0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan8 halaman

Memahami Karya Sastra Puisi

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian puisi secara umum dan menurut para ahli, jenis-jenis puisi lama dan baru, struktur fisik dan batin puisi, serta cara menulis puisi. Secara ringkas, dokumen tersebut memberikan penjelasan tentang konsep dasar puisi dan unsur-unsurnya.

Diunggah oleh

oelfah ct
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan8 halaman

Memahami Karya Sastra Puisi

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian puisi secara umum dan menurut para ahli, jenis-jenis puisi lama dan baru, struktur fisik dan batin puisi, serta cara menulis puisi. Secara ringkas, dokumen tersebut memberikan penjelasan tentang konsep dasar puisi dan unsur-unsurnya.

Diunggah oleh

oelfah ct
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra. Istilah puisi sering kita
dengar ketika belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Karya Puisi biasanya
sering kita jumpai dalam media cetak seperti buku-buku antalogi Puisi. Akan
tetapi banyak dari kita yang belum memahami lebih rinci tentang seluk beluk
karya sastra Puisi.
Seiring perkembangan zaman, media tulisan khususnya karya sastra
sedikit tergeser dengan munculnya media pandang dengar atau yang sering
kita sebut dengan media Televisi. Tentunya hampir semua rumah memiliki
alat elektronik tersebut yang dapat ditonton setiap waktu. Apalagi semakin
menjamurnya game online yang saat ini lebih banyak diminati oleh berbagai
kalangan khususnya para pelajar. Sehingga budaya menulis dan membaca
khususnya untuk karya sastra Puisi menjadi kurang diminati oleh para pelajar.
Padahal biasanya pada event pameran buku di Jepara sering diadakan Lomba
Puisi yang seharusnya mampu menjadi wadah bagi pelajar untuk
mengembangkan kempampuan di bidang sastra Puisi.
Maka dari itu sebagai siswa-siswi yang sadar akan permasalahan
tersebut, maka kami berusaha untuk menyusun sebuah karya ilmiah yang
berjudul “Karya Sastra Puisi.” Kami akan membahas berbagai hal terkait
dengan bentuk karya sastra Puisi yang saat ini kurang diminati agar mampu
memotivasi para pelajar khususnya siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah
Masalikil Huda Tahunan Jepara untuk meningkatkan minat membaca dan
menulis Puisi.

B. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana Pengertian Karya Sastra Puisi dan hal-hal lain yang terkait
dalam penulisan sebuah Karya Sastra Puisi?

C. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN


Tujuan dari penulisan karya ilmiah tentang Puisi ini adalah untuk
meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap salah satu bentuk karya
sastra Puisi khususnya bagi siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Masalikil
Huda Tahunan Jepara.
Sedangkan manfaat dari penulisan karya ilmiah tentang Karya Sastra
Puisi ini adalah terciptanya minat membaca dan menulis Puisi khususnya
dikalangan siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Masalikil Huda Tahunan
Jepara. Serta mampu menggali bakat para siswa-siswi di bidang sastra Puisi.

1
BAB 1I
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PUISI
Secara Umum, Pengertian Puisi adalah bentuk karya sastra dari hasil
ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra,
rima, penyusunan lirik dan bait, serta penuh makna. Puisi mengungkapkan
pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan
mengonsentrasikan kekuatan bahasa dengan struktur fisik dan struktur
batinnya. Puisi mengutamakan bunyi, bentuk dan juga makna yang ingin
disampaikan yang mana makna sebagai bukti puisi baik jika terdapat makna
yang mendalam dengan memadatkan segala unsur bahasa. Puisi merupakan
seni tertulis menggunakan bahasa sebagai kualitas estetiknya (keindahan).
Puisi dibedakan menjadi dua yaitu puisi lama dan juga puisi baru.
Pengertian Puisi Menurut Para Ahli :
 Herman Waluyo: Pengertian puisi menurut herman waluyo adalah
karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia.
 Sumardi: Pengertian puisi menurut sumardi adalah karya sastra dengan
bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi
yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif).
 Thomas Carlye: Pengertian puisi menurut thomas carley adalah
ungkapan pikiran yang bersifat musikal.
 James Reevas: Pengertian puisi menurut James Reevas bahwa arti
puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh daya pikat.
 Pradopo: Pengertian puisi adalah rekaman dan interpretasi pengalaman
manusia yang penting, diubah dalam wujud yang paling berkesan.
 Herbert Spencer: Pengertian puisi adalah bentuk pengucapan gagasan
yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan keindahan.

B. JENIS PUISI
Puisi Lama
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan seperti
Jumlah kata dalam 1 baris, Jumlah baris dalam 1 bait, Persajakan (rima),
Banyak suku kata tiap baris dan Irama.
Adapun jenis-jenis puisi lama diantaranya :
 Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib
 Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris,
tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2
baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri
dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
 Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
 Seloka adalah pantun berkait.
 Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-
a-a, berisi nasihat.
 Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4
baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.

2
 Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10
baris.

Puisi Baru
Puisi baru adalah puisi yang tidak terikat oleh aturan. bentuknya lebih
bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun
rima.
Adapun jenis-jenis puisi baru dianyaranya :
 Balada adalah puisi berisi kisah/cerita. Balada jenis ini terdiri dari 3
(tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima
a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-
c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam
bait-bait berikutnya
 Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan.
 Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan
gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas
sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu
atau peristiwa umum.
 Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup
 Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih
 Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan
 Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik
 Distikon, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas dua baris (puisi dua
seuntai).
 Terzina, puisi yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris (puisi tiga
seuntai).
 Kuatrain, puisi yang tiap baitnya terdiri atas empat baris (puisi empat
seuntai).
 Kuint, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas lima baris (puisi lima
seuntai).
 Sektet, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas enam baris (puisi
enam seuntai).
 Septime, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris (tujuh
seuntai).
 Oktaf/Stanza, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas delapan baris
(double kutrain atau puisi delapan seuntai).
 Soneta, adalah puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi
menjadi dua, dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait
kedua masing-masing tiga baris

C. STRUKTUR PUISI
Struktur Fisik Puisi
 Diksi yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam
puisinya
 Imaji yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan
pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan.

3
 Kata konkret yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang
memungkinkan munculnya imaji.
 Gaya bahasa yaitu penggunaan bahasa yang dapat
menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu.
 Rima/Irama adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah,
dan akhir baris puisi.
 Tipografi yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-
kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak
selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-
hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.

Struktur Batin Puisi


 Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa
adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna,
baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
 Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang
terdapat dalam puisinya.
 Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga
berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema
dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca
untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada
pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah
pembaca
 Amanat/tujuan/maksud (itention); yaitu pesan yang ingin
disampaikan penyair kepada pembaca.

D. CARA MENULIS PUISI


Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat menulis puisi agar
mempermudah dalam proses penulisan puisi diantaranya:
 Tema. Tema adalah titik awal dari puisi yang akan dibuat, tentang
apakah puisi tersebut. Apakah yang penulis coba sampaikan melalui
puisi? Apakah cerita, pengalaman, peristiwa, atau tempat?. Sebuah cara
yang menarik untuk menuliskan kata-kata, frase atau kalimat ketika
penulis berpikir tentang tema puisi yang akan ditulis.
 Perasaan. Dengan kata-kata, penulis harus menyampaikan apa yang
dirasakan. Para pembaca harus memahami kedalaman apa yang penulis
alami. Puisi pada dasarnya adalah tentang emosi penyair.
 Kondisi atau Suasana. Suasana hati seringkali dapat membantu penulis
menyampaikan perasaan lebih efektif. Cobalah menulis satu atau dua
kalimat yang berisi tema dan perasaan dalam suasana hati yang
berbeda.
 Gaya Penulisan. Pilih gaya penulisan puisi yang bagimu. Penyair paling
modern sering menggunakan gaya sajak bebas. Meskipun untuk
pemula, gaya ini mungkin tidak memiliki struktur formal dan terdengar
mudah.

4
 Target. Bacakan puisi yang sudah dibuat ke beberapa teman, kerabat,
dan tetangga, yang cocok dengan siapa target puisi yang sudah kamu
buat. Mintalah umpan balik mereka dan apa yang mereka rasakan
tentang puisi itu.

E. CONTOH PUISI

Waktu Yang Kutinggalkan


Oleh: Aulia Kilea
Aku bukan daun yang layu
Aku bukan tangkai yang tumbang
Aku bukan pula kelopak yang jatuh begitu saja
Aku ingin menjadi karang yang tak akan terkikis oleh badai ombak
Aku ingin menjadi mentari yang tak pernah lelah menyinari
Aku ingin menjadi hujan yang menyejukkan setiap hamba-NYA
Aku ingin menjadi air, sumber hidup bagi segala makhluk

Tapi...
Aku takut,
Akan waktu yang tak sampai pada inginku
Akan waktu yang tak akan menemaniku
Akan waktu yang hilang dariku
Jikalau ia hilang
Aku ingin terukir disetiap waktu, ketika aku tak dapat lagi menemui waktu
Aku ingin terukir indah, disetiap mata dan jiwa yang kutemui
Bantu aku untuk mengukir setiap waktu yang tak akan kutemui

***
Aku
Oleh : Chairil Anwar
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan akan akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

***

5
Tak Sepadan
Oleh: Chairil Anwar
Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros
Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pintu terbuka
Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka
Februari 1943

***

Sebuah Jaket Berlumur Darah


Oleh: Taufik Ismail
Sebuah jaket berlumur darah
Kami semua telah menatapmu
Telah pergi duka yang agung
Dalam kepedihan bertahun-tahun.

Sebuah sungai membatasi kita


Di bawah terik matahari Jakarta
Antara kebebasan dan penindasan
Berlapis senjata dan sangkur baja
Akan mundurkah kita sekarang
Seraya mengucapkan ’Selamat tinggal perjuangan’
Berikara setia kepada tirani
Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan?.

Spanduk kumal itu, ya spanduk itu


Kami semua telah menatapmu
Dan di atas bangunan-bangunan
Menunduk bendera setengah tiang.

Pesan itu telah sampai kemana-mana


Melalui kendaraan yang melintas
Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan
Teriakan-teriakan di atas bis kota, pawai-pawai perkasa
Prosesi jenazah ke pemakaman
Mereka berkata
Semuanya berkata
Lanjutkan Perjuangan.

6
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Karya Ilmiah tentang Karya Sastra Puisi ini sangat bermanfaat
khususnya bagi siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Masalikil Huda Tahunan
Jepara karena mampu menambah wawasan serta pengetahuan tentang seluk
beluk salah satu karya sastra berupa Puisi yang meliputi pengertian puisi
secara umum dan menurut beberapa ahli, jenis puisi meliputi puisi lama dan
puisi baru, serta struktur puisi meliputi struktur fisik puisi dan struktur batin
puisi.
Sehingga dapat dijadikan sebagai panduan para siswa-siswi dalam
menulis sebuah karya sastra puisi apalagi dijabarkan pula cara menulis puisi
beserta contohnya.

B. SARAN
Karya Ilmiah berjudul Karya Sastra Puisi ini sebaiknya dimanfaatkan
untuk mningkatkan minat membaca dan menulis sebuah karya sastra dalam
bentuk puisi khususnya sehingga secara tidak langsung dapat melatih diri dan
menggali mina dan bakat membaca dan menulis sastra puisi yang saat ini
kurang disukai oleh kalangan pelajar padahal hal ini sangat penting dan
berguna bagi pelajar sebagai aset penerus bangsa.
Penulisan karya ilmiah semacam ini harus terus dilakukan karena sangat
bermanfaat dan mampu melatih kemampuan menulis para siswa-siswi, tetapi
dengan mengangkat tema dan judul yang berbeda dari sebelumnya agar
mampu menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih luas lagi dalam
lingkup karya-karya sastra yang masih akan terus berkembang seiring
perkembangan zaman dan teknologi yang ada saat ini maupun tema-tema lain
yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.

7
DAFTAR PUSTAKA

[Link]
[Link]#, akses 25 Januari 2016.

[Link]
akses 25 Januari 2016.

[Link] akses 25 Januari 2016.

[Link] akses 25 Januari


2016.

[Link]
akses 25 Januari 2016.

[Link]
[Link], akses 25 Januari 2016.

Anda mungkin juga menyukai