkan Tegangan dan Arus yang lebih kuat dari Dioda Foto pada
umumnya. Contohnya, sebuah Sel Surya yang terbuat dari bahan semikonduktor silikon mampu
menghasilkan tegangan setinggi 0,5V dan Arus setinggi 0,1A saat terkena (expose) cahaya matahari.

Saat ini, telah banyak yang mengaplikasikan perangkat Sel Surya ini ke berbagai macam penggunaan.
Mulai dari sumber listrik untuk Kalkulator, Mainan, pengisi baterai hingga ke pembangkit listrik dan
bahkan sebagai sumber listrik untuk menggerakan Satelit yang mengorbit Bumi kita.

Struktur Dasar dan Simbol Sel Surya (Solar Cell)

Berikut ini adalah Struktur Dasar, Bentuk dan Simbol Sel Surya (Solar Cell).
Prinsip Kerja Sel Surya (Solar Cell)

Sinar Matahari terdiri dari partikel sangat kecil yang disebut dengan Foton. Ketika terkena sinar Matahari,
Foton yang merupakan partikel sinar Matahari tersebut meghantam atom semikonduktor silikon Sel Surya
sehingga menimbulkan energi yang cukup besar untuk memisahkan elektron dari struktur atomnya.
Elektron yang terpisah dan bermuatan Negatif (-) tersebut akan bebas bergerak pada daerah pita konduksi
dari material semikonduktor. Atom yang kehilangan Elektron tersebut akan terjadi kekosongan pada
strukturnya, kekosongan tersebut dinamakan dengan “hole” dengan muatan Positif (+).

Daerah Semikonduktor dengan elektron bebas ini bersifat negatif dan bertindak sebagai Pendonor
elektron, daerah semikonduktor ini disebut dengan Semikonduktor tipe N (N-type). Sedangkan daerah
semikonduktor dengan Hole bersifat Positif dan bertindak sebagai Penerima (Acceptor) elektron yang
dinamakan dengan Semikonduktor tipe P (P-type).

Di persimpangan daerah Positif dan Negatif (PN Junction), akan menimbulkan energi yang mendorong
elektron dan hole untuk bergerak ke arah yang berlawanan. Elektron akan bergerak menjauhi daerah
Negatif sedangkan Hole akan bergerak menjauhi daerah Positif. Ketika diberikan sebuah beban berupa
lampu maupun perangkat listrik lainnya di Persimpangan Positif dan Negatif (PN Junction) ini, maka
akan menimbulkan Arus Listrik.

Rangkaian Seri dan Paralel Sel Surya (Solar Cell)


Seperti Baterai, Sel Surya juga dapat dirangkai secara Seri maupun Paralel. Pada umumnya, setiap Sel
Surya menghasilkan Tegangan sebesar 0,45 ~ 0,5V dan arus listrik sebesar 0,1A pada saat menerima sinar
cahaya yang terang. Sama halnya dengan Baterai, Sel Surya yang dirangkai secara Seri akan
meningkatkan Tegangan (Voltage) sedangkan Sel Surya yang dirangkai secara Paralel akan
meningkatkan Arus (Current).
Baca juga : Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel Baterai.
Sumber: [Link]

Dalam spektrofotometer, cahaya nyasar adalah cahaya yang melewati sampel dan jatuh langsung pada
detektor. Ini dapat menyebabkan kesalahan hasil pengukuran. Cahaya yang menyimpang dapat
disebabkan oleh hamburan atau difraksi, oleh penyelarasan optik yang buruk, penggunaan yang salah atau
cuvette yang rusak, aksesori pengambilan sampel yang tidak dipasang dengan benar atau segel yang rusak
di sekitar ruang sampel kedap cahaya. Cahaya nyasar bermasalah, karena mengurangi rentang terukur
absorbansi dan merusak linearitas antara konsentrasi dan absorbansi. Cut-off filter (filter dengan definisi
ketat) spektrum) diperlukan untuk memeriksa perangkat apakah ada cahaya yang

Anda mungkin juga menyukai